Sosial Asosiatif

Menurut para sosiolog ada 2 (dua) jenis proses sosial yang terjadi sebagai akibat dari interaksi sosial yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, umumnya akan menghasilkan 2 (dua) jenis proses sosial, yakni proses sosial yang bersifat asosiatif, dan yang kedua proses sosial yang bersifat disosiatif.

Proses sosial asosiatif adalah hubungan positif yang terjadi dalam masyarakat, proses ini memliki sifat yang membangun dan mempererat atau pun memperkuat hubungan jalinan solidaritas dalam kelompok masyarakat untuk menjadi satu kesatuan yang erat.

  1. Pengertian Sosial Asosiatif Menurut Para Ahli
    1. 1. Mark L. Knap
    2. 2. Herbert Blumer
    3. 3. Murdiyatmoko dan Handayani
    4. 4. Maryati dan Suryawati
  2. Ciri - Ciri Sosial Asosiatif
  3. Syarat - Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
    1. 1. Kontak Sosial
    2. 2. Komunikasi
  4. Macam - Macam Proses Sosial
    1. 1. Interaksi Sosial Asosiatif dalam Komunitas dan Masyarakat Luas
    2. 2. Interaksi Sosial Disosiatif dalam Komunitas dan Masyarakat Luas
  5. Sifat dan Bentuk Interaksi Sosial

Pengertian Sosial Asosiatif Menurut Para Ahli

pengertian sosial asosiatif

Berikut ini adalah beberapa ahli yang ikut berpendapat mengenai proses sosial asosiatif, antara lain.

1. Mark L. Knap

Menurutnya interaksi sosial adalah proses sosial utama yang memiliki 2 (dua) bentuk pokok, yakni menjauhkan serta mendekatkan.

2. Herbert Blumer

Menurut Herbert Blumer, interaksi sosial adalah pada saat manusia bertindak kepada sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi manusia.

3. Murdiyatmoko dan Handayani

Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh dan mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial.

4. Maryati dan Suryawati

Menurutnya interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau pun interstimulasi dan respon antar individu, antar kelompok atau pun antar kelompok dan individu.

Baca Juga : Konflik Sosial

Ciri – Ciri Sosial Asosiatif

ciri ciri sosial asosiatif

Menurut Tim Sosiologi (2002), ada 4 (empat) ciri – ciri interaksi sosial, antara lain.

  1. Memiliki maksud atau pun tujuan yang jelas.
  2. Dilaksanakan lewat suatu pola sistem sosial tertentu.
  3. Terjadinya komunikasi di antara pelaku lewat kontak sosial.
  4. Jumlah pelaku 2 (dua) orang atau lebih.

Syarat – Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

macam macam sosial asosiatif

1. Kontak Sosial

Hubungan antara satu pihak dengna pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial, dan masing – masing pihak saling bereaksi antara satu dengan yang lain walaupun tidak harus bersentuhan secara fisik.

Menurut Soekanto, kontak sosial secara harfiah adalah bersama – sama menyentuh. Secara fisik kontak sosial baru terjadi jika ada hubungan fisikal sebagai gejala sosial hal tersebut bukan semata – mata hubungan badaniah, karena hubungan sosial terjadi tidak saja secara menyentuh orang saja. Tapi orang bisa berhubungan dengna orang lain tanpa harus menyentuh.

Contohnya saja kontak sosial terjadi saat seseorang berbicara dengan orang lain, bahkan kontak sosial juga bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi, misalnya saja seperti radio, surat, tv, internet, dan lain sebagainya.

Kontak sosial bisa berlangsung dalam 5 (lima) bentuk, antara lain.

  • Antara orang per orang dengan suatu kelompok masyarakat atau pun sebaliknya.
  • Antar orang perorangan dengan komunitas masyarakat global di dunia internasional.
  • Antar orang perorang, masyarakat, kelompok dan dunia global, dimana kontak sosial terjadi secara simultan di antaranya.
  • Antara kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakatn yang lain dalam suatu komunitas.
  • Dalam bentuk proses sosialisasi yang berlangsung antara pribadi orang perorang. Proses sosialisasi ini memungkinkan seseorang untuk mempelajari norma – norma yang ada di masyarakat.

Kehidupan seseorang saat ini sudah masuk pada dunia yang serba pilihan. Seseorang bisa memilih seseorang hidup dalam kelompok atau pun hidup dalam bermasyarakat, bahkan dia boleh hidup dalam dunia yang serba global.

Artinya seseorang bisa memilih apakan dalam masayrakat lokal atau global atau pun memilih keduanya, maka kontak – kontak sosial menjadi sangat rumit dan majemuk.

Secara konseptual kontak sosial bisa dibedakan antar kontak sosial primer dan kontak sekunder, berikut ini adalah kedua penjelasannya, simak dengan baik.

  • Kontak sosial primer yakni kontak sosial yang terjadi secara langsung antara seseorang serta orang atau pun kelompok masyarakat lainnya secara tatap muka.
  • Kontak sosial sekunder yakni kontak sosial yang terjadi lewat perantara yang sifatnya manusiawi ataupun teknologi.

Saat masyarakat saat ini sudah berkembang dengan tingkat kemajuan teknologi indormasi semacam ini, maka kontak sosial primer dan kontak sosial sekunder semakin sulit dibedakan.

Contohnya kontak telepon yang menggunakan teknologi telconference, diaman kontak terjadi antara orang, secara tatap muka dan orang saling menyapa dari tempat yang berjauhan.

Baca Juga : Kelompok Sosial

2. Komunikasi

Komunikasi artinya berhubungan atau pun bergaul dengna orang lain. Sosiologi menjelaskan mengenai komunikasi sebagai sebuah proses memaknai yang dilakuakn oleh seseorang kepada informasi, sikap, serta perilaku orang lain yang berbentuk pengetahuan, gerak – gerik atau sikap, pembicaraan, perasaan, perilaku, sehingga seseorang membuat reaksi terhadap informasi, perilaku, dan sikap berdsarkan pengalaman yang dialami.

Komunikasi dipengaruhi oleh media yang digunakan dalam komunikasi, sehingga media digunakan, sehingga media yang digunakan kadang mempengaruhi isi informasi serta penafsiran.

Di dalam komunikasi terdapat 3 (tiga) unsur penting, yakni sumber informasi, media, dan penerima informasi. Berikut ini adalah penjelasan ketiga unsur tersebut.

  • Sumber Informasi adalah seseorang atau pun institusi yang mempunyai bahan informasi untuk disebarkan pada khalayak luas.
  • Media adalah saluran yang digunakan untuk kegiatan pemberitaan oleh sumber berita, berupa media interpersonal yang digunakan secara tatap muka atau pun media massa yang digunakan kepada khalayak umum.
  • Penerima Informasi adalah orang atau pun kelompok dari masyarakat yang menjadi sasaran informasi.

Selain ketiga unsur itu, yang terpenting dari komunikasi adalah aktivitas memaknai informasi yang disampaikan oleh sumber informasi serta pemaknaan yang dibuat khalayak informasi yang diterima.

Pemaknaan terhadap informasi memiliki sifat subyektif serta kontekstual. Subyektif memiliki arti masing – masing pihak mempunyai kapasitas untuk memaknai informasi yang disebarkan atau pun diterima berdasarkan pada yang diyakini, dirasakan serta dimengerti berdasarkan pengetahuan pihak.

Sedangkan kontekstual adalah pemaknaan itu berkaitan erat dengan kondisi waktu serta tempat dimana informasi itu ada serta kedua pihak.

Macam – Macam Proses Sosial

ciri ciri sosial asosiatif

Proses sosial adalah cara berhubungan yang bisa dilihat jika orang – perorang dan kelompok – kelompok manusia saling bertemu serta menentukan sistem dan bentuk hubungan tersebut, atau apa yang terjadi jika ada perubahan – perubahan yang menyebabkan goyahnya cara hidup yang sudah ada, hal tersebut dikemukakan oleh Gillin.

Berikut ini adalah beberapa macam – macam proses sosial, antara lain.

1. Interaksi Sosial Asosiatif dalam Komunitas dan Masyarakat Luas

Interaksi Asosiatif : Proses sosial yang mengarah kepada bentuk asosiasi (hubungan atau pun gabungan).

Sifat interaksi asosiatif bersifat menguatkan ikatan sosial, cenderung kontinyu (berkelanjutan). Hal tersebu disebabkan karena,

  • Tidak memaksa secara mental atau fisik.
  • Memperhatikan efisiensi.
  • Memperhitungkan efektivitas.
  • Didasarkan kepda kebutuhan yang nyata.
  • Mendasarkan pada kaidah atau pun nilai dan norma sosial yang berlaku.

2. Interaksi Sosial Disosiatif dalam Komunitas dan Masyarakat Luas

Proses perlawanan yang dilakukan dari individu dan kelompok dalam proses sosial pada suatu masyarakat. Proses disosiatif sering disebut sebagai oppositional procccesses, yang persis halnya dengan kerja sama, bisa ditemukan pada setiap masyarakat, meskipun bentuk serta arahnya ditentukan dari kebudayaan dan sistem sosial masyarakat yang bersangkutan langsung.

Baca Juga : Interaksi Sosial

Sifat dan Bentuk Interaksi Sosial

Interaksi sosial bisa bersifat positifm dan ada juga yang bersifat negatif. Interaksi sosial positif disebut sebagai interaksi sosial asosiatif, sedangkan interaksi sosial negatif disebut juga interaksi sosial disosiatif.

Interaksi sosial asosiatif mengarah kepada persatuan, karena interaksi yang terjadi antara indivirdu atau pun kelompok yang terlibat di dalamnya mengarah ke persatuan, sedangkan interaksi sosial disosiatif mengarah ke perpecahan. Dengan demikian ada 2 (dua) bentuk interaksisosial yang memiliki sifat berlawanan, yakni interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial disosiatif.

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai Sosial Asosiatif. Semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam mengerjakan tugas, dan semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.