Sejarah Lawang Sewu: Fungsi, Masa Perjuangan dan Asal Usul Lawang Sewu

By

sejarah lawang sewu

Sejarah Lawang Sewu – Lawang Sewu merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di indonesia. Pastinya kamu sudah pernah mendengar tempat wisata yang satu ini.

Tempat peninggalan Belanda ini sangatlah populer terutama di kalangan warga kota Semarang. Dan bukan hanya karena sejarahnya yang bisa dibilang panjang, arsitekturnya yang khas kolonial, namun juga keadaan dan kisah-kisah yang seram yang juga menghantui gedung peninggalan Belanda ini.

Waktu demi waktu berlalu, sehingga membuat Lawang Sewu ini menjadi tempat wisata sejarah. Berikut ini adalah beberapa sejarah dari Lawang Sewu.

 

Asal Usul dari Nama Lawang Sewu

sejarah lawang sewu

Gedung ini mungkin dikenal oleh banyak orang dengan nama Lawang Sewu, Namun pada faktanya dulu gedung ini memiliki nama yaitu Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij. Kemudian dalam bahasa Jawa, Lawang Sewu sendiri memiliki arti yaitu seribu pintu.

Tetapi pada faktanya, gedung ini tidak benar benar memiliki 1000 pintu, melainkan hanya terdapat 429 pintu saja. Namun sama halnya seperti kebanyakan gedung Belanda yang lain.

Lawang Sewu juga mempunyai banyak jendela besar yang ketika dilihat dari jarak yang bisa dibilang jauh maka akan nampak seperti pintu. Dari situlah orang orang mulai menyebut gedung ini sebagai Lawang Sewu.

 

 

Lawang Sewu adalah Kantor Kereta Api milik Belanda

sejarah lawang sewu

Lain dengan yang sekarang, Lawag Sewu pada masanya adalah kantor administrasi Indische Spoorweg Maatscappij (NIS), yang mana adalah sebuah perusahaan kereta api swasta asal Netherland.

Kantor NIS pertama berada di daerah stasiun Semarang, namun karena tempat itu tidak mencukupi, pemerintah Belanda akhirnya memutuskan untuk membangun gedung baru.

 

 

Fungsi Lain Lawang Sewu Adalah Sebagai Penjara

Dibalik sibuknya pekerjaan kereta api, lawang sewu ternyata memiliki cerita kelam yang jauh dari gambaran sebuah perkantoran. Selain lante satu dan dua berfungsi sebagai pusat kantor, kantor ini ternyata mempunyai ruang bawah tanah dan lantai tiga.

Lantai tiga merupakan loteng dan di ruang bawah tanah yang berfungsi sebagai penjara untuk para tahanan di masa penjajahan. Saat Indonesia jatuh ke tana Jepang, ruang bawah tanah dan loteng menjadi tempat tahanan paling kejam bagi orag Netherland.

 

 

Menjadi Saksi Bisu Pertempuran Melawan Jepang

Pada masa awal kemerdekaan indonesia tidak lantas membuat gedung yang satu ini diambil oleh indonesia. Lawang sewu malah berubah menjadi medan pertempuran antara pemuda Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) dengan tentara Kempetai serta dengan Kidobutai pada peristiwa pertempuran Lima Hari di Semarang yang terjadi pada tanggal 14 oktober sampai 19 oktober 1945.

Karena sejarah inilah pemerintah dari kota semarang menetapkan lawang sewu sebagai gedung warisan sejarah yang wajib dilindungi.

 

 

Lawang Sewu yang Berubah Menjadi kantor militer

Setelah Indonesia merdeka dari jajahan Belanda dan Jepang, maka secara natural bahwasanya kantor administrasi kereta api ini jatuh ke tangan Indonesia.

Kemudian pemerintah mengalih fungsikan gedung ini menjadi kantor PT. Kereta Api Indonesia atau KAI. Yang selanjutnya beralih fungsi kembali menjadi Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer dan Kantor wilayah Kementrian Jawa Tengah sebelum pada akhirnya diadakan pengosongan pada tahun sekitar 90-an.

 

 

Pernah di Juluki Sebagai Salah Satu Tempat Paling Angker Di Asia

sejarah lawang sewu

Banyak masyarakat yang percaya bahwa Lawang Sewu merupakan salah satu bangunan yang angker dikarenakan umurnya yang sudah sangat lama dan menyimpan banyak sekali cerita didalamnya.

Apalagi setelah gedung ini kosong selama bertahun-tahun dan tidak terurus itu terlihat menyeramkan. Tidak dipungkiri memang jika banyak kisah mistis yang menghantui Lawang Sewu.

Di tahun 2013, Lawang Sewu pernah menjadi lokasi uji nyali pada sebuah acara televisi dan salah satu peserta pernah ada yang meninggal selah beberapa hari acara tersebut. Saking banyaknya cerita mistis yang menyelimuti bangunan Lawang Sewu ini sampai-sampai Lawang Sewu dinobatkan sebagai bangunan paling menyeramkan ke dua di benua Asia.

 

 

Lawang Sewu Menjadi Tempat Wisata

Pernah diobatkan sebagai bangunan paling angker di benua Asia tidak menjadikan lawang sewu lantas dilupakan. Kini Lawang Sewu telah berubah menjadi tempat wisata yang bersejarah seusai bangunanya di renovasi dan selesai pada tahun 2011.

Bangunan ini menarik dikunjungi karena banyak meninggalkan sejarah pada masa Belanda. Lawang Sewu kini bisa di kunjungi mulai dari pukul 07.00 pagi sampai dengan pukul 21.00 dengan harga tiket yang sangat terjangkau yaitu Rp10.000 untuk orang dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak .

Dan apabila kamu penasaran dengan ruang bagian bawah tanah kamu bisa menyewa tour guide dan membayar biaya tambahan sebesar Rp 30.000.

 

Demikian sejarah dari bangunan Lawang Sewu mulai dar asal usul namanya, cerita dibalik bangnan itu pada jaman dahulu serta fungsi bangunanya. Lawang Sewu dipenuhi dengan cerita sejarahya yang pernah digunakan oleh Belanda pada masa itu dan juga banyak di isukan dengan berbagai macam hal mistis.


Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

 


Baca Lainya Tastynesia:
  1. Kue Balok
  2. Klepon
  3. Kue Pancong
  4. Kue Lumpur
  5. Bolu Kukus
  6. Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *