Adi Catur Pamungkas Seorang muslim yang suka menulis berbagai macam artikel dan tertarik dengan dunia networking

Taekwondo: Pengertian, Teknik, Gerakan dan Sejarah Taekwondo

15 min read

taekwondo

Taekwondo merupakan salah satu jenis olahraga bela diri yang mengutamakan teknik kaki dalam mengalahkan lawan mainnya. Anyeong Hasimnika merupakan cara mengucapkan salam dalam Taekwondo.

Dalam Taekwondo, teknik–teknik dasar yang digunakan sangatlah beragam mulai dari kuda–kuda, tendangan, pukulan, tangkisan, sabetan, dan tusukan.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan kami bahas mengenai olahraga bela diri Taekwondo mulai dari Pengertian, Sejarah, Janji Taekwondo Indonesia, Tiga Materi Dasar Dalam Latihan, dan lain sebagainya.

 

Pengertian Taekwondo

pengertian taekwondo

Taekwondo adalah salah satu jenis cabang olah raga bela diri modern yang berasal dari negara Korea. Taekwondo ini berasal dari beberapa katai yaitu “Tae” yang memiliki arti kaki yang menghancurkan dengan tendangan.

Dan “Kwon” yang memiliki makna tangan atau dengan kata lain menghantam dan mempertahankan diri dengan menggunakan tangan, dan “Do” yang memiliki arti cara mendisiplinkan diri.

Dengan demikian maka Taekwondo ini merupakan olahraga seni bela diri yang mengandalkan teknik kaki dan juga tangan kosong dalam menaklukan lawannya.

 

 

Sejarah Taekwondo

sejarah taekwondo

Berdasarkan catatan sejarah, olahraga bela diri Taekwondo ini sudah berkembang sejak tahun 37 M, tepatnya pada masa pemerintahan dinasti Koogoryo di Korea.

Pada saat itu, masyarakat sekitar menyebut olahraga bela diri Taekwondo ini dengan beberapa nama yang berbeda–beda, mulai dari Taekkyon, Taeyon, dan Subak.

Sejak saat itu juga Taekwondo sudah menjadi salah satu seni pertahanan bela diri yang digunakan oleh para kesatria dinasti Chosun kuno, dinasti Koryo, dan kerajaan Shila pada masa kejayaannya,

Selain itu, Taekwondo juga sering digunakan sebagai pertunjukan acar ritual yang dilakukan oleh negara Korea.

Pada saat Korea merdeka yaitu tepatnya pada tahun 1945, masyarakat Korea terus berusaha dengan keras untuk berlatih dan mengembangkan seni bela diri Taekwondo ini.

Karena memang Taekwondo ini merupakan salah satu seni bela diri tradisional dari Korea. Dan pada akhirnya, Taekwondo ini terus tumbuh dengan pesat sampai ke semua penjuru dunia dan sering di pertandingkan pada ajang olimpiade terbesar 4 tahunan.

Kemudian pada tahun 1973, tepatnya yaitu pada tanggal 28 Mei, terbentuk sebuah organisasi yang bernama WTF (World Taekwondo Federation) yang bermarkas di Kukkiwon, Korea Selatan.

Pada saat itu, Kim Un Young di tunjuk sebagai presiden pertama pada organisasi WTF tersebut. Hingga saat ini, WTF sudah mempunyai anggota lebih dari 186 negara yang ada di seluruh dunia.

 

Sejarah Taekwondo di Indonesia

Sedangkan sejarah Taekwondo di Indonesia sendiri, Taekwondo dengan aliran WTF ini baru mulai berkembang pada tahun 1972.

Aliran Taekwondo WTF ini pertama kali dibawa oleh Mauritsz Dominggus pada tahun 1972 yang bertempat di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Akan tetapi pada saat itu, seni bela diri Taekwondo ini belum begitu terkenal dan berkembang karena karate telah hadir terlebih dahulu di Indonesia dibandingkan dengan Taekwondo.

Seperti halnya karate shindoka yang telah di populerkan oleh Simon Kaihena – Jopi Yan Rainong – Hady Sugianto – William Giritz– Drs. Rosid M. Siregar (Alm) – Sukanda – Hasan Johan– Mujiman (Alm)  – Hendry Sanuri (Alm) dan Harry Tomotala (Perguruan Karate PERKINO).

Kemudian tokoh – tokoh karate tersebut bergabung dengan Mauritsz Dominggus yang berasal dari Ambon dimana beliau adalah pemegang sabuk hitam Taekwondo.

Lalu mereka mencari ilmu di negara Belanda dan pada waktu itu mereka membentuk sebuah perguruan dengan nama KATAEDO yang merupakan singkatan atau gabungan dari kata Karate dan Taekwondo.

Lalu pada tanggal 15 Juli 1974, berdasarkan saran dari Prof. Kim Ki Ha selaku ketua asosiasi Korea yang ada di Indonesia, KATAEDO lalu diganti namanya menjadi Institut Taekwondo Indonesia atau disingkat menjadi INTIDO

Pada saat itu INTIDO terus diperjuangkan oleh Prof. Kim Ki Ha, perjuangan tersebut bertujuan agar INTIDO bisa menjadi salah satu anggota WTF namun dengan syarat INTIDO harus dirubah menjadi Federasi Taekwondo Indonesia (FTI) dan Marsekal muda (TNI) Sugiri menjadi ketua umumnya.

Kemudian pada tanggal 17 Juni 1976, FTI sudah resmi menjadi salah satu anggota dari WTF yang secara resmi ditanda tangani langsung oleh presiden dari WTF yaitu Kim Un Yong.

Selanjutnya pada tahun 1976, Indonesia mendatangkan pelatih langsung dari Korea Selatan. Hal tersebut dalam rangka program peningkatan mutu serta prestasi Taekwondo di Indonesia.

Pelatih tersebut bernama Kim Yeong Tae Dan V. Beliau adalah mantan juara dunia Taekwondo kelas berat. Seiring bertambahnya waktu, di Indonesia terdapat 2 organisasi besar yang menaungi Taekwondo di Indonesia.

Di antaranya yaitu FTI (Federasi Taekwondo Indonesia) yang di ketuai oleh Marsekal Muda Sugiri dan PTI (Persatuan Taekwondo Indonesia) yang di ketuai oleh Leo Lapulisa.

Lalu pada tanggal 28 Maret 1981 FTI dan PTI mengadakan sebuah pertemuan dengan tajuk Musyawarah Nasional I yang bertujuan untuk memajukan Taekwondo di Indonesia.

Musyawarah Nasional I tersebut menghasilkan sebuah kesepakatan bersama yang bertujuan untuk menyatukan kedua organisasi tersebut menjadi sebuah organisasi Taekwondo.

Penyatuan kedua organisasi tersebut pada saat ini dapat dikenal dengan nama PBTI (Pengurus Besar Taekwondo Indonesia) yang sudah di akui oleh WTF dan juga KONI.

Dengan bapak Sarwo Edhie Wibowo menjadi ketua umumnya dan juga pelindung langsung dari ketua KONI pusat yaitu bapa Surono.

Taekwondo ini pertama kali di perlombakan pada Olimpiade pada tahun 1992 yang bertempat di Barcelona, Spanyol. Namun pada saat itu, pertandingan tersebut masih bersifat eksibisi.

Kemudian pada perlombaan berikutnya tepatnya pada tahun 1996 yang bertempat di Atlanta, olahraga bela diri Taekwondo mulai kembali di pertandingkan secara resmi.

Lalu pada olimpiade tahun 1992 yang bertempat di Barcelona pada saat Taekwondo masih diperlombakan sebagai cabang olahraga eksibisi, Indonesia ikut serta menurunkan atlet Taekwondo terbaiknya.

Dari hasil pertandingan tersebut, Indonesia berhasil meraih prestasi yang sangat membanggakan yaitu dengan meraih 3 medali perak dan 1 perunggu.

Hingga saat ini Taekwondo di Indonesia terus mengalami perkembangan yang begitu cepat dan juga sering di pertandingkan di berbagai macam event akbar nasional seperti halnya PON (Pekan Olahraga Nasional).

 

 

Janji Taekwondo

janji taekwondo

  1. Menjunjung tinggi nama bangsa serta negara kesatuan republik Indonesia dengan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
  2. Menaati asas – asas Taekwondo Indonesia.
  3. Menghormati pelatih, pengurus, senior, dan juga sesama pemain Taekwondo dalam upaya mengembangkan Taekwondo di Indonesia.
  4. Senantiasa berlaku jujur serta bertanggung jawab sebagai upaya dalam menjadi nama baik Taekwondo Indonesia.
  5. Menjadi pembela kebenaran dan keadilan.

 

 

Tiga Materi Dasar Dalam Latihan Taekwondo

materi dasar taekwondo

1. Poomse

Serangkaian teknik – teknik gerakan dasar berupa serangan serta pertahanan diri yang dilakukan untuk melawan lawan yang imajiner dengan mengikuti diagram tertentu merupakan pengertian dari Rangkaian jurus atau Poomse.

Di setiap diagram rangkaian gerakan pada Poomse di dasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat serta cara pandang bangsa Korea.

 

2. Kyukpa

Kyukpa atau dalam istilah di artikan sebagai teknik pemecahan benda – benda keras adalah sebuah latihan yang menggunakan sasaran berupa objek benda mati.

Latihan tersebut bertujuan untuk mengukur kemampuan dan juga ketepatan teknik yang dimiliki. Objek sasaran yang digunakan biasanya yaitu batu bata, papan kayu, genting, dan lain sebagainya.

Teknik Kyukpa ini dilakukan dengan cara memanfaatkan tendangan, pukulan dan juga sabetan, bahkan menggunakan tusukan jari tangan.

 

3. Kyorugi

Pertarungan atau Kyorugi ini adalah sebuah latihan yang dilakukan dengan cara mengaplikasikan teknik gerakan dasar (Poomse) dimana terdapat dua orang yang bertarung dan saling mempraktikkan teknik serangan dan teknik pertahanan yang telah dipelajari.

 

 

Filosofi Warna Sabuk Dalam Taekwondo

filosofi sabuk

1. Putih

Sabuk dengan warna putih ini menggambarkan kesucian, dan warna putih merupakan dasar dari semua warna serta melambangkan sebuah permulaan.

Para pemain Taekwondo yang masih menggunakan sabuk berwarna putih ini artinya sedang mempelajari jurus dasar (gibon atau basic) 1 dan 2.

 

2. Kuning

Sabuk dengan warna kuning ini melambangkan bumi, pada tahap inilah para pemain Taekwondo mulai di tanamkan mengenai dasar – dasar TKD dengan kuat dan juga mulai mempelajari gibon 3.

Sebelum pemain Taekwondo naik ke sabuk hijau, pada umumnya para pemain Taekwondo akan naik ke sabuk kuning strip hijau terlebih dahulu.

 

3. Hijau

Sabuk dengan warna hijau ini melambangkan hijaunya pepohonan dan juga kemakmuran, pada tahap inilah dasar TKD mulai di tumbuh kembangkan dan juga mulai memelajari taegeuk 2.

Sebelum pemain Taekwondo naik ke sabuk biru, pada umumnya para pemain Taekwondo akan naik ke hijau kuning strip biru terlebih dahulu.

 

4. Biru

Sabuk dengan warna biru ini melambangkan warna biru langit yang menyelimuti bumi dan juga isinya. Warna tersebut memiliki arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang sudah kita pelajari. Pada tahap inilah para pemain Taekwondo mulai memelajari taegeuk 4.

Sebelum pemain Taekwondo naik ke sabuk merah, pada umumnya para pemain Taekwondo akan naik ke sabuk hijau strip merah terlebih dahulu.

 

5. Merah

Sabuk dengan warna merah ini melambangkan matahari, yang memiliki arti bahwa kita harus mulai menjadi pedoman atau panutan untuk orang lain dan harus bisa mengendalikan sikap dan juga tindakan yang dilakukan.

Selain itu, maksud dari matahari ini yaitu tingkatan dimana seorang dengan sabuk merah harus memberikan kehangatan atau dengan kata lain memberikan ilmu dan bimbingan yang telah diperoleh. Pada tahap inilah para pemain Taekwondo mulai memelajari taegeuk 6.

Sebelum pemain Taekwondo naik ke sabuk hitam, pada umumnya para pemain Taekwondo akan naik ke sabuk merah strip duan dan merah strip satu terlebih dahulu.

 

6. Hitam

Dan sabuk terakhir yaitu sabuk dengan warna hitam yang melambangkan sebuah akhir,  kedalaman, kematangan seseorang dalam berlatih serta penguasaan diri dari takut dan kegelapan.

Pada sabuk hitam in terdapat beberapa  tahapan yaitu Dan 1 sampai Dan 9. Warna hitam ini juga melambangkan alam semesta atau dunia.

 

 

Warna Sabuk dan Jurus yang Dipelajari

warna sabuk dan jurus

  • Sabuk dengan warna Putih, jurus yang dipelajari yaitu Basic 1 atau Gibon 1.
  • Sabuk dengan warna Kuning, jurus yang dipelajari yaitu Basic 2 atau Gibon 3.
  • Sabuk dengan warna Kuning Strip, jurus yang dipelajari yaitu Taegeuk 1.
  • Sabuk dengan warna Hijau, jurus yang dipelajari yaitu Taegeuk 2.
  • Sabuk dengan warna Hijau Strip, jurus yang dipelajari yaitu Taegeuk 3.
  • Sabuk dengan warna Biru, jurus yang dipelajari yaitu Taegeuk 4.
  • Sabuk dengan warna Biru Strip, jurus yang dipelajari yaitu Taegeuk 5.
  • Sabuk dengan warna Merah, jurus yang dipelajari yaitu Taegeuk 6.
  • Sabuk dengan warna Merah Strip Hitam 1, jurus yang dipelajari yaitu Taegeuk 7.
  • Sabuk dengan warna Merah Strip Hitam 2, jurus yang dipelajari yaitu Taegeuk 8.
  • Sabuk dengan warna Merah Hitam (Poom), jurus yang dipelajari yaitu Koryo.
  • Sabuk dengan warna Hitam, jurus yang dipelajari yaitu Koryo.
  • Sabuk dengan warna Hitam Strip 1, jurus yang dipelajari yaitu Koryo.
  • Sabuk dengan warna Hitam Strip 2, jurus yang dipelajari yaitu Geumgang.
  • Sabuk dengan warna Hitam Strip 3, jurus yang dipelajari yaitu Taebaek.
  • Sabuk dengan warna Hitam Strip 4, jurus yang dipelajari yaitu Pyongwon.
  • Sabuk dengan warna Hitam Strip 5, jurus yang dipelajari yaitu Sipjin.

 

 

Istilah Istilah yang Digunakan dalam Taekwondo

istilah dalam taekwondo

  • Sabeum, merupakan istilah yang digunakan untuk Instruktur.
  • Sabeum Nim, merupakan istilah yang digunakan untuk Instruktur Kepala.
  • Seonbae, merupakan istilah yang digunakan untuk Senior.
  • Hubae, merupakan istilah yang digunakan untuk Junior.
  • Kibon Dojak, merupakan istilah yang digunakan untuk Gerakan Dasar.
  • Tae Kwon Do Junshin, merupakan istilah yang digunakan untuk Prinsip Ajaran Taekwondo.
  • Muknyeom, merupakan istilah yang digunakan untuk Meditasi.
  • Kihap, merupakan istilah yang digunakan untuk Berteriak.
  • Dobok, merupakan istilah yang digunakan untuk Seragam Taekwondo.
  • Ti, merupakan istilah yang digunakan untuk Sabuk Latihan.
  • Wen, merupakan istilah yang digunakan untuk Kiri.
  • Oreon, merupakan istilah yang digunakan untuk Kanan.
  • Sijak, merupakan istilah yang digunakan untuk Mulai.
  • Kalryeo, merupakan istilah yang digunakan untuk Stop Sementara.
  • Keyso, merupakan istilah yang digunakan untuk Lanjutkan.
  • Keuman, merupakan istilah yang digunakan untuk Selesai.
  • A Nee, merupakan istilah yang digunakan untuk Tidak.
  • Yee, merupakan istilah yang digunakan untuk Ya.
  • Eolgol, merupakan istilah yang digunakan untuk Sasaran atas kepala.
  • Moumtong, merupakan istilah yang digunakan untuk Sasaran tengah (Badan atau Ulu Hati).
  • Arae, merupakan istilah yang digunakan untuk Sasaran bawah (Pinggang Kebawah).
  • Kyungrye, merupakan istilah yang digunakan untuk Hormat.
  • Chariot, merupakan istilah yang digunakan untuk Mempersiapkan diri.
  • Joon Bi, merupakan istilah yang digunakan untuk Istirahat.
  • Yusan Tung Il Joonbi, merupakan istilah yang digunakan untuk Berdoa dengan Sikap Joonbi.
  • Agam So, merupakan istilah yang digunakan untuk Istirahat dengan Tangan Dibelakang.
  • Nici, , merupakan istilah yang digunakan untuk Sekian.
  • Belci Ki Manisi, merupakan istilah yang digunakan untuk Tempat Istirahat.
  • Menicip, merupakan istilah yang digunakan untuk Pengawas Taekwondo.
  • Sugo Haset Sen Nida, merupakan istilah yang digunakan untuk Terima Kasih Pelatih.
  • Kamsha Ham Nida, merupakan istilah yang digunakan untuk Terima Kasih.
  • Anyeong Hasimnika, merupakan istilah yang digunakan untuk Salam.
  • Mian Hamnida, merupakan istilah yang digunakan untuk Maaf.
  • Barro, merupakan istilah yang digunakan untuk Selesai.
  • Tweo, merupakan istilah yang digunakan untuk Lompat.
  • Dojang, merupakan istilah yang digunakan untuk Tempat Lain.
  • Sueh, merupakan istilah yang digunakan untuk Ambil Nafas.
  • App, merupakan istilah yang digunakan untuk Depan.
  • Dwi, , merupakan istilah yang digunakan untuk Belakang.
  • Dwi Dhora, merupakan istilah yang digunakan untuk Balik Arah.
  • Bal Phako, merupakan istilah yang digunakan untuk Ganti Langkah (Kiri).
  • Chung, merupakan istilah yang digunakan untuk Biru.
  • Hong, merupakan istilah yang digunakan untuk Merah.
  • Kyeshi, merupakan istilah yang digunakan untuk Penghentian Pertandingan Sementara Karena Cidera.
  • Kyong-go, merupakan istilah yang digunakan untuk Hukuman Peringatan.
  • Gam-jeom, merupakan istilah yang digunakan untuk Hukuman dengan Pengurangan Nilai.
  • Shigan, merupakan istilah yang digunakan untuk Penghentian Pertandingan Sementara karena Kasus Lain.

Baca Juga : 15 Manfaat Olahraga Bagi Tubuh.

 

Hitungan Bahasa Korea dalam Taekwondo

hitungan dalam taekwondo

  • Hanna, yaitu untuk hitungan 1.
  • Dool, yaitu untuk hitungan 2.
  • Set, yaitu untuk hitungan 3.
  • Net, yaitu untuk hitungan 4.
  • Tasot, yaitu untuk hitungan 5.
  • Yasot, yaitu untuk hitungan 6.
  • Ilgob, yaitu untuk hitungan 7.
  • Yoedoel, yaitu untuk hitungan 8.
  • Ahop, yaitu untuk hitungan 9.
  • Yool, yaitu untuk hitungan 10.
  • Yeol Hanna, yaitu untuk hitungan 11.
  • Seunmool, yaitu untuk hitungan 20.
  • Seunmool Hanna, yaitu untuk hitungan 21.
  • Seoreun, yaitu untuk hitungan 30.
  • Baek, yaitu untuk hitungan 100.
  • Dobeon, yaitu mempunyai arti Dua Kali.
  • Sambeon, yaitu mempunyai arti Tiga Kali.
  • Illjang, yaitu mempunyai arti Ke 1.
  • Yeejang, yaitu mempunyai arti Ke 2.
  • Samjang, yaitu mempunyai arti Ke 3.
  • Sahjang, , yaitu mempunyai arti Ke 4.
  • Ohjang, yaitu mempunyai arti Ke 5.
  • Yukjang, yaitu mempunyai arti Ke 6.
  • Chiljang, yaitu mempunyai arti Ke 7.
  • Paljang, yaitu mempunyai arti Ke 8.
  • Khojang, yaitu mempunyai arti Ke 9.
  • Shibjang, yaitu mempunyai arti Ke 10.

 

 

Bagian Bagian Tubuh yang Menjadi Sasaran

sasaran bagian tubuh

1. Eolgol (Bagian Atas atau Kepala dan Muka)

Bagian – bagian tubuh yang termasuk kedalam Eolgol antara lain yaitu kepala, wajah, tulang belikat, dagu, jakun, tulang diantara mata, bagian atas dan bagian bawah bibir.

 

2. Momtong (Bagian Tengah atau Badan)

Bagian – bagian tubuh yang termasuk kedalam Momtong antara lain yaitu ulu hati, perut, rusuk atau tulang iga, dan juga dibawah tulang rusuk dimana ginjal berada di dalamnya.

 

3. Are (Bagian Bawah)

Bagian – bagian tubuh yang termasuk kedalam Are antara lain yaitu bagian tubuh dari pusar ke bawah mulai dari rongga perut, selangkangan, paha bagian dalam, dan kemaluan.

 

 

Bagian Tubuh yang Digunakan untuk Menyerang dan Bertahan

bagian tubuh untuk bertahan dan menyerang

  • Son atau Tangan
  • Pal atau Pergelangan Tangan
  • Joomeok atau Kepalan Tangan
  • Deung Joomeok atau Kepalan Tangan Bagian Belakang
  • Pyong Joomeok atau Kepalan Bagian Jari yang Dilipat
  • Bam Joomeok atau Jari Tengah/Telunjuk Ditekuk
  • Sonal atau Pisau Tangan
  • Batang Soon atau Bantalan Telapan Tangan
  • Mok atau Leher
  • Bakat Palmeuk atau Lengan Bagian Luar
  • An Palmook atau Lengan Bagian Dalam
  • Pal Kup atau Siku Tangan
  • Bal atau Pergelangan Kaki
  • Bal Nal atau Pisau Kaki
  • Bal Deung atau Punggung Kaki
  • Ap Chuk atau Telapak Kaki
  • Dwi Chuk atau Tumit Kaki
  • Mooreup atau Lutut

 

 

Teknik Teknik Dalam Taekwondo

teknik taekwondo

A.Kuda – Kuda (SEOGI)

Dalam seni bela diri Taekwondo, sikap kuda – kuda terbagi menjadi tiga macam di antaranya yaitu :

  1. Neolpyo Seogi atau sikap kuda-kuda terbuka.
  2. Moa Seogi atau sikap kuda-kuda tertutup.
  3. Teuksu Poom Seogi atau sikap kuda-kuda khusus.

Untuk lebih jelasnya mengenai ketiga kuda – kuda diatas, akan kami uraikan pada pembahasan berikut ini, oleh karena itu silahkan simak baik – baik.

 

1. Neolpyo Seogi atau Sikap Kuda-Kuda Terbuka

  • Naranhi Seogi atau Sikap Sejajar.
  • Juchum Seogi atau Sikap Duduk.
  • Ap Seogi atau Sikap Jalan Pendek.
  • Ap Kubi Seogi atau Sikap Jalan Panjang.
  • Dwit Kubi atau Sikap Kuda-Kuda L.
  • Beom Seogi atau Sikap Kuda-Kuda Harimau.

 

2. Moa Seogi atau Sikap Kuda-Kuda Tertutup

  • Moa Seogi atau Sikap Kuda-Kuda Tertutup.
  • Koa Seogi atau Sikap Kuda-Kuda Kaki Menyilang.

 

3. Teuksu Poom Seogi atau Sikap Kuda-Kuda Khusus

  • Kibon Junbi Seogi atau Sikap Kuda-Kuda Siap.
  • Bojumeok Junbi Seogi atau Sikap Kuda-Kuda Siap dengan Menutup Kepalan.

 

B. Pukulan (JIREUGI)

  • Yeop Jireugi merupakan jenis Pukulan Samping
  • Chi Jireugi merupakan jenis Pukulan Dari Bawah Keatas.
  • Dolryeo Jireugi merupakan jenis Pukulan Mengait.
  • Pyojeok Jireugi merupakan jenis Pukulan dengan Sasaran.
  • Momtong Jireugi merupakan jenis Pukulan Mengarah ke Tengah (Pukulan Mengarah ke Ulu Hati).
  • Are Jireugi merupakan jenis Pukulan ke Bawah.
  • Oreon Jireugi merupakan jenis Pukulan Dengan Tangan Kanan Yang Dilakukan Sambil Menendang (Ap Chagi).
  • Eolgol Jireugi merupakan jenis Pukulan ke Atas (Pukulan Mengarah ke Kepala).
  • Dujumeok Jeocho Jireugi merupakan jenis pukulan dua kepalan membungkuk meninju ke depan.
  • Chetdari Jireugi merupakan jenis Pukulan ganda ke arah tengah.
  • Dangkyo Teok Jireugi merupakan jenis Pukulan Meninju Rahang.

 

C. Sabetan (CHIGI)

  • Han Sonnal Mok Chigi adalah jenis Sabetan dengan Pisau Tangan.
  • Jebipoom Mok Chigi adalah jenis Sabetan dari Luar ke Dalam dengan Tangkisan Pisau Tangan.
  • Me Jumeok Naeryo Chigi adalah jenis Sabetan dari Atas ke Bawah.
  • Dung Jumeok Eolgul Ap Chigi adalah jenis Sabetan Depan dengan Bonggol Atas Kepalan dengan Sasaran Atas.
  • Palkup Dollyo Chigi adalah jenis Sabetan Memutar dengan Siku Tangan.
  • Palkup Pyojeok Chigi adalah jenis Sabetan Siku Tangan dengan Sasaran.
  • Mureup Chigi adalah jenis Sabetan dengan Lutut.
  • Deung Jumeok Bakkat Chigi adalah jenis Sabetan dari Dalam ke Luar dengan Bonggol Atas Kepala.

 

D. Tusukan (CHIREUGI)

  • Pyeonsonkeut Sewo Chireugi merupakan jenis Tusukan dengan Telapak Tangan Tegak.
  • Pyeonsonkeut Upeo Chireugi merupakan jenis Tusukan dengan Telapak Tangan Mendatar.
  • Kawison Keut Chireugi merupakan jenis Tusukan dengan 2 Jari ke Arah Mata.
  • Hanson Keut Chireugi merupakan jenis Tusukan dengan 1 Jari ke Arah Mata.

 

E. Tendangan (CHAGI)

  • Ap Chagi adalah jenis Tendangan depan ke arah perut menggunakan kaki depan.
  • Dollyo Chagi adalah jenis Tendangan dari arah samping.
  • Yeop Chagi adalah jenis Tendangan samping menggunakan pisau kaki.
  • Dwi Chagi adalah jenis Tendangan belakang.
  • Twieo Ap Chagi adalah jenis Tendangan depan yang dilakukan sambil melompat.
  • Twieo Dwi Chagi adalah jenis Tendangan belakang yang dilakukan sambil melompat.
  • Twieo Yeop Chagi adalah jenis Tendangan samping yang dilakukan sambil melompat.
  • Dubal Dangsang Chagi adalah jenis Tendangan dengan dua target sasaran.
  • Goley / Nare Chagi adalah jenis Tendangan ganda.
  • Sip Chagi An Chagi adalah jenis Tendangan yang dilakukan sambil melompat dan tangkisan aremaki.
  • Penriyti Chagi adalah jenis Tendangan keliling.
  • Dwi Hurigi adalah jenis Tendangan berputar melalui belakang.
  • Dol”e Chagi adalah jenis Tendangan mencangkul ke arah kepala menggunakan tumit.

 

F. Tangkisan (MAKI)

  • Are Maki merupakan jenis Tangkisan ke arah bawah untuk menangkis tendangan.
  • Eolgol Maki merupakan jenis Tangkisan ke arah kepala.
  • Bina Magi An Maki merupakan jenis Tangkisan yang dimulai dari lengan bawah dan saat .masuk ke dalam harus melalui lengan atas.
  • An Palmok Momtong Bakkat Maki merupakan jenis Tangkisan ke arah lengan bawah.
  • An Makki merupakan jenis Tangkisan ke tengah dari luar ke dalam.
  • Bakkat Makki merupakan jenis Tangkisan ke tengah dari dalam ke luar.
  • Sonnal Momtong Makki merupakan jenis Tangkisan ke tengah dengan pisau tangan.
  • Batang Son Momtong An Makki merupakan jenis Tangkisan ke tengah dari luar dengan .bantalan telapak tangan.
  • Kawi Makki merupakan jenis Tangkisan menggunting.
  • Sonnal Bitureo Makki merupakan jenis Tangkisan melintir dengan satu pisau tangan.
  • Hecho Makki merupakan jenis Tangkisan ganda ke luar.
  • Eotgoreo Arae Makki merupakan jenis Tangkisan silang ke arah bawah.
  • Wesanteul Makki merupakan jenis Tangkisan ganda memotong arah bawah dan ke luar.

 

Demikianlah pembahasan ringkas dan lengkap dari kami mengenai Taekwondo: Pengertian, Teknik, Gerakan, Sejarah, Lengkap. Semoga pembahasan yang telah kami ulas di atas dapat bermanfaat untuk kamu dan bisa menambah wawasan kamu khususnya dalam dunia Taekwondo.

Adi Catur Pamungkas Seorang muslim yang suka menulis berbagai macam artikel dan tertarik dengan dunia networking

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight