Anatomi Tubuh Manusia

Anatomi Tubuh Manusia – Antropotomi atau yang sering kita sebut dengan istilah anatomi manusia ialah suatu ilmu khusus yang mempelajari perihal struktur tubuh manusia.

Ingat! Hanya struktur tubuh manusia yang berarti tidak mencakup jaringan – jaringan, dan sel – sel yang berada dalam tubuh manusia. Karena ilmu pembelajarannya sudah terbagi secara khusus yang mana jaringan dalam tubuh manusia dipelajari dalam ilmu histologi dan tentang sel – sel dalam tubuh manusia dipelajari dalam ilmu sitologi

Tubuh manusia ataupun tubuh hewan pastinya memiliki sistem yang mana dalam sistem tersebut terdapat sistem organ, jaringan, sel, dan pastinya organ. Sistem organ memiliki beberapa organ bagian penyusun tubuh manusia yangn mempunyai ciri, fungsi, dan struktur khusus yang identik.

  1. Anatomi Tubuh Manusia dan Fungsinya
    1. 1. Sistem Pernafasan
    2. 2. Sistem Limfatik
    3. 3. Sistem Reproduksi
    4. 4. Sistem Peredaran Darah
    5. 5. Sistem Otot
    6. 6. Sistem Rangka
    7. 7. Sistem Ekskresi
    8. 8. Sistem Integumen
    9. 9. Sistem Kekebalan Tubuh
    10. 10. Sistem Saraf
    11. 11. Sistem Pencernaan
    12. 12. Sistem Endokrin

Anatomi Tubuh Manusia dan Fungsinya

Organ – organ dalam sistem organ merupakan satu kesatuan yang mana semuanya saling bergantung dalam menjalankan tugas atau fungsi organ tersebut. Untuk lebih jelasnya, mari kita pelajari lebih detail dengan Pintarnesia mengenai anatomi tubuh manusia dan fungsinya.

1. Sistem Pernafasan

Sistem Pernapasan Manusia
Sistem Pernapasan Manusia

Oksigen merupakan suatu zat yang sangat diperlukan dalam tubuh guna efektifnya sistem organ lain dalam tubuh yang memerlukan oksigen. Dalam hal ini,sistem pernafasan bertanggung jawab penuh dalam pemasokan oksigen ke dalam tubuh.

Dimana ia bekerja dengan menyediakan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida sebagai sampah atau limbah pernafasan yang bila terlalu lama dan terlalu banyak menimbun dalam tubuh akan berdampak buruk pada kesehatan itu sendiri

Organ – organ bagian terpenting dalam sistem pernafasan meliputi paru – paru sebagai inti dari pertukaran oksigen dan karbon dioksida, saluran nafas dan juga otot – otot respirasi.

Organ – organ yang tergolong ke dalam saluran nafas meliputi bronkiolus, bronkus, trakhea, laring, faring, dan bagian terluarnya yaitu hidung atau mulut. Oksigen yang terhirup melalui hidung atau mulut ini lalu dibawa ke paru – paru untuk diproses dan disalurkan ke sleuruh tubuh.

Diafragma dan otot interkostal merupakan organ yang tergolong dalam otot respirasi yang bertugas memompa paru – paru untuk mendorong masuknya oksigen ke dalam paru – paru dan mendorong keluarnya karbon dioksida dari paru – paru saat bernafas.

2. Sistem Limfatik

Sistem Limfatik Manusia
Sistem Limfatik Manusia

Sistem yang kedua yaitu sistem limfatik atau sistem getah bening merupakan sistem yang bekerja dalam pembuatan dan pemindahan getah bening dan juga sel darah merah yang terkandung dalam cairan bening serta perlawanan infeksi dalam tubuh.

Tidak hanya itu, sistem limfatik juga bertanggung jawab akan kadar getah bening yang terkandung dalam tubuh supaya tidak kekurangan ataupun terlalu berlebihan. Organ yang termasuk ke dalam sistem limfatik meliputi kelenjar getah bening beserta saluran dan juga pembuluhnya.

Baca Juga : Bagian-Bagian Mata

3. Sistem Reproduksi

Sistem Reproduksi Manusia
Sistem Reproduksi Manusia

Sistem ini adalah sitem yang berperan dalam perkembangbiakan manusia. Organ yang terdapat dalam sistem reproduksi berbeda antara wanita dan laki – laki. Bagi wanita sistem reproduksi meliputi rahim, ovarium, dan vagina. Sedangkan dalam laki – laki mencakup testis dan penis.

Pembuahan terjadi saat sel sperma laki – laki dan sel telur wanita bertemu dalam tuba fallopi dan mengalami pembuahan yang nantinya akan dipindahkan ke dinding rahim dan berkembang menjadi manusia. Saat tidak ada pembuahan dalam dinding rahim, maka menebalnya dinding rahim akan luruh sehingga terjadilah proses menstruasi.

4. Sistem Peredaran Darah

Sistem Peredaran Darah Manusia
Sistem Peredaran Darah Manusia

Organ utama pemompa darah merupakan jantung, hanya saja beredarnya darah ke seluruh tubuh merupakan tugas dari sistem peredaran darah yang dialirakan oleh pembuluh darah.

Fungsi inti dari sistem peredarandarah adalah menjaga tubuh dari kuman atau bakteri yang masuk ke tubuh melalui sel darah putih yang melawan kuman, ,mengalirkan darah ke seluruh tubuh, dan juga menyeimbangkan kondisi tubuh pada kemungkinan pergantian kondisi internal.

Baca Juga : Pengertian Biologi

5. Sistem Otot

Sistem Otot Manusia
Sistem Otot Manusia

Sistem otot merupakan sistem suatu organ yang berfungsi penuh untuk gerak manusia atau hewan. Dalam tubuh manusia terdapat 650 otot rangka.

Tak hanya berfungsi pada gerak manusia, tetapi otot juga membantu pergerakan aliran darah ke seluruh tubuh. Jenis – jenis otot terbagi menjadi 3 yaitu otot polos, otot jantung, dan otot lurik atau yang biasa disebut otot kerangka.

Otot polos merupakan otot terkecil diantara ketiga otot yang sudah disebutkan diatas. Ukuran oto ini lebih kecil dari oto lurik yang memiliki bentuk ujung runcing dan nukleus otot terdapar pada bagian dalam atau tengah dari otot polos ini.

Otot polos ini terdapat di bagian pembuluh darah manusia, paru – paru, ovarium, dan saluran pencernaan manusia. Otot polos ini bekerja tanpa adanya kesadaran dalam diri manusia.

Otot jantung ini merupakan otot yang hanya terdapat pada bagian jantung. Strukturnya hampir sama dengan otot lurik atau otot kerangka bedanya hanya percabangan yang terdapat pada otot jantung dan dibungkus oleh jaringan pengikat ( discud intercalaris ).

Otot kerangka merupakan otot – otot yang bersatu dengan kerangka dengan maksud otot ini melekat pada tulang kerangka manusia. Otot kerangka ini berada di tubuh manusia pada bagian – bagian yang berdaging.

Otot ini terlihat seperti kumpulan serabut yang menjadi satu berpola melintang dan bergaris panjang dan menyatu dengan sistem jaringan tubuh manusia yang dilalui saraf dan pembuluh darah.

Otot kerangka ini memiliki ukuran sangat kecil yaitu hanya berdiameter 50 mikron serta panjang hanya 2,5 cm. Jika otot lurik mengalami kontraksi maka kita akan menyadari hal tersebut dan terasa cepat serta kuat.

Setiap serabut pada otot lurik ini memiliki pembungkus yang dinamakan dengan endomisium, dan kumpulan dari serabut tersebut dibungkus dengan fasia propia atau biasa disebut dengan perimisium, dan daging yang terdapat otot lurik ini dibungkus dengan selaput fasia super atau epimisium.

Ketiga pembungkus tersebut bergabung dengan hasil membentuk urat yang melekatkan anatar oto dan tulang dan dinamai tendon.

6. Sistem Rangka

Sistem Rangka Manusia
Sistem Rangka Manusia

Kata rangka identik dengan banyaknya tulang – tulang yang melekat menjadi satu – kesatuan dan menopang tubuh. Manusia memiliki sistem rangka atau sistem penopang yang terdiri dari 206 tulang yang saling menyatu.

Tulang – tulang ini terhubung karena adanya ligamen ( jaringan serabut – serabut pita penghubung ), tendon ( urat atau jarngan otot ) dan tulang rawan. Banyaknya tulang tersebut tersusun menjadi kerangka yang terbagi menjadi 2, taitu kerangka apendikular dan kerangka aksial.

Kerangka apendikular memiliki 126 tulang yang tulangnya ini hanya menjadi pelengkap penghubung kerangka aksial. Tungkai atas, tungkai bawah, bahu, dan juga panggul merupakan tempat dimana kerangka apendikkular terletak.

Kerangka aksial merupakan kerangka yang letaknya di sepanjang poros – poros sumbu tubuh manusia.Tulang hyoid, tulang belakang, tulang rusuk, tengkorak, dan tulang telinga tengah merupakan kerangka manusia yang masuk dalam kategori kerangka aksial.

Cara kerja sistem rangka adalah dengan menopang tubuh supaya dapat digunakan untuk bergerak dan memiliki fungsi menjada dan melindungi organ – organ dalam penting yang berada di dalam kerangka, sebagai tempat otot untuk melekat, dan juga memberikan bentuk bagi tubuh manusia.

7. Sistem Ekskresi

Sistem Ekskresi Manusia
Sistem Ekskresi Manusia

Kulit, paru – paru, ginjal, dan hati merupakan organ inti yang terdapat dalam sistem ekskresi. Sistem ini mengeluarkan sampah dalam tubuh seperti air kencing dan juga keringat.

Sistem urinaria merupakan sistem penyaring darah yang juga sistem pertahanan homeostasis air, pH, tekanan darah, ion, sel darah merah dan juga air. Organ yang masuk ke dalam sistem urinaria adalah kandung kemih, ureter, uretra, dan ginjal.

Awalnya ginjal menyaring darah, lalu hasil dari penyaringan tersebut diedarkan ke seluruh tubuh dan sampah sisa atau pembuangan dari penyaringan darah tersebut dibuang dalam bentuk urin dalam saluran kemih yang dibuang saat buang air kecil.

Kulit merupakan organ yang mengeluarkan sampah berupa keringat. Sampah atau keringat yang terbuang dari tubuh ini tergantung pada kadar garam yang terkandung dalam tubuh. Hati mengeluarkan sampah berupa empedu dan paru – paru mengeluarkan karbon dioksida sebagai sampah dari sistem pernafasan.

8. Sistem Integumen

Sistem Intergumen Manusia
Sistem Intergumen Manusia

Sistem integumen ialah sistem yang terdiri dari kuku, rambut, dan yang terbesar ialah kulit. Sistem ini berfungsi sebagai alat perlindungan tubuh dalam melawan virus, patogen, dan bakteri yang berbahaya bagi tubuh. Selain sebagai sistem perlindungan, kulit juga berperan penting bagi tubuh dalam pengaturan suhu dalam tubuh.

Baca Juga : Jaringan Epitel

9. Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem Kekebalan Tubuh Manusia
Sistem Kekebalan Tubuh Manusia

Organ yang termasuk ke dalam sistem kekebalan tubuh meliputi kelenjar getah bening, sel B dan sel T dalam limfosit, sel darah putih, timus, sumsung tulang, dan juga limpa.

Cara kerja sistem kekebalan tubuh adalah denga melindungi tubuh dari serangan – serangan vrus, patogen, dan bakteri yang membayakan tubuh.

10. Sistem Saraf

Sistem Saraf Manusia
Sistem Saraf Manusia

Sistem saraf berisikan organ – organ yang bertugas penuh untuk mengendalikan tubuh serta komunikasi antar organ lainnya. Organ sistem saraf ini merupakan organ vital yang mana jika salah satu mengalami kerusakan maka akan berpengaruh besar pada tubuh dan pergerakannya.

Organ ini meliputi otak sebagai pengendali penuh sistem sensorik, sum – sum tulang belakang sebagai pengendali penuh sistem motorik, dan juga semua saraf yang terhubung antara bagian tubuh yang satu dengan yang lainnya.

Dalam sistem saraf terbagi menjadi 2 jenis, saraf motorik dan saraf sensorik. Perbedaan antara keduanya terletak pada fungsi yang mana saraf sensorik pengendali gerak yang dapat dirasakan atau dapat terfikirkan sebelumnya, melainkan dengan saraf motorik yang mengendalikan gerak secara reflek atau gerak yang mana tidak terpikirkan sebelumnya atau bergerak secara tidak disengaja.

Cara kerja dari sistem saraf adalah pemantauan kondisi tubuh bagian luar dan dalam oleh organ indra yang berasal dari sistem saraf perifer serta mengirimkan informasi ke sistem saraf pusat yang melalui kendali otot yang dibantu kelenjar dan organ lainnya.

11. Sistem Pencernaan

Sistem Pencernaan Manusia
Sistem Pencernaan Manusia

Kelompok organ yang bertugas untuk mengolahan makanan yang menjadi satu kesatuan- dinamakan sistem percernaan. Organ sistem percernaan ini mengubah zat gula, penyerapan zat besi, dan juga perubahan karbohidra yang digunakan untuk bahan energi manusia.

Organ percernaan ini meliputi banyak organ diantaranya mulut, tenggorokan, kerongkongan, usud halus, lambung, usud besar, dan anus. Selain itu organ lain yang bukan inti namun menunjang pengolahan makanan dalam tubuh adalah meliputi gigi, kelenjar ludah, hati, lidah, kantong empedu, serta pankreas.

12. Sistem Endokrin

Sistem Endokrin Manusia
Sistem Endokrin Manusia

Sistem endokrin merupakan organ penghasil hormon yang masuk ke dalam darah dan dikendalikan oleh sistem kelenjar tanpa saluran. Sistem endokrin ini berisikan banyak kelenjar dalam tubuh meliputi hipotalamus otak, gonad atau biasa disebut kelenjar kelamin, kelenjar adrenal atau kelenjar suprarenalis, pankreas, kelenjar pineal, kelenjar pituitari, kelenjar paratiroid, dan kelenjar tiroid.

Beberapa kelenjar ini saling berkesinambungan saat rangsangan dalam sistem saraf mengendalikan secara langsung serta pengendalian dari reseptor kimiawi yang berada di dalam darah saat perangsangan terjadi.

Fungsi utama adanya sistem kerja kelenjar diatas adalah guna membantu penjagaan homeostasis dalam tubuh. Sistem hormon juga mengatur reprosuksi, homeotasis gula serta mineral dalam tubuh, sistem pencernaan, denyut jantung, dan juga metabolisme seluler.

Selesai sudah Pintarnesia membahas bagian – bagian  anatomi manusia. Semoga artikel diatas dapat memberikan ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada kesalahan atau hal yang ingin ditanyakan, silahkan tulis di kolom komentar.

Originally posted 2020-07-13 12:46:24.