Adi Catur Pamungkas Seorang muslim yang suka menulis berbagai macam artikel dan tertarik dengan dunia networking

10+ Contoh Teks Negosiasi Singkat: Terbaru 2020

9 min read

7 contoh teks negosiasi

Contoh Teks Negosiasi – Dalam kehidupan sehari hari, kegiatan bernegosiasi tidak dapat dilepaskan dalam kegiatan manusia. Kegiatan bernegosiasi sering kita gunakan baik negosiasi jual beli, bisnis, di sekolah, lingkungan masyarakat, keluarga, dan lain sebagainya.

Teks negosiasi memiliki ciri yang sangat menonjol yaitu mampu mencari jalan keluar penyelesaian dari sebuah masalah dan akan menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan atau bertujuan untuk mendapatkan kata sepakat.

Dengan bernegosiasi maka kita dapat memeroleh manfaat berupa terciptanya jalinan kerja sama antar institusi, badan usaha, maupun perorangan dalam sebuah kegiatan atau usaha dengan dasar saling pengertian. Teks negosiasi juga memiliki struktur diantaranya yaitu Orientasi, Permintaan, Pemenuhan, Penawaran, Persetujuan, Pembelian, Penutup.

 

Contoh Teks Negosiasi Singkat

Untuk lebih jelasnya mengenai contoh teks negosiasi dalam kehidupan sehari – hari, maka kamu dapat simak contohnya berikut ini.

Baca Juga : Pengertian Negosiasi dan Struktur Teks Negosiasi.

 

1. Contoh Teks Negosisasi antara Pembeli & Penjual

Pembeli: “Pak saya ingin beli mangga Indramayu, apa disini ada?”

Penjual: “Ada bu, mau beli berapa kilo?”

Pembeli: “Memang satu kilo harganya berapa pak??”

Penjual: “Murah bu, hanya 15 ribu saja satu kilonya”

Pembeli: “Mahal amat pak, boleh kurang kan pak?”

Penjual: “Yaudah paling harga pasnya 10 ribu”

Pembeli: “Boleh kurang lagi tidak pak?”

Penjual: “Tidak bisa bu, harga segitu sudah murah banget.”

Pembeli: “Oke pak, saya ambil 2 kilo, ini uangnya”.

 

2. Contoh Teks Negosiasi antara Nasabah dan Pihak Bank

Nasabah: “Selamat pagi”

Pihak bank: “Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?”

Nasabah: “Kalau mau mengajukan kredit dibagian mana ya mba?”

Pihak bank: “Ke kepala bagian kredit pak, mari saya antar”

Nasabah: “Jadi begini pak, saya ingin mengajukan kredit untuk mengembangkan usaha baru saya pak”

Pihak bank: “Memang berapa banyak uang yang bapak butuhkan untuk mengembangkan usaha bapak?

Nasabah: “Saya membutuhkan uang sebanyak 500 juta. Apakah saya bisa mengajukan kredit dengan jumlah tersebut?

Pihak bank: “Mohon maaf bapak sebelumnya, pinjaman bapak terlalu besar. Bagaimana jika bapak meminjam 300 juta?

Nasabah: “Apakah tidak bisa lebih pak? Saya kan nasabah lama di bank ini”

Pihak bank: “Baiklah, bapak saya berikan tambahan 20 juta, jadi 320 juta. Bagaimana pak?”

Nasabah: “Kalau bisa mohon dilebihkan pak. Karena saya membutuhkan banyak dana untuk mengembangkan usaha yang sedang saya rintis ini”

Pihak bank: “Baiklah jika begitu, pihak bank akan memberikan pinjaman sebesar 350 juta”

Nasabah: “Baiklah, kalau begitu kapan saya bisa mengambil uangnya?”

Pihak bank: “Jika bapak setuju meminjam 350 juta maka akan kami cairkan secepatnya”

Nasabah: “Oke saya setuju, terus bagaimana lagi??”

Pihak bank: “Kami selaku pihak bank akan memberikan pelayanan terbaik kepada setiap nasabahnya”

Nasabah: “Terima kasih atas kerjasamanya, kalau begitu saya pamit dahulu”

Pihak bank: “Sama-sama pak, selamat pagi”

Nasabah: “Selamat pagi”

 

3. Contoh Teks Negosiasi dalam Kehidupan Sehari – Hari

Calon Penumpang: “Bang, ke Pasar Senen berapa?”

Tukang Ojek: “20 ribu, bu”

Calon Penumpang: “Kok mahal amat bang, kan deket tuh disitu, 10 ribu aja ya”

Tukang Ojek: “Aduh, itu kemurahan, enggak nutup uang bensin bu”

Calon Penumpang: “Iya deh iya bang, saya tambah 3 ribu biar jadi jadi 13 ribu ya, bagaimana?”

Tukang Ojek: “Tambah 2 ribu lagi deh bu, langsung saya antar.”

Calon Penumpang: “Okelah bang, saya setuju, antar saya ke pasar Senen.”

 

4. Contoh Teks Negosiasi di Lingkungan Keluarga

Anak: “Pak, setelah saya lulus nanti, saya ingin bekerja.”

Bapak: “Kenapa langsung bekerja nak?. Padahal kan bapak maunya kamu melanjutkan kuliah.”

Anak: “Kenapa pak harus kuliah? ”

Ayah: “Begini nak, jika kamu melanjutkan kuliah maka nantinya kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus.”

Anak: “Jadi lebih gampang dalam mendapatlan pekerjaan ya pak? Kalau gitu iya deh saya setuju.”

Ayah: “Bagus lah jika kamu setuju, nanti kita pilih universitas terbaik untukmu.”

Anak : “Siap pak”

 

5. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli di Pasar

Pembeli: “Selamat pagi pak”

Penjual: “Selamat pagi, Silahkan duduk. Apakah benar ini dengan saudara Adi?”

Pembeli: “Iya benar pak, saya yang menghubungi bapak tadi malam”

Penjual: “Baik, langsung ke intinya saja, benarkah saudara tertarik dengan mobil yang di iklankan di OLX?

Pembeli: “Iya benar pak, dari foto yang ditampilkan saya tertarik ingin melihat fisik asli mobil tersebut secara dekat, sebab berdasarkan foto yang saya lihat kelihatannya mobil bapak masih dalam keadaan bagus”

Penjual: “Iya benar, mobil itu saya beli 1 tahun lalu, kondisinya masih sangat bagus. Saya menjual karena ingin menggantinya dengan mobil baru”

Pembeli: “Apa alasan bapak mengapa mobilnya ingin diganti?, apakah mobil tersebut sudah mengalami kerusakan?”

Penjual: “Bukan itu alasannya, saya ingin mengganti dengan mobil baru karena mobil itu terlalu kecil untuk keluarga saya.”

Pembeli: “Oh begitu, berapa harganya pak?

Penjual: “200 juta, bisa nego”

Pembeli: “Wahh kok mahal pak?”

Penjual: “Bisa nego”

Pembeli: “150 juta bagaimana pak?”

Penjual: “175 juta pas, bagaimana?

Pembeli: “160 juta deh pak, bagaimana?”

Penjual: “Tidak mas, 175 sudah mentok”

Pembeli: “Baiklah, saya setuju”

Penjual: “Baik, terima kasih”

Pembeli: “Oke terima kasih kembali”

 

6. Contoh Teks Negosiasi di Sekolah

Wali Kelas: “Adi, bagaimana rencana Study Wisata ke Dufan, apakah semua anggota kelas setuju?”

Ketua Kelas: “Saya sudah berdiskusi dengan mereka bu, namun mereka malah mengusulkan untuk mengganti tempat Study Wisata ke Bali saja bu.”

Wali Kelas: “Wah, kenapa pada minta seperti itu?”

Ketua Kelas: “Karena sekolah kita sering sekali melakukan Study Wisata ke Dufan. Sedangkan ke Bali belum pernah sama sekali.”

Wali Kelas: “Tapi ibu sudah bicarakan rencana ini ke bapak kepala sekolah dan beliau sudah setuju”

Ketua Kelas: “Iya bu, tetapi jika ke rencana semula sepertinya banyak teman-teman yang tidak ikut”

Wali Kelas: “Aduh bagaimana yah, padahal ibu sudah mempersiapkan semuanya.”

Ketua Kelas: “Begini saja bu, biar saya dan teman-teman yang menghadap ke kepala sekolah dan membicarakan tentang rencana study ke Candi Borobudur.”

Wali Kelas: “Baiklah kalau begitu, secepatnya kamu bicara dengan beliau, laporkan ke ibu hasilnya”.

Ketua Kelas: “Baik bu.”

 

7. Contoh Teks Negosiasi Formal

Pegawai toko : “Selamat siang, Ada yang bisa saya bantu pak?”

Pembeli : “Saya ingin mencari sepatu pantofel untuk kerja”

Pegawai toko : “Sepatu pantofel untuk kerja kami memiliki 2 pilihan pak, yaitu warna hitam dan warna cokelat”

Pembeli : “Yang hitam harganya berapa ya mba?”

Pegawai toko : “Untuk warna hitam dan cokelat harganya sama-sama 300 ribu rupiah pak”

Pembeli : “Bisa turun jadi 200 ribu mba?”

Pegawai toko : “Maaf pak masih belum bisa, bagaimana jika 280 ribu?”

Pembeli : “Masih terlalu mahal itu mbak, 250 ribu ya mba”

Pegawai toko : “Maaf pak masih belum bisa, pasnya 265, bagaimana pak?”

Pembeli : “Oke saya setuju mba. Ini uangnya”

Pegawai toko : “Terimakasih pak”

Pegawai toko : “Oke sama – sama mba”

 

8. Teks Negosiasi Siswa

Ayu : “Ah, akhirnya sampai juga di sekolah.”

Bijak : “Memang kenapa baru sampai?”

Ayu : “Aku bangun kesiangan karena tadi malam mengerjakan PR Bahasa Indonesia sampai larut”

Bijak : “Apa ada PR Bahasa Indonesia?” sambil terkejut.

Ayu : “Ada, PR untuk menganalisis jenis kalimat berpredikat verba. Kamu sudah mengerjakannya?”

Bijak : “Astaga, aku benar-benar lupa.”

Ayu : “Kenapa bisa lupa? Hari ini harus sudah selesai.”

Bijak : “Tadi malam, aku sibuk menyiapkan peralatan praktikum Biologi. Aku kelelahan seharian mencari jangkrik.”

Ayu : “Oh ya. Kelompokku juga belum ada yang membawa jangkrik.”

Bijak : “Siapa yang ditugaskan membawanya?”

Ayu : “Aku sendiri.”

Bijak : “Kamu akan mencari di mana sekarang?”

Ayu : “Belum tahu. Bagaimana kalau aku minta beberapa ekor jangkrik milikmu?”

Bijak : “Enak saja. Aku sudah berjuang seharian mencari si jangkrik-jangkrik ini hingga melupakan PR Bahasa Indonesiaku.”

Ayu : “Begini saja. Kamu menyalin PR yang telah aku kerjakan, tapi dengan syarat kamu harus memberikan beberapa jangkrikmu kepadaku”

Bijak : “Bagaimana ya? Sebenarnya aku tidak rela memberikan jangkrik ini kepadamu.”

Ayu : “Kenapa tidak rela. Kamu dapat salinan PRku dan aku mendapat beberapa jangkrik darimu. Aku juga lelah menyelesaikn PR ini hingga berangkat kesiangan.”

Bijak : “Baiklah. Ini beberapa jangkrik untukmu. Mana PR mu?”

Ayu : “Ini PRku. Jangan sampai kamu rusak.”

Bijak : “Oke, beres.”

Ayu : “Nanti kembalikan ke mejaku lagi ya!”

Bijak : “Tenang saja.”

Dengan kecepatan tinggi, Bijak menyalin semua PR milik Ayu dan berharap akan selesai sebelum guru masuk kelas.

 

9. Teks Negosiasi Jual Beli HP Baru

Pagi itu, Seoarang pergi ke konter untuk mencari Xiaomi Redmi Note 5

Penjual :Selamat datang, silahkan duduk.”

Pembeli : “Terima kasih.”

Penjual : “Ada yang bisa saya bantu?”

Pembeli : “Saya ingin mencari Smartphone.”

Penjual : “Ingin Smartphone merek apa?”

Pembeli : “Yang bagus itu merek apaya?”

Penjual : “Begini, kalau masalah bagus atau tidaknya itu relatif. Semua merek ada kelebihan dan juga ada kekurangannya.”

Pembeli : “Oh, begitu.”

Penjual : “Tetapi sekarang yang paling laris itu Xiaomi Redmi Note 5.”

Pembeli : “Saya boleh lihat yang Xiaomi Redmi Note 5?”

Penjual : “Iya, sebentar saya ambilkan dulu.”

Pembeli : “Iya.”

Penjual : “Ini, silahkan di coba dulu.”

Pembeli : “Fasilitasnya apa saja ?”

Penjual : “Ada kamera16 MP,sudah 4G dan masih banyak lagi.”

Pembeli : “Selain warna hitam ini, apakah ada warna yang lain?”

Penjual : “Ada selain ini ada juga warana gold, putih dan silver.”

Pembeli : “Saya mau lihat yang silver, soalnya saya suka warna silver.”

Penjual : “Maaf, yang warna silver stoknya habis, mungkin besok datangnya.”

Pembeli : “Kalau sekarang adanya warna apa saja ?”

Penjual : “Kita punya warna gold sama hitam.”

Pembeli : “Saya lihat yang gold dulu.”

Penjual : “Iya, saya ambilkan dulu.”

Pembeli : “Iya.”

Penjual : “Ini, silahkan.”

Pembeli : “Hitam sama gold bagus manaya?”

Penjual : “Tergantung selera, kalau hitam itu sudah biasa, tetapi kalau gold itu jarang orang punya.”

Pembeli : “Saya pilih hitam saja.”

Penjual : “Oh iya.”

Pembeli : “Harganya berapa?”

Penjual : “Kalau yang ini harganya Rp 7.000.000,00.”

Pembeli : “Tidak ada diskon?”

Penjual : “Kebetulan kita lagi ada promo untuk merek Xiaomi Redmi Note 5 ada spesial diskon, jadi harganya tinggal Rp 6.600.000,00.”

Pembeli : “Tidak bisa turun lagi?”

Penjual : “Tidak bisa. Ini bisa di kredit mas, angsuran 8 X dalam 5 bulan.”

Pembeli : “Rp 6.400.000,00 bagaimana?, cash.”

Penjual : “Apakah bisa ditambah lagi?”

Pembeli : “Saya tambah lagi Rp 50.000,00 bagaimana?”

Penjual : “Tetap tidak bisa, begini saja saya beri Rp 6.500.000,00, itu sudah turun banyak lho.”

Pembeli : “Tidak bisa ditambah lagi diskonnya?”

Penjual : “Tidak bisa, nanti kalau ditambah lagi terus bos saya marah, ini bukan punya saya kalau punya saya, saya beri harga segitu.”

Pembeli : “Ya sudah saya setuju Rp 6.500.000,00.”

Penjual : “Saya buatkan notanya dulu.”

Pembeli : “Iya.”

Penjual : “Ini notanya, silahkan tanda tangan disini. Ini juga ada garansinya 1 tahun, jadi kalau ada masalah dengan Smartphonenya, bawa saja kesini.”

Pembeli : “Oh iya, ini uangnya.”

Penjual : “Terima kasih.”

Pembeli : “Sama-sama.”

 

10.  Contoh Teks Negosiasi Formal 4 Orang

Sekretaris : Selamat Pagi, Bu. (bersalaman). Kami telah mensurvei tempat Ibu dan kami berencana untuk membeli tempat tersebut, rencananya kami akan membangun sebuah perumahan disana. Apa benar ibu akan menjual tempat ibu tersebut?

Pemilik Tanah : Iya benar.

Direktur : Kira-kira berapa harga yang ibu patok untuk tanah ibu itu?

Pemilik Tanah : 2M mungkin mewakili.

Sekretaris : Apa gak terlalu mahal, Bu? bagaimana dengan 1,5 M?

Kakak Pemilik Tanah : Wah turun jauh. Tempat itu sangat bagus, sangat strategis, fasilitas umum disana hampir lengkap, disamping itu banyak tempat wisata pantai yang dapat menunjang kemajuan usaha perumahan kalian.

Direktur : Begini saja, bagaimana dengan 1,6 M?

Pemilik Tanah : Masih jauh, Bu. yaudah begini saja, 1,8M bagaimana? ya itu pun kalau ibu setuju, kalau tidak saya tidak akan lepas tanah itu.

Sekretaris : Gimana bu? apa gak kemahalan?

Direktur : Mungkin itu harga yang pas untuk tanah ibu ini.

Direktur : Oke bu, saya setuju dengan harga 1,8M. terimakasih atas kerjasamanya.

P. Tanah dan Kakaknya : Oh iya, Bu. sama-sama.

 

Demikianlah informasi yang dapat Pintarnesia berikan mengenai contoh teks negosiasi yang baik dan benar baik dalam jual beli, di lingkungan masyarakat, lingkungan keluarga, di linkungan sekolah, dan lain sebagainya secara lengkap. Semoga artikel yang telah Pintarnesia berikan diatas dapat bermanfaat dan menambah wawasan kamu.

Adi Catur Pamungkas Seorang muslim yang suka menulis berbagai macam artikel dan tertarik dengan dunia networking

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight