√ Pengertian Nasionalisme: Tujuan, Ciri, Bentuk dan Contoh (Lengkap)

Pengertian Nasionalisme: Tujuan, Ciri-Ciri, Bentuk dan Contoh Sikap Nasionalisme

Pengertian Nasionalisme: Tujuan, Ciri-Ciri, Bentuk dan Contoh Sikap Nasionalisme

Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa dengan berbagai macam ras, suku agama dan budaya yang sangat banyak. Maka dari itu bangsa Indonesia sangat membutuhkan sikap Nasionalisme untuk mencapai tujuan dan cita – cita yang diimpikan. Disamping itu sikap Toleransi sangat diperlukan untuk menyikapi keberagaman yang ada, sehingga bangsa Indonesia tidak terpecah belah oleh adanya perbedaan yang ada.

Nah, kali ini Pintarnesia akan memaparkan tentang nasionalisme yang biasa kita dapatkan pada pelajaran PPKN. Berikut ini adalah pengertian nasionalisme secara umum.

 

Pengertian Nasionalisme

Apa itu nasionalisme? Nasionalisme adalah paham kebangsaan dari masyarakat suatu negara yang memiliki semangat dan kesadaran cinta tanah air dan juga bangsa yang ditunjukkan melalui tingkah laku dan sikap masyarakat atau individu. Arti nasionalisme juga bisa didefinisikan sebagai pemahaman dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai keselarasan wilayah dan budaya serta kesamaan tujuan dan cita-cita, sehingga timbul rasa ingin mempertahankan negaranya, baik itu dari internal maupun eksternal.

 

 

Pengertian Nasionalisme Menurut Para Ahli

Seperti biasa Pintarnesia juga akan memaparkan pendapat para ahli mengenai pengertian nasionalisme menurut para ahli, berikut ini adalah pengertian nasionalisme menurut beberapa para ahli.

 

1. Otto Bauar

Menurut Otto Bauar, pengertian dari nasionalisme adalah suatu persatuan karakter atau perangai yang timbul karena adanya rasa senasib

 

2. Smith

Sedangkan Menurut Smith, pengertian dari nasionalisme adalah suatu gerakan ideologis yang digunakan untuk meraih serta memelihara otonomi, kohesi dan individualitas. Gerakan ini dilakukan oleh satu kelompok sosial tertentu yang sudah diakui oleh beberapa anggotanya guna menentukan dan membentuk satu bangsa atau berupa potensi saja.

 

3. Hans Kohn

Menurutnya nasionalisme adalah formalisasi dan rasionalisasi dari kesadaran nasional bernegara dan berbangsa sendiri.

 

4. Ernest Renan

Menurur Ernest Renan, pengertian dari nasionalisme adalah sikap atau kehendak untuk bersatu dan bernegara.

 

5. L. Stoddard

Sedangkan menurut L. Stoddard, pengertian dari nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian besar masyarakat di bangsa tersebut, dimana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki  bersama di dalam suatu bangsa atau negara.

 

 

Tujuan Nasionalisme

Sikap nasionalisme sendiri memiliki beberapa tujuan tertentu, berikut ini adalah beberapa tujuan nasionalisme, di antaranya adalah:

  • Menumbuhkan serta meningkatkan rasa cinta tanah air dan bangsa.
  • Membangun serta mempererat tali persaudaraan antar masyarakat.
  • Menumbuhkan semangat rela berkorban bagi bangsa dan tanah air.
  • Membangun hubungan yang harmonis dan rukun antar individu atau masyarakat.
  • Berupaya untuk menghilangkan ekstrimisme atau tuntutan berlebihan yang bersumber dari warga negara kepada pemerintahan yang ada.
  • Menjagi bangsa dan tanah air dari serangan, baik itu serangan yang bersumber pada dalam negeri (internal) maupun luar negeri (eksternal).

 

 

Ciri – Ciri Nasionalisme

Menurut Drs, Sudiyo nasionalisme memiliki ciri – ciri atau karakteristik tersendiri, berikut ini adalah beberapa karakteristik dai nasionalisme, di antaranya adalah:

  • Adanya kesatuan dan persatuan bangsa.
  • Perjuangan yang dilakukan bersifat nasional.
  • Adanya organisasi modern yang bersifat nasional.
  • Sikap nasionalisme lebih mengutamakan pikiran, sehingga pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa.
  • Sikap nasionalisme bertujuan untuk kemerdekaan dan mendirikan suatu negara merdeka dimana kekuasaan tertinggi berada di rakyat.

Semangat nasionalisme juga tertuang dalam sila pancasila, yaitu sila ke-3 pancasila yang berbunyi “Persatuan Indonesia”, dengan ciri – ciri:

  • Rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air Indonesia
  • Rela Berkorban demi kepentingan negara dan bangsa.
  • Memposisikan kepentingan bangsa dan negara dia atas kepentingan golongan maupun individu / pribadi.
  • Bangga memiliki bangsa dan tanah air Indonesia.

 

 

Bentuk – Bentuk Nasionalisme

Ada beberapa bentuk dari nasionalisme di suatu bangsa atau negara. Berikut ini adalah beberapa bentuk nasionalisme tersebut, di antaranya adalah:

1. Nasionalisme Etnis

Bentuk nasionalisme yang satu ini adalah semangat kebangsaan dimana negara memiliki kebenaran politik dari budaya asal atau berasal dari etnis suatu masyarakat.

 

2. Nasionalisme Kewarganegaraan

Nasionalisme ini disebut juga dengan nasionalis sipi, yaitu dimana negara memiliki kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyat, perwakilan politik dan kehendak rakyat.

 

3. Nasionalisme Agama

Bentuk nasionalisme ini adalah bentuk dimana negara memiliki legitimasi politik dari adanya persamaan agama yang ada.

 

4. Nasionalisme Kenegaraan

Bentuk nasionalisme kenegaraan ini berbentuk dimana masyarakatnya memiliki perasaan nasionalistik yang kuat dan diberi keutamaan mengatasi hak kebebasan dan universal. Nasionalisme ini sering dihubungkan dengan nasionalisme etnis.

 

5. Nasionalisme Romantik/ Organik/ Identitas

Bentuk nasionalisme ini dimana negara memiliki kebenaran politik secara organik, yaitu hasil dari suatu ras atau bangsa menurut semangat romantisme.

 

6. Nasionalisme Budaya

Yang terakhir adalah nasionalisme budaya, nasionalisme ini berbentuk dimana negara memiliki kebenaran politik yang bersumber dari budaya bersama, serta bukan dari Sifat Keturunan seperti warna kulit, ras dan lain sebagainya.

 

 

Contoh Sikap atau Perilaku Nasionalisme

Berikut ini adalah beberapa contoh sikap atau perilaku nasionalisme, di antaranya adalah:

  • Mematuhi hukum negara yang berlaku.
  • Mencintai produk dalam negeri.
  • Bersedia membela, mempertahankan dan memajukan negara.
  • Mematuhi aturan yang berlaku.
  • Melestarikan budaya Indonesia.
  • Dan masih banyak lagi lainnya.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang sikap atau rasa nasionalisme mulai dari pengertian, tujuan, ciri-ciri, bentuk dan contoh nasionalisme. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita dan juga semoga artikel ini bisa menambah jiwa nasionalisme kita terhadap negara Republik Indonesia ini. Jika ada kesalahan dalam penulisan artikel ini mohon untuk dimaklumi dan dimaafkan.



Pengertian Budaya: Wujud, Unsur, Ciri-Ciri dan Faktor Budaya

Pengertian Budaya: Wujud, Unsur, Ciri-Ciri dan Faktor Budaya

Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa dengan berbagai macam ras, suku agama dan budaya yang sangat banyak. Maka dari itu bangsa Indonesia sangat membutuhkan sikap Nasionalisme untuk mencapai tujuan dan cita – cita yang diimpikan. Disamping itu sikap Toleransi sangat diperlukan untuk menyikapi keberagaman yang ada, sehingga bangsa Indonesia tidak terpecah belah oleh adanya perbedaan yang ada.

Nah, kali ini Pintarnesia akan memaparkan tentang nasionalisme yang biasa kita dapatkan pada pelajaran PPKN. Berikut ini adalah pengertian nasionalisme secara umum.

 

Pengertian Nasionalisme

Apa itu nasionalisme? Nasionalisme adalah paham kebangsaan dari masyarakat suatu negara yang memiliki semangat dan kesadaran cinta tanah air dan juga bangsa yang ditunjukkan melalui tingkah laku dan sikap masyarakat atau individu. Arti nasionalisme juga bisa didefinisikan sebagai pemahaman dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai keselarasan wilayah dan budaya serta kesamaan tujuan dan cita-cita, sehingga timbul rasa ingin mempertahankan negaranya, baik itu dari internal maupun eksternal.

 

 

Pengertian Nasionalisme Menurut Para Ahli

Seperti biasa Pintarnesia juga akan memaparkan pendapat para ahli mengenai pengertian nasionalisme menurut para ahli, berikut ini adalah pengertian nasionalisme menurut beberapa para ahli.

 

1. Otto Bauar

Menurut Otto Bauar, pengertian dari nasionalisme adalah suatu persatuan karakter atau perangai yang timbul karena adanya rasa senasib

 

2. Smith

Sedangkan Menurut Smith, pengertian dari nasionalisme adalah suatu gerakan ideologis yang digunakan untuk meraih serta memelihara otonomi, kohesi dan individualitas. Gerakan ini dilakukan oleh satu kelompok sosial tertentu yang sudah diakui oleh beberapa anggotanya guna menentukan dan membentuk satu bangsa atau berupa potensi saja.

 

3. Hans Kohn

Menurutnya nasionalisme adalah formalisasi dan rasionalisasi dari kesadaran nasional bernegara dan berbangsa sendiri.

 

4. Ernest Renan

Menurur Ernest Renan, pengertian dari nasionalisme adalah sikap atau kehendak untuk bersatu dan bernegara.

 

5. L. Stoddard

Sedangkan menurut L. Stoddard, pengertian dari nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian besar masyarakat di bangsa tersebut, dimana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki  bersama di dalam suatu bangsa atau negara.

 

 

Tujuan Nasionalisme

Sikap nasionalisme sendiri memiliki beberapa tujuan tertentu, berikut ini adalah beberapa tujuan nasionalisme, di antaranya adalah:

  • Menumbuhkan serta meningkatkan rasa cinta tanah air dan bangsa.
  • Membangun serta mempererat tali persaudaraan antar masyarakat.
  • Menumbuhkan semangat rela berkorban bagi bangsa dan tanah air.
  • Membangun hubungan yang harmonis dan rukun antar individu atau masyarakat.
  • Berupaya untuk menghilangkan ekstrimisme atau tuntutan berlebihan yang bersumber dari warga negara kepada pemerintahan yang ada.
  • Menjagi bangsa dan tanah air dari serangan, baik itu serangan yang bersumber pada dalam negeri (internal) maupun luar negeri (eksternal).

 

 

Ciri – Ciri Nasionalisme

Menurut Drs, Sudiyo nasionalisme memiliki ciri – ciri atau karakteristik tersendiri, berikut ini adalah beberapa karakteristik dai nasionalisme, di antaranya adalah:

  • Adanya kesatuan dan persatuan bangsa.
  • Perjuangan yang dilakukan bersifat nasional.
  • Adanya organisasi modern yang bersifat nasional.
  • Sikap nasionalisme lebih mengutamakan pikiran, sehingga pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa.
  • Sikap nasionalisme bertujuan untuk kemerdekaan dan mendirikan suatu negara merdeka dimana kekuasaan tertinggi berada di rakyat.

Semangat nasionalisme juga tertuang dalam sila pancasila, yaitu sila ke-3 pancasila yang berbunyi “Persatuan Indonesia”, dengan ciri – ciri:

  • Rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air Indonesia
  • Rela Berkorban demi kepentingan negara dan bangsa.
  • Memposisikan kepentingan bangsa dan negara dia atas kepentingan golongan maupun individu / pribadi.
  • Bangga memiliki bangsa dan tanah air Indonesia.

 

 

Bentuk – Bentuk Nasionalisme

Ada beberapa bentuk dari nasionalisme di suatu bangsa atau negara. Berikut ini adalah beberapa bentuk nasionalisme tersebut, di antaranya adalah:

1. Nasionalisme Etnis

Bentuk nasionalisme yang satu ini adalah semangat kebangsaan dimana negara memiliki kebenaran politik dari budaya asal atau berasal dari etnis suatu masyarakat.

 

2. Nasionalisme Kewarganegaraan

Nasionalisme ini disebut juga dengan nasionalis sipi, yaitu dimana negara memiliki kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyat, perwakilan politik dan kehendak rakyat.

 

3. Nasionalisme Agama

Bentuk nasionalisme ini adalah bentuk dimana negara memiliki legitimasi politik dari adanya persamaan agama yang ada.

 

4. Nasionalisme Kenegaraan

Bentuk nasionalisme kenegaraan ini berbentuk dimana masyarakatnya memiliki perasaan nasionalistik yang kuat dan diberi keutamaan mengatasi hak kebebasan dan universal. Nasionalisme ini sering dihubungkan dengan nasionalisme etnis.

 

5. Nasionalisme Romantik/ Organik/ Identitas

Bentuk nasionalisme ini dimana negara memiliki kebenaran politik secara organik, yaitu hasil dari suatu ras atau bangsa menurut semangat romantisme.

 

6. Nasionalisme Budaya

Yang terakhir adalah nasionalisme budaya, nasionalisme ini berbentuk dimana negara memiliki kebenaran politik yang bersumber dari budaya bersama, serta bukan dari Sifat Keturunan seperti warna kulit, ras dan lain sebagainya.

 

 

Contoh Sikap atau Perilaku Nasionalisme

Berikut ini adalah beberapa contoh sikap atau perilaku nasionalisme, di antaranya adalah:

  • Mematuhi hukum negara yang berlaku.
  • Mencintai produk dalam negeri.
  • Bersedia membela, mempertahankan dan memajukan negara.
  • Mematuhi aturan yang berlaku.
  • Melestarikan budaya Indonesia.
  • Dan masih banyak lagi lainnya.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang sikap atau rasa nasionalisme mulai dari pengertian, tujuan, ciri-ciri, bentuk dan contoh nasionalisme. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita dan juga semoga artikel ini bisa menambah jiwa nasionalisme kita terhadap negara Republik Indonesia ini. Jika ada kesalahan dalam penulisan artikel ini mohon untuk dimaklumi dan dimaafkan.