Siklus Batuan

Batuan merupakan salah satu unsur yang terdapat dalam bumi dengan jumlah yang sangat banyak dan termasuk salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui karena tidak akan pernah habis.

Karena merupakan salah satu unsur di bumi batuan ini juga memiliki siklus tersendiri, untuk mengetahuinya simak penjelasan dibawah

  1. Pengertian Siklus Batuan
  2. Proses Siklus Batuan
    1. 1. Kristalisasi Magma
    2. 2. Pelapukan
    3. 3. Erosi
    4. 4. Pengendapan
    5. 5. Pembentukan Sedimen
    6. 6. Batuan Metamorf
    7. 7. Magma
  3. Siklus Batuan Beku
    1. Contoh Batuan Beku
  4. Siklus Batuan Litosfer
    1. Contoh Batuan Litosfer
  5. Siklus Batuan Metamorf
    1. Contoh Batuan Metamorf
  6. Siklus Batuan Sedimen
    1. Contoh Batuan Sedimen
  7. Siklus Batuan Alam

Pengertian Siklus Batuan

Siklus batuan merupakan konsep dasar dunia geologi yang menjelaskan tentang semua batuan penyusun bumi yang berlangsung dalam jangka waktu yang berbeda dapat dengan cepat ataupun lambat bahkan hingga jutaan tahun tergantung jenis batuannya,

konsep ini menjelaskan perubahan tiga batuan utama yaitu batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf dengan kurun waktunya untuk keluar dari ekuilibrium.

Siklus batuan juga dapat diartikan sebagai proses perubahan magma yang membeku karena cuaca menjadi batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf yang akhir siklusnya akan menjadi magama kembali.

Pada abad ke-18 muncul teori siklus batuan oleh bapak geologi yaitu James Hutton yang menyampaikan bahwa seluruh elemen yang berada di bumi memiliki keteraturan dan pasti akan kembali ke bentuk awal.

Kemudian J. Tuzo Wilson mengembangkan teori batuan berbasis tektonik piring pada tahun 1950an.

Baca Juga : Jenis Jenis Batuan

Proses Siklus Batuan

Gambar Siklus Batuan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa siklus batuan memiliki beberapa proses panjang yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Dibawah ini terdapat siklus batuan antara lain.

1. Kristalisasi Magma

Yang pertama kali terjadi pada siklus batuan adalah adanya magma sebagai sumber utama batuan yang mengeras menjadi kristal.

Magma yang telah menjadi kristal karena membeku ini ada pada gunung berapi, jika pada saat erupsi magma keluar ke permukaan bumi disebut magma ekstrusif

jika pada saat erupsi magma keluar namun tidak sampai ke permukaan bumi disebut magma intrusif. Magma yang berhasil ke permukaan bumi akan membeku karena suhu dan berubah benjadi batuan beku.

2. Pelapukan

Selanjutnya adalah proses pelapukan dimana magma yang telah berubah menjadi batuan beku akan lapuk termakan waktu karena faktor tertentu khususnya faktor cuaca yaitu panas matahari, air hujan, angin dan berbagai gejala alam lainnya

sehingga batuan ekstrusif yang terdapat di permukaan bumi akan lebih cepat mengalami pelapukan sedangkan batuan intrusif akan mengalami pelapukan jika telah terangkat dan berada di permukaan bumi.

3. Erosi

Erosi terjadi karena pengikisan oleh udara, air dan es, pada siklus batuan erosi akan terjadi setelah batuan intrusif terangkat dan batuan ekstrusif mengalami pelapukan yang dilakukan oleh air untuk menghilangkan material sisa pelapukan.

4. Pengendapan

Semua material sisa erosi akan terbawa air ke sebuah wilayah yang akan menjadi tempat mengedapnya semua sisa erosi tersebut dalam jangka waktu yang lama dan terus menerus. Nantinya sisa metrial erosi tersebut akan menumpuk dan mengeras.

5. Pembentukan Sedimen

Hasil pengendapan yang telah mengeras akan membentuk jenis batuan baru yang bernama batuan sedimen. Jika terdapat batuan sedimen baru maka batuan sedimen yang lama akan terkubur dan jika terdapat air atau molekul lain masuk maka struktur batuan sedimen akan semakin kuat.

6. Batuan Metamorf

Batuan sedimen terletak pada bawah permukaan bumi dimana tempat yang sama dengan batuan intrusif. Batuan sedimen akan diangkat dan terkubur kembali semakin dalam sehingga akan mempergaruhi tekanan dan meningkatkan energi panas bumi untuk kemudian berubah menjadi batuan metamorf.

7. Magma

Setelah semua proses terjadi maka batuan yang terkhir yaitu batuan metamorf akan kembali menjadi magma dan kembali memutar terus siklus batuan tersebut.

Siklus Batuan Beku

gambar batuan beku

Batuan beku memiliki siklus yang sama dengan proses kristalisasi magma dimana terbentuknya karena magma keluar bersama erupsi gunung berapi dan sampai ke permukaan bumi bernama batuan ekstrusif

sedangkan yang tidak sampai ke permukaan bumi bernama batuan intrusif, akan terpengaruh beberapa faktor yang terdapat pada permukaan bumi sehingga magma tersebut akan mengeras dan menjadi batuan beku.

Contoh Batuan Beku

Ekstrusif

  • Batuan basal
  • Batuan andesit

Intrusif

  • Batuan granit
  • Batuan diorit

Siklus Batuan Litosfer

gambar batuan litosfer


Litosfer berasal dari kata lithos berarti berbatu dan sphere berarti padat dari bahasa yunani, sehingga dapat litosfer dapat diartikan sebagai lapisan terluar bumi yang berbatu,

litosfer ini merupakan salah satu lapisan kerak bumi paling luar yang dilapisi lagi oleh lapisan atenosfer yaitu bagian paling panas dari mantel bumi.

Pada tahun 1914 Barrel mengembangkan lapisan litosfer ini yang didasarkan pada teori anomali gravitasi yang telaknya pada kerak benua bagian atas bumi,

ia juga menambahkan bahwa lapisan litosfer ini merupakan lapisan paling kuar karena berada diatas lapisan atenosfer yang lemah. Pada tahun 1940 Daly mengembangkan kembali teori ini yang akhirnya diterima oleh para ahli lain.

Lapisan litosfer ini terbagi menjadi dua kategori berdasarkan letak yaitu litosfer samudra dan litosfer benua, dimana untuk litosfer samudra memiliki ketebalan sekitar 50 hingga 100 km dan untuk litosfer benua memiliki ketebalan sekitar 40 hingga 200 km.

Bukan hanya berdasarkan letak, kategori litosfer juga dibagi berdasarkan lapisan penyusunnya yaitu lapisan sial dan lapisan sima,

dimana lapisan sial merupakan kerak padat yang terbentuk atas logam aluminium dan logam silisium dengan ketebalan sekitar 35 km dan lapisan sima tersusun atas logam magnesium dan logam silisium dengan ketebalan sekitar 65 km.

Perbedaan kedua lapisan ini terletak pada tingkat elastisitas dan beratnya dimana lapisan sima memiliki tingkat elastis dan berat yang lebih dibandingkan lapisan sial.

Karena penyusun batuan litosfer merupakan batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf maka batuan listofer memiliki siklus yang sama dengan siklus batuan.

Contoh Batuan Litosfer

  • Batuan beku : batu apung
  • Batuan sedimen : batu gamping
  • Batuan metamorf : batu pualam

Siklus Batuan Metamorf

gambar batuan metaforf

Batuan metamorf merupakan batuan yang berasal dari batuan sedimen yang terkubur jauh dibawah permukaan bumi yang dimasak atau dipengaruhi oleh suhu panas dan tekanan tinggi sehingga akan berubah menjadi batuan metamorf.

Contoh Batuan Metamorf

  • Batuan pasir
  • Batuan kuarsit

Siklus Batuan Sedimen

gambar batuan sendimen

Batuan sedimen terbentuk karena terjadinya penumpukan material sisa erosi yang terbawa dan mengendap di sebuah tempat dimana endapan bagian bawah disebut endapan tuda dan endapan bagian atas disebut endapan muda,

Apabila terdapat elemen lain ikut masuk maka struktur batuan sedimen akan lebih kuat karena kekosongan rongganya akan terisi.

Contoh Batuan Sedimen

  • Lempung
  • Pasir
  • Batuan breksi atau konglomerat

Siklus Batuan Alam

gambar batuan alam

Alam berasal dari kata nature bahasa inggris dan natura yang berarti karakteristik dunia tanaman dan hewan serta semua hal yang ada di bumi yang salah satu unsur pembentuknya adalah batuan dengan siklusnya.

Demikian sedikit informasi mengenai Siklus Batuan mulai dari Pengertian, Proses, Contoh, Gambar. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam artikel ini. Terimakasih.

Originally posted 2020-06-10 09:46:42.