Sejarah Bahasa Indonesia

Sejarah Bahasa Indonesia – Bahasa merupakan sebuah identitas dari suatu bangsa atau negara yang digunakan untuk saling berkomunikasi dengan bangsa atau negara lainnya.

Yang mana setiap negara itu memiliki bahasa yang berbeda beda dengan kearifan lokal, asal usul, dan ciri khas masing masing, sama halnya dengan bahasa Indonesia.

Banyak sejarah yang sangat mengesankan dan bahasa Indonesia ini sendiri tidak lepas juga dari bahasa Melayu.

Bahasa Indonesia tidak hanya sekedar bahasa yang kita gunakan ketika bertemu orang baru maupun berbicara dengan bos, atasan, ataupun orang yang terhormat saja loh.

Bahasa Indonesia ini sangat dinamis sehingga dapat menghasilkan kosakata baru dari penyerapan dan penciptaan bahasa daerah ataupun bahasa asing.

Selain kita harus mempelajari bahasa Indonesia maupun bahasa daerah setempat, kita juga harus pandai berbahasa Inggris, karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang digunakan sebagai komunikasi antar bangsa dan negara.

Bahasa Inggris ini merupakan alat komunikasi nomor 1 di dunia karena ditetapkan sebagai bahasa internasional agar dapat berkomunikasi dengan bangsa atau negara asing lainnya,

Sehingga sudah tidak heran lagi banyak orang orang yang belajar bahasa Inggris dan sekarang banyak tempat privat atau les bahasa Inggris.

Hal tersebut bertujuan agar mereka mereka yang belajar bahasa Inggris tidak kudet atau tidak bingung dengan informasi yang ada di dunia ini.

Walaupun bahasa Inggris penting, namun tetap kita jangan lupakan bahasa bangsa kita sendiri yaitu bahasa Indonesia, sebagai warga negara Indonesia yang baik dan benar maka sudah sewajarnya kita harus tetap melestarikan, menjaga, dan membudayakan bahasa Indonesia.

  1. Sejarah Bahasa Indonesia
  2. Perkembangan Bahasa Indonesia
  3. Penyempurnaan Ejaan Bahasa Indonesia
    1. 1. Ejaan Van Ophuijen (1901)
    2. 2. Ejaan Republik / Ejaan Soewandi (19 Maret 1947)
    3. 3. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan / EYD (1972)
    4. 4. Ejaan Bahasa Indonesia / EBI (2015)
  4. Bahasa Melayu Disebut Sebagai Dasar Bahasa Indonesia
  5. Fungsi Bahasa Melayu
    1. 1. Bahasa Perdagangan
    2. 2. Bahasa Kebudayaan
    3. 3. Bahasa Perhubungan
    4. 4. Bahasa Resmi Kerajaan
  6. Faktor Pengangkatan Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Indonesia
  7. Perkembangan Bahasa Melayu
  8. Kedudukan Bahasa Indonesia
    1. 1. Lambang Kebanggaan Nasional
    2. 2. Lambang Identitas Nasional
    3. 3. Alat Pemersatu Berbagai Lapisan Masyarakat dengan Latar Belakang Berbeda
    4. 4. Alat Penghubung Antar Budaya Antar Daerah
  9. Fungsi Bahasa Indonesia
    1. A. Fungsi Bahasa Indonesia Secara Umum
    2. B. Fungsi Bahasa Indonesia Secara Khusus

Sejarah Bahasa Indonesia

Untuk mempelajari lebih dalam tentang bahasa Indonesia, maka kita harus mengetahui terlebih dahulu mengenai sejarah bahasa Indonesia dan perkembangannya hingga saat ini.

Yang mana bahasa Indonesia ini merupakan bahasa pemersatu bangsa yang sangat beranekaragam, berikut ini Pintarnesia akan jelaskan mengenai sejarah bahasa Indonesia lengkap.

Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober tahun 1928. Pada tanggal tersebutlah para pemuda dari sabang sampai merauke dan juga dari seluruh pelosok nusantara berkumpul dan berikrar Sumpah Pemuda yang berisi:

  1. Bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia
  2. Berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
  3. Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Dengan Sumpah Pemuda inilah, bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional. Lanjut pada tanggal 18 Agustus 1945, bahasa Indonesia yang menjadi bahasa negara dan tertulis dalam UUD 1945 BAB XV pasal 36.

Perkembangan Bahasa Indonesia

Sejarah bahasa Indonesia berawal dari bahasa Melayu yang disahkan menjadi bahasa persatuan ketika Sumpah Pemuda pada tahun 1928.

Perkembangan bahasa Indonesia bisa dibilang cukup pesat karena didorong oleh kebangkitan nasional, yang dimana pada saat itu terdapat peran penting pada kegiatan perdagangan, surat kabar, politik, dan juga untuk bahasa Indonesia yang lebih modern.

Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, bahasa Indonesia ditetapkan menjadi bahasa negara yang memiliki fungsi dan kedudukan yang tinggi.

Sampai saat ini bahasa Indonesia menjadi bahasa yang banyak digunakan oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia.

Dan pemerintah memberikan perhatian dengan terbentuknya lembaga Pusat Bahasa dan Penyelenggara Kongres Bahasa Indonesia.

Penyempurnaan Ejaan Bahasa Indonesia

Sejarah bahasa Indonesia tidak berhenti sampai hingga perkembangannya saja loh teman teman, masih ada perkembangan yang semakin pesat lagi di Nusantara kita ini.

Dengan sifat terbukanya dari bangsa negara Indonesia ini dalam menyerap kata kata dari bahasa lain, entah bahasa daerah ataupun bahasa asing. Bahasa Indonesia mengalami sedikit revisi dalam ejaannya,

berikut ini adalah tahapan perkembangan ejaan di dalam bahasa Indonesia, simak baik-baik berikut ini.

1. Ejaan Van Ophuijen (1901)

Pada masa saat Indonesia sedang dijajah Belanda, bahasa yang digunakan sebagai bahasa pengantar atau untuk komunikasi adalah bahasa Melayu dan untuk memudahkan orang belanda dalam berkomunikasi lalu dibuat pembakuan ejaan oleh Belanda yaitu Prof. Charles van Ophuijen.

Dalam di bakukannya ejaain ini, Charles dibantu oleh Engku Nawawi atau Sutan Makmur dan Moh Taib Sultan Ibrahim.

Ejaan ini digunakan untuk menulis Melayu menggunakan huruf latin yang mudah dimengerti oleh orang Belanda. Bahkan tutur kata dan bahasanya juga mirip dengan tutur kata bahasa Belanda.

Contohnya huruf oe (doeloe) menjadi u (dulu), tanda koma ain seperti ma’mur menjadi makmur, dan huruf j (jang) menjadi y (yang).

2. Ejaan Republik / Ejaan Soewandi (19 Maret 1947)

Nah kalau ejaan Republik atau bisa disebut juga ejaan Soewandi ini diresmikan oleh Soewandi sendiri teman teman, beliau merupakan seorang Menteri Pendidikan Republik Indonesia. Dibuatnya ejaan Republik ini bertujuan untuk menyempurnakan dan menggantikan ejaan sebelumnya.

Perubahan yang paling mencolok ini agak sedikit diubah lagi dari ejaan yang pertama yaitu ejaan Van Ophuijen,

Perubahan yang terjadi adalah kata ulang boleh disingkat dengan angka 2 misalnya orang-orang menjadi orang2, kata depan ‘di’ ditulis serangkai dengan kata yang ada disebelahnya atau yang mendampinginya, dan koma ain (‘) menjadi (k) contohnya pa’ menjadi pak.

3. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan / EYD (1972)

Seiring dengan berkembangnya zaman dahulu ke zaman modern, tidak hanya zamannya yang berkembang, bahasa Indonesia juga ikut berkembang.

Di tahun 1972 bapak Presiden Republik Indonesia meresmikan ejaan yang disempurnakan atau EYD.  Dalam EYD ini yang diatur antara lain penulisan huruf miring dan huruf kapital, singkatan, tanda baca, kata, dan akronim. Lalu penulisan unsur serapan, serta penulisan angka lambang bilangan.

4. Ejaan Bahasa Indonesia / EBI (2015)

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 50 Tahun 2015 adalah saat diresmikannya ejaan bahasa Indonesia.

Yang didalamnya terdapat pedoman umum ejaan bahasa Indonesia. Berikut ini penyempurnaan yang terdapat dalam Ejaan Bahasa Indonesia atau EBI 2015.

Penggunaan huruf tebal pada penulisan lema dan sublema dalam kamus dihapuskan, penambahan huruf vokal diftong, dan penggunaan huruf kapital pada julukan.

Itulah penyempurnaan yang terdapat pada Ejaan Bahasa Indonesia atau EBI. Bahasa Indonesia tidak hanya sekedar bahasa yang dibentuk begitu saja tanpa dasar apapun,

Namun di dalam sejarah bahasa Indonesia, pembentukan bahasa ini mengalami perjalanan yang sangat amat panjang. Sehingga kita sebagai wara negara Indonesia harus bangga dengan negara dan bahasa kita sendiri.

Kebayang tidak kalau bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa yang dipandang menakjubkan oleh negara lain? Harusnya kebayang dong karena Indonesia memiliki banyak keanekaragaman suku dan daerahnya, tetapi hanya bahasa Indonesia yang dijadikan pemersatunya.

Bahasa Melayu Disebut Sebagai Dasar Bahasa Indonesia

Kenapa bisa bahasa Melayu disebut sebagai dasar bahasa Indonesia? Bahasa Melayu sejak zaman dahulu memang sudah ada keterkaitan dengan bahasa Indonesia, bisa dibilang bahasa Melayu ini adalah bahasa pergaulan atau perantara untuk berkomunikasi.

Sehingga dasar bahasa Indonesia itu berasal dari bahasa Melayu teman teman, pasti masih pada bingung kan? Yuk kita bahas lebih dalam lagi mengenai sejarah bahasa Melayu, kok bisa disebut sebagai dasar Bahasa Indonesia?

Awal mula bahasa Melayu disebut sebagai dasar Bahasa Indonesia dikarenakan kerajaan Sriwijaya maju ke wilayah Asia Tenggara menggunakan bahasa Melayu Kuno sebagai bahasa untuk berkomunikasi dengan kerajaan lain.

Hal ini sudah dibuktikan dengan adanya prasasti di Kedukan Bukit di Palembang tahun 683 M. Lalu kota kapur di Bangka Barat tahun 686 M dan Karang Brahi di Jambi tahun 688 M.

Fungsi Bahasa Melayu

Nah setelah kita sudah menyenggol sedikit tentang sejarah bahasa Melayu diatas, mari kita jelajahi lebih dalam lagi mengenai fungsi bahasa Melayu yang menjadi dasar bahasa Indonesia. Simak baik baik ya teman.

1. Bahasa Perdagangan

Bahasa Melayu lebih sering digunakan untuk bahasa perdagangan pada zaman kerajaan Sriwijaya dulu, bahasa Melayu digunakan juga untuk bahasa perdagangan tidak hanya dalam negeri tetapi luar negeri juga semua menggunakan bahasa Melayu sebagai perantara atau komunikasi,

disinilah perkembangan bahasa Melayu berkembang sangat pesat antar suku, pulau, maupun antar bangsa di wilayah pedagang. Dan juga satu hal lagi yang perlu diketahui bahwasanya bahasa Melayu tidak mengenal tingkatan tutur.

2. Bahasa Kebudayaan

Bahasa Melayu dijadikan sebagai bahasa kebudayaan pada zaman kerajaan Sriwijaya, yang mana bahasa Melayu ini digunakan untuk menjadi bahasa pada buku pelajaran agama Budha.

3. Bahasa Perhubungan

Selain dijadikan bahasa Kebudayaan, bahasa Melayu ini juga menjadi bahasa Perhubungan, maksudnya adalah bahasa ini digunakan oleh antar suku di Nusantara.

Sama seperti saat bahasa Melayu dijadikan sebagai bahasa Perdagangan, pada zaman ini bahasa Melayu perkembangannya sangat cepat, terlihat sangat jelas dari peninggalan kerajaan Islam yang berbentuk dalam batu tertulis ataupun hasil susastra.

Bahasa Melayu mudah diterima oleh semua suku dikarenakan bahasanya yang sederhana lalu menyebar hingga ke pelosok Nusantara seiring dengan penyebaran agama Islam di Nusantara.

4. Bahasa Resmi Kerajaan

Pada zaman dahulu kala banyak kerajaan-kerajaan Indonesia yang menggunakan bahasa Melayu dalam kesehariannya untuk berkomunikasi, dan digunakan untuk bahasa antar kerajaan di Nusantara.

Faktor Pengangkatan Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Indonesia

Semakin cepat dan pesatnya perkembangan bahasa Melayu ini. hingga bahasa ini dijadikan sebagai bahasa Indonesia. Inilah 4 faktor yang menyebabkan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia. Simak lagi dengan teliti teman teman.

  1. Sejak dulu bahasa Melayu sudah digunakan sebagai bahasa pengantar atau bahasa untuk komunikasi di Indonesia
  2. Bahasa Melayu adalah bahasa yang sederhana, mudah pelajari dan dipahami
  3. Bahasa Melayu mempunyai kemampuan sebagai bahasa kebudayaan
  4. Banyak suku-suku di Indonesia yang mengakui dan menerima bahasa Melayu untuk dijadikan dasar bahasa Indonesia

Perkembangan Bahasa Melayu

Bahasa melayu semakin maju dan semakin berkembang di Nusantara. Bahasa Melayu ini lalu dipengaruhi oleh corak budaya setiap daerah.

Sehingga bahasa Melayu ini tumbuh dan bercampur dengan pengaruh bahasa lain seperti bahasa Eropa, Arab, Sansekerta, dan Persia. Dengan itu dalam masa perkembangannya, bahasa Melayu ini memiliki dialek yang berbeda-beda antar daerah.

Kedudukan Bahasa Indonesia

Berdasarkan hasil perumusan seminar politik bahasa nasional pada tanggal 25-28 Februari 1975 di Jakarta, bahasa Indonesia memiliki kedudukan diatas bahasa daerah, selain itu bahasa Indonesia juga memiliki fungsi lain diantaranya adalah sebagai berikut

1. Lambang Kebanggaan Nasional

Karena bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional bangsa Indonesia sudah jelas didalamnya terkandung nilai luhur sosial budaya Indonesia sendiri,

Nilai-nilai yang terdapat dalam bahasa Indonesia tentu saja diambil dari bangsa Indonesia dengan segala keanekaragamannya yang harus selalu kita jaga, lestarikan dan kembangkan.

Untuk itu kita sebagai warga pribumi harus bangga menggunakan bahasa Indonesia.

2. Lambang Identitas Nasional

Bahasa Indonesia merupakan bahasa identitas Indonesia yang berbeda dengan bahasa bangsa lain. Dengan memakai bahasa Indonesia dalam dunia global orang akan mengetahui bahwa kita adalah warga Indonesia.

Dengan bahasa Indonesia pula orang akan mengetahui watak dan tingkah laku kita sebagai masyarakat Indonesia yang memiliki kepribadian beraneka ragam.

Selain itu pemakaian bahasa Indonesia di kancah global juga akan memberi gambaran kepada masyarakat luas tentang bagaimana Indonesia.

3. Alat Pemersatu Berbagai Lapisan Masyarakat dengan Latar Belakang Berbeda

Indonesia merupakan negara yang dijuluki dengan seribu pulau, hal itu karena banyaknya daerah yang ada di Indonesia.

Dengan banyaknya daerah yang tersebar di Indonesia tentu saja juga banyak suku dengan buadaya yang berbeda pada wilayah wilayah Indonesia.

Perbedaan wilayah ini sudah pasti membuat bahasa yang digunakan masing-masing suku akan berbeda.

Dengan adanya bahasa Indonesia ini masyarakat Indonesia tidak akan bingung lagi jika berkomunikasi dengan orang yang berbeda suku dan disinilah fungsi bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa.

4. Alat Penghubung Antar Budaya Antar Daerah

Seperti fungsi sebelumnya, perbedaan suku budaya bukanlah penghalang bagi warga Indonesia untuk berkomunikasi antar suku.

Seluruh masyarakat Indonesia tentu saja mengetahui bahasa Indonesia, dengan ini kita akan lebih mudah menyampaikan maupun menerima informasi baik ideologi, sosial, ekonomi, budaya, politik dan yang lainnya termasuk pendidikan yang bisa mempercepat tercapainya tujuan pembangunan bangsa Indonesia.

Baca Juga : Teks Eksplanasi

Fungsi Bahasa Indonesia

Selain sebagai bahasa pemersatu bahasa Indonesia juga memiliki fungsi lain yang terbagi dalam fungsi umum dan fungsi khusus, dibawah ini penjelasannya.

A. Fungsi Bahasa Indonesia Secara Umum

Berikut ini adalah beberapa fungsi bahasa indonesia secara umum, antara lain.

1. Sebagai Alat Untuk Mengungkapkan Perasaan atau Mengekspresikan Diri

Karena bahasa Indonesia merupakan bahasa kita sendiri dan juga masuk kedalam mata pelajaran wajib dalam sekolah maka kita akan lebih mudah untuk menyampaikan apa yang ingin kita sampaikan secara terbuka dengan bahasa Indonesia ini. Keinginan kita untuk mengekspresikan diri biasanya didorong oleh dua unsur yaitu

  • Menarik perhatian orang lain terhadap diri kita.
  • Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan yang dipendam.

2. Sebagai Alat Komunikasi

Berkomunikasi adalah salah satu media untuk kita dapat mengutarakan sesuatu yang memungkinkan agar orang lebih mengerti apa yang kita maksud.

Jika orang yang kita ajak berkomunikasi berbeda bahasa dengan kita, kita mungkin akan kesulitan berkomunikasi dan bukan tidak mungkin jika kita justru tidak mengerti sama sekali dengan apa yang lawan bicara kita katakan yang memungkinkan terjadinya kesalahpahaman.

Dengan adanya bahasa yang sama orang akan lebih mudah dalam berkomunikasi dan mengutarakan pendapat serta meminimalisir kesalahpahaman.

3. Sebagai Alat Berintegrasi dan Beradaptasi Sosial

Manusia merupakan mahkluk sosial yang jelas membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Hal ini mengharuskan seseorang memilih bahasa yang akan digunakan dalam kehidupan sosial untuk membantunya beradaptasi dengan lingkungan luas.

4. Sebagai Alat Kontrol Sosial

Bahasa dapat mempengaruhi tingkah laku dan tata bicara seseorang sehingga kita harus pandai-pandai dalam memilih kata yang akan kita ucapkan karena seseorang dapat menilai kita dengan apa yang kita ucapkan.

Baca Juga : Kata Kerja (VERBA)

B. Fungsi Bahasa Indonesia Secara Khusus

Berikut ini adalah beberapa fungsi bahasa indonesia secara khusus, antara lain.

1. Mengadakan Hubungan dalam Pergaulan Sehari – Hari

Manusia akan selalu berkomunikasi setiap hari baik itu dalam hal formal maupun non formal. Bahasa yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari akan menimbulkan persepsi baik buruknya lisan kita, seseorang mungkin akan merasa tidak nyaman jika kita berbicara dengan bahasa yang kurang tepat.

2. Mewujudkan Seni (Sastra)

Fungsi bahasa sangatlah luas salah satunya yang sering orang lakukan untuk mengekspresikan dirinya adalah melalui seni seperti bernyanyi, bersyair, berpuisi dan masih banyak yang lainnya.

Pemilihan bahasa dalam seni disini sangatlah penting karena itu merupakan faktor yang akan menentukan apakah makna tesirat dari pengarang tersampaikan atau tidak.

3. Mempelajari Bahasa-Bahasa Kuno

Sebagian orang sangat menyukai sejarah termasuk bahasa kuno untuk mengetahui sesuatu yang ada pada masa lalu. Tanpa adanya orang yang berbahasa sama dengan kita untuk menerjemahkannya mungkin kita tidak akan tahu arti bahasa kuno tersebut.

4. Mengeksploitasi IPTEK

Manusia diciptakan dengan akal agar dapat memajukan kehidupan manusia itu sendiri. Banyak sekali istilah asing dalam ilmu tertentu yang orang awam tidak mengetahui maknanya,

Untuk itu orang-orang akan belajar agar dapat mengetahui istilah yang mungkin belum pernah didengar utnuk disampaikan kembali kepada orang banyak.

Nah itulah tadi penjelasan lengkap pertama dari pembahasan sejarah bahasa Indonesia, penyempurnaan bahasa Indonesia, erkembangan bahasa Indonesia maupun perkembangan bahasa Melayu hingga beberapa faktor pengangkatan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, semua sudah dijelaskan lengkap dan mudah dipahami pada artikel diatas.

Sekian dulu dari Pintarnesia semoga ilmunya bermanfaat, jangan lupa share atau berbagi ke teman teman kalian supaya kita makin tambah mengerti tentang sejarah Indonesia yang ternyata sangat panjang lebar jika dijelaskan secara rinci, bila ada kritik dan saran langsung saja kirim di kolom komentar dibawah ini.