Zaman Megalitikum

By Mexi Prizkia -

Zaman memang semakin hari semakin berkembang dan maju seiring globalisasi, namun meskipun kita telah berada pada zaman modern seperti sekarang ini kita patut mempelajari bagaimana sejarah dan proses hingga para manusia sampai pada zaman modern ini.

Salah satu zaman yang dilewati oleh manusia untuk sampai ke zaman modern ini adalah zaman megalitikum. Mungkin kalian sudah pernah mendengarnya pada saat pelajaran IPS di sekolah. Nah untuk memperdalam pengetahuan kalian mengenai zaman megalitikum ini simak uraian dibawah.

Pengertian Zaman Megalitikum

pengertian zaman megalitikum

Zaman megalitikum adalah zaman batu besar pengertian ini berasal dari kata mega berarti besar dan lithos berarti batu. Pada zaman ini manusia telah dapat memanfaatkan batu dengan baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari karena hal tersebut zaman itu dimanakan zaman megalitikum.

Zaman megalitikum ini merupakan perkembangan dari zaman neolitikum dan zaman perunggu, yang telah mengenal kepercayaan namun masih hanya batas percaya terhadap nenek moyang karena pengetahuan manusia yang telah meningkat.

Sejarah Zaman Megalitikum

Menurut penuturan Von Heine Geldern diketahui kebudayaan megalitikum menyebar ke kawasan nusantara dengan dua gelombang yaitu megalitikum tua dan megalitikum muda.

Megalitikum tua menyebar sekitar tahun 2500-1500 SM tepatnya pada zaman neolitikum yang dibawa oleh proto melayu atau pendukung kebudayaan kapak persegi yang dapat dilihat dari peninggalan menhir, arca-arca statis, punden berundak-undak.

Sedangkan megalitikum muda menyebar sekitar tahun 1000-100 SM tepatnya pada zaman perunggu yang dibawa oleh deutro melayu atau pendukung kebudayaan dongson yang dapat dilihat dari peninggalan peti kubur batu, arca-arca dinamis, dolmen, waruga sarkofagus.

Hal tersebut juga didikung dengan adanya penemuan kuburan batu, batu besar zaman prasejarah, alat perunggu dan besi, manik-manik serta hal lain yang hanya ada pada zaman tersebut. Selain itu bekas kegiatan yang dilakukan oleh manusia purba akan berbentuk halus namun terlihat kasar pada saat meratakannya apalagi jika mengerjakan sesuatu yang hanya memerlukan bentuk tertentu.

Baca Juga : Macam – Macam Manusia Purba

Ciri-Ciri Zaman Megalitikum

ciri - ciri zaman megalitikum

Zaman megalitikum memiliki beberapa ciri tersendiri yang membedakannya dengan zaman yang lain diantaranya sebagai berikut.

  • Berkembang dari zaman neolitikum dan zaman perunggu.
  • Tiap kelompok telah memiliki pemimpin atau kepala suku.
  • Telah menerapkan nilai atau norma didalamnya.
  • Telah mengenal adanya kepercayaan meskipun hanya sebatas percaya nenek moyang.
  • Telah mengetahui sistem pembagian kerja.
  • Sudah dapat memanfaatkan logam sebagai peralatan hidup.
  • Sudah dapat membuat berbagai hal dari batu besar.
  • Sudah dapat menerapkan sistem food producing atau bercocok tanam.
  • Telah menggunakan sistem hokum rimba yaitu memilih yang terkuat dari yang paling kuat.

Kepercayaan Zaman Megalitikum

kepercayaan zaman megalitikum

Manusia pada zaman megalitikum rupanya telah mulai mengenal kepercayaan hal ini tentu saja jauh sebelum adanya pengaruh masa kolonial ataupun hindu islam yang masuk ke Indonesia. Manusia pada zaman megalitikum sudah cukup religius dengan percaya terhadap adanya kekuatan luar biasa diluar kemampuan manusia yang berasal dari sesuatu yang serba hebat dan menakutkan berbau ghaib.

Mereka menyembah roh leluhur atau nenek moyang karena menganggap roh nenek moyang tersebut melindungi mereka dari atas atau berada pada tempat tertentu pada ketinggian seperti di puncak bukit, di atas pohon yang tinggi dan sebagainya, dan untuk membuat roh leluhur turun maka manusia zaman megalitikum membuat suatu bangunan megalitik dari batu inti untuh untuk kemudian dibentuk atau dipahat sebagai tempat persembayangan.

Pohon besar, batu besar dan hewan besar yang akan membuat mereka takut sekaligus ngeri juga akan mereka sembah karena dianggap memiliki kekuatan ghaib. Bukan hanya itu namun fenomena alam seperti banjir, petir, topan, gunung meletus dan sebagainya juga akan dipuja oleh mereka.

Baca Juga : Manusia Purba di Indonesia

Peninggalan Zaman Megalitikum

peninggalan zaman megalitikum

Diketahui adanya zaman megalitikum tentu saja karena adanya peninggalan sejarah yang ditemukan, dibawah ini terdapat beberapa peninggalan zaman megalitikum yang terdapat di Indonesia antara lain.

1. Menhir

Menhir merupakan peninggalan zaman megalitikum yang terbuat dari batu tunggal besar memanjang yang hampir menyerupai tugu, pada zaman megalitikum menhir ini biasanya digunakan sebagai tanda peringatan arwah leluhur atau nenek moyang. Menhir ini dapat ditemui pada daerah Rembang di Jawa Tengah, Pasemah di Sumatera Selatan, Lahat di Sulawesi Selatan dan Ngada di Flores.

2. Arca atau Patung

Arca atau patung merupakan peninggalan zaman megalitikum yang terbuat dari batu besar yang dipahat atau dibentuk binatang dan manusia sebagai perlambang nenek moyang untuk tempat pemujaan. Arca atau patung ini dapat ditemui pada daerah Pasemah di Sumatera Selatan dan Lahat di Sulawesi Selatan.

3. Kubur Batu

Kubur batu merupakan peninggalan zaman megalitikum yang terbuat dari batu sebagai peti untuk menyipan jenazah untuk selanjutnya disemayamkan. Kubur batu ini dapat ditemui pada daerah Bali, Cepu di Jawa Tengah, Wonosari di Yogyakarta, Pasemah di Sumatera Selatan dan Cirebon di Jawa Barat.

4. Dolmen

Dolmen merupakan peninggalan zaman megalitikum yang terbuat dari batu atau biasa disebut dengan meja batu sebagai tempat meletakan sesaji untuk nenek moyang sekaligus sebagai penutup sarkofagus. Dolmen ini dapat ditemui pada daerah Besuki di Jawa Timur yang dikenal sebagai pandhusa.

5. Sarkofagus

Sarkofagus merupakan peninggalan zaman megalitikum yang terbuat dari batu besar utuh yang dipahat atau dibentuk menjadi peti mati sebagai tempat untuk menyimpan jenazah. Bentuk dari sarkofagus ini mirip seperti lesung atau palung namun memiliki penutup. Sarkofagus ini dapat ditemui pada daerah Bali dan Bondowoso di Jawa Timur.

6. Punden Berundak

Punden berundak merupakan peninggalan zaman megalitikum yang terbuat dari susunan batu berteras-teras sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang. Punden berundak ini rupanya disebut sebagai bentuk awal dari candi yang ada di Indonesia. Punden berundak dapat ditemui pada daerah Lebak Sibedug di Banten Selatan, Leles di Garut Jawa Barat dan Kuningan di Jawa Barat.

Manusia Pendukung Zaman Megalitikum

Adanya zaman megalitikum semakin dipercayai dengan adanya manusia purba yang hidup pada zaman megalitikum antara lain sebagai berikut.

1. Meganthropus paleojavanicus (manusia berukuran besar )

2. Pithecanthropus (manusia kera) terbagi menjadi tiga yaitu:

  • Pithecanthropus erectus (manusia kera yang jalannya tegap)
  • Pithecanthropus mojokertensis (manusia kera yang berasal dari Mojokerto)
  • Pithecanthropus soloensis (manusia kera yang berasal dari Solo)

Demikian sedikit informasi mengenai Zaman Megalitikum: Pengertian, Sejarah, Ciri, Kepercayaan, Peninggalan. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam artikel ini. Terimakasih.

Mexi Prizkia
Mexi Prizkia
Kehidupan lebih berarti jika berguna bagi banyak orang, penyuka drama korea.

Artikel Terkait

Pembangunan Ekonomi
Pembangunan Ekonomi
Oleh Mexi Prizkia
Imperialisme
Imperialisme
Oleh Mexi Prizkia
Dampak Negatif Perubahan Sosial
Dampak Negatif Perubahan Sosial
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Prinsip Ekonomi
Prinsip Ekonomi
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Interaksi Sosial: Pengertian, Macam, Syarat dan Contoh Interaksi Sosial
Interaksi Sosial: Pengertian, Macam, Syarat dan Contoh Interaksi Sosial
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Wilayah: Pengertian, Macam, Contoh, Konsep Wilayah dan Perwilayahan
Wilayah: Pengertian, Macam, Contoh, Konsep Wilayah dan Perwilayahan
Oleh Adi Catur Pamungkas

Baca Lainya Tastynesia:
  1. Nastar Nanas
  2. Nastar Keju
  3. Opor Ayam Tanpa Santan
  4. Opor Ayam Putih
  5. Singkong Thailand

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *