√ 50+ Puisi Cinta Romantis: Cinta Sejati, Bikin Baper Pasangan 2019

50+ Puisi Cinta Romantis: Cinta Sejati, Bikin Baper Pasangan

50+ Puisi Cinta Romantis: Cinta Sejati, Bikin Baper Pasangan

Contoh Puisi Cinta Romantis – Bagi kamu yang sedang dimabok dengan asmara sangat cocok membaca artikel ini. Puisi sangat cocok untuk kamu yang ingin menghadiahi kecil kecilan untuk pasangan kamu, tapi tidak semua orang pandai dalam merangkai kata-kata yang indah untuk dijadikan sebagai puisi.

Jatuh cinta merupakan anugerah yang datang tanpa bisa kita cegah, berbagai rasa bercampur aduk. Tidak ada batasan antara senang, marah, kecewa, cemburu, bahagia dan lain sebagainya. Bagi sebagian orang mempumyai pasangan yang romantis merupakan hal yang sangat penting. Karena sikap romantis dianggap bisa membuat perasaan menjadi bahagia.

Perlakuan manis seperti memberikan bunga, ataupun memberikan puisi mengenai ungkapan perasaan cinta bisa membuat orang merasa sangat dicintai. Nah, berikut ini adalah beberapa contoh puisi romantis, antara lain.

 

Puisi Romantis Tentang Rindu

Rindu merupakan sebuah rasa yang dimiliki oleh orang-orang yang terikat perasaan saling mengasihi. Jarak yang menjadi penghalang untuk bertemu, umumnya akan menimbulkan sebuah kerinduan. Bagi orang yang sedang dilanda kerinduan, hal yang paling ingin dilakukan adalah bertemu orang yang dirindukan. Berikut ini adalah beberapa contoh puisi tentang rindu, antara lain :

 

1. Mendung Tanpa Dirimu

Rintik hujan seolah menjadi pertanda
Cerminan hatiku yang sedang merana
Menangis meratapi kerinduan
Akan hadirmu yang jauh disana
Kaulah sang mentari penyinar hati ini
Yang kini sedang meniti impian di negeri sebrang
Dem terwujudnya segala cita-cita dan harapan
Aku rela tak berjumpa sayang
Kaulah deburan ombak dalam lautan gairahku
Semua rasa rindu yang terasa menyesakkan dada ini
Aka ku ubah menjadi aliran kekuatan untuk meneruskan perjuangan
Segala impian bersama dimasa depan
Yang selalu menjadi impian yang tak sabar untuk diwujudkan
Hadirmu yang selalu dinantikan
Untuk melepaskan kencangnya hembusan angin kerinduan
Jangan kau hiraukan risauku sayang
Karena kaulah mentari kehidupanku
Tak perduli seberapa jauh kau berada
Sinar mu kan tetap menjadi cahaya
Meski langitku terasa mendung tanpa hadirmu
Ku pastikan tak akan ada petir yang mampu mengacaukan rasa ku padamu
Selalu ku menunggu datangnya hari
Dimana kau akan berdiri disini
Kembali ke pelukan hati ku
Kembali menemani langkah demi langkah
Canda tawa lepas yang selalu kau berikan
Sebagai penangkal segala lara yang melanda
Menusuk kedalam dada
Bagai cobaan yang mencoba menggoda
Ku janjikan padamu
Setiaku yang selalu menggebu
Tak akan penah layu
Meski kau jauh dari pandanganku

 

2. Cinta Penerang Jalan

Oh kekasih pujaan hati
Yang selalu setia menemani
Janganlah engkau berpaling
Dari diri yang selalu bahagia karena hadirmu ini
Janganlah sekalipun kau tinggalkan
Langkah kaki yang selalu kau iringi
Tetaplah berada disampingku
Berjalan bersamaku
Aku yang tiada arti tanpa hadirmu
Hari silih berganti
Tahun pun telah kita lalui
Aku yang tak pernah merasa rapuh
Meski ribuan beban menghantam
Keyakinku akan dirimu
Selalu terpatri kokoh didalam hati
Senyuma indah itu selalu menjadi pengobat segala rindu
Cinta yang tulus suci ini
Jangan sampai ternoda oleh dusta
Kaulah pelita hati dan jiwaku
Penerang setiap langkah kakiku
Janganlah kau ragu
Aku tak akan pernah sedikitpun menjauh dari dirimu
Karena kaulah yang selalu ada untuk mengisi rongga hati yang dulu kosong ini
Kaulah sang pemilik cinta ini
Tiada yang lebih bahagia
Saat kau memberikan cinta yang murni ini
Cintamu yang tulus merubah jalan hidupku
Yang dulu tak tau arah
Dan kini menjadi baru
Tak pernah sedikitpun terlintas dalam benakku
Untuk melepasmu
Untuk selamanya
Tak akan pernah lelah jiwa dan raga ini
Untuk selalu percaya akan sosokmu
Kalau seribu tahun akan dilampaui
Kasihku padamu tak akan lekang oleh waktu
Arah jalan pulang yang selalu kutempuh
Selalu tertuju pada hatimu
Tak perduli berapapun
Tak perduli jarak sejauh apapun yang harus kutempuh
Cahaya jiwamu selalu menjadi penerang langkahku
Pelita hatimu selalu menjadi pengiring langkahku

 

3. Keabadian Cinta

Kau laksana cahaya rembulan
Menerangi setiap malam-malam gelap
Bagai kerlipan cahaya bintang
Yang menghiasi luasnya langit gelap
Kelembutanmu bagai awan putih yang suci
Senyummu bagai mentari pagi hari
Menyinari lubuk hati
Setiamu tak pernah lekang meski waktu semakin usang
Pesonamu bagai bunga yang bermekaran saat musim semi tiba
Menjadi warna bagi dunia
Duniaku yang tak pernah terasa hampa
Berkat hadirmu
Yang selalu menyejukkan kalbu
Tiada hari yang terlewati tanpa percikan api cintamu yang hangat
Segala batu sandungan yang menghalangi
Tak akan sanggup mengubah segala rasaku padamu
Tiada satupun godaan yang mampu mengganti indahmu
Tiada satu bayangan hitam nan kelam yang mampu menghalangi sinarmu
Sapaan hangat saat fajar menyapa
Selalu setia membangunkanku dari mimpi
Mimpi yang tak pernah lebih indah dari hari hadir mu yang nyata
Kau satu-satunya yang berani
Membangunkanku dari mimpi berkepanjangan
Kau sajikan kenyataan penuh kepastian
Yang indahnya tiada terkira
Bahagia dan damai
Menjadi lukisan yang kau torehkan dalam alur kehidupanku
Walau takdir menyadarkan
Kita hanyalah insan yang terikat oleh ketetapan usia
Meski suatu hari
Ragamu tak lagi disini
Satu yang ingin kuyakini
Cinta abadi mu kan selalu menemani
Entah kau atau aku yang terlebih dahulu menemui takdir itu
Janganlah kau risaukan
Mari kita berpengang tangan erat
Mengarungi sungai kehidupan ini bersama

 

4. Rindu

Rindu yang selalu selalu terucap
Entah seberapa sering kata ungkapan itu diucapkan
Menjadi pelampiasan akan jiwa yang terasa haus dan kering
Rindu akan kehadiran jiwamu yang selalu menyinari
Padang gurun hati ini yang semakin terasa gersang
Bergegaslah kau kembali sayang
Aku disini terasa melayang
Tak tentu arah
Ingin ku menggapai mu
Namun aku tak ingin menjadi bebanmu
Sungguh rasa yang menyiksa
Nyanyianku kini terdengar lirih
Karena melodinya kau bawa pergi
Meski terkadang raga ini tak lagi mampu menopang
Segala terjangan arus kerinduan
Tapi yakinlah wahai sayang
Aku kan berdiri dengan seluruh tenaga
Aku terus ku jaga
Akan selalu ku pertahankan
Kokohnya dinding pertahanan
Benteng kesetiaan yang kita bangun
Dengan seluruh impian yang dimiliki
Tak kan lelah ku menanti
Akan kembalinya sosok pujaan hati
Bidadari yang menjadi penghuni relung hati ini
Sosok indah yang menghiasi kalbu
Tak ada seorangpun yang sebanding untuk mengganti arti mu
Buliran air hujan yang mengalir
Turun dari langit membasahi bumi
Menjadi kawan dalam meratapi
Menjadi teman dalam menyebarkan diri
Akan serangan rindu yang tak mampu tertahan lagi

 

5. Cahaya Purnama

Wahai belahan jiwa
Segeralah kembali
Mendekatlah
Pulanglah kepadaku
Aku ingin mengungkapkan
Segala kegundahan yang menyelimuti hati
Kekaguman akan sosokmu
Kita bagaikan doa yang menyatu
Namamu yang selalu kusebut
Disetiap langkah yang kutempuh
Mengikatkan diri dalam indahnya perasaan cinta
Bekerja sama dalam upaya terwujudnya sebuah harapan
Hanya untuk sosokmu
Ku hapuskan seluruh keraguan yang merayu
Menggoda..
Berusaha membuat hatiku berpaling
Sungguh..
Tiada satupun kilauan bintang diluar sana
Yang mampu menggantikan cahayamu
Sang bulan purnama penerang malamku
Penuntun arah jalan kehidupan
Aku jatuh cinta padamu
Hanya jatuh kepadamu
Rindu yang tiada habisnya
Seakan menjadi pengiring perjalanan
Menjadi sahabat yang setia
Untuk mengingatkan ku akan dirimu
Oh kekasih hati
Janganlah tukar rindu ini dengan lara hati
Aku tak sanggup
Mungkin..
Tak akan pernah mampu ku lalui
Aliran detik-detik kehidupan
Tanpa adanya kau sebagai penghibur hati
Jangan lalu tega berlari
Menjauh pergi meninggalkan hati ini
Hati yang selalu menjadi tempatmu untuk kembali

 

Puisi Romantis Tentang Cinta

Puisi romantis tentang cinta menggambarkan perasaan yang tercurah dari dalam hati seseorang kepada kekasihnya. Rasa cinta tidak hanya untuk kekasih saja, tapi bisa juga untuk orang tua,  sahabat ataupun untuk orang lain. Berikut ini adalah beberapa contoh puisi romantis tentang cinta, antara lain.

 

1. Kaulah Jawaban Segala Doa

Detik-detik kehidupan diselimuti oleh kehampaan
Bertahun lamanya kujalani sendirian
Gulir waktu yang terasa begitu lamban
Seakan tak mau berjalan
Hingga suatu ketika
Kau hadir bagai keajaiban
Hadirmu bagai rintik hujan dipenghujung kemarau
Membasahi padang hati yang gersang
Aku yang dulu hampir terjun bebas
Jatu kedalam lubang keputusasaan
Semua lara kini kian menghilang
Berkat jiwa indahmu wahai sayang
Keindahan yang datang sebagai pelipur lara
Kau sirami bunga-bunga di jiwa
Yang dahulu layu tak bertuan
Kau bagai indahnya rona pelangi
Yang datang di akhir badai hujan
Aku kini berbahagia
Mendapat anugerah berupa kekasih hati
Yang datang datang bagai jawaban atas hembusan segala doa yang dipanjatkan
Indah parasmu
Walau tak terpoles hiasan
Anggun bahasa tubuhmu
Mencerminkan kedamaian
Suara merdu yang mengalun dari bibirmu
Sebagai nyanyian pengantar tidurku
Murninya kebaikan hatimu
Tanpa sedikitpun tertoreh oleh kepalsuan
Rayuan yang terkadang ku berikan
Itulah ungkapan segala curahan hati
Hati yang bersyukur
Karena kini tak lagi sunyi
Tingkah manis yang selalu kau beri
Menambah kehangatan jiwa ini
Cinta yang selalu kau beri
Mengalir murni tanpa paksaan
Setiap hal yang terjadi
Tak pernah luput dari perhatianmu
Tak sedetikpun waktu
Yang kulalui tanpa hadirmu
Tak pernah sekalipun malam
Yang gelap tanpa cahaya hatimu
Seolah semua cahaya bintang
Kini berada dimatamu
Kini tak ada lagi kabut-kabut kelabu yang menutupi pandanganku
Tak ada lagi angin kencang yang mampu meruntuhkan semangatku
Padang tandus itu
Kini berwujud hamparan rerumputan yang hijau
Tenang, damai dan sejuk
Semua berkat hadirmu wahai kekasihku

 

2. Cinta Pertama

Aku yang semula tak pernah percaya akan adanya cinta
Cinta yang selalu orang-orang bicarakan
Betapa indahnya cinta yang selalu dapat memabukkan
Betapa saktinya cinta yang sering menjadi pengukir luka
Aku tak percaya
Tak akan pernah percaya
Itu keyakinanku dahulu
Aku yang dahulu selalu memalingkan muka
Dari insan-insan yang terlena oleh cinta
Aku yang dahulu selalu yakin dan percaya
Akan kunaiki gunung kehidupan ini seorang diri
Aku pasti kuat
Kesombonganku terdahulu
Namun seketika
Aku rasakan denyut yang terasa asing menggelitik dijantungku
Detakan yang tak mau tenang
Terasa mengusik dadaku
Ketika kulihat ada sosok bagai malaikat dihadapanku
Sosok yang memancarkan keindahan jiwa
Raga yang mencerminkan keanggunan
Tutur kata yang melontarkan kesopanan
Terucap dari bibir indah yang merona
Merah merekah bagai bunga mawar yang mekar
Diantara tajamnya duri semak belukar
Aku yang tak kuasa menyagkal
Aku tak kuasa menutupi terangnya sinar yang terpancar
Terasa menyilaukan pandangan
Pandangan mataku yang selalu kujaga
Agar tetap lurus kedepan
Aku kini terjatuh dalam linangan keindahan
Rasanya tak sanggup aku keluar darinya
Dan aku pun tak ingin berpaling darinya
Kedua mata yang tak dapat berkedip
Seakan tak ingin rugi melewatkan keindahan yang terpancar dari sosoknya
Kaki ini terasa gemetar
Ketika ia melangkah mendekat
Menyapaku yang sedari tadi tenggelam kedalam lautan kekaguman
Aku yang dahulu selalu tegak kokoh ingin sendiri
Kini mengharapnya menjadi kawan pengiring langkah
Baru sekali ini aku terpesona
Hanya sekali ini aku menganga
Terbius oleh cantiknya sosok karya Tuhan
Aku tak kuasa lagi untuk menolak
Aku tak sanggup lagi untuk berpaling
Harus ku akui
Aku yang kini jatuh
Aku yang kini terlena
Kedalam indahnya kubangan cinta pertama

 

Puisi Romantis Tentang Kekaguman

Kekaguman kepada seseorang yang menarik perhatian, umumnya hal tersebut akan menyebabkan seseorang menjadi jatuh cinta. Jika sedang dilanda rasa cinta, seseorang akan menjadi sosok yang romantis dan itu terjadi secara alami.Rasa kagum yang dirasakan bisa menimbulkan rasa bahagia setiap bertemu, berikut ini adlaah contoh dari puisi romantis tentang kekaguman, antara lain.

 

1. Pesona yang Menyilaukan

Aku terdiam dan membisu
Tak seutas katapun yang mampu terucap
Tiada satupun ungkapan yang terlontar
Dari mulut ini yang terasa terkunci
Badan ini terasa kaku
Diam di sudut ruangan bagai patung
Pandangan kedua mata ini tak mampu berkedip
Tersilaukan oleh pesona yang terpancarkan
Siapa pemilik rambut indah yang terurai panjang itu
Siapa pemilik mata indah bagai cahaya bintang itu
Bolehkah aku mengenalmu
Wahai bidadari yang diciptakan oleh Tuhan
Bolehkah aku menjadi teman dalam hidupmu
Kawan mu yang setia dalam mendampingi
Pengiring mu yang setia didalam setiap langkah kaki yang kau pijakkan
Lihatlah ke arahku walau hanya sekejap
Aku yang sedari tadi memandangmu tanpa jeda
Tengoklah aku walau hanya untuk sedetik
Aku yang membisu terkagum akan sosokmu
Langkahkanlah kaki mu kearahku
Bangunkanlah aku dari mimpi yang indah ini
Aku yang terlena
Tenggelam dalam kekaguman
Linangan derai air mata kepedihan
Ku janjikan tak akan berani menyentuh kedua matamu yang sungguh indah
Mendekatlah tanpa ragu
Tak akan ku tega melukaimu
Membuatmu jatuh kedalam lubang kekecewaan
Adalah hal yang tak akan sampai hati untuk kulakukan
Tak seorangpun akan kubiarkan
Menodai anggunmu wahai sayang
Jagalah menatapku dengan mata penuh keraguan
Janganlah berbicara kearahku dengan nada kebimbangan
Melangkahlah dengan yakin
Kearahku
Yang akan menjadikanmu rumah untuk pulang

 

2. Bintang Penerang Jiwa

Kekasih yang menemani diri ini
Penghibur lara yang menjadi penyejuk hati
Pengobat segala kekecewaan yang silih berganti mengusik ketenangan jiwa
Terangnya kebaikan hatimu
Memudarkan segala kelabu
Malam-malam yang terkadang mencekam
Selalu indah setelah kau datang
Bintang penerang jiwa
Tiada pernah lelah dalam menerangi
Kasih yang selalu kau beri
Selalu terasa menghangatkan hati
Kekaguman akan sosok anggun dirimu
Tak akan lekang terhapus oleh waktu
Cinta dalam hati yang selalu kau sirami
Tak pernah sekalipun kau biarkan menjadi tandus
Tutur kata yang selalu menyejukkan jiwa
Menjadi ciri dari pribadimu
Tak ada sedikitpun luka yang tertoreh oleh ucapmu
Tak ada sedikitpun lara yang dihasilkan oleh sikapmu
Tabiat sabar dan selalu menghargai
Menjadikanmu sosok yang banyak dikagumi
Jagalah selalu hatimu
Untuk aku yang selalu setia menemani
Tak pernah kubiarkan
Keraguan terlintas dalam benakku
Kalau hanya untuk sekali
Akan selalu ku jaga
Segala bahagia yang telah kau beri
Tiada hentinya helai demi helai benang harapan
Yang ku rajut menjadi doa
Agar kau selalu setia
Menemaniku hingga hari tua
Detik berubah menjadi hari
Bulan pun berganti dengan tahun
Rasa kagum akan pesonamu
Masih terasa sama seperti dahulu
Entah berapa banyak waktu yang akan berlalu
Ku harap kau yang tetap mengiringi langkahku
Entah berapa ratus kerikil tajam yang akan menusuk
Mencoba menghentikan langkah
Yakinlah wahai kekasih
Pesonamu akan tetap menghiasi

 

Puisi Cinta Pandangan Pertama

Tidak sedikit orang yang merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama dan banyak orang yang menjalin sebuah hubungan karena tatapan mata saat awal berjumpa. Berikut ini adalah beberapa puisi romantis pandangan pertama, antara lain.

 

1. Dia

Dia …….
Senyumnya yang selalu membuat aku terkesima
Wajah lucunya yang senantiasa terbayang di kepala
Mata indah serta bulu mata lentiknya
Selalu membuat hati ini terpana ketika melihatnya
Aku bertemu di kala siang hari
Dengan panas terik akan sinar matahari
Saat itu ia sedang berjalan sendiri
Aku berpapasan dengannya, dengan hatiku yang tak berkompromi
Dia mengucapkan salam kepadaku
Dan langsung, lidah ku tiba-tiba kelu
Dia…..
Wajah cantik di balik jilbab merahnya
Membuat aku tak bisa melupakannya
Harum wangi bau parfumnya
Seperti membekas dan lama hilangnya
Aku mengaku aku jatuh cinta
Pada pandangan pertama saat aku menatapnya
Dengan dia, yang akan selalu ku damba

 

2. Yang Berkacamata, Jangan Sampai Lolos

Aku bertemu dengannya di kala pagi hari
Pagi dimana aku sering berjalan sendiri
Kala itu, aku berjalan melewati jalan Kartini
Aku bertanya dengan hati ku sendiri
Tentang ia yang berjalan tepat di depan ku
Aku tak bisa memanggilnya, karena aku malu
Dan spontan, ia menengok kearah ku
Aku cemas dan langsung membuang mukaku
Sempat kulihat, langkahnya menjadi semakin pelan
Aku bingung ada apa gerangan?
Dia menungguku dan mengajak berjalan bersama
Dengan rasa malu aku menerima tawarannya
Tinggi, putih, tampan, dan berkacamata
Itulah diskripsi tentangnya
Hati ku tiba-tiba berdebar dan tidak beraturan
Ketika melihat ia tersenyum saat berjalan beriringan
Tutur katanya yang sopan serta menawan
Tak bisa membuat ku dengan mudah melupakan
Dan ingin ku katakan,
Yang berkacamata, jangan sampai lepas

 

3. Teringan Dirimu Selamanya

Dalam luang sementara ku cobalah lupakan
Sejenak memendam kisah lama yang silam
Melihat pelangi yang kini t’lah kelam
Gelap gulita dan sunyi mencekam

Nampak hadirmu dalam ingatan
Terlihat paham namun menyakitkan
Walau terasa kau ku dambakan
Membuat saya dalam kesepian

Meski kau ku cinta namun tak sebaliknya
Kau yang ku puja takkan terlupa
Seringkali kau terlihat senangkan
Dan tak jarang kau termasuk menyakitkan

Kerinduan ini membuatku gila
Kehilangan dirimu sebuah luka
Berangan saya tuk selamanya
Hingga mati pun slalu bersama

Dan bisa saja sekiranya nanti
Mentari tak bersinar lagi
Kau selamanya dan s’lalu disisi
Menemaniku dalam indahnya surgawi

 

4. Pelita di Kesunyian

Semilir angin terbangkan secercah kedamaian
Teriring senja menjadi tanda dimulainya kegelapan
Sunyi senyap kian tak tersedia nyawa
Resah dan gundah selimuti hati dan jiwa
Terasa pedih seakan tersayat oleh keraguanmu

Lelah melangkah jalani dunia berhiaskan sandiwara
Sesosok pelita yang menjadi cahaya hati
Kini terasa meredupkan cahaya kasihnya
Anganku melayang menyusuri jalan yang kian berlalu
Tersirat akan indahnya nostalgia kehidupanku

Saat kau menjadi malaikat putih bagiku
Saat kau menjadi secercah lilin penerang hatiku
Sejuta kasih kau tebarkan untuk diriku
Sejuta tawa kau hadirkan dalam kesedihanku
Namun……..
Kemana..???????

Kemana malaikat putih itu..??
Seakan sirna tersapu aliran air hujan
Terseret jauh ke ombak samudera lautan lepas
Kini hanya tersisa puing-puing kepedihan
Yang terbungkus oleh derai-derai air mata
Ingin rasanya hati dan jiwa ini menjerit

Tapi apa daya…
Hati ini semata-mata ruang mampir perasaanku
yang hanya sanggup menjaga perasaan ini
Jiwa ini semata-mata sebuah tanah lapang
Yang hanya menjadi saksi bisu kisah ini
Dan merelakan sepenuhnya pergi

Kini engkau telah sirna…
Engkau menghilang bersama janji-janjimu
Dan akhirnya tinggalah saya sendiri
Di ujung cerita ini…

 

Puisi Cinta Sejati yang Romantis

Siapa disini yang tidak menginginkan cinta sejati? Pasti semua orang sangat mengimpikan hal tersebut dengan pasangannya. Nah, berikut ini merupakan berbagai puisi tentang cinta sejati, antara lain.

 

1. Sampai Saya Menua

Saya tak menginginkan kamu lebih
Melebihi semua yang yang kamu miliki
Jangan sampai kamu merasakan letih
Hanya untuk memikat hati ini
Hingga saya tua dengan kulit yang keriput
Bahkan dengan ajal yang akan menjemput
Kamu akan menjadi bagian dari hidup saya
Hidup indah dengan sebuah cinta
Cinta yang tiada akhir masanya
Hingga saya tak bisa bertutur kata jelas
Bahkan ketika saya hanya bisa berbaring
Kamu yang saya dambakan untuk pelabuhan terakhir
Yang saya harap tidak pernah kamu menyingkir
Dan setia menemani saya untuk selamanya
Sampai saya menua
Saya akan hidup dengan satu cinta
Dengan kamu yang kini telah saya damba
Tidak akan saya melepaskan
Dan akan saya pertahankan
Hingga sang kuasa yang memisahkan

 

2. Rasa Cintaku

Kau tiba-tiba datang dan isikan hatiku yang kosong…
Hanya kau yang tersedia dipikiranku sekarang…
Aku tak tau bagaimana caramu isikan hatiku…
Engkau sungguh membuatku tak mengerti…
Rasanya hatiku menjadi tak menentu…
Untukku kau benar-benar berharga…
Lihatlah diriku ini yang berjuang untuk cintamu…

Aku benar-benar mencintaimu
Namun kau tak pernah sadari itu
Walau perih hati ini…
Aku di sini kan selamanya setia menantimu…
Rasakanlah cintaku ini begitu besar untukmu…

 

3. Cinta yang Kekal

Di sementara malam yang sunyi
Ku teringat akan raut wajahmu
Yang selamanya menyejukkan hati
Dan menyentuh kalbu

Ingin ku katan cinta
Sebelum ku menutup mata
Kan ku abadikan rasa cinta ini
Semoga menjadi kenangan terindah dalam hidupku

Andai sementara sanggup terulang
Kan ku katakn terhadap yang tersayang
Bahwa saya cinta padanya
Semoga Tuhan berikan jalan untuk cinta

 

4. Kesederhanaan Cinta

Menemukanmu
Adalah perihal indah
Mencintaimu
Selalu membuatku gundah
Resah
Takut kehilanganmu

Mencintaimu
Dengan sederhana
Seperi untaian tangga melodi
Yang cukup tertulis dan dimainkan

Dan bersama caraku mencintaimu
Aku sanggup rasakan
Bahwa Kesederhanaan lebih indah

 

Puisi Romantis Ucapan Selmat Ulang Tahun

Memberi kado puisi saat pasangan kamu sedang berulang tahun pasti sangat menarik. Di hari bahagianya kamu bisa mengirimlan sebiah puisi yang indah. Nah, berikut ini adalah beberapa contoh puisinya, antara lain.

 

1. Semoga Kau Selalu Bahagia

Berbeda dengan yang lain aku tak bisa memberi yang sempurna
aku tak pandai dalam merangkai kata
namun ini ku usahakan untuk kau yang ku cinta
dengan usia yang bertambah ini
do’a ku panjatkan kepada sang ilahi
untuk menjaga mu hingga akhir nanti
aku berdo’a agar kau selalu setia menemani
segala hari-hari yang aku lewati
ingat kini kau tak muda lagi
kau harus berjuang sendiri
dan menggapai semua angan serta mimpi
semoga kau selalu bahagia
dengan bertambahnya usia
dan ingat, bahwa aku masih sama
dengan cinta dan rasa yang selalu ada

 

Puisi Cinta Patah Hati

Patah hatu juga merupakan salah satu bagian dari cinta yang kadang diungkapkan dalam tulisan puisi. Berikut ini adalah contoh puisi cinta patah hati, antara lain.

 

1. Dapatkah Perahu yang Karam Kembali Berlayar?

Kuletakkan sepenuh hati sebuah harapan pada satu hati
Menukarkan duka cita dengan senyum yang tergadai
Lalu apa lagi yang mampu aku lakukan?
Perahu kita bahkan hampir hancur dipermainkan lautan tenang yang mempertemukan
Sisa-sisa puing menjadi ambigu
Satu hati adalah kebohongan dalam dua raga
Tangan tergenggam saling menorehkan luka
ku adalah seorang buta
mengharapkan mata yang kau ulurkan melalui kasih sayang
aku adalah seorang lumpuh
selamanya dalam keterbatasan

 

2. Hujan Semalam

Kenapa dunia kadang seenaknya saja
Memberikan tawa dan tangisan berganti tanpa jeda
Ketika rasa berkata iya
Petir garang itu menyadarkan bersama hujan semalam
Kilat mengabadikan air mata samar bercampur derasnya hujan
Alam ingin mengabadikan kekecewaan menghanyutkan
Langit begitu sigap seolah tak ingin melewatkan

 

3. Kau Tak Sepeka Harapanku

Dapatkah ku dengar selain semua akan baik-baik saja
Sebuah kalimat yang nyatanya adalah kebohongan yang sengaja kau ciptakan
Hati yang lembut telah tertutup logika yang mengeras
Berjalan pun kau gunakan dengan langkah kepala
Suara nyaring tak lagi asing
Terkadang kita harus menggunakan toa hanya untuk sekedar menyapa
Hembusan sejuk udara pantai menjadi malapetaka
Kenapa kau terus paksa aku berlari
Aliran deras darah dari kaki yang mulai melemah

 

4. Bertepuk Sebelah Tangan

Berhadapan kita dalam satu kursi panjang
Memanjatkan doa di depan sebuah meja bundar penuh lilin dan hidangan
Kepuasan terasa membayar lunas jerih payahku
Senyum mengembang, menjadi jawaban pasti kebahagiaanmu
Dalam setiap batang lilin yang padam
Aku menyebutkan satu nama
Dalam setiap lilin yang padam kau pun mengucap doa
Tidak ada bunyi saat aku menepuk sebelah tangan saja
Pasang-pasang Tuhan citakan seluruh alam semesta
berharap aku dipasangkan dengan perempuan indah di sebelahku
Kulit tangan yang sesekali bersentuhan, membuat aliran listrik menjalar cepat di setiap pori-poriku
sepenuh hari kuucapkan permohonan setengah mengiba
Berharap belas kasihan Tuhan menjadikan jalan terbuka lebar
Aku mengucapkan “kamu”
namun, kudengar kau penuh harap merayu untuk “dia”

 

Nah, itulah bebreapa contoh puisi cinta romantis yang bisa mewakili perasaan kamu saat ini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu, jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.



Pengertian Budaya: Wujud, Unsur, Ciri-Ciri dan Faktor Budaya

Pengertian Budaya: Wujud, Unsur, Ciri-Ciri dan Faktor Budaya

Contoh Puisi Cinta Romantis – Bagi kamu yang sedang dimabok dengan asmara sangat cocok membaca artikel ini. Puisi sangat cocok untuk kamu yang ingin menghadiahi kecil kecilan untuk pasangan kamu, tapi tidak semua orang pandai dalam merangkai kata-kata yang indah untuk dijadikan sebagai puisi.

Jatuh cinta merupakan anugerah yang datang tanpa bisa kita cegah, berbagai rasa bercampur aduk. Tidak ada batasan antara senang, marah, kecewa, cemburu, bahagia dan lain sebagainya. Bagi sebagian orang mempumyai pasangan yang romantis merupakan hal yang sangat penting. Karena sikap romantis dianggap bisa membuat perasaan menjadi bahagia.

Perlakuan manis seperti memberikan bunga, ataupun memberikan puisi mengenai ungkapan perasaan cinta bisa membuat orang merasa sangat dicintai. Nah, berikut ini adalah beberapa contoh puisi romantis, antara lain.

 

Puisi Romantis Tentang Rindu

Rindu merupakan sebuah rasa yang dimiliki oleh orang-orang yang terikat perasaan saling mengasihi. Jarak yang menjadi penghalang untuk bertemu, umumnya akan menimbulkan sebuah kerinduan. Bagi orang yang sedang dilanda kerinduan, hal yang paling ingin dilakukan adalah bertemu orang yang dirindukan. Berikut ini adalah beberapa contoh puisi tentang rindu, antara lain :

 

1. Mendung Tanpa Dirimu

Rintik hujan seolah menjadi pertanda
Cerminan hatiku yang sedang merana
Menangis meratapi kerinduan
Akan hadirmu yang jauh disana
Kaulah sang mentari penyinar hati ini
Yang kini sedang meniti impian di negeri sebrang
Dem terwujudnya segala cita-cita dan harapan
Aku rela tak berjumpa sayang
Kaulah deburan ombak dalam lautan gairahku
Semua rasa rindu yang terasa menyesakkan dada ini
Aka ku ubah menjadi aliran kekuatan untuk meneruskan perjuangan
Segala impian bersama dimasa depan
Yang selalu menjadi impian yang tak sabar untuk diwujudkan
Hadirmu yang selalu dinantikan
Untuk melepaskan kencangnya hembusan angin kerinduan
Jangan kau hiraukan risauku sayang
Karena kaulah mentari kehidupanku
Tak perduli seberapa jauh kau berada
Sinar mu kan tetap menjadi cahaya
Meski langitku terasa mendung tanpa hadirmu
Ku pastikan tak akan ada petir yang mampu mengacaukan rasa ku padamu
Selalu ku menunggu datangnya hari
Dimana kau akan berdiri disini
Kembali ke pelukan hati ku
Kembali menemani langkah demi langkah
Canda tawa lepas yang selalu kau berikan
Sebagai penangkal segala lara yang melanda
Menusuk kedalam dada
Bagai cobaan yang mencoba menggoda
Ku janjikan padamu
Setiaku yang selalu menggebu
Tak akan penah layu
Meski kau jauh dari pandanganku

 

2. Cinta Penerang Jalan

Oh kekasih pujaan hati
Yang selalu setia menemani
Janganlah engkau berpaling
Dari diri yang selalu bahagia karena hadirmu ini
Janganlah sekalipun kau tinggalkan
Langkah kaki yang selalu kau iringi
Tetaplah berada disampingku
Berjalan bersamaku
Aku yang tiada arti tanpa hadirmu
Hari silih berganti
Tahun pun telah kita lalui
Aku yang tak pernah merasa rapuh
Meski ribuan beban menghantam
Keyakinku akan dirimu
Selalu terpatri kokoh didalam hati
Senyuma indah itu selalu menjadi pengobat segala rindu
Cinta yang tulus suci ini
Jangan sampai ternoda oleh dusta
Kaulah pelita hati dan jiwaku
Penerang setiap langkah kakiku
Janganlah kau ragu
Aku tak akan pernah sedikitpun menjauh dari dirimu
Karena kaulah yang selalu ada untuk mengisi rongga hati yang dulu kosong ini
Kaulah sang pemilik cinta ini
Tiada yang lebih bahagia
Saat kau memberikan cinta yang murni ini
Cintamu yang tulus merubah jalan hidupku
Yang dulu tak tau arah
Dan kini menjadi baru
Tak pernah sedikitpun terlintas dalam benakku
Untuk melepasmu
Untuk selamanya
Tak akan pernah lelah jiwa dan raga ini
Untuk selalu percaya akan sosokmu
Kalau seribu tahun akan dilampaui
Kasihku padamu tak akan lekang oleh waktu
Arah jalan pulang yang selalu kutempuh
Selalu tertuju pada hatimu
Tak perduli berapapun
Tak perduli jarak sejauh apapun yang harus kutempuh
Cahaya jiwamu selalu menjadi penerang langkahku
Pelita hatimu selalu menjadi pengiring langkahku

 

3. Keabadian Cinta

Kau laksana cahaya rembulan
Menerangi setiap malam-malam gelap
Bagai kerlipan cahaya bintang
Yang menghiasi luasnya langit gelap
Kelembutanmu bagai awan putih yang suci
Senyummu bagai mentari pagi hari
Menyinari lubuk hati
Setiamu tak pernah lekang meski waktu semakin usang
Pesonamu bagai bunga yang bermekaran saat musim semi tiba
Menjadi warna bagi dunia
Duniaku yang tak pernah terasa hampa
Berkat hadirmu
Yang selalu menyejukkan kalbu
Tiada hari yang terlewati tanpa percikan api cintamu yang hangat
Segala batu sandungan yang menghalangi
Tak akan sanggup mengubah segala rasaku padamu
Tiada satupun godaan yang mampu mengganti indahmu
Tiada satu bayangan hitam nan kelam yang mampu menghalangi sinarmu
Sapaan hangat saat fajar menyapa
Selalu setia membangunkanku dari mimpi
Mimpi yang tak pernah lebih indah dari hari hadir mu yang nyata
Kau satu-satunya yang berani
Membangunkanku dari mimpi berkepanjangan
Kau sajikan kenyataan penuh kepastian
Yang indahnya tiada terkira
Bahagia dan damai
Menjadi lukisan yang kau torehkan dalam alur kehidupanku
Walau takdir menyadarkan
Kita hanyalah insan yang terikat oleh ketetapan usia
Meski suatu hari
Ragamu tak lagi disini
Satu yang ingin kuyakini
Cinta abadi mu kan selalu menemani
Entah kau atau aku yang terlebih dahulu menemui takdir itu
Janganlah kau risaukan
Mari kita berpengang tangan erat
Mengarungi sungai kehidupan ini bersama

 

4. Rindu

Rindu yang selalu selalu terucap
Entah seberapa sering kata ungkapan itu diucapkan
Menjadi pelampiasan akan jiwa yang terasa haus dan kering
Rindu akan kehadiran jiwamu yang selalu menyinari
Padang gurun hati ini yang semakin terasa gersang
Bergegaslah kau kembali sayang
Aku disini terasa melayang
Tak tentu arah
Ingin ku menggapai mu
Namun aku tak ingin menjadi bebanmu
Sungguh rasa yang menyiksa
Nyanyianku kini terdengar lirih
Karena melodinya kau bawa pergi
Meski terkadang raga ini tak lagi mampu menopang
Segala terjangan arus kerinduan
Tapi yakinlah wahai sayang
Aku kan berdiri dengan seluruh tenaga
Aku terus ku jaga
Akan selalu ku pertahankan
Kokohnya dinding pertahanan
Benteng kesetiaan yang kita bangun
Dengan seluruh impian yang dimiliki
Tak kan lelah ku menanti
Akan kembalinya sosok pujaan hati
Bidadari yang menjadi penghuni relung hati ini
Sosok indah yang menghiasi kalbu
Tak ada seorangpun yang sebanding untuk mengganti arti mu
Buliran air hujan yang mengalir
Turun dari langit membasahi bumi
Menjadi kawan dalam meratapi
Menjadi teman dalam menyebarkan diri
Akan serangan rindu yang tak mampu tertahan lagi

 

5. Cahaya Purnama

Wahai belahan jiwa
Segeralah kembali
Mendekatlah
Pulanglah kepadaku
Aku ingin mengungkapkan
Segala kegundahan yang menyelimuti hati
Kekaguman akan sosokmu
Kita bagaikan doa yang menyatu
Namamu yang selalu kusebut
Disetiap langkah yang kutempuh
Mengikatkan diri dalam indahnya perasaan cinta
Bekerja sama dalam upaya terwujudnya sebuah harapan
Hanya untuk sosokmu
Ku hapuskan seluruh keraguan yang merayu
Menggoda..
Berusaha membuat hatiku berpaling
Sungguh..
Tiada satupun kilauan bintang diluar sana
Yang mampu menggantikan cahayamu
Sang bulan purnama penerang malamku
Penuntun arah jalan kehidupan
Aku jatuh cinta padamu
Hanya jatuh kepadamu
Rindu yang tiada habisnya
Seakan menjadi pengiring perjalanan
Menjadi sahabat yang setia
Untuk mengingatkan ku akan dirimu
Oh kekasih hati
Janganlah tukar rindu ini dengan lara hati
Aku tak sanggup
Mungkin..
Tak akan pernah mampu ku lalui
Aliran detik-detik kehidupan
Tanpa adanya kau sebagai penghibur hati
Jangan lalu tega berlari
Menjauh pergi meninggalkan hati ini
Hati yang selalu menjadi tempatmu untuk kembali

 

Puisi Romantis Tentang Cinta

Puisi romantis tentang cinta menggambarkan perasaan yang tercurah dari dalam hati seseorang kepada kekasihnya. Rasa cinta tidak hanya untuk kekasih saja, tapi bisa juga untuk orang tua,  sahabat ataupun untuk orang lain. Berikut ini adalah beberapa contoh puisi romantis tentang cinta, antara lain.

 

1. Kaulah Jawaban Segala Doa

Detik-detik kehidupan diselimuti oleh kehampaan
Bertahun lamanya kujalani sendirian
Gulir waktu yang terasa begitu lamban
Seakan tak mau berjalan
Hingga suatu ketika
Kau hadir bagai keajaiban
Hadirmu bagai rintik hujan dipenghujung kemarau
Membasahi padang hati yang gersang
Aku yang dulu hampir terjun bebas
Jatu kedalam lubang keputusasaan
Semua lara kini kian menghilang
Berkat jiwa indahmu wahai sayang
Keindahan yang datang sebagai pelipur lara
Kau sirami bunga-bunga di jiwa
Yang dahulu layu tak bertuan
Kau bagai indahnya rona pelangi
Yang datang di akhir badai hujan
Aku kini berbahagia
Mendapat anugerah berupa kekasih hati
Yang datang datang bagai jawaban atas hembusan segala doa yang dipanjatkan
Indah parasmu
Walau tak terpoles hiasan
Anggun bahasa tubuhmu
Mencerminkan kedamaian
Suara merdu yang mengalun dari bibirmu
Sebagai nyanyian pengantar tidurku
Murninya kebaikan hatimu
Tanpa sedikitpun tertoreh oleh kepalsuan
Rayuan yang terkadang ku berikan
Itulah ungkapan segala curahan hati
Hati yang bersyukur
Karena kini tak lagi sunyi
Tingkah manis yang selalu kau beri
Menambah kehangatan jiwa ini
Cinta yang selalu kau beri
Mengalir murni tanpa paksaan
Setiap hal yang terjadi
Tak pernah luput dari perhatianmu
Tak sedetikpun waktu
Yang kulalui tanpa hadirmu
Tak pernah sekalipun malam
Yang gelap tanpa cahaya hatimu
Seolah semua cahaya bintang
Kini berada dimatamu
Kini tak ada lagi kabut-kabut kelabu yang menutupi pandanganku
Tak ada lagi angin kencang yang mampu meruntuhkan semangatku
Padang tandus itu
Kini berwujud hamparan rerumputan yang hijau
Tenang, damai dan sejuk
Semua berkat hadirmu wahai kekasihku

 

2. Cinta Pertama

Aku yang semula tak pernah percaya akan adanya cinta
Cinta yang selalu orang-orang bicarakan
Betapa indahnya cinta yang selalu dapat memabukkan
Betapa saktinya cinta yang sering menjadi pengukir luka
Aku tak percaya
Tak akan pernah percaya
Itu keyakinanku dahulu
Aku yang dahulu selalu memalingkan muka
Dari insan-insan yang terlena oleh cinta
Aku yang dahulu selalu yakin dan percaya
Akan kunaiki gunung kehidupan ini seorang diri
Aku pasti kuat
Kesombonganku terdahulu
Namun seketika
Aku rasakan denyut yang terasa asing menggelitik dijantungku
Detakan yang tak mau tenang
Terasa mengusik dadaku
Ketika kulihat ada sosok bagai malaikat dihadapanku
Sosok yang memancarkan keindahan jiwa
Raga yang mencerminkan keanggunan
Tutur kata yang melontarkan kesopanan
Terucap dari bibir indah yang merona
Merah merekah bagai bunga mawar yang mekar
Diantara tajamnya duri semak belukar
Aku yang tak kuasa menyagkal
Aku tak kuasa menutupi terangnya sinar yang terpancar
Terasa menyilaukan pandangan
Pandangan mataku yang selalu kujaga
Agar tetap lurus kedepan
Aku kini terjatuh dalam linangan keindahan
Rasanya tak sanggup aku keluar darinya
Dan aku pun tak ingin berpaling darinya
Kedua mata yang tak dapat berkedip
Seakan tak ingin rugi melewatkan keindahan yang terpancar dari sosoknya
Kaki ini terasa gemetar
Ketika ia melangkah mendekat
Menyapaku yang sedari tadi tenggelam kedalam lautan kekaguman
Aku yang dahulu selalu tegak kokoh ingin sendiri
Kini mengharapnya menjadi kawan pengiring langkah
Baru sekali ini aku terpesona
Hanya sekali ini aku menganga
Terbius oleh cantiknya sosok karya Tuhan
Aku tak kuasa lagi untuk menolak
Aku tak sanggup lagi untuk berpaling
Harus ku akui
Aku yang kini jatuh
Aku yang kini terlena
Kedalam indahnya kubangan cinta pertama

 

Puisi Romantis Tentang Kekaguman

Kekaguman kepada seseorang yang menarik perhatian, umumnya hal tersebut akan menyebabkan seseorang menjadi jatuh cinta. Jika sedang dilanda rasa cinta, seseorang akan menjadi sosok yang romantis dan itu terjadi secara alami.Rasa kagum yang dirasakan bisa menimbulkan rasa bahagia setiap bertemu, berikut ini adlaah contoh dari puisi romantis tentang kekaguman, antara lain.

 

1. Pesona yang Menyilaukan

Aku terdiam dan membisu
Tak seutas katapun yang mampu terucap
Tiada satupun ungkapan yang terlontar
Dari mulut ini yang terasa terkunci
Badan ini terasa kaku
Diam di sudut ruangan bagai patung
Pandangan kedua mata ini tak mampu berkedip
Tersilaukan oleh pesona yang terpancarkan
Siapa pemilik rambut indah yang terurai panjang itu
Siapa pemilik mata indah bagai cahaya bintang itu
Bolehkah aku mengenalmu
Wahai bidadari yang diciptakan oleh Tuhan
Bolehkah aku menjadi teman dalam hidupmu
Kawan mu yang setia dalam mendampingi
Pengiring mu yang setia didalam setiap langkah kaki yang kau pijakkan
Lihatlah ke arahku walau hanya sekejap
Aku yang sedari tadi memandangmu tanpa jeda
Tengoklah aku walau hanya untuk sedetik
Aku yang membisu terkagum akan sosokmu
Langkahkanlah kaki mu kearahku
Bangunkanlah aku dari mimpi yang indah ini
Aku yang terlena
Tenggelam dalam kekaguman
Linangan derai air mata kepedihan
Ku janjikan tak akan berani menyentuh kedua matamu yang sungguh indah
Mendekatlah tanpa ragu
Tak akan ku tega melukaimu
Membuatmu jatuh kedalam lubang kekecewaan
Adalah hal yang tak akan sampai hati untuk kulakukan
Tak seorangpun akan kubiarkan
Menodai anggunmu wahai sayang
Jagalah menatapku dengan mata penuh keraguan
Janganlah berbicara kearahku dengan nada kebimbangan
Melangkahlah dengan yakin
Kearahku
Yang akan menjadikanmu rumah untuk pulang

 

2. Bintang Penerang Jiwa

Kekasih yang menemani diri ini
Penghibur lara yang menjadi penyejuk hati
Pengobat segala kekecewaan yang silih berganti mengusik ketenangan jiwa
Terangnya kebaikan hatimu
Memudarkan segala kelabu
Malam-malam yang terkadang mencekam
Selalu indah setelah kau datang
Bintang penerang jiwa
Tiada pernah lelah dalam menerangi
Kasih yang selalu kau beri
Selalu terasa menghangatkan hati
Kekaguman akan sosok anggun dirimu
Tak akan lekang terhapus oleh waktu
Cinta dalam hati yang selalu kau sirami
Tak pernah sekalipun kau biarkan menjadi tandus
Tutur kata yang selalu menyejukkan jiwa
Menjadi ciri dari pribadimu
Tak ada sedikitpun luka yang tertoreh oleh ucapmu
Tak ada sedikitpun lara yang dihasilkan oleh sikapmu
Tabiat sabar dan selalu menghargai
Menjadikanmu sosok yang banyak dikagumi
Jagalah selalu hatimu
Untuk aku yang selalu setia menemani
Tak pernah kubiarkan
Keraguan terlintas dalam benakku
Kalau hanya untuk sekali
Akan selalu ku jaga
Segala bahagia yang telah kau beri
Tiada hentinya helai demi helai benang harapan
Yang ku rajut menjadi doa
Agar kau selalu setia
Menemaniku hingga hari tua
Detik berubah menjadi hari
Bulan pun berganti dengan tahun
Rasa kagum akan pesonamu
Masih terasa sama seperti dahulu
Entah berapa banyak waktu yang akan berlalu
Ku harap kau yang tetap mengiringi langkahku
Entah berapa ratus kerikil tajam yang akan menusuk
Mencoba menghentikan langkah
Yakinlah wahai kekasih
Pesonamu akan tetap menghiasi

 

Puisi Cinta Pandangan Pertama

Tidak sedikit orang yang merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama dan banyak orang yang menjalin sebuah hubungan karena tatapan mata saat awal berjumpa. Berikut ini adalah beberapa puisi romantis pandangan pertama, antara lain.

 

1. Dia

Dia …….
Senyumnya yang selalu membuat aku terkesima
Wajah lucunya yang senantiasa terbayang di kepala
Mata indah serta bulu mata lentiknya
Selalu membuat hati ini terpana ketika melihatnya
Aku bertemu di kala siang hari
Dengan panas terik akan sinar matahari
Saat itu ia sedang berjalan sendiri
Aku berpapasan dengannya, dengan hatiku yang tak berkompromi
Dia mengucapkan salam kepadaku
Dan langsung, lidah ku tiba-tiba kelu
Dia…..
Wajah cantik di balik jilbab merahnya
Membuat aku tak bisa melupakannya
Harum wangi bau parfumnya
Seperti membekas dan lama hilangnya
Aku mengaku aku jatuh cinta
Pada pandangan pertama saat aku menatapnya
Dengan dia, yang akan selalu ku damba

 

2. Yang Berkacamata, Jangan Sampai Lolos

Aku bertemu dengannya di kala pagi hari
Pagi dimana aku sering berjalan sendiri
Kala itu, aku berjalan melewati jalan Kartini
Aku bertanya dengan hati ku sendiri
Tentang ia yang berjalan tepat di depan ku
Aku tak bisa memanggilnya, karena aku malu
Dan spontan, ia menengok kearah ku
Aku cemas dan langsung membuang mukaku
Sempat kulihat, langkahnya menjadi semakin pelan
Aku bingung ada apa gerangan?
Dia menungguku dan mengajak berjalan bersama
Dengan rasa malu aku menerima tawarannya
Tinggi, putih, tampan, dan berkacamata
Itulah diskripsi tentangnya
Hati ku tiba-tiba berdebar dan tidak beraturan
Ketika melihat ia tersenyum saat berjalan beriringan
Tutur katanya yang sopan serta menawan
Tak bisa membuat ku dengan mudah melupakan
Dan ingin ku katakan,
Yang berkacamata, jangan sampai lepas

 

3. Teringan Dirimu Selamanya

Dalam luang sementara ku cobalah lupakan
Sejenak memendam kisah lama yang silam
Melihat pelangi yang kini t’lah kelam
Gelap gulita dan sunyi mencekam

Nampak hadirmu dalam ingatan
Terlihat paham namun menyakitkan
Walau terasa kau ku dambakan
Membuat saya dalam kesepian

Meski kau ku cinta namun tak sebaliknya
Kau yang ku puja takkan terlupa
Seringkali kau terlihat senangkan
Dan tak jarang kau termasuk menyakitkan

Kerinduan ini membuatku gila
Kehilangan dirimu sebuah luka
Berangan saya tuk selamanya
Hingga mati pun slalu bersama

Dan bisa saja sekiranya nanti
Mentari tak bersinar lagi
Kau selamanya dan s’lalu disisi
Menemaniku dalam indahnya surgawi

 

4. Pelita di Kesunyian

Semilir angin terbangkan secercah kedamaian
Teriring senja menjadi tanda dimulainya kegelapan
Sunyi senyap kian tak tersedia nyawa
Resah dan gundah selimuti hati dan jiwa
Terasa pedih seakan tersayat oleh keraguanmu

Lelah melangkah jalani dunia berhiaskan sandiwara
Sesosok pelita yang menjadi cahaya hati
Kini terasa meredupkan cahaya kasihnya
Anganku melayang menyusuri jalan yang kian berlalu
Tersirat akan indahnya nostalgia kehidupanku

Saat kau menjadi malaikat putih bagiku
Saat kau menjadi secercah lilin penerang hatiku
Sejuta kasih kau tebarkan untuk diriku
Sejuta tawa kau hadirkan dalam kesedihanku
Namun……..
Kemana..???????

Kemana malaikat putih itu..??
Seakan sirna tersapu aliran air hujan
Terseret jauh ke ombak samudera lautan lepas
Kini hanya tersisa puing-puing kepedihan
Yang terbungkus oleh derai-derai air mata
Ingin rasanya hati dan jiwa ini menjerit

Tapi apa daya…
Hati ini semata-mata ruang mampir perasaanku
yang hanya sanggup menjaga perasaan ini
Jiwa ini semata-mata sebuah tanah lapang
Yang hanya menjadi saksi bisu kisah ini
Dan merelakan sepenuhnya pergi

Kini engkau telah sirna…
Engkau menghilang bersama janji-janjimu
Dan akhirnya tinggalah saya sendiri
Di ujung cerita ini…

 

Puisi Cinta Sejati yang Romantis

Siapa disini yang tidak menginginkan cinta sejati? Pasti semua orang sangat mengimpikan hal tersebut dengan pasangannya. Nah, berikut ini merupakan berbagai puisi tentang cinta sejati, antara lain.

 

1. Sampai Saya Menua

Saya tak menginginkan kamu lebih
Melebihi semua yang yang kamu miliki
Jangan sampai kamu merasakan letih
Hanya untuk memikat hati ini
Hingga saya tua dengan kulit yang keriput
Bahkan dengan ajal yang akan menjemput
Kamu akan menjadi bagian dari hidup saya
Hidup indah dengan sebuah cinta
Cinta yang tiada akhir masanya
Hingga saya tak bisa bertutur kata jelas
Bahkan ketika saya hanya bisa berbaring
Kamu yang saya dambakan untuk pelabuhan terakhir
Yang saya harap tidak pernah kamu menyingkir
Dan setia menemani saya untuk selamanya
Sampai saya menua
Saya akan hidup dengan satu cinta
Dengan kamu yang kini telah saya damba
Tidak akan saya melepaskan
Dan akan saya pertahankan
Hingga sang kuasa yang memisahkan

 

2. Rasa Cintaku

Kau tiba-tiba datang dan isikan hatiku yang kosong…
Hanya kau yang tersedia dipikiranku sekarang…
Aku tak tau bagaimana caramu isikan hatiku…
Engkau sungguh membuatku tak mengerti…
Rasanya hatiku menjadi tak menentu…
Untukku kau benar-benar berharga…
Lihatlah diriku ini yang berjuang untuk cintamu…

Aku benar-benar mencintaimu
Namun kau tak pernah sadari itu
Walau perih hati ini…
Aku di sini kan selamanya setia menantimu…
Rasakanlah cintaku ini begitu besar untukmu…

 

3. Cinta yang Kekal

Di sementara malam yang sunyi
Ku teringat akan raut wajahmu
Yang selamanya menyejukkan hati
Dan menyentuh kalbu

Ingin ku katan cinta
Sebelum ku menutup mata
Kan ku abadikan rasa cinta ini
Semoga menjadi kenangan terindah dalam hidupku

Andai sementara sanggup terulang
Kan ku katakn terhadap yang tersayang
Bahwa saya cinta padanya
Semoga Tuhan berikan jalan untuk cinta

 

4. Kesederhanaan Cinta

Menemukanmu
Adalah perihal indah
Mencintaimu
Selalu membuatku gundah
Resah
Takut kehilanganmu

Mencintaimu
Dengan sederhana
Seperi untaian tangga melodi
Yang cukup tertulis dan dimainkan

Dan bersama caraku mencintaimu
Aku sanggup rasakan
Bahwa Kesederhanaan lebih indah

 

Puisi Romantis Ucapan Selmat Ulang Tahun

Memberi kado puisi saat pasangan kamu sedang berulang tahun pasti sangat menarik. Di hari bahagianya kamu bisa mengirimlan sebiah puisi yang indah. Nah, berikut ini adalah beberapa contoh puisinya, antara lain.

 

1. Semoga Kau Selalu Bahagia

Berbeda dengan yang lain aku tak bisa memberi yang sempurna
aku tak pandai dalam merangkai kata
namun ini ku usahakan untuk kau yang ku cinta
dengan usia yang bertambah ini
do’a ku panjatkan kepada sang ilahi
untuk menjaga mu hingga akhir nanti
aku berdo’a agar kau selalu setia menemani
segala hari-hari yang aku lewati
ingat kini kau tak muda lagi
kau harus berjuang sendiri
dan menggapai semua angan serta mimpi
semoga kau selalu bahagia
dengan bertambahnya usia
dan ingat, bahwa aku masih sama
dengan cinta dan rasa yang selalu ada

 

Puisi Cinta Patah Hati

Patah hatu juga merupakan salah satu bagian dari cinta yang kadang diungkapkan dalam tulisan puisi. Berikut ini adalah contoh puisi cinta patah hati, antara lain.

 

1. Dapatkah Perahu yang Karam Kembali Berlayar?

Kuletakkan sepenuh hati sebuah harapan pada satu hati
Menukarkan duka cita dengan senyum yang tergadai
Lalu apa lagi yang mampu aku lakukan?
Perahu kita bahkan hampir hancur dipermainkan lautan tenang yang mempertemukan
Sisa-sisa puing menjadi ambigu
Satu hati adalah kebohongan dalam dua raga
Tangan tergenggam saling menorehkan luka
ku adalah seorang buta
mengharapkan mata yang kau ulurkan melalui kasih sayang
aku adalah seorang lumpuh
selamanya dalam keterbatasan

 

2. Hujan Semalam

Kenapa dunia kadang seenaknya saja
Memberikan tawa dan tangisan berganti tanpa jeda
Ketika rasa berkata iya
Petir garang itu menyadarkan bersama hujan semalam
Kilat mengabadikan air mata samar bercampur derasnya hujan
Alam ingin mengabadikan kekecewaan menghanyutkan
Langit begitu sigap seolah tak ingin melewatkan

 

3. Kau Tak Sepeka Harapanku

Dapatkah ku dengar selain semua akan baik-baik saja
Sebuah kalimat yang nyatanya adalah kebohongan yang sengaja kau ciptakan
Hati yang lembut telah tertutup logika yang mengeras
Berjalan pun kau gunakan dengan langkah kepala
Suara nyaring tak lagi asing
Terkadang kita harus menggunakan toa hanya untuk sekedar menyapa
Hembusan sejuk udara pantai menjadi malapetaka
Kenapa kau terus paksa aku berlari
Aliran deras darah dari kaki yang mulai melemah

 

4. Bertepuk Sebelah Tangan

Berhadapan kita dalam satu kursi panjang
Memanjatkan doa di depan sebuah meja bundar penuh lilin dan hidangan
Kepuasan terasa membayar lunas jerih payahku
Senyum mengembang, menjadi jawaban pasti kebahagiaanmu
Dalam setiap batang lilin yang padam
Aku menyebutkan satu nama
Dalam setiap lilin yang padam kau pun mengucap doa
Tidak ada bunyi saat aku menepuk sebelah tangan saja
Pasang-pasang Tuhan citakan seluruh alam semesta
berharap aku dipasangkan dengan perempuan indah di sebelahku
Kulit tangan yang sesekali bersentuhan, membuat aliran listrik menjalar cepat di setiap pori-poriku
sepenuh hari kuucapkan permohonan setengah mengiba
Berharap belas kasihan Tuhan menjadikan jalan terbuka lebar
Aku mengucapkan “kamu”
namun, kudengar kau penuh harap merayu untuk “dia”

 

Nah, itulah bebreapa contoh puisi cinta romantis yang bisa mewakili perasaan kamu saat ini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu, jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.