Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Seni Teater: Pengertian, Sejarah, Ciri, Jenis dan Contoh Seni Teater

17 min read

seni teater

Seni Teater – Berdasarkan dari sejarahnya, pengertian “Teater” sendiri berasal dari bahasa Inggris Theater atau Theatre, Bahasa Perancis Thèâtre dan bahasa Yunani Theatron (θέατρον). Secara etimologis, kata teater Teater dapat diartikan pula sebagai tempat atau gedung pertunjukan. Sedangkan menurut istilah kata Teater artinya yaitu segala sesuatu yang dipertunjukkan di atas pentas yang bertujuan untuk konsumsi penikmat.

 

Pengertian Seni Teater

Pengertian teater sendiri dapat dikatakan adalah istilah dari nama lain drama, akan tetapi dalam pengertian yang secara lebih luas, teater adalah proses untuk pemilihan teks atau naskah (jika ada), penafsiran, penggarapan, penyajian dan atau pementasan serta proses pemahaman atau penikmatan dari public atau audience ( dapat pula pembaca, pengamat, penonton, pendengar, kritikus atau mungkin penelitian).

Selain itu, istilah teater dapat juga diartikan dengan menggunakan dua cara cara antara lain yaitu dalam arti sempit pengertian dalam arti yang luas. Pengertian teater dalam arti sempit dideskripsikan sebagai sebuah drama (perjalanan hidup seseorang yang ditampilkan di atas pentas dan disaksikan oleh banyak orang yang mana pertunjukan tersebut ditampilkan berdasarkan dari naskah yang sudah tertulis).

Sedangkan untuk pengertian seni teater dalam arti luas adalah segala adegan peran yang yang ditampilkan atau ditunjukkan di depan orang banyak rumah contohnya seperti pertunjukan wayang, pertunjukan sulap, pertunjukan ketoprak, dagelan, akrobat, sinetron, ludruk dan lain sebagainya.

Dalam perkembangannya, istilah teater pasti selalu dikaitkan dengan kata drama. Hubungan dari kata teater dan juga drama dijajarkan dengan sedemikian erat yang mana secara prinsip keduanya memiliki istilah yang berbeda. drama adalah istilah yang berasal dari bahasa Yunani kuno “draomai” yang memiliki arti yaitu bertindak atau berbuat dan dalam bahasa Perancis “drame” yang mana artinya dalam menjelaskan tingkah laku kehidupan kelas menengah.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa istilah dari teater berhubungan langsung dengan pertunjukan, sedangkan untuk drama berhubungan dengan naskah atau peran yang akan dipentaskan. Jadi, pengertian teater adalah visualisasi dari drama atau drama yang dipentaskan di atas panggung yang disaksikan oleh penonton.  Jadi dapat disimpulkan pula bahwa drama merupakan bagian atau salah satu unsur dari teater.

 

 

Sejarah Teater

seni teater

 

Waktu serta tempat untuk pertunjukan teater yang pertama kali dimulai tidak diketahui. Yang dapat diketahui hanya teori mengenai asal usul dari teater. Dibawah ini adalah penjelasan mengenai teori asal mula teater antara lain adalah sebagai berikut:

 

1. Berasal dari Upacara Agama Primitif

Teori yang pertama menyebutkan bahwa asal mula dari teater yaitu dari upacara agama primitif. Yang mana pada saat itu unsur cerita ditambahkan pada saat pelaksanaan upacara yang kemudian akhirnya berkembang menjadi pertunjukan teater. Meski upacara agama saat ini telah banyak ditinggalkan akan tetapi seni teater masih dapat hidup sampai sekarang ini.

 

2. Nyanyian Untuk Menghormati Pahlawan di Makamnya

Kemudian teori lain menyebutkan bahwa seni teater berasal dari penyanyian untuk menghormati seorang pahlawan yang telah tiada yang berada di makamnya. Dalam acara tersebut seseorang menceritakan kisah hidup dari sang pahlawan yang kemudian lama-kelamaan diperagakan dalam bentuk teater.

 

3. Berasal dari Kegemaran Manusia Mendengarkan Cerita

Dan teori yang ketiga menyebutkan bahwa seni teater berasal dari kegemaran manusia yang umumnya suka mendengarkan cerita. Cerita tersebut kemudian dibuat ke dalam bentuk teater (kisah perang, kepahlawanan, perburuan dan lain sebagainya).

 

Naskah Teater Tertua

Naskah teater yang tertua di dunia yang pernah ditemukan dan ditulis oleh seorang pendeta Mesir, I Kher-Nerfert, pada zaman peradaban Mesir kuno yaitu sekitar 2000 tahun sebelum tarikh Masehi yang mana pada zaman itu peradaban dari Mesir kuno sudah maju. Pada masa itu mereka sudah dapat membuat piramida, sudah dapat membuat kalender sudah mengerti apa itu irigasi, sudah mengenal ilmu bedah, dan telah mengenal juga tulis-menulis.

I Kher-Nerfert adalah naskah yang digunakan untuk sebuah pertunjukan teater ritual yang berada di kota Abydosz sehingga naskah tersebut dikenal sebagai “Naskah Abydos” dimana dalam naskah tersebut diceritakan bahwa naskah Abydos juga ditemukan tergambar dalam relief kuburan yang lebih tua. oleh karena itu para ahli dapat mengira bahwa jalan cerita telah ada dan sudah dimainkan oleh orang sejak tahun 5000 SM.

Meskipun naskah abydos muncul sebagai naskah tertulis pada tahun 2000 SM. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa pertunjukan teater abydos memiliki unsur-unsur teater yang meliputi antara lain: pemain, naskah dialog, topeng, music, tata busana, nyanyian, tarian, jalan cerita, property yang digunakan pemain seperti kapak, tameng, tombak, dan sejenisnya.

Baca Juga: Pengertian Unsur Seni Rupa.

 

Jenis Jenis Teater

Berdasarkan jenisnya I Made Bandem dan Sak Mugiyanto (1996) pembagian teater daerah yang berada di Indonesia menjadi dua antara lain yaitu teater tradisional dan teater modern.

 

1. Teater Traditional

seni teater

Teater tradisional atau yang biasa disebut juga sebagai teater daerah di seluruh wilayah Indonesia, antara lain yaitu ludruk, ketoprak, Mamanda, dulmuluk, lenong, arja dan masih banyak lagi yang lain. Biasanya cerita yang ada di dalam teater tradisional membawa kisah dari budaya setempat yang kemudian disampaikan dengan cara improvisasi (tanpa naskah) dari para pemain.

 

Ciri Ciri Teater Tradisional

Teater tradisional memiliki ciri-ciri yang mana hal tersebut dapat membedakan antara jenis teater antara teater tradisional dengan jenis teater yang lainnya. Antara lain adalah sebagai berikut:

  • Bahasa yang digunakan adalah bahasa daerah, dengan menggunakan logat dan gaya bahasa daerah.
  • Terdapat unsur nyanyian dan juga tarian daerah setempat.
  • Menggunakan iringan an alat musik tradisional daerah (musik daerah).
  • Tanpa menggunakan naskah atau skenario yang rinci, atau dapat dikatakan lebih mengutamakan improvisasi.
  • Suasana dari pertunjukan teater tradisional lebih santai.
  • Terjalin keakraban diantara para pemain dan penonton.
  • Diwarnai dengan dagelan atau kelucuan yang mengundang tawa dari penonton.
  • Ceritanya turun temurun.
  • Menggunakan pementasan dengan panggung terbuka (lapangan, halaman rumah).
  • Pementasan dilakukan secara sederhana.

 

Contoh Teater Tradisional

Contoh dari teater tradisional meliputi banyak hal antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Wayang Kulit,
  2. Kethek Ogleng,
  3. Dagelan,
  4. Lenong dan Topeng Blanteik dari Betawi,
  5. Scandul dari Jawa Tengah,
  6. Wayang Suket,
  7. Wayang Orang,
  8. Banjet,
  9. Reog,
  10. Longser,
  11. Topeng Cirebon,
  12. Angklung Badut,
  13. Reog Ponorogo,
  14. Ludruk dari Jawa Timur, ketoprak,
  15. Wayang Golek dari Jawa Barat

 

2. Teater Modern

seni teater

Secara umum pengertian dari teater non tradisional atau teater modern adalah penyampaian dalam cerita kata yang menurut naskah beserta ilmunya berasal dari dunia Barat, bahan yang digunakan juga berasal dari kejadian-kejadian yang biasa dialami oleh kehidupan sehari-hari atau karya sastra.

 

Ciri Ciri Teater Modern

Dinamakan dengan ciri-ciri pantun yang berhubungan dengan karakteristik, teknik, bahasa, tema, bahkan sampai pada isi cerita dan lain sebagainya. Berikut ini adalah ciri-ciri dari teater modern antara lain sebagai berikut:

  • Teater modern di Katolik teknik dari hukum dramatologi.
  • Secara teknik, teater non tradisional atau teater modern memiliki sumber yang berasal dari konsep teater Barat.
  • Teater non tradisional atau teater modern bertolak dari hasil karya sastra.
  • Pertunjukan teater non tradisional atau teater modern berada di tempat khusus yaitu bangunan yang memisahkan antara panggung pemain dan penonton.
  • Bahasa yang digunakan untuk dialog biasanya menggunakan bahasa Melayu pasar, atau bahasa Indonesia.
  • Unsur cerita modern berkaitan dengan peristiwa saat ini.
  • Ungkapan bentuk teater modern setelah menggunakan idiom-idiom modern (adanya intermezzo, Sutradara, lagu-lagu, dan kemudian ditambah dengan peralatan yang modern seperti piano dan lain sebagainya).
  • Terdapat pegangan cerita yang tertulis di dalam naskah teater.

 

Contoh Teater Modern

Berbagai contoh dari seni teater non tradisional atau teater modern diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Drama Musikal
  2. Opera
  3. Kabaret
  4. Sinetron
  5. Film

 

 

Jenis Teater Berdasarkan Penyampaian Cerita

  • Teater improvisasi (teater yang dipertunjukkan tanpa menggunakan naskah)
  • Teater menggunakan naskah

 

 

Teater Berdasarkan Bentuk Pertunjukannya

Kali ini kita membahas tentang teater berdasarkan bentuk pertunjukannya. Simak baik baik berikut ini ya.

 

Teater Tutur

Teater tutur adalah kegiatan yang dapat dikategorikan sebagai bahwa teater tutur berhubungan dengan adanya aktivitas yang bercerita secara tunggal (monolog), contohnya yaitu seperti membaca puisi, mendongeng, deklamasi, atau stand up comedy.

Contoh dari jenis teater tutur yang bersumber dari nilai-nilai lokal antara lain yaitu: macapat, kentrung, bakaba, dan P.M. Toh, yang mana contoh tersebut seringkali berhubungan dengan cerita rakyat (folklor).

 

Teater Boneka

Pengertian dari teater boneka adalah kegiatan seni teater yang menggunakan benda atau boneka yang mana data tersebut merupakan representasi dari suatu karakter atau tokoh yang ada di dalam cerita, contoh dari teater boneka antara lain seperti wayang kulit, wayang golek, cemen, wayang potehi, dan wayang suket.

Contoh lain dari teater boneka yang cukup populer saat ini adalah pertunjukan wayang kulit. Dalam pertunjukan wayang kulit, wayang dimainkan pada belakang layar tipis yang menggunakan sinar lampu untuk dapat menciptakan bayangan dari wayang di layar. Penonton wanita duduk di depan layar, menonton tayangan tersebut. Sedangkan untuk penonton pria duduk pada bagian belakang layar dan menonton wayang secara langsung.

Sedangkan untuk teater yang berada di luar negeri contohnya seperti pertunjukan boneka Bunraku yang berasal dari Jepang yang mampu melakukan banyak sekali gerakan sampai dibutuhkan 3 dalam sekaligus untuk dapat menggerakkannya. Tulang tersebut berpakaian hitam dan duduk persis di depan penonton. Dalam agama mengendalikan kepala dan juga lengan kanan. Sedangkan para pencerita bernyanyi dan melantunkan kisahnya.

 

Teater Gerak

Pengertian teater gerak adalah kegiatan teater yang dialognya disampaikan melalui gerakan, contohnya seperti pantomim atau tablo. Contoh dari teater gerak bersumber dari nilai-nilai lokal contohnya seperti wayang orang, randai, cerita tari kecak. Tema dari cerita dalam teater gerak adalah merupakan bagian dari cerita rakyat (folklor).

Pada teater gerak yang paling populer dan dapat bertahan hingga saat ini adalah pantomim. Pantomim adalah sebuah pertunjukan yang suami karena tidak menggunakan suara, pantomim mencoba untuk mengungkapkan ekspresinya melalui tingkah laku dan juga mimik dari para pemainnya. Makna atau pesan yang ingin disampaikan atau direalisasikan dipertunjukkan dalam bentuk gerak.

 

Teater Dramatik

Jenis teater dramatik adalah kegiatan teater yang bersumber dari naskah tertulis, contohnya seperti drama Kwek-Kwek, Romeo dan Juliet.

 

Drama Musikal

Drama musikal adalah kegiatan teater yang menggabungkan cerita, gerak, dan musik dengan menggunakan dialog yang dinyanyikan. Bentuk drama musikal adalah operate dan kabaret, contohnya seperti oparate Laskar Pelangi, overhead Bawang Merah dan Bawang Putih, Ande-Ande Lumut, Si Pitung dan lain sebagainya. Kata tradisi yang dapat dikategorikan ke dalam drama musikal adalah lenong, ketoprak, ludruk, teater kubruk, legendrian.

Cerita dalam teater Ini mengandung unsur konflik atau pertentangan di antara dua pihak dan sebagai bentuk pembelajaran karakter, pertentangan selalu diakhiri dengan kemenangan dari pihak yang baik. Pesan atau moral dari cerita didapatkan melalui dialog dari para tokoh dan juga laku cerita yang terjadi

Tokoh cerita dalam teater juga sering pula disebut sebagai karakter dan secara mendasar atau konvensional karakter dalam teater dibedakan menjadi karakter protagonis yang mana dalam karakter ini memiliki sifat yang baik dan membawa pesan kebaikan. Sedangkan untuk karakter yang selanjutnya adalah karakter antagonis adalah karakter yang memiliki sifat jahat. Dan karakter yang 3 adalah tritagonis adalah karakter yang dimunculkan dalam cerita untuk dapat membantu kelancaran dari jalan cerita.

Untuk dapat memahami karakter pada setiap pemain dapat dipelajari dari dialog dan peran dari karakter tersebut dalam cerita. Selanjutnya, karakter juga dapat dilihat dari dimensi fisik seperti tinggi badan, usia, jenis kelamin dan ciri fisik yang lain. Dari dimensi kejauhan dapat diketahui watak atau sifat karakter setiap pemain seperti baik hati, sombong, dermawan atau licik. dari sisi status sosial dapat telah diketahui apakah karakter tersebut termasuk kedalam orang yang terpandang, pegawai, pejabat atau masyarakat biasa.

 

 

Unsur Unsur Seni Teater

Unsur-unsur yang terdapat di dalam seni teater dapat dibedakan menjadi dua antara lain yaitu unsur internal teater dan unsur eksternal teater. Dimana kedua unsur tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.

 

1. Unsur Internal Teater

seni teater

Unsur internal teater adalah unsur yang menyangkut tentang bagaimana keberlangsungan dari pertunjukan atau pementasan suatu teater. Tanpa adanya unsur internal maka tidak akan ada suatu pementasan teater. Oleh karena itu, unsur internal dapat dikatakan sebagai jantung dari sebuah pertunjukan teater. Unsur internal meliputi berbagai hal seperti:

 

Naskah atau Skenario

Naskah atau skenario yang digunakan oleh para pemain teater merupakan tulisan yang berisi kisah dengan nama tokoh dan dialog yang diucapkan oleh para tokoh yang memainkan peran tersebut.

 

Pemain, Tokoh atau Pemeran

Pemain dalam pementasan teater adalah orang yang memeragakan tokoh tertentu pada suatu film atau sinetron yang biasa disebut sebagai aktris atau aktor. Terdapat beberapa macam peran yang dimainkan oleh para aktris atau aktor, antara lain sebagai peran utama yang merupakan peran sebagai pusat perhatian dari para penonton di dalam suatu kisah. Yang kedua adalah peran pembantu peran pembantu ini berfungsi sebagai peran yang tidak menjadi pusat perhatian. Sedangkan yang ketiga adalah peran tambahan atau figuran yaitu peran yang diciptakan untuk dapat memperkuat gambar suasana.

 

Properti

Properti adalah sebuah perlengkapan atau alat yang diperlukan dalam suatu pertunjukan drama atau film. Contoh dari property meliputi banyak hal antara lain: kursi, meja, dekorasi, hiasan ruang dan lain sebagainya.

 

Penataan

Pernyataan adalah semua pekerjaan yang berhubungan dengan sesuatu hal yang berfungsi untuk mendukung berjalannya suatu pementasan teater atau drama antara lain seperti:

  • Tata rias, tata rias adalah cara mendandani pemain dalam memerankan suatu tokoh teater agar lebih meyakinkan.
  • Tata busana, tata busana adalah pengaturan setiap pakaian yang digunakan oleh para pemain untuk dapat mendukung keadaan pada saat berlangsungnya pertunjukan. Pakaian untuk bekerja dan pakaian yang digunakan sehari-hari.
  • Tata lampu, tata lampu adalah pencahayaan yang digunakan di dalam panggung pada saat pertunjukan.
  • Tata suara, tata suara adalah pengaturan pengeras suara.

 

Sutradara

Sutradara adalah orang yang memimpin serta mengatur jalannya sebuah teknik pembuatan atau pementasan dalam sebuah teater, drama, film, sinetron.

 

Unsur Eksternal Teater

seni teater

Unsur eksternal teater adalah unsur yang berfungsi untuk mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan berbagai hal yang dibutuhkan dalam sebuah pertunjukan. Unsur eksternal meliputi antara lain yaitu:

 

Staf Produksi

Staf produksi adalah sekelompok tim atau perorangan yang berkenaan dengan pimpinan produksi sampai semua bagian yang ada dibawahnya. Terdapat tugas dari staf produksi antara lain adalah sebagai berikut:

  • Memimpin atau sebagai produsen dalam produksi.
  • Menetapkan personal atau petugas, fasilitas, anggaran biaya, program kerja dan lain sebagainya.
  • Mengurus semua hal yang berkaitan dengan produksi.

 

Sutradara atau Director

  • Koordinator dari semua pelaksanaan yang menyangkut pertunjukan.
  • Menyiapkan make up dan juga setting semua hal yang dipegang oleh bagian desainer beserta crew.
  • Pembawa sekaligus pengarah jalannya suatu naskah.
  • Mencari dan menyiapkan aktris dan aktor.

 

Stage Manager

  • Membantu sutradara
  • Pemimpin dan juga penanggung jawab panggung pertunjukan.

 

Desainer

Seorang desainer yang bertugas untuk menyiapkan semua aspek visual yang menyangkut setting tempat atau suasana, misalnya seperti properti atau perlengkapan pementasan, tata lampu, kostum dan pencahayaan serta perlengkapan lain yang diperlukan saat pertunjukan.

 

Crew

Crew adalah pemegang divisi dari setiap sub yang dipegang pada bagian desainer, antara lain yaitu:

  • Bagian pementasan atau tempat pertunjukan
  • Bagian perlengkapan serta tata musik
  • Bagian tata lampu atau lighting

Baca Juga: Pengertian Apresiasi Seni Rupa.

 

Fungsi Seni Teater

Teater juga dapat berfungsi sebagai penunjang dalam kehidupan antara lain adalah sebagai berikut.

 

Teater Sebagai Sarana Upacara

Pada awal kehadirannya, fungsi teater dapat dijadikan sebagai sarana upacara persembahan dari dewa Dyonesos dan juga upacara pesta untuk dewa Apollo. Baterai yang berfungsi sebagai kepentingan dari upacara tidak membutuhkan penonton, Facebook dikarenakan penontonnya adalah bagian dari upacara itu sendiri. Di Indonesia sendiri ada di teater yang dijadikan sebagai sarana upacara dikenal dengan istilah teater tradisional.

 

Teater Sebagai Media Ekspresi

Teater adalah salah satu bentuk seni yang memiliki fokus utama pada pelaku dan dialog. Berbeda dengan seni musik Yang mana masing-masing lebih mengedepankan aspek suara dan juga seni tari yang menekankan pada keselarasan gerak dan Irama. Dalam prakteknya, seniman teater akan mensekresikan seninya kedalam bentuk gerakan tubuh dan juga ucapan.

 

Teater Sebagai Media Hiburan

Peranan yang digunakan sebagai sarana hiburan, sebelum pertunjukan teater mulai maka harus dipersiapkan dengan segala usaha yang dilakukan secara maksimal. Sehingga pertunjukan tersebut diharamkan dapat menghibur penonton dengan pertunjukan yang digelar.

 

Teater Sebagai Media Pendidikan

Teater adalah seni kolektif, bagaimana memiliki arti bahwa tidak dikerjakan secara individu atau perorangan. Seni teater dikerjakan untuk mewujudkan kerja tim yang harmonis. Apabila suatu teater dipentaskan maka diharapkan pesan yang ingin disampaikan dari penulis melalui pemain akan dapat tersampaikan kepada para penonton. Melalui pertunjukan biasanya manusia akan lebih mudah mengerti dan memahami mana yang baik dan mana yang buruk dibandingkan dengan hanya membaca sebuah buku atau kisah.

 

 

Penulisan Naskah

Penulisan sebuah naskah untuk anak-anak biasanya mengambil tema yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari seperti cerita tentang dunia sekolah, dongeng, cerita petualangan khas anak, cerita binatang, dan lain sebagainya. Yang dimana naskah tersebut tidak dibuat terlalu panjang, sehingga pada saat dipertunjukkan hanya memakan waktu sekitar 15 sampai 20 menit saja. Hal tersebut disesuaikan dengan kemampuan anak dalam berolah akting dan juga menghafal naskah. Dialog dalam naskah tersebut juga dibuat berdasarkan logika dan menggunakan bahasa yang sederhana serta kalimat yang pendek agar mudah dihafal dan dihayati oleh anak-anak.

 

 

Pengertian Seni Peran

Pengertian seni peran dalam teater mencangkup antara lain yaitu konsentrasi, latihan membaca, penguasaan sarana ekspresi, perwatakan dan teknik bermain.

 

Konsentrasi

Konsentrasi adalah suatu kesanggupan untuk dapat memusatkan suatu kekuatan rohani dan juga pikiran dalam sebuah fokus sasaran yang tepat. Pengertian konsentrasi bukan berarti yaitu mengosongkan pikiran, akan tetapi juga memusatkan pikiran (Rendra, 1985). Kemampuan untuk dapat berkonsentrasi pada anak-anak tidak tumbuh secara sendirinya, namun harus dilatih secara terus-menerus. Dasar dari latihan konsentrasi adalah dapat menguasai diri sendiri. Latihan konsentrasi dapat mencangkup konsentrasi pendengaran, penglihatan dan penciuman yang mana hal tersebut harus dilakukan secara ringkas agar anak-anak tidak mengalami ketegangan.

 

Latihan membaca

Latihan membaca bertujuan supaya anak-anak menjadi terampil dalam membaca, menangkap makna bacaan serta dapat mengkomunikasikan Makna tersebut kepada orang lain. Dalam hal ini apa sih and membaca menjadi syarat utama yang harus dikuasai oleh anak-anak. Dimana anak-anak diminta untuk dapat memahami isi dari bacaan cerita anak-anak, dongeng yang menari dan lain sebagainya.

Setelah membaca anak-anak diminta untuk menceritakan kembali alur dari cerita dan juga karakter karakter tokoh. latihan membaca pada hakekatnya digunakan hanya sebagai latihan dasar bagi anak-anak untuk dapat menyampaikan pikirannya secara jelas. Kepentingan praktis lainnya adalah untuk dapat belajar mengucapkan dialog dalam permainan drama.

 

Penguasaan Sarana Ekspresi

Media sarana ekspresi bagi seorang pemain drama adalah tubuh, suara dan Sukma (Rendra, 1985). melawan tubuh pada anak-anak ditekankan pada aspek koordinasi dalam melakukan akting. Koordinasi tersebut terkait dengan penciptaan gerak yang sesuai dengan kebutuhan pementasan. Anak-anak ditunjukkan dengan sikap tubuh yang baik saat berada di dalam pentas.

Pembahasan soal ekskresi merupakan keterampilan untuk bermain dalam menggunakan peralatan-peralatan ekspresinya (tubuh, vokal dan Sukma). Salah satu teknik permainan yang dapat ditempuh adalah dengan memberikan ASI pada pengucapan pengucapan dialog yaitu dengan menekankan makna yang terkandung di dalamnya. Seindah apapun dialog dalam drama tidak akan dapat hidup Apabila diucapkan dengan ekspresi yang datar. Pada latihan anak-anak di tunjukkan bahwa cara pengucapan berbeda akan melahirkan makna yang berbeda pula.

Aturan bermain diperlukan pula teknik untuk dapat mengembangkan agar pertunjukan tidak monoton. Anak-anak dilatih untuk dapat mengenali suasana yang ada pada setiap adegan seperti suasana gembira, sedih, dan lain sebagainya. pada saat anak-anak telah mengenali suasana dari setiap adegan maka mereka harus dilatih untuk dapat menciptakan suasana dengan melalui berbagai cara seperti gerakan, dialog, pemanfaatan ilustrasi musik, efek suara, pencahayaan dan lain sebagainya.

 

 

Sarana Ekspresi

Sarana ekspresi mencakup olah tubuh olah suara dan olah rasa. Yang mana hal itu akan dijelaskan seperti berikut ini.

 

Olah Rasa

Dalam latihan olah rasa atau Sukma penekanannya pada faktor emosi. Anak-anak dibimbing untuk dapat menumbuhkan emosi sesuai dengan tuntutan peran. Apabila anak-anak sifat mampu menumbuhkan emosi maka anak-anak dirangsang untuk mengembangkan emosi sesuai dengan takaran peran. pada pihak lain Anda juga dilatih untuk dapat mengendalikan emosi, agar kelak dapat mengontrol perkembangan emosi yang berlebih. Pada saat anak-anak terlatih mengelola emosi maka kehidupan yang akan menjadi terkontrol dengan lebih baik. Oleh karena itu pengelolaan emosi pada anak perlu mendapatkan latihan yang besar.

 

 

Proses Pementasan

Sekalipun telah dimiliki kemampuan pemain dalam teater berkat dari latihan yang diberikan oleh seorang instruktur atau pendamping z akan tetapi dalam sebuah pementasan teater tentunya para pelaku tidak dapat bekerja sendiri. Mereka harus didampingi oleh seorang sutradara.

Tahap proses pementasan mencakup persiapan pementasan. Kali ini seorang instruktur atau pendamping dan para pemain harus memahami serta menghafal berbaris kalimat dalam dialognya sehingga kita dapat berjalan secara menyeluruh. Dalam proses pementasan ini mulai dibentuk pula kepanitiaan pentas. Yang kemudian tahap dari proses pementasan adalah seperti berikut ini.

 

Kepanitiaan Pentas

Panitia yang dibentuk untuk dapat mengatur penyelenggaraan pementasan. Pementasan di sini tidak harus dilakukan di atas panggung, akan tetapi dapat diselenggarakan pula di dalam kelas dengan penonton teman-teman sekolah sendiri. Tugas dari panitia adalah mengatur jalannya pementasan mulai dari penonton datang sampai pada saat pertunjukan tersebut selesai di mana ada yang bertindak sebagai penerima tamu, pembawa acara, dan lain sebagainya.

 

Gladi Bersih

Gladi bersih adalah latihan secara keseluruhan dan lengkap sebagai modal dari pantas yang sesungguhnya dimana kerja panitia juga sudah dimulai. Akan tetapi sebelum melakukan gladi bersih, latihan secara menyeluruh dari awal sampai akhir cerita dari para pemain sudah benar-benar siap.

 

Pentas

Pentas dapat diselenggarakan dimana saja dengan ketersediaan adanya sarana dan prasarana, pementasan tidak harus dilakukan di gedung pertunjukan. inti dari adanya penyelenggaraan pentas adalah sebagai wujud kerja dari para pemain dan panitia setelah kerjasama di antara mereka.

 

Evaluasi

Evaluasi dilakukan untuk dapat memberikan penilaian atas pentas yang sudah dilakukan. evaluasi lebih bersih pastilah refleksi sehingga semua yang terlibat menyadari kekurangan dan mau untuk memperbaikinya agar lebih baik pada kegiatan yang akan datang.

 

Demikian penjelasan mengenai pengertian seni teater, sejarah seni teater, unsur seni teater, jenis seni teater, penjelasan lain mengenai seni teater. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan serta pengetahuan bagi kamu.

Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight