√ 20 Sifat Wajib dan Mustahil Allah, Arti + Penjelasan (Lengkap)

20 Sifat Wajib dan Mustahil Allah serta Artinya dan Penjelasanya

20 Sifat Wajib dan Mustahil Allah serta Artinya dan Penjelasanya

Perlu diketahui, Allah mempunyai 3 sifat. Apa saja sifat-sifat tersebut? Yaitu sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz Allah. Tidak ada salahnya bila mempelajari semua sifat – sifatNya agar semakin beriman kepadaNya.  Pada kesempatan kali ini, Pintarnesia akan membagikan kepada kalian materi tentang sifat – sifat Allah mulai dari pengertian, hingga penjabaran dari tiap – tiap sifatNya. Simak baik – baik ya.

 

Sifat Jaiz bagi Allah

Mungkin dari kalian belum banyak yang mengenal banyak tentang sifat ini. Pengertian dari sifat jaiz Allah adalah sifat yang mungkin ada atau tidak ada pada Allah. Sifat jaiz hanya ada satu, yaitu Fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu yang artinya Allah berwenang untuk menciptakan dan berbuat sesuatu sesuai atau tidak sesuai dengan kehendak-Nya.

 

 

Sifat Wajib bagi Allah

selesai membahas sifat jaiz, beralih ke sifat wajib-Nya. Allah memiliki 20 sifat wajib. Dalam penyampaian materi kali ini, Pintarnesia akan membagikan penjelasannya. Dibawah ini adalah 20 sifat wajib bagi Allah.

1. Wujud (Ada)

Sifat wajib yang pertama adalah wujud berarti ada. Allah adalah Dzat yang sudah pasti ada. Dia berdiri sendiri dan tidak diciptakan oleh siapapun, serta tiada Tuhan selain Allah SWT.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Thaha : 14,
  • QS. As-Sajadah : 4,
  • QS. Ar-Ro’du : 16

 

2. Qidam (Terdahulu/Awal)

Sifat wajib yang berikutnya adalah qidam yang berarti terdahulu. Allah ada dari sebelum segala sesuatunya ada, tidak ada pendahulu sebelumnya. Allah adalah sang pencipta yang menciptakan alam semesta beserta isinya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Hadid : 3

 

3. Baqa’ (Kekal)

Sifat wajib yang selanjutnya adalah baqa’ yang artinya kekal. Maksudnya Allah tidak akan mati, rusak, punah, apalagi binasa. Tiada akhir bagi Allah karena Dia itu Maha Kekal. Akan selalu tetap ada selama – lamanya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Ar-Rahman : 26 – 27,
  • QS. Al – Qasas : 88

 

4. Mukhoolafatul lil hawaadist (Berbeda)

Sifat wajib yang selanjutnya adalah mukhoolafatul lil hawaadist yang artinya berbeda dengan makhluk ciptaannya. Dia adalah Dzat yang Maha Sempurna dan Maha Besar. Dari banyaknya makhluk ciptaan-Nya, baik yang terlihat maupun yang terlihat. Tidak ada makhluk yang menyerupai Allah SWT.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Asy-Syuro : 11,
  • QS. Al – khlas : 4

 

5. Qiyamuhu binafsihi (Berdiri Sendiri)

Sifat wajib yang selanjutnya adalah qiyamuhu binafsihi yang artinya berdiri sendiri. Allah tidak pernah sekalipun bergantung oleh siapapun dalam hal apapun, apalagi dalam hal membutuhkan pertolongan.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Ankabut : 6

 

6. Wahdaniyah (Tunggal)

Sifat wajb selanjutnya adalah wahdaniyah yang berarti tunggal. Allah hanya ada satu dan tidak memilki sekutu bagi-Nya. Dialah sang pencipta alam semesta dan tiada Tuhan selain Allah.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Anbiya : 22,
  • QS. Al-Ikhlas : 1

 

7. Qudrat (Berkuasa)

Sifat wajib selanjutnya adalah qudrat yang artinya berkuasa. Allah Maha Kuasa atas segalanya yang dikehendakinya. tidak ada yang dapat menandingi kekuasaan-Nya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Baqarah : 20,
  • QS Al-Anbiya : 22

 

8. Iradat (Berkehendak)

Sifat wajib selanjutnya adalah iradat yang artinya berkehendak. Jika Allah berhendak atas sesuatu hal maka jadilah hal itu dan tak ada seorangpun yang bisa mencegah-Nya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Hud : 107,
  • QS. Al-Buruuj : 16

 

9. ‘Ilmun (Mengetahui)

Sifat wajib selanjutnya adalah ‘ilmun yang berarti mengetahui. Allah Maha Mengetahui atas segala hal dimanapun dan kapanpun. sekalipun kita sedang bersembunyi dari orang lain, Allah tetap mengetahui keberadaan kita.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Baqarah : 231,
  • QS. Qaf : 16

 

10. Hayat (Hidup)

Sifat wajib selanjutnya adalah hayat yang artinya hidup. Allah Maha Hidup, tidak akan mati ataupun musnah. Bia kekal selama – lamanya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Furqon : 58,
  • QS. Al-Baqarah : 255

 

11. Sama’ ( Mendengar)

Sifat wajib selanjutnya adalah sama’ yang artinya mendengar. Allah Maha Mendengar segala yang diucapkan maupun yang disembunyikan dalam hati. Allah mendengar segala sesuatu hal apapun.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Asy-Syuro : 11,
  • QS. Maidah : 76

 

12. Bashar (Melihat)

Sifat wajib selanjutnya adalah bashar yang artinya melihat. Allah Maha Melihat, Dia mengetahui segala hal yang ada dalam alam semesta ini tanpa ada batasnya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Hujurat : 18,
  • QS. Al-Baqarah : 265,
  • QS. Asy-Syuro : 11

 

13. Qalam ( Berfirman)

Sifat wajib selanjutnya adalah qalam yang artinya berfirman. Allah itu berfirman. Dia dapat berbicara atau berkata secara sempurna tanpa bantuan apapun dan siapapun. FimanNya telah terbukti dalam kitab – kitab yang diturunkan melalui para nabi Allah.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-A’raf : 143,
  • QS. An-Nisa : 164

 

14. Qadiran (Berkuasa)

Sifat wajib selanjutnya adalah qadiran yang artinya berkuasa. Allah berkuasa atas segala suatu hal yang ada di alam semesta ini.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Baqarah : 20,
  • QS Al-Anbiya : 22

 

15. Muridan (Berkehendak)

Sifat wajib selanjutnya adalah muridan yang artinya berkehendak. jika Allah menakdirkan suatu perkara, maka tiada seorangpun yang menolak kehendakNya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Hud : 107,
  • QS. Al-Buruuj : 16

 

16.’Aliman (Mengetahui)

Sifat wajib selanjutnya adalah ‘aliman yang artinya mengetahui. Allah Maha Mengetahui baik yang tampak maupun yang disembunyikan. Tiada yang menandingi pengetahuan Allah yang Maha Esa.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Baqarah : 231,
  • QS. An-Nisa : 176,
  • QS. Qaf : 16

 

17. Hayyan (Hidup)

Sifat wajib selanjutnya adalah hayyan yang artinya hidup. Allah tidak akan lengah, tidur, bahkan binasa. Allah selalu mengawasi hambaNya tanpa ada hentinya. Maka dari itu, kita harus senantiasa berbuat baik dan menjauhi segala larangannya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Furqon : 58,
  • QS. Al-Baqarah : 255

 

18. Sami’an (Mendengar)

Sifat wajib selanjutnya adalah sami’an yang artinya mendengar. Allah selalu mendengar segala perkataan yang baik yang sudah terucap maupun yang ada dalam hati. Tiada yang mampu mengelampaui pendengaranNya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Asy-Syuro : 11,
  • QS. Maidah : 76

 

19. Bashiran (Melihat)

Sifat wajib selanjutnya adalah bashiran yang artinya melihat. Maksudnya Allah Maha Melihat, sama seperti makna sifat “bashar”. Allah melihat segala perbuatan hambaNya. Sehingga, mengingatkan kita agar senantiasa berbuat baik dimanapun dan kapanpun.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Hujurat : 18,
  • QS. Al-Baqarah : 265,
  • QS. Asy-Syuro : 11

 

20. Mutakalliman (Berbicara)

Sifat wajib selanjutnya adalah mutakalliman yang artinya berbicara atau dapat juga berfirman. Sama maknanya dengan sifat “kalam”. Bukti Allah berfirman terwujud pada kitab – kitab suci yang telah diturunkanNya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-A’raf : 143,
  • QS. An-Nisa : 164

 

 

Sifat Mustahil bagi Allah

Sifat mustahil bagi Allah merupakan kebalikan dari sifat wajib bagi Allah. Sifat mustahil berarti sifat yang tidak mungkin ada pada Allah SWT, berjumlah 20 sama dengan sifat wajib. Berikut sifat mustahil bagi Allah.

  1. ‘Adam (Tiada)
  2. Huduts (Mendahului)
  3. Fana (Binasa/Mati)
  4. Mumatsalatu lil hawaditsi (Menyerupai makhluknya)
  5. Qiyamuhu Bighayrihi (Berdiri dengan yang lain)
  6. Ta’addud (Lebih dari satu)
  7. Ajzun (Lemah)
  8. Karahah ( Tidak berkemauan/Terpaksa)
  9. Jahlun (Bodoh)
  10. Mautun (Mati)
  11. Shummun (Tuli)
  12. ‘Umyun (Buta)
  13. Bukmun (Bisu)
  14. Kaunuhu ‘Ajizan (Dzat yang lemah)
  15. Kaunuhu Karihan (Dzat yang tidak menentukan/terpaksa)
  16. Kaunuhu Jahilan (Dzat yang bodoh)
  17. Kaunuhu Mayyitan (Dzat yang mati)
  18. Kaunuhu Asshama (Dzat yang tuli)
  19. Kaunuhu A’maa (Dzat yang buta)
  20. Kaunuhu Abkama (Dzat yang bisu)

 

Selesai sudah, Pintarnesia membahas sifat wajib allah dan sifat mustahil bagi allah. Semoga dapat menambah wawasan dan membantu kalian dalam mengerjakan tugas. Bila ada keslahan mohon dimaafkan dan dimaklumi.



Letak Geografis dan Astronomis Indonesia: Pengertian, Contohnya

Letak Geografis dan Astronomis Indonesia: Pengertian, Contohnya

Perlu diketahui, Allah mempunyai 3 sifat. Apa saja sifat-sifat tersebut? Yaitu sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz Allah. Tidak ada salahnya bila mempelajari semua sifat – sifatNya agar semakin beriman kepadaNya.  Pada kesempatan kali ini, Pintarnesia akan membagikan kepada kalian materi tentang sifat – sifat Allah mulai dari pengertian, hingga penjabaran dari tiap – tiap sifatNya. Simak baik – baik ya.

 

Sifat Jaiz bagi Allah

Mungkin dari kalian belum banyak yang mengenal banyak tentang sifat ini. Pengertian dari sifat jaiz Allah adalah sifat yang mungkin ada atau tidak ada pada Allah. Sifat jaiz hanya ada satu, yaitu Fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu yang artinya Allah berwenang untuk menciptakan dan berbuat sesuatu sesuai atau tidak sesuai dengan kehendak-Nya.

 

 

Sifat Wajib bagi Allah

selesai membahas sifat jaiz, beralih ke sifat wajib-Nya. Allah memiliki 20 sifat wajib. Dalam penyampaian materi kali ini, Pintarnesia akan membagikan penjelasannya. Dibawah ini adalah 20 sifat wajib bagi Allah.

1. Wujud (Ada)

Sifat wajib yang pertama adalah wujud berarti ada. Allah adalah Dzat yang sudah pasti ada. Dia berdiri sendiri dan tidak diciptakan oleh siapapun, serta tiada Tuhan selain Allah SWT.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Thaha : 14,
  • QS. As-Sajadah : 4,
  • QS. Ar-Ro’du : 16

 

2. Qidam (Terdahulu/Awal)

Sifat wajib yang berikutnya adalah qidam yang berarti terdahulu. Allah ada dari sebelum segala sesuatunya ada, tidak ada pendahulu sebelumnya. Allah adalah sang pencipta yang menciptakan alam semesta beserta isinya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Hadid : 3

 

3. Baqa’ (Kekal)

Sifat wajib yang selanjutnya adalah baqa’ yang artinya kekal. Maksudnya Allah tidak akan mati, rusak, punah, apalagi binasa. Tiada akhir bagi Allah karena Dia itu Maha Kekal. Akan selalu tetap ada selama – lamanya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Ar-Rahman : 26 – 27,
  • QS. Al – Qasas : 88

 

4. Mukhoolafatul lil hawaadist (Berbeda)

Sifat wajib yang selanjutnya adalah mukhoolafatul lil hawaadist yang artinya berbeda dengan makhluk ciptaannya. Dia adalah Dzat yang Maha Sempurna dan Maha Besar. Dari banyaknya makhluk ciptaan-Nya, baik yang terlihat maupun yang terlihat. Tidak ada makhluk yang menyerupai Allah SWT.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Asy-Syuro : 11,
  • QS. Al – khlas : 4

 

5. Qiyamuhu binafsihi (Berdiri Sendiri)

Sifat wajib yang selanjutnya adalah qiyamuhu binafsihi yang artinya berdiri sendiri. Allah tidak pernah sekalipun bergantung oleh siapapun dalam hal apapun, apalagi dalam hal membutuhkan pertolongan.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Ankabut : 6

 

6. Wahdaniyah (Tunggal)

Sifat wajb selanjutnya adalah wahdaniyah yang berarti tunggal. Allah hanya ada satu dan tidak memilki sekutu bagi-Nya. Dialah sang pencipta alam semesta dan tiada Tuhan selain Allah.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Anbiya : 22,
  • QS. Al-Ikhlas : 1

 

7. Qudrat (Berkuasa)

Sifat wajib selanjutnya adalah qudrat yang artinya berkuasa. Allah Maha Kuasa atas segalanya yang dikehendakinya. tidak ada yang dapat menandingi kekuasaan-Nya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Baqarah : 20,
  • QS Al-Anbiya : 22

 

8. Iradat (Berkehendak)

Sifat wajib selanjutnya adalah iradat yang artinya berkehendak. Jika Allah berhendak atas sesuatu hal maka jadilah hal itu dan tak ada seorangpun yang bisa mencegah-Nya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Hud : 107,
  • QS. Al-Buruuj : 16

 

9. ‘Ilmun (Mengetahui)

Sifat wajib selanjutnya adalah ‘ilmun yang berarti mengetahui. Allah Maha Mengetahui atas segala hal dimanapun dan kapanpun. sekalipun kita sedang bersembunyi dari orang lain, Allah tetap mengetahui keberadaan kita.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Baqarah : 231,
  • QS. Qaf : 16

 

10. Hayat (Hidup)

Sifat wajib selanjutnya adalah hayat yang artinya hidup. Allah Maha Hidup, tidak akan mati ataupun musnah. Bia kekal selama – lamanya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Furqon : 58,
  • QS. Al-Baqarah : 255

 

11. Sama’ ( Mendengar)

Sifat wajib selanjutnya adalah sama’ yang artinya mendengar. Allah Maha Mendengar segala yang diucapkan maupun yang disembunyikan dalam hati. Allah mendengar segala sesuatu hal apapun.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Asy-Syuro : 11,
  • QS. Maidah : 76

 

12. Bashar (Melihat)

Sifat wajib selanjutnya adalah bashar yang artinya melihat. Allah Maha Melihat, Dia mengetahui segala hal yang ada dalam alam semesta ini tanpa ada batasnya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Hujurat : 18,
  • QS. Al-Baqarah : 265,
  • QS. Asy-Syuro : 11

 

13. Qalam ( Berfirman)

Sifat wajib selanjutnya adalah qalam yang artinya berfirman. Allah itu berfirman. Dia dapat berbicara atau berkata secara sempurna tanpa bantuan apapun dan siapapun. FimanNya telah terbukti dalam kitab – kitab yang diturunkan melalui para nabi Allah.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-A’raf : 143,
  • QS. An-Nisa : 164

 

14. Qadiran (Berkuasa)

Sifat wajib selanjutnya adalah qadiran yang artinya berkuasa. Allah berkuasa atas segala suatu hal yang ada di alam semesta ini.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Baqarah : 20,
  • QS Al-Anbiya : 22

 

15. Muridan (Berkehendak)

Sifat wajib selanjutnya adalah muridan yang artinya berkehendak. jika Allah menakdirkan suatu perkara, maka tiada seorangpun yang menolak kehendakNya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Hud : 107,
  • QS. Al-Buruuj : 16

 

16.’Aliman (Mengetahui)

Sifat wajib selanjutnya adalah ‘aliman yang artinya mengetahui. Allah Maha Mengetahui baik yang tampak maupun yang disembunyikan. Tiada yang menandingi pengetahuan Allah yang Maha Esa.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Baqarah : 231,
  • QS. An-Nisa : 176,
  • QS. Qaf : 16

 

17. Hayyan (Hidup)

Sifat wajib selanjutnya adalah hayyan yang artinya hidup. Allah tidak akan lengah, tidur, bahkan binasa. Allah selalu mengawasi hambaNya tanpa ada hentinya. Maka dari itu, kita harus senantiasa berbuat baik dan menjauhi segala larangannya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Furqon : 58,
  • QS. Al-Baqarah : 255

 

18. Sami’an (Mendengar)

Sifat wajib selanjutnya adalah sami’an yang artinya mendengar. Allah selalu mendengar segala perkataan yang baik yang sudah terucap maupun yang ada dalam hati. Tiada yang mampu mengelampaui pendengaranNya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Asy-Syuro : 11,
  • QS. Maidah : 76

 

19. Bashiran (Melihat)

Sifat wajib selanjutnya adalah bashiran yang artinya melihat. Maksudnya Allah Maha Melihat, sama seperti makna sifat “bashar”. Allah melihat segala perbuatan hambaNya. Sehingga, mengingatkan kita agar senantiasa berbuat baik dimanapun dan kapanpun.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-Hujurat : 18,
  • QS. Al-Baqarah : 265,
  • QS. Asy-Syuro : 11

 

20. Mutakalliman (Berbicara)

Sifat wajib selanjutnya adalah mutakalliman yang artinya berbicara atau dapat juga berfirman. Sama maknanya dengan sifat “kalam”. Bukti Allah berfirman terwujud pada kitab – kitab suci yang telah diturunkanNya.

Dalil naqli yang menjelaskan antara lain :

  • QS. Al-A’raf : 143,
  • QS. An-Nisa : 164

 

 

Sifat Mustahil bagi Allah

Sifat mustahil bagi Allah merupakan kebalikan dari sifat wajib bagi Allah. Sifat mustahil berarti sifat yang tidak mungkin ada pada Allah SWT, berjumlah 20 sama dengan sifat wajib. Berikut sifat mustahil bagi Allah.

  1. ‘Adam (Tiada)
  2. Huduts (Mendahului)
  3. Fana (Binasa/Mati)
  4. Mumatsalatu lil hawaditsi (Menyerupai makhluknya)
  5. Qiyamuhu Bighayrihi (Berdiri dengan yang lain)
  6. Ta’addud (Lebih dari satu)
  7. Ajzun (Lemah)
  8. Karahah ( Tidak berkemauan/Terpaksa)
  9. Jahlun (Bodoh)
  10. Mautun (Mati)
  11. Shummun (Tuli)
  12. ‘Umyun (Buta)
  13. Bukmun (Bisu)
  14. Kaunuhu ‘Ajizan (Dzat yang lemah)
  15. Kaunuhu Karihan (Dzat yang tidak menentukan/terpaksa)
  16. Kaunuhu Jahilan (Dzat yang bodoh)
  17. Kaunuhu Mayyitan (Dzat yang mati)
  18. Kaunuhu Asshama (Dzat yang tuli)
  19. Kaunuhu A’maa (Dzat yang buta)
  20. Kaunuhu Abkama (Dzat yang bisu)

 

Selesai sudah, Pintarnesia membahas sifat wajib allah dan sifat mustahil bagi allah. Semoga dapat menambah wawasan dan membantu kalian dalam mengerjakan tugas. Bila ada keslahan mohon dimaafkan dan dimaklumi.