Westernisasi: Pengertian, Dampak, Pola, Contoh dan Faktor

By


Terjadinya perubahan budaya yang kadang – kadang menjadi dampak negatif dari lingkungan sekitar. Banyaknya budaya barat yang masuk ke Indonesia dan sedikit demi sedikit mengikis budaya Indonesia sendiri. Banyak diantaranya budaya Indonesia yang sudah mulai luntur atau hilang karena adanya budaya barat atau budaya luar yang masuk ke Indonesia.

Zaman dimana teknologi semakin canggih, serba instan dan terkontaminasi oleh teknologi itulah yang membuat masyarakat Indonesia rentan budaya yang baru masuk ke Indonesia.

Seperti tari dari daerah barat atau dance, yang mulai dijunjung tinggi bukanya tari tradisional khas Indonesia sendiri, ini yang dinamakan Westernisasi.

 

Pengertian Westernisasi

Westernisasi adalah proses dimana suatu masyarakat di negara timur yang mengadopsi budaya barat sebagai bidang gaya bahasa, gaya hidup, cara berpakaian, teknologi, ekonomi, industri, politik, agama, filsafat dan nilai – nilai.

Bisa diartikan sebagai meniru gaya atau pola hidup masyarakat barat dan menganggap budaya barat adalah budayanya sendiri.

 

 

Sejarah Westernisasi

Antony Black mengungkapkan bahwa datangnya Westernisasi sebenarnya dimulai pada tahun 1700 dan muncul dalam sebuah hubungan baru antara Islam di bawah pemerintahan Utsmani dengan Bangsa Barat.

Selama abad ke 18, interaksi antara Islam dengan Bangsa Barat semakin banyak dan mulai terbuka terhadap kebiasaan dan ide – ide baru Bangsa Barat.

Namun, politik Utsmani tetap mempertahankan pola pikir dan kebiasaan yang tradisional dan hanya beberapa yang birokrat kesekretariatan yang menguasai bidang admisnistrasi yang mulai terbuka terhadap budaya barat.

 

 

Dampak Westernisasi

Ada beberapa dampak dari Westernisasi yang dapat mempengaruhi penilaian serta tindakan disuatu lingkungan masyarakat tersebut. Berikut adalah dampak – dampak Westernisasi :

 

Mengikisnya Budaya Lokal

Banyaknya teknologi yang berdampak memunculkan Westernisasi bagi kalangan remaja dan menganggap budaya barat lebih baik dari budayanya sendiri sehingga jati diri yang tertanam dari daerah lokal tersebut mulai luntur dan perlahan menghilang.

 

Perubahan Perilaku

Masyarakat yang terdampak oleh westernisasi melalui media sosial atau hal lain semacamnya dapat merubah perilaku. Dalam hal kata – kata, logat bahkan bahasa ketika berintrasi dengan orang lain.

 

Pola Hidup

Negara barat memiliki kebiasa meminum minuman keras dimana menentang dengan masyarakat Indonesia, karena di Indonesia sendiri minuman keras tidak cocok di negara tropis seperti Indonesia namun proses Westernisasi telah mengubah pola hidup masyarakat Indonesia.

 

 

Pola Westernisasi

Penyebaran Westernisasi terjadi karena adanya penyebaran seperti pemegang kekuasaan suatu daerah, majalah, televisi, wisata dan teknologi yang diliput oleh media. Dari teknologi sendiri merujuk terhadap informasi seperti tayangan televisi, berita dari radio dan yang lainya. Penyebaranya menuju Indonesia sendiri melalui media teknologi informasi yang tanpa disadari sebagian besar mempengaruhi keberagaman di Indonesia.

Dari berbagai daerah mengeluarkan kebijakan mengenai doktrin mendukung Westernisasi, contohnya Jepang. Pada masa kekaisaran Meiji yang dipimpin oleh Pangeran Yorihito higashifushimi melakukan Westernisasi dengan gaya berpakainya.

 

 

Contoh Westernisasi

Berikut adalah beberapa contoh Westernisasi :

  • Sikap individualis yang dimiliki oleh masyarakat Barat.
  • Masyarakat Indonesia menanggap budaya asing lebih baik dari pada budayanya sendiri.
  • Pergaulan bebas yang semakin banyak.
  • Banyaknya jenis makanan seperti fast food dan minuman bersoda.
  • Gaya fashion layaknya budaya barat seperti : jens sobek, rok mini, gaun pesta dan yang lainya.

 

 

Faktor Westernisasi

Setelah kita memahami lebih lanjut dan jelas. Berikut adalah faktor – faktor yang mempengaruhi Westernisasi :

 

Masuknya Karya yang Memiliki Keterkaitan dengan Gaya Barat

Di Indonesia sendiri Ir.Soekarno memiliki kecemasan terhadap Westernisasi dan melarang masuknya film – film seperti Hollywod dan semua hal atau karya yang berkaitan dengan gaya barat.

 

Masyarakat yang Lebih Bangga Menggunakan Produk Luar

Dalam hal ini masyarakat cenderung lebih bangga menggunakan barang – barang brand dari luar hanya untuk disegani atau dipuja sebagai individu yang kekinian atau hits. Hal ini cenderung mengurangi pemasaran dari barang lokal yang berasal dari negara itu sendiri.

 

Kurangnya Kesadaran Terhadap Westernisasi

Kesadaran sendiri berdasar pada masyarakat yang harus pandai – pandai menyaring terhadap dampak positif dan negatif mengenai Westernisasi.

 

Perkembangan Teknologi Informasi

Masyarakat barat yang bebas dalam hal informasi dan makin terkenal sekarang dengan adanya media sosmed seperti Instagram, Facebook dan Youtube. Dimana sangat gampang sekali untuk mencari informasi mengenai suatu individu yang cenderung ingin meniru gaya barat.

 

Nah kurang lebih itu penjelasan tentang Westernisasi. Semoga dapat memberikan manfaat bagi kalian semua dan memberikan pelajaran mengenai Westernisasi, sekian dan terima kasih.

Fanesh Penikmat senja dan pelajar smk jurusan rekayasa perangkan lunak, yang gemar menulis.
Baca Lainya Tastynesia:
  1. Opor Ayam Kuning
  2. Dalgona Coffee
  3. Tongseng Sapi
  4. Rawon Daging Sapi
  5. Rendang Daging Sapi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *