Hasif Priyambudi "Saat kau mengenal kasih sayang, kau juga menanggung resiko kebencian" Itachi :v

10 Tahapan Perkembangan Bayi Secara Lengkap

6 min read

10 Tahapan Perkembangan Bayi Secara Lengkap

Perkembangan Bayi – Pada artikel ini pintarnesia akan memaparkan mengenai perkembangan bayi secara lengkap. Bagi kamu yang baru menikah pasti sangat menantikan kedatangan bayi pertama kalian. Memang kedatangan bayi sangat ditunggu oleh semua orang yang sudah menikah.

Gerakan bayi didominasi oleh gerak refleks. Dengan berkembangnya sistem saraf, di usia 2 (dua) bulan gerakan refleksnya berkurang, dan kemampuan kognitif serta sosial bayi berkembang pesat. Nah, berikut ini adalah 10 (sepuluh) tahapan perkembangan penting bayi yang perlu kamu ketahui.

 

10 Tahap Penting Perkembangan Bayi

Berikut ini adalah penjelasan mengenai tahap penting perkembangan bayi, antara lain.

 

1. Tengkurap (Usia 3-4 Bulan)

Tengkorak terjadi saat bayi berhasil bertumpu pada perutnya serta bertahan pada posisi tersebut dalam beberapa kurun waktu. Anak tengkurap diawali dengan kemampuan memiringkan badannya ke kanan atau ke kiri, lalu ia belajar berguling di usia 1,5 – 2 Bulan.

Bayi belajar tengkurap pertama kali pada satu sisi, serta dilanjutkan di sisi lain, lalu berbalik lagi. Saat mencapai usia 3 sampai 4 bulan, otot leher nya semakin kuat iya bisa berbaring terlentang dengan memandang lurus ke depan. tangan dan kakinya pun lebih bebas bergerak sejalan dengan kemampuannya untuk menggerakan kepala. Video juga mulai berlatih guling serta mengangkat kepalanya dalam posisi tengkurap.

 

2. Mengangkat Kepala (Usia 4 Bulan)

Di usia 2 bulan bayi mampu mengontrol gerakan leher serta kepalanya. dia bisa mengangkat kepala membentuk sudut 45 derajat dengan cara bertopang pada kedua tangannya saat pada usia 3 bulan. Di usia 4 empat bulan, bayi bisa mengangkat kepalanya dengan sudut lebih besar yakni 90 derajat dalam posisi tengkurap.

Kemampuan mengangkat kepala ini membantu melatih ketajaman penglihatan nya, dia juga mulai mengedahkan kepala untuk mencari kamu bila mendengar suara kamu.

 

3. Memekik Gembira (Usia 4-5 Bulan)

Pernahkah kamu mendengar mengeluarkan suara dengan nada tinggi penuh kesenangan saat berhasil meraih benda yang ia inginkan atau saat ia merasa senang dengan kehadiran kamu? Di awal hidupnya, suara-suara yang dikeluarkan merupakan respons tubuhnya terhadap emosi yang ia rasakan. tapi di usia 4 bulan keatas bayi mengeluarkan suara dengan tujuan yang lebih jelas.

Ia kan teriak dengan gembira saat mencapai keinginannya, suara yang dikeluarkannya merupakan sarana untuk mengungkapkan perasaan atau berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya. Masa berceloteh ini memang sangat dinikmati oleh bayi, kamu akan mendengarkan salatnya ia akan mengeluarkan suara yang menyerupai huruf hidup seperti “aiiiii”, “uuuhhh”.

 

4. Memegang Dua Benda di Belakang (Usia 7-8 Bulan)

Di usia 4 sampai 5 bulan, hotwheel tangan anak semakin terampil. Jika memberinya mainan berwarna cerah, dia akan menggerakkan lengan dan tangannya untuk meraih mainan tersebut. gerakan untuk mencapai ini melatih untuk meraih selalu menggenggam serta memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lainnya. Di usia 7 sampai 8 bulan, keterampilan jari-jemari bayi semakin meningkat.

Dia akan menggunakan tangan yang berbeda untuk tujuan berbeda, satu tangan digunakan untuk bereksplorasi, sementara tangan lainnya digunakan untuk memegang.

Perhatikan saja saat satu tangannya memegang mainan kemudian tangan satunya diberikan mainan lain, ia akan tetap memegang mainan ke kamarnya tapi tangan yang satu mengambil mainan yang kamu tawarkan. Jika kamu memberikan sebuah satu mainan lagi, salah satu mainan yang sedang dipegang itu akan dibuang kemudian ya kan menggenggam mainan ketiga yang kamu tawarkan.

 

5. Duduk (Usia 7-8 Bulan)

Perkembangan anak yang sangat mengagumkan adalah saat ia bisa duduk sendiri, saat otot punggung dan leher nya sudah cukup kuat untuk menopang tubuhnya ia akan belajar duduk. Setelah belajar mengangkat kepalanya saat ia tengkurap, tahap selanjutnya si bayi belajar bagaimana menyangga tubuhnya menggunakan kedua lengannya serta mengangkat tubuhnya semacam ini push-up.

Sekitar usia 6 bulan, bayi kamu mencoba duduk sendiri dengan mengandalkan satu atau kedua tangannya untuk duduk, perut saat usia 7 sampai 8 bulan, dia akan menguasai kepandaian baru yakni bisa duduk sendiri dari tengkorak kemudian bangun sendiri dengan bantuan tangannya sendiri. Dengan kemampuan duduk ini ia bisa meraih benda yang diinginkannya.

 

6. Merangkak (Usia 7-8 Bulan)

Merangkak merupakan cara pertama bayi untuk bisa mengeksploitasi sekeliling ruangan guna mempelajari hal-hal yang baru serta menarik perhatiannya. cara anak merangkak merupakan ketika ia akan belajar keseimbangan melalui tangan serta lututnya kemudian belajar maju mundur mendorong tubuhnya dengan mendorong lututnya. Kepandaiannya mereka pun ini merupakan salah satu cara menguatkan otot-otot yang membantunya guna belajar berjalan.

usia rata-rata anak berjalan merangkak saat dia mulai bisa duduk tanpa bantuan pada saat usia 7 sampai 8 bulan. Dia bisa mengangkat kepalanya untuk melihat sekelilingnya serta otot otot lengan, kaki serta punggungnya cukup kuat untuk mencegah jatuhnya ke permukaan saat ia mencoba bangkit dengan bantuan tangan dan lututnya. Pada saat usia 9 sampai 10 bulan, bayi mencapai kepandean baru yakni merangkak mundur guna mengambil ancang-ancang duduk.

Bayi juga menguasai teknik yang lebih maju yaitu Cross-Crawing, gerakan merangkak menggunakan satu tangan serta satu kaki yang berlawanan secara bersamaan.

 

7. Makan Sendiri (Usia 6-9 Bulan)

Bayi akan mulai makan sendiri sejak usia 6 bulan yakni saat bayi kamu sudah bisa menggunakan tangan serta jari jarinya dengan baik dan koordinasi mata serta tangannya semakin baik. sebutkan bisa meraih benda yang jaraknya sekitar 25 cm dengan kedua tangannya, kemudian memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya. Dia juga senang memasukan segala sesuatu mulut sendiri, ada serta bisa memegang dengan ibu jari dan telunjuk untuk mengambil makanan.

Gigi-giginya yang mulai tumbuh saat usia 6 bulan membaca kecil terdorong untuk mulai belajar menggigit benda yang masuk ke dalam mulutnya. Usia 6 bulan ia sudah mengkonsumsi makanan pendamping ASI (MP ASI) atau makanan padat. Saat usia 8 sampai 9 bulan, kedua tangannya semakin terampil menggenggam suatu benda.

Dia bisa memegang sendok meski masih kokoh saat memasukkan makanan ke dalam mulutnya, biarkan ia beraksi dengan menggunakan sendok cara memasukkan benda itu ke mulutnya.

 

8. Mengenal Anggota Keluarga, Serta Takut Pada Orang yang Belum dikenal (Usia 9-12 Bulan)

Saat si kecil sudah mengenal anggota keluarganya di usia sekitar 6 bulan, ia mulai bisa membedakan wajah orang-orang dekat dalam kehidupannya. Saat masa ini, keterikatannya dengan orang-orang yang dikenal lebih berarti. Dia bisa mendengar, melihat, serta mengingat orang yang dikenalnya. Saat usia ini juga ia bisa mengamati wajah dengan seksama. Dari sini ia mulai berkenalan serta akrab dengan orang-orang terdekat.

Tak heran jika di usia 9 bulan ke atas ini mulai daftar wajah orang-orang yang asing, saat ia menyadari ada seseorang yang tidak dikenali timbul rasa takut. Saat bayi berusia 8 bulan sudah bisa merasa takut terhadap orang asing. Si kecil yang mau digendong oleh orang yang tidak dikenalnya, jadi tiba-tiba lebih mudah menangis saat ditinggal sendiri bersama orang lain yang tidak dikenalnya.

 

9. Berjalan (Usia 12 – 13 Bulan)

Langkah pertama merupakan gerakan awal anak untuk menjadi sosok yang lebih Mandiri. Pada usia 8 sampai 9 bulan dia mulai bisa mengangkat tubuhnya berdiri, umumnya si kecil akan menumbuhkan kedua tangannya pada meja, kursi atau kontrak rumah tangga yang bisa menahan berat badannya. Dia kemudian belajar merambat, menggeserkan kedua tangannya ke samping serta diikuti oleh langkah kedua kakinya.

Suatu siang ini kepanjangan dari belajar berjalan semakin membaik, jika kamu memegang kedua tangannya ia akan mendapat dan mulai melangkah. Lama-lama otot-otot kakinya semakin terlihat dan kuat. Ia juga kian semangat menjajal kemampuannya untuk berjalan. Di usia 11 bulan, sudah bisa berdiri sendiri dalam waktukurang lebih 2 detik tanpa bantuan apapun karena dia memang sudah pandai menjaga keseimbangan tubuhnya.

Lalu ia mencoba melangkah sendiri sampai sekitar 2 sampai 3 langkah. Dan pada usia 12 bulan sudah siap berjalan meski masih sedikit limbung.

Baca Juga : 20+ Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis + Tabel Lengkap

 

10. Bicara (Usia 18-24 Bulan)

Rata-rata anak bisa lancar berbicara pada usia 2 tahun. Sebelum dia mengeluarkan kata pertamanya dari mulut, belajar peraturan peribahasa serta melihat bagaimana orang dewasa berkomunikasi. Dia mengawalinya dengan menggunakan lidah, langit-langit, mulut, dan gigi-giginya untuk membuat suara lambat laun kata-kata tak berbentuk ini menjadi kata yang lebih berarti. Contohnya saja seperti mama, bubu, susu, papa, dan lain sebagainya.

Sejak saat itu, setiap saat hendak menguji pada kata yang didengarnya baik dari orang tua ataupun dari orang-orang di sekitarnya. Sekitar usia 18 sampai 20 bulan, anak mempelajari sekitar 10 kata per hari. Dan terus itu pula ia mulai belajar membentuk kalimat, di usia 2 tahun ia bisa membentuk 2 sampai 3 kata menjadi satu rangkaian kalimat. Ia bisa menggambarkan apa yang didengar, dirasa, dipikirkan, dilihat, dan diinginkan dalam satu rangkaian kalimat.

 

Itulah pembahasan mengenai 10 tahapan perkembangan anak, semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam memahami anak kalian. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.

Hasif Priyambudi "Saat kau mengenal kasih sayang, kau juga menanggung resiko kebencian" Itachi :v

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight