Angiospermae: Pengertian, Klasifikasi, Struktur, Peranan, Reproduksi, Contoh

Apakah kalian pernah mendengar istilah angiospermae? bagi kalian anak IPA mungkin sudah pernah mendengarnya atau bahkan sudah paham akan hal ini.

Angiospermae merupakan salah satu jenis tumbuhan yang hidup didunia ini, kira-kira tumbuhan yang seperti apa? untuk penjelasannya simak uraian yang ada dibawah ini.

  1. Pengertian Angiospermae
  2. Klasifikasi Angiospermae
    1. Tumbuhan Dikotil
    2. Tumbuhan Monokotil
  3. Struktur Angiospermae
  4. Reproduksi Angiospermae
  5. Peranan Angiospermae
    1. Keuntungan
    2. Kerugian
  6. Contoh Angiospermae

Pengertian Angiospermae

pengertian angiospermae

Angiospermae berasal dari kata aggeion yang berarti pelindung atau penyangga dan kata sperma yang berarti biji dari bahasa Yunani kuno.

Angiospermae adalah jenis tumbuhan berbiji atau spermatophyta yang memiliki biji tertutup.

Angiospermae menjadi kelompok spesies tumbuhan terbesar yang hidup dibumi dengan jumlah sekitar 270.000 spesies mencakup seluruh tumbuhan yang menghasilkan bunga dan memiliki biji tertutup dalam karpel yaitu daun yang dapat membungkus benih untuk kemudian berkembang menjadi buah.

Klasifikasi Angiospermae

klasifikasi angiospermae

ika membahas spesie angiospermae ini terbagi menjadi sangat banyak yang tersebar diseluruh dunia namun secara garis besar angiospermae ini dapat diklasifikasikan menjadi 8 kelompok yang masih hidup antara lain sebagai berikut.

  1. Amborella : merupakan semak atau perdu kecil yang hanya terdapat di Kaledonia baru.
  2. Nymphaeales : merupakan teratai atau water lily yang hidup di air.
  3. Eudicots : merupakan tumbuhan yang memiliki dua kutiledon sejati seperti buncis, bunga matahari, apel, mawar, kacang polong dan sebagainya.
  4. Chloranthales : merupakan tumbuhan aromatis atau memiliki aroma dengan daun bergerigi.
  5. Ceratophyllum : merupakan tumbuhan akuatik yang biasanya digunakan sebagai penghias akuarium.
  6. Austrobaileyales : merupakan tumbuhan adas atau pekak atau star anise.
  7. Magnoliids : merupakan tumbuhan seperti bungan magnolias dan black pepper.
  8. Monocots : merupakan tumbuhan yang memiliki satu kotiledon seperti jagung, padi, anggrek, kelapa dan sebagainya.

Tumbuhan angiospermae dihimpun dalam divisi yaitu anthopyta yang dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu dikotil dan monokotil.

Tumbuhan Dikotil

Tumbuhan dikotil merupakan tumbuhan yang memiliki biji dua atau biji belah yang dapat ditandai dengan adanya sepasang daun kotiledon atau daum lembaga yang terbentuk dari biji.

Baca Juga: Contoh Tumbuhan Dikotil.

Hal lain yang dapat menjadi ciri khusus dari tanaman jenis ini adalah memiliki dua katiledon yaitu daun biji didalam embrio, memiliki akar tunggang, terdapat kandungan kambium dalam batangnya, memiliki daun yang menyirip atau menjari, jumlah kelopak bunganya biasanya kelipatan empat atau lima.

Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan monkotil merupakan tumbuhan yang memiliki biji tunggal yang dapat ditandai dengan memilikisatu kotiledon, memiliki akar serabut, dalam batangnya tidak memiliki kandungan kambium.

Baca Juga: Contoh Tumbuhan Monokotil.

Sehingga tidak membesar, batangnya tidak bercabang, memiliki bentuk pertulangan daun yang melengkung atau sejajar, memiliki kelopak bunga biasanya kelipatan tiga.

Struktur Angiospermae

struktur angiospermae

Tumbuhan angiospermae dapat dibagi menjadi beberapa bagian antara lain sebagai beirkut.

  • Yang pertama adalah mahkota bunga yang tersusun atas beberapa petal yang memiliki warna mencolok.
  • Bagian kedua merupakan kelopak bunga berwarna hijau menyerupai daun yang digunakan sebagai pelindung mahkota bunga pada saat masih kuncup.
  • Ketiga adalah putik yang merupakan alat reproduksi pada bunga betina yang akan menghasilkan bakal biji.
  • Yang terakhir adalah benang sari yang merupakan alat rerproduksi bunga jantan yang tersusun atas tangkai sar dan kentong kepala sari yang merupakan tempat dihasilkannya serbuk sari.

Reproduksi Angiospermae

reproduksi angiospermae

Tumbuhan angiospermae dapat berkembangbiak dengan cara seksual dan aseksual dengan menggunakan bunga sebagai alat reproduksinya.

Pada awalnya benang sari dan karpel akan menghasilkan serbuk biji-bijian yang mengandung gametofit akan mengalami penyerbukan dan serbuk sari akan menempel pada stigama yang terletak pada karpel.

Setelah itu serbuk sari akan melanjutkan perjalanannnya menuju ke ovula untuk membuahi sel telur sekaligus inti endosperma salam gametofit dan proses ini biasa disebut dengan fertilisasi ganda.

Setelah seluruh proses tersebut berlangsung maka akan menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi embrio dan terus bertumbuh menjadi buah.

Peranan Angiospermae

peranan angiospermae

Adanya tumbuhan angiospermae yang tumbu dibumi ini memiliki beberapa peranan bagi bumi dan seisinya baik positif maupun negatif antara lain sebagai berikut.

Keuntungan

  • Menjadi salah satu sumber pangan bagi manusia
  • Menjadi sumber bahan baku produksi industri
  • Menjadi sumber bahan sandang

Kerugian

Kerugian dari adanya tanaman angiospermae dibumi ini adalah beberapa tanaman yang menjadi peusak atau parasit.

Contoh Angiospermae

contoh angiospermae
  • Padi, jagung, apel, mangga sebagai makanan
  • Pohon jati, pohon sawit, pohon karet sebagai bahan peralatan
  • Kapas sebagai bahan pakaian

Ternyata tumbuhan-tumbuhan yang masuk kedalam jenis angiospermae merupakan tumbuhan yang sangat sering kita jumpai. Untuk itu rajin-rajinlah membaca dan belajar agar pengetahuan kalian bertambah.

Demikian sedikit informasi mengenai Angiospermae. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam artikel ini. Terimakasih.