Teks Negosiasi

By Hasif Priyambudi -

Negosiasi merupakan sebuah bentuk aktivitas antar pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan berbeda dan saling bertentangan dengan untuk mencapai kesepakatan tertentu yang saling disetujui semua pihak melalui sebuah aktivitas diskusi.

Nahh di Pintar Nesia kali ini akan berbagi artikel mengenai materi Teks Negosiasi, di dalam artikel yang berjudul. Pengertian Teks Negosiasi, Struktur Teks Negosiasi, Ciri-Ciri Teks Negosiasi, Kaidah Teks Negosiasi, dan Tujuan Teks Negosiasi. Baik langsung saja teman-teman mari simak dengan baik artikel Teks Negosiasi di bawah ini ya .

Pengertian Teks Negosiasi

negosiasi

Untuk pengertian negosiasi sendiri adalah bentuk interaksi sosial yang bertujuan untuk dapat mencapai kesepakatan bersama diantara berbagai pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda. Menurut KBBI pengertian negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan menggunakan jalan perundingan supaya adanya perbedaan pendapat dapat diselesaikan dengan kesepakatan bersama.

Sedangkan untuk pengertian teks negosiasi adalah suatu teks yang berisi interaksi si antara pihak – pihak yang memiliki kepentingan berbeda namun ingin membuat kesepakatan bersama. Pihak yang melakukan negosiasi memiliki hak hak kepada berbagai hasil yang disepakati. Di dalam struktur teks negosiasi hasil akhir dari negosiasi haruslah mempunyai persetujuan bersama dari semua pihak.

Suatu teks negosiasi merupakan teks yang bertujuan untuk dapat mencapai kesepakatan atau persetujuan bersama antara kedua belah pihak yang disertai dengan adanya saling pengertian satu sama lain. Selain itu suatu teks negosiasi juga memiliki tujuan untuk dapat menyelesaikan suatu permasalahan dan dapat pula dijadikan sebagai pemersatu jika terjadi perbedaan pendapat.

Baca Juga : Contoh Teks Prosedur Singkat

Struktur Teks Negosiasi

Di dalam teks negosiasi ini terdapat 7 unsur pembangun sehingga teks negosiasi dapat dikatakan menjadi teks yang kompleks dan utuh, berikut di bawah ini adalah Struktur Teks Negosiasi :

  • Orientasi, Di bagian awal pembuka teks negosiasi ini ada bagian orientasi teks negosiasi, di dalam bagian ini umumnya berisi kalimat pembuka atau bisa juga berisi salah pembuka.
  • Permintaan, Di bagian permintaan ini terdapat kebutuhan si pembeli yang dapat berupa jasa ataupun barang.
  • Pemenuhan, Kesanggupan yang diberikan oleh pihak penjual barang atau penyedia jasa dengan apa yang diminta oleh si pembeli.
  • Penawaran, Proses inti yang ada di teks negosiasi yaitu penawaran, dimana semua pihak saling melakukan tawar menawar.
  • Persetujuan, Hasil dari penawaran kedua belah pihak yang telah dilakukan akan menghasilkan kesepakatan atau persetujuan.
  • Pembelian, Merupakan bagian yang berisi mengenai keputusan si konsumen jadi ataupun tidak untuk membeli atau menggunakan jasa.
  • Penutup, Bagian paling ahir teks negosiasi yaitu penutup, di bagian ini bisa berisi kesimpulan ataupun hanya ucapan penutup dan salam.

Ciri-Ciri Teks Negosiasi

teks negosiasi

Struktur teks negosiasi di dalam suatu teks negosiasi tentunya mempunyai ciri-ciri yang yang menjadi karakteristik dari teks negosiasi dengan jenis teks yang lainnya. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai struktur teks negosiasi, terlebih dahulu kamu mengetahui ciri-ciri teks negosiasi sebagai berikut.

  • Di dalam struktur teks negosiasi berisikan mengenai kesepakatan bersama antara pihak satu dengan pihak yang lainnya.
  • Dilaksanakannya negosiasi yaitu untuk dapat lebih mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan sendiri.
  • Negosiasi merupakan salah satu bentuk sarana agar suatu permasalahan dapat diselesaikan ataupun mencari jalan tengah dari suatu permasalahan.
  • Di dalam teks negosiasi dapat di ambil keputusan bersama yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.
  • Negosiasi merupakan suatu rencana yang akan dilaksanakan dan belum terjadi.
  • Suatu teks negosiasi lebih tertuju kepada ada suatu tujuan praktis.
  • Di dalam negosiasi selalu melibatkan lebih dari satu pihak.
  • Negosiasi merupakan suatu kegiatan komunikasi dengan cara langsung.
  • Secara umum suatu teks negosiasi dapat berbentuk dialog ataupun dapat pula diubah menjadi di sebuah monolog.

Kaidah Kebahasaan Struktur Teks Negosiasi

Suatu teks negosiasi yang terdiri dari struktur teks negosiasi memiliki kaidah kebahasaan. Di dalam struktur teks negosiasi memiliki kaidah kebahasaan yang bertujuan untuk dapat membedakan suatu teks negosiasi dengan jenis teks yang lainnya. Berikut ini merupakan kaidah kebahasaan dan struktur teks negosiasi.

1. Bahasa Persuasif

Di dalam struktur teks negosiasi memiliki kaidah kebahasaan bahasa persuasif. Maksud dari bahasa persuasif adalah suatu bahasa yang dapat digunakan untuk membujuk atau menarik perhatian.

2. Kalimat Deklaratif

Dalam struktur teks negosiasi kalimat kaidah kebahasaan yang selanjutnya adalah kalimat deklaratif. Pengertian dari kalimat deklaratif adalah suatu kalimat yang disampaikan dalam bentuk pernyataan. kalimat deklaratif dalam struktur teks negosiasi berfungsi untuk dapat memberikan informasi ataupun suatu berita tentang suatu hal.

3. Menggunakan Konjungsi

Suatu teks negosiasi memiliki kaidah kebahasaan yaitu menggunakan konjungsi. Konjungsi adalah kata penghubung yang terdapat di dalam satu teks kaidah kebahasaan misalnya seperti walaupun, meskipun, kalau dan yang lainnya.

4. Menggunakan Kalimat yang Efektif

Suatu teks negosiasi memiliki kaidah kebahasaannya itu tidak menggunakan kalimat yang dan panjang lebar. teks negosiasi menggunakan kalimat yang efektif singkat, padat dan jelas. Tujuannya yaitu agar suatu teks negosiasi yang disampaikan  dapat dengan mudah dipahami oleh para pendengar atau pembaca.

Baca Juga : Teks Cerita Sejarah Lengkap

5. Menggunakan Bahasa yang Sopan

Bahasa yang sopan memang tidak hanya ditempatkan pada suatu teks negosiasi. Secara umum segala macam jenis teks tentu diharuskan untuk menggunakan bahasa yang sopan. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan bahasa yang sopan maka secara tidak langsung kita juga menghormati para pembaca atau pendengar. Dan dapat berlangsungnya komunikasi yang baik bagi penyampaian dan penerima berita.

6. Menggunakan Kalimat Langsung

Suatu teks negosiasi juga menggunakan kalimat langsung. Dalan hal ini pengertian dari kalimat langsung adalah suatu kalimat yang sama dengan yang orang lain ucapkan atau menirukan ucapan dari seseorang.

7. Berisi Pasangan Tuturan

Di dalam suatu teks negosiasi kaidah kebahasaan yang berisi pasangan tuturan. Maksudnya adalah terdapat 2 orang melakukan komunikasi isi atau percakapan. Berikut ini merupakan contoh dua orang yang sedang melakukan percakapan.

  • Menawarkan – menolak atau menerima tawaran
  • Meminta tolong – menolak atau kau menerima permintaan tolong
  • Menyampaikan salam – membalas salam
  • Mengusulkan – menolak atau menerima usulan
  • Meminta – menolak permintaan atau memenuhi permintaan
  • Mengajukan pertanyaan – makanya tidak menjawab pertanyaan atau menjawab pertanyaan

8. Tidak Saling Merugikan

Kaidah kebahasaan yang selanjutnya yang terdapat di dalam suatu teks negosiasi adalah adanya kesepakatan yang dibuat secara bersama dan tidak adanya saling berkaitan satu sama lain. Jadi di suatu teks negosiasi haruslah menguntungkan kedua belah pihak. Oleh karena itu diperlukan adanya negosiasi agar dapat mencapai kesepakatan bersama.

9. Pendapat Harus Sesuai Fakta

Kaidah yang selanjutnya yang terdapat di dalam struktur teks negosiasi yaitu isi dari teks negosiasi berdasarkan dari pendapat yang sesuai fakta. Dalam sebuah teks negosiasi tidak boleh menggunakan kalimat opini atau pendapat yang dibuat-buat. Hal tersebut supaya negosiasi dapat dilakukan secara sehat dan tidak mengandung unsur kebohongan.

10. Tidak Menyela Pendapat

Kaidah kebahasaan yang terdapat di dalam suatu teks negosiasi yang selanjutnya adalah tidak menyerah pendapat orang lain. Selain itu hal tersebut juga dapat mengganggu kita dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman dan menimbulkan kesan tidak sopan. Sehingga apabila kamu ingin menyanggah pendapat yang disampaikan oleh orang lain, maka biarkanlah mereka untuk menyelesaikan pendapatnya terlebih dahulu.

Baca Juga : Contoh Teks Anekdot Singkat

11. Bersifat Memerintah Atau Menerima Perintah

Dalam suatu teks negosiasi memiliki kaidah kebahasaan yaitu memiliki sifat untuk memerintah atau menerima perintah. Terkadang di dalam suatu teks negosiasi, terdapat Pihak yang memberikan perintah untuk dapat melakukan suatu hal dan pihak yang lain yang merupakan penerima perintah juga setuju untuk dapat melakukan hal yang diperintahkan tersebut.

Tujuan Teks Negosiasi

Umumnya teks negosiasi ini dilakukan di dalam bidang bisnis dengan tujuan tertentu sesuai dengan kepentingan masing-masing pihak yang berkaitan di dalamnya. Berikut beberapa tujuan teks negosiasi :

  • Menyelesaikan masalah yang di hadapi semua pihak.
  • Mencari kondisi yang menguntungkan semua pihak dan tidak merugikan salah satu pihak.
  • Mencari jalan keluar bersama dari kepentingan semua pihak yang saling bertentangan.
  • Mencari solusi terbaik untuk semua pihak.

Contoh Teks Negosiasi

Berikut ini merupakan contoh dari ciri-ciri teks negosiasi agar dapat lebih memahami tentang struktur teks negosiasi secara mendalam.

Di dalam suatu kelas terdapat beberapa orang yang sedang melakukan negosiasi dengan wali kelas yang berhubungan dengan foto album kelulusan atau yearsbook. Penyampaian teks negosiasi disampaikan oleh ketua kelas 12 RPL 1. Negosiasi tersebut dilakukan oleh ketua kelas karena banyak anggota kelas yang tidak terima dengan konsep foto album lulusan atau yearsbook.

Anton: Selamat siang pak guru. Pak, ingatkan saya di sini ingin menyampaikan pendapat mengenai konsep dari foto kelulusan kelas 12.

Wali Kelas: Selamat siang juga Anton. Bukannya sebelumnya telah disepakati secara bersama mengenai konsep pengambilan foto lulusan yang berhubungan dengan lingkungan sekolah? Hal itu supaya anak-anak tetap berpakaian yang sopan dan menghargai nama sekolah juga.

Anton: Iya pak, benar. Akan tetapi setelah kami sekelas membicarakan ulang konsep tema yang akan digunakan dalam foto album kelulusan kelas 12. Seperti terlihat kaku, disini anak-anak meminta supaya konsep yang diberikan dapat lebih meringankan anak-anak untuk berekspresi dan berkreativitas yang lebih tinggi. Sehingga mereka kurang setuju apabila menggunakan konsep yang sebelumnya.

Wali Kelas: Jadi anak-anak ingin merubah konsep yang telah ditentukan dengan konsep yang lebih baru dan fresh?

Anton: Iya pak guru. Agar di dalam foto album pun kamu tidak terlihat kaku.

Wali Kelas: Jika keputusan anak-anak seperti itu, boleh saja asalkan konsep baru yang akan ditetapkan tetap dalam syarat ketentuan yang berlaku dan sopan.

Anton: Baik pak guru, kami semua juga telah menentukan konsep yang baru dan meminta kepada OSIS tentang ketentuan yang harus ada dalam setiap konsep foto album kelulusan kelas 12. Dan konsep yang kami semua buat telah memenuhi syarat pak guru.

Wali Kelas: Bagus kalo begitu. Jadi kita sepakat untuk mengganti konsep foto album kelulusan kelas 12 menjadi tema yang baru.

Anton: Baik pak guru. Terima kasih.

Baik seperti itulah artikel dari Pintarnesia ini di materi teks negosiasi yang berjudul Pengertian Teks Negosiasi, Struktur Teks Negosiasi, Ciri-Ciri Teks Negosiasi, Kaidah Teks Negosiasi, dan Tujuan Teks Negosiasi ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk sobat Pintarnesia semuanya. Jika ada bagian artikel Teks Negosiasi ini yang kurang jelas bisa teman teman tanyakan di kolom komentar.

Hasif Priyambudi
Hasif Priyambudi
Mahasiswa Teknik Informatika di Universitas Amikom Yogyakarta, asli Banjarnegara dan disini saya menulis seputar konten umum pendidikan.

Artikel Terkait

Jenis-Jenis Paragraf
Jenis-Jenis Paragraf
Oleh Mexi Prizkia
Contoh Kalimat Efektif & Tidak Efektif
Contoh Kalimat Efektif & Tidak Efektif
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Contoh Kalimat Ajakan
Contoh Kalimat Ajakan
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Kata Kerja Transitif & Intransitif
Kata Kerja Transitif & Intransitif
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Contoh Kalimat Persuasif
Contoh Kalimat Persuasif
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Contoh Kata Baku dan Tidak Baku
Contoh Kata Baku dan Tidak Baku
Oleh Hasif Priyambudi

Baca Lainya Tastynesia:
  1. Nastar Gulung
  2. Nastar Keranjang
  3. Nastar Nanas
  4. Nastar Keju
  5. Opor Ayam Tanpa Santan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *