Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Perbedaan Statistik dan Statistika: Pengertian, Fungsi dan Skala

9 min read

statistik dan statistika

Statistik dan Statistika – Tentunya kita sering mendengar kata statistik dan statistika terutama pada bangku sekolah ataupun perkuliahan. Ada banyak orang yang menganggap bahwa pengertian statistik dan statistika adalah sama, akan tetapi terdapat banyak perbedaan di antara keduanya. Terutama dilihat dari pengertian di antara keduanya juga memiliki perbedaan. Akan tetapi pada dasarnya statistik dan statistika sama-sama digunakan untuk dapat menyelesaikan masalah serta keduanya juga merupakan bagian yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya.

 

Pengertian Statistik

statistik dan statistika

Pengertian statistik dengan kumpulan data dalam bentuk angka ataupun bukan angka suatu masalah tertentu yang disusun dalam bentuk tabel atau daftar dan dapat ditulis dalam diagram masih banyak lagi. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa pengertian statistik adalah hasil dari pengolahan data yang kemudian disajikan dalam bentuk diagram, tabel, grafik dan lainnya.

Adanya statistik memberikan manfaat untuk dapat mempermudah dalam menginterpretasikan sebuah data serta dapat digunakan dengan berbagai tujuan tertentu. Proses pengkajian data statistik dilakukan setelah memperoleh kumpulan data atau informasi yang didapatkan dari hasil wawancara baik secara langsung secara tidak langsung telah dikelola pada proses statistika.

Dengan melakukan wawancara secara langsung atau dapat disebut juga dengan data primer adalah data yang secara langsung diambil melalui objek penelitian sejarah individu ataupun kelompok. Contohnya yaitu pada saat kita sedang mewawancarai dengan cara langsung kepada penonton bioskop untuk dapat memperoleh informasi mengenai presentasi konsumen bioskop.

Wawancara yang dilakukan secara tidak langsung atau dapat disebut pula dengan data sekunder yaitu data yang didapat secara tidak langsung dari objek penelitian. Dalam hal tersebut peneliti akan mendapatkan data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain melalui berbagai acara, Baik ibu yang komersil ataupun tidak komersil.

Contoh melakukan wawancara dengan cara yang tidak langsung ke adalah pada saat kita meneliti dengan menggunakan hasil riset dari sebuah surat kabar yang nantinya akan digunakan untuk penelitian statistikanya.

 

Klasifikasi Statistik

Statistik dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu:

  1. Statistik untuk menggambarkan data (angka atau bukan angka) dalam bentuk diagram, tabel, grafik atau lain sebagainya. Seperti contohnya statistik produksi, statistik penduduk, statistik harga statistik yang lainnya.
  2. Statistik untuk menggambarkan data untuk mewakili suatu objek tertentu atau hanya sebagai sampel atau populasi dalam ukuran.

 

 

Pengertian Statistika

Statistika adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaiman cara merencanakan, mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi serta dapat mempresentasikan sebuah data. Dapat dikatakan pengertian statistika adalah metode ilmiah mengenai cara untuk dapat mengumpulkan, mengelola, menganalisa, penyajian data, menginterpretasi serta dapat pula mempresentasikan data.

Adanya statistika digunakan untuk mendapatkan gambaran dari kumpulan data yang telah dikaji sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan yang berasal dari data tersebut. Terdapat metode kajian dari statistika antara lain yaitu survei dan eksperimen.

Kedua kajian tersebut sama-sama mempelajari mengenai pengaruh perubahan penjelas dan juga perilaku atau respon yang diakibatkan dari adanya perubahan data tersebut secara menyeluruh. Statistika dapat di klarifikasikan menjadi 2 antara lain yaitu:

 

1. Statistika Deskriptif

Yang pertama adalah statistika deskriptif pengertian dari statistika deskriptif adalah statistika yang hanya dapat digunakan untuk dapat menggambarkan menganalisis kelompok dagang disertai dengan adanya penarikan kesimpulan mengenai garis besar antara kelompok yang ada.

Statistika deskriptif juga sering disebut sebagai deskripsi data yang menghitung varian dari data yang masih mentah. Yang kemudian dikelola serta dideskripsikan dengan menggunakan tabel, grafik dapat pula menggunakan diagram agar data dapat dipahami.

 

2. Statistika Inferensia

Statistika inferensial adalah teknik yang digunakan untuk menggambarkan kemudian menganalisis data dari sebuah data dapat ditarik sebuah kesimpulan untuk menentukan keputusan atas makna statistik yang telah diolah atau dihitung.

Statistik inferensial juga sering disebut sebagai statistika induktif, yang mana pendapat dikatakan bahwa statistika Indonesia merupakan pemodelan data dan pengambilan keputusan yang didasarkan analisis data. Contohnya antara lain yaitu memprediksi masa yang akan datang, buat permodelan hubungan (waktu, deret, korelasi, regresi, dan ANOVA).

 

 

Skala Statistik dan Statistika

Di dalam statistik dan juga statistika diketahui ada 4 skala pengukuran, antara lain yaitu skala nominal, skala ordinal, skala interval, dan skala rasio. yang mana dari ke-4 skala tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.

 

Skala Nominal

statistik dan statistika

Skala nominal adalah skala pengukuran yang paling sederhana atau memiliki tingkatan yang paling rendah di dalam suatu penelitian. Skala nominal hanya dapat digunakan untuk memberikan kategori saja. Seperti contohnya digunakan untuk memberikan simbol, label, lambang atau nama pada sebuah kategori sehingga akan dapat lebih mempermudah untuk mengelompokkan data berdasarkan kategorinya.

Pada skala nominal ini peneliti akan mengelompokkan objek baik itu secara individu ataupun secara kelompok ke dalam sebuah kategori tertentu serta dapat disimbolkan dengan menggunakan label atau kode tertentu. Kemudian angka yang akan diberikan kepada objek hanya memiliki arti sebagai label atau pembeda saja serta bukan memiliki fungsi untuk menunjukkan adanya tingkatan.

 

Ciri Ciri Skala Nominal

Berikut ini akan dijelaskan pula ciri-ciri dari skala nominal yang dapat membedakan kalau ini dengan jenis skala yang lainnya, adalah sebagai berikut.

  1. Kategori data tidak mempunyai aturan yang logis. hal tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam kategorikan sebuah data dapat dilakukan secara sembarang.
  2. Kategori data bersifat mutually eksklusif. Dalam mengategorikan sebuah data setiap objek hanya memiliki satu kategori saja.

 

Contoh Skala Nominal

Untuk lebih jelasnya lagi akan dijelaskan mengenai contoh dalam penggunaan skala nominal antara lain yaitu:

 

Contoh Pertama

Contoh yang pertama adalah contoh yang paling umum dan paling banyak digunakan antara lain yaitu variabel jenis kelamin. Dalam jenis kelamin variabel dibedakan menjadi dua yaitu laki-laki dan perempuan. Dalam hal ini pengukuran tidak mempunyai tingkatan tertentu. Dapat dikatakan bahwa laki-laki tidak lebih tinggi daripada perempuan atau bahkan sebaliknya.

Di dalam sebuah penelitian, biasanya dalam penggunaan skala nominal akan diberi simbol angka yang digunakan sebagai pembeda, seperti contohnya jenis kelamin perempuan yang diberi simbol 0. Sedangkan untuk jenis kelamin laki-laki akan diberi simbol angka 1. Simbol yang terdapat di sini hanya digunakan sebagai pembeda saja, dan tidak mengandung arti bahwa angka 1 lebih besar daripada 0 dan lain sebagainya.

 

Contoh Kedua

Contoh yang kedua yaitu pengelompokan data berdasarkan kota lahir seperti contohnya Bandung, Banjarnegara, Bali, Yogyakarta, Semarang dan masih banyak lagi. Hal itu dilakukan untuk dapat sebagai pembeda saja, dan tidak menunjukkan sebuah tingkatan tertentu. Dapat dikatakan bahwa orang yang lahir di Banjarnegara bukan berarti orang yang lebih baik daripada ada yang tinggal di Yogyakarta atau bahkan pengertian-pengertian lain yang menyimpang.

 

Contoh Ketiga

Contoh yang ketiga adalah pengelompokan dengan menggunakan agama contohnya itu agama Islam Kristen Hindu Budha Katolik. terutama Indonesia adalah negara yang memiliki keberanekaragaman budaya dan agama yang berbeda-beda sebagai mayoritas di suatu wilayah. hal tersebut hanya bersifat untuk dapat sebagai pembeda saja.

 

Skala Ordinal

pada skala ordinal memiliki tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan skala nominal, hal tersebut dikarenakan skala ordinal tidak hanya menunjukkan kategori saja akan tetapi juga menunjukkan peringkat. di dalam skala ordinal objek atau kategori nya dapat disusun berdasarkan sesuai dengan urutan tingkatan, sepatu contohnya dari tingkatan yang tertinggi sampai ke tingkatan yang paling rendah dan sebaliknya.

 

Ciri Ciri Skala Ordinal

Untuk dapat membedakan jenis skala ordinal dengan skala jenis yang lain maka dapat kamus melalui ciri-ciri skala ordinal sebagai berikut.

  1. kategori data dapat disusun berdasarkan dengan besarnya karakteristik yang dimiliki olehnya.
  2. Kategori data dapat ditemukan berdasarkan dari jumlah karakteristik khusus yang dimilikinya.
  3. Kategori data saling memisah.

 

Contoh Skala Ordinal

Agar kamu lebih paham mengenai apa yang dimaksud dengan skala ordinal maka akan di berikan contoh penggunaan skala ordinal yang dapat membantu kamu untuk lebih memahami secara lebih jelas pengertian dari skala ordinal.

 

Contoh Pertama

Pada contoh pertama akan diberikan sebuah data dalam variabel nilai mutu pada siswa dalam sekolah, yaitu nilai A, B, C, D, dan E. Pada hal tersebut ditunjukkan bahwa tingkatan A memiliki nilai yang lebih besar dari tingkatan B, dan seterusnya.

 

Contoh Kedua

contoh kedua adalah contoh yang dapat digunakan pada variabel sikap seseorang terhadap suatu pernyataan, yang mana sikap tersebut dapat berupa setuju, sangat setuju, biasa saja, tidak setuju, atau sangat tidak setuju. Pada variabel sikap tersebut mulai dari setuju sampai sangat tidak setuju telah menunjukkan kategori serta memiliki tingkatan.

Di dalam sebuah penelitian, kategori di atas dapat disimpulkan dengan menggunakan angka contohnya angka 4 untuk setuju, angka 5 untuk sangat setuju, angka 3 untuk biasa saja, angka 2 untuk tidak setuju, dan angka 1 untuk sangat tidak setuju.

 

Skala Interval

skala interval adalah skala pengukuran yang dapat digunakan untuk menyatakan peringkat setiap antara tingkatan. Jarak atau interval setiap tingkatan juga sudah jelas, akan tetapi tidak memiliki nilai 0 (nol) mutlak. Skala interval juga dapat dikatakan posisinya berada di atas skala ordinal dan skala nominal. besar interval atau jarak pada suatu data dengan data yang lainnya memiliki bobot nilai yang sama besar. Besar dari interval ini dapat saja dikurangi atau dapat pula ditambah.

 

Ciri Ciri Skala Interval

Untuk dapat membedakan skala interval dengan skala jenis lain simaklah ciri-cirinya antara lain yaitu:

  1. Kategori data mempunyai aturan yang logis.
  2. Memiliki sikap saling memisah Pada kategori data.
  3. Angka nol hanya dapat menggambarkan satu titik dalam sebuah skala (tidak memiliki nilai nol absolut).
  4. Kategori kata ditentukan skalanya berdasarkan dari jumlah karakteristik khusus yang dimilikinya.
  5. Perbedaan karakteristik yang sama dapat dibedakan dalam jumlah yang dikenakan pada setiap kategori.

 

Contoh Skala Interval

Agar kamu lebih paham mengenai skala interval simak contoh berikut ini.

 

Contoh Pertama

Pada saat jam 00.00 bukan berarti pada saat itu waktu kosong dan tidak memiliki nilai, hal tersebut dikarenakan jam 00.00 masih menunjukkan waktu di mana jam 00.00 Sama halnya dengan 12.00.

 

Contoh Kedua

Contoh yang kedua merupakan contoh yang paling umum pada skala interval antara lain yaitu penggunaan suhu. Seperti contohnya suatu ruangan memiliki suhu 0°C, hal tersebut bukan berarti bahwa keruangan tersebut tidak memiliki suhu. Angka 0 dalam hal ini adalah tingkatan suhu, hal ini dikarenakan pada skala interval 0 (nol) bukan termasuk nilai mutlak.

 

 

Skala Rasio

Skala rasio adalah skala pengukuran yang ditunjukkan pada hasil pengukuran yang dapat dibedakan, memiliki jarak tertentu dan dapat diurutkan, serta dapat pula untuk dibandingkan. skala rasio adalah skala yang memiliki tingkatan paling tinggi dan paling lengkap dibandingkan dengan skala jenis lainnya. Jarak atau interval pada setiap tingkatan telah jelas, serta memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak. Dalam hal tersebut nilai nol mutlak memiliki arti yaitu menyatakan benar-benar tidak ada.

 

Contoh Skala Rasio

Dalam penggunaan skala rasio dapat dicontohkan sebagai berikut.

 

Contoh pertama

Contoh pertama akan diberikan misalkan terdapat nilai ujian bahasa Inggris dari Adis adalah 90 sedangkan nilai Intan adalah 45. Sebagai ukuran rasio dapat dinyatakan bahwa nilai Intan yaitu 2 kali dari nilai Adis.

 

Contoh Kedua

Untuk contoh yang kedua akan diberikan mengenai tinggi badan. Contohnya yaitu tinggi badan dari Anton adalah 180 cm, Sedangkan untuk tinggi badan dari Andi adalah 100 cm. Dalam contoh tersebut dapat ditentukan rasio tinggi badan Anton dan Andi adalah 80 cm.

 

 

Fungsi Statistik dan Statistika

Manfaat dari statistik dan statistika dalam jam setiap pelaksanaannya dapat digunakan diberbagai bidang antara lain adalah sebagai berikut.

  • Bidang pertanian, dapat digunakan untuk mengetahui bibit mana yang lebih unggul.
  • Pada bidang kedokteran dan farmasi, hal tersebut dapat digunakan untuk bisa mengetahui ketersediaan obat serta efek dari obat terhadap suatu penyakit tertentu.
  • Pada bidang pemerintah dan politik, dapat digunakan untuk memprediksi calon yang akan terpilih pada sebuah pemilihan umum.
  • Pada bidang sejarah, sastra dan budaya tersebut dapat digunakan untuk mengetahui dampak apa yang akan ditimbulkan dari munculnya kebudayaan asing terhadap kebudayaan lokal.
  • Pada bidang keuangan dan ekonomi makro, dapat digunakan untuk mengetahui dampak dari setiap kebijakan makro pemerintah pada peningkatan inflasi, kesejahteraan, dan lain-lain.
  • Pada bidang marketing, tapi digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang bisa mempengaruhi dalam melakukan penjualan.

 

 

Perbedaan Statistik dan Statistika

Setelah dijelaskan lebih lengkap di atas mungkin terdapat dari kamu yakin ingin mengetahui secara lebih ringkas mengenai inti dari perbedaan statistik dan statistika oleh karena itu untuk lebih paham mengenai hal tersebut simak tabel di bawah ini.

PembedaStatistikStatistika
PengertianStatistik adalah hasil pengolahan data yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, diagram, dan lain lain.Statistika merupakan metode ilmiah mengenai cara untuk mengumpulkan, mengelola, menginterpretasi, mempresentasikan data dan menganalisa penyajian data.
TujuanStatistik ada dengan tujuan mempermudah dalam menginterpretasikan sebuah data dan digunakan untuk tujuan tertentumStatistika ada untuk mendapat gambaran dari sekumpulan data yang sudah dikaji sehingga dapat ditarik kesimpulan dari data tersebut.
Klarifikasi1. Gambaran data(angka atau bukan angka) dalam bentuk tabel, grafik, diagram atau yang lainnya.

2 Gambaran data untuk mewakili objek tertentu sebagai contoh sample ataupun populasi dalam bentuk ukuran.
1. Statistika dekriptif

2. Statistika inferensia
Metode KajianKumpulan data berupa bilangan atau non bilangan yang sudah dikelola pada proses statistika.Sebuah survei dan ekperimen.

 

 

Demikian yang dapat disampaikan mengenai perbedaan dari statistik dan statistika, mulai dari pengertian statistik dan statistika, skala statistik dan statistika, serta fungsi kegunaan statistik dan statistika. Memang keduanya memiliki pengertian yang hampir sama akan tetapi apabila diperhatikan secara lebih teliti terdapat perbedaan diantara keduanya, Salah satunya yaitu dalam penerapannya.

Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight