10+ Contoh Proposal Penelitian: Kualitatif, Kuantitatif, Ilmiah, Pendidikan

By

contoh proposal penelitian

Contoh Proposal Penelitian – Bagi seorang pelajar terutama bagi para mahasiswa tentunya proposal penelitian merupakan tugas yang sering diberikan oleh dosen kepada para mahasiswa. Terutama pada tahap akhir dalam perkuliahan maka seorang mahasiswa dituntut untuk dapat menyelesaikan skripsi atau tugas akhir yang merupakan penentu kelulusan bagi mahasiswa.

Dalam memenuhi syarat lulus kuliah salah satu tugas yang harus terpenuhi adalah laporan penelitian yang yang dibuat dalam bentuk proposal penelitian.

 

Pengertian Proposal Penelitian

Dalam membuat proposal penelitian terdapat banyak contoh yang dapat kita jadikan sebagai referensi dalam membuat tugas skripsi tersebut. Namun terkadang masih terdapat pula yang belum ketahui apa pengertian dari proposal penelitian dan mereka tidak dapat mendefinisikannya.

Proposal penelitian adalah salah satu rancangan atau susunan awal dari suatu penelitian ilmiah dalam bidang akademik. Fungsi dari adanya proposal penelitian itu dijadikan sebagai tolak ukur awal peneliti yang akan dibuat secara sistematis yang mengandung segala unsur pokok serta berbagai proses yang akan dilakukan.

 

 

Tujuan Proposal Penelitian

Tujuan dari proposal penelitian bukan hanya sekedar dijadikan sebagai bahan pelengkap untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen. Akan tetapi, terdapat pula tujuan lain dari dibuatnya proposal penelitian. Berikut ini merupakan tujuan proposal penelitian:

  • Exploration yaitu sebagai bahan eksplorasi serta mengkaji yang berhubungan dengan suatu fenomena.
  • Description mendeskripsikan suatu fenomena yang telah didapatkan menjadi lebih rinci.
  • Prediction melakukan prediksi terkait hal apa yang dipelajari.
  • Explanation terkait hal yang telah dijelaskan di atas kemudian selanjutnya menjelaskan secara detail terkait dengan fenomena yang dipelajari.
  • Action kemudian melakukan percobaan yang berhubungan dengan hasil penjelasan yang telah dilakukan sebelumnya.

 

 

Ciri-Ciri Proposal Penelitian

Proposal penelitian tentunya memiliki ciri-ciri yang dapat membedakan dengan proposal jenis yang lainnya. Hal ini dapat dijadikan acuan dalam pembuatan proposal penelitian. Ciri-ciri yang dimiliki oleh proposal penelitian diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Menyajikan informasi secara jelas.
    Informasi yang diberikan dibuat secara terstruktur.
  • Urutan dalam pembuatan proposal disusun secara rapi.
  • Kalimat dalam pembuatan proposal harus singkat, padat dan jelas.

 

 

Contoh Proposal Penelitian

Contoh proposal penelitian

Berikut ini merupakan contoh-contoh proposal penelitian mulai dari proposal penelitian kualitatif, proposal penelitian kuantitatif, proposal penelitian ilmiah, proposal penelitian pendidikan, contoh proposal penelitian yang lainnya.

 

 

Contoh Proposal Penelitian Kualitatif

Untuk contoh yang pertama ini adalah contoh proposal penelitian kualitatif, agar dapat memahaminya kalian bisa simak berikut ini.

 

A. Judul Proposal

Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Oleh Guru Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Bawang Banjarnegara.

B. Latar Belakang Masalah

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas XI AP 1 dan 2 pada tanggal 1-2 April 2017 ditemukan beberapa permasalahan dalam kegiatan pembelajaran. Pertama, motivasi belajar siswa masih rendah ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Kondisi ini dibuktikan dengan banyaknya siswa yang melakukan aktivitas lain seperti berbicara, bercanda, bermain gadget hingga tidur.

Kedua, prestasi belajar sebagian besar siswa juga masih rendah dimana berdasar hasil nilai ulangan harian sebanyak 55% belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Ketiga, sumber belajar yang digunakan oleh guru dan siswa belum memadai karena tidak adanya bahan ajar untuk kurikulum 2013 edisi revisi.

Keempat, strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran belum bervariasi. Dalam kegiatan pembelajaran, guru masih menggunakan strategi yang monoton, yaitu ekspositori. Padahal setiap materi pelajaran tentu membutuhkan penerapan strategi yang bervariasi karena tujuan pembelajarannya juga berbeda.
Berdasarkan keempat permasalahan tersebut, perlu sekiranya dilakukan penelitian mengenai pelaksanaan strategi pembelajaran oleh guru. Adapun judul penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu “Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Oleh Guru Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Bawang Banjarnegara”.

D. Rumusan Masalah

Bagaimana pelaksanaan strategi pembelajaran oleh guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Bawang Banjarnegara?

C. Pembatasan Masalah

Strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran belum bervariasi.

E. Kajian Teori

Berdasarkan tema penelitian yang diambil, maka terdapat tiga kajian teori utama. Pertama, teori mengenai strategi pembelajaran meliputi pengertian, komponen, jenis, perencanaan serta pelaksanaannya. Kedua, teori tentang metode pembelajaran yang terdiri dari pengertian, jenis dan perencanaannya. Ketiga, teori yang membahas mengenai guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran mulai dari pengertian, kompetensi, keterampilan mengajar dan perannya dalam kegiatan pembelajaran.

F. Desain Penelitian

Penelitian ini berdesain deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif sehingga data yang dihasilkan adalah berupa kata dan kalimat.

G. Informan Penelitian

Subjek dalam penelitian ini terdiri dari guru dan siswa kelas X kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Bawang Banjarnegara tahun ajaran 2016/2017. Pemilihan subjek penelitian berupa guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran menggunakan teknik purposive sampling. Sementara itu, khusus untuk siswa kelas X kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran menggunakan teknik snowball sampling.

H. Instrumen Pengumpulan Data

Penelitian ini berdesain deskriptif dengan pendekatan kualitatif, maka instrumen yang dapat digunakan ialah berupa pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi.

I. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis data interaktif. Teknik ini terdiri dari tiga tahap kegiatan yang harus ditempuh oleh peneliti, yaitu penyajian, reduksi dan penarikan kesimpulan dari data.

J. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

Data hasil penelitian yang telah terkumpul perlu diperiksa keabsahan datanya. Adapun teknik pemeriksaan data yang digunakan adalah triangulasi metode dan sumber. Triangulasi metode dapat dilakukan peneliti dengan membandingkan data hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian, triangulasi sumber dapat dilakukan dengan membandingkan data wawancara informan guru A dengan B.

 

Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif

A. Judul Proposal

Pengaruh Aktivitas Bermain Game Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMK N 1 Bawang Banjarnegara.

B. Latar Belakang Masalah

Keberadaan game online memang mulai mempengaruhi aktivitas keseharian kalangan remaja usia sekolah. Kondisi ini dapat dibuktikan dengan kecenderungan para remaja khususnya yang berada pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk menghabiskan waktunya dengan bermain game online.

Fakta ini jelas sangat memprihatinkan sebab seharusnya remaja usia sekolah seperti mereka banyak menghabiskan waktunya untuk aktivitas yang positif. Dalam perspektif sosiologi, seseorang yang menjadikan game online sebagai prioritas cenderung akan berkembang menjadi pribadi egosentris dan individualis.

Kedua sifat tersebut jelas sangat berbahaya bagi perkembangan individu yang bersangkutan ke depannya. Berdasarkan hasil observasi pra penelitian yang dilakukan peneliti pada tanggal 22-24 Februari 2018 di kelas X A-C SMK N 1 Bawang Banjarnegara ditemukan beberapa permasalahan. Pertama, 60% siswa kelas X A-C SMK N 1 Bawang Banjarnegara menghabiskan waktunya untuk bermain game online.

Persentase tersebut diperoleh melalui pengambilan data dengan menggunakan instrumen berupa angket. Kedua, motivasi belajar siswa kelas X A-C SMK N 1 Bawang Banjarnegara masih tergolong dalam kategori rendah dimana sebagian besar siswa masih melakukan aktivitas lain ketika pembelajaran. Diantaranya adalah bermalas-malasan, tidur, bermain gadget, bercanda maupun berbicara.

Kedua permasalahan tersebut tentu dapat menghambat pencapaian tujuan kognitif, afektif dan psikomotorik dari pembelajaran. Oleh karena itu, perlu sekiranya diadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Aktivitas Bermain Game Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMK N 1 Bawang Banjarnegara”.

C. Pembatasan Masalah

1. Tingginya intensitas bermain game online yang dilakukan oleh siswa kelas X A-C SMK N 1 Bawang Banjarnegara.
2. Rendahnya motivasi belajar siswa kelas X A-C SMK N 1 Bawang Banjarnegara.

D. Rumusan Masalah

Adakah pengaruh aktivitas bermain game online terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMK N 1 Bawang Banjarnegara?

E. Kajian Teori

Berdasarkan permasalahan yang dipilih, maka dalam proposal penelitian ini perlu dicantumkan dua teori yaitu mengenai motivasi belajar dan game online. Kajian teori mengenai motivasi belajar terdiri dari pengertian, fungsi, jenis, ciri-ciri, faktor yang mempengaruhi dan upaya untuk meningkatkannya. Sementara itu, kajian teori mengenai game online meliputi pengertian, jenis dan dampaknya.

F. Hipotesis

Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel aktivitas bermain game online dengan motivasi belajar siswa kelas X A-C SMK N 1 Bawang Banjarnegara.

G. Desain Penelitian

Penelitian ini berdesain ex-post facto, dimana peneliti berusaha untuk meneliti sesuatu fakta yang telah terjadi di lapangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif sehingga menghasilkan data berupa kumpulan angka.

H. Populasi dan Sampel

1. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X A-C SMK N 1 Bawang Banjarnegara yang berjumlah 180 orang.

2. Sampel dalam penelitian ini akan mengambil masing-masing 30 orang dari setiap kelas untuk dijadikan sebagai subjek. Pengambilan siswa tersebut dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling, dimana responden dipilih oleh peneliti secara acak.

I. Instrumen Pengumpulan Data

Peneliti akan melakukan pengumpulan data dari responden dengan menggunakan instrumen berupa angket tertutup. Dalam angket ini telah disusun berbagai pertanyaan mengenai variabel yang diteliti, yaitu aktivitas bermain game online dan motivasi belajar.

J. Validitas data

Pengujian data hasil penelitian ini menggunakan empat validitas yaitu isi (content), konstruk (construct), konkuren (Concurrent) dan prediksi (predictive). Alat ukur yang akan digunakan oleh peneliti untuk menguji validitas data penelitian adalah Product Moment dari Karl Pearson.

 

Contoh Proposal Penelitian Pendidikan

Agar dapat memahami lebih lanjut, kalian bisa menyimak contoh proposal penelitian pendidikan sebagai berikut.

 

Contoh Proposal Penelitian Ilmiah

A. Judul Proposal

Analisis Potensi Limbah Tebu Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Listrik Energi Biomassa Di Pabrik Gula

B. Latar Belakang Masalah

Seiring berjalannya waktu industri – industri baik industri rumahan maupun pabrik semakin banyak di Indonesia. Kini sangat mudah ditemukan sebuah industri meskipun letaknya dekat dengan pemukiman padat penduduk. Letak sebuah pabrik yang berdekatan dengan pemukiman warga tentu dapat menimbulkan dampak buruk, baik itu melalui limbah padat, cair maupun gas.

Terutama limbah padat yang membutuhkan tempat penampungan yang cukup besar. Aktifnya perindustrian di Indonesia tidak dapat berlangsung terus menerus tanpa adanya proses yang dapat menekan dampak buruk yang diakibatkan oleh pembuatan produk di suatu perindustrian.

Limbah atau sampah memang merupakan suatu bahan yang tidak berarti dan tidak berharga, tapi kita tidak mengetahui bahwa limbah juga bisa menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat jika diproses secara baik dan benar. Beberapa pabrik di Indonesia kini sudah mulai menerapkan sistem pengolahan limbah untuk mengurangi dampak polusi dari limbah – limbah tersebut, bahkan ada beberapa yang memanfaatkan limbah pabriknya untuk dijadikan produk baru yang berguna yang tentunya diolah melalui proses – proses tertentu.

Salah satunya mengolah limbah sisa pembuatan gula menjadi kompos, batako dan lain lain. Pemanfaatan limbah saat ini menjadi sangat penting artinya terutama untuk 2 mengatasi masalah penumpukan sampah di kota-kota besar, limbah organik industri, serta limbah pertanian dan perkebunan.

Sistem pembangkit listrik (generator biomass) yang paling optimal dengan model sistem pembangkit listrik grid-connected. Perhitungan hasil potensi biomasa tebu (feedstock biomass) dengan memanfaatkan ampas tebu sebagai sumber energi generator 1, generator 2, generator 3 dan perhitungan konsumsi daya pada industri yang dengan secara menyeluruh sistem merupakan system digunakan bantuan perangkat lunak, dalam hal ini HOMER versi 2.68.

Hasil simulasi dan optimasi berbantuan software HOMER menunjukkan bahwa secara keseluruhan sistem yang paling optimal untuk diterapkan di PT. Madubaru (PG/PS Madukismo) system pembangkit listrik (100%) dengan Grid PLN (0%).

Dihitung 0% dikarenakan langganan dari PLN tidak dimanfaatkan dalam sistem pembangkit karena pembangkit mampu menampung daya konsumsi seluruh sektor industri. Hasil total daya yang dihasilkan dari pembangkit 1,2 dan 3 sebesar 15,024,411 kWh/tahun dari hasil analisa Homer Energy.

Berdasarkan data diatas, penulis tertarik untuk menyusun sebuah tugas akhir yang berjudul “Analisis Potensi Limbah Tebu Sebagai Pembangkit Listrik Energi Biomassa Di Pabrik Gula”. Dalam tugas akhir ini penulis membahas mengenai pemanfaatan limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan gula di PG.Madukismo Yogyakarta.

C. Rumusan Masalah

Untuk memudahkan penyusunan tugas akhir ini penulis merumuskan masalah kedalam beberapa bentuk kalimat pertanyaan, sebagai berikut ini:

  1. Potensi ampas tebu dalam penyediaan energi listrik.
  2. Analisis penerapan ampas tebu di pabrik gula.

D. Batasan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dalam pembahasan tugas akhir ini dibatasi pada :

  1. Pengambilan data hanya dilakukan Pabrik Gula Madukismo Yogyakarta.
  2. Analisis perhitungan daya dan beban hanya terpusat melalui Homer.

E. Tujuan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dalam pembahasan tugas akhir ini dibatasi pada :

  1. Pengambilan data hanya dilakukan Pabrik Gula Madukismo Yogyakarta.
  2. Analisis perhitungan daya dan beban hanya terpusat melalui Homer.

F. Tujuan Masalah

1. Perhitungan potensi ampas tebu dalam penyediaan energi listrik

2. Mengetahui hasil analisa energi biomasa tebu sebagai sumber energi listrik yang ramah lingkungan di masyarakat.

G. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian biomassa bagi penulis yaitu dapat menambah wawasan bagi peneliti dan dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menghadapi masalah bahan bakar yang saat ini sedang dalam kondisi mengkhawatirkan.

Bagi masyarakat dapat di jadikan sebagai penyedia energi listrik terbarukan yang ramah lingkungan. Dapat menyediakan energi alternatif yang mandiri dan tidak tergantung pada energi fosil.Dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang energi alternatif untuk daerah yang tertinggal agar lebih maju dan sejahtera.

H. Metode Penelitian

Penulisan tugas akhir ini menggunakan metode penelitian sebagai berikut :

1. Study Pustaka (Study Research) Studi ini dilakukan dengan cara melihat dan mencari literature yang sudah ada untuk memperoleh data yang berhubungan dengan analisis pada penulisan tugas akhir.

2. Penelitian Lapangan (Field Research) Berupa peninjauan ke lokasi dan siskusi dengan pihak-pihak yang terkait untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penulisan tugas akhir ini.

3. Penyusunan Tugas Akhir Setelah dilakukan pengujian, data-data dan analisa yang diperoleh dan disusun dalam sebuah laporan tertulis.

I. Daftar Pustaka

Anton, Widono Johanes. Tinjauan Komprensif Perancangan Awal Pabrik Furfural Berbasis Ampas Tebu di Indonesia, Fakultas Teknik. Universitas Indonesia.

Hermanto, Muhammad Iwan Fermi, Zulfansayah, Ida Zahrina.(21-22 Juli 2011), Potensi Penerapan Gasifikasi Bimasa Pada Pabrik CPO. Universitas Riau Pekan Baru.

Indra, Permata Kusuma. Studi Pemanfaatan Biomasa Limbah Kelapa Sawit Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Kalimantan Selatan. FTI Institut Sepuluh Nopember, Surabaya.

Irhan, Febijianto, Volume 9 No.2 (2007), Potensi Biomasa Indonesia Sebagai Bahan Bakar Pengganti Energi Fosil. Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi, Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam, BPPT, Jakarta.

Marsudi, Ditjeng, 2005. Pembangkit Energi Listrik, Erlangga.

Pritzelwitz (Hugot, 1986). Potensi Energi Ampas Tebu.

Perdana, Pressa. Jurnal. Tugas Akhir (2010). Studi Pemanfaatan Biomassa Ampas Tebu ( Dengan Batu Bara) Sebagai Bahan Bakar Pembangkit 59 Listrik Tenaga Uap 1X3MW Di Asembagus Kabupaten Situbondo. Teknik Elektro-FTI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Rifai, Fathur.Rahman. Tesis (2015). Studi Potensi Energi Terbarukan Dari Sistem Kogenerasi Di Pabrik Gula. Teknik Mesin. UGM.

Saechu, Muhammad. Jurnal Volume 4 No.1 (2009). Perkembangan Dan Penerapan Teknologi Cogeneration Di Pabrik Gula. Tenik Kimia. Pusat Penelitian Gula.

 

 

Contoh Proposal Kesehatan

A. Judul Proposal

Pengaruh Aktivitas Bermain Game Online Terhadap Kesehatan Mata Siswa Kelas X SMA N 1 Surakarta.

B. Latar Belakang Masalah

Keberadaan game online memang mulai mempengaruhi aktivitas keseharian kalangan remaja usia sekolah. Kondisi ini dapat dibuktikan dengan kecenderungan para remaja khususnya yang berada pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk menghabiskan waktunya dengan bermain game online.

Fakta ini jelas sangat memprihatinkan sebab seharusnya remaja usia sekolah seperti mereka banyak menghabiskan waktunya untuk aktivitas yang positif. Dalam perspektif sosiologi, seseorang yang menjadikan game online sebagai prioritas cenderung akan berkembang menjadi pribadi egosentris dan individualis.

Kedua sifat tersebut jelas sangat berbahaya bagi perkembangan individu yang bersangkutan ke depannya. Berdasarkan hasil observasi pra penelitian yang dilakukan peneliti pada tanggal 22-24 Mei 2017 di kelas X A-C SMA N 1 Surakarta ditemukan beberapa permasalahan. Diantaranya adalah 65% siswa kelas X A-C SMA N 1 Surakarta menghabiskan waktunya untuk bermain game online.

Persentase tersebut diperoleh melalui pengambilan data dengan menggunakan instrumen berupa angket. Fakte tersebut jelas sangat mengkhawatirkan bagi kesehatan mata para siswa dalam jangka panjang. Seperti diketahui bahwa layar gadget sendiri menghasilkan pancaran sinar yang dapat membahayakan kesehatan mata.

Permasalahan tersebut tentu dapat mempengaruhi kesehatan mata para siswa dan akhirnya menghambat rutinitas keseharian mereka. Oleh karena itu, perlu sekiranya diadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Aktivitas Bermain Game Online Terhadap Kesehatan Mata Siswa Kelas X SMA N 1 Surakarta”.

C. Pembatasan Masalah

Tingginya intensitas bermain game online yang dilakukan oleh siswa kelas X A-C SMA N 1 Surakarta.

D. Rumusan Masalah

Adakah pengaruh aktivitas bermain game online terhadap motivasi belajar kesehatan mata siswa kelas X SMA N 1 Surakarta?

E. Kajian Teori

Berdasarkan permasalahan yang dipilih, maka dalam proposal penelitian ini perlu dicantumkan dua teori yaitu mengenai game online dan kesehatan mata. Kajian teori mengenai kesehatan mata terdiri dari pengertian, ciri-ciri, faktor yang mempengaruhi dan upaya untuk meningkatkannya. Sementara itu, kajian teori mengenai game online meliputi pengertian, jenis dan dampaknya.

F. Hipotesis

1. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel aktivitas bermain game online dengan kesehatan mata siswa kelas X A-C SMA N 1 Surakarta.

G. Desain Penelitian

Penelitian ini berdesain ex-post facto, dimana peneliti berusaha untuk meneliti sesuatu fakta yang telah terjadi di lapangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif sehingga menghasilkan data berupa kumpulan angka.

H. Populasi dan Sampel

1. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X A-C SMA N 1 Surakarta yang berjumlah 180 orang.

2. Sampel dalam penelitian ini akan mengambil masing-masing 30 orang dari setiap kelas untuk dijadikan sebagai subjek. Pengambilan siswa tersebut dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling, dimana responden dipilih oleh peneliti secara acak.

I. Instrumen Pengumpulan Data

Peneliti akan melakukan pengumpulan data dari responden dengan menggunakan instrumen berupa angket tertutup. Dalam angket ini telah disusun berbagai pertanyaan mengenai variabel yang diteliti, yaitu aktivitas bermain game online dan motivasi belajar.

J. Validitas Data

Pengujian data hasil penelitian ini menggunakan empat validitas yaitu isi (content), konstruk (construct), konkuren (Concurrent) dan prediksi (predictive). Alat ukur yang akan digunakan oleh peneliti untuk menguji validitas data penelitian adalah Product Moment dari Karl Pearson.

 

Contoh Proposal Penelitian Budaya

A. Judul

Keragaman Budaya Adat Dalam Pernikahan Jawa

B. Latar Belakang

Salah satu kekayaan kebudayaan orang-orang Jawa adalah upacara pernikahan adat Jawa. Adat istiadat pernikahan Jawa ini merupakan salah satu tradisi yang bersumber dari Keraton. Adat istiadat ini mengandung nilai-nilai luhur yang mencerminkan luhurnya budaya orang Jawa. Luhurnya budaya tersebut tercermin dari busana pengantin yang dikenakan pada saat upacara pernikahan serta tata riasnya yang mengandung makna simbolik.

Pernikahan merupakan salah satu peristiwa besar yang sangat penting dan sakral di dalam sejarah kehidupan manusia. Oleh karena itu, peristiwa sakral tersebut tidak akan dilewatkan begitu saja seperti mereka melewati kehidupan sehari-hari.

Peristiwa pernikahan dilaksanakan dengan berbagai serangkaian upacara yang di dalamnya mengandung nilai budaya yang luhur dan suci. Setiap orang yang menyelenggarakan upacara pernikahan tidak akan merasa ragu-ragu untuk mengorbankan tenaga, pikiran, waktu, serta biaya yang besar untuk kelancaran terselenggaranya upacara pernikahan tersebut.

Hal yang cukup penting hubungannya dengan upacara pernikahan adalah busana pengantin. Busana pengantin merupakan bagian dari aspek kebudayaan manusia yang disebut dengan kesenian, di mana di dalam busana pengantin tersebut memiliki arti simbolis yang bermakna.

Perwujudan busana pengantin tidak lepas dari serangkaian pesan yang hendak disampaikan kepada masyarakat umum melalui simbol-simbol yang dikenal dan tradisi budaya masyarakat tersebut. Simbol-simbol yang diungkapkan dalam busana pengantin dapat dilihat sebagai pencerminan dari corak kebudayaan masyarakat Yogyakarta yang mengandung nilai-nilai dan ajaran bagaimana seharusnya masyarakat Yogyakarta bertingkah laku di dalam kehidupan sehari-hari di dunia ini.

C. Pembahasan Masalah

Fokus masalah dalam penelitian ini yang pertama adalah makna simbolik yang terkandung dalam peralatan upacara pengantin adat Yogyakarta. Kedua, fungsi busana pengantin adat Yogyakarta.

D. Rumusan Masalah

Dari pembatasan makna yang sudah ada maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah makna simbolik busana pengantin adat Yogyakarta?
  2. Bagaimanakan fungsi busana pengantin adat Yogyakarta?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini adalah:

1. Untuk memahami dan mendeskripsikan makna simbolik peralatan upacara pengantin adat Yogyakarta.

2. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan fungsi busana pengantin adat Yogyakarta.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menggali nilai-nilai tradisional yang terdapat pada busana tradisional busana pengantin adat Yogyakarta. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:

1. peneliti sendiri sebagai sarana untuk meningkatkan apresiasi terhadap peralatan upacara pengantin adat Yogyakarta mengenai makna simbolik yang terkandung di dalamnya dan meningkaykan pengetahuan tentang fungsi busana pengantin adat Yogyakarta tersebut.

2. mahasiswa Program Studi Bahasa Jawa sebagai sarana untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang busana pengantin adat Yogyakarta.

G. Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan analisis data yang bersifat kualitatif. Analisis ini mendeskripsikan mengenai makna simbolik dalam busana pengantin adat Yogyakarta. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis induktif. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: inventarisasi atau pengumpulan data yang diperoleh melalui observasi berpartisipasi dan wawancara secara mendalam.

Langkah yang kedua adalah identifikasi dari sejumlah data yang ada diambil data yang sesuai dengan topik penelitian. Proses berikutnya ialah klasifikasi yaitu pengelompokkan data, data dari hasil wawancara yang telah dilakukan kemudian diperoleh jawaban umum, yaitu diperoleh jawaban responden yang menguasai dan ada responden yang tidak atau kurang menguasai topik penelitian.

 

Demikian penjelasan yang dapat saya sampaikan mengenai contoh proposal penelitian, semoga contoh-contoh diatas dapat dijadikan referensi dalam memenuhi tugas pembuatan proposal penelitian. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan artikel ini. Terima kasih.


Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

 


Baca Lainya Tastynesia:
  1. Kue Balok
  2. Klepon
  3. Kue Pancong
  4. Kue Lumpur
  5. Bolu Kukus
  6. Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *