√ 6 Contoh Jurnal Ilmiah, Akuntansi, Umum dan Cara (Lengkap)

6 Contoh Jurnal Ilmiah, Akuntansi, Umum dan Cara Membuat Jurnal

6 Contoh Jurnal Ilmiah, Akuntansi, Umum dan Cara Membuat Jurnal

Contoh Jurnal – Pembelajaran mengenai jurnal bisa kita jumpai pada pelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal adalah publikasi periodik yang bersisi beberapa artikel yang diterbitkan secara teratur dalam interval tertentu, biasanya bulanan atau seperempat tahun dan ada yang diterbitkan secara tahunan. Nah, pada artikel ini pintarnesia akan memaparkan contoh – contoh jurnal yang baik dan benar, tapi sebelum kita masuk kedalam contoh dari jurnal, ada baiknya jika kita membahas terlebih dahulu mengenai klasifikasi dari jurnal, berikut ini adalah pemaparan klasifikasi jurnal.

 

Klasifikasi Jurnal

Terdapat beberapa jenis jurnal yang dibuat dan dipublikasikan didunia. secara umum jurnal dibagi menjadi 3 bagian, berikut ini adalah penjelasan dari ketiga bagian jurnal tersebut, di antarnya adalah:

 

1. Profesional or Trade Journals

Jurnal yang seperti ini ditargetkan pada industri atau profesi tertentu dan berisi berita termutakhir, pendapat dan saran praktis tentang produk baru beserta ulasan untuk menginformasikan kepada pembaca mengenai informasi dalam industri atau profesi. Artikel ini mungkin peer-review dan kemungkinan termasuk kutipan. adapun beberapa contoh jurnal seperti berikut : The Bookseller, MediaWeek, dan Adversting Age.

 

2. Popular Journals

Populer Journals berisi tentang cerita fitur, pendapat dan berita serta potongan editorial yang member informasi dan menghibur pembacanya. Artikel tidak Peer-review dan biasanya ditulis dalam bahasa yang mudah dipahami. Di dalamnya berisi iklan, foto foto glossy, ilustrasi, kutipan dan biografi yang tidak umum. Adapun contoh dari beberapa jurnal : Time, Vogue, Economist, People Magazine.

 

3. Scholarly Journals

Schorlarly Journals atau dikenal dengan sebutan jurnal wasit, jurnal akademik atau jurnal peer-review. Jurnal ini berisi beberapa artikel yang dipublikasikan secara teratun dalam interval tertentu. Tujuan untama dari jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pengetahuan dan penelitian yang telah dilakukan. Selain itu jurnal ini juga berisi kritikan atau ulasan tentang studi atau temuan. Adapun contoh dari jurnal ini : Publishing Research Quartelry, The Journal of Sciense and Technology, and Shout Afrika Journal of Sciense.

 

 

Jurnal yang Sering Digunakan Serta Sering Kita Jumpai

Diantara ketiga jurnal diatas, Jurnal yang paling umum kita jumpai dan kita temui adalah jurnal akuntansi dan jurnal ilmiah. Jurnal Akuntansi Dan Ilmiah termasuk Jurnal yang tergolong Scolarly Journals. Dan penjelasan keduanya akan disimak dibawah ini

1. Jurnal Ilmiah

Jurnal Ilmiah adalah majalah publikasi yang memuat karya tulis ilmiah yang secara nyata mengandung informasi dan data, yang ditulis sesuai dengan kaidah ketentuan ilmiah serat dipublikasikan secara berkala. Untuk jurnal ilmiah tidak dipublikasikan secara nasional tetapi telah banyak hadir dalam skala internasional. Pada dasarnya kedua jurnal ini tidak memiliki banyak perbedaan didalamnya, hanya terletak pada penggunaan bahasa saja.  Fungsi dari keduanya sama persis yaitu mempublikasikan karya kreatif dan juga inofatif. Jurnal Ilmiah merupakan salah satu jurnal akademik dimana penulis mempublikasikan hasil karya ilmiahnya. Dan contoh jurnal ilmiah yang paling sering dicari sebagai berikut : Jurnal Ilmiah Kesehatan, Teknik Informatika, Jurnal Ilmiah Biologi, Jurnal Akuntansi keuangan dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

Syarat Pembuatan Jurnal Ilmiah

Untuk memastikan kualitas ilmiah pada jurnal yang dipublikasikan, suatu jurnal ilmiah biasanya ditulis oleh rekan sepenelitian dan direvisi oleh penulis, hal ini sering disebut sebagai peer review. Sesuai dengan ketentuan Jurnal ilmiah wajib memenuhi syarat sebagai berikut:

  • Memiliki Mitra Bestari minimal 4 orang
  • Memuat artikel utama tiap penerbitan berjumlah paling sedikit 5, selain itu dapat ditambahkan artikel komunikasi pendek namun dibatasi maksimal 3 buah.
  • Memiliki Internasional Standar Serial Number atau NISN.
  • Diterbitkan secara berkala dengan frekuensi minimal 2 kali dalam setahun, Kecuali majalah ilmiah dengan cakupan keilmuan spesialisasi dengan frkuensi 1 kali setahun.
  • Bertiras Setiap penerbitan minimal 300 eksempler, kecuali majalah ilmiah yang mempublikasikan sistem jurnal elektronik dan majalah ilmiah yang menerapkan sistem online atau daring dengan persyaratan sama dengan persyaratan majalah ilmiah tercetak.

 

Kaidah Kaidah Penulisan Jurnal Ilmiah

Sumber data dan informasi yang dijadikan dasar dalam penulisan karya tulis ilmiah seperti jurnal ilmiah adalah tulisan yang mengandung informasi dan data untuk memajukan iptek serta ditulis sesuai kaidah kaidah  ilmiah. Di bawah ini merupakan kaidah kaidah dalam penulisan jurnal, di antaranya adalah:

  • Sistematis, memiliki arti sumber informasi atau data yang diperoleh dari hasil kajian yang mengikuti pola pikir yang konsisten, sistematis dan berkelanjutan.
  • Logis, memiliki arti penjelasan dari informasi atau data yang terdapat dalam jurnal ilmiah  yaitu yang masuk dalam pemikiran logika kebenaran ilmu.
  • Obyektif, memiliki arti informasi atau data persis atau sesuai dengan kebenaraannya (fakta).
  • Desain, memiliki arti terencanakan dan memiliki rencana
  • Akumulatif, memiliki arti kumpulan dari berberapa sumber yang diakui keberadaan dan kebenarannya serta memberikan kontribusi bagi khazanah iptek yang sedang berkembang pesat.
  • Andal, memiliki arti informasi atau data yang dituang dalam jurnal yang telah diuji dan sahih serta masih memungkinkan untuk terus dikaji secara berulang ulang.

 

Fungsi Dari Jurnal Ilmiah

Jurnal Ilmiah akan selalu berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan atau kajian ilmu serta penemuan baru dalam pendidikan maupun pengetahuan. Contohnya jurnal peneliti yang meneliti efektivitas suatu zat kimia dan lain lain. Hal tersebut bisa dijadikan sumber pengetahuan dan penemuan baru dalam dunia penelitian. Sebuah jurnal dikatakan sebagai Jurnal Ilmiah Jika mempunyai beberapa fungsi seperti dibawah ini:

  • Registration, merupakan mempublikasikan klaim prioritas ilmu pengetahuan. Dalam hal ini jurnal tidak harus memperoleh duplikasi atau menjiplak bahan. Penulis memiliki hak untuk mendirikan “Hak Cipta” untuk ide – ide dan penelitiannya dan hal itu memastikan jika mereka akan dihormati atas karya yang telah dibuat. Hal ini memiliki arti jika suatu jurnal dilarang terlalu lama menunda publikasi (karena akan memungkinkan si penulis lain untuk mencuri hak cipta).
  • Certification, merupakan memberikan persetujuan atau keizinan. Hal ini berarti bahwa jurnal wajib memiliki informasi ilmiah yang menerapkan sebuah kriteria tentang kualitas untuk segala sesuatu yang sudah diterbitkan oleh si pembuat jurnal. Konten ini mempunyai tujuan untuk melindungi para penulis dan pembaca dari segala penipuan.
  • Dissemination, menyediakan akses yang memberikan informasi tentang penemuan kepada khalayak umum yang sedang mencari informasi sesuai dengan jurnal yang dimaksud. Hal ini berarti bahwa di dalam jurnal tersebut harus dipastikan mengandung konten yang tepat.
  • Archival record, menjaga catatan tentang ilmu pengetahuan. Ini bertujuan untuk menyiapkan sebuah sistem penyimpanan permanen untuk karya yang sudah diterbitkan, sehingga mereka bisa diakses setiap saat di masa mendatang atau masa depan.

 

Jenis – Jenis Jurnal Ilmiah

Berdasarkan peraturan yang ada di indonesia jurnal ilmiah dapat dibagi menjadi 4 yaitu jurnal nasional terakreditasi, jurnal nasional, jurnal internasional dan jurnal jurnal bereputasi. Berikut ini adalah penjelasan dari keempat jenis jurnal tersebut, di antaranya adalah:

 

#1. Jurnal Nasional

Jurnal Nasional merupakan jurnal terbitan berkala ilmiah yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Memiliki NISN
  • Memiliki terbitan versi daring
  • bertujuan menampung hasil hasil penelitian ilmiah dan atau konsep ilmiah dalam disiplin ilmu tertentu.
  • karya ilmiah ditulis dengan memenuhi ketentuan atau kaidah ilmiah dan etika keilmuan.
  • dikelola dengan profesional:ketepatan berkala, identitas jurnal, ketersediaan petunjuk penulisan dan lain sebagainya.
  • Bahasa yang digunakan adalah bahasa indonesia yang baku atau bahasa inggris dengan abstrak dalam bahasa indonesia
  • Jurnal ini ditunjukan kepada masyarakat ilmiah yang mempunyai disiplin keilmuan yang relevan.
  • diterbitkan oleh badan ilmiah, penerbit, organisasi profesi, atau instansi/perguruan tinggi beserta para unitnya.
  • Mempunyai dewan editor yang terdiri dari para ahli dalam bidangnya dan berasal dari minimal 2 instusi yang berbeda.
  • memuat karya ilmiah dari penulis yang berasal dari minimal 2 instusi yang berbeda.

 

#2. Jurnal Nasional Terakreditasi

Jenis jurnal yang satu ini merupakan terbitan secara berkala ilmiah yang memenuhi kriteria sebagai jurnal nasional dan mendapatkan status terakreditasi dari direktorat jendral pendidikan pendidikan tinggi atau kepala LIPI dengan masa berlaku yang sesuai.

 

#3. Jurnal Internasional

Jurnal internasional yaitu terbitan berkala ilmiah dengan kriteria sebagai berikut :

  • Memiliki NISN.
  • Ditulis mengapa bahasa resmi PBB(Inggris, Perancis, Arab, Rusia, dan tiongkok).
  • Memiliki terbitan Versi Online.
  • Karya Ilmiah yang diterbitkan ditulis sesuai ketentuan dan telah memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan.
  • Memuat karya ilmiah dari beberapa penulis yang berasal dari berbagai negara dalam setiap terbitannya.
  • Karya ilmiah yang diterbitkan dalam satu terbitan ditulis oleh penulis dari berbagai negara.
  • Dikelola secara profesional.
  • Dewan editor merupakan pakar dalam bidangnya dan setidaknya berasal dari 4 (empat) negara.

 

#4. Jurnal Internasional Bereputasi

Merupakan jenis jurnal terbitan berkala ilmiah yang sudah memenuhi kriteria jurnal intenasional pada butir 3, dengan syarat tambahan sudah terindeks oleh pangkalan data internasional beruputasi (Scopus, Web of Science), dan memiliki faktor dampak (impact factor) dari ISI Web of Science (Thomson Reuters), atau Scimago Journal Rank (SJR), atau mempunyai faktor dampak (SJR) dari SCImago Journal and Country Rank serendah-rendahnya Q3 (kuartil tiga).

 

2. Jurnal Akuntansi

Dalam dunia akuntansi ada 2 (dua ) jenis jurnal yang sering ditemukan, yakni jurnal khusus dan jurnal umum. Di dalam dunia akuntansi jurnal merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama, yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan dari perusahaan. Dalam dunia akuntansi juga jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat. Catatan yang dimuat dalam jurnal tersebut lengkap dengan penjelasan, tanggal serta informasi lain, supaya catatan tersebut bisa dengan mudah diusut kembali ke dokumen sumbernya.

Dalam pengolahan data akuntansi, jurnal selain digunakan sebagai petunjuk untuk menemukan sumber data transaksi, jurnal juga bisa digunakan sebagai penyedia ringkasan data yang bisa ditampung dalam rekening – rekening buku besar. Berikut ini adalah kedua penjelasan dari jenis jurnal akuntansi, di antaranya adalah:

 

#1. Jenis – Jenis Jurnal Akuntansi

Berikut ini adalah kedua penjelasan dari jenis jurnal akuntansi, di antaranya adalah:

a. Jurnal Umum

Merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat seluruh aktivitas transaksi keuangan secara terperinci dan kronologis. Umumnya jurnal umum digunakan oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa. Hal itu dikarenakan transaksi dalam perusahaan jasa bisa lebih mudah untuk dicatat berdasarkan urutan tanggal. Jika jenis transaksi semakin banyak, dan frekuensi terjadinya semakin tinggi, jurnal umum sangat perlu dipecah menjadi jurnal khusus. Pemecahan jurnal umum bisa dilakukan dengan beberapa alasan, di antaranya adalah:

  • Mengurangi pekerjaan pembukuan ke dalam buku besar serta bisa menggolongkan transaksi yang dicatat.
  • Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke jurnal dilakukan oleh beberapa orang.
  • Untuk menciptakan pengendalian yang intern.
  • Untuk pengelompokan dan pengumpulan transaksi yang sama dan frekuensi terjadinya tinggi.

b. Jurnal Khusus

Merupakan jurnal yang dikelompokan sesuai dengan jenis transaksinya. Setiap proses transaksi, petugas pembukuan akan mengidentifikasi jenis transaksy yang terjadi, serta mencatatnya kedalam jurnal khusus. COntohnya saja jika dalam satu bulan perusahaan melakukan pembelian kredit sebanyak 40 kali, maka petugas hanya akan berurusan dengan 4 (empat) atau 5 (lima) akun, semua itu tergantung pada sebuah kebijakan perusahaan dalam mengklasifikasi transaksinya. Untuk pembelian yang dilakukan secara kredit, perusahaan akan menyediakan satu jurnal khusus yang disebut dengan jurnal pembelian. Setiap kali melakukan transaksi kredit, maka petugas akan mencatatnya. Kemudian, secara berkala semua transaksi dijumlahkan dan dipindahkan ke buku besar.

Setiap perusahaan akan menyediakan dan merancang jurnal khusus sesuai dengan kebutuhannya masing – masing. Dengan seperti itu, jurnal khusus satu perusahaan dengan perusahaan lain akan berbeda – beda, berikut ini adalah jenis – jenis dari jurnal khusus, di antaranya adalah:

  • Jurnal Pembelian, merupakan buku harian khusus yang digunakan untuk mencatat data transaksi pembelian barang dagangan dan barang yang lainnya yang dilakukan secara kredit. Untuk jurnal yang satu ini sering disebut dengan buku pembelian, jurnal ini memiliki fungsi untuk mencatat transaksi pembelian yang dilakukan dengan metode pembayaran kredit.
  • Jurnal Penjualan, merupakan buku harian khusus yang digunakan untuk mencatat sebuah transaksi penjualan barang secara kredit. Untuk jurnal yang satu ini sering disebut dengan buku penjualan jasa atau barang dagangan yang dilakukan dengan metode pembayaran kredit.
  • Jurnal Penerimaan Kas, merupakan buku harian khusus untuk mencatat semua transaksi penerimaan tunai, baik itu berupa kas ataupun berupa cek. Buku ini sering juga disebut dengan buku kas masu atau biasa disebut dengan pemasukan. Jurnal ini memiliki fungsi untuk mencatat semua transaksi penerimaan kas seperti penerimaan uang dari penjualan tunai, penerimaan piutang dan lain – lain.
  • Jurnal Pengeluaran Kas, merupakan buku haruan khusus yang digunakan untuk mencatat semua transaksi pembayaran tunai, baik itu menggunakan kas ataupun cek. Jurnal yang satu ini sering disebut dengan buku kas keluar atau pengeluaran. Jurnal ini berfungsi untuk mencatat semua transaksi pengeluaran kas, contohnya saja adalah pembayaran hutang, dan pembayaran beban.

 

#2. Fungsi Jurnal Akuntansi

Ada beberapa fungsi dari jurnal akuntansi, di antaranya adalah:

  • Fungsi Analisis, pencatatan dalam jurnal akuntansi merupakan hasil dari analisis transaksi berupa pendebitan dan penglreditan akun yang terpengaruh. Analisis ini bisa mencakup pencatatan dalam pendebitan, pengkreditan beserta jumlahnya, atau penggolongan. Contohnya saja ketika perusahaan melakukan sebuah transaksi, dan anda harus bisa menentukan apakah akun transaksi tersebut termasuk dalam kategori debit kredit atau debit.
  • Fungsi Historis, umumnya jurnal akuntansi mencatat kegiatan perusahaan sehari – hari dalam bentuk angka. Dimana kegiatan tersebut terjadi secara terus menerus. Dalam mencatat jurnal ini, kamu sangat dianjurkan untuk mencatat setiap transaksi berdasarkan tanggal terjadinya transaksi tersebut. Sehingga bisa dikatakan jurnal akuntansi mempunyai fungsi historis karena pencatatan dilakukan secara sistematis dan kronologis.
  • Fungsi Pencatatan, jurnal akuntansi digunakan untuk melakukan pencatatan setiap transaksi yang dilakukan dalam kegiatan bisnis. hal itu mencakup modal, biaya, kekayaan atau aset, hingga neraca dan saldo. Semakin lengkap data yang dimasukan kedalam jurnal akuntansi, maka semakin baik pula kualitas jurnal akuntansi dimana bisa memberikan data finansial yang benar – benar akurat dan sesuai.

 

 

Contoh Jurnal Ilmiah dan Jurnal Akuntansi

Berikut ini adalah contoh dari jurnal ilmiah dan akuntansi, kali ini pintarnesia akan memaparkan contoh dari kedua jenis jurnal tersebut masing-masing satu.

 

1. Contoh Jurnal Ilmiah

 

2. Contoh Jurnal Akuntansi

 

3. Contoh Jurnal Umum

Link Download : Jurnal Ilmiah | Jurnal Akuntansi | Jurnal Umum.
Bagi yang mengalami limit saat download dengan google drive, bisa coba : Cara Mengatasi Google Drive Limit.

 

Nah, itulah penjelasan mengenai jurnal serta contoh jurnal umum, contoh jurnal akuntansi dan ilmiah, semoga artikel ini bisa membantu kamu dalam membuat jurnal dan semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita, khususnya dalam bidang jurnal. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.



Pengertian Joint Venture: Ciri-Ciri, Jenis, Manfaat dan Contoh Joint Venture

Pengertian Joint Venture: Ciri-Ciri, Jenis, Manfaat dan Contoh Joint Venture

Contoh Jurnal – Pembelajaran mengenai jurnal bisa kita jumpai pada pelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal adalah publikasi periodik yang bersisi beberapa artikel yang diterbitkan secara teratur dalam interval tertentu, biasanya bulanan atau seperempat tahun dan ada yang diterbitkan secara tahunan. Nah, pada artikel ini pintarnesia akan memaparkan contoh – contoh jurnal yang baik dan benar, tapi sebelum kita masuk kedalam contoh dari jurnal, ada baiknya jika kita membahas terlebih dahulu mengenai klasifikasi dari jurnal, berikut ini adalah pemaparan klasifikasi jurnal.

 

Klasifikasi Jurnal

Terdapat beberapa jenis jurnal yang dibuat dan dipublikasikan didunia. secara umum jurnal dibagi menjadi 3 bagian, berikut ini adalah penjelasan dari ketiga bagian jurnal tersebut, di antarnya adalah:

 

1. Profesional or Trade Journals

Jurnal yang seperti ini ditargetkan pada industri atau profesi tertentu dan berisi berita termutakhir, pendapat dan saran praktis tentang produk baru beserta ulasan untuk menginformasikan kepada pembaca mengenai informasi dalam industri atau profesi. Artikel ini mungkin peer-review dan kemungkinan termasuk kutipan. adapun beberapa contoh jurnal seperti berikut : The Bookseller, MediaWeek, dan Adversting Age.

 

2. Popular Journals

Populer Journals berisi tentang cerita fitur, pendapat dan berita serta potongan editorial yang member informasi dan menghibur pembacanya. Artikel tidak Peer-review dan biasanya ditulis dalam bahasa yang mudah dipahami. Di dalamnya berisi iklan, foto foto glossy, ilustrasi, kutipan dan biografi yang tidak umum. Adapun contoh dari beberapa jurnal : Time, Vogue, Economist, People Magazine.

 

3. Scholarly Journals

Schorlarly Journals atau dikenal dengan sebutan jurnal wasit, jurnal akademik atau jurnal peer-review. Jurnal ini berisi beberapa artikel yang dipublikasikan secara teratun dalam interval tertentu. Tujuan untama dari jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pengetahuan dan penelitian yang telah dilakukan. Selain itu jurnal ini juga berisi kritikan atau ulasan tentang studi atau temuan. Adapun contoh dari jurnal ini : Publishing Research Quartelry, The Journal of Sciense and Technology, and Shout Afrika Journal of Sciense.

 

 

Jurnal yang Sering Digunakan Serta Sering Kita Jumpai

Diantara ketiga jurnal diatas, Jurnal yang paling umum kita jumpai dan kita temui adalah jurnal akuntansi dan jurnal ilmiah. Jurnal Akuntansi Dan Ilmiah termasuk Jurnal yang tergolong Scolarly Journals. Dan penjelasan keduanya akan disimak dibawah ini

1. Jurnal Ilmiah

Jurnal Ilmiah adalah majalah publikasi yang memuat karya tulis ilmiah yang secara nyata mengandung informasi dan data, yang ditulis sesuai dengan kaidah ketentuan ilmiah serat dipublikasikan secara berkala. Untuk jurnal ilmiah tidak dipublikasikan secara nasional tetapi telah banyak hadir dalam skala internasional. Pada dasarnya kedua jurnal ini tidak memiliki banyak perbedaan didalamnya, hanya terletak pada penggunaan bahasa saja.  Fungsi dari keduanya sama persis yaitu mempublikasikan karya kreatif dan juga inofatif. Jurnal Ilmiah merupakan salah satu jurnal akademik dimana penulis mempublikasikan hasil karya ilmiahnya. Dan contoh jurnal ilmiah yang paling sering dicari sebagai berikut : Jurnal Ilmiah Kesehatan, Teknik Informatika, Jurnal Ilmiah Biologi, Jurnal Akuntansi keuangan dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

Syarat Pembuatan Jurnal Ilmiah

Untuk memastikan kualitas ilmiah pada jurnal yang dipublikasikan, suatu jurnal ilmiah biasanya ditulis oleh rekan sepenelitian dan direvisi oleh penulis, hal ini sering disebut sebagai peer review. Sesuai dengan ketentuan Jurnal ilmiah wajib memenuhi syarat sebagai berikut:

  • Memiliki Mitra Bestari minimal 4 orang
  • Memuat artikel utama tiap penerbitan berjumlah paling sedikit 5, selain itu dapat ditambahkan artikel komunikasi pendek namun dibatasi maksimal 3 buah.
  • Memiliki Internasional Standar Serial Number atau NISN.
  • Diterbitkan secara berkala dengan frekuensi minimal 2 kali dalam setahun, Kecuali majalah ilmiah dengan cakupan keilmuan spesialisasi dengan frkuensi 1 kali setahun.
  • Bertiras Setiap penerbitan minimal 300 eksempler, kecuali majalah ilmiah yang mempublikasikan sistem jurnal elektronik dan majalah ilmiah yang menerapkan sistem online atau daring dengan persyaratan sama dengan persyaratan majalah ilmiah tercetak.

 

Kaidah Kaidah Penulisan Jurnal Ilmiah

Sumber data dan informasi yang dijadikan dasar dalam penulisan karya tulis ilmiah seperti jurnal ilmiah adalah tulisan yang mengandung informasi dan data untuk memajukan iptek serta ditulis sesuai kaidah kaidah  ilmiah. Di bawah ini merupakan kaidah kaidah dalam penulisan jurnal, di antaranya adalah:

  • Sistematis, memiliki arti sumber informasi atau data yang diperoleh dari hasil kajian yang mengikuti pola pikir yang konsisten, sistematis dan berkelanjutan.
  • Logis, memiliki arti penjelasan dari informasi atau data yang terdapat dalam jurnal ilmiah  yaitu yang masuk dalam pemikiran logika kebenaran ilmu.
  • Obyektif, memiliki arti informasi atau data persis atau sesuai dengan kebenaraannya (fakta).
  • Desain, memiliki arti terencanakan dan memiliki rencana
  • Akumulatif, memiliki arti kumpulan dari berberapa sumber yang diakui keberadaan dan kebenarannya serta memberikan kontribusi bagi khazanah iptek yang sedang berkembang pesat.
  • Andal, memiliki arti informasi atau data yang dituang dalam jurnal yang telah diuji dan sahih serta masih memungkinkan untuk terus dikaji secara berulang ulang.

 

Fungsi Dari Jurnal Ilmiah

Jurnal Ilmiah akan selalu berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan atau kajian ilmu serta penemuan baru dalam pendidikan maupun pengetahuan. Contohnya jurnal peneliti yang meneliti efektivitas suatu zat kimia dan lain lain. Hal tersebut bisa dijadikan sumber pengetahuan dan penemuan baru dalam dunia penelitian. Sebuah jurnal dikatakan sebagai Jurnal Ilmiah Jika mempunyai beberapa fungsi seperti dibawah ini:

  • Registration, merupakan mempublikasikan klaim prioritas ilmu pengetahuan. Dalam hal ini jurnal tidak harus memperoleh duplikasi atau menjiplak bahan. Penulis memiliki hak untuk mendirikan “Hak Cipta” untuk ide – ide dan penelitiannya dan hal itu memastikan jika mereka akan dihormati atas karya yang telah dibuat. Hal ini memiliki arti jika suatu jurnal dilarang terlalu lama menunda publikasi (karena akan memungkinkan si penulis lain untuk mencuri hak cipta).
  • Certification, merupakan memberikan persetujuan atau keizinan. Hal ini berarti bahwa jurnal wajib memiliki informasi ilmiah yang menerapkan sebuah kriteria tentang kualitas untuk segala sesuatu yang sudah diterbitkan oleh si pembuat jurnal. Konten ini mempunyai tujuan untuk melindungi para penulis dan pembaca dari segala penipuan.
  • Dissemination, menyediakan akses yang memberikan informasi tentang penemuan kepada khalayak umum yang sedang mencari informasi sesuai dengan jurnal yang dimaksud. Hal ini berarti bahwa di dalam jurnal tersebut harus dipastikan mengandung konten yang tepat.
  • Archival record, menjaga catatan tentang ilmu pengetahuan. Ini bertujuan untuk menyiapkan sebuah sistem penyimpanan permanen untuk karya yang sudah diterbitkan, sehingga mereka bisa diakses setiap saat di masa mendatang atau masa depan.

 

Jenis – Jenis Jurnal Ilmiah

Berdasarkan peraturan yang ada di indonesia jurnal ilmiah dapat dibagi menjadi 4 yaitu jurnal nasional terakreditasi, jurnal nasional, jurnal internasional dan jurnal jurnal bereputasi. Berikut ini adalah penjelasan dari keempat jenis jurnal tersebut, di antaranya adalah:

 

#1. Jurnal Nasional

Jurnal Nasional merupakan jurnal terbitan berkala ilmiah yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Memiliki NISN
  • Memiliki terbitan versi daring
  • bertujuan menampung hasil hasil penelitian ilmiah dan atau konsep ilmiah dalam disiplin ilmu tertentu.
  • karya ilmiah ditulis dengan memenuhi ketentuan atau kaidah ilmiah dan etika keilmuan.
  • dikelola dengan profesional:ketepatan berkala, identitas jurnal, ketersediaan petunjuk penulisan dan lain sebagainya.
  • Bahasa yang digunakan adalah bahasa indonesia yang baku atau bahasa inggris dengan abstrak dalam bahasa indonesia
  • Jurnal ini ditunjukan kepada masyarakat ilmiah yang mempunyai disiplin keilmuan yang relevan.
  • diterbitkan oleh badan ilmiah, penerbit, organisasi profesi, atau instansi/perguruan tinggi beserta para unitnya.
  • Mempunyai dewan editor yang terdiri dari para ahli dalam bidangnya dan berasal dari minimal 2 instusi yang berbeda.
  • memuat karya ilmiah dari penulis yang berasal dari minimal 2 instusi yang berbeda.

 

#2. Jurnal Nasional Terakreditasi

Jenis jurnal yang satu ini merupakan terbitan secara berkala ilmiah yang memenuhi kriteria sebagai jurnal nasional dan mendapatkan status terakreditasi dari direktorat jendral pendidikan pendidikan tinggi atau kepala LIPI dengan masa berlaku yang sesuai.

 

#3. Jurnal Internasional

Jurnal internasional yaitu terbitan berkala ilmiah dengan kriteria sebagai berikut :

  • Memiliki NISN.
  • Ditulis mengapa bahasa resmi PBB(Inggris, Perancis, Arab, Rusia, dan tiongkok).
  • Memiliki terbitan Versi Online.
  • Karya Ilmiah yang diterbitkan ditulis sesuai ketentuan dan telah memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan.
  • Memuat karya ilmiah dari beberapa penulis yang berasal dari berbagai negara dalam setiap terbitannya.
  • Karya ilmiah yang diterbitkan dalam satu terbitan ditulis oleh penulis dari berbagai negara.
  • Dikelola secara profesional.
  • Dewan editor merupakan pakar dalam bidangnya dan setidaknya berasal dari 4 (empat) negara.

 

#4. Jurnal Internasional Bereputasi

Merupakan jenis jurnal terbitan berkala ilmiah yang sudah memenuhi kriteria jurnal intenasional pada butir 3, dengan syarat tambahan sudah terindeks oleh pangkalan data internasional beruputasi (Scopus, Web of Science), dan memiliki faktor dampak (impact factor) dari ISI Web of Science (Thomson Reuters), atau Scimago Journal Rank (SJR), atau mempunyai faktor dampak (SJR) dari SCImago Journal and Country Rank serendah-rendahnya Q3 (kuartil tiga).

 

2. Jurnal Akuntansi

Dalam dunia akuntansi ada 2 (dua ) jenis jurnal yang sering ditemukan, yakni jurnal khusus dan jurnal umum. Di dalam dunia akuntansi jurnal merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama, yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan dari perusahaan. Dalam dunia akuntansi juga jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat. Catatan yang dimuat dalam jurnal tersebut lengkap dengan penjelasan, tanggal serta informasi lain, supaya catatan tersebut bisa dengan mudah diusut kembali ke dokumen sumbernya.

Dalam pengolahan data akuntansi, jurnal selain digunakan sebagai petunjuk untuk menemukan sumber data transaksi, jurnal juga bisa digunakan sebagai penyedia ringkasan data yang bisa ditampung dalam rekening – rekening buku besar. Berikut ini adalah kedua penjelasan dari jenis jurnal akuntansi, di antaranya adalah:

 

#1. Jenis – Jenis Jurnal Akuntansi

Berikut ini adalah kedua penjelasan dari jenis jurnal akuntansi, di antaranya adalah:

a. Jurnal Umum

Merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat seluruh aktivitas transaksi keuangan secara terperinci dan kronologis. Umumnya jurnal umum digunakan oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa. Hal itu dikarenakan transaksi dalam perusahaan jasa bisa lebih mudah untuk dicatat berdasarkan urutan tanggal. Jika jenis transaksi semakin banyak, dan frekuensi terjadinya semakin tinggi, jurnal umum sangat perlu dipecah menjadi jurnal khusus. Pemecahan jurnal umum bisa dilakukan dengan beberapa alasan, di antaranya adalah:

  • Mengurangi pekerjaan pembukuan ke dalam buku besar serta bisa menggolongkan transaksi yang dicatat.
  • Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke jurnal dilakukan oleh beberapa orang.
  • Untuk menciptakan pengendalian yang intern.
  • Untuk pengelompokan dan pengumpulan transaksi yang sama dan frekuensi terjadinya tinggi.

b. Jurnal Khusus

Merupakan jurnal yang dikelompokan sesuai dengan jenis transaksinya. Setiap proses transaksi, petugas pembukuan akan mengidentifikasi jenis transaksy yang terjadi, serta mencatatnya kedalam jurnal khusus. COntohnya saja jika dalam satu bulan perusahaan melakukan pembelian kredit sebanyak 40 kali, maka petugas hanya akan berurusan dengan 4 (empat) atau 5 (lima) akun, semua itu tergantung pada sebuah kebijakan perusahaan dalam mengklasifikasi transaksinya. Untuk pembelian yang dilakukan secara kredit, perusahaan akan menyediakan satu jurnal khusus yang disebut dengan jurnal pembelian. Setiap kali melakukan transaksi kredit, maka petugas akan mencatatnya. Kemudian, secara berkala semua transaksi dijumlahkan dan dipindahkan ke buku besar.

Setiap perusahaan akan menyediakan dan merancang jurnal khusus sesuai dengan kebutuhannya masing – masing. Dengan seperti itu, jurnal khusus satu perusahaan dengan perusahaan lain akan berbeda – beda, berikut ini adalah jenis – jenis dari jurnal khusus, di antaranya adalah:

  • Jurnal Pembelian, merupakan buku harian khusus yang digunakan untuk mencatat data transaksi pembelian barang dagangan dan barang yang lainnya yang dilakukan secara kredit. Untuk jurnal yang satu ini sering disebut dengan buku pembelian, jurnal ini memiliki fungsi untuk mencatat transaksi pembelian yang dilakukan dengan metode pembayaran kredit.
  • Jurnal Penjualan, merupakan buku harian khusus yang digunakan untuk mencatat sebuah transaksi penjualan barang secara kredit. Untuk jurnal yang satu ini sering disebut dengan buku penjualan jasa atau barang dagangan yang dilakukan dengan metode pembayaran kredit.
  • Jurnal Penerimaan Kas, merupakan buku harian khusus untuk mencatat semua transaksi penerimaan tunai, baik itu berupa kas ataupun berupa cek. Buku ini sering juga disebut dengan buku kas masu atau biasa disebut dengan pemasukan. Jurnal ini memiliki fungsi untuk mencatat semua transaksi penerimaan kas seperti penerimaan uang dari penjualan tunai, penerimaan piutang dan lain – lain.
  • Jurnal Pengeluaran Kas, merupakan buku haruan khusus yang digunakan untuk mencatat semua transaksi pembayaran tunai, baik itu menggunakan kas ataupun cek. Jurnal yang satu ini sering disebut dengan buku kas keluar atau pengeluaran. Jurnal ini berfungsi untuk mencatat semua transaksi pengeluaran kas, contohnya saja adalah pembayaran hutang, dan pembayaran beban.

 

#2. Fungsi Jurnal Akuntansi

Ada beberapa fungsi dari jurnal akuntansi, di antaranya adalah:

  • Fungsi Analisis, pencatatan dalam jurnal akuntansi merupakan hasil dari analisis transaksi berupa pendebitan dan penglreditan akun yang terpengaruh. Analisis ini bisa mencakup pencatatan dalam pendebitan, pengkreditan beserta jumlahnya, atau penggolongan. Contohnya saja ketika perusahaan melakukan sebuah transaksi, dan anda harus bisa menentukan apakah akun transaksi tersebut termasuk dalam kategori debit kredit atau debit.
  • Fungsi Historis, umumnya jurnal akuntansi mencatat kegiatan perusahaan sehari – hari dalam bentuk angka. Dimana kegiatan tersebut terjadi secara terus menerus. Dalam mencatat jurnal ini, kamu sangat dianjurkan untuk mencatat setiap transaksi berdasarkan tanggal terjadinya transaksi tersebut. Sehingga bisa dikatakan jurnal akuntansi mempunyai fungsi historis karena pencatatan dilakukan secara sistematis dan kronologis.
  • Fungsi Pencatatan, jurnal akuntansi digunakan untuk melakukan pencatatan setiap transaksi yang dilakukan dalam kegiatan bisnis. hal itu mencakup modal, biaya, kekayaan atau aset, hingga neraca dan saldo. Semakin lengkap data yang dimasukan kedalam jurnal akuntansi, maka semakin baik pula kualitas jurnal akuntansi dimana bisa memberikan data finansial yang benar – benar akurat dan sesuai.

 

 

Contoh Jurnal Ilmiah dan Jurnal Akuntansi

Berikut ini adalah contoh dari jurnal ilmiah dan akuntansi, kali ini pintarnesia akan memaparkan contoh dari kedua jenis jurnal tersebut masing-masing satu.

 

1. Contoh Jurnal Ilmiah

 

2. Contoh Jurnal Akuntansi

 

3. Contoh Jurnal Umum

Link Download : Jurnal Ilmiah | Jurnal Akuntansi | Jurnal Umum.
Bagi yang mengalami limit saat download dengan google drive, bisa coba : Cara Mengatasi Google Drive Limit.

 

Nah, itulah penjelasan mengenai jurnal serta contoh jurnal umum, contoh jurnal akuntansi dan ilmiah, semoga artikel ini bisa membantu kamu dalam membuat jurnal dan semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita, khususnya dalam bidang jurnal. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.