Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Kata Kerja Transitif & Intransitif: Pengertian dan Contoh Kalimat

7 min read

kata kerja transitif dan intransitif

Kata Kerja Transitif dan Intransitif – Dalam percakapan sehari-hari yang biasa kita ucapkan pada seseorang di dalam kalimat yang kita gunakan tentunya terdapat kata kerja yang mungkin secara tidak sadar atau secara sadar sering kita gunakan.

Kata kerja tersebut lebih tepatnya yaitu kata kerja transitif dan intransitif. Kata kerja dalam satu kalimat berfungsi untuk menjelaskan mengenai suatu aktivitas atau suatu perbuatan ataupun kegiatan yang dilakukan oleh seseorang.

Untuk dapat lebih memahami kaidah-kaidah yang terdapat di dalam bahasa Indonesia seringkali kita harus memahami beberapa hal yang secara berkaitan. Seperti halnya dalam memahami Kalimat yang tepat pada kata kerja transitif dan kata kerja intransitif.

Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan kerja transitif dan intransitif. Akan tetapi sebelumnya alangkah baiknya terlebih dahulu kita mengerti apa pengertian dari kata kerja.

 

Pengertian Kata Kerja (Verba)

Pengertian kata kerja atau verba adalah penggolongan kata yang menjelaskan dari suatu tindakan, keadaan, pengalaman atau penjelasan yang dinamis selainnya. Kata jenis ini seringkali digunakan sebagai predikat di dalam sebuah kalimat atau frasa.

Sedangkan fungsi dari kata kerja atau verba adalah untuk mengulas tentang suatu kegiatan atau suatu perbuatan, aktivitas yang dijalankan oleh seseorang.

Berdasarkan dari pembahasan tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian dari kata kerja atau verba adalah kata yang memiliki fungsi untuk menjelaskan serta menunjukkan suatu perbuatan dari seseorang atau subjek.

 

 

Bentuk Kata Kerja

Kata kerja atau verba memiliki beberapa bentuk diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Kata kerja dasar: adalah kata kerja yang belum mendapatkan imbuhan atau tambahan.

Contoh: makan, kerja, minum, dan lain sebagainya.

2. Kata kerja berimbuhan: adalah kata kerja yang sudah mendapatkan tambahan atau imbuhan.

Contoh: memakan, bekerja, meminum dan lain sebagainya.

3. Kata kerja aktif: adalah kata kerja yang memberikan suatu tindakan kepada seseorang atau au obyeknya.

Contoh: menyiram, membungkus, melempar dan lain sebagainya.

4. Kata kerja pasif: adalah kata kerja yang memberi suatu tindakan pada seseorang atau subjeknya.

Contoh: dilempar, disiram, dibungkus dan lain sebagainya.

 

 

Pengertian Kata Kerja Transitif

Kata kerja transitif atau verba kata kerja yang memerlukan objek atau pelengkap untuk melengkapi kalimatnya. Dengan kata lain, suatu kalimat tidak akan sempurna apabila tidak memiliki objek yang menyertai kata kerja transitif.

Kata kerja transitif memiliki perbedaan dengan kata kerja intransitif, hal tersebut dikarenakan kata kerja transitif dapat berubah menjadi bentuk yang pasif yang mana hal tersebut tidak berlaku untuk kata kerja intransitif. pada kata kerja transitif objek harus selalu menyertai kata kerja transitif. Biasanya memiliki ciri kata imbuhan mem-, per-.

Contoh:

  1. Rina mengambil piring di dapur
  2. Rendi mencuci sepatu di kamar mandi

Penjelasan:

Pada contoh pertama kata “Rina” berperan sebagai subjek, kata “mengambil” berperan sebagai kata kerja transitif, Sedangkan kata “piring” berperan sebagai objek, dan “di kamar mandi” berperan sebagai keterangan.

Kalimat tersebut dapat kita simpulkan bahwa kata kerja transitif harus untuk disertai dengan objek, bila tidak disertai dengan objek maka kata tersebut akan menjadi rancu. Objek dalam kalimat tersebut yaitu kata “piring” dan “sepatu”.

Sedangkan apabila dalam kalimat tersebut tidak disertai dengan objek maka akan menjadi seperti ini “Rini mengambil di dapur” dan “Rendi mencuci di kamar mandi”. Kejadian dapat mengidentifikasi di dalam sebuah kalimat adalah seperti tersebut.

 

 

Ciri Ciri Kata Kerja Transitif

Berikut ini adalah ciri-ciri dari kata kerja transitif yang dapat kamu bedakan dengan kata kerja intransitif, antara lain yaitu:

  • Memiliki makna proses
  • Memiliki makna aktivitas, tindakan atau kegiatan
  • Sering diikuti dengan kata kerja
  • Kata kerja transitif dapat diubah kedalam bentuk pasif
  • Sering dibentuk dengan menggunakan imbuhan me-, di-, ber-, ter-, me-kan, di-kan ber-an, memper-an dan memper-i.
  • Dapat diperluas dengan cara menambahkan dengan menambhakan dengan + kata sifat pada setelahnya, seperti contohnya yaitu “Dina berlari dengan cepat” dan lain sebagainya.
  • Kata depan di dahului dengan kata pernyataan waktu, seperti; telah, hampir, sedang, akan, segera.

Baca Juga: Pengertian Kata Kerja Mental.

 

Pengertian Kata Kerja Intransitif

Kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek dalam kalimatnya. Suatu kalimat masih dapat mempunyai makna meskipun kalimat tersebut tidak menggunakan objek dengan menggunakan kata kerja jenis ini.

Karena kata kerja intransitif tidak memiliki objek, maka apabila suatu kalimat mengandung kata kerja intransitif, maka tidak dapat dirubah ke dalam bentuk pasif. Biasanya dalam kata kerja intransitif terdapat kata yang memiliki Ki bebek imbuhan ber-, ter-, ke-an, ber-an.

Contoh:

  1. Lionel Messi berlari setiap pagi.

Penjelasan:

“Lionel Messi” dalam kalimat ini sebagai subjek, “berlari” sebagai kata kerja intransitif, “setiap hari” sebagai keterangan.

 

 

Ciri Ciri Kata Kerja Intransitif

Untuk lebih jelas lagi apabila kamu masih belum mengetahui perbedaan di antara kamu kerja transitif dan kata kerja intransitif. Maka simaklah ciri-ciri dari kata kerja intransitif berikut ini.

  • Tidak dapat dibubuhi dengan objek.
  • Tidak dapat diubah ke dalam bentuk kalimat pasif.
  • Hanya terdiri atas subjek serta predikat saja.
  • Predikatnya berupa jenis kata kerja yang memiliki imbuhan prefiks atau imbuhan awal ber-, bet-an, dan ter-. Akan tetapi, beberapa dari kata kerja yang memiliki imbuhan me- juga dapat dipakai sebagai predikat dalam klausa ini. Adapun dari kata kerja yang dimaksud adalah kata menari, maraung, menggonggong, mengeong, dan kata lain yang sejenisnya. Sederhananya, kata kerja yang memiliki imbuhan me- yang dapat digunakan untuk klausa ini adalah kata kerja yang tidak dapat dihubungi oleh unsur objek.

 

100 Contoh Kalimat Transitif dan Kalimat Intransitif

Berikut ini disajikan pula contoh dari kalimat transitif dan kakimat Intransitif, supaya kamu dapat memahami secara lebih mendalam apa itu kata kerja transitif dan kata kerja intransitif.

 

 Contoh Kalimat Transitif

  1. Ibu menyiram bunga halaman depan rumah.
  2. Kakek menanam pohon pisang di kebun.
  3. Cristiano Ronaldo menendang bola ke gawang lawan.
  4. Ibu mencuci baju di kamar mandi.
  5. Kakak memperbaiki sepeda yang rusak.
  6. Warga desa menangkap maling motor.
  7. Feli menabrak kucing yang sedang menyebrang.
  8. Adikku membaca novel yang berjudul Harry Potter.
  9. Bagas menulis surat untuk kakaknya.
  10. Luna mencari sendalnya yang hilang.
  11. Feby mendengarkan musik metal.
  12. Ayah mencukur rambut adik.
  13. Sinta menemukan uang dalam kantong bajunya.
  14. Sandy mengendarai sepeda motor setiap kali berangkat ke sekolah.
  15. Paman mencangkul tanah di ladang.
  16. Ibu membeli sayur di pasar.
  17. Aisyah membersihkan halaman rumah.
  18. Adikku melempar pisau.
  19. Kakakku melamar pekerjaan di perusahaan software.
  20. Andi meminum air dari galon.
  21. Denis menampilkan tarian yang sangat baik.
  22. Andrea Dovizioso mengalahkan Lorenzo dalam pertandingan MotoGP.
  23. Naya menerima hadiah dari Rendi.
  24. Ibuku menghiasi halaman rumah dengan bunga.
  25. Para polisi menjaga keamanan di desa kami.
  26. Nisa merapikan tempat tidurnya setiap bangun tidur.
  27. Risa menuangkan gula pada kopinya.
  28. Riza menonton film setiap weekend.
  29. Ibuku melarang adikku permainan sepak bola.
  30. Raisa melihat burung gagak.
  31. Amel meletakkan handphone dengan sembarangan.
  32. Siswa SMK memakai seragam OSIS setiap hari Senin.
  33. Ayah memancing ikan di kolam.
  34. Vina membantu pekerjaan rumah.
  35. Deni membuka lemari bajunya.
  36. Feri mempunyai motor gede.
  37. Para relawan mendirikan pos tenda bagi korban bencana banjir.
  38. Dina mengajak bermain bersama.
  39. Adikku mengambil rapot hari ini.
  40. Ayah dan ibuku menghadiri acara perpisahan sekolah.
  41. Putri menghitung uang tabungannya.
  42. Ibuku menjemur pakaian di belakang rumah.
  43. Ayahku menyalakan lilin saat mati listrik.
  44. Siswa sekolah l dasar dilarang menyentuh kabel listrik.
  45. Aku menyimpan uang di bank.
  46. Vina merindukan kedua orang tuanya yang ada di kampung.
  47. Aku tidak sengaja menghapus data di laptop.
  48. Ayah mengatakan jangan pulang malam-malam.
  49. Ferdi mengangkat telepon malam hari.
  50. Nenek menimba air disumur.

 

Contoh Kalimat Intransitif

  1. Bagus tersenyum ketika lewat di hadapanku.
  2. Aku berbicara kepada ibuku.
  3. Vina berteriak memanggil temannya di seberang jalan.
  4. Aku dan kelompokku bermusyawarah di sekolah.
  5. Ayahku pulang bekerja sore hari.
  6. Kepala sekolah berpidato di halaman sekolah.
  7. Doni terjatuh karena berlari sangat kencang.
  8. Bobby tertawa terbahak-bahak.
  9. Rendy Juliansyah terdiam ketika mendengar berita duka itu.
  10. Isyana Sarasvati pandai bernyanyi.
  11. Duri itu terinjak oleh para pejalan kaki.
  12. Aku dihukum untuk berdiri di depan tiang bendera.
  13. Burung merpati terbang mengelilingi pepohonan.
  14. Banyak turis di Bali yang berjemur di pantai.
  15. Sehabis shalat adikku berdoa.
  16. Adikku berangkat sekolah pukul 06.30 WIB.
  17. Rasita berlatih balet untuk ikut audisi.
  18. Aku dan keluargaku saling berpelukan.
  19. Putra akhirnya bertemu dengan ayahnya.
  20. Kucing itu sangat kelaparan.
  21. Aku terkejut saat ayah pulang.
  22. Pengemis itu bertahan hidup di jalanan.
  23. Adikku berselancar di salju.
  24. Farel berpakaian sangat rapi.
  25. Ikan bernapas menggunakan insang.
  26. Kelompokku berdiskusi membahas mata pelajaran sekolah.
  27. Setiap hujan turun Diki selalu melamun di depan jendela kamarnya.
  28. Setiap tanggal 17 Agustus anak-anak berlomba mengikuti pentas seni.
  29. Ayahku bercanda dengan ibuku saat duduk bersama.
  30. Alda bertanya pada saat pelajaran.
  31. Adikku tertidur di kamarku.
  32. Aku dan adikku bermain monopoli.
  33. Keduanya berjabat tangan satu sama lain.
  34. Sopir taksi menyetir dengan kencang.
  35. Ibu berbelanja ke warung pagi hari.
  36. Seekor tikus terperangkap oleh jebakan ayah.
  37. Korban kecelakaan itu terpental ke bawah jembatan.
  38. Aku ketakutan saat berada di rumah seorang diri.
  39. Nenek itu hanya tertunduk tanpa kata.
  40. Umi bercermin di kamar Devi.
  41. Aku dan adikku sering bertengkar satu sama lain.
  42. Ayah dan ibu berjanji tidak akan marah lagi.
  43. Kakiku terluka karena jatuh.
  44. Keluarga tidak mampu itu tidur beralaskan kardus.
  45. Ibu kerepotan melayani tamu yang datang terus menerus.
  46. Kucing itu tertembak peluru.
  47. Para pahlawan telah berkorban jiwa dan raga.
  48. Paman kembali berlayar minggu depan.
  49. Sebuah kapal tenggelam di danau Toba.
  50. Puluhan rumah di desa kami terbakar habis.

 

Sekian pembahasan mengenai kata kerja transitif dan kata kerja intransitif dalam bahasa Indonesia. Mulai dari pengertian, ciri-ciri, sampai di berikan pula contoh kalimat kata kerja transitif dan kata kerja intransitif. Sebutkan materi yang dijelaskan pada artikel ini dapat dengan mudah kamu pahami dan dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight