45+ Puisi Pahlawan: Kemerdekaan, Menyentuh Hati

By

puisi tema pahlawan

Puisi Pahlawan – Jasa para pahlawan memang sangatlah besar terhadap Indonesia karena telah berjuang mati-matian mengusir para penjajah dari Indonesia dan meraih kemerdekaan untuk Bangsa Indonesia.

Karena kebanyakan para pahlawan telah wafat maka kita tidak dapat menucapkan rasa terimakasih kita secara langsung kepada mereka, namun kita bisa mengungkapkan ras terimakasih dengan berdoa, mengikuti upacara bendera, mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan hari besar nasional atau bisa juga dengan membuat puisi yang didedikasikan kepada para pahlawan yang telah wafat.

 

Puisi Pahlawan Indonesia

puisi tema pahlawan

Sudah cukup basa basi diatas, sekarang langsung saja dibawah ini terdapat beberapa contoh puisi untuk para pahlawan antara lain.

 

#1. Tanah Tumpah Darah Indonesia

Indonesia

Tanah tumpah darah tercinta

Rasa tak ingin melihat bangsaku

Terpuruk perekonomia

Tersungkur belenggu hutang

Hingga jatuh dalam jurang kehancuran

Tekad bulat setinggi cakrawala

Demi Ibu Pertiwi kan kuperjuangkan

Peluh pengorbanan melanjutkan perjuangan

Para pahlawan yang telah gugur di medan pertempuran

Aku tak boleh kalah

Dengan ketakutan diri sendiri

Aku tak boleh menyerah

Dengan keadaan yang mencengkram memaksa

Semangatku akan selalu berkobar

Untuk mengharumkan nama Indonesia

Selama mentari terus hidup didunia

Selama itu pula aku tak akan berhenti

Dalam semangat kobaran perjuangan masa kini

Sebagai anak bangsa

Sebagai penerus pendahuluku

Aku kan terus melindungi

Tumpah darah Indonesia

Hingga raga ini menyatu dengan tanah

 

#2. Pahlawan Gagah

Bambu runcing senjata ksatria

Sungguh ikonik sejak zaman peperangan

Para pahlawan tak gentar

Meski menerjang dengan bambu runcing

Menantang sejata besi yang angkuh

Penuh kesombongan serta ketamakan

Yang mencoba merampas kemerdekaan

Bambu runcing telah menghunus

Pasukan musuh diseberang

Hingga mundur berlari dan menghilang

Tapi sungguh disayangkan

Bambu runcing bukanlah dewa

Penggunanya pun berlumur darah

Tak tahu darah siapa gerangan

Pejuang berperang menumpas kedzaliman

Angkara murka berkobar pada manik mata

Seakan belati tajam mampu mengoyak sukma

Bambu runcing tegak dengan gagahnya

Tak takut akan tank dan meriam

Yang mampu takluk

Hanya dengan senjata buatan rakyat

Hingga kini bambu runcing menjadi legenda

Serta bukti nyata dari semangat perjuangan

Yang melahirkan buah kebebasan

 

#3. Tentang Perjuangannya

Pagi ini kami melakukan upacara

Berdiri tegap memberi hormat terhadap bendera

Derap langkah rombongan paskibraka

Mengetuk sunggu bersemangat

Dengan formasi lengkapnya

Tak ragu maju ke depan

Sigam melangkah menaikkan bendera

Tak terbayang jika kita masish dijajah

Mungkin moncong senjata masih mengarah sebagai ancaman

Semua kini hanya kenangan yang tak mampu dilupakan

Akan para pejuang kemerdekaan

Dengan suara lantang hingga ujung penjuru

Dia sang pemimpin upacara

Menyuarakan tugasnya

Kami bangga sebagai putera puteri bangsa

Perjuanganmu tiada tara

Membuat Indonesia kini merdeka

Saat peperangan dulu kau berjuang

Hingga kubik tak terhingga darahmu tumpah

Penjajah durjana pun dapat kau taklukkan

Meski sebagian dari kalian merengang nyawa

Penjajah keji tak beretika mundur

Kalah oleh perlawananmu

Yang hanya berbekal sebilah bambu runcing

Kau mantan penjajah durjana

Sampai saat ini kami tak akan membiarkan

Memasuki Indonesia tercinta

Untuk merampas kembali kemerdekaan

Yang ingin kembali menjajah Indonesia

Sampai nyawa ini meregang

Kami tak akan membiarkanmu

Merampas kemerdekaan hadiah dari pahlawan kami

Sampai mati kami akan berusaha

Menjaga Indonesia agar tidak kembali terjajah

Kami akan mempertahankan hak kami

Sebagai putera puteri Ibu Pertiwi

 

#4. Pahlawanku

Pahlawanku

Bagaimana Ku bisa

Membalas Jasa-jasamu

Yang telah kau berikan untuk bumi pertiwi

Haruskah aku turun ke medan perang

Haruskah aku mandi berlumuran darah

Haruskah aku tersusuk pisau belati penjajah

Aku tak tahu cara untuk membalas Jasa-jasamu

Engkau relakan nyawamu

Demi suatu kemerdekaan yang mungkin

Tak bisa kau raih dengan tanganmu sendiri

Pahlawanku engkaulah bunga bangsa

 

#5. Jejak Jejak Pejuang

Jejak-jejak para pahlawan bangsa

Semerbak harum dalam deretan syair pujangga

Bercerita indah akan kisah perjuangan

Sang pahlawan dalam membela bangsa

Meregang nyawa di medan peperangan

Raga berlubang tertembus peluru tajam

Meski tersungkur tergeletak di tanah

Kau tetap hidup dalam sanubari anak bangsa

Jejak-jejak para pahlawan bangsa

Menapak jelas menembus zaman

Kini kaupun mampu menyaksikan dari surga

Bangsamu bersatu padu dalam semangat membela

 

#6. Bambu Runcing

Di ujung bambu tajam menyikat

Mengoyak musuh hingga ampun

Di bilah tajam sakit mencekat

Siap siaga menelan musuh

Ujung bambu jadi saksi

Hitam rasa menyakit

Mengusir iblis dengan nyawa

Tanpa takut tanpa gentar

Rasa cinta tanah air

Menyatu di darah merah

Mengakar di tulang putih

Menguasai nafas

Mereka berjuang hingga raib

Bercerai dengan raga

Untuk bumi garuda

Untuk indonesia raya

Mereka mati dengan hormat

Memperjuangkan secerut kebebasan

Yang terenggut durjana

Untuk satu kemerdekaan

 

#7. Pahlawanku, Kan Ku Jaga Negeri Kita

Kemerdekaan negeri ini bukanlah hadiah

Kau raih dengan darahmu yang tlah tumpah

Merah Putih itu kini telah berdiri gagah

Tanpa seorangpun berani mengubah

Pahlawanku, kan ku jaga negeri kita

Ku curahkan jiwa dan raga tuk Indonesia tercinta

Ku bangun dan ku isi kemerdekaan ini

Dengan penuh upaya meski tak seberapa

 

#8. Sepenggal Kisah Pejuang

Saat kisah-kisah perjuangan

Serta cerita heroik penuh patrotis diperdengarkan

Oleh lisan-lisan para veteran perang

Saat itu pula hati terbakar seolah ingin ikut berjuang

Ketika legenda-legenda tentang penjajah

Serta kekejaman dalam penjajahan diperdengarkan

Oleh lisan-lisan para veteran perang

Saat itu pula hati membenci dengan segala perasaan tak rela

Cerita tentang para pejuang

Melawan para penjajah

Membekas di hati dan membangkitkan rasa di hati

Akan kecintaan kepada negeri

 

#9. Untuk Pahlawan Negeriku

Untuk negriku…

Hancur lebing tulang belulang

.Berlumur darah sekujur tubuh

Bermandi keringat penyejuk hati

Ku rela demi tanah airku

Sangsaka merah berani

Putih nan suci

Melambai-lambai di tiup angin

Air mata bercucuran sambil menganjungkan do’a

Untuk pahlawan negri

Berpijak berdebu pasir

Berderai kasih hanya untuk pahlawan jagat raya

Hanya jasamu yang bisa ku lihat

Hanya jasamu yang bisa ku kenang

Tubuhmu hancur lebur hilang entah kemana

Demi darahmu…

Demi tulangmu…

Aku perjuangkan negriku

Ini Indonesiaku

 

#10. Garuda Harga Mati

Terlahir dari gagasan pendiri bangsa

Prinsipmu menjelma menjadi lambang

Bukti dari perjuangan para pahlawan dan rakyat

Hingga hembusan nafas terakhir mereka

Saat berada di medan perang

Setiap inci tubuhmu mengandung makna

Terdiri dari segenap harapan

Terselipkan sebuah impian

Menjadikan rupamu kian gagah mulia

Pandangan mata tajam

Dengan tubuh tegap dan tegar

Menggambarkan rakyat tanah air

Serta semangat juang menopangnya

 

#11. Pejuang Indonesia

Untukmu para pejuang Indonesia

Berbekal bambu runcing

Berbaris jajaran terdepan

Berteriak maju melawan penjajah

Peluh keringat bercucuran darah jua

Kau hiraukan demi kemerdekaan bangsa

Tak gentar semua pengorbananmu

Kini Indonesia telah merdeka

Bagaimana anak bangsa seperti kami membalas perjuanganmu

Segala kau berikan pada bumi Ibu Pertiwi

Tanpa mengharap imbalan balas jasa

Tak sedikit dari para pejuang kehilangan nyawa

Tak diketahui pula apa benar telah dikebumikan

Semua yang bertempur dengan layak

Izinkan kami menjadi sepertimu

Terbakar semangat hingga urat nadi

Memperjuangkan Indonesia dengan cara berbeda

Pahlawanku

Engkau kan selalu dikenang

Atas jasamu dan dalam sejarah perjuangan

 

#12. Saat Pertempuran

Pagi buta kau terbangun

Tak tentram hatimu memikirkan tanah air

Penjajah yang belum terusir

Membuatmu gundah dan bergegas untuk pergi

Seramam lusuh diujung bilik kamar kau kenakan

Dengan sangat rapi serta penuh tekad

Meski namamu tak dikenal

Wajahmu tak familiar dimata Indonesia

Tidak menyurutkan api perjuanganmu

Sampai kini kobaran semangat juang masih terasa

Tak lupa senapan berpeluru tajam

Kau sampitkan diantara lengan

Gagah berani lakumu di barisan terdepan

Menjadi pemimpin strategi pertempuran

Medan perang yang kejamTidak membuatmu takut dengan kekalahan

Tak kau pedulikan bila dijadikan umpan kemenangan

Serang

Kau kumandangkan menggelegar

Semangatmu pun terasa hingga urat nadi

Pejuang lain yang mendengarkan

Tanpa kau sadari

Ditengah medan perang sebuah peluru menembus jantungmu

Membuatmu seketika terjatuh

Tergeletak hingga terbujur kaku tak bernafas

Meski namamu tak dikenal

Perjuanganmu akan selalu kami kenang

Semangat perjuanganmu akan selalu kami jaga

Dalam hati dan keturunan kami kelak

 

#13. Mengenang Jasa Pahlawan

Nikmat kemerdekaan ini tak terhingga

Mampu menyaksikkan kedamaian

Seluruh penjuru dari sabang sampai merauke

Kini kami mampu mewujudkan segala impian kami

Mampu mengenyam pendidikan hingga tinggi

Tak lupa didukung sebuah teknologi canggih

Semua ini ada bukan hanya karena kami

Tetapi utamanya berkat perjuangan kalian

Melepaskan anak cucu dari belenggu penjajah biadab

Hening cipta tak lupa kami lakukan

Setiap peringatan akan jasa-jasamu

Penderitaan dan pengorbananmu

Membuat kami saat ini berdiri gagah

Menikmati indahnya kebebasan sebagai warga negara

Kami takkan melupan seluruh perjuanganmu

Meski belum ada yang mampu kami persembahkan

Kami akan selalu berupaya

Melanjutkan semua perjuanganmu

Untuk membalas jasamu dan kematianmu

Kami tak akan pernah menyerah lagi

Membuat Indonesia semakin maju

Terdepan disegani bangsa lain

Rakyat hidup damai sejahtera

Itulah impian kami

Kan selalu kami kenang perjuanganmu

Kan kami lanjutkan perjuanganmu

Hingga kau dapat berbangga kepada kami

Dan senyum kebahagiaanmu

Kan mengembang dari atas sana

Terimakasih yang sedalam samudera

Setinggi langit cakrawal

Kami haturkan bersama doa kepadamu

Para pahlawan perjuangan tanah air Indonesia

 

#14. Hari ini

Hari ini kita berdiri di depan cermin

Memandang rupa hingga busana

Memandang diri yang takjub

Dengan lihai kita berlenggok

Hari ini lihatlah wajah wajah kita

Keras tanpa urat malu

Bagai tembok beton

Terpancar dengan bangga

Hari ini kita berdiri

Di bumi hitam begam

Di air biru jernih

Di udara putih bersih

Tapi tahukah dikau?

Bumi yang kita pijak adalah keringat para pahlawan

Mereka berjuang untuk tanah yang kita pijak dan untuk air yang kita minum

Hingga saat ini

Kita bisa terbang tanpa terkurung

Bisa berteriak tapa bekapan

Itu semua karena jasanya

 

#15. Pahlawan dari Masa Lalu

Kulihat dari kejauhan

Kibaran panji-panji merah putih menyapa

Seolah mengajak diri untuk ikut berjuang

Namun apalah daya raga tak mengizinkan

Teringat akan sebuah pengalaman masa lalu

Pada saat diri ini berlari ke garis depan

Mengangkat senjata menghardik lawan

Hingga kaki tertembak peluru tajam

Peperangan di masa lalu

Kini membuatku duduk lemah tak berdaya

Menyaksikan rekan sedang berjuang

Tersisa sudah rasa bangga dalam ketidakberdayaan

 

#16. Serdadu Tak dikenal

Kau ambil seragam lusuh di bilik kamarmu

Kau kenakan dengan sangat rapi

Meski dirimu kini tak dikenal

Namun semangat juangmu terasa hingga menembus batas zaman

Kau siapkan senapan dengan peluru tajam

Dengan gagah kau maju di barisan depan

Menjadi biduk dalam strategi perang

Tak jarang dirimu menjadi umpan kemenangan

Dengan gagah berani kau merangsek manju ke barisan depan

Hingga tak kau sadari sebuah peluru tajam menerjang

Meski kau tak dikenal

Perjuanganmu takkan akmi lupakan

 

#17. Di Balik Seruan Pahlawan

Kabut

Dalam kenangan pergolakan pertiwi

Mendung

Bertandakah hujan deras

Membanjiri rasa yang haus kemerdekaan

Dia yang semua yang ada menunggu keputusan Sakral

Serbu

Merdeka atau mati Allahu Akbar

Titahmu terdengar kian merasuk dalam jiwa

Dalam serbuan bambu runcing menyatu

Engkau teruskan Menyebut Ayat-ayat suci

Engkau teriakkan semangat juang demi negri

Engkau relakan terkasih menahan tepaan belati

Untuk ibu pertiwi

Kini kau lihat

Merah hitam tanah kelahiranmu

Pertumpahan darah para penjajah keji

Gemelutmu tak kunjung sia

Lindunganya selalu di hatimu

Untuk kemerdekaan Indonesia abadi

 

#18. Pahlawan Dari Generasi Muda

Kami sang generasi muda

Para pahlawanku

Kami menjadi ujung tombak negeri ini

Menentukan kemana arah Indonesia

Kami seperti seorang nahkoda

Melihat maju menghantam badai

Tak peduli karamnya kapal

Hanya berfikir berjuang menembus gelombang

Maafkan kami pahlawanku

Jika tangan ini mungkin dapat mencoreng

Membuat noda dari perjuanganmu

Kadang sebagian dari kami tak menyadari

Berpesta foya ria serta maksiat

Mengisi kekosongan waktu

Berbuat hal yang sia-sia

Dari lubuk hatimu mungkin menangis

Seakan teriris karena sikap kami

Maafkan kami

Yang terkadang tak mampu membendung amarah

Sebagian berubah menjadi pemimpin semena-mena

Memutuskan persoalan tak adil

Hanya mementingkan kesejahteraan diri sendiri

Kami seakan membuat noda

Hasil jerih payahmu memperjuangkan Indonesia

Sampai merah putih dapat berkibar

Gagah tegak di cakrawala

Kegetolan perjuangan kalian wahai pahlawanku

Gigih bertarung dan bersiasat

Berusaha menyingkirkan kenitaan penjajah

Kami seakan tak menghargai perjuanganmu

Maafkan kami

Mulai saat ini ingin berbenah diri

Mensyukuri semua yang kau wariskan

Yakni kebebasan dan kemerdekaan

Maafkan kami

Kami akan berjuang sepertimu

Membuat Indonesia kearah lebih baik lagi

Agar dapat disegani bangsa lain

Karena meneruskan pejuangan dan semangatmu

 

#19. Dongeng Perjuangan Pahlawan

Aku seakan tak melihat keadaan

Tak dapat pula mendengar deru amarah

Bahkan sebuah tangisan menyerupai dongeng

Kakek bercerita dengan pilunya

Raut wajah keriputnya perlahan tersenyum

Membelai lembut puncak kepala

Sambil menceritakan

Dua manusia dengan latar belakan berbeda

Tidak sederajat namun terikat dengan tali kebebasan

Secercah harapan mulai timbul dari impian

Akhirnya terwujud jadi kenyataan

Pahlawan

Rela gugur dimedan pertempuran

Nyawa terpisah dari raga akibat peluru

Menembus kulit serta menghabiskan darah

Perjuanganmu tidak sia-sia

Kini Indonesia telah bebas dari penjajah

Kami telah merdeka berkat perjuanganmu jua

Kami generasi muda

Calon penerus bangsa

Takkan mengecewakan dirimu

Yang telah tenang disisi Pencipta

Namun jika kau mengintip bangsa ini kini

Mungki senyummu dapat memudar

Tangismu akan kembali lagi pecah

Tawamu mungkin tak mampu terdengar lagi

Wahai pahlawanku

Maafkan kami tak mampu memperbaiki

Negara ini yang semakin lama kian merana

Aku berjanji padamu

Kan berjuang merebut kembali kemerdekaan itu

Kemerdekaan yang hakiki

Membuat bangsa ini aman dan sejahtera

Untuk selamanya

 

#20 Pupus Raga Hilang Nyawa

Napak tilas para pahlawan bangsa

Berkibar dalam syair sang saka

Berkobar dalam puisi indonesia

Untuk meraih Cita-cita merdeka

Napak tilas anak bangsa

Bersatu dalam semangat jiwa

Bergema di jagat nusantara

Untuk meraih prestasi dan karya

Merdeka…

Kata yang penuh dengan makna

Bertahta dalam raga pejuang bangsa

Bermandikan darah dan air mata

Merdeka…

Perjuangan tanpa pamrih untuk republik tercinta

Menggelora di garis khatulistiwa

Memberi kejayaan bangsa sepanjang masa

Merdeka…

Harta yang tak ternilai harganya

Menjadi pemicu pemimpin bangsa

Untuk tampil di Era dunia

 

#21. Kenangan di Saat Perang

Saat-saat memilukan pada masa perang itu

Para penjuang gigih bertempur di medan laga

Desingan peluru terngiang-ngiang ditelinga

Hingga mampu menghentakkan jiwa-jiwa yang lemah

Saat-saat menegangkan ketika perang itu

Para serdadu di garis depan berlari

Menenteng senapan dan bambu runcing

Mencoba berjuang merebut asa

Saat-saat genderang perang ditabuhkan

Para tentara rakyat merangsek maju melawan penjajah

Dentuman ledakan tak lagi dihiraukan

Demi satu kata yang diperjuangkan, “merdeka”

 

#22. Untukmu Pahlawan Indonesiaku

Demi negeri

Engkau korbankan waktumu

Demi bangsa

Rela kau taruhkan nyawamu

Maut menghadang di depan

Kau bilang itu hiburan

Tampak raut wajahmu

Tak segelintir rasa takut

Semangat membara di jiwamu

Taklukkan mereka penghalang negri

Hari-hari mu di warnai

Pembunuhan dan pembantaian

Dan dihiasi Bunga-bunga api

Mengalir sungai darah di sekitarmu

Bahkan tak jarang mata air darah itu

Yang muncul dari tubuhmu

Namun tak dapat

Runtuhkan tebing semangat juangmu

Bambu runcing yang setia menemanimu

Kaki telanjang yang tak beralas

Pakaian dengan seribu wangian

Basah di badan keringpun di badan

Yang kini menghantarkan indonesia

Kedalam istana kemerdekaan

 

#23. Kepada Pahlawan Negeriku

Tanah airku

Seakan hancur bak kepingan tulang belulan

Berserakan tak berbentuk

Peluh jatuh seolah darar mengalir sekujur raga

Meski kini keringat bercucuran menjadi penyejuk hati

Rela juangku bagi Bumi Pertiwi

Mempertahankan kibaran sang saka maha berani

Merah putih tanpa noda

Menatap kibarannya hingga jatuh setitik demi setitik air mata

Tak lupa sepenggal doa penuh makna terpanjatkan

Kepada pahlawan negeri ini

Tak kenal mundur

Berpijak dalam kabut berdebu pasir

Kasih sayang tak terhingga untuk kalian pejuang bangsa

Berkat jasamu kini ku bisa lihat

Berkat semangat juangmu kini ku kenang

Walau ragamu hancur terkubur tanah serta terurai zaman

Demi darah yang kau tumpahkan

Tulang patahmu akibat perlawanan

Aku pun anak bangsa

Akan memperjuangkan negeri ku Indonesia

Meski dengan cara berbeda

 

#24. Antara Keadilan dan Ketidakadilan

Desingan peluru saling beradu

Dentuman suara meriam saling menyahut

Ledakan dari kejauhan menggelegar keras

Menandakan adanya pertarungan dahsyat

Pertarungan dahsyat yang kini terjadi

Antara keadilan dan ketidakadilan

Siapakah yang menjadi pemenangnya

Tak ada yang tahu hingga hasil pertarungan diketahui

Para pejuang kemerdekaan serta penjajah bangsa menjadi aktor utamanya

Sebuah bendera berkibar dengan gagahnya sebagai pertanda kemenagan

Bendera dengan warna merah dan putih

Pertanda kemenangan bangsa Indonesia ini

 

#25. Pahlawanku, Senjata Usangmu Lahirkan Militer Canggih

Bambu Runcingmu dulu, kini menjadi rudal

Pedang usangmu kini jadi torpedo handal

Ketapelmu, kini amunisi tuk jadikan musuh terpental

Sepeda usangmu, kini jadi tank di jalanan aspal

Pahlawanku, ini bukan kebetulan

Bukan pula kepiawaian tangan ilmuan

Apalagi sekedar buah kemajuan jaman

Inilah bagian dari perjuanganmu pahlawan

Berbanggalah, kini Indonesia semakin maju

Tak kan ada musuh yang berani melaju

Terlebih merebut kemenanganmu

 

#26. Bambu Runcing yang Terhunus

Bambu runcing tegak menantang kedzaliman

Menantang meriam besar penuh kesombongan

Keangkuhan akan kekuatan

Lagi-lagi mencoba merampas sebuah kebebasan

Bambu runcing terhunus menagih darah

Darah siapakah gerangan yang akan memuaskannya

Pucuk tajam itu sangat ingin menumpas

Segala kedzaliman dan angkara murka para penjajah

Bambu runcing dengan tegak menantang kulit putih

Bersenjatakan bedil dan meriam besar

Namun ternyata mampu terkalahkan oleh sebilah bambu

Yang terlahir dari semangat keadilan dan persatuan

 

#27. Dibalik Kobaran Semangat Juang Mu

Kabut

Membekas kenangan Ibu Pertiwi

Mendung menyelimuti

Rintik kian deras menerpa

Turuk membanjiri lautan peluh dan darah

Dia tak menunggu keputusan pencipta

Serbu

Maju untuk merdeka atau mati

Takbir berkumandang Allahu Akbar

Teriakmu terdengar hingga sukma

Sebilah bambu runcing bersatu

Tak lupa panjatan ayat suci

Kau kumandangkan bukti semangat juang

Demi melepas belenggu penjajahan

Belati tak kau hiraukan

Meski mengoyak kulit mengiris nadi

Semua demi tanah air

Kini dari atas kau lihat

Perjuanganmu terbayar lunas

Indonesia telah merdeka

Tenanglah diperistirahatan abadimu

Kami akan melanjutkan perjuanganmu

Demi melindungi Indonesia

Mensejahterakan seluruh anak bangsanya

 

#28. Senyum Para Pahlawan

Peluh bercucuran dari tubuhmu

Darah tak hentinya mengalir dalam nadimu

Api semangat seakan berkobar abadi

Tidak berhenti walau terluka

Semangat juang meliputi

Demi tercapainya harapan dan kemerdekaan

Segenap jiwa ragamu bertekad membara

Dengan tegap dan gagah kau berdiri di barisan terdepan

Tak penting semua kesakitan kau alami

Demi bumi Ibu Pertiwi

Kini kau telah tiada

Beristirahat tenang dialam berbeda

Engkau dapat melihat senyum anak bangsa

Terbebas dari belenggu kaum penjajah

Kini dari atas sana

Engkau mungkin hanya bisa memanjatkan doa

Agar semua tetap aman dan sentosa

 

#29. Tentang Keadilan

Dentuman genderang perang berbunyi

Deringan peluru membesit sukma

Saling beradu antar dua kubu

Ledakan tak terelakkan lagi

Menunjukkan babak pertempuran dasyat sedang berlangsung

Saat itu terjadi begitu mencekamkan

Keadilan dan ketidakadilan kabur

Menimbulkan suatu pertanyaan

Tentang siapakah yang keluar sebagai pemenang

Kemenangan tak dapat dipastikan

Para pertempur tidak mau kalah

Membela kepentingan dan haknya

Akhir cerita sebuah bendera berkibar di cakrawala senja

Pertanda kemenangan mulia bangsa

 

#30. Semangat

Merah putih gagah berani

Bergantung ditiang tertinggi

Berkibar sungguh gagahnya

Pesona kemerdekaan menyimpan sejuta perjuangan

Tak akan kubiarkan seseorang menginjaknya

Kan kujaga dengan jiwa raga

Meski harus beradu kata hingga raga

Tak terhingga pejuang gugur

Hanya demi mengibarkan sang saka

Berkibarlah wahai merah putih

Tunjukkan kekuatanmu

Kegagahanmu pada cakrawala

Berkibarlah sang saka merah putih

Menunjukkan jiwa ksatriamu

Melambangkan sejuta keberanian

Dan kesucian seputih awan

Berkibarlah dan jangan kau lelah

Meski veteran kian berpulan kepada-Nya

Kami kan selalu mengagungimu

Menjunjung tinggi ragamu hingga keangkasa

Wahai merah putih

Lambang kemerdekaan bangsa

Kami kan selalu menjagamu

 

#31. Ibu Kartini

Tak asing lagi

Sebuah kata pamungkas bagi para perempuan

Habis gelap terbitlah terang

Perjuanganmu dapat kami rasakan

Wahai Ibu Kartini

Kami kini dapat berdiri berani

Tanpa takut menatap lawan jenis

Tanpa takut terintimidasi

Berkat kesetaraan gender

Jerih payahmu dulu

Membuat kami mampu mengenyam pendidikan

Hingga setinggi langit

Mampu membuat kami belajar

Hingga ke negeri Cina

Kebodohan pergi tak berbekas

Bangku pendidikan tak ada lagi kasta

Anak-anak perempuan kini pintar

Prestasi tak terhitung telah diraih

Semua tak dapat terwujud

Tanpa perjuanganmu Ibu Kartini

Meski kau hanya diperingati setiap 21 April

Hingga kemeriahan acara peringatan atas dirimu

Tetapi kau akan selalu dihati ini

Semua tak akan cukup hanya dengan mensyukuri

Akan kami lanjutkan perjuanganmuDemi memajukan kaum perempuan negeri ini

 

#32. Pengorbanan

Mengucur deras keringat

Membasahi tubuh yang terikat

Membawa angan jauh entah kemana

Bagaikan pungguk merindukan bulan

Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan

Pagi yang menjadi malam

Bulan yang menjadi tahun

Sekian lama telah menanti

Dirinya tak jua lepas

Andai aku sang Ksatria

Aku pasti menyelamatkanya

Namun semua hanya mimpi

Dirinyalah yang harus berusaha

Untuk membawa pergi dari kegelapan abadi

 

#33. Bintaro

Seabadkah pesonamu dulu

Murkakah landasan nuranimu

Kau tampar senyuman manisku

Dan kau dengungkan pesona indah nadamu

Bintaro

Belum cukupkah kau tinju kami

Belum puaskah kau tertawakan kami

Atau ini hanya sandiwara cerita petinggimu

Bintaro

Berjuta jiwa hilang dalam gerammu

Berjuta jiwa menangis dalam benakmu

 

#34. Pahlawan dari Masa Lalu

Kulihat dari kejauhan

Kibaran panji-panji merah putih menyapa

Seolah mengajak diri untuk ikut berjuang

Namun apalah daya raga tak mengizinkan

Teringat akan sebuah pengalaman masa lalu

Pada saat diri ini berlari ke garis depan

Mengangkat senjata menghardik lawan

Hingga kaki tertembak peluru tajam

Peperangan di masa lalu

Kini membuatku duduk lemah tak berdaya

Menyaksikan rekan sedang berjuang

Tersisa sudah rasa bangga dalam ketidakberdayaan

 

#35. Mengenang Perjuanganmu Wahai Ibu Kartini

Habis gelap terbitlah terang

Kemudahan jenjang pendidikan ini

Kesetaraan antar gender ini

Kemajuan wanita masa kini

Itulah jerihmu wahai Kartini

Kebodohan yang semakin beranjak pergi

Pendidikan yang tidak mengenal kasta ini

Anak-anak perempuan yang tak bodoh lagi

Prestasi wanita yang bisa digeluti kini

Tak kan terwujud tanpa tetes peluhmu

Meski 21 April adalah harimu

Setiap perempuan mengenakan kebaya sepertimu

Kemeriahan acara memperingatimu

Namun rasanya tak cukup untuk menyanjungmu

Tapi, kau tak perlu risau

 

#36. Pemuda Untuk perubahan

Indonesiaku menangis

Bahkan Tercabik-cabik

Dengan hebatnya pengusaanya sang korupsi

Tak peduli rakyat menangis

Kesejahteraan jadi Angan-angan

Keadilan hanyalah Khayalan

Kemerdekaan telah terjajah

Yang tinggal hanya kebodohan

Indonesiaku, Indonesia kita bersama

Jangan hanya tinggal diam kawan

Mari kita bersatu ambil peranan

Sebagai pemuda untuk perubahan

 

#37. Terimakasih Untuk Pahlawan

Dari kedalaman hati yang mencintai tanah air

Jasamu tak ragu kau berikan

Hingga gugur ragamu

Hidupmu bagai jungkir balik

Dengan jam tidur tak menentu

Penuh luka sekujur tubuh

Peluh menetes menunjukkan lelahmu

Kau tak pernah mengeluh

Pengorbananmu demi Indonesia dahulu

Membuat penderitaan hidupmu

Miskin keadaanmu demi kami

Hancur ragamu demi membela kami

Berkat dirimu kini Indonesisa terbebas

Dari belenggu penjajahan

Seakan dapat membentang sayap indahnya

Menembus cakrawala dari sabang sampai merauke

Berkat dirimu Indonesia kini berjaya

Melewati berbagai masa

Hingga kami dapat mencecap zaman canggih kini

Tak terbayangkan jika tidak ada kalian

Para pahlawanku

Mungkin saat ini kami tidak mampu tersenyum lebar

Menatap kamera smartphone untuk berselfie

Mungkin tanpa perjuanganmu

Penjajah bisa saja masih menguasai negeri ini

Merampas kebahagiaan dan hak-hak kami

Mungkin jika kau tak maju bertempur di medan perang

Kami tak dapat menikmati indahnya sekolah

Puji syukur kami panjatkan beserta doa

Untukmu yang telah mati jiwanya

Namun tetap hidup di hati kami

Puisi pahlawan ini mungkin tak cukup

Mengenang jasamu yang tak terhingga

Perjuangan luar biasa kalian tanpa henti

Indonesia kini dapat menikmati udara kebebasan

Serta betapa indahnya sebuah kemedekaan

 

#38. Bagus

Kemerdekaan ini bukti

Perjuangan anak bangsa

Yang telah gugur sebagai pahlawan

Usaha tanpa mengenal lelah

Tak menyerah walau peluh darah mengalir

Kemerdekaan ini hadiah dari lelah

Tak terhingga gugur sang pahlawan

Kemerdekaan ini tetesan darah

Bercampur peluh penderitaan serta semangat

Pantang menyerah pantang mundur

Merdeka harga mati

Teriakan semangat dikumandangkan

Hingga terdengar dipelosok negeri

Kemerdekaan ini mengorbankan nyawa

Nadi-nadi putus dan tulang mengoyak

Sukma hilang dari raga

Kemerdekaan ini kegeraman rakyat

Telah tertindas sekian abad lamanya

Maju tanpa takut kalah

Demi kebebasan anak cucu kelak

Semua dipersembahkan untuk Indonesia

Semua untuk membuat senyum putra putri bangsa

Agar terwujudnya masa depan

Indonesia gemilang dan sejahtera

 

#39. Senyum Para Pahlawan

Peluh bercucuran dari tubuhmu

Darah tak hentinya mengalir dalam nadimu

Api semangat seakan berkobar abadi

Tidak berhenti walau terluka

Semangat juang meliputi

Demi tercapainya harapan dan kemerdekaan

Segenap jiwa ragamu bertekad membara

Dengan tegap dan gagah kau berdiri di barisan terdepan

Tak penting semua kesakitan kau alami

Demi bumi Ibu Pertiwi

Kini kau telah tiada

Beristirahat tenang dialam berbeda

Engkau dapat melihat senyum anak bangsa

Terbebas dari belenggu kaum penjajah

Kini dari atas sana

Engkau mungkin hanya bisa memanjatkan doa

Agar semua tetap aman dan sentosa

 

#40. Kemerdekaan

Kisah heroik penuh perjuangan seorang patriot diceritakan

Langsung dari bibir seorang veteran perang

Ketika itu pula rasa berkobar dalam nadi

Seakan tengah berjuang dihadapan penjajah

Kini menjadi legenda masa lampau

Kekejian penjajah terdengar bak hewan liar

Tanpa belas kasih menumpas para pejuang

Para pahlawan pun tak menyerah

Mereka biarkan tubuh berdarah demi membela tanah air

Perasaanku pun bercampur aduk mendengarnya

Antara sedih dan bersemangat

Akan perjuangan mereka yang tanpa lelah

Aku bagaikan tak rela para pejuang harus terinjak

Beberapa kehilangan nyawa dengan tubuh membujur kaku

Tak manusiawi ditangan penjajah

Usaha mereka tak sia-sia

Akhirnya Indonesia dapat merebut tambuk kemerdekaan

Tak lagi teraniaya oleh orang asing

Cerita dari para pejuang

Rela berkorban jiwa raga menghadapi penjajah

Sungguh membekas bagi pendengar

Terutama diriku yang masih muda

Masih harus jalan panjang dilalui

Rasa cinta pada bangsa pun harus terus dipupuk

Agar tidak terlena dengan kebahagiaan fana

 

#41. Realita Hari Ini

Hari ini kita mampu berdiri di depan cermin

Memandang rona ceria wajah

Serta indah busana

Takjub dengan rupa ciptaan Ilahi

Dengan lihai berlenggok centil

Hari ini

Wajah kita seakan bahagia

Seakan sumringah tanpa malu

Seakan urat telah putus

Muka tak berbentuk

Bagai tembok beton

Angkuh dengan bangganya

Tahukah kau

Dirimu yang tak berpikir

Perjuangan para pahlawan

Melawan penjajah hingga gugur

Agar kau dapat menikmati kebebasan

Hari ini

Terlihat banyak pemuda pemudi

Berlalu lalang memadu kasih dalam ilalang

Tak berfikirkah engkau

Kesengsaraan pejuang

Rela tertembak peluru

Demi anak cucunya kelak

Hari ini

Kenanglah perjuangan mereka

Hargai tumpah darah mereka

Jangan hanya mampu berhias diri

Agar terlihat mempesona

Hiaskanlah pula pemakaman mereka

Dengan bunga dan lantunan ayat suci

Hari ini

Mulailah berubah untuk menjadi lebih baik

Serta menghargai jasa mereka

Telah gugur dimedan peperangan

 

#42. Kerinduan Pertiwi

Ibu pertiwi kini berlinangan air mata

Menyaksikan hasil perjuangan yang tak terperi

Diinjak-injak oleh generasi terkini

Siapa hati yang tak pilu karenanya

Tanah airmu mengering

Tak lagi terbasahi darah perjuanganmu

Yang dahulu meresap ke dalam tanah airmu

Kini gersang tak berkehidupan

Kau saksikan negerimu kini

Mengaduh keluh kesah tak terperi

Menanti perjuanganmu kembali

Wahai pahlawan sejati

 

#43. Terbanglah Indonesia

Terbanglah indonesia

Terbang ke langit bebas

Gapai bintang hingga jauh melambung

Tunjukkan pada dunia merah putihmu

Terbanglah indonesia

Takkan ada yang bisa mengikatmu

Juga mengurungmu

Kita bukan jangkrik di dalam kotak

Kita bebas merdeka

Terbanglah indonesia

Terbanglah kemana kau ingin terbang

Lihatlah kemana kau ingin lihat

Cintailah apa yang kau ingini

Kebebasan bersandar di raga kita

Karena kita merdeka

Terbanglah indonesia

Dunia harus tahu indonesia bangsa yang hebat

Bangsa yang menghargai perdamaian

Tapi bukan berarti bisa diam jika kebebasan kita di renggut

Takkan kita biarkan hak kita di injak injak.

Terbanglah indonesia

Di ujung samudera kedamaian kita memuncah

Berdiri di atas gunung

Kita jaga laut kita kita jaga bumi kita

Takkan kita biarkan indonesia hancur kembali

Karena indonesia sudah merdeka di tahun empat lima

 

#44. Pahlawan yang Hilang

Dimana lagi kan kutemukan keberanianmu

Dimana lagi kan kutemukan pekik teriak semangatmu

Dimala lagi ku temukan sosok sepertimu

Wahai pahlawan

Beribu hari telah kulalui

Jutaan hari telah kuhitung dengan jemari

Namun tak mampu jua kutemukan

Sosok pahlawan sejati

Kumeniti jalanan penuh onak dan duri

Menyusuri gurun pasir yang kering kerontang

Dimanakah kan kutemui lagi

Sosok sepertimu wahai pahlawanku

 

#45. Dari Istri

Suamiku

Sudah lama kita tak berjumpah

Tak terhitung tetesan air mata

Bukti kerinduan menanti kepulanganmu

Rumah sepi tanpa dirimu

Hari-hari seakan kosong tanpa hadirmu

Aku tak ingin beranjak dari kamar ini

Penuh dengan kenangan kita

Aku mengerti kamu sedang bertemput

Berjuang demi tanah air

Beribu fikiran negatif sering menghampiriku

Banyak kemungkinan kamu dapat gugur

Mungkin aku akan kehilangan ragamu

Tapi tidak cintamu dan kenangan kita

Aku tak ingin mati jika kau tak kembali

Aku akan tetap disini

Menjaga rumah, anak-anak, dan kenangan

Aku mulai mengerti

Jika kau gugur mungkin disematkan sebagai pahlawan

Tetapi kau tetap jua

Pahlawan bagi hatiku pertama dan satu-satunya

Hingga mata ini tak mampu lagi terbuka

 

Demikian beberapa contoh puisi untuk pahlawan yang dapat dijadikan sebagai referensi. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam artikel ini. Terimakasih.

Mexi Kehidupan lebih berarti jika berguna bagi banyak orang, penyuka drama korea.
Baca Lainya Tastynesia:
  1. Dalgona Coffee
  2. Tongseng Sapi
  3. Rawon Daging Sapi
  4. Rendang Daging Sapi
  5. Semur Daging Sapi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *