Teks Editorial

Teks editorial bisa dijumpai pada surat kabar seperti koran. Dimana pada koran itu terdapat sebuah berita yang berisi kumpulan fakta atau informasi untuk disajikan bagi para pembaca.

Ada pula sebuah kolom yang berisi pendapat atau opini yang disajikan oleh pemimpin redaksi yang membuat surat kabar tersebut. Kolom tersebut merupakan sebuah teks editorial yang berada pada surat kabar berbentuk koran.

Bisa juga diartikan teks editorial sebagai opini atau pendapat yang ditulis oleh pemimpin rekasi dalam sebuah media terhadap isu aktual di lingkungan masyarakat. Opini yang ditulis dianggap sebagai pandangan resmi suatu penerbit atau media yang berkaitan dengan isu aktual.

  1. Pengertian Teks Editorial
  2. Struktur Teks Editorial
    1. 1. Pernyataan Pendapat atau Tesis
    2. 2. Argumentasi
    3. Penegasan Ulang atau Pernyataan
  3. Jenis - Jenis Teks Editorial
    1. 1. Controversial Editorial
    2. 2. Interpretive Editorial
    3. 3. Explantory Editorial
  4. Langkah - Langkah Membuat Teks Editorial
    1. 1. Memilih Topik
    2. 2. Mengumpulkan Data
    3. 3. Menyesuaikan Topik
    4. 4. Menyunting Teks Editorial
  5. Fungsi Teks Editorial
  6. Contoh Teks Editorial
    1. Pembukaan
    2. Argumen 1: Pendapat
    3. Argumen 2: Fakta
    4. Argumen 3: Fakta
    5. Argumen 4: Sindiran
    6. Kesimpulan

Pengertian Teks Editorial

Pengertian Teks Editorial

Teks editorial adalah tulisan yang berisi pendapat atau pandangan penulis redaksi terhadap sebuah peristiwa yang dibawakan, biasanya teks editorial ini tercantum dalam surat kabar. Peristiwa yang dibawakan tersebut dapat berupa segala hal baik sosial, ekonomi maupun politik.

Pendapat atau pandangan yang ditulis penulis redaksi tersebut dianggap sebagai opini resmi suatu penerbit atau media terhadap sebuah peristiwa. Meskipun teks editorial ini meupakan pendapat atau pandangan umum namun dalam penulisannya tidak sembarangan dan harus sesuai fakta dilengkapi bukti.

Baca Juga : Teks Ulasan

Struktur Teks Editorial

Struktur Teks Editorial

Untuk memahami lebih mendalam maka ketahui Struktur yang menyusun teks editorial memiliki 3 struktur, berikut ini struktur teks editorial yaitu :

1. Pernyataan Pendapat atau Tesis

Pernyataan pendapat atau tesis adalah bagian yang berisi sudut pandang penulis mengenai suatu masalah yang sedang dibahas bisa berbentuk sebuah teori yang diperkuat oleh argumen.

2. Argumentasi

Argumentasi adalah bagian yang berisi alasan atau bukti yang digunakan untuk memperkuat tesis. Secara umum argumentasi diartikan sebagai penolakan terhadap suatu pendapat. Argumentasi bisa berbentuk sebuah pernyataan umum atau data hasil peneletian, fakta – fakta berdasarkan refrensi yang dipercaya.

Penegasan Ulang atau Pernyataan

Penegasan ulang atau pernyataan adalah bagian yang berisi penegasan ulang pendapat dan simpulan yang diperkuat oleh fakta pada bagian argumentasi yang bertujuan untuk memperkuat atau menegaskan pada bagian akhir teks.

Jenis – Jenis Teks Editorial

Jenis Teks Editorial

Setelah kita ketahui pengertian dan strukturnya, ternyata Ada 3 jenis teks editorial di antaranya adalah :

1. Controversial Editorial

Bagian ini bertujuan untuk meyakinkan para pembaca terhadap sebuah isu. Pada pembaca yang berlawanan pendapat akan dipandang buruk.

2. Interpretive Editorial

Bagian ini bertujuan untuk menjelaskan para pembaca terhadap isu yang menyajikan sebuah fakta yang berguna untuk memberikan suatu pengetahuan.

3. Explantory Editorial

Bagian ini bertujuan untuk mengidentifikasi suatu masalah untuk memperhatikan suatu isu yang sedan dihadapi. Dalam hal ini para pembaca harus menilai tentang isu yang sedang dibaca tersebut.

Baca Juga : Pengertian Jurnalistik

Langkah – Langkah Membuat Teks Editorial

langkah-langkah membuat teks editorial

Seperti di teks anekdot, dalam membuat teks editorial tidak ditulis asal-asalan atau semau penulis namun harus sesuai dengan langkah yang ada dibawah ini.

1. Memilih Topik

Pemilihan topik harus yang paling aktual dan baru agar pembaca mendapat update informasi yang memang masih hangat selain itu topik juga harus menarik agar pembaca tidak jenuh.

2. Mengumpulkan Data

Pengumpulan data digunakan untuk mendukung tesis atau pendapat yang berhubungan dengan topik yang dibawakan berupa data yang benar.

3. Menyesuaikan Topik

Dalam memberikan pendapatnya penulis harus memperhatikan bahasa dan juga fakta yang dibawakan agar sesuai dengan pembacanya.

4. Menyunting Teks Editorial

Jika penulis telah selesai menulis opininya maka penulis harus memeriksa kembali tulisan yang telah dibuat mulai dari bahasa, paduan kalimat maupun tanda baca yang sesuai dengan kaidah kebahasaan untuk para pembaca.

Fungsi Teks Editorial

Nah maka perlu juga kita ketahui Fungsi teks editorial adalah sebagai berikut :

  • Memberikan sebuah latar belakang yang berkaitan dengan berita, fakta sosial, dan faktor yang memperngaruhi keseluruhan.
  • Untuk menjelaskan sebuaha berita dan akibatnya kepada masyarakat.
  • Untuk menilai sebuah isu yang aktual mengenai berita yang disajikan.
  • Untuk mengalisis sebuah kondisi.

Baca Juga : Contoh Artikel

Contoh Teks Editorial

Agar pengetahuan kita lebih mendalam, Nah masuk kedalam contoh, berikut ini kami sajikan contoh teks editorial adalah sebagai berikut :

Pembukaan

Pada era zaman sekarang banyak yang melakukan sebuah praktik korupsi, suap, dan lain sebagainya. Namun, pelaku kejahatan tersebut adalah orang – orang yang mempunyai jabatan tinggi bahkan memiliki ilmu yang mencapai S2 dalam sebuah universitas.

Pola pendidikan terlalu menekankan pada ilmu duniawi semata. Yang menghasilkan orang pintar, namun tidak terdidik ataupun memiliki budi pekerti baik.

Argumen 1: Pendapat

Akibatnya orang pintar justru menjadi jahat, bersikap seperti maling, menindas kaum lemah. Padahal harusnya merekalah yang menjadi penolong dan pemimpin yang dapat memberikan manfaat bagi umat.

Argumen 2: Fakta

Banyak orang terhormat di negara ini yang tertangkap basah melakukan tindak korupsi ataupun penyuapan. Bahkan mereka yang bergelar pendidikan tinggi dan mengaku sebagai alim ulama, tetapi bertindak memalukan dan merugikan sesama.

Argumen 3: Fakta

Bahkan banyak yang melakukan kejahatan ini secara berjamaah, bersama dengan teman sejawat yang katanya juga terhormat. Mirisnya, kala ditangkap oleh pihak berwajib, tetap saja memasang wajah tanpa dosa dan sanggup menebar senyum. Seakan – akan tidak mempunyai rasa malu bahkan rasa bersalah terhadap apa yang diperbuat dan senang akan hal yang diperbuatnya.

Argumen 4: Sindiran

Apa tidakkah tahu dan sampai tidak ada yang mengajari bahwa memakan uang atau bisa diartikan sebagai mencuri uang rakyat adala perbuatan keji dan berdosa, bukankah haram hukumnya?

Kesimpulan

Hilang sudah urat malunya dan tidak memiliki akal sedikitpun atas perbuatan yang dilakukanya. Karenanya sangat perlu untuk memperbaiki sistem pendidikan formal yang tak hanya mementingkan hasil. Melainkan juga proses agar dapat mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak baik.

Nah itulah penjelasan mengenai Teks Editorial. Semoga dapat membantu dan memberikan manfaat bagi kalian yang sudah mampir ke Pintarnesia dan semoga dapat menambah wawasan tentang Teks Editorial.

Jangan lupa untuk terus mensupport Pintarnesia agar senantiasa memberikan info – info terupdate yang dapat menambah wawasan kalian semua. Sekian dan terima kasih.