Hasif Priyambudi Penyuka pemrograman dan nonton film, apapun suka asal positif dan bisa bermanfaat

Teks Berita: Pengertian, Struktur, Fungsi, Contoh dan Kaidah Teks Berita

5 min read

teks berita

Teks Berita – Setiap hari selalu muncul berita baru tentang peristiwa yang terjadi di dunia ini, serta tentunya kamu pernah mendengar suatu berita baik itu lewat media cetak, elektronik, atau pun melalui media lainnya. Untuk itu kali ini kita akan membahas mulai dari pengertian, kaidah kebahasaan, contoh teks, dan struktur teks berita singkat yang memiliki fungsi supaya kamu lebih paham dengan penjelasan yang akan disampaikan oleh pintarnesia.

 

Pengertian Teks Berita

Teks Berita merupakan teks yang berisi mengenai segala peristiwa yang terjadi di dunia yang disebarkan lewat berbagai media. Contohnya saja seperti radio, internet, televisi, situs web, atau pun media yang lainnya. Teks berita berisi fakta, akan tetapi tidak semua fakta dijadikan berita.

Kita semua bisa mendapatkan informasi yang penting yang bisa menambah wawasan jika rajin membaca teks berita, sehingga bisa menjadikan kita berpikir secara kritis, kreatif, serta efektif terhadap suatu hal. Suatu peristiwa bisa bertahan selama beberapa jam, hari, atau bahkan tahun. Tergantung seberapa hangat berita tersebut diperbincangkan oleh para orang-orang.

 

 

Struktur Teks Berita

Umumnya suatu teks memiliki struktur tertentu, begitu jika dengan teks berita. Teks tersebut memiliki 3 (tiga) struktur yang saling berhubungan yang kemudian membentuk teks ini secara utuh.

  • Orientasi Berita yakni berisi pembuka dari peristiwa yang diberitakan di teks tersebut. Umumnya tertera penjelasan singkat tentang berita yang sedang dibahas.
  • Peristiwa yakni berisi mengenai proses kejadian dari awal sampai akhir berdasarkan peristiwa yang terjadi serta menjelaskan berdasarkan fakta yang ada.
  • Sumber Berita yakni dari mana asal sumber berita tersebut muncul, sumber berita tidak selamanya ditulis pada bagian akhir berita.

 

 

Kaidah Kebahasaan

Dalam teks berita, kata – kata serta kalimat – kalimat itu ternyata mempunyai kaidah atau pun aturan tersendiri. Kaidah tersebut bisa dijadikan sebagai ciri atau pun pembeda dengan jenis teks yang lainnya. Kaidah yang dimaksud sebagai berikut, antara lain.

1. Penggunaan bahasa bersifat standar (baku)

hal tersebut menjembatani pemahaman banyak kalangan. Bahasa standar lebih mudah untuk dipahami oleh umum, bahasa yang bersifat populer atau pun yang kedaerahan akan dihindari oleh media nasional.

 

2. Bahasa yang digunakan Perpaduan Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung

Kalimat langsung ditandai dengan 2 (dua) petik ganda (“…”) serta disertai keterangan penyertanya. Penggunaan kalimat langsung terkait dengan pengutipan pernyataan oleh narasumber berita. Kalimat tidak langsung sendiri, merupakan kaidah bahasa umum dalam suatu teks cerita, yang umumnya ditampilkan sejak awal atau pun orientasi teks berita.

Contohnya :

  • “Wisatawan, masyarakat dan pendaki tidak diijinkan mendaki serta beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah Gunung Slamet,” Papar Agus
  • “Sebelum meletus, gempa tremor semakin rapat dengan amplitudo sekitar 20 milimeter. Karena tremor membesar, gempa vulkanik sudah tidak terekam,” tutur Wakil Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Bromo.

 

3. Pengguna Konjungsi

Hal tersebut terkait dengan pengubahan bentuk kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung. Contohnya saja adalah,

  • Sejumlah staf Adpel Makassar mengatakan jika Kepala Adpel Makassar sudah pulang.
  • Abdullah mengatakan jika ayahnya pingsan serta tidak ada satu pun orang yang berada di rumah yang bisa membawa ke rumah sakit.
  • Data di BNPN menyebutkan jika ada lebih dari 1 ribu hektare hutan serta lahan produktif di Pulau Riau.

 

4. Penggunaaan Kata Kerja Mental

Kata yang dimaksud adalah memikirkan, membayangkan, berpraduga, berasumsi, berkesimpulan serta beranalogi.

Contoh:

  • Warga membayangkan seandainya hujan itu kembali turun dengan terus – menerus.
  • Mereka memikirkan solusi untuk bisa keluar serta peristiwa yang memilukan itu.

 

5. Penggunaan Fungsi Keterangan Waktu dan Tempat

Sebagai konsekuensi serta perlunya kelengkapan suatu berita yang mencakup unsur kapan serta di mana. Contohnya saja adalah,

  • Gempa dengan kekuatan 6,5 Skala Richter (SR) menerjang pantai di pagi ini.
  • Sekitar pukul 13.45 WIB, langit Riau tampak mendung.
  • Peningkatan arus mudik menjelang Natal serta tahun baru dan Manado ke pulau – pulau yang berada di wilayah Nusa Utara yang melingkupi 3 (tiga) daerah. Yaitu Kabupaten Sitaro, Kabupaten Talaud, Kabupaten Sangihe, terlihat mengalami lonjakan yang cukup tinggi.
  • Sepuluh hari menjelang Lebaran, Pelabuhan Penyeberangan Merak mulai dipadati truk yang mengangkut barang non sembilan bahan pokok.

 

6. Penggunaan Konjungsi Temporal atau Penjumlahan

Contoh dari penggunaan konjungsi temproal atau penjumlahan, seperti kemudian, setelah, awalnya, sejak, akhirnya. Hal tersebut terkait dengan pola penyajian berita yang umumnya mengikuti pola kronologis.

Contoh:

  • Sekitar pukul 13.45 WIB, Sabtu (15/3/2014), langit di Riau terlihat mendung. Tidak lama setelah itu, hujan yang diharapkan semua masyarakat akhirnya turun. Hujan yang turun di siang bolong ini memang tidak terlalu deras.
  • “Itu tempatnya masuk perkampungan. Jadi kita melalui jalan Fatmasari Raya, setelah itu masuk ke Jalan Cimanggis, dan masuk ke Jalan Haji Mansyur,” kata Petugas Pemadam Kebakaran Sudin Jakarta Selatan

Baca Juga: Pengertian Majas Metafora.

 

Tujuan dan Fungsi Teks Berita

Teks berita memiliki tujuan untuk memberikan atau menyampaikan kepada para pembaca, pendengar, serta lainnya mengenai informasi penting yang layak di konsumsi oleh khalayak umum. Fungsi dari Teks Berita adalah mengetahui informasi terbaru masa kini yang diberikan secara langsung kepada khalayak umum.

 

 

Ciri Ciri Teks Berita

Berikut ini adalah beberapa ciri – ciri teks berita yang baik dan benar, antara lain.

  • Bersifat objektif
  • Bahasa mudah dipahami
  • Alur peristiwa berurutan
  • Kalimat yang digunakan padat, singkat jelas
  • Judul berita bisa mewakili isi berita
  • Sumber valid serta bisa dipertanggung jawabkan
  • Bahasa yang disajikan menarik serta bisa memikat minat pembaca
  • Aktual
  • Merupakan peristiwa yang jarak terjadi, bukan sesuatu yang umum terjadi pada setiap hari
  • Data yang diberikan lengkap
  • Waktu dan tempat peristiwa yang jelas

 

 

Contoh Teks Berita Singkat

Kereta anjol dengan nomor KA 2145 rute Manggarai-Bukit Duri terjadi di antara Stasiun Manggarai – Sudirman, Kami (6/1/2018) sekitar pukul 16.00 WIB. Akibatnya ada beberapa perjalanan yang terganggu. Kereta relasi Bogor ke Tanah Abang serta Jatinegara dan begitu juga sebaliknya untuk sementara waktu tidak bisa dilakukan.

Kereta Relasi Bogor serta Bekasi menuju kota Jakarta Kota sebagaian hanya bisa beroperasi sampai Manggarai dan sebagaian tetap melanjutkan perjalanan sampai ke Jakarta-Kota.

“Bagi pengguna jasa yang tidak bisa menunggu bisa melakukan pengembalian tiket ke loket Stasiun serta dihimbau untuk menggunakan moda transportasi yang lain” Ucak Humas PT KCJ Eva Chairunnisa.

Dia juga meminta penumpang memperhatikan keselamatan dengan tidak memaksakan diri naik ketera jika kereta sudah penuh sesak. “Mohon bisa menunggu perjalanan selanjutnya”, Ujar Eva.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai Teks Berita. Semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam mengerjakan tugas, dan semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.

Hasif Priyambudi Penyuka pemrograman dan nonton film, apapun suka asal positif dan bisa bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight