30+ Senjata Tradisional Indonesia: Penjelasan, Gambar

By Wiwit Febriandari -

Senjata Tradisional – Indonesia memiliki banyak pulau yang terbentang dari sabang hinga merauke. Tentu pula Indonesia memiliki banyak kebudayaan, warisan, ciri khas dari masing masing daerah. Mulai dari makanan, pakaian adat, rumah adat, senjata tradisional, dan lain sebagainya.

Nah, kali ini Pintarnesia akan mengulas salah satu dari ciri khas di setiap daerah yaitu senjata tradisional. Kami akan memaparkan satu persatu jenis senjata, gambarnya,  daerah asalnya, dan nama dari senjata tersebut. Berikut uraian senjata tradisional Indonesia lengkap gambar dan penjelasannya.

 

Pulau Sumatera

Pulau yang pertama yang dibahas adalah pulau Sumatera. Di pulau Sumatera terdapat 10 provinsi beserta senjata tradisional Sumatera. Apa saja? Mari simak penjelasannya.

 

Aceh

Nama Senjata : Rencong

Aceh mempunyai senjata tradisional yang di sebut dengan nama Rencong. Rencong mempunyai berbagai tingkatan, untuk Sultan terbuat dari emas yang berukirkan sekutip ayat-ayat suci Al-Qur’an, sedangkan Rencong lainnya biasanya terbuat dari perak, kuningan, besi putih, kayu dan gading.

Masyarakat Aceh menghubungkan senjata Rencong dengan kekuatan mistik. Rencong hingga saat ini masih digunakan sebagai atribut busana pada setiap upacara adat Aceh. Masyarakat Aceh mempercayai bahwa bentuk dari Rencong mewakili simbol Bismillah dalam kepercayaan Agama Islam.

Karena sejarah dan kepopuleran senjata Rencong, masyarakat dunia menjuluki Aceh sebagai “Tanah Rencong”. Dalam acara adat Aceh, Rencong biasanya digunakan pada saat acara pernikahan, Peusijuk, Tung Dara Baro (Mengunduh Mantu), dan acara penting lainnya.

 

Sumatera Utara (Sumut)

Nama Senjata : Piso Gaja Dompak

Piso Gaja Dompak jika kita artikan kedalam bahasa Indonesia terdiri dari 3 penggalan kata. Piso yang artinya Pisau, Gaja yang artinya Gajah, sedangkan Dompak sendiri memiliki banyak artian yang berkolerasi seperti berhadap-hadapan, berwibawa atau jimat. Sehingga secara keseluruhan dapat diartikan sebagai Pisau Berukiran Gajah yang berwibawa.

Senjata tersebut berbentuk seperti sebuah pisau yang pada tangkai senjata nya mempunyai ukiran penampang berbentuk gajah. Senjata piso gaja dompak tersebut digunakan oleh para raja- raja Batak dahulunya.  Senjata tersebut di yakini mempunyai kekuatan supranatural. Senjata tradisional tersebut di wariskan dengan turun menurun.

 

Sumatera Barat (Sumbar)

Nama Senjata : Karih

Sumatera Barat mempunyai senjata tradisional yang biasa disebut dengan nama Karih. Karih hampir mirip seperti keris atau belati dengan ukiran yang indah pada bagian gagang dan sarung.

Karih atau Keris ini adalah perlengkapan yang dipakai oleh kaum laki-laki dan diletakkan di sebelah depan, dan umumnya dipakai oleh penghulu terutama dalam acara resmi adat terutama dalam acara malewa gala atau pengukuhan gelar, selain itu juga biasa dipakai oleh para mempelai pria dalam acara majelis perkawinan yang masyarakat setempat menyebutnya baralek dan juga dipergunakan dalam pertunjukan silat.

Senjata lainnya yang terdapat di Sumatera Barat adalah tombak, landing atau golok , pedang panjang, sumpitan, dan lainnya. Senjata-senjata itu di gunakan oleh para raja Minangkabau untuk menjaga dirinya.

 

Riau

Nama Senjata : Pedang Jenawi

Riau mempunyai senjata tradisional yang biasa disebut dengan pedang Jenawi. Senjata ini digunakan oleh para panglima perang. Pedang ini memiliki bentuk yang lurus panjang dan ada tonjolan kecil pada ujung pegangannya. Pedang ini dapat mencapai panjang 1 meter.

Pedang ini memiliki makna kecerdasan, ketangguhan raga, kekayaan, dan lain sebagainya. Ketangguhan raga artinya  ketangguhan jenawa jika digunakan dalam peperangan. Pemakainya pun harus memiliki ketangguhan yang sama, agar pedang ini dapat digunakan secara benar agar tidak jatuh ke tangan lawan.

Kekayaan artinya bahwa pembuat pedang ini merupakan orang punya. Pasalnya pedangnya sendiri terbuat dari besi yang berkualitas tinggi. Pedang jenawi terbuat dari besi dengan kualitas baja. Bagian hulunya dibuat dengan berbahan dasar tembaga.

Senjata lain di Riau bernama kelewang di gunakan prajurit tempo dulu. Ada pula badik tumbuk lada dan keris ulu klindit. Badik tumbuk lada berbentuk seperti keris, tetapi agak pendek.

Kepulauan Riau (Kepri)

Nama Senjata : Badik Tumbuk Lado

Kepulauan Riau mempunyai senjata khas yang dinamakan dengan Badik Tumbuk Lado. Senjata ini mempunyai bentuk seperti sebuah belati dengan panjang 27 cm hingga 29 cm. Serta mempunyai lebar antara 3,5 cm hingga 4 cm.

Jika dulunya badik tumbuk lado di gunakan untuk alat berburu dan perlengkapan untuk melindungi diri oleh para lelaki, lain halnya sekarang fungsi senjata tersebut hanya di gunakan untuk pelengkap pakaian adat yang biasa di gunakan dalam upacara pernikahan atau acara besar di Kepulauan Riau.

Senjata ini merupakan jenis senjata yang tergolong pendek dengan mata pada sebelah bilah saja dan boleh digunakan secara tunggal ataupun berpasangan. Badik Tumbuk Lada pada zaman dulupun menjadi salah satu kelengkapan pakaian adat di Kepulauan Riau. Badik merupakan salah satu identitas yang mencirikan bangsa Melayu.

Jambi

Nama Senjata : Badik Tumbuk Lada

Jambi memiliki senjata tradisional yang biasa disebut dengan Badik Tumbuk Lada. Nama senjata ini sama dengan senjata yang sudah kita bahas diatas. Karena badik ini merupakan senjata khas melayu yang ada di Sumatera dan Kepulauan Riau serta Semenanjung Melayu. Nama senjata ini sangat terkenal di kalangan masyarakat semenanjung melayu.

Senjata ini berupa sebuah badik dengan keunikan pada desain gagang, bilah, dan sarungnya. Tidak seperti Badik khas Sulawesi, Badik Tumbuk Lado nampak lebih simpel. Bagian kepala terbuat dari tanduk atau kayu. Wilahan keris ini ada yang lurus atau berlekuk.

Pangkal sarung keris membentuk bukan sabit. Jenis senjata tradisional lainnya yang berasal dari Jambi adalah tombak, sumpitan, dan pedang.

Bengkulu

Nama Senjata : Keris Bengkulu

Bengkulu mempunyai senjata tradisional dengan nama Keris. Keris ini memiliki panjang 13 jari dengan bentuk lurus. Senjata ini digunakan para kepala adat dan hulu balangnya pada saat perang, membela diri, serta upacara adat. Keris ini di anggap pemberani dan keramat bagi sang pemegang nya.

Keris Bengkulu tidak memiliki banyak perbedaan dibandingkan keris pada umumnya. Diantara keunikan yang sangat mencolok dari keris asli Bengkulu terdapat pada lekukannya yang jumlahnya genap serta adanya tahta pada gagang dan sarungnya. Senjata tradisional Bengkulu yang lainnya adalah kuduk, radus, pedang kayu nibung, kerambit dan badik, rambai ayam, dan lain sebagainya.

Sumatera Selatan (Sumsel)

Nama Senjata : Tombak Trisula

Sumatera Selatan memiliki senjata tradisional yang dinamakan dengan tombak trisula. Memang senjata tradisional di Sumatera Selatan banyak memiliki kesamaan dengan senjata tradisional di provinsi lainnya di Pulau Sumatera dan Kepulauan Riau.

Tetapi senjata ini merupakan senjata paling dan terkenal. Seperti halnya senjata kujang dari Sunda, mandau dari Kalimantan, tombak trisula sudah dikenal berasal dari Palembang Sumatera Selatan.

Ciri khas dari senjata ini adalah kedua sisi tombak dapat digunakan sebagai senjata. Di satu sisi tombak berbentuk trisula dan sisi lainnya berbentuk mata tombak biasa.

 

Kepulauan Bangka Belitung

Nama Senjata : Siwar Panjang

Bangka Belitung mempunyai senjata tradisional yang dinamakan dengan senjata siwar panjang.  Senjata siwar panjang ini merupakan sebuah pedang panjang, lurus, rata, pipih dan ringan yang 2 matanya tajam seperti silet. Dan meruncing pada bagian ujungnya. Gagang senjata ini menonjol pada bagian ujung.  Senjata ini memiliki sarung yang berbentuk seperti tongkat.

Senjata yang sekilas terlihat mirip dengan senjata Mandau khas suku Dayak di Kalimantan ini dulunya digunakan untuk alat perang masyarakat Bangka saat melawan penjajahan. Berfungsi sebagai alat untuk mempertahankan diri dan benda keramat.

 

Lampung

Nama Senjata : Terapang

Senjata tradisional Lampung yang paling populer adalah Terapang. Senjata ini berbentuk menyerupai keris, bahkan Terapang juga memiliki nama lain yaitu Keris Gabus. Senjata ini memiliki bulu unik yang terbuat dari kayu. Kayu tersebut di ukir membentuk burung atau kepala orang dan melambangkan keberanian.

Terapang ini digunakan oleh para bangsawan untuk pertahanan diri dari serangan musuh. Namun pada saat ini Terapang digunakan untuk pelengkap pakaian adat pengantin pria, serta digunakan pada acara ritual adat lampung lainnya.

 

 

Pulau Jawa

Selanjutnya, pulau yang kedua yang akan kita bahas adalah pulau Jawa. Di pulau Jawa terdapat 6 provinsi beserta senjata tradisional Jawa. Apa saja? Mari simak penjelasannya.

 

Banten

Nama Senjata : Golok Ciomas

Senjata tradisional masyarakat Banten sama dengan yang di gunakan oleh masyarakat di daerah Jawa Barat, yaitu senjata kujang dan karambit. Namun ada satu golok yang terkenal di wilayah Banten, yaitu Golok Ciomas.

Peninggalan leluhur paling tua dari sejarah Golok Ciomas adalah sebuah palu godam yang dinamakan Godam Ki Cengkuk atau yang terkenal dengan istilah Si Denok dan golok yang bernama Si Rebo. Kedua benda itu menjadi benda keramat, dan hanya dapat dilihat oleh masyarakat umum satu tahun sekali pada bulan Rabiul Awal.

Ciomas adalah nama daerah yang berjarak sekitar 20 km dari selatan Kota Serang, Banten. Golok Ciomas di kenal memiliki banyak keistimewaan, selain karena ketajamannya, golok ini istimewa karena nilai mistis yang terkandung di dalamnya. Pada zaman penjajahan, para jawara Banten menggunakan senjata ini untuk mengusir para penjajah.

 

Jawa Barat (Jabar)

Nama Senjata : Kujang

Jawa Barat mempunyai senjata tradisional yang dinamakan Kujang.  Senjata Kujang ini memiliki lekukan yang sangat indah. Pada bagian mata, terdapat lubang- lubang kecil berjumlah 1 sampai 5 buah sebagai hiasan. Sarung kujang terbuat dari kain yang berwarna hitam.

Karakteristik dari senjata ini sendiri yaitu memiliki sisi tajaman dan nama bagian, antara lain : papatuk/congo (ujung kujang yang menyerupai panah), eluk/silih (lekukan pada bagian punggung), tadah (lengkungan menonjol pada bagian perut) dan mata (lubang kecil yang ditutupi logam emas dan perak).

Selain bentuk karakteristik bahan kujang cenderung tipis, bahannya bersifat kering, berpori dan banyak mengandung unsur logam alam.

Senjata khas Jawa Barat lainnya adalah panah kayu atau bambu, tombak, keris kirompang, keris kedongkol, bedok dan golok. Senjata- senjata ini umumnya di gunakan untuk kegiatan sehari- hari.

 

DKI Jakarta

Nama Senjata : Golok

Jakarta, atau lebih tepatnya suku Betawi memiliki senjata tradisional yang dinamakan golok. Senjata tradisional ini  biasa di gunakan untuk pelengkap aksesoris pakaian adat Jakarta selain menjadi senjata tradisional.

Senjata ini memiliki panjang mulai dari 25 cm hingga 50 cm. Bilahnya terbuat dari besi. Dan gagangnya terbuat dari kayu yang mudah ditemui masyarakat sekitar seperti jati, mahoni, akasia, dan lain sebagainya.Selain itu gagangnya adapula yang dibuat dari tanduk kerbau.

Sedangkan sarungnya terbuat dari kayu yang serupa dengan gagangnya, namun jika gagangnya tanduk sarungnya tetap kayu dengan pengikat yang dibuat dari karet, tali atau kawat.

Golok mempunyai dua bagian mata. Pada satu bagiannya adalah bagian dengan mata tajam sedang bagian  yang lainnya merupakan bagian yang tidak tajam. Senjata ini juga di lengkapi menggunakan kerangka sebagai fungsi apabila golok tidak di  gunakan.

 

Jawa Tengah (Jateng)

Nama Senjata : Keris

Jawa Tengah memiliki senjata tradisional yang dinamakan dengan keris. Keris dapat menunjukkan kedudukan sosial seseorang dalam masyarakat. Keris ini termasuk barang pusaka yang di keramatkan. Umumnya, senjata ini diukur di bagian gagang dan sarungnya.

Meski keris juga senjata tradisional oleh berbagai daerah lain di Indonesia. Namun keris yang sangat populer adalah keris Jawa. Karena keris Jawa memiliki berbagai macam bentuk. Mulai dari yang tanpa lekukan, berlekuk 3, 5, 7 dan lain sebagainya.

Keris menjadi senjata yang amat di hormati. Keris tidak hanya sebagai senjata saja, namun juga menjadi salah satu unsur budaya penting di daerah Jawa Tengah. Keris juga melambangkan kedewasaan dan kejantanan seorang pria. Semua pria Jawa khususnya kaum bangsawan, dulunya selalu memakai keris dalam menjalankan tugas sehari – harinya. Senjata dari Jawa Tengah yang lain yaitu pedang, perisai, dan tombak.

 

Yogyakarta

Nama Senjata : Keris

Selain daerah Jawa Tengah, di daerah Yogyakarta pun menggunakan keris sebagai senjata tradisionalnya. Senjata ini sangat dihormati dan dikeramatkan oleh masyarakat Yogyakarta.

Pada umumnya keris yang berasal dari Yogyakarta sering diberi nama Kanjeng Kyai sebagai sebutan nama depannya sehingga memiliki kesan berwibawa dan menjadi benda pusaka yang memiliki kekuatan alam serta memberikan aura positif bagi pemiliknya. Pada sarung keris terdapat ukiran- ukiran indah.

Sebagian besar keris Yogyakarta memiliki luk (lekukan) 11 dan 13 dengan ukuran panjang bilah sekitar 35 cm, gonjo sepanjang 7,5 cm, dan pesi sepanjang 6,5 cm sehingga panjang keseluruhan keris lebih dari 40 cm.

Bahan baku yang digunakan oleh para empu antara lain, unsur besi lebih dari 90% dan nikel 5% serta timah putih, titanium, dan timbal. Pamor keris menggunakan batu meteor yang terbagi dalam 3 jenis bahan utama, yaitu meteorit yang mengandung besi dan nikel saat dipanaskan akan berwarna kelabu.

 

Jawa Timur (Jatim)

Nama Senjata : Clurit

Jawa Timur memiliki senjata tradisional yang dinamakan dengan clurit. Clurit memiliki bentuk melengkung seperti arit. Clurit memiliki ujung mata yang sangat runcing dan tajam sehingga dalam penggunaannya harus sangat hati- hati. Bagian gagang clurit biasanya berbahan kayu atau logam. Adapun kayu yang dipakai cukup beraneka ragam.

Antara lain kayu kembang, kayu stingi, kayu temoho dan kayu jenis lainnya. Pada ujung gagang terdapat tali sepanjang 10 sampai 15 cm yang berfungsi sebagai pengikat clurit. Clurit juga menggunakan sarung, biasanya sarung tersebut terbuat dari kulit kerbau atau sapi yang tebal.

Fungsi utama dari senjata ini adalah sebagai salah satu senjata pertanian. Adapun senjata tradisional dari Jawa Timur lainnya yaitu keris, buding, dan bionet.

 

 

Pulau Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara

Pulau selanjutnya yang akan dibahas adalah pulau Bali dan kepulauan Nusa Tenggara. Di pulau Bali dan kepulauan Nusa Tenggara terdapat 3 provinsi beserta senjata tradisional Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara. Apa saja? Mari simak penjelasannya.

 

Bali

Nama Senjata : Kandik

Bali memiliki senjata tradisional yang dinamakan dengan kandik. Kandik berupa sebilah kapak. Sesuai dengan bentuknya, senjata ini juga digunakan para pria untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berat. Seperti menebang pohon, membelah kayu, atau pekerjaan berat yang lainnya.

Masyarakat Bali mempunyai beberapa senjata tradisonal. Diantara senjata – senjata tersebut adalah keris, tombak, taji, trisula, panah, tiuk, caluk, arit,  udud dan lain sebagainya. Diantara banyaknya senjata tradisional di daerah Bali, senjata yang paling unik yaitu senjata keris Bali.

Keris Bali memiliki ukiran yang sangat unik pada setiap sisinya di bagian bilah, gagang, maupun sarung kerisnya.

 

Nusa Tenggara Barat (NTB)

Nama Senjata : Tulup

Nusa Tenggara Barat memiliki senjata tradisional yang dinamakan dengan tulup. Senjata ini berasal dari suku Sasak. Senjata ini biasa digunakan untuk berburu. Senjata ini terbuat dari kayu meranti yang dilubangi.

Senjata tulup ini menggunakan pelu yang berbentuk potongan-potongan seperti lidi dari pelapah pohon enau yang berbentuk seperti mata panah yang disebut ancar. Pada bagian mata ancar, diolesi racun yang berasal dari  getah pohon tatar. Getah ini sangat ampuh unuk membunuh binatang.

Selain tulup, masyarakat Nusa Tenggara Barat juga memiliki senjata tradisional lainnya. Antara lain yaitu, keris, sempari, kelewang,  dan golo.

 

Nusa Tenggara Timur (NTT)

Nama Senjata : Sundu

Nusa Tenggara Timur memiliki senjata tradisional yang dinamakan dengan sundu. Sundu merupakan senjata  yang bentuknya menyerupai keris. Penduduk Nusa Tenggara Timur menganggapnya sebagai senjata tikam yang sakral. Sundu mempunyai bentuk yang lurus dan seperti sayap burung.

Terdapat pula motif horizonal melingkar pada sarung sundu tersebut. Senjata ini di anggap keramat oleh masyarakat setempat.

Nusa Tenggara Timur memiliki senjata tradisional lainnya yaitu Kabeala (Parang Pingang) , Pisau, Kampak, Senapan Tumbuk, dan Parang.

 

 

Pulau Kalimantan

Pulau selanjutnya yang akan dibahas adalah pulau Kalimantan. Di pulau Kalimantan terdapat 5 provinsi beserta senjata tradisional kalimantan. Apa saja? Mari simak penjelasannya.

 

Kalimantan Utara (Kaltara)

Nama Senjata : Mandau

Kalimantan Utara memiliki senjata tradisional yang sama dengan Kalimantan Timur yang dinamakan dengan Mandau. Karena memang Kalimantan Utara merupakan pecahan dari Kalimantan Timur.

Biasanya masyarakat Kalimantan Utara memberikan campuran logam tembaga pada bilah supaya dapat menghasilkan mandau yang kuat dan indah. Selain itu, logam tembaga juga sering dijadikan hiasan mandau selain emas dan perak pada sisi bilah yang tebal dan tumpul. Sedangkan sisi tajamnya dibuat dari bijih besi murni agar menghasilkan senjata dengan ketajaman yang tinggi sehingga bisa memotong apa saja dalam satu sabetan.

Sedangkan pada kumpang mandau atau sarung dibuat dengan berbagai ukiran dan warna agar tampilannya menjadi indah. Sarung mandau terbuat dari kayu meranti dan dihiasi dengan ukiran – ukiran yang agak rumit. Itu sudah menjadi ciri khas dari masyarakat Dayak Kalimantan Utara.

Hiasan lain yang terdapat di sarungnya yaitu tali dan kain yang berwarna merah, putih, dan hitam yang menjadi warna favorit masyarakat Kalimantan Utara. Warna-warna tersebut dipercayai dapat membawa keselamatan dan keberuntungan bagi si pemilik mandau.

Pada bagian gagang terbuat dari tanduk rusa atau kayu yang berbentuk kepala binatang yang memiliki paruh misalnya burung atau naga. Tempat pegangan tangan dililit dengan tali rotan agar cengkeraman lebih kuat dan tidak mudah lepas saat mengayunkan mandau.

 

Kalimantan Barat (Kalbar)

Nama Senjata : Dohong

Kalimantan Barat khususnya masyarakat Dayak Ngaju memiliki senjata tradisional yang dinamakan dengan dohong. Dohong mempunyai bentuk mata tombak yang bisa juga dapat berfungsi sebagai pisau. Senjata ini dipercaya sebagai senjata tertua.

Jika pada zaman dulu senjata ini digunakan untuk perang maka saat ini senjata Dohong digunakan sebagai alat untuk memotong tali pusar dan juga digunakan untuk menyembelih hewan qurban. Yang dapat memiliki senjata dohong ini hanyalah ketua dari suku dasar sendiri atau seorang pisur.

Senjata tradisional yang berasal dari Kalimantan Barat lainnya yaitu sipet/sumpit, lonjo/tombak, perisai/telawang, dan mandau.

 

Kalimantan Tengah (Kalteng)

Nama Senjata : Mandau

Kalimantan Tengah memiliki senjata tradisional yang dinamakan dengan mandau. Mandau ini mirip parang yang di gunakan untuk perang dan mempertahankan diri.  Terdapat pula jenis mandau yang peruntukan dalam keperluan sehari- hari.

Bagian hulu mandau ini biasanya di hiasi dengan ukiran unik dengan motif burung Tinggang, yaitu sejenis burung Enggang. Menurut kepercayaan masyarakat Kalimantan Tengah, burung Tinggang merupakan penguasa alam semesta.

Masyarakat Kalimantan tengah juga memiliki senjata tradisional yang lainnya antara lain adalah lunduk sumpit, perisai, dan randu (senjata sejenis tombak).

 

Kalimantan Selatan (Kalsel)

Nama Senjata : Keris Bujak Beliung

Kalimantan Tengah memiliki senjata tradisional yang dinamakan dengan keris. Senjata tradisional ini berupa senjata tikam yang digunakan dengan cara ditikamkan atau ditusukan pada musuh dengan jarak yang sangat dekat. Bentuk keris ini sama halnya seperti keris pada umumnya yang terdapat di pulau Sumatera ataupun Jawa. Namun luk (lekukan) yang dimiliki oleh keris ini tidak banyak

Sehingga hanya berukuran sekitar 30 cm saja. Mata keris terbuat dari besi bercampur logam lain. Keris ini mempunyai ciri khas jika dibandingkan keris lainnya yaitu terletak pada motif dan ukiran yang ada di bagian keris. Senjata–senjata tradisional  masyarakat Kalimantan Selatan yang lain adalah Bujak (senjata semacam tombak),  Beliung, Mandau, dan Sumpitan.

 

Kalimantan Timur (Kaltim)

Nama Senjata : Mandau

Kalimantan Timur memiliki senjata tradisional yang dinamakan dengan mandau. Mandau memiliki panjang ½ meter. Senjata ini diberi ukiran burung Enggang dan rambut manusia yang di buat oleh orang yang ahli besi yang juga mempunyai kekuatan gaib juga. Ciri khas yang sangat melekat pada senjata tradisional ini yaitu pada ukiran-ukiran pada bilahnya yang tidak terlalu tajam.

Terdapat dua jenis mandau, yaitu mandau yang di gunakan untuk perang dan di gunakan untuk upacara adat tertentu serta mandau di gunakan pula untuk kegiatan sehari- hari.  Masyarakat Kalimantan Timur  juga memiliki senjata tradisional yang lain. Diantaranya yaitu,  Keris Buritkang, beliung dan sumpitan, dan lain sebagainya.

 

 

Pulau Sulawesi

Pulau selanjutnya yang akan dibahas adalah pulau Sulawesi. Di pulau Sulawesi terdapat 6 provinsi beserta senjata tradisional Sulawesi. Apa saja? Mari simak penjelasannya.

 

Gorontalo

Nama Senjata : Wamilo

Gorontalo memiliki senjata tradisional yang dinamakan dengan wamilo. Senjata ini sekilas mirip dengan golok, namun memiliki bentuk ujung hulu bilah yang sedikit melengkung ke bawah.

Senjata ini terbuat dari besi dan memiliki ta’upo (sarung) yang terbuat dari kayu kuning. Senjata ini berfungsi sebagai perlindungan diri ketika bekerja di hutan khususnya bagi para lelaki. Rakyat Gorontalo juga mempunyai senjata tradisional lainnya seperti sabele atau parang.

 

Sulawesi Utara (Sulut)

Nama Senjata : Pedang Bara Sangihe

Sulawesi Utara memiliki senjata tradisional yang dinamakan dengan pedang Bara Sangihe. Senjata ini berasal dari suku Sangihe. Pedang ini termasuk sejenis parang dengan ukuran lebih panjang, yaitu 1 sampai 1,5 m. Pedang ini memiliki gagang dua cabang.

Sama halnya pada gagang, yang diuujung pedang bara pun memiliki dua cabang yang diantara dua cabang tersebut terdapat gerigi-gerigi. Pegangan dari senjata ini bercabang dan gagang dari senjata ini terbuat dari kayu.

Salah satu pahlawan Sulawesi Utara yang bernama Hengkeng U Nang terkenal memakai senjata tersebut. Sejak kecil Hengkeng U Nang rajin mengasah keahliannya dalam bergulat dan juga ketangkasannya dalam bermain pedang Bara. Senjata tradisional dari Sulawei Utara lainnya yaitu peda(parang) dan perisai.

 

Sulawesi Tengah (Sulteng)

Nama Senjata : Pasatimpo

Sulawesi Tengah memiliki senjata tradisional yang dinamakan dengan pasatimpo. Pasatimpo adalah senjata sejenis pedang dengan bentuk hulu bengkok ke bawah dan sarungnya di beri tali. Dahulunya, senjata pasatimpo berfungsi sebagai alat untuk memotong hewan, untuk perlindungan diri, atau untuk mencari kayu bakar.

 

 

Sulawesi Selatan (Sulsel)

Nama Senjata : Badik Raja

Sulawesi Selatan memiliki senjata tradisional yang dinamakan dengan badik atau biasa disebut dengan kawali. Senjata tersebut berfungsi untuk menusuk atau menikam lawan. Badik hampir sama dengan dengan keris. Perbedaannya yaitu terletak pada bentuk dan ruang  lingkup penggunaannya. Badik mempunyai sisi tajam pada salah satunya saja, sedangkan keris kedua sisinya tajam.

Badik di Sulawesi Selatan memiliki beragam jenis. Yaitu Badik Raja, Badik Lagecong, Badik Luwu, dan Badik Lompo Batang. Yang akan dibahas adalah Badik Raja. Senjata ini terbuat dari logam berkualitas tinggi dan sering dilengkapi pamor indah di bagian hulunya, seperti pamor timpalaja atau pamor mallasoancale. Badik raja ini memiliki ukuran agak besar dengan panjang antara 20–25 cm.

Senjata tradisional Sulawesi Selatan yang lain yaitu bessing, alameng, tapi’ , kanna, pantu’ , katalang, waju rante, dan lain sebagainya.

 

Sulawesi Barat (Sulbar)

Nama Senjata : Badik

Seperti halnya Sulawesi Selatan, Sulawesi barat juga memiliki senjata tradisional yang sama yaitu badik. Hal ini karena awalnya Sulawesi Barat merupakan bagian dari Sulawesi Selatan. Dan mayoritas masyarakat di Sulawesi Barat merupakan suku Bugis, jadi senjata tradisionalnya pun tidak berbeda.

Badik berbentuk semacam keris, namun yang membedakannya ialah badik tidak pernah mempunyai ganja (penyangga bilah), sedangkan keris mempunyainya.  Pada umumnya senjata ini terdiri dari 3 bagian, yaitu gagang, bilah, dan sebagai pelengkap adalah sarungnya.

Ada 3 jenis Badik yang terkenal di Sulawesi Barat, antara lain yaitu Badik Makassar, Badik Bugis Luwu dan Kawali Lamalomo Sugi. Senjata ini dulunya digunakan sebagai alat untuk berburu.

 

Sulawesi Tenggara (Sultra)

Nama Senjata : Keris Pusaka Emas Aru Palaka

Sulawesi Tenggara memiliki senjata tradisional yang dinamakan dengan Keris Pusaka Emas Aru Palaka. Senjata ini berupa keris yang berlekuk- lekuk. Terdapat bentuk manusia pada bagian gagang pegangan. Keris ini merupakan senjata pusaka dari raja – raja di kerajaan Buton.

Untuk masyarakat suku Buton, keris ini memiliki keunikan tersendiri yang terletak pada ornamen dengan warna keemasan dan adanya ukiran – ukiran. Senjata tradisional khas Sulawesi tenggara yang lainnya adalah Keris & Tombak Meantu’u Tiworo Liya dan parang Taawu.

 

 

Kepulauan Maluku dan Pulau Papua

Pulau ke enam sekaligus yang terakhir yang akan dibahas adalah pulau kepulauan Maluku dan pulau Papua. Di pulau kepulauan Maluku dan pulau Papua terdapat 4 provinsi beserta senjata tradisional Maluku dan Papua. Apa saja? Mari simak penjelasannya.

 

Maluku

Nama Senjata : Parang Salawaku

Maluku memiliki senjata tradisional yang dinamakan dengan Parang Salawaku. Parang merupakan sebuah senjata yang menyerupai pisau namun ukurannya jauh lebih besar daripada pisau namun lebih pendek ukurannya dari pedang. Senjata ini terbuat dari besi dengan ukuran 90 cm sampai 100 cm yang ukurannya disesuaikan dengan tinggi badan sang pemilik senjata. Senjata ini di gunakan untuk menyerang lawan.

Salawaku merupakan sebuah perisai yang berfungsi sebagai alat untuk melindungi diri. Motif yang digunakan pun tidak sembarangan. Motif – motif tersebut melambangkan suatu simbol keberanian sang pemilik. Mfotif tersebut di buat dari kulit kerang laut.

Dulunya parang salawaku di gunakan untuk berperang, saat ini parang salawaku di gunakan sebagai pelengkap pakaian adat penari atau pakaian saat upacara perkawinan.

 

Maluku Utara

Nama Senjata : Parang Salawaku

Seperti halnya dengan Maluku, Maluku Utara juga mempunyai senjata tradisional yang bernama parang salawaku. Hal ini karena awalnya Maluku Utara masih satu provinsi dengan Maluku. Sehingga senjata tradisional yang dimiliki Maluku  sama dengan Maluku Utara.

 

Papua

Nama Senjata : Panah dan Busur

Papua memiliki senjata tradisional yang dinamakan dengan panah dan busur. Senjata panah terbuat dari bambu dan mata tulangnya  yang terbuat dari kulit kangguru. Sedangkan busur panahnya terbuat dari sebilah bambu. Sementara busurnya di buat dari tali rotan.

Pada ujung mata panahnya diolesi dengan racun sederhana yang terbuat dari hasil getah pohon sembaru yang berfungsi supaya sasaran yang terkena busur panah cepat lumpuh sesuai sasaran.

Senjata ini di gunakan untuk berburu atau hunting oleh masyarakat Papua pada umumnya. Namun, biasanya juga digunakan sebagai alat bantuan dalam perang.

 

Papua Barat

Nama Senjata : Pisau Belati

Papua Barat memiliki senjata tradisional yang dinamakan dengan pisau belati atau pisau tusuk. Pisau belati ini terbuat dari tulang aki burung kasuari. Pada hulu pisau belati dihiasi dengan bulu burung kasuari.

Selain itu, panah dan busur juga menjadi senjata tradisional masyarakat Papua Barat. Bahan pembuatnya sama seperti panah dan busur di daerah Papua. Dan biasanya digunakan sebagai alat perang.

 

Selesai sudah Pintarnesia menjabarkan masing-masing senjata tradisional dari seluruh provinsi di Indonesia. Semoga menambah wawasan kita dan kecintaan kita pada Indonesia ini. Sekian dari yang dapat kami sampaikan. Bila ada kesalahan kata mohon dimaafkan dan dimaklumi.

Wiwit Febriandari
Wiwit Febriandari
Penyuka desain dan kreasi visual, selamat membaca artikel saya ya :)

Artikel Terkait

Bank Sentral
Bank Sentral
Oleh Mexi
Laporan Laba Rugi
Laporan Laba Rugi
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Etnosentrisme
Etnosentrisme
Oleh Mexi
Teks Cerita Sejarah
Teks Cerita Sejarah
Oleh Sandy Kurnia Fajar
Pembangunan Ekonomi
Pembangunan Ekonomi
Oleh Mexi
Imperialisme: Pengertian, Penyebab, Tujuan, Macam, Akibat
Imperialisme: Pengertian, Penyebab, Tujuan, Macam, Akibat
Oleh Mexi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *