Rumah Adat Bali

Bali, sebuah tempat yang begitu populer, bukan hanya di Indonesia, melainkan juga mancanegara. Ia dikenal sebagai salah satu tempat wisata paling indah dan eksotis. Banyak wisatawan yang datang ke Bali demi menikmati keindahan alam terutama pantainya.

Namun bukan hanya itu saja, Bali juga terkenal akan kebudayaannya, salah satunya dalam bentuk rumah adat bali. Kita masih bisa menemui berbagai rumah adat Bali yang memiliki bentuk khas dan berbeda dari daerah lainnya.

Hal tersebut juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Sebuah rumah adat yang masih terjaga menjadi bukti nilai luhur kebudayaan yang ada di Bali. Dan tentunya, rumah adat tersebut juga memiliki arti dan filosifi tersendiri bagi masyarakat setempat.

Baca Juga: Pakaian Adat Bali.

  1. Unsur Desain Rumah Adat Bali
    1. 1. Pembagian Ruang
    2. 2. Gapura Candi Bentar
  2. Macam-Macam Rumah Adat Bali
    1. 1. Angkul-Angkul
    2. 2. Aling-Aling
    3. 3. Pura Keluarga
  3. Struktur Ruangan Rumah
    1. 1. Bale Manten
    2. 2. Bale Dauh
    3. 3. Bale Sekapat
    4. 4. Bale Gede
    5. 5. Jineng (Klumpu)
    6. 6. Pawaregen
    7. 7. Lumbung
  4. Bahan Material Rumah Adat Bali
  5. Hiasan dan Ukiran Rumah Adat Bali
  6. Tanya Jawab

Unsur Desain Rumah Adat Bali

Jika kita menapaki Bali, pasti akan banyak menemui bangunan seperti gapura. Selain itu juga terdapat Pura yang menjadi tempat-tempat ibadah umat Hindu. Setiap jenis bangunan yang ada disana dibangun berdasarkan struktur aturan khusus yang telah diwariskan secara turun-temurun.

1. Pembagian Ruang

Aturan-Pembangunan-Rumah-Bali

Konsep pembagian lahan yang dipakai dalam pembangunan didasarkan pada Kitab Weda (Asta Kosala Kosali). Dimana rumah tradisional bali dibangun dengan panduan sudut, terdiri dari sudut utara dan timur. Kedua sudut tersebut digunakan karena dianggap lebih suci daripada sudut selatan dan barat.

2. Gapura Candi Bentar

Gapura Candi Bentar

Dibangun dengan 2 buah candi yang berdiri sejajar sebagai pintu masuk utama. Gapura tersebut masih terhubung dengan adanya pagar besi dan anak tangga di bagian bawahnya. Gapura Candi Bentar ini dibangun dengan proses yang cukup rumit.

Mulai dari pengukuran tanah, peletakan batu pertama, pembangunan hingga syukuran. Proses tersebut dilakukan dengan harapan agar bangunan tersebut mampu memberikan manfaat yang baik bagi pemiliknya.

Baca Juga : Rumah Adat Jawa Tengah

Macam-Macam Rumah Adat Bali

Jika kita perhatikan, ada begitu banyak jenis bangunan yang bisa ditemui di wilayah Bali. Semuanya nampak memiliki ciri khas dan fungsi yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa jenisnya yang harus kalian ketahui.

1. Angkul-Angkul

Angkul Angkul

Dari segi bentuk nampak mirip seperti sebuah gapura. Namun fungsi utamanya adalah sebagai pintu masuk ke area perumahan. Ia nampak mirip seperti Gapura Candi Bentar, namun memiliki perbedaan pada atapnya yang sejajar.

2. Aling-Aling

Aling-Aling

Sebuah bangunan yang menjadi pembatas antara angkul-angkul dan halaman yang dianggap sebagai tempat suci. Bagi masyarakat setempat, Aling-Aling dianggap mampu memancarkan aura positif.

3. Pura Keluarga

Pura Keluarga Bali

Biasa juga disebut sebagai Pamerajan atau Sanggah. Bangunan ini ada di setiap rumah para keluarga besar di Bali. Umumnya dibangun di arah timur laut dari rumah. Fungsinya sama seperti pura pada umumnya yaitu sebagai tempat ibadah

Struktur Ruangan Rumah

Setiap bangunan adat di Bali memiliki strukturnya masing-masing. Dan antara satu dengan yang lainnya juga difungsikan untuk hal yang berbeda-beda.

1. Bale Manten

Bale-Manten

Umumnya, ruangan di dalam bangunan ini dikhususkan untukpara kepala keluarga atau anak perempuan yang masih gadis. Ia dibangun sebagai bentuk perhatian yang diberikan kepada para anak gadis. Dibangun di sisi utara, berbentuk persegi panjang dengan bale-bale di bagian sampingnya.

2. Bale Dauh

Bale Dauh

Secara umum, bangunan ini difungsikan sebagai tempat untuk menerima tamu. Namun bisa juga digunakan untuk tempat tidur bagi para remaja putra. Dari segi bentuk ia tak berbeda jauh dengan Bale Manten. Dibangun di sisi barat dengan peletakan lantai yang harus lebih rendah daripada Bale Manten.

3. Bale Sekapat

Bale Sekapat

Bangunan yang sering dipakai untuk bersantai ataupun beristirahat oleh para anggota keluarga. Sehingga mereka bisa berkumpul dan saling bersenda gurau di waktu senggang.

4. Bale Gede

Bale Gede

Memiliki 12 buah tiang, biasanya bangunan ini digunakan untuk melaksanakan upacara adat tertentu. Dari segi ukuran ia terlihat lebih besar daripada yang lainnya. Proses pembangunannya pun harus memiliki lantai yang lebih tinggi.

5. Jineng (Klumpu)

Jineng Bali

Biasanya Jineng akan dibangun dari material kayu dengan atap dari jerami kering. Namun sekarang ini sudah banyak digantikan dengan bahan material seperti batu bata, pasir, semen dsb.

Biasanya Jineng dibangun dengan posisi bertiang agar lebih tinggi. Fungsinya adalah untuk menyimpan gabah atau bahan makanan lainnya. Hal ini agar ia terhindar dari serangan jamur atau hama dsb.

6. Pawaregen

Pawaregen

Sebuah bangunan yang difungsikan sebagai dapur. Umumnya dibangun di arah barat laut atau selatan dari rumah. Terdiri dari 2 ruangan, pertama digunakan untuk memasak dan kedua untuk menyimpan alat dapur.

7. Lumbung

Lumbung Bali

Hampir sama seperti Jineng, Lumbung adalah bangunan berupa rumah bertiang. Ia digunakan untuk menyimpan bahan makanan pokok seperti padi, jagung dan lain sebagainya.

Baca Juga : Nama Pakaian Adat Indonesia Lengkap

Bahan Material Rumah Adat Bali

Material Banguan Bali

Mayoritas masyarakat Bali adalah penganut agama Hindu sehingga masih menggunakan sistem kasta. Oleh karena itulah dalam pembangunan rumah adat pun tidak sama antara kasta yang satu dengan yang lainnya.

Masyarakat biasa akan membangun rumahnya menggunakan tanah liat. Sedangkan untuk para bangsawan bisa menggunakan bata yang ditumpul sebagai pondasi serta genteng untuk atapnya.

Hiasan dan Ukiran Rumah Adat Bali

Ukiran Bangunan Khas Bali

Kita bisa menemui begitu banyak hiasan baik dalam bentuk ukiran di sekitar rumah tradisional Bali. Biasana hal tersebut melambangkan kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan yang ada di bumi. Diantaranya :

  • Keketusan : Motif tumbuhan dengan lengkungan bunga besar serta dan yang lebar Biasanya diukir pada area yang luas.
  • Kekarangan : Motif pahatan seperti tumbuhan lebat dengan daun yang terurai.
  • Pepatran : Hiasan dengan motif bunga, umumnya ditempatkan pada area yang sempit seperti tiang.

Tanya Jawab

Apa itu rumah adat bali?

Rumah adat bali adalah rumah khas daerah bali yang memiliki struktur bangunan unik khas bali.

Apa saja bagian-bagian rumah adat bali?

Umumnya rumah adat bali memiliki gapura, bale, patung dewa dan ukuran khas bali.

Filosifi Rumah adat Bali?

Rumah adat bali setiap bentuk, material dan strukturnya memiliki filosofi yang menggambarkan status sosial suatu keluarga.

Demikian pembahasan tentang rumah adat tradisional Bali beserta arti dan filosifinya. Hal tersebut merupakan warisan budaya yang sangat berharga dan harus selalu kita jaga. Apabila ada kritik, saran atau pertanyaan silahkan berkomentar di bawah.