Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Teori Big Bang: Sejarah, Pembuktian, Pengertian, Terbentuknya

4 min read

sejarah serta pembuktian big bang (1)

Sejarah Serta Pembuktian Teori Big Bang – Banyak teori yang mencatat berbagai macam Teori tentang asal mula sistem tata surya dan juga alam semesta. Setiap teori yang ada mempunyai kelebihan serta kelemahan dari bentuk informasinya.

Tetapi, para ahli astronomi menyatakan bahwa teori Big Bang ialah teori yang paling masuk akal mengenai pembentukan tata surya dan mudah diterima serta yang paling terkenal. Sesuai dengan penelitian dan bukti-bukti yang ada, teori Big Bang ialah teori yang diyakini secara ilmiah dan teori yang benar sampai saat ini.

 

Pengertian Big Bang

Big Bang dapat kita artikan sebagai ledakan besar atau ledakan yang dasyat. Didalam teori yang satu ini menjelaskan kalau alam semesta terbentuk dikarenakan oleh ledakan yang sangat besar yang terjadi pada sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu. Saat terjadinya ledakan, material yang dilontarkan sangat besar jumlahnya serta menyebar keseluruh alam semesta.

 

 

Proses Awal

Material yang dilontarkan terdiri atas partikel seperti neutron, proton, dan elekron yang terbentuk dalam waktu 10-4 detik, serta 3 menit untuk membentuk suatu inti yang sangatlah kecil. Pada waktu terjadinya ledakan, diperkirakan suhu dapat mencapai 70 kali lebih panas dari matahari.

Membutuhkan waktu sekitar 500.000 tahun untuk membuat suhu elektron dan inti kembali dingin dan sekaligus membentuk atam. Dan akhirnya material-material , ada menyatu dan membentuk planet, satelit, debu kosmik, asteroid, meteor dan partikel yang lainya.

Bacca Juga : Letak Astronomis Indonesia dan Letak Geografis Indonesia

 

 

Sejarah Teori Big Bang

Pada tahun 1912, dilakukan penguuran pada sebuah nebula spiral yang pertama kali dengan menggunakan efek Doppler yang dilakukan oleh Vesto Slipher. Nebula spiral merupakan nama lain dari galaksi spiral (yang berganti). Dari pengukuran inilah banyak bermunculan para ahli yang melakukan penelitian tentang alam semesta.

Jarak 10 tahun, seorang kosmologis dan ahli matematika atau matematikawan yang berasal dari rusia bernama Alexander Frienman mengatakan bahwa alam semesta ini akan terus-menerus mengembang serta berlawanan dngan model alam semesta statis yang dinyatakan ole Einstein. Pada tahun 1924, Edwin Hubble melakukan penelitian lebih lanjut untuk model nebula.

Kemudian secara independen Georges Lemaitire lantas menurunkan persamaan milik Frienman serta menyatakan bahwa resensi nebula yang ada didalam persamaan itu disebabkan oleh alam semesta yang secara terus menerus berkembang.

Baca Juga : Gempa Bumi: Pengertian, Penyebab dan Proses Terjadinya Gempa Bumi

 

 

Dikemukakanya Teri Big Bang

Teori Big Bang kemudian dikemukakan pertama kali pada tahun 1927 oleh Abbe Georges Lemaitre yang merupakan seorang kosmolog, ia berasal dari Belgia. Menurut pendapat Georges, alam semesta ini mulanya berasal dari sebuah gumpalan superatom yang berukuran sangat kecil dan memiliki bentuk seperti bola api. Gumpalan bola api ini mempunyai massa jenis sangat tingga dan memiliki suhu kurang lebih satu triliyun derajat celcius.

Sesaat sebelum ledakan terjadi, gumpalan bola api ini bertambah menjadi 1,75cm. Semakin lama ukuran gumpalan bola ini semakin bertambah dengan sangat cepat dan tepat pada detik 0 atau pada saat mulainya ruang waktu, gumpalan bola itu meledak dan memuntahkan isinya ke alam semesta. Ledakan itu terjadi sekitar 15 milyar tahun yang lalu.

Ketika peristiwa ledakan besar itu terjadi, memproduksi energi dalam jumlah yang amat besar pada alam semesta yang nantinya akan membentuk seluruh materi pembangun di alam smesta. Namun tidak hanya itu, atom hidrogen yang ikut terlempar keluar lamaakelamaan akan berkumpul untuk membentuk debu dan awan hidrogen yang dapat disebut sebagai nebula.

 

 

Terbentuknya Galaksi

Nebula ini lama kelamaan akan menjadi padat dan memiliki suhu jutaan derajat celcius. Nebula atau awan hidrogen inilah yang kemudian menjadi awal mula pembentuk bintang. Dan bintang-bintang tersebut nantinya mengumpul dan membentuk kelompok yang nantinya disebut sebagai galaksi, kemudian galaksi tersebut diantaranya ialah Galaksi Bima Sakti, Galaksi Andromeda, Galaksi Trianglum. Kemudian dari galaksi inilah yang menjadi tempat lahirnya milyaran tata surya dan salah satunya adalh yang kita tinggali sekarang.

 

 

Pembuktian “Big Bang”

George Gamov melakukan suatu pengembangan perhitungan yang dibuat Georges Lemaitre di tahun 1948, menyatakan suatu teori baru yang sesuai tentang teori Big Bang. Menurut George, kalau alam semesta terbentuk akibat ledakan besar, mka seharusnya terdapat radiasi yang berasal dari ledakan besar itu.

Ditambah dengan sisa-sisa radiasi yang terdapat di alam semesta mempunyai perbandingan yang sama. Pada tahun 1950, Ralph Alpher dan Robert Herman juga menyatakan hal yang serupa dengan Gamov bahwa seharusnya terdapat radiasi.

Baca Juga : Sejarah VOC di Indonesia.

 

 

Penemuan Radiasi Yang Membuktikan Kebenaran Big Bang

Di tahun 1965, dua orang peneliti Amo Penzias dan Robert Wilson membuktikan sekaligus menemukan gelombang radiasi itu di alam semesta. Radiasi itu dikenal sebagai “Radiasi dasar gelombang mikrokosmik” serta mempunyai perbedaan dengan radiasi yang biasanya berasal dari luar angkasa. Kemudian radiasi yang sedang dimaksud ialah menyebar secara merata di seluruh alam semesta dan tidak mempunyai sumber.

Kemudian penjelasan lengkapnya berawal dari alam semesta. Alam semesta berada di posisi keseimbangan termal. Keseimbangan ini membuat foton dipancarkan dan kemudian diserap secara berkesinambungan. Pada akhirnya ialah tercipta radiasi spectrum bend hitam.

Seusai terjadi ledakan, temperatur alam semesta menjadi turun dan kemudian foton tersebut terus dipantulkan dari elektron bebas. Yang akibatnya, di masa awal pembentukan alam semesta, alam semesta akan terlihat buram oleh cahaya.

Bukti lain tentang teori Big Bang ialah dengan dilakukanya pengamatan pada galaksi yang menunjukan bahwa terdapat objek yang telah bergeser serta mengeluarkan warna merah, pada saat proses pergeseran berlangsung maka akan terlihat secara merata secara isotropis. Kemudian hal ini ternyata terjadi pada semua objek yang terpantul dari seluruh arah. Pergeseran ini disebut dengan pergeseran merah hubble. Kemudian secara singkat, hukum hubble memiliki dua penjelasan yaitu:

  • Posisi kita yang sekarang berada di pusat pengembangan glaksi (Galaksi ini tak sesuai prinsip kopernikus).
  • Alam semesta berkembang secara merata ke semua arah.

 

Demikian penjelasan tentang teori Big Bang, Mulai dari awalmulanya hingga sampai pembuktian kebenaran teoru ini. Pembentukan alam semesta memiliki banyak teori, namun topik pembahasan kali ini adalah tentang teori Big Bang atau dalam  baasa indonesia merupakan Ledakan Besar.

Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight