√ Pengertian Musik Tradisional: Ciri, Fungsi dan Contoh (Lengkap)

Pengertian Musik Tradisional: Ciri-Ciri, Fungsi dan Contoh Musik Tradisional

Pengertian Musik Tradisional: Ciri-Ciri, Fungsi dan Contoh Musik Tradisional
Oleh : Hanif Pramono

Ada beragam cabang seni yang ada didunia, seperti seni tari, seni lukis dan sebagainya. Namun, perlu kamu ketahui bahwa salah satu yang paling populer dan paling banyak digemari masyarakat saat ini adalah seni musik. Hampir setiap orang suka dengan musik, sebab tidak sedikit dari kita yang selalu mendengarkan musik untuk memberikan semangat atau menghibur diri setiap hari.

Musik terbagi menjadi dua jenis, yaitu musik modern dan musik tradisional. Tapi, karena kita hidup di era modern tentunya sudah tidak asing lagi dengan musik modern bukan? Lantas, bagaimana dengan musik tradisional? Apakah kamu tahu apa itu musik tradisional? Sebagian besar dari kita mungkin belum lahir saat itu, sehingga kita belum mengenal apa itu musik tradisional.  Maka dari itu, di artikel kali ini akan kami bahas secara rinci mengenai pengertian musik tradisional, ciri – ciri, fungsi dan contohnya berikut ini.

 

Pengertian Musik Tradisional

Secara umum, musik tradisional merupakan suatu jenis musik yang lahir dan berkembang di suatu daerah tertentu dan secara turun temurun diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Sedangkan menurut Wikipedia, musik tradisional merupakan musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun dan dipertahankan sebagai sarana hiburan. Ada tiga komponen yang mempengaruhinya yaitu seniman, musik itu sendiri dan juga masyarakat yang menikmati.

Nah, perlu kamu ketahui bahwa musik tradisional ditampilkan dengan menggunakan bahasa, gaya dan tradisi khas di setiap daerahnya. Karena setiap daerah tentu memiliki ciri khasnya masing – masing dalam menampilkan musik tradisional yang dibawakannya. Ciri khas tersebut terpengaruh dari kehidupan di masa lalu atau sebagainya. Oleh sebab itu, tidak sulit untuk kita mengenali dari mana sebuah seni musik tradisional itu berasal.

 

 

Ciri-Ciri Musik Tradisional

Seni musik tradisional tentunya memiliki karakteristik atau ciri – cirinya tersendiri, sehingga kita dapat membedakan antara seni musik tradisional dengan jenis seni musik yang lainnya. Nah, agar kamu lebih memahami seperti apa itu musik tradisional, maka kamu dapat merujuk pada pembahasan berikut ini mengenai ciri – ciri khas dari musik tradisional :

 

1. Syair Lagu Berbahasa Daerah

Seperti yang telah kita singging diatas, bahwa musik tradisional pada umumnya menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. Namun, tak hanya itu, seni musik tradisional juga biasanya turut menghadirkan melodi atau iringan musik yang sesuai dengan karakter daerahnya.

Sebagai contoh misalnya syair lagu jawa yang memiliki iringan musik yang mendayu-dayu dan halus seperti karakter dari kebanyakan orang jawa. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa seni musik tradisional itu benar – benar memberikan nuansa kedaerahan.

 

2. Dapat Dipelajari Secara Lisan

Berdasarkan pengertiannya, musik tradisional merupakan musik yang diwariskan secara turun temurun, oleh karena itu proses pembelajarannya pun terbatas secara lisan. Bagaimana prosesnya? Nah, ketika generasi sebelumnya ingin mewariskan suatu seni musik tradisional kepada generasi penerusnya, maka yang mereka lakukan yaitu dengan mengajarkan para generasi muda secara langsung dari mulut ke mulut atau secara lisan.

Begitu pula ketika generasi mudah harus mewariskan kembali kepada generasi mendatang yang dilakukan yaitu dengan pembelajaran secara lisan. Demikian seterusnya sampai akhirnya warisan turun temurun berupa seni musik itu dikenal sebagai ciri khas masyarakat daerah tersebut.

 

3. Melibatkan Alat Musik Daerah

Umumnya, permainan musik dalam lagu – lagu daerah di Indonesia dibawakan atau dimainkan dengan menggunakan alat-alat musik khas atau tradisional daerah tersebut. Misalnya, seperti pagelaran musik sunda dimana penyanyinya membawakan lagu-lagu sunda tentu saja akan diiringi oleh alat musik khas sunda seperti karinding, degung dan sebagainya. Begitu pula dengan musik jawa yang akan di iringi oleh gamelan, gong, kenong dan yang lainnya.

 

4. Tidak Mempunyai Notasi

Untuk ciri yang satu ini sangat relevan dengan ciri nomor dua, dimana pembelajaran secara lisan membuat para pelakunya tidak mempunyai catatan apapun sehingga tidak ada notasi yang tertulis dalam kertas, partitur atau semacamnya. Bagaimana? Hebat bukan? Nah, itulah orang – orang jaman dahulu yang tetap mampu mempertahankan kesenian tradisional mereka tanpa adanya catatan yang sebenarnya lebih menunjang suatu pembelajaran.

Namun sisi buruknya, ketika suatu saat nanti suatu generasi tidak mampu mengajarkan atau mempertahankan kesenian tradisional mereka, maka dapat dipastikan hal yang telah dipertahankan dari masa ke masa itu akan punah. Maka dari itu, mulai kita benahi informasi – informasi mengenai sejarah terutama seni musik tradisional sehingga kelak siapapun generasinya dapat ikut melestarikannya.

 

5. Sebagai Bagian dari Budaya Masyarakat

Musik tradisional benar – benar merupakan penggambaran dari kebudayaan atau karakteristik suatu daerah. Hal tersebut membuat siapa saja yang mendengarkan musik tradisional bisa menebak dari mana asal daerah musik tradisional tersebut. Sebagai contoh ketika kita mendengar lantunan musik ‘Bubuy Bulan” maka secara langsung kita bisa mengenali bahwa musik tersebut berasal dari tanah sunda, sebab dilantunkan dengan bahasa sunda dan juga memiliki ciri khas sunda yang sangat kental. Berbeda dengan musik modern dimana asal daerah nya terkadang tidak jelas.

 

6. Permainannya Tidak Terpesialisasi

Sistem yang dikembangkan dalam proses belajar instrumen musik tradisional pada umumnya bersifat generalisasi. Dimana pemain musik tradisional belajar untuk bisa memainkan setiap isntrumen yang ada dalam suatu jenis musik daerah. Sebagai contoh, seorang yang mempunyai keterampilan selain memainkan karinding tapi juga bisa memainkan degung.

Mereka biasanya akan belajar memainkan instrumen dimulai dari yang paling mudah sampai yang paling rumit. Sehingga, pemain musik daerah yang sudah mahir memiliki kemampuan dalam memainkan semua instrumen musik tersebut.

 

7. Bersifat Informal

Perlu kamu ketahui bahwa musik tradisional sangat lazim digunakan sebagai suatu bentuk ekspresi atau hiburan masyarakat, sehingga musik ini banyak digunakan dalam kegiatan rakyat biasa dimana bersifat lebih sederhana dan informal atau santai. Akan tetapi, saat digunakan di kalangan istana jenis musik ini akan menjadi lebih kompleks atau formal.

 

 

Fungsi Musik Tradisional

Nah, setelah kamu mengetahui apa pengertian musik tradisional dan ciri – ciri yang dimiliki musik tradisional, maka kamu juga perlu mengetahui apa saja fungsi dari musik tradisional itu sendiri. Nah, agar kamu dapat memahaminya, yuk langsung saja simak pembahasannya berikut ini.

1. Sebagai Sarana Hiburan

Pada dasarnya seni musik itu memang berfungsi sebagai sarana hiburan, sama halnya dengan seni musik tradisional yang juga berfungsi sebagai sarana hiburan atau mengiringi perasaan bahagia. Selain itu, musik juga dapat digunakan untuk mengalihkan fikiran dari rutinitas sehari-hari bagi para penduduk ditempat musik tradisional itu berasal. Karena biasanya di setiap daerah masyarakat secara rutin mengadakan pertunjukan musik daerah yang mereka miliki sehingga mereka bisa terlepas dari kegiatan atau rutinitas sehari-hari untuk beberapa saat.

 

2. Sebagai Sarana Pengembangan Diri

Fungsi selanjutnya dari musik tradisional adalah sebagai sarana pengembangan diri. Nah,  rasanya tidak mungkin bukan jika semua orang yang terlibat dalam proses kreatif pembuatan atau pertunjukan musik tradisional tidak mendapatkan hal ini? Selain menambah ketrampilan, orang – orang yang bergelut dalam dunia ini juga biasanya memiliki karakter yang kental akan budaya daerahnya, dan menjadikan karakter-karakter atau ciri khas orang di daerah itu tidak hilang atau termakan globalisasi.

 

3.  Sebagai Alat Komunikasi

Sebenarnya, hampir semua musik baik tradisional ataupun modern merupakan salah satu media komunikasi antara pencipta musik dengan pendengarnya. Nah, orang yang menciptakan lagu pada umumnya selalu berusaha mengkomunikasikan apa yang dia rasakan atau menyampaikan suatu keadaan kepada para pendengar musiknya.

Namun lebih sederhana dari itu, ternyata di beberapa negara terdapat musik atau beberapa nada yang digabungkan secara unik sebagai suatu pertanda. Misalnya, seperti suara atau bunyi dari lonceng, di Indonesia apabila dibunyikan di sekolah maka itu artinya waktu istirahat.

 

4.  Sebagai Sarana Adat Budaya

Tidak sedikit dari seni musik tradisional di Indonesia ataupun di luar negeri yang memanfaatkan seni musik tradisional mereka untuk suatu ritual adat budaya. Sebut saja salah satu suku di Papua yang yang selalu menampilkan musik tradisional mereka secara lengkap dengan tariannya  pada saat penyambutan tamu kehormatan.

 

5.  Sebagai Musik Pengiring Tarian

Rasanya setiap tarian pasti memiliki musik tertentu sebagai pengiringnya. Tarian tersebut juga dilakukan dengan gerakan – gerakan yang didasarkan pada ketukan-ketukan musik yang menggambarkan suatu makna atau arti tertentu.

 

6. Sebagai Sarana Ekonomi

Fungsi yang terakhir dari musik tradisional yaitu sebagai sarana ekonomi. Hal ini dikarenakan pada beberapa daerah di Indonesia dan luar negeri banyak orang atau pemain musik tradisional yang menjadikan permainan musik mereka sebagai suatu usaha mata pencaharian.

Ada yang mengelolanya secara besar sehingga banyak menyerap tenaga kerja, namun ada pula yang melakukannya secara personal atau terbatas dengan sebuah kelompok  kecil. Nantinya, mereka akan memperoleh bayaran dari pihak yang meminta mereka membawakan pertunjukan tersebut, seperti dalam acara – acara kedaerahan, pernikahan dan sebagainya.

 

 

Contoh Musik Tradisional

Hampir setiap negara di dunia tentu memiliki musik tradisionalnya masing – masing . Adapun beberapa negara yang memiliki musik tradisional antara lain seperti :

1. Musik Tradisional Indonesia

  • Gambang Kromong
  • Madya dan Santi Swara
  • Gong Luang
  • Krumpyung
  • Huda
  • Goong Rentang,
  • Laras
  • Karang Dodou dan lain – lain

2.  Musik Tradisional Jepang

  • Heike Biwa
  • Biwa
  • Biwa Hoshi
  • Moso

3.  Musik Tradisional Spanyol

  • Salsa
  • Cha Cha Cha
  • Tango
  • Reggaeton
  • Brukdown
  • Bachata
  • Samba

4.  Musik Tradisional Korea

  • Arirang
  • Nongak
  • Pansori
  • Minyo
  • Samul Nori, dan lain-lain

 

Demikianlah pembahasan di artikel kali ini mengenai Pengertian Musik Tradisional, Ciri-Ciri, Fungsi dan Contohnya yang telah kami jelaskan secara ringkas. Dan perlu kami ingatkan, bahwa kita sebagai generasi muda harus menghidupkan kembali dan melestarikan hal – hal yang tradisional, hal ini dilakukan supaya tidak hilang ciri khas dari suatu daerah dan tidak tergeser oleh hal baru yang belum tentu baik untuk generasi saat ini.

Nah, mungkin itu saja yang bisa kami sampaikan, semoga informasi kali ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kamu.



Doa Setelah Adzan: Latin, Bacaan Arab, Artinya dan Keutamaannya

Doa Setelah Adzan: Latin, Bacaan Arab, Artinya dan Keutamaannya
Oleh : Hanif Pramono

Ada beragam cabang seni yang ada didunia, seperti seni tari, seni lukis dan sebagainya. Namun, perlu kamu ketahui bahwa salah satu yang paling populer dan paling banyak digemari masyarakat saat ini adalah seni musik. Hampir setiap orang suka dengan musik, sebab tidak sedikit dari kita yang selalu mendengarkan musik untuk memberikan semangat atau menghibur diri setiap hari.

Musik terbagi menjadi dua jenis, yaitu musik modern dan musik tradisional. Tapi, karena kita hidup di era modern tentunya sudah tidak asing lagi dengan musik modern bukan? Lantas, bagaimana dengan musik tradisional? Apakah kamu tahu apa itu musik tradisional? Sebagian besar dari kita mungkin belum lahir saat itu, sehingga kita belum mengenal apa itu musik tradisional.  Maka dari itu, di artikel kali ini akan kami bahas secara rinci mengenai pengertian musik tradisional, ciri – ciri, fungsi dan contohnya berikut ini.

 

Pengertian Musik Tradisional

Secara umum, musik tradisional merupakan suatu jenis musik yang lahir dan berkembang di suatu daerah tertentu dan secara turun temurun diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Sedangkan menurut Wikipedia, musik tradisional merupakan musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun dan dipertahankan sebagai sarana hiburan. Ada tiga komponen yang mempengaruhinya yaitu seniman, musik itu sendiri dan juga masyarakat yang menikmati.

Nah, perlu kamu ketahui bahwa musik tradisional ditampilkan dengan menggunakan bahasa, gaya dan tradisi khas di setiap daerahnya. Karena setiap daerah tentu memiliki ciri khasnya masing – masing dalam menampilkan musik tradisional yang dibawakannya. Ciri khas tersebut terpengaruh dari kehidupan di masa lalu atau sebagainya. Oleh sebab itu, tidak sulit untuk kita mengenali dari mana sebuah seni musik tradisional itu berasal.

 

 

Ciri-Ciri Musik Tradisional

Seni musik tradisional tentunya memiliki karakteristik atau ciri – cirinya tersendiri, sehingga kita dapat membedakan antara seni musik tradisional dengan jenis seni musik yang lainnya. Nah, agar kamu lebih memahami seperti apa itu musik tradisional, maka kamu dapat merujuk pada pembahasan berikut ini mengenai ciri – ciri khas dari musik tradisional :

 

1. Syair Lagu Berbahasa Daerah

Seperti yang telah kita singging diatas, bahwa musik tradisional pada umumnya menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. Namun, tak hanya itu, seni musik tradisional juga biasanya turut menghadirkan melodi atau iringan musik yang sesuai dengan karakter daerahnya.

Sebagai contoh misalnya syair lagu jawa yang memiliki iringan musik yang mendayu-dayu dan halus seperti karakter dari kebanyakan orang jawa. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa seni musik tradisional itu benar – benar memberikan nuansa kedaerahan.

 

2. Dapat Dipelajari Secara Lisan

Berdasarkan pengertiannya, musik tradisional merupakan musik yang diwariskan secara turun temurun, oleh karena itu proses pembelajarannya pun terbatas secara lisan. Bagaimana prosesnya? Nah, ketika generasi sebelumnya ingin mewariskan suatu seni musik tradisional kepada generasi penerusnya, maka yang mereka lakukan yaitu dengan mengajarkan para generasi muda secara langsung dari mulut ke mulut atau secara lisan.

Begitu pula ketika generasi mudah harus mewariskan kembali kepada generasi mendatang yang dilakukan yaitu dengan pembelajaran secara lisan. Demikian seterusnya sampai akhirnya warisan turun temurun berupa seni musik itu dikenal sebagai ciri khas masyarakat daerah tersebut.

 

3. Melibatkan Alat Musik Daerah

Umumnya, permainan musik dalam lagu – lagu daerah di Indonesia dibawakan atau dimainkan dengan menggunakan alat-alat musik khas atau tradisional daerah tersebut. Misalnya, seperti pagelaran musik sunda dimana penyanyinya membawakan lagu-lagu sunda tentu saja akan diiringi oleh alat musik khas sunda seperti karinding, degung dan sebagainya. Begitu pula dengan musik jawa yang akan di iringi oleh gamelan, gong, kenong dan yang lainnya.

 

4. Tidak Mempunyai Notasi

Untuk ciri yang satu ini sangat relevan dengan ciri nomor dua, dimana pembelajaran secara lisan membuat para pelakunya tidak mempunyai catatan apapun sehingga tidak ada notasi yang tertulis dalam kertas, partitur atau semacamnya. Bagaimana? Hebat bukan? Nah, itulah orang – orang jaman dahulu yang tetap mampu mempertahankan kesenian tradisional mereka tanpa adanya catatan yang sebenarnya lebih menunjang suatu pembelajaran.

Namun sisi buruknya, ketika suatu saat nanti suatu generasi tidak mampu mengajarkan atau mempertahankan kesenian tradisional mereka, maka dapat dipastikan hal yang telah dipertahankan dari masa ke masa itu akan punah. Maka dari itu, mulai kita benahi informasi – informasi mengenai sejarah terutama seni musik tradisional sehingga kelak siapapun generasinya dapat ikut melestarikannya.

 

5. Sebagai Bagian dari Budaya Masyarakat

Musik tradisional benar – benar merupakan penggambaran dari kebudayaan atau karakteristik suatu daerah. Hal tersebut membuat siapa saja yang mendengarkan musik tradisional bisa menebak dari mana asal daerah musik tradisional tersebut. Sebagai contoh ketika kita mendengar lantunan musik ‘Bubuy Bulan” maka secara langsung kita bisa mengenali bahwa musik tersebut berasal dari tanah sunda, sebab dilantunkan dengan bahasa sunda dan juga memiliki ciri khas sunda yang sangat kental. Berbeda dengan musik modern dimana asal daerah nya terkadang tidak jelas.

 

6. Permainannya Tidak Terpesialisasi

Sistem yang dikembangkan dalam proses belajar instrumen musik tradisional pada umumnya bersifat generalisasi. Dimana pemain musik tradisional belajar untuk bisa memainkan setiap isntrumen yang ada dalam suatu jenis musik daerah. Sebagai contoh, seorang yang mempunyai keterampilan selain memainkan karinding tapi juga bisa memainkan degung.

Mereka biasanya akan belajar memainkan instrumen dimulai dari yang paling mudah sampai yang paling rumit. Sehingga, pemain musik daerah yang sudah mahir memiliki kemampuan dalam memainkan semua instrumen musik tersebut.

 

7. Bersifat Informal

Perlu kamu ketahui bahwa musik tradisional sangat lazim digunakan sebagai suatu bentuk ekspresi atau hiburan masyarakat, sehingga musik ini banyak digunakan dalam kegiatan rakyat biasa dimana bersifat lebih sederhana dan informal atau santai. Akan tetapi, saat digunakan di kalangan istana jenis musik ini akan menjadi lebih kompleks atau formal.

 

 

Fungsi Musik Tradisional

Nah, setelah kamu mengetahui apa pengertian musik tradisional dan ciri – ciri yang dimiliki musik tradisional, maka kamu juga perlu mengetahui apa saja fungsi dari musik tradisional itu sendiri. Nah, agar kamu dapat memahaminya, yuk langsung saja simak pembahasannya berikut ini.

1. Sebagai Sarana Hiburan

Pada dasarnya seni musik itu memang berfungsi sebagai sarana hiburan, sama halnya dengan seni musik tradisional yang juga berfungsi sebagai sarana hiburan atau mengiringi perasaan bahagia. Selain itu, musik juga dapat digunakan untuk mengalihkan fikiran dari rutinitas sehari-hari bagi para penduduk ditempat musik tradisional itu berasal. Karena biasanya di setiap daerah masyarakat secara rutin mengadakan pertunjukan musik daerah yang mereka miliki sehingga mereka bisa terlepas dari kegiatan atau rutinitas sehari-hari untuk beberapa saat.

 

2. Sebagai Sarana Pengembangan Diri

Fungsi selanjutnya dari musik tradisional adalah sebagai sarana pengembangan diri. Nah,  rasanya tidak mungkin bukan jika semua orang yang terlibat dalam proses kreatif pembuatan atau pertunjukan musik tradisional tidak mendapatkan hal ini? Selain menambah ketrampilan, orang – orang yang bergelut dalam dunia ini juga biasanya memiliki karakter yang kental akan budaya daerahnya, dan menjadikan karakter-karakter atau ciri khas orang di daerah itu tidak hilang atau termakan globalisasi.

 

3.  Sebagai Alat Komunikasi

Sebenarnya, hampir semua musik baik tradisional ataupun modern merupakan salah satu media komunikasi antara pencipta musik dengan pendengarnya. Nah, orang yang menciptakan lagu pada umumnya selalu berusaha mengkomunikasikan apa yang dia rasakan atau menyampaikan suatu keadaan kepada para pendengar musiknya.

Namun lebih sederhana dari itu, ternyata di beberapa negara terdapat musik atau beberapa nada yang digabungkan secara unik sebagai suatu pertanda. Misalnya, seperti suara atau bunyi dari lonceng, di Indonesia apabila dibunyikan di sekolah maka itu artinya waktu istirahat.

 

4.  Sebagai Sarana Adat Budaya

Tidak sedikit dari seni musik tradisional di Indonesia ataupun di luar negeri yang memanfaatkan seni musik tradisional mereka untuk suatu ritual adat budaya. Sebut saja salah satu suku di Papua yang yang selalu menampilkan musik tradisional mereka secara lengkap dengan tariannya  pada saat penyambutan tamu kehormatan.

 

5.  Sebagai Musik Pengiring Tarian

Rasanya setiap tarian pasti memiliki musik tertentu sebagai pengiringnya. Tarian tersebut juga dilakukan dengan gerakan – gerakan yang didasarkan pada ketukan-ketukan musik yang menggambarkan suatu makna atau arti tertentu.

 

6. Sebagai Sarana Ekonomi

Fungsi yang terakhir dari musik tradisional yaitu sebagai sarana ekonomi. Hal ini dikarenakan pada beberapa daerah di Indonesia dan luar negeri banyak orang atau pemain musik tradisional yang menjadikan permainan musik mereka sebagai suatu usaha mata pencaharian.

Ada yang mengelolanya secara besar sehingga banyak menyerap tenaga kerja, namun ada pula yang melakukannya secara personal atau terbatas dengan sebuah kelompok  kecil. Nantinya, mereka akan memperoleh bayaran dari pihak yang meminta mereka membawakan pertunjukan tersebut, seperti dalam acara – acara kedaerahan, pernikahan dan sebagainya.

 

 

Contoh Musik Tradisional

Hampir setiap negara di dunia tentu memiliki musik tradisionalnya masing – masing . Adapun beberapa negara yang memiliki musik tradisional antara lain seperti :

1. Musik Tradisional Indonesia

  • Gambang Kromong
  • Madya dan Santi Swara
  • Gong Luang
  • Krumpyung
  • Huda
  • Goong Rentang,
  • Laras
  • Karang Dodou dan lain – lain

2.  Musik Tradisional Jepang

  • Heike Biwa
  • Biwa
  • Biwa Hoshi
  • Moso

3.  Musik Tradisional Spanyol

  • Salsa
  • Cha Cha Cha
  • Tango
  • Reggaeton
  • Brukdown
  • Bachata
  • Samba

4.  Musik Tradisional Korea

  • Arirang
  • Nongak
  • Pansori
  • Minyo
  • Samul Nori, dan lain-lain

 

Demikianlah pembahasan di artikel kali ini mengenai Pengertian Musik Tradisional, Ciri-Ciri, Fungsi dan Contohnya yang telah kami jelaskan secara ringkas. Dan perlu kami ingatkan, bahwa kita sebagai generasi muda harus menghidupkan kembali dan melestarikan hal – hal yang tradisional, hal ini dilakukan supaya tidak hilang ciri khas dari suatu daerah dan tidak tergeser oleh hal baru yang belum tentu baik untuk generasi saat ini.

Nah, mungkin itu saja yang bisa kami sampaikan, semoga informasi kali ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kamu.