√ Sholat Jenazah: Bacaan Doa, Niat, Tata Cara Sholat Jenazah (Lengkap)

Sholat Jenazah: Bacaan Doa, Niat, Tata Cara Sholat Jenazah

Sholat Jenazah: Bacaan Doa, Niat, Tata Cara Sholat Jenazah

Doa Sholat Jenazah – Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tentang sholat jenazah, niat  sholat jenazah, doa sholat jenazah, dan juga tata cara sholat jenazah. Setiap makhluk yang hidup pasti akan mati, dan setiap manusia yang bernyawa pasti akan kembali ke hadapan Allah SWT. Karena sesungguhnya hidup di dunia hanya sementara, hidup kekal ialah di akhirat nanti.

 

Pengertian Sholat Jenazah

Untuk setiap umat islam ketika ada saudara yang meninggal dunia mereka berkewajiban untuk mengurus jenazahnya. Hukum mengurus seorang jenazah adalah fardhu kifayah.  Arti dari Hukum Fardhu Kifayah adalah bila diantara mereka umat islam ada yang mengurus dengan baik, Dari memandikan, mensholatkan, dan juga sampai menguburnya. Untuk umat islam yang tidak ikut dan tidak berkewajiban mereka tidak berdosa.

Tetapi apabila diantara mereka tidak ada sama sekali yang mengurus jenazah yang meninggal, maka seluruh dari mereka semua mendapatkan dosa. Dan bagi keluarga yang ditinggal jangan ratapi kematiannya, Boleh menangis namun hanya sebagai belasungkawa terhadap hati yang memperoleh pukulan, Tetapi jangan sampai sedih berkepanjangan dan kalian harus mengikhlaskan.

Rasulullah bersabda :

“Segerakanlah mengubur jenazah, apabila dia orang baik berarti kamu mempercepat mengantar dia kepada kebaikan. Apabila dia orang jahat berarti kamu sama dengan menyingkirkan bencana kepada dirimu.” (HR.Muslim).

 

Keutamaan Sholat Jenazah

Rasullah bersabda :

مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ وَلَمْ يَتْبَعْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ فَإِنْ تَبِعَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ. قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ

“Barang siapa menshalatkan jenazah dan tidak mengiringinya (ke pemakaman), ia akan memperoleh pahala sebesar satu qirath. Jika dia juga mengiringinya (hingga pemakamannya), ia akan memperoleh dua qirath.”

Ditanyakan, “ Apa itu dua qairath?” lalu kemudian beliau menjawab, “ Yang terkecil di antaranya semisal Gunung Uhud”. (HR. Muslim)

Dari hadist diatas dapat kita pahami jika sholat jenazah memiliki keutamaan yang luar biasa. Jika ada yang mengurus jenzah mulai dari ia memandikannya, mengkafani, mensholati, hingga menguburnya dengan layak, maka akdan mendapatkan pahala sebesar 2 qirath. 2 qirath adalah sekitar sebesar gunung uhud. Memang sangat luar biasa bagi para kalian yang mengurus saudara jenazah kaum muslim.

 

Menunggu Orang Sakaratul Maut

Rasullah bersabda :

لقنوا موتاكم لااله الا الله

Artinya :

“ Tuntunlah orang yang akan meninggal dunia untuk mengucapkan kalian laa ilaha illaallah”. ( HR. Muslim).

Tuntulah dia dengan kalimat-kalimat yang baik, yaitu dengan kalimat tauhid (Laailaa ha ilallah) atau syahadat. Tuntunlah dia dengan lirih tepat ditelinganya sampai lidahnya menirukan. Misal ucapkan Lafadz “Laailla ha illallah”, lirihkan ditelinga orang yang sedang sakaratul maut. Perlu berhati-hati, lafalkan saja kalimat Allah. Laa ilaa artinya tidak ada Tuhan, Maka perbanyak lafadz jalalah dilirihkan di telinganya. Apabila nyawanya sudah dicabut oleh malaikat.

 

Rasulullah bersabda :

“Tidakkah kamu lihat apabila manusia mati, matanya terbelalak ke atas! “ mereka menjawab , “Ya, kami melihatnya ya Rasulullah! “Rasulullah melanjutkan sabdanya, “Hal itu terjadi karena penglihatannya mengikuti ruh ketika sedang pergi.” (HR.Muslim, dari Abu Hurrairah ra.)

Doakan Jenazah dengan doa yang sebagus-bagusnya.

 

Kewajiban Terhadap Jenazah

Seseorang memiliki 4 kewajiban terhadap jenazah orang yang sudah meninggalkan :

  • Memandikannya
  • Mengkhafani
  • Mensholati
  • Menguburnya dengan layak.

 

Kewajiban ke-1 : Memandikan Jenazah

Pertama seseorang harus membersihkan kotoran-kotoran di badan jenazah, termasuk juga najis-najis yang terdapat pada tubuh jenazah, Mbersihkan Lubang-lubang termasuk lubang hidung da juga lubang yang lainnya.

Selanjutnya memberikan wudhu pada anggota badannya.  Meratakan air keseluruh tubuh tiga sampai lima kali. Siraman yang pertama lebih baik menggunakan air yang di campur dengan sabun dan untuk yang kedua meggunakan air bersih untuk yang ketiga (terakhir) menggunakan air yang dicampur dengan kaput barus.

Untuk jenazah laki-laki dimandikan oleh kaum laki-laki serta sebaliknya untuk jenazah perempuan dimandikan oleh kaum perempuan. Kemudian jika sudah dimandikan dan siap untuk dikafani, apabila si jenazah memiliki rambut yang panjang lebih praktisnya rambut itu disanggul atau dikepang.

 

Kewajiban ke-2 : Mengkafani Jenazah

Rasulullah Bersabda:

“Dari Abu Salamah ra. dia berkata dan bertanya kepada Aisyah istri Rasulullah, “Berapa lapiskah kafan Rasulullah ya Aisyah?” Aisyah menjawab “Tiga lapis kain katun (putih).” (HR.Muslim).

Kain kafan untuk jenazah laki-laki sebanyak tiga lapis sedangkan untuk perempuan sebanyak dua lapis. Apabila dua-duanya didalam tubuh ada pakaian lain semisal adalah kain sarung atau kain jarik maka kain sarung dan kain jarik tersebut akan termasuk hitungan tiga kali atau dua lapis.

Cara mengkafani jenazah dengan baik yaitu kain kafan diletakan di tempat yang baik kemudian letakan jenazah pada atasnya, lalu kafan tersebut ditelungkupkan ke atas untuk menyelubungi atau membungkus badan jenazah.

 

Kewajiban ke-3 : Mensholatkan Jenazah

Jika menurut kitab Tanwiul qulub apabila jenazahnya adalah seorang laki-laki, maka ketika pada saat disholatkan posisi kepala berada di selatan, dan untuk jenazah perempuan posisi kepala disebelah utara. Untuk jenazah Laki-laki posisi imam berdiri tepat kea rah kepala jenazah sedangkan untuk jenazah perempuan posisi imam berdiri mengarah ke pinggang jenazah, Jadi jika jenazah perempuan kepalanya ada di sebelah kanan imam.

Sholat Jenazah tidak dengan rukuk atau sujud hanya berdiri dengan melakukan 4 takbir. Apabila mensholatkan jenazah pada daerah kuburan yang mungkin saja tanah dibawahnya tidak suci, maka jika memakai sandal sebaiknya jangan sampai dipakai atau denbgan kata lain hanya berdiri diatas sandal tanpa memakainya.

Jika sandal tersebut masih dipakai hukumnya tetap sebagai sandal namun jika sandal tersebut dilepas dan ditumpangi atasnya hukumnya telah berubah menjadi tempat sholat.

 

Kewajiban Yang Ke-4 : Menguburkan Jenazah

Untuk Kewajiban yang ke-4 adalah menguburkan Jenazah dengan secepatnya. Untuk ptoses menguburkan Jenazah bukan hanya dimasukan kemudian ditimbun dengan tangah, namun memiliki beberapa peraturan pelaksanaan penguburan jenazah yang diterapkan dalam ajaran Agama Islam.  Ada beberapa perilaku yg khusus dan juga doa-doa yang harus dibaca.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran suarg Al-Isra ayat 70

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ

Yang Artinya :

“Dan sungguh telah Kami muliakan anak keturunan Adam.” (QS. Al-Isra ayat 70)

Langkah-Langkah Menguburkan Jenazah Sesuai dengan syariat Islam:

 

  • Pertama, Jenazah dikuburkan didalam sebuah lubang yang dalamnya setinggi orang dewasa berdiri, dengan lebar seukuran satu dzira lebih satu jengkal.
  • Kedua, Ketika menaruh Jenazah ke lubang kubur wajib untuk memiringkan tubuh jenazah ke sebelah kanan dan menghadapkannya ke arah Kiblat..
  • Ketiga, Melepas tali ikatannya dimulai dari kepala setelah jenazah diletakan dalam lubang kubur.
  • Keempat, yaitu menutup lubang kubur dan memberikan batu nisan untuk tanda pengenal agar mudah dikenali dimana letak jenazah.

 

Niat Sholat Jenazah

Hampir sama seperti sholat lainnya yaitu pertama diawali dengan membaca niat dalam hati dan lirih. Tetapi untuk bacaan niat sholat jenazah laki laki dan perempuan berbeda. Berikut adalah niatnya :

 

Bacaan Niat Sholat Jenazah Laki-Laki :

niat sholat jenazah laki laki

صَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Ushalli’alaahadzal mayyiti arba’a takbiraatin fardlal kifaayati ma’muuman lillahit ta’aala”

Artinya:

“Aku niat sholat atas mayit ini dengan empat takbir fardlu kirayah, sebagai makmum karena Allah taala.”

 

Bacaan Niat Sholat Jenazah Perempuan :

niat sholat jenazah perempuan

صَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Ushollii ‘alaa haadzihill mayyitati arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa”

Artinya :

“Aku niat sholat atas mayit ini dengan empat takbir fardlu kirayah, sebagai makmum karena Allah taala.”

 

Syarat Sholat Jenazah

Syarat sholat Jenazah ialah :

  • Orang yang melakukan sholat jenazah adalah seorang Muslim
  • Dalam keadan yang suci dari hadast kecil ataupun hadast besar.
  • Menutup auratnya, sama seperti melaksanakan sholat yang lainnya.
  • Mneghadap Kiblat.
  • Jenazah yang disholati ialah seorang muslim ( beragama Islam)
  • Jenazah yang akan disholati dalam keadaan yang bersih atau sudah dimandikan.

 

Dan untuk membungkus jenazah menggunakan kain kafan tidak termasuk dalam syarat sholat jenazah.  Oleh karena itu bisa melakukan sholat jenazah kepada jenazah yang telah dimandikan walau belum dikafani.

 

Rukun Sholat Jenazah

Ada 7 Rukun Jenazah, yaitu :

  • Niat
  • Takbir sebanyak empat kali
  • Berdiri untuk yang kuasa
  • Membaca Al-fatihah
  • Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad setelah takbir ke-dua
  • Doa terhadap jenazah setelah takbir yang ke-tiga
  • Salam

 

 

Tata Cara Sholat Jenazah

Untuk selanjutnya kita perli mengetahui cara sholat jenazah, berlaku untuk tata cara sholat jenazah perempuan dan laki laki.

 

1. Berdiri dengan tegak dan Membaca Niat lalu Takbiratul ikhram dilanjutkan membaca Surat Al-Fatihah

Hampir sama dengan sholat-sholat yang lain. Setiap akan memulai melakukan sholat maka diawali dengan berdiri tegak dan membaca niat sholat Jenazah, dan membaca niat sesuai dengan jenazahnya lelaki atau perempuan. Setelah membaca niat didalam hati kemudian takbiratul ihram yang didalam geraknya niat untuk yang diatas.

Lalu tangan di sedekapan pada atas pusar, dan selanjutnya membaca Al-Fatihah tanpa menambahi dengan surat-surat yang lain. Semua didalam takbir pertama termasuk niat yang diucapka di pertama tadi.

 

2. Takbir Kedua Kemudian Membaca Sholawat

Melakuka takbir kedua dengan mengangkat tangan setinggi telinga atau sejajar dengan bahu lalu tanagn kembali disedekapkan diatas pusar. Selanjutnya membaca Shalawat Nabi Muhammad. Bisa membaca sholawat Nabi yang pendek dan bisa juga membaca sholawat Nabi yang panjang, Contohnya shalawat nabi yang umum berikut :

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 “Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.”

Artinya :

“Ya Allah, anugerahkan shalawat kepda Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada Nabi Ibrahim.Berikanlah keberkahan kpada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi kepada keluarga Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di dalam alam inilah Engaku Tuhan yang Maha Terpuji dan Maha Mulya.”

 

3. Takbir Ketiga Membaca Doa Untuk Jenazah

Takbir ketiga adalah mendoakan untuk jenazah dengan membaca Doa Sholat Jenazah sebagai berikut.

Doa Sholat Jenazah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

“Allahummaghfirlahu wahamhu wa’aafihi wa’fu anhu, wa akrim nuzulahu wawassi’ madkhalahu wa aghsilhu minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubulabyadlu minad danas. Wa abdilhu daaraan khairam mind daarihi wa ahlan khairam min ahlihi wa ad khilhul jannata waaidzhu min ‘adsaabil qabri wa min ‘adsaabin naar.”

Arti Dari bacaan Sholat Jenazah:

“Ya Allah, ampunilah din, belas kasihanilah dia, hapuskanlah dan ampinulah dosa-dosanya, mulyakan tempatnya (ialah surga) dan luaskanlah kuburannya. Basuhkanlah kesalahan-kesalahannya sampai bersih sebagaimana bersihnya kain putih dari kotoran.”

“Gantikanlah rumah lebih baik daripada rumahnya yang dulu, keluarganya lebih baik daripada keluarganya yang dulit dan masukanlah ia ke dalam surga dan jauhkanlah ia dari siksa kubur dan siksa api neraka.”

Dan apabila jenazahnya adalah seorang perempuan maka cukup menggantinya dengan lafadz “hu” diganti menjadi “ha”. Contohnya adalah seperti berikut :

“Allaahummagh firlahu war hamhu wa’aafihu wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu

Diganti Menjadi Seperti ini :

“Allaahummagh firlaha war hamha wa’aafiha wa’fu ‘anha wa akrim nuzulaha

 

4. Takbir Keempat berdoa Untuk Jenazah Lagi

Ketika kalian sudah melakukan takbir ke-empat, Lalu kalian membaca doa Jenazah Lagi. Sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

“Allahumma laa tahrrimna aj-rahu walaa taftinnaa ba’dahu wagh firlanaa walahu”

Artinya Adalah :

“Ya Allah, janganlah engkau menutup-nutupi pahala mayit ini kepada kami dan janganlah diberikan fitnah kepada kami setelah kami meninggalkan mayit tersebut, ampunilah kami dan ampunilah dia.”

 

Seperti yang sudah dikatakan, jika jenazahnya seorang perempuan maka  “hu” digantikan menjadi “ha”. Contohnya ialah berikut :

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

“Allahumma laa tahrrimna aj-raha walaa taftinnaa ba’daha wagh firlanaa walaha”

 

Doa Jenazah Anak-anak yang belum Baligh :

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا وَذُخْرًا لِوَالِدَيْهِ، وَشَفِيْعًا مُجَابًا. اَللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِيْنَهُمَا وَأَعْظِمْ بِهِ أُجُوْرَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَاجْعَلْهُ فِيْ كَفَالَةِ إِبْرَاهِيْمَ، وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيْمِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَسْلاَفِنَا، وَأَفْرَاطِنَا وَمَنْ سَبَقَنَا بِاْلإِيْمَانِ

“Allaahummaj ‘alhu farothon wa dzukhron liwaalidaihi, wa syafii’an mujaaban. Allaahumma tsaqqil bihi mawaaziinahumaa wa a’zhim bihi ujuurohumaa, wa alhiqhu bishoolihil mu’miniin, waj ‘alhu fii kafaalati ibroohiim, wa qihi birohmatika ‘adzaabal jahiim, wa abdilhu daaron khoiron min daarihi, wa ahlan khoiron min ahlihi. Allaahummaghfir li-aslaafinaa, wa afroothinaa wa man sabaqonaa bil iimaan.”

Arti Dari Doa Jenazah Anak-anak yang belum Baligh:

“Ya Allah, jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala yang didahulukan, simpanan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafaat yang dikabulkan doanya. Ya Allah, dengan musibah ini, beratkanlah timbangan perbuatan mereka dan berilah pahala yang agung.”

“Anak ini kumpulkan dengan orang-orang yang shalih dan jadikanlah dia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah dia dengan rahmatMu dari siksaan Neraka Jahim. Berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia). Ya Allah, ampunilah pendahulu-pendahulu kami, anak-anak kami, dan orang-orang yang mendahului kami dalam keimanan.”

 

5. Mengucapkan Salam

Kemudian setelah selesai membaca doa sholat jenazah pada takbir keempat, selanjutnya adalah mengucapkan salam sambil menoleh kekanan dan kekiri dan membaca salam.

Bacaan Salam :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

“Assalaamu’alaikum warahmatullah wa barakaatuh”

Artinya adalah :

“Salam sejahtera untuk semua, rahmat Allah dan Barokah Allah juga untuk kamu semua.”

 

6. Doa Selesai Sholat Jenazah

Selelum berdoa biasanya imam akan memimpin untuk memberikan doa kepada Jenazah, Membaca Al-Fatihah kemudian kalian berdoa dan makmum meng-Aminkan doa dari sang Imam.

Doa setelah Sholat Jenazah :

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُمَّ صَلِّى عَلٰى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ. اَللّٰهُمَّ بِحَقِّ الْفَتِحَةِ.اِعْتِقْ رِقَابَنَاوَرِقَابَ هٰذَاالْمَيِّتِ (هٰذِهِ الْمَيِّتَتِ) مِنَ النَّارِ٣× اَللّٰهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَعَلٰى هٰذَالْمَيِّتِ (هٰذِهِ الْمَيِّتَتِ) وَاجْعَلْ قَبْرَهٗ(هَا)رَوْضَةًمِنَ الْجَنَّةِ.وَلاَتَجْعَلْهُ لَهٗ (لَهَا) حُفْرَةًمِنَ النِّيْرَانِ.وَصَلَّى اللّٰهُ عَلٰى خَيْرِخَلْقِهٖ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَاٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ اَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُلِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Bismillaahirrahmaanirrahiim, Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa’alaa aali sayyidinaa Muhammadin.”

“Allaahumma bihaqqil fatihati i’tiq riqaa banaa wariqaaba haadzal mayyiti (haadzihil mayyitati) waj’al qabrahuu (haa) roudhotan minal jannati. Walaa taj’alhu lahuu (lahaa) hufratan minanniiraani. Washollallaahu ‘alaa khoiri kholqihi sayyidinaa Muhammadin wa aalihii washohbihii ajma’iina walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiina.”

Arti dari Doa Sholat Jenazah Adalah :

“Ya Allah, curahkanlah rahmat atas junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. Oh Allah, dengan berkahnya surat Al Fatihah, bebaskanlah dosa kami dan dosa mayat ini dari siksaan api neraka (3 kali).”

“Ya Allah, curahkanlah rahmat dan berilah ampunan kepada mayat ini. Dan jadikanlah tempat kuburnya taman nyaman dari surga dan janganlah Engkau menjadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Semoga Allah memberi rahmat kepada semulia-mulia makhluk-Nya yaitu junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya sekalian. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.”

 

Sholat Jenazah Ghaib

Sholat Ghaib adalah melakukan sholat namun jenazah yang kematiannya telah berlalu, hal ini di Sholati walaupun Jenazah tidak berada di hadapan mereka. Walaupun Jenazah yang kematiannya telah berlalu atau meninggal dihari itu namun Jenazahnya tidak berada di depan yang melaksanakan sholat, Hal tersebut bisa dibilang sholat Ghaib.

Biasanya para umat muslim mengerjakan sholat jenazah ini kepada jenazah yang terkenal pada masanya atau seorang pemimpin yang bijaksana, dan kematiannya itu ditempat yang sngat jauh maka seseorang juga bisa melaksanakan dirumah yaitu dengan sholat Ghaib.

Sama  dengan Rasullah ketika Raja Habsyah meninggal dunia. Rasullah lantas mengumunkan kepada orang banyaj atas Meninggalnya raja tersebut. Dan setelah itu mereka semua pegi ke Masjid untuk menunaikan sholat  Jenazah atas Raja Habsyah. Pada saat itu Jenazah Raja Habsyah tidak ada di depan mereka sehingga keadaan ini yang disebut Sholat Ghaib.

 

Tata Cara Sholat Ghaib

Tata cara sholat Ghaib hamper sama dengan cara sholat jenazah pada umumnya . hanya saja berbeda dari segi Niat.

 

Doa Niat Sholat Ghaib :

أُصَلِّى عَلَى اْلمَيِّتِ (اْلمَيِّتَةِ) اْلغَائبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ اْلكِفَايَةِ لِلّهِ تَعَالى

“Ushalli ‘alaa mayyiti (sebut nama mayit) al ghaaibi arba’a takbiiraatin fardlu kifaayati lillaahi ta’aala.”

Arti dari Doa Niat Sholat Ghaib :

“Aku niat shalat kepada mayit….(sebut nama mayit) yang ghaib dengan empat takbir fardlu kifayah karena Allah ta’aala.”

Untuk doa setelah salam atau dosa setelah sholat Ghaib menggunakan doa-doa yang sama seperti diatas tadi.

 

Tata Cara Mengurus Bayi yang Meninggal

Ketika bayi yang baru lahir dan kemudian Meninggal dunia, biasanya kelahirannya sebelum 6 bulan kandungan. Ketika bayi 6 wulan jelas sudah bernyawa akan tetapi didalam dirinya meiliki kekurangan, sehingga dapat menyebabkan meninggal tetapi ada juga yang bisa hidup.

Ketika mengurus bayi yang meninggal seperti ini ada ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan, sebab bayi meninggal akan diurus dengan tata cara kewajiban muslim kepada jenazah.

Ketentuan-ketenuan Yang harus diperhatikan ketika mengurus bayi yang meninggal :

  • Apabila ketika seorang bayi yang lahir nemun bayi sempat menjerit dan kemudian meninggal dunia, jadi hukumnya seperti anak yang meninggal dan harus dimandikan, dikafani, di sholati serta juga di kubur.
  • Ketika bayi lahir tanpa menjerit dan langsung meninggal, namun bentuk dari tubuhnya sudah sempurna. Kalian hanya perlu untuk memandikan, mengkafani lalu menguburnya.
  • Untuk bayi yang lahir tanpa menjerit dan lansung meninggal dan bentuk tubuhnya belum sempurna kalian hanya berkewajiban menguburnya saja.

 

Nah, berikut adalah beberapa informasi tentang Mengurus Jenazah dan lain sebagainya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kalian. Dan jika ada salah bahasa atau lainnya saya meminta maaf. Jangan lupa untuk share ke teman-teman kalian karena berbagi informasi itu bagus.



Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi, Struktur Teks dan Contoh Teks LHO

Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi, Struktur Teks dan Contoh Teks LHO

Doa Sholat Jenazah – Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tentang sholat jenazah, niat  sholat jenazah, doa sholat jenazah, dan juga tata cara sholat jenazah. Setiap makhluk yang hidup pasti akan mati, dan setiap manusia yang bernyawa pasti akan kembali ke hadapan Allah SWT. Karena sesungguhnya hidup di dunia hanya sementara, hidup kekal ialah di akhirat nanti.

 

Pengertian Sholat Jenazah

Untuk setiap umat islam ketika ada saudara yang meninggal dunia mereka berkewajiban untuk mengurus jenazahnya. Hukum mengurus seorang jenazah adalah fardhu kifayah.  Arti dari Hukum Fardhu Kifayah adalah bila diantara mereka umat islam ada yang mengurus dengan baik, Dari memandikan, mensholatkan, dan juga sampai menguburnya. Untuk umat islam yang tidak ikut dan tidak berkewajiban mereka tidak berdosa.

Tetapi apabila diantara mereka tidak ada sama sekali yang mengurus jenazah yang meninggal, maka seluruh dari mereka semua mendapatkan dosa. Dan bagi keluarga yang ditinggal jangan ratapi kematiannya, Boleh menangis namun hanya sebagai belasungkawa terhadap hati yang memperoleh pukulan, Tetapi jangan sampai sedih berkepanjangan dan kalian harus mengikhlaskan.

Rasulullah bersabda :

“Segerakanlah mengubur jenazah, apabila dia orang baik berarti kamu mempercepat mengantar dia kepada kebaikan. Apabila dia orang jahat berarti kamu sama dengan menyingkirkan bencana kepada dirimu.” (HR.Muslim).

 

Keutamaan Sholat Jenazah

Rasullah bersabda :

مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ وَلَمْ يَتْبَعْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ فَإِنْ تَبِعَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ. قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ

“Barang siapa menshalatkan jenazah dan tidak mengiringinya (ke pemakaman), ia akan memperoleh pahala sebesar satu qirath. Jika dia juga mengiringinya (hingga pemakamannya), ia akan memperoleh dua qirath.”

Ditanyakan, “ Apa itu dua qairath?” lalu kemudian beliau menjawab, “ Yang terkecil di antaranya semisal Gunung Uhud”. (HR. Muslim)

Dari hadist diatas dapat kita pahami jika sholat jenazah memiliki keutamaan yang luar biasa. Jika ada yang mengurus jenzah mulai dari ia memandikannya, mengkafani, mensholati, hingga menguburnya dengan layak, maka akdan mendapatkan pahala sebesar 2 qirath. 2 qirath adalah sekitar sebesar gunung uhud. Memang sangat luar biasa bagi para kalian yang mengurus saudara jenazah kaum muslim.

 

Menunggu Orang Sakaratul Maut

Rasullah bersabda :

لقنوا موتاكم لااله الا الله

Artinya :

“ Tuntunlah orang yang akan meninggal dunia untuk mengucapkan kalian laa ilaha illaallah”. ( HR. Muslim).

Tuntulah dia dengan kalimat-kalimat yang baik, yaitu dengan kalimat tauhid (Laailaa ha ilallah) atau syahadat. Tuntunlah dia dengan lirih tepat ditelinganya sampai lidahnya menirukan. Misal ucapkan Lafadz “Laailla ha illallah”, lirihkan ditelinga orang yang sedang sakaratul maut. Perlu berhati-hati, lafalkan saja kalimat Allah. Laa ilaa artinya tidak ada Tuhan, Maka perbanyak lafadz jalalah dilirihkan di telinganya. Apabila nyawanya sudah dicabut oleh malaikat.

 

Rasulullah bersabda :

“Tidakkah kamu lihat apabila manusia mati, matanya terbelalak ke atas! “ mereka menjawab , “Ya, kami melihatnya ya Rasulullah! “Rasulullah melanjutkan sabdanya, “Hal itu terjadi karena penglihatannya mengikuti ruh ketika sedang pergi.” (HR.Muslim, dari Abu Hurrairah ra.)

Doakan Jenazah dengan doa yang sebagus-bagusnya.

 

Kewajiban Terhadap Jenazah

Seseorang memiliki 4 kewajiban terhadap jenazah orang yang sudah meninggalkan :

  • Memandikannya
  • Mengkhafani
  • Mensholati
  • Menguburnya dengan layak.

 

Kewajiban ke-1 : Memandikan Jenazah

Pertama seseorang harus membersihkan kotoran-kotoran di badan jenazah, termasuk juga najis-najis yang terdapat pada tubuh jenazah, Mbersihkan Lubang-lubang termasuk lubang hidung da juga lubang yang lainnya.

Selanjutnya memberikan wudhu pada anggota badannya.  Meratakan air keseluruh tubuh tiga sampai lima kali. Siraman yang pertama lebih baik menggunakan air yang di campur dengan sabun dan untuk yang kedua meggunakan air bersih untuk yang ketiga (terakhir) menggunakan air yang dicampur dengan kaput barus.

Untuk jenazah laki-laki dimandikan oleh kaum laki-laki serta sebaliknya untuk jenazah perempuan dimandikan oleh kaum perempuan. Kemudian jika sudah dimandikan dan siap untuk dikafani, apabila si jenazah memiliki rambut yang panjang lebih praktisnya rambut itu disanggul atau dikepang.

 

Kewajiban ke-2 : Mengkafani Jenazah

Rasulullah Bersabda:

“Dari Abu Salamah ra. dia berkata dan bertanya kepada Aisyah istri Rasulullah, “Berapa lapiskah kafan Rasulullah ya Aisyah?” Aisyah menjawab “Tiga lapis kain katun (putih).” (HR.Muslim).

Kain kafan untuk jenazah laki-laki sebanyak tiga lapis sedangkan untuk perempuan sebanyak dua lapis. Apabila dua-duanya didalam tubuh ada pakaian lain semisal adalah kain sarung atau kain jarik maka kain sarung dan kain jarik tersebut akan termasuk hitungan tiga kali atau dua lapis.

Cara mengkafani jenazah dengan baik yaitu kain kafan diletakan di tempat yang baik kemudian letakan jenazah pada atasnya, lalu kafan tersebut ditelungkupkan ke atas untuk menyelubungi atau membungkus badan jenazah.

 

Kewajiban ke-3 : Mensholatkan Jenazah

Jika menurut kitab Tanwiul qulub apabila jenazahnya adalah seorang laki-laki, maka ketika pada saat disholatkan posisi kepala berada di selatan, dan untuk jenazah perempuan posisi kepala disebelah utara. Untuk jenazah Laki-laki posisi imam berdiri tepat kea rah kepala jenazah sedangkan untuk jenazah perempuan posisi imam berdiri mengarah ke pinggang jenazah, Jadi jika jenazah perempuan kepalanya ada di sebelah kanan imam.

Sholat Jenazah tidak dengan rukuk atau sujud hanya berdiri dengan melakukan 4 takbir. Apabila mensholatkan jenazah pada daerah kuburan yang mungkin saja tanah dibawahnya tidak suci, maka jika memakai sandal sebaiknya jangan sampai dipakai atau denbgan kata lain hanya berdiri diatas sandal tanpa memakainya.

Jika sandal tersebut masih dipakai hukumnya tetap sebagai sandal namun jika sandal tersebut dilepas dan ditumpangi atasnya hukumnya telah berubah menjadi tempat sholat.

 

Kewajiban Yang Ke-4 : Menguburkan Jenazah

Untuk Kewajiban yang ke-4 adalah menguburkan Jenazah dengan secepatnya. Untuk ptoses menguburkan Jenazah bukan hanya dimasukan kemudian ditimbun dengan tangah, namun memiliki beberapa peraturan pelaksanaan penguburan jenazah yang diterapkan dalam ajaran Agama Islam.  Ada beberapa perilaku yg khusus dan juga doa-doa yang harus dibaca.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran suarg Al-Isra ayat 70

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ

Yang Artinya :

“Dan sungguh telah Kami muliakan anak keturunan Adam.” (QS. Al-Isra ayat 70)

Langkah-Langkah Menguburkan Jenazah Sesuai dengan syariat Islam:

 

  • Pertama, Jenazah dikuburkan didalam sebuah lubang yang dalamnya setinggi orang dewasa berdiri, dengan lebar seukuran satu dzira lebih satu jengkal.
  • Kedua, Ketika menaruh Jenazah ke lubang kubur wajib untuk memiringkan tubuh jenazah ke sebelah kanan dan menghadapkannya ke arah Kiblat..
  • Ketiga, Melepas tali ikatannya dimulai dari kepala setelah jenazah diletakan dalam lubang kubur.
  • Keempat, yaitu menutup lubang kubur dan memberikan batu nisan untuk tanda pengenal agar mudah dikenali dimana letak jenazah.

 

Niat Sholat Jenazah

Hampir sama seperti sholat lainnya yaitu pertama diawali dengan membaca niat dalam hati dan lirih. Tetapi untuk bacaan niat sholat jenazah laki laki dan perempuan berbeda. Berikut adalah niatnya :

 

Bacaan Niat Sholat Jenazah Laki-Laki :

niat sholat jenazah laki laki

صَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Ushalli’alaahadzal mayyiti arba’a takbiraatin fardlal kifaayati ma’muuman lillahit ta’aala”

Artinya:

“Aku niat sholat atas mayit ini dengan empat takbir fardlu kirayah, sebagai makmum karena Allah taala.”

 

Bacaan Niat Sholat Jenazah Perempuan :

niat sholat jenazah perempuan

صَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Ushollii ‘alaa haadzihill mayyitati arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa”

Artinya :

“Aku niat sholat atas mayit ini dengan empat takbir fardlu kirayah, sebagai makmum karena Allah taala.”

 

Syarat Sholat Jenazah

Syarat sholat Jenazah ialah :

  • Orang yang melakukan sholat jenazah adalah seorang Muslim
  • Dalam keadan yang suci dari hadast kecil ataupun hadast besar.
  • Menutup auratnya, sama seperti melaksanakan sholat yang lainnya.
  • Mneghadap Kiblat.
  • Jenazah yang disholati ialah seorang muslim ( beragama Islam)
  • Jenazah yang akan disholati dalam keadaan yang bersih atau sudah dimandikan.

 

Dan untuk membungkus jenazah menggunakan kain kafan tidak termasuk dalam syarat sholat jenazah.  Oleh karena itu bisa melakukan sholat jenazah kepada jenazah yang telah dimandikan walau belum dikafani.

 

Rukun Sholat Jenazah

Ada 7 Rukun Jenazah, yaitu :

  • Niat
  • Takbir sebanyak empat kali
  • Berdiri untuk yang kuasa
  • Membaca Al-fatihah
  • Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad setelah takbir ke-dua
  • Doa terhadap jenazah setelah takbir yang ke-tiga
  • Salam

 

 

Tata Cara Sholat Jenazah

Untuk selanjutnya kita perli mengetahui cara sholat jenazah, berlaku untuk tata cara sholat jenazah perempuan dan laki laki.

 

1. Berdiri dengan tegak dan Membaca Niat lalu Takbiratul ikhram dilanjutkan membaca Surat Al-Fatihah

Hampir sama dengan sholat-sholat yang lain. Setiap akan memulai melakukan sholat maka diawali dengan berdiri tegak dan membaca niat sholat Jenazah, dan membaca niat sesuai dengan jenazahnya lelaki atau perempuan. Setelah membaca niat didalam hati kemudian takbiratul ihram yang didalam geraknya niat untuk yang diatas.

Lalu tangan di sedekapan pada atas pusar, dan selanjutnya membaca Al-Fatihah tanpa menambahi dengan surat-surat yang lain. Semua didalam takbir pertama termasuk niat yang diucapka di pertama tadi.

 

2. Takbir Kedua Kemudian Membaca Sholawat

Melakuka takbir kedua dengan mengangkat tangan setinggi telinga atau sejajar dengan bahu lalu tanagn kembali disedekapkan diatas pusar. Selanjutnya membaca Shalawat Nabi Muhammad. Bisa membaca sholawat Nabi yang pendek dan bisa juga membaca sholawat Nabi yang panjang, Contohnya shalawat nabi yang umum berikut :

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 “Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.”

Artinya :

“Ya Allah, anugerahkan shalawat kepda Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada Nabi Ibrahim.Berikanlah keberkahan kpada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi kepada keluarga Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di dalam alam inilah Engaku Tuhan yang Maha Terpuji dan Maha Mulya.”

 

3. Takbir Ketiga Membaca Doa Untuk Jenazah

Takbir ketiga adalah mendoakan untuk jenazah dengan membaca Doa Sholat Jenazah sebagai berikut.

Doa Sholat Jenazah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

“Allahummaghfirlahu wahamhu wa’aafihi wa’fu anhu, wa akrim nuzulahu wawassi’ madkhalahu wa aghsilhu minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubulabyadlu minad danas. Wa abdilhu daaraan khairam mind daarihi wa ahlan khairam min ahlihi wa ad khilhul jannata waaidzhu min ‘adsaabil qabri wa min ‘adsaabin naar.”

Arti Dari bacaan Sholat Jenazah:

“Ya Allah, ampunilah din, belas kasihanilah dia, hapuskanlah dan ampinulah dosa-dosanya, mulyakan tempatnya (ialah surga) dan luaskanlah kuburannya. Basuhkanlah kesalahan-kesalahannya sampai bersih sebagaimana bersihnya kain putih dari kotoran.”

“Gantikanlah rumah lebih baik daripada rumahnya yang dulu, keluarganya lebih baik daripada keluarganya yang dulit dan masukanlah ia ke dalam surga dan jauhkanlah ia dari siksa kubur dan siksa api neraka.”

Dan apabila jenazahnya adalah seorang perempuan maka cukup menggantinya dengan lafadz “hu” diganti menjadi “ha”. Contohnya adalah seperti berikut :

“Allaahummagh firlahu war hamhu wa’aafihu wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu

Diganti Menjadi Seperti ini :

“Allaahummagh firlaha war hamha wa’aafiha wa’fu ‘anha wa akrim nuzulaha

 

4. Takbir Keempat berdoa Untuk Jenazah Lagi

Ketika kalian sudah melakukan takbir ke-empat, Lalu kalian membaca doa Jenazah Lagi. Sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

“Allahumma laa tahrrimna aj-rahu walaa taftinnaa ba’dahu wagh firlanaa walahu”

Artinya Adalah :

“Ya Allah, janganlah engkau menutup-nutupi pahala mayit ini kepada kami dan janganlah diberikan fitnah kepada kami setelah kami meninggalkan mayit tersebut, ampunilah kami dan ampunilah dia.”

 

Seperti yang sudah dikatakan, jika jenazahnya seorang perempuan maka  “hu” digantikan menjadi “ha”. Contohnya ialah berikut :

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

“Allahumma laa tahrrimna aj-raha walaa taftinnaa ba’daha wagh firlanaa walaha”

 

Doa Jenazah Anak-anak yang belum Baligh :

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا وَذُخْرًا لِوَالِدَيْهِ، وَشَفِيْعًا مُجَابًا. اَللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِيْنَهُمَا وَأَعْظِمْ بِهِ أُجُوْرَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَاجْعَلْهُ فِيْ كَفَالَةِ إِبْرَاهِيْمَ، وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيْمِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَسْلاَفِنَا، وَأَفْرَاطِنَا وَمَنْ سَبَقَنَا بِاْلإِيْمَانِ

“Allaahummaj ‘alhu farothon wa dzukhron liwaalidaihi, wa syafii’an mujaaban. Allaahumma tsaqqil bihi mawaaziinahumaa wa a’zhim bihi ujuurohumaa, wa alhiqhu bishoolihil mu’miniin, waj ‘alhu fii kafaalati ibroohiim, wa qihi birohmatika ‘adzaabal jahiim, wa abdilhu daaron khoiron min daarihi, wa ahlan khoiron min ahlihi. Allaahummaghfir li-aslaafinaa, wa afroothinaa wa man sabaqonaa bil iimaan.”

Arti Dari Doa Jenazah Anak-anak yang belum Baligh:

“Ya Allah, jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala yang didahulukan, simpanan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafaat yang dikabulkan doanya. Ya Allah, dengan musibah ini, beratkanlah timbangan perbuatan mereka dan berilah pahala yang agung.”

“Anak ini kumpulkan dengan orang-orang yang shalih dan jadikanlah dia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah dia dengan rahmatMu dari siksaan Neraka Jahim. Berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia). Ya Allah, ampunilah pendahulu-pendahulu kami, anak-anak kami, dan orang-orang yang mendahului kami dalam keimanan.”

 

5. Mengucapkan Salam

Kemudian setelah selesai membaca doa sholat jenazah pada takbir keempat, selanjutnya adalah mengucapkan salam sambil menoleh kekanan dan kekiri dan membaca salam.

Bacaan Salam :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

“Assalaamu’alaikum warahmatullah wa barakaatuh”

Artinya adalah :

“Salam sejahtera untuk semua, rahmat Allah dan Barokah Allah juga untuk kamu semua.”

 

6. Doa Selesai Sholat Jenazah

Selelum berdoa biasanya imam akan memimpin untuk memberikan doa kepada Jenazah, Membaca Al-Fatihah kemudian kalian berdoa dan makmum meng-Aminkan doa dari sang Imam.

Doa setelah Sholat Jenazah :

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُمَّ صَلِّى عَلٰى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ. اَللّٰهُمَّ بِحَقِّ الْفَتِحَةِ.اِعْتِقْ رِقَابَنَاوَرِقَابَ هٰذَاالْمَيِّتِ (هٰذِهِ الْمَيِّتَتِ) مِنَ النَّارِ٣× اَللّٰهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَعَلٰى هٰذَالْمَيِّتِ (هٰذِهِ الْمَيِّتَتِ) وَاجْعَلْ قَبْرَهٗ(هَا)رَوْضَةًمِنَ الْجَنَّةِ.وَلاَتَجْعَلْهُ لَهٗ (لَهَا) حُفْرَةًمِنَ النِّيْرَانِ.وَصَلَّى اللّٰهُ عَلٰى خَيْرِخَلْقِهٖ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَاٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ اَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُلِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Bismillaahirrahmaanirrahiim, Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa’alaa aali sayyidinaa Muhammadin.”

“Allaahumma bihaqqil fatihati i’tiq riqaa banaa wariqaaba haadzal mayyiti (haadzihil mayyitati) waj’al qabrahuu (haa) roudhotan minal jannati. Walaa taj’alhu lahuu (lahaa) hufratan minanniiraani. Washollallaahu ‘alaa khoiri kholqihi sayyidinaa Muhammadin wa aalihii washohbihii ajma’iina walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiina.”

Arti dari Doa Sholat Jenazah Adalah :

“Ya Allah, curahkanlah rahmat atas junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. Oh Allah, dengan berkahnya surat Al Fatihah, bebaskanlah dosa kami dan dosa mayat ini dari siksaan api neraka (3 kali).”

“Ya Allah, curahkanlah rahmat dan berilah ampunan kepada mayat ini. Dan jadikanlah tempat kuburnya taman nyaman dari surga dan janganlah Engkau menjadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Semoga Allah memberi rahmat kepada semulia-mulia makhluk-Nya yaitu junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya sekalian. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.”

 

Sholat Jenazah Ghaib

Sholat Ghaib adalah melakukan sholat namun jenazah yang kematiannya telah berlalu, hal ini di Sholati walaupun Jenazah tidak berada di hadapan mereka. Walaupun Jenazah yang kematiannya telah berlalu atau meninggal dihari itu namun Jenazahnya tidak berada di depan yang melaksanakan sholat, Hal tersebut bisa dibilang sholat Ghaib.

Biasanya para umat muslim mengerjakan sholat jenazah ini kepada jenazah yang terkenal pada masanya atau seorang pemimpin yang bijaksana, dan kematiannya itu ditempat yang sngat jauh maka seseorang juga bisa melaksanakan dirumah yaitu dengan sholat Ghaib.

Sama  dengan Rasullah ketika Raja Habsyah meninggal dunia. Rasullah lantas mengumunkan kepada orang banyaj atas Meninggalnya raja tersebut. Dan setelah itu mereka semua pegi ke Masjid untuk menunaikan sholat  Jenazah atas Raja Habsyah. Pada saat itu Jenazah Raja Habsyah tidak ada di depan mereka sehingga keadaan ini yang disebut Sholat Ghaib.

 

Tata Cara Sholat Ghaib

Tata cara sholat Ghaib hamper sama dengan cara sholat jenazah pada umumnya . hanya saja berbeda dari segi Niat.

 

Doa Niat Sholat Ghaib :

أُصَلِّى عَلَى اْلمَيِّتِ (اْلمَيِّتَةِ) اْلغَائبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ اْلكِفَايَةِ لِلّهِ تَعَالى

“Ushalli ‘alaa mayyiti (sebut nama mayit) al ghaaibi arba’a takbiiraatin fardlu kifaayati lillaahi ta’aala.”

Arti dari Doa Niat Sholat Ghaib :

“Aku niat shalat kepada mayit….(sebut nama mayit) yang ghaib dengan empat takbir fardlu kifayah karena Allah ta’aala.”

Untuk doa setelah salam atau dosa setelah sholat Ghaib menggunakan doa-doa yang sama seperti diatas tadi.

 

Tata Cara Mengurus Bayi yang Meninggal

Ketika bayi yang baru lahir dan kemudian Meninggal dunia, biasanya kelahirannya sebelum 6 bulan kandungan. Ketika bayi 6 wulan jelas sudah bernyawa akan tetapi didalam dirinya meiliki kekurangan, sehingga dapat menyebabkan meninggal tetapi ada juga yang bisa hidup.

Ketika mengurus bayi yang meninggal seperti ini ada ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan, sebab bayi meninggal akan diurus dengan tata cara kewajiban muslim kepada jenazah.

Ketentuan-ketenuan Yang harus diperhatikan ketika mengurus bayi yang meninggal :

  • Apabila ketika seorang bayi yang lahir nemun bayi sempat menjerit dan kemudian meninggal dunia, jadi hukumnya seperti anak yang meninggal dan harus dimandikan, dikafani, di sholati serta juga di kubur.
  • Ketika bayi lahir tanpa menjerit dan langsung meninggal, namun bentuk dari tubuhnya sudah sempurna. Kalian hanya perlu untuk memandikan, mengkafani lalu menguburnya.
  • Untuk bayi yang lahir tanpa menjerit dan lansung meninggal dan bentuk tubuhnya belum sempurna kalian hanya berkewajiban menguburnya saja.

 

Nah, berikut adalah beberapa informasi tentang Mengurus Jenazah dan lain sebagainya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kalian. Dan jika ada salah bahasa atau lainnya saya meminta maaf. Jangan lupa untuk share ke teman-teman kalian karena berbagi informasi itu bagus.