Mexi Kehidupan lebih berarti jika berguna bagi banyak orang, penyuka drama korea.

Struktur Teks Editorial: Pengertian, Contoh, Langkah

5 min read

struktur teks editorial

Bagi kalian yang sering membaca khususnya surat kabar mungkin sudah tidak asing dengan yang dinamakan teks editorial karena biasanya memang teks editorial ini tercantum pada surat kabar. Bagi kalian yang belum tahu apa itu teks editorial simak penjelasannya dibawah ini.

 

Pengertian Teks Editorial

pengertian teks editorial

Teks editorial adalah tulisan yang berisi pendapat atau pandangan penulis redaksi terhadap sebuah peristiwa yang dibawakan, biasanya teks editorial ini tercantum dalam surat kabar. Peristiwa yang dibawakan tersebut dapat berupa segala hal baik sosial, ekonomi maupun politik.

Pendapat atau pandangan yang ditulis penulis redaksi tersebut dianggap sebagai opini resmi suatu penerbit atau media terhadap sebuah peristiwa. Meskipun teks editorial ini meupakan pendapat atau pandangan umum namun dalam penulisannya tidak sembarangan dan harus sesuai fakta dilengkapi bukti.

Baca Juga : Struktur Teks Eksposisi

 

 

Struktur Teks Editorial

struktur teks editorial

Teks editorial tidak disusun secara sembarangan namun memiliki beberapa struktur yang jelas, dibawah ini merupakan struktur teks editorial.

 

1. Pernyataan Pendapat (Tesis)

Pernyataan pendapat atau tesisi ini merupakan sudut pandang penulis terhadap peristiwa yang dibawakan berupa pernyataan yang didukung argumen.

 

2. Argumentasi

Argumentasi merupakan alasan atau bukti baik berupa pernyataan umum, fakta, data dan pernyataan sumber informasi terpercaya yang digunakan untuk menguatkan tesis.

 

3. Penegasan Ulang Pendapat (Reiteration)

Penegasan ulang pendapat atau reiteration merupakan penguatan ulang atas tesis yang didukung argumentasi terpercaya.

 

 

Langkah – Langkah Membuat Teks Editorial

langkah-langkah membuat teks editorial

Seperti di teks anekdot, dalam membuat teks editorial tidak ditulis asal-asalan atau semau penulis namun harus sesuai dengan langkah yang ada dibawah ini.

 

1. Memilih Topik

Pemilihan topik harus yang paling aktual dan baru agar pembaca mendapat update informasi yang memang masih hangat selain itu topik juga harus menarik agar pembaca tidak jenuh.

 

2. Mengumpulkan Data

Pengumpulan data digunakan untuk mendukung tesis atau pendapat yang berhubungan dengan topik yang dibawakan berupa data yang benar.

 

3. Menyesuaikan Topik

Dalam memberikan pendapatnya penulis harus memperhatikan bahasa dan juga fakta yang dibawakan agar sesuai dengan pembacanya.

 

4. Menyunting Teks Editorial

Jika penulis telah selesai menulis opininya maka penulis harus memeriksa kembali tulisan yang telah dibuat mulai dari bahasa, paduan kalimat maupun tanda baca yang sesuai dengan kaidah kebahasaan untuk para pembaca.

 

 

Contoh Teks Editorial

contoh teks editorial

Berikut ini adalah contoh teks editorial Catatan SKD CPNS 2018.

Judul : Catatan SKD CPNS 2018

 

Pembukaan

Penyelenggaraan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 telah berakhir. Hampir semua instansi pemerintahan, pusat dan daerah, telah melaksanakan SKD. Hasilnya pun banyak yang telah diumumkan.

Panitia seleksi mulai berbenah dan melangkah ke tahap selanjutnya, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Namun, ada banyak catatan berwarna pada perhelatan SKD CPNS 2018 ini.

Ya, penulis mengistilahkan catatan berwarna pada SKD CPNS kali ini. Banyak hal yang telah terjadi serta dapat diambil hikmahnya. Tentunya di sini penulis enggan untuk terlibat dalam perdebatan mengenai kelayakan nilai passing grade yang disyaratkan. Biarlah pemerintah yang akan mengurus hal itu dan memutuskan apa yang terbaik bagi semua pihak.

Sebagai salah satu pejuang CPNS, penulis memperoleh pengalaman berwarna mengiringi perjalanan menuju SKD. Dimulai dengan proses pendaftaran yang serba online via website SSCN BKN, hingga hari pelaksanaan SKD. Di setiap tahapan ada saja nilai yang bisa diambil. Lalu apa saja warna yang penulis maksud itu?

 

Argumentasi 1

Fakta

Pertama, forum diskusi terbentuk di media sosial WhatsApp dan Twitter. Khusus untuk WhatsApp, grup alumnus S-1 dari PT yang paling aktif. Semua orang saling berbagi contoh soal, informasi mengenai persyaratan administratif, hingga bergantian memberi motivasi.

Saban harinya grup tak pernah sepi. Saling tukar pendapat juga dilakukan jika ada yang mengajukan pertanyaan. Tali silaturrahim yang sempat mengendur pun kembali diperkencang dengan perhelatan CPNS 2018 ini.

Sementara itu, di Twitter pun tak kalah aktif. Terlebih tim humas dari BKN (Badan Kepegawaian Nasional) dan BKD (Badan Kepegawaian Daerah) sangat kooperatif dalam memberikan informasi melalui media sosial ini. Twitter pun menjadi media yang mewadahi forum diskusi antara pelamar dengan BKN dan BKD.

Banyak yang merasa terbantu dengan penjelasan dan informasi yang dibagikan melalui akun Twitter BKN dan BKD masing-masing. Komunikasi dapat terjalin tanpa harus jauh-jauh mendatangi kantor yang bersangkutan. Sarana teknologi informasi sukses menjadi penyampai informasi kepada para pelamar.

 

Argumentasi 2

Fakta

Kedua, sistem transparansi nilai yang diterapkan pada penyelenggaran SKD CPNS 2018. Tingkat transparansi meningkat pesat. Jika pada 2014 lalu peserta tes hanya bisa mengetahui nilainya sendiri selesainya ujian, kini nilai seluruh peserta bisa diperiksa. Karena sebagian besar BKD mengunggah seluruh nilai yang diperoleh para peserta SKD pada website masing-masing.

Sehingga, setiap peserta dapat dengan mudah mengetahui semua yang mengikuti tes hanya dengan mengunduh dokumen rekapitulasi nilai. Contohnya saja BKD Provinsi Jawa Timur, sebagai salah satu yang paling cepat dan transparan dalam mengunggah hasil nilai SKD. Nilai sudah dapat di unduh dan dilihat sehari setelah tes dilaksanakan.

 

Argumentasi 3

Fakta

Ketiga, soal-soal yang dipertanyakan pada SKD tahun ini menggunakan tipe soal Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (High Order Thinking Skill, HQTS). Sehingga sebagian besar soal menguji kemampuan berpikir praktis, bukannya daya ingat.

Peserta tes diminta untuk mengimplementasikan keterampilan nalar dalam menyelesaikan soal. Mulai dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), ataupun Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Jauh berbeda dengan 2014 silam yang lebih mengandalkan hafalan.

Misalnya saja soal TWK. Pada tahun 2014 lalu banyak soal terkait siapa nama penemu teori kebangsaan serta nama tokoh bangsa. Pada SKD kali ini pertanyaan lebih menjurus pada penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan, nalar kritis peserta diuji pada soal yang menanyakan bagaimana penerapan Pancasila pada Kongres Pemuda II (lahirnya Sumpah Pemuda). Padahal, kala itu Pancasila sama sekali belum dikenal. Peserta ditantang untuk menginterpretasikan nilai Pancasila yang terkandung dalam kongres.

Sementara itu soal TKP memiliki pilihan jawaban untuk menggali idealism pribadi peserta tes. Khususnya dalam hal pelayanan publik. Sampai sejauh mana peserta dapat menyikapi serta mengkritisi kemungkinan-kemungkinan yang umumnya ditemui dalam pelayanan publik.

Tidak ada pilihan jawaban negatif, semua jawaban bernada positif. Peserta ditantang bernalar untuk menganalisa satu per satu jawaban mana yang paling sesuai dengan jiwa PNS.

 

Argumentasi 4

Fakta

Keempat, timbulnya perasaan senasib sepenanggungan antar peserta SKD CPNS 2018. Ada kisah menarik kala seorang peserta rela meminjamkan baju putihnya pada peserta lain yang salah berpakaian. Padahal keduanya tidak saling kenal sebelumnya.

Penulis sendiri memiliki pengalaman pada SKD di Provinsi Jatim. Penulis yang tidak tahu bahwa peserta sesi I telah mendapatkan panggilan masuk. Untungnya, salah seorang peserta lain yang berasal dari Bojonegoro mengingatkan sehingga penulis bisa segera menyusul masuk.

 

Kesimpulan

Kelima, seleksi CPNS kali ini menunjukkan pelayanan yang prima dari BKN dan BKD. Lembaga yang berada dalam satu payung ini berlomba untuk memberikan pelayanan yang paling maksimal. Khususnya melalui akun media sosial.

Selain itu, kala pelaksanaan SKD sarana dan prasarana pun berusaha dipenuhi sebaik mungkin. Mulai dari tempat penitipan barang (tas), sampai disediakannya air mineral. Dan semuanya menjadi cacatan yang penuh warna pada SKD CPNS tahun 2018.

 

Demikian sedikit informasi mengenai Struktur Teks Editorial: Pengertian, Contoh, Langkah. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam artikel ini. Terimakasih.

Mexi Kehidupan lebih berarti jika berguna bagi banyak orang, penyuka drama korea.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight