Hasif Priyambudi Penyuka pemrograman dan nonton film, apapun suka asal positif dan bisa bermanfaat

Revolusi Perancis: Sejarah, Penyebab, Dampak, Kronologi, Latar Belakang

15 min read

revolusi perancis

Revolusi Perancis – Revolusi Perancis adalah suatu peristiwa yang memiliki pengaruh besar terhadap studi ilmu pengetahuan hubungan internasional, hal tersebutlah yang menyebabkan revolusi Perancis merupakan sebuah tragedi yang sangat penting di dunia terutama di bidang sejarah dunia.

Pada pertengahan tahun 1700an hingga sampai ke awal tahun 1800, terjadinya revolusi Perancis menyebabkan perubahan sejarah yang terjadi pada Perancis hingga menjadi seperti sampai saat ini termasuk penggunaan dari sistem pemerintahan Monarki absolut yang pada saat itu beritanya tersebar hingga ke seluruh penjuru Eropa.

Karena terjadinya sebuah krisis keuangan, menyebabkan para rakyat menjadi sangat muak dengan sistem pemerintahan monarki absolut yang mana seorang pemimpin yang merupakan seorang raja adalah pemegang dan juga penggerak kekuasaan yang tertinggi.

Baca Juga: Perang Salib.

Hal tersebut menyebabkan para rakyat Perancis melakukan beberapa hal yang menyebabkan perubahan terhadap Perancis pada kala itu dalam kurun waktu 3 tahun.

Dampak yang dirasakan akibat terjadinya revolusi Perancis juga tidak hanya dirasakan oleh Perancis saja, akan tetapi negara-negara yang terdapat di Eropa juga terkena dampaknya, salah satunya adalah negara-negara yang ada di Eropa menjadi sangat rentan untuk terkena efek domino.

 

Sejarah Revolusi Perancis

sebelum reformasi perancis

Pada saat raja Louis XVI belum naik tahta di pemerintahan perancis, atmosfer sosial yang dirasakan di Perancis pada saat itu juga sudah mulai memanas.

Hal tersebut karena rakyat Pernacis mulai sadar akan kemiringan yang terjadi pada sistem pemerintahan monarki absolut yang menyebabkan terjadinya krisis keuangan di Perancis yang menyebabkan negara tersebut hampir menagalami kebangkrutan.

Penyebab dari krisis keuangan yang terjadi di Perancis adalah karena adanya pengeluaran negara yang lebih besar ketimbang pendapat yang diperoleh oleh negara tersebut sehingga pemberontakanpun terjadi satu persatu.

Pengeluaran yang dilakukan oleh Perancis adalah karena pada saat itu Perancis ikut terlibat di dalam perang tujuh dan juga perang revolusi Amerika.

Di tambah lagi terjadinya kegagalan yang dilakukan oleh Turgot yang merupakan menteri keuangan pada masa pemerintahan raja Louis XVI dalam melakukan pengelolaan keuangan negara dalam rangka membebaskan Perancis dari kisi keuangan yang terjadi pada saat itu. Dengan kegagalan tersebut membuat Turgot dipecat pada bulan Mei 1776.

Setelah satu tahun kemudian setelah terjadinya pemecatan terhadap Turgot, Jacques Necker yang merupakan orang berkebangsaan asing mengisi jabatan tersebut sebagai seorang bendahara yang tidak resmi, hal tersebut dikarenakan ia merupakan seorang Protestan.

Jacques Necker menyadari banyak sekali ketidak adilan yang terjadi di dalam sistem pajak yang lebih cenderung bersifat regresif. Selain itu Jacques Necker juga mendapatkan beberapa bukti di lapangan secara langsung bahwa para bangsawan dan juga para pendeta mendapatkan banyak sekali keringanan dan juga pengecualian terutama di dalam hal pembayaran pajak.

Sedangkan di sisi lain rakyat miskin malah dikenai pajak yang lebih tinggi dari para bangsawan dan juga para pendeta. Hal tersebutlah yang kemudian menyebabkan terjadinya pertentangan sosial secara internal. Dan juga para rakyat miskin yang tidak dapat membayar pajak yang begitu tinggi juga menyebabkan timbulnya sebuah pertentangan.

Dengan adanya bukti yang ia peroleh dari lapangan tersebut, Jacques Necker mengusulkan agar ketidak adilan tersebut untuk dimusnahkan. Beserta dengan hak istimewa yang diberikan kepada para pendata dan juga para pendeta dalam hal pajak juga untuk dihapuskan.

Akan tetapi hal yang Jacques Necker usulkan mendapat banyak pertentangan, terutang dari para penjabat perancis. Dan hal tersebutlah yang menyebabkan posisi dari Jacques Necker terus menurun dan juga menyebabkannya ia turun dari jabatannya itu.

Perancis kemudian menunjuk bendahara baru yang bernama Charles Axandre de Clonne. Akan tetapi pada saat menjalankan jabatannya ia juga mendapatkan banyak sekali pertentangan yang dilakukan oleh para penjabat Perancis.

Dan untuk pertama kalinya raja Louis XVI memanggil Etats-Generaux pada tahun 1789 yang mana hal tersebut terakhir kali dilakukan pada tahun 1614.

Etats Generaux sendiri terbagi menjadi 3 golongan, golongan tersebut terdiri dari pendeta yang menduduki Etat pertama, kaum bangsawan yang menduduki etat kedua, dan yang menduduki etat ketiga adalah rakyat.

Namun etats ketiga berisikan para rakyat miskin yang pada saat itu sedang bersitegang dengan etat pertama yakni pendeta.

Akan tetapi negosiasi yang dilakukan oleh para etats tidak berhasil dan menyebabkan Etats Generaux dianggap mengalami kegagalan. Padahal dalam hal yang satu ini telah diputuskan bahwa raja akan bertindak sebagai penengah.

 

Penyebab Revolusi Perancis

penyebab reformasi perancis

Penyebab utama terjadinya revolusi Perancis adalah karena adanya kebencian yang dirasakan oleh para rakyat terhadap sistem pemerintahan yang digunakan pada waktu itu.

Adapun pendapat dari seorang Marxis yang merupakan sejarawan mengatakan bahwa terjadinya revolusi Perancis disebabkan karena terjadinya konflik di antara para bangsawan dengan para rakyatnya.

Konflik yang terjadi di antara bangsawan dengan rakyat sendiri dikarenakan ketidak adilan dari bangsawan terhadap para rakyatnya. Hal tersebutpun menyebabkan sebauh kebencian para rakyat terhadap pemerintahan yang mana lebih merangkul kaum bangsawan dan juga pendeta dalam menjalankan praktek sosialnya.

Selain itu, bentuk dan juga sistem perekonomian yang timpang di negara tersebut juga menyebabkan krisis keuangan yang terjadi menjadi semakin parah.

Krisis keuangan yang terjadi jaga memiliki beberapa pendorong lain, salah satunya adalah kemampuan para rakyat yang tidak mampu untuk membayar pajak yang begitu tinggi, yang bahkan lebih tinggi dari pajak yang harus dibayarkan oleh para pendeta dan juga bangsawan.

Di sisi lain para bangsawan dan juga pendeta malah kedapatan banyak sekali pengecualian dan jua keistimewaan yang diberikan, terutama dalam hal pajak, hasil panen yang buruk, kenaikan harga pangan, dan sistem transportasi yang tidak memadai juga merupakan hal yang menyebabkan para rakyat menjadi semakin benci terhadap pemerintahan.

Keadaan buruk yang dihadapi Perancis pada adat itu juga di tandai dengan terjadinya kebangkrutan pemerintahan, karena besarnya hutan negara yang terlalu besar yang disebabkan oleh keterlibatan Perancis di dalam beberapa peperangan.

Hilangnya jajahan Perancis yang berada di Amerika utara disebabkan oleh perang tujuh tahun yang terjadi di antara Inggris dengan Perancis yang pada saat itu merupakan kekuatan militer utama dunia.

Selain itu Angkatan Laut yang dimiliki oleh Perancis juga mengalami kehancuran, meskipun pada akhirnya militer Perancis dapat membangun kembali dan kemudian memenangkan peperangan Revolusi Amerika.

Meskipun demikian, Perancis masih mengalami kehancuran karena mahalnya biaya yang diperlukan untuk melakukan peperangan, sedangkan peperangan yang dilakukan oleh Perancis tersebut tidak memiliki keuntungan yang nyata bagai negara tersebut.

Hal tersebutlah yang menyebabkan terjadinya krisis keuangan negara yang semakin parah sehingga sang raja pun sudah tidak dapat menanganinya lagi. Hingga untuk pertama kalinya setelah sekian abad sang raja memanggil Majelis Bangsawan pada tahun 1787.

Dikarenakan adanya kondisi perekonomian yang sangatlah parah, menyebabkan jumlah kriminalitas dan juga pengangguran ikut meningkat. Dengan adanya krisis keuangan yang dirasakan oleh para rakyat pada saat itu, keluarga kerajaan malah hidup dengan nyaman dan juga mewah di Varsailles.

Kesan keluarga kerajaan yang terlihat seakan tidak persil dengan keadaan sosial yang sedang terjadi pada rakyatnya membuat krisis yang terjadi menjadi semakin memburuk. Sehingga menyebabkan sang raja Louis XVI melakukan usaha untuk mengurai pengeluaran yang dilakukan oleh pemerintah.

Akan tetapi hal baik yang raja Louis XVI mendapatkan pertentangan dari parlemen reformasi yang menyebabkan usaha tersebut menjadi gagal. Bahkan karena sang raja melakukan hal tersebut, ia sampai hendak digulingkan dari kedudukannya.

Banyak sekali usaha yang dilakukan oleh berbagai pihak yang menentang kebijakan yang dilakukan oleh raja Louis XVI untuk menjatuhkan dirinya dari kekuasaannya.

Selain itu informasi palsu yang beredar jua karena adanya penyebaran pamflet yang dilebih-lebihkan dalam melakukan kritik terhadap pemerintah juga membuat opini publik dalam melawan sistem pemerintahan monarki raja Louis XVI menjadi semakin kuat.

Tidak hanya itu, penyebab terjadinya Perancis juga disebabkan karena adanya kebencian yang dirasakan terhadap pemerintah yang semakin besar seiring dengan adanya perkembangan cita-cita pencerahan.

Pengaruh dari kebencian yang dirasakan oleh rakyat dalam kebijakan publik dan juga lembaga-lembaga jua bersumber dari sebuah gereja katolik yang ada di sana. Hal tersebut karena terjadinya sebuah penyimpangan terhadap kebebasan untuk beragama, beset dengan kebencian terhadap para pendeta yang berada di pedesaan miskin terhadap uskup aristokrat yang korup.

Dan juga keinginan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial, ekonomi, politik dan rerpublikalisme yang tinggi. Lalu kebencian rakyat terhadap ratu Marie Antoinette yang dianggap sebagai seorang mata mata Austria. Serta pemecatan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap Jacques yang di anggap sebagai wakil rakyat di kerajaan juga berpengaruh terhadap kebencian masyarakat terhadap pemerintahan pada saat itu.

 

Kronologi Revolusi Perancis + Proses

proses revormasi perancis

Berikut ini adalah penjelasan kronologi revolusi perancis dan prosesnya, untuk menambah pengetahuan sebagai berikut.

Seperti yang sudah kita nahas di atas, bahwa yang latar belakang revolusi Perancis dikarenakan perilaku dari pemerintah yang memegang kekuasaan secara penuh, dan kemudian rajalah yang dituntut untuk menyelesaikan maslah tersebut.

Raja pada saat itu juga sampai harus memanggil dewan perwakilan rakyat atau yang disebut dengan nama Etats Generaux untuk melakukan negosiasi agar menemukan titik temu.

Akan tetapi hal tersebut sia-sia, karena negosiasi tersebut hanya menghasilkan perdebatan dan juga pertentangan terhadap hak suara. Dimana golongan ketiga berkehendak setip wakil hanya mempunyai satu suara, akan tetapi golongan kesatu dan kedua menghendakinya.

Hal tersebut dikarenakan proporsi di antara jumlah anggota kelompok Etats Generaux terdiri dari golongan kesatu yang terdiri dari 300 orang, golongan kedua terdiri dari 300 orang, dan golongan ketiga terdiri dari 600 orang.

Jadi bisa dikatakan bahwa golongan kesatu dan kedua menghendaki kemenangan suara. Karena memang dari golongan yang ketiga sendiri memiliki suara yang sangat sedikit.

Dan di sisi lain, jika kehendak dari golongan ketiga yang akan menang, maka kedudukan dari golongan kesatu dan golongan kedua akan terancam, hal tersebut juga dikarenakan terdapat anggota yang pro terhadap rakyatnya.

Setelah persidangan tersebut dilakukan pada tanggal 17 Juni 1989 mengalami berbagai macam halangan sehingga salah satu anggota dari Etats Generaux yang berasal dari golongan ketiga mengadakan kembali sidang tersendiri.

Hasil yang diperoleh dari persidangan tersendiri yang dilakukan oleh golongan ketiga mendapatkan dukungan dari beberapa orang yang merupakan sebagian kecil anggota kesatu dan juga kedua.

Majelis Nasional juga disebutkan di dalam persidangan ini, yang mana memiliki tujuan yang sama dalam melakukan perjuangan Agra dapat terbentuk sebuah konstitusi yang tertulis terhadap negara Perancis.

Dengan adanya perkumpulan tersebut, tentunya membuat sang raja berusaha untuk membubarkan organisasi tersebut yang pada saat itu dipimpin oleh Jean Bailly atas dukungan dari Comtede Mirabeau.

Selain dilakukan dengan cara sebuah perundingan, pembubaran terhadap organisasi ini juga dilakukan dengan cara kekerasan. Dengan kekerasan yang raja lakukan membuat para rakyatnya menjadi semakin marah. dan dengan terjadilah sebuah huru-hara yang terjadi pada tanggal 14 Juli 1789, yang pada saat itu para rakyat menyerbu dan kemudian meruntuhkan kerajaan Bastile.

Pada saat terjadinya pemberontakan tersebut, raja Louis XVI melarikan diri keluar negeri. Dan dengan melarikan dirinya raja Louis XVI keluar negeri, membuat rakyat Perancis memiliki sebuah peluang emas untuk mendirikan sebuah pememerintahan baru yang bersifat demokratis.

Sehingga pada tahun 1791, Dewan Perancang Undang-Undang yang terdiri dari partai Feullant dan juga petai Jacobin membentuk sebuah Konstitusi Perancis. Dan tidak hanya itu saja, partai Ferllant dan partai Jacobin lebih pro kepada sebuah pemerintahan yang berbentuk republik. Yang beranggotakan dari kaum Montangue dan Geronde yang pada saat itu dipimpin oleh tiga sekawan, yakni Robespiere, Danton, dan Marat.

Hingga pada akhirnya sang raja Louis XVI beserta dengan istrinya dijatuhi hukuman mati dengan cara di pancung pada tanggal 22 Januari 1793 oleh Quillotine. Setelah kematian dari raja Louis XVI beserta istrinya karena hukuman pancung, Perancis mengalami beberapa jenis pemerintahan seperti.

 

1. Pemerintahan Monarki Konstitusional Tahun 1789 – 1793

Puncak dari revolusi Perancis yang pada tanggal 14 Juli 1789 menyebabkan huru-hara. Langkah awal yang dilakukan untuk mengambil pemerintahan revolusi Perancis pada saat itu adalah dengan membentuk sebuah Pasukan Keamanan Nasional yang dipimpin langsung oleh Jenderal Lafayette.

Dengan kekuasaan yang dimilikinya tersebut, ,ia membentuk sebuah Majelis Konstituante yang ber fungsi untuk menghapus semua hak-hak istimewa yang diberikan kepada raja, pemimpin gereja atau pendeta dan juga para bangsawan.

Dan kemudian lahirlah sebuah semboyan baru yang berasal dari para rakyat dan kemudian dikumandangkan oleh J.J Rousseau, yakni “Liberte, Egalite, dan Fraternite”.

Dewan Undang-Undang yang terdiri dari partai Feullant dan mereka pro terhadap pemerintahan raja absolut. Dan sedangkan partai Jacobin ingin membentuk negara Perancis menjadi sebuah negara yang berbentuk republik. Namun akibat matinya sang raja akibat dijatuhi hukuman mati, menyebabkan Perancis menjadi sebuah negara dengan bentuk pemerintahan republik.

 

2. Konferensi Nasional atau Pemerintahan Teror, Tahun 1793 – 1794

Setelah menggunakan sistem pemerintahan republik, kemudian negara Perancis menggunakan sebuah sistem pemerintah teror. Akan tetapi untuk saat ini sistem pemerintahan tersebut lebih cenderung bersifat radial, keras, dan juga tegas, akan tetapi hal tersebut bertujuan untuk menyelamatkan negara.

Dan bagi orang-orang yang kontra terhadap revolusi yang terjadi maka akan di cap sebagai musuh oleh negara Perancis. Kejadian tersebut terjadi pada saat Perancis berada di bawah kepemimpinan Robespierre yang merupakan salah seorang yang berasal dari kelompok Montagne.

Hal tersebutlah yang menyebabkan sistem pemerintahan yang satu ini hanya dapat bertahan hingga satu tahun saja, meskipun hanya sebentar akan tetapi korban dari sistem pemerintahan ini sudah memakan korban hingga 2.500 orang Perancis karena di eksekusi mati. Begitu pula dengan Marie Antoinette yang merupakan permaisuri sari raja Louis XVI.

 

3. Pemerintahan Direktorat atau Direktori, Tahun 1795 – 1799

Seperti halnya dengan nama yang digunakan, pada masa pemerintahan Direktori, pemerintahan dipimpin langsung oleh direktur terbaik yang ada di Perancis dan mereka terdiri dari lima orang warga yang terbaik di negaranya.

Dan setiap direktur akan diberikan sebuah wewenang untuk melakukan pengaturan terhadap masalah politik, keragaman, ekonomi, dan juga pertahanan. Pemilihan terhadap direktori ini tidak dilakukan dengan cara yang demokratis, hal tersebut karena suatu hak pilih hanya diberikan kepada orang dewa yang telah membayarkan pajaknya saja.

Maka dari itulah mengapa para penduduk miskin tidak dapat berpartisipasi dalam melakukan pemilihan terhadap para direktur karena mereka tidak membayar pajak dan secara otomatis mereka juga tidak akan memiliki hak suara.

Hal tersebut tentunya membuat para rakyat menjadi tidak percaya, terlebih Ali terjadi korupsi yang dilakukan oleh para direktur terpilih yang menyebabkan pemerintahan nasional Perancis menjadi rusak.

 

4. Pemerintahan Konsulat, Tahun 1779 – 1804

Dalam sistem pemerintahan konsulat, terbagi menjadi 3 buah bagian, antara lain adalah Napoleon menjadi Konsulat I, Cambaseres menjadi Konsulat II, dan Lebrun menjadi Konsulat III.

Akan tetapi pada saat sistem pemerintahan yang satu ini sedang berjalan, Napoleon dapat memerintah dan juga memimpin negaranya sendiri. Sehingga pada saat itu kepemimpinan dari konsulat I yakni Napoleon meraih sebuah puncak kejam negara Perancis.

 

5. Masa Pemerintahan Kaisar, Tahun 1804 – 1815

Dalam keberhasilan yang diraih oleh Napoleon pada saat memimpin negaranya, sistem pemerintahannyapun diubah menjadi kekaisaran yang bersifat absolut. Akan tetapi hal sistem pemerintahan tersebut tidak sesuai dan juga di benci oleh para rakyatnya.

Akan tetapi, karena Napoleon memiliki tujuan untuk mengubah kembali kekuasaan raja dengan menggunakan sebuah sistem yang telah berjalan secara turun-temurun dan kemudian menguasai seluruh daratan Eropa.

Keinginan tersebut ditandai dengan Napoleon yang pada saat itu masih sebagai pemimpin negara memilih saudara-saudaranya untuk mengisi jabatan sebagai wakil negara di tempat-tempat yang telah ia taklukkan. Pemerintahan tersebut kemudian di berinama dengan pemerintahan Napotisme.

Berakhirnya sistem pemerintahan kaisarpun berakhir setelah terjadinya penangkapan terhadap Napoleon pada tahun 1814 yang pada saat itu ia kalah dengan negara-negara koalisi dan kemudian Napoleon diasingkan di pulau Elba.

Tapi, berkat kecerdikan yang ia miliki, Napoleon dapat kabur dari pulau Elba, tempat dimana ia diasingkan. Setelah berhasil kabur dari tempat pengasingannya itu, iapun memimpin kembali pasukan Perancis dan kemudian ia mengkomandokan pasukannya tersebut untuk melakukan perlawanan terhadap pasukan tentara koalisi odalan jangka waktu 100 hari.

Meskipun begitu, karena ketidak seimbangan yang terjadi di antara kekuatan meliter yang miliki, pada akhirnya Napoleon kalah dalam pertempuran pada saat ada di Waterloo ada tahun 1915.

Dan akibat kekalahannya itu, ia kembali dibuang ke sebuah pulau terpencil yang berada di Pasifik bagian selatan, St. Helena. Pada tahun 1921 Napoleon menghembuskan nafas terakhirnya di sana.

 

6. Pemerintahan Reaksioner

Setelah kekalahan yang dialami oleh Napoleon dan juga penangkapannya pada tahun 1815 oleh negara koalisi dan kemudian membuangnya ke pulau terpencil.

Kemudian pemerintahan Perancis diubah kembali yang tadinya menggunakan sistem pemerintahan kekaisaran menjadi sistem pemerintahan Reaksioner, yang pada saat itu para rakyat memberikan kekuasaannya kepada keturunan dari Raja Louis XVIII. Keturunan dari Raja Louis XVIII yang diberikan kekuasaan sebagai pemimpin Perancis menjabat dari tahun 1815 – 1824.

Dan kemudian raja yang berkuasa selanjutnya adalah Raja Charles X pada Hun 1824-1840 dan juga Raja Philippe pada tahun 1830-1848.

 

Dampak Revolusi Perancis

dampak reformasi

Terjadinya revolusi di Perancis memberikan dampak yang sangat besar, tidak hanya bagi Perancis akan tetapi dampak tersebut juga dirasakan oleh negara-negara lain. Ada Bedagai bidang kehidupan yang juga terkena imbas dari revolusi Perancis seperti di bidang sosial, bidang politik, dan tentunya bidang ekonomi.

Hingga semangat, jiwa, dan juga nilai-nilai yang telah tertanam di dalam diri masyarakat menciptakan sebuah sebuah semboyan “Liberte, Egalite, dan Fraternite” yang memiliki arti “kebebasan, persamaan, dan persaudaraan”.

Berikut ini adalah beberapa dampak dari revolusi Perancis terhadap berbagai bidang sebagai berikut.

 

1. Bidang Politik

Adapun beberapa dampak yang diperoleh di bidang politik akibat terjadinya revolusi Perancis, seperti berikut ini.

  • Munculnya paham demokrasi modern yang lebih nyata dari sebelumnya.
  • Sikap nasionalisme yang lebih berkembang.
  • Menggunakan sebuah sistem pemerintahan yang baru dalam dunia pemerintahan, yakni menggunakan sistem pemerintahan republik.
  • Menjadikan undang-undang sebagai pemilik kekuasaan tertinggi dan dapat digunakan sebagai pengawas terhadap kekuasaan eksekutif.
  • Menciptakan ide-ide baru, salah satunya adalah melakukan aksi-aksi revolusioner yang di dalamnya berisikan penentangan terhadap kekuasaan absolute.

 

2. Bidang Ekonomi

Ada juga beberapa dampak yang ikut dirasakan pada biang ekonomi akibat terjadinya revolusi Perancis, seperti berikut ini:

  • Adanya hak lebih yang diberikan kepada petani dalam masalah kepemilikan tanah dan juga lahan pertanian.
  • Penghapusan Sistem Feodalisme beserta dengan penguasaan tanah.
  • Terjadinya industrialisasi.
  • Penghapusan Gilda atau perkumpulan pengusaha yang mana di dalamnya berisikan orang-orang yang melakukan monopoli dan mereka mendapatkan perlindungan dari pemerintah.
  • Hal tersebut di hapuskan karena tidak sesuai dan juga bertentangan dengan suasana liberalisme.

 

3. Bidang Sosial

Berikut ini adalah beberapa dampak yang yang didapatkan di bidang sosial karena terjadinya revolusi Perancis.

  • Penghapusan monopoli pendidikan yang dilakukan oleh para kaum bangsawan, sehingga menyebabkan terjadinya pemerataan pendidikan sehingga sehingga setiap golongan masyarakat akan mendapatkan pendidikan yang sama karena Feodalisme telah dihapuskan.
  • Terbentuknya tatanan sosial yang baru.
  • Terbentuknya kode Napoleon yang merupakan hasil dari usaha yang dilakukan oleh Napoleon dalam melakukan penyeragaman terhadap hukum yang ada di Perancis. Tak hanya di Perancis, kode Napoleon juga digunakan di berbagai negara hukum seperti Belanda, Jepang, dan juga Republik Turki pada masa kepemimpinan Mustafa Kemal Artaruk juga menggunakan kode yang satu.

 

Semboyan Revolusi Perancis

Karena dipicu revolusi perancis, maka munculah semboyan revolusi perancis yang berbunyi.

Liberté, égalité, fraternité (bahasa Prancis untuk “Kebebasan, keadilan, persaudaraan”) adalah moto resmi dari Republik Prancis dan Republik Haiti. Frasa ini lahir selama Revolusi Prancis, tetapi tak berhasil menjadi slogan resmi dari slogan yang lain

 

Materi Revolusi Perancis PDF

Agar dapat memahami lengkap tentang revolusi perancis, kalian bisa download materinya dibawah ini. Adapun revolusi Perancis PDF sebagai berikut.

Download: [Revolusi Perancis PDF] – [Revolusi Perancis PPT]

 

Jadi itulah sedikit penjelasan sejarah penyebab, proses, dan juga dampak dari terjadinya revolusi yang dilakukan oleh negara Perancis. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan dan juga wawasan kamu tentang sejarah terjadinya dan juga dampak yang disebabkan dari revolusi Perancis.

Hasif Priyambudi Penyuka pemrograman dan nonton film, apapun suka asal positif dan bisa bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight