Categories
Sejarah

Gerakan Non Blok

Pada awal kemerdekaan, negara Indonesia disebagi negara lain karena politik luar negerinya. Presiden soekarno menolak Indonesia untuk mengekor 2 (dua) negara adidaya saat itu, yakni Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Negara Indonesia memilih untuk berdiri bersama dengan negara – negara bekas koloni barat lainnya dalam Gerakan Non-Blok. Apakah kalian tahu apa gerakan non blok itu? berikut ini adalah sejarah singkat terbentuknya Gerakan Non-Blok, simak dengan baik.

Sejarah Terbentuknya Gerakan Non-Blok

Sejarah Gerakan Non Blok

Setelah berhasil merdeka dan meraih pengakuan dunia, negara Indonesia menggelar Konferensi Asia Pasifi (KAA). Konferensi Asia Pasifik di gelar di Bandung bulan April tahun 1955 dan dihadiri 29 pemimpin dari Asia dan Afrika.

Konferensi itu membahas mengenai masalah yang dihadapi negara – negara bekas koloni Barat yang baru saja berkembang.

Dalam KAA juga disepakati prinsip dasar hubungan internasional yang dikenal dengan sebutan Dasasila Bandung. Namun dengan adanya KAA saja belum cukup, karena ada negara berkembang yang baru saja merdeka, yakni Yugoslavia yang berada di luar Asia dan Afrika.

Maka setelah melaksanakan KAA di Bandung, pada tahun 1956 ada pula Deklarasi Brijuni yang digelar di Pulau Brijuni, Yugoslavia. Deklarasi itu ditandatangani Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, dan perdana Menteri India Jawaharlal Nehru.

Jawaharlal Nehru dan para pemimpin negara tidak ingin ikut campur dalam pertarungan politik AS dengan Uni Soviet. Usai perang Dunia ke II, Amerika Serikat dan Uni Soviet terlibat dalam Perang Dingin.

Perang Dingin adalah ketegangan politik yang terjadi antara Barat (Amerika Serikat serta Sekutu NATO) dengan Uni Soviet dan para negara satelitnya.

Antara kedua pihak tersebut berebut ideologi. AS dengan demokrasinya melawan Unisoviet dan Komunismenya. Yang jadi sasaran negara tersebut, adalah negara – negara berkembang yang baru merdeka, seperti India, dan Indonesia.

Kondisi tersebut membuat Jawaharlal dan pemimpin dunia lainnya menginisiasi gerakan Non-Blok. Gerakan Non-Blok terbentuk lewat konferensi Beograd yang digelar pada tahun 1961.

Sebanyak 25 negara yang ikut serta yakni Afganistan, Algeria, Yaman, Kamboja, Myanmar, dan Sri Lanka. Lalu Kongo, Mesir, Cyprus, Kuba, Ghana, Guinea, dan Ethiopia.Kemudian Irak, India, Indonesia, Mali, Maroko, Arab Saudi, Nepal, Somalia, Sudan, Tunisia, Suriah, Yugoslovia, dan Lebanon.

5 (Kima) tokoh penting yang jadi penggagas yaitu Presiden Yugoslovia, PM India Jawaharlal Nehru, Presiden Indonesia Soekarno, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, dan PM sekaligus Presiden Ghana Kwame Nkrumah.

Baca Juga : Sejarah Perang Badar Lengkap

Tujuan Gerakan Non-Blok

Tujuan Gerakan Non Blok

Setiap organisasi pasti didirikan dengan tujuan bersama yang menjadikannya bergerak dengan tujuan tersebut secara konsisten. Sama halnya dengan organisasi GNB, organisasi ini juga memiliki tujuan yang jelas dan harus dicapai dengan teteap berpegangan pada asas GNB yang sudah disampaikan sebelumnya.

Ada beberapa tujuan yang dimiliki oleh Gerakan Non-Blok yang berkaitan dengan perdamaian dunia ini. Secara umum tujuan dari berdirinya GNB tercantum di dalam Deklarasi Hawana (1979), antara lain.

1. Menjaga Perdamaian Dunia

Tujuan utama dari adanya GNB adalah menjaga perdamaian dunia. Perang dingin menyebabkan kedua blok berusaha untuk terus memperluas wilayah pengaruh ideologinya.

Akibatnya, perdamaian dunia terusuk, banyak cara yang digunakan oleh blok timur dan blok barat untuk menanamkan ideologinya, baik dengan cara terang – terangan atau pun secara sembunyi – sembunyi, seperti mengirimkan mata – mata.

Dengan adanya GNB, diharapkan negara yang terkena pengaruh dari kedua blok bisa diminimalkan sehingga pihak yang ikut serta dalam perang tidak bertambah banyak serta perdamaian dunia bisa terjaga.

Kenyatannya ada begitu banyak negara yang bergabung dengan organisasi ini, sehingga bisa dikatakan jika GNB sudah mencapai tujuannya dan terus berupaya untuk menjaga perdamaian dunia sehingga organisasi ini terus melakukan kegiatannya dalam rangka mencapai serta menjaga tujuan tersebut.

2. Menjamin Kemerdekaan dan Kedaulatan Serta Kesatuan Wilayah Negara Anggota

Tujuan kedua dari GNB adalah menjamin kemerdekaan, kedaulatan, dan kesatuan wilayah dari negara anggota. Ada berbagai program yang dilakukan dalam rangka menjamin ketiga hal tersebut, contohnya saja kerja sama internasional di bidang militer seperti mengadakan pelatihan bersama untuk mempertahankan wilayah perairannya.

Dengan adanya tujuan tersebut, maka di antara negara- negara angogta yang satu dengan angota lain tidak diperkenankan untuk saling menyerang, karena hal tersebut bisa mengganggu pelaksanaan kedaulatan rakyat serta kemerdekaan negara yang terkait.

Di sisi lain, hal tersebut juga bisa memecah kesatuan wilayah dari negara anggota yang diserang, tujuan tersebut pernah terlanggar dengan adanya pertempuran di antara negara India dan Pakistan.

Saat itu banyak anggota Gerakan Non Blok berusaha untuk mendamaikan kedua kubu tersebut, hal tersebut menyebabkan pasang surut dalam organisasi GNB. Namun seiring konflik tersebut mulai mendingin, kegiatan dari Gerakan Non Blok untuk mencapai tujuannya semakin jelas.

3. Menentang Segala Bentuk Penjajahan

Penjajahan yang dimaksud disini adalah seperti kolonialisme, imperialisme, rasisme, apartheid, neo-kolonialisme, dan setiap bentuk penyerangan atau pun agresi militer, dominasi negara asing, pendudukan, dan intercensi negara lain kepada urusan dalam negeri. Semua hal tersebut harus ditentang supaya perdamaian bisa tercipta.

Contohnya seperti pengelaman penjajahan yang sudah dirasakan sendiri oleh negara Indonesia selama lebih dari 350 tahun sudah mengajarkan kita jika penjajahan adalah kejahatan kemanusiaan yang buruk serta memangkas segala SDA dan SDM yang ada di negara terjajah.

Selain itu ada trauma mendalam yang dialami negara terjajah, sehingga pembangunan negara setelah merdeka menjadi lebih lama.

Maka dari itu, penjajahan harus ditentang supaua tidak terjadi lagi di dunia ini. Organisasi GNB sangat menentang segala bentuk penjajahan, mengingat jika anggota dari gerakan ini adalah negara yang pernah dijajah oleh negara lainnya.

4. Menentang Keamanan Negara Anggota

Tujuan yang satu ini sangat penting karena keamanan adalah salah satu hal yang harus senantiasa dijaga supaya setiap warga negara bisa menjalankan kehidupannya dengan tenang serta nyaman.

Tanoa keamanan, tentu bisa sulit bagi negara untuk melaksanakan segala bentuk aktivitas kesehariannya. Ketika rakyat sulit untuk beraktivitas, maka negara juga mendapatkan akibatnya seperti kurangnya prestasi dan inovasi yang bisa memicu kemajuan dari negara tersebut.

Maka dari itu, menjaga keamanan negara adalah hal yang penting untuk dilakukan serta dijamin oleh GNB.

5. Menentang Segala Bentuk Blok Politik

Dalam artiannya setiap negara anggota tidak memihak ke salah satu blok yang melakukan perang dingin sehingga bisa dampak perang samakin besar serta perdamaian dunia bisa senantiasa terjaga.

Adanya blok politik ini tidak mendapatkan keuntungan sama sekali bagi negara – negara anggota karena jika kondisi masing – masing negara juga berbeda dengan negara blok timur dan blok barat.

Ada perbedaan ideologi yang mungkin tidak cocok dan juga dengan negara yang baru merdeka itu tidak ingin lagi terlibat dengan perang supaya bisa membangun negaranya dengan sangat baik.

Baca Juga : Perang Dunia I

Fungsi Gerakan Non-Blok

Sejarah Gerakan Non Blok

Setelah mengetahui tujuan GNB bagi perdamaian dunia, tentunya kita semakin menyadari jika keberadaan organisasi GNB adalah hal yang diperlukan serta penting bagi perdamaian dunia.

Tanpa gerakan GNB, bukan tidak mungkin jika perang dingin akan terus berlanjut hingga saat ini dan mungkin bisa bertambah parah menjadi perdang dunia ketiga.

Saat ini sudah 3 (tiga) tahun semenjak GNB mengadakan Konferensi Tingkat Tingginya yang terakhir, semoga selanjutnya KTT akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan baik lainnnya dari GNB. Berikut ini adalah beberapa fungsi Gerakan Non-Blok, antara lain.

1. Penjaga Perdamaian Dunia

Fungsi ini bisa dikatakan adalah fungi paling utama dari organisasi ini. Keberadaan GNB menjadi penghalang bagi efek perang dingin supaya tidak semakin bertambah parah, hal tersebut sangat membantu bagi terjaganya perdamaian dunia.

Fungsi ini dipertahankan sampai saat ini karena berhubungan erat dengan tujuan diadakannnya GNB. Segala upaya dilakukan oleh organisasi ini untuk menjaga perdamaian dunia, contohnya saja seperti mengadakan kerja sama  internasional untuk memperkuat integritas teritori negara anggota.

Setidaknya ada 120 negara anggota dan 17 negara peninjai dalam GNB. Jumlah tersebut mewakili 55% penduduk bumi yant tidak menginginkan adanya peperangan antar negara, jumlah tersebut cukup besar untuk mempunyai pengaruh terhadap perdamaian dunia sehingga memungkinkan organisasi ini untuk menjaga perdamaian dunia.

2. Mediator Kerja Sama Internasional yang Setara

Artinya tidak ada negara yang derajatnya lebih tinggi atau pun lebih rendah dari negara yang lainnya. Maka dari itu, kerja sama internasional yang diadakan di antara negara anggota GNB bisa berlangsung secara setara.

Tidak ada negara yang saling merugikan satu sama lain saat melakukan kerja sama internasional, baik yang berupa bilateral atau ppun multiteral. Segala kerja sama itu dilakukan di berbagai bidang, contohnya saja dalam bidang politik, budaya, sosial, ekonomi, pertahanan, keamanan, dan dalam berbagai bidang yang lainnya.

Adanya kerja sama internasional ini bisa memperbaiki iklim Hubungan Internasional sehingga hal tersebut juga turut mewujudkan perdamaian Internasional. Maka dari itu, GNB mempunyai pengaruh yang sangat luar biasa bagi perkembangan hubungan internasional di dunia, sehingga gerakan ini sangat penting untuk dilanjutkan.

Baca Juga : Perang Dunia II

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai Gerakan Non-Blok. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita, dan semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam mengerjakan tugas. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.

Categories
Sejarah

Sejarah

Sejarah – Secara menyeluruh sejarah memang harus dimengerti serta perlu diketahui, hal itu bertujuan untuk dapat memahami asal mula pengetahuan yang mendasar secara umum maupun khusus.

Sejarah merupakan cerita awal atau asal mula terjadinya sesuatu. Oleh karena itu diperlukannya kita untuk dapat mengetahui asal mula dari suatu kejadian.

Jadi apakah kamu sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan arti sejarah itu sendiri? Pembahasan kali ini akan dijelaskan pengertian sejarah, definisi menurut para ahli yang akan dijelaskan di bawah ini sebagai berikut:

Pengertian Sejarah

Ada banyak sekali pengertian sejarah secara umum. Pengertian sejarah adalah suatu peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau dan kita dapat mengetahuinya berdasarkan peninggalan-peninggalan yang pada saat itu ditinggalkan.

Sejarah juga bisa diartikan sebagai cabang ilmu yang berguna untuk melakukan sebuah kajian secara sistematis tentang keseluruhan proses perkembangan serta perubahan kehidupan pada manusia yang terjadi saat masa lampau.

Dalam bahasa Indonesia sendiri sejarah memiliki tiga makna yaitu: Sejarah adalah silsilah atau asal usul, Sejarah adalah suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lalu atau masa lampau, dan sejarah adalah ilmu pengetahuan serta juga cerita.

Aspek Dalam Sejarah

Dalam sejarah sendiri terdapat aspek-aspek yang saling melengkapi dan berkaitan serta berhubungan dengan sejarah. Terdapat 3 aspek dalam sejarah yang melengkapi antara aspek yang satu dengan aspek yang lainnya. Di bawah ini merupakan penjelasan aspek aspek dalam sejarah sebagai berikut:

1. Masa lalu

Masa lalu yang dijelaskan pada aspek dalam sejarah adalah suatu deskripsi atau gambaran mengenai kebudayaan beserta kehidupan yang telah terjadi pada masa lampau (telah lalu).

Tentunya sebelum kita tau mengenai suatu cerita yang terjadi pada saat ini, sangat diperlukannya untuk kita tau asal usul atau awal mula dari cerita tersebut terjadi supaya kita lebih banyak pengetahuan serta pemahaman mengenai suatu cerita yang dibahas.

Masa lalu ini sangat berpengaruh bagi generasi selanjutnya untuk dapat mengetahui serta memahami hubungan sebab akibat yang terjadi antara peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lainnya.

2. Masa Kini

Aspek selanjutnya yang terdapat dalam sejarah yaitu masa kini. Masa ini adalah masa terpenting pada kehidupan manusia dikarenakan inilah manusia bisa mengetahui masa lampau atau masa lalu dan kita juga dapat menentukan masa depan.

Masa kini dapat diartikan sebagai masa di mana saat ini kehidupan manusia yang sedang dijalankan serta dapat juga bisa dibilang sebagai masa terbaru.

Aspek dalam sejarah masa kini dapat dibilang sangat berpengaruh pada cerita masa lampau atau sejarah. Karena pada masa kini manusia menggunakan sumber pemahaman untuk menjalankan kehidupan yang berasal dari masa lalu atau masa lampau.

3. Masa Depan

Masa depan merupakan masa yang akan dijalani oleh manusia ke depannya atau yang akan datang. Masa depan adalah aspek dalam sejarah yang dapat dipengaruhi oleh masa lalu, dan juga masa kini.

Masa depan tidak dapat diketahui dan sulit untuk diperkirakan oleh manusia dikarenakan masa depan belum terjadi. Masa kini yang dijalani oleh manusia sangat menentukan masa depan yang akan mereka jalani pada masa selanjutnya. Sehingga masa masa lalu dan juga masa kini sangat menentukan terjadinya suatu kejadian di masa depan.

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

Beberapa ahli memberikan penjelasan mengenai pengertian dari sejarah dengan pendapatnya masing-masing yang satu sama lain.

Namun pada intinya pengertian yang mereka jelaskan mengandung makna yang sama dengan pengertian sejarah pada umumnya.

Pengertian yang dijelaskan oleh para ahli dapat dijadikan sebagai referensi dan juga pengetahuan yang lebih luas mengenai sejarah bagi kamu dapat lebih memahami mengenai arti dari sejarah, di bawah ini merupakan pengertian sejarah menurut para ahli sebagai berikut:

1. Muhammad Yamin

Pengertian sejarah menurut para ahli yang pertama dikemukakan oleh Muhammad Yamin. Muhammad Yamin mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian sejarah sebagai ilmu pengetahuan yang di tata atau disusun menurut hasil dari penelitian yang terjadi pada beberapa kejadian pada masa lalu atau masa lampau serta dapat untuk dibuktikan secara nyata dikarenakan terdapat suatu bukti yang aktual.

2.  Mohammad Hatta

Pengertian sejarah menurut para ahli yang selanjutnya dikemukakan oleh Mohammad Hatta. Mohammad Hatta mengungkapkan arti sejarah adalah suatu wujud mengenai masa lalu. Pengertian yang dikemukakan oleh Muhammad Hatta pada umumnya memiliki makna yang sama dengan pengertian sejarah secara umum.

Sejarah bukan hanya melahirkan suatu kriteria berdasarkan peristiwa yang terjadi pada masa lampau namun sejarah juga melahirkan suatu pemahaman berbagai perubahan kehidupan manusia yang kemungkinan hal tersebut juga berisi suatu masalah atau problematika sehingga dapat dijadikan sebagai suatu pembelajaran untuk manusia di masa kedepannya.

3. Nugroho Notosusanto

Pengertian sejarah menurut Nugroho Susanto adalah berbagai kejadian yang terjadi pada masa lampau  yang terdapat sangkut pautnya dengan manusia sebagai makhluk sosial.

Sejarah juga dapat diartikan sebagai suatu kisah yang menceritakan suatu peristiwa terjadi pada masa lalu dan juga kisah tersebut ditata serta disusun dalam bentuk kronologi berdasarkan peninggalan-peninggalan dan bukti-bukti yang ditinggalkan pada peristiwa tersebut.

4. Aristoteles

Menurut definisi yang dijelaskan berdasarkan pemikiran Aristoteles Sejarah adalah suatu sistem yang mengidentifikasikan suatu kejadian dalam bentuk kronologi mulai dari awal mula terjadinya suatu peristiwa.

Kemudian Aristoteles juga mengemukakan pengertian mengenai sejarah yaitu suatu kejadian yang telah terjadi pada masa lalu serta kejadian tersebut memiliki bukti nyata dan juga bukti-bukti secara aktual berupa record atau catatan serta masih banyak bukti lainnya.

5. Benedetto Croce

Menurut pengertian berdasarkan dari pemikiran yang diungkapkan oleh Benedetto Croce, Sejarah adalah suatu kreasi yang berasal dari manusia dengan segala aspek kehidupan baik itu praktikal maupun teoritikal yang dikemas dalam bentuk suatu rekaman.

Lalu kreasi yang berupa spiritual akan lahir pada pikiran dan juga hati manusia budayawan, orang yang jenius, serta orang yang mempunyai pemikiran untuk mengedepankan tindakan dan pemburu agama.

Pengertian yang dijelaskan oleh Benedetto Croce memang agak sedikit berbeda dari pengertian sejarah menurut para ahli yang lainnya, karena tentunya para ahli memiliki pemikiran serta pendapatnya masing-masing yang dapat mereka kemukakan.

Namun pengertian dari benedetto croce dapat juga menjadi suatu referensi bagi kita mengenai pengertian dari sejarah,  untuk dapat menambah ilmu.

6. J. V. Bryce

Kemudian salah satu pendapat dari para ahli yang lainnya dikemukakan oleh J. V. Bryce, pengertian sejarah menurut JV price adalah segala sesuatu yang dilakukan serta juga dipikirkan oleh manusia pada masa lalu serta hal tersebut dituangkan dalam bentuk catatan.

Catatan tersebutlah yang berisikan suatu cerita pada masa lalu untuk dapat dibaca dan dipahami pada masa kini.

7. John Tosh

Lalu ada John Tosh yang mengemukakan pemikirannya mengenai pengertian dari sejarah, menurut John Tosh sejarah adalah suatu memori atau Ingatan yang bersifat kolektif serta berisi sumber-sumber pengalaman yang didapatkan dengan mengembangkan rasa identitas sosial dari manusia beserta prospek dan juga tujuan an-an manusia itu raih di masa yang akan datang.

8. E. H. Carr

Pengertian sejarah menurut para ahli yang terakhir dijelaskan oleh E. H. Carr, menurut E. H. Carr pengertian sejarah itu sendiri adalah suatu dialog atau suatu perbincangan yang terjadi pada masa lampau dan masa sekarang yang dan juga tidak pernah selesai, suatu proses yang berhubungan pasti selalu berkesinambungan antara sejarawan beserta bukti bukti yang nyata atau konkret yang dimilikinya.

Berdasarkan pengertian sejarah menurut para ahli di atas hal penting yang harus dimiliki oleh sejarah adalah bukti nyata untuk menguatkan adanya sejarah tersebut.

Seperti pengertian yang didefinisikan oleh Muhammad Yamin bahwa sumber sejarah merupakan segala benda-benda hasil kebudayaan manusia pada masa lalu atau masa lampau au serta benda tersebut dapat dijadikan sebagai bukti dari adanya suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau atau dapat dikatakan sebagai sejarah.

Sedangkan pengertian yang dijelaskan oleh Muhammad Ali bahwa sejarah merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk melakukan suatu penyelidikan sejarah yang terjadi mulai dari zaman purba hingga saat ini, hal tersebut baik dalam bentuk nyata maupun tidak berwujud secara nyata.

Baca Juga: Sejarah Perang Diponegoro.

Sumber Sumber Sejarah

Adanya sejarah tentunya dapat dibuktikan berdasarkan adanya bukti-bukti nyata yang konkret bahwa suatu peristiwa telah terjadi pada masa lampau dan hal itu dapat dikatakan dengan sejarah. Nah terdapat sumber-sumber sejarah yang berguna untuk memperkuat terjadinya suatu peristiwa pada masa lampau antara lain sebagai berikut:

1. Sumber Benda

Sumber benda ini dijadikan suatu bukti mengenai adanya suatu peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau atau sejarah.

Sumber benda merupakan suatu bukti sejarah yang berasal kan dari kebudayaan manusia pada masa lampau sumber benda tersebut dapat berupa artefak Atau benda-benda lainnya. Sumber benda yang bisa dijadikan sebagai bukti adanya sejarah dapat berupa kapak, patung, Candi, prasasti, perhiasan, dan masih banyak lagi.

2. Sumber Tulisan

Sumber tulisan merupakan suatu bukti sejarah yang berasal dari tulisan pada masa lampau. Bukti dari sumber tulisan tersebut dapat memperkuat suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau.

Sumber tulisan sejarah pada masa lampau contohnya antara lain babad, surat kabar, dokumen, naskah, rekaman serta dapat juga bukti lainnya dengan berbagai jenis tulisan.

3. Sumber Lisan

Sumber sejarah yang memperkuat adanya suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau selanjutnya yaitu sumber lisan.

Yang dimaksud dengan sumber lisan sendiri adalah suatu sumber sejarah yang berasal dari saksi sejarah atau pelaku dari suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau atau sejarah serta terlibat secara langsung pada suatu kejadian tersebut.

Misalnya ada keterangan tentang peristiwa sejarah ah Pada pertempuran lima hari di Semarang yang dapat kita peroleh dari salah satu tokoh pejuang yang terlibat langsung dalam pertempuran lima hari di Semarang tersebut.

Baca Juga :Perkembangan Islam di Indonesia

Sumber sejarah juga bisa dibedakan menjadi tiga macam berdasarkan urutan penyampaiannya. Sumber sejarah dibedakan antara lain sebagai berikut:

1. Sumber Primer

Sumber primer adalah sumber sejarah yang berasal dari peninggalan asli pada peristiwa yang terjadi pada masa lampau tahu sejarah. Sumber primer dapat berubah bukti seperti piagam, Candi, prasasti, dan masih banyak lagi.

2.  Sumber Sekunder

Sumber sekunder adalah sumber sejarah yang berasal dari sumber primer Yaitu dapat berupa tiruan dari suatu benda sejarah atau sumber pustaka yang berasal dari para ahli dan berguna untuk memberikan penjelasan mengenai sejarah tentang suatu peradaban.

Contoh dari sumber sekunder antara lain dapat berupa apa laporan penelitian, kitab-kitab dan yang lainnya.

3.  Sumber Terrsier

Sumber tersier adalah sumber sejarah yang didapatkan dari gabungan antara sumber primer dan juga sumber sekunder serta dapat berupa segala macam buku sejarah yang disusun menurut laporan dari berbagai macam penelitian yang dilakukan oleh para ahli dengan tidak melakukan penyelidikan secara langsung.

Ruang Lingkup Sejarah

Sejarah sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan, sejarah sendiri dapat memiliki ruang lingkup sebagai batasan kita agar dapat untuk memahami makna dari sejarah itu sendiri.

Dengan mengacu pada berbagai pengertian sejarah yang telah dijelaskan di atas maka kita dapat menyimpulkan bahwa terdapat ruang lingkup sejarah yang meliputi 3 batasan antara lain yaitu:

1. Konsep Sejarah

Pengertian dari konsep sejarah yaitu merupakan suatu gambaran yang bersifat abstrak serta diperoleh berdasarkan adanya kajian kajian yang dikembangkan melalui kemampuan berpikir secara logis. Konsep sejarah terbagi menjadi beberapa kelompok yaitu sebagai berikut:

  • Sejarah sebagai suatu seni

Yang di maksud dari konsep sejarah sebagai suatu seni adalah menuliskan suatu peristiwa sejarah diperlukan adanya suatu intuisi, gaya bahasa, emosi serta juga diperlukannya imajinasi yang tinggi untuk menuliskan suatu peristiwa sejarah.

  • Sejarah sebagai kisah

Konsep sejarah sebagai kisah sendiri merupakan pengertian bahwa sejarah merupakan sebuah cerita narasi yang berisikan berbagai peristiwa atau kejadian pada masa lampau berdasarkan dari ingatan, kesan atau juga tafsiran manusia yang terjadi pada masa lampau.

  • Sejarah sebagai peristiwa

Konsep sejarah sebagai peristiwa bisa diartikan sebagai suatu kajian yang berisi suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi pada masa lampau dan hal tersebut dapat untuk dapat dibuktikan serta juga bersifat nyata.

  • Sejarah sebagai ilmu

Konsep sejarah sebagai ilmu memiliki pengertian bahwa mempelajari suatu peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau dapat dengan cara melakukan suatu kajian, penelitian, atau dapat juga dengan dilakukannya penyelidikan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan suatu peristiwa pada masa lampau.

2. Unsur Unsur Sejarah

Sejarah atau peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau juga memiliki berbagai unsur penting yang terdapat di dalamnya, yang perlu juga untuk kita ketahui supaya dapat menambah wawasan bagi kita tentang sejarah. Unsur-unsur tersebut akan dijelaskan di bawah ini antara lain:

  • Waktu

Unsur sejarah yang pertama berkaitan dengan waktu, aku tuh disini berguna untuk menandakan kapan terjadinya nya suatu peristiwa sejarah yang berhubungan dengan kronologi terjadinya peristiwa. Dengan adanya waktu kita dapat menentukan suatu peristiwa itu terjadi kapan dan bisa untuk disebut sebagai sejarah.

  • Ruang

Ruang sebagai unsur sejarah sangat penting tentang berlangsungnya suatu peristiwa pada masa lampau. Ruang sendiri berguna sebagai tempat yang menjadi bukti nyata bahwa suatu peristiwa di masa lampau telah terjadi. Serta berguna untuk menunjukkan tempat terjadinya suatu peristiwa.

  • Manusia

Manusia adalah peran yang terlibat langsung dalam peristiwa sejarah. Hal tersebut juga berkaitan dengan unsur-unsur sejarah. Yang artinya manusia merupakan unsur terpenting terjadinya suatu peristiwa terjadi pada masa lampau, karena setiap suatu kejadian akan selalu melibatkan peran manusia.

Baca Juga : Sejarah PKI

3. Hubungan Sejarah Dengan Ilmu

Pada dasarnya sejarah sangat berkaitan erat dengan ilmu pengetahuan serta juga pemahaman, namun di antara hal tersebut terdapat persamaan dan juga perbedaan yang mencolok.

Karena sejarah sendiri tidak mudah untuk dipahami tanpa kita harus memahami terlebih dahulu cerita yang berhubungan dengan sejarah yang kita baca atau kita ketahui.

persamaan sejarah dengan ilmu ya itu dapat dikatakan bahwa keduanya sama-sama menggunakan suatu kajian teori yang membutuhkan penelitian, pengamatan dan juga penyerapan ataupun dapat berdasarkan pengalaman.

Sedangkan perbedaan antara sejarah dengan ilmu pengetahuan adalah bahwa apabila ilmu pengetahuan terikat oleh tempat, waktu, dan juga kekhusukan tertentu. Sedangkan sejarah sendiri terikat langsung oleh tempat, waktu. sehingga terjadi adanya perbedaan antara ilmu pengetahuan dan juga sejarah.

Itulah penjelasan mengenai pengertian sejarah secara umum, penjelasan atau pengertian sejarah menurut para ahli,  sumber sejarah, ruang lingkup sejarah.

Semoga dapat menambah wawasan kamu mengenai suatu peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau hal itu dapat dikatakan sebagai sejarah. Suatu peristiwa dapat dikatakan sebagai sejarah apabila memiliki bukti-bukti yang nyata yang dapat menguatkan bahwa hal tersebut telah terjadi.

Categories
Sejarah

Zaman Megalitikum

Zaman memang semakin hari semakin berkembang dan maju seiring globalisasi, namun meskipun kita telah berada pada zaman modern seperti sekarang ini kita patut mempelajari bagaimana sejarah dan proses hingga para manusia sampai pada zaman modern ini.

Salah satu zaman yang dilewati oleh manusia untuk sampai ke zaman modern ini adalah zaman megalitikum. Mungkin kalian sudah pernah mendengarnya pada saat pelajaran IPS di sekolah.

Nah untuk memperdalam pengetahuan kalian mengenai zaman megalitikum ini simak uraian dibawah.

Pengertian Zaman Megalitikum

pengertian zaman megalitikum

Zaman megalitikum adalah zaman batu besar pengertian ini berasal dari kata mega berarti besar dan lithos berarti batu. Pada zaman ini manusia telah dapat memanfaatkan batu dengan baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari karena hal tersebut zaman itu dimanakan zaman megalitikum.

Zaman megalitikum ini merupakan perkembangan dari zaman neolitikum dan zaman perunggu, yang telah mengenal kepercayaan namun masih hanya batas percaya terhadap nenek moyang karena pengetahuan manusia yang telah meningkat.

Sejarah Zaman Megalitikum

Menurut penuturan Von Heine Geldern diketahui kebudayaan megalitikum menyebar ke kawasan nusantara dengan dua gelombang yaitu megalitikum tua dan megalitikum muda.

Megalitikum tua menyebar sekitar tahun 2500-1500 SM tepatnya pada zaman neolitikum yang dibawa oleh proto melayu atau pendukung kebudayaan kapak persegi yang dapat dilihat dari peninggalan menhir, arca-arca statis, punden berundak-undak.

Sedangkan megalitikum muda menyebar sekitar tahun 1000-100 SM tepatnya pada zaman perunggu yang dibawa oleh deutro melayu atau pendukung kebudayaan dongson yang dapat dilihat dari peninggalan peti kubur batu, arca-arca dinamis, dolmen, waruga sarkofagus.

Hal tersebut juga didikung dengan adanya penemuan kuburan batu, batu besar zaman prasejarah, alat perunggu dan besi, manik-manik serta hal lain yang hanya ada pada zaman tersebut.

Selain itu bekas kegiatan yang dilakukan oleh manusia purba akan berbentuk halus namun terlihat kasar pada saat meratakannya apalagi jika mengerjakan sesuatu yang hanya memerlukan bentuk tertentu.

Baca Juga : Macam – Macam Manusia Purba

Ciri-Ciri Zaman Megalitikum

ciri - ciri zaman megalitikum

Zaman megalitikum memiliki beberapa ciri tersendiri yang membedakannya dengan zaman yang lain diantaranya sebagai berikut.

  • Berkembang dari zaman neolitikum dan zaman perunggu.
  • Tiap kelompok telah memiliki pemimpin atau kepala suku.
  • Telah menerapkan nilai atau norma didalamnya.
  • Telah mengenal adanya kepercayaan meskipun hanya sebatas percaya nenek moyang.
  • Telah mengetahui sistem pembagian kerja.
  • Sudah dapat memanfaatkan logam sebagai peralatan hidup.
  • Sudah dapat membuat berbagai hal dari batu besar.
  • Sudah dapat menerapkan sistem food producing atau bercocok tanam.
  • Telah menggunakan sistem hokum rimba yaitu memilih yang terkuat dari yang paling kuat.

Kepercayaan Zaman Megalitikum

kepercayaan zaman megalitikum

Manusia pada zaman megalitikum rupanya telah mulai mengenal kepercayaan hal ini tentu saja jauh sebelum adanya pengaruh masa kolonial ataupun hindu islam yang masuk ke Indonesia.

Manusia pada zaman megalitikum sudah cukup religius dengan percaya terhadap adanya kekuatan luar biasa diluar kemampuan manusia yang berasal dari sesuatu yang serba hebat dan menakutkan berbau ghaib.

Mereka menyembah roh leluhur atau nenek moyang karena menganggap roh nenek moyang tersebut melindungi mereka dari atas atau berada pada tempat tertentu pada ketinggian

Contohnya seperti di puncak bukit, di atas pohon yang tinggi dan sebagainya, dan untuk membuat roh leluhur turun maka manusia zaman megalitikum membuat suatu bangunan megalitik dari batu inti untuh untuk kemudian dibentuk atau dipahat sebagai tempat persembayangan.

Pohon besar, batu besar dan hewan besar yang akan membuat mereka takut sekaligus ngeri juga akan mereka sembah karena dianggap memiliki kekuatan ghaib. Bukan hanya itu namun fenomena alam seperti banjir, petir, topan, gunung meletus dan sebagainya juga akan dipuja oleh mereka.

Baca Juga : Manusia Purba di Indonesia

Peninggalan Zaman Megalitikum

peninggalan zaman megalitikum

Diketahui adanya zaman megalitikum tentu saja karena adanya peninggalan sejarah yang ditemukan, dibawah ini terdapat beberapa peninggalan zaman megalitikum yang terdapat di Indonesia antara lain.

1. Menhir

Menhir merupakan peninggalan zaman megalitikum yang terbuat dari batu tunggal besar memanjang yang hampir menyerupai tugu, pada zaman megalitikum menhir ini biasanya digunakan sebagai tanda peringatan arwah leluhur atau nenek moyang.

Menhir ini dapat ditemui pada daerah Rembang di Jawa Tengah, Pasemah di Sumatera Selatan, Lahat di Sulawesi Selatan dan Ngada di Flores.

2. Arca atau Patung

Arca atau patung merupakan peninggalan zaman megalitikum yang terbuat dari batu besar yang dipahat atau dibentuk binatang dan manusia sebagai perlambang nenek moyang untuk tempat pemujaan. Arca atau patung ini dapat ditemui pada daerah Pasemah di Sumatera Selatan dan Lahat di Sulawesi Selatan.

3. Kubur Batu

Kubur batu merupakan peninggalan zaman megalitikum yang terbuat dari batu sebagai peti untuk menyipan jenazah untuk selanjutnya disemayamkan. Kubur batu ini dapat ditemui pada daerah Bali, Cepu di Jawa Tengah, Wonosari di Yogyakarta, Pasemah di Sumatera Selatan dan Cirebon di Jawa Barat.

4. Dolmen

Dolmen merupakan peninggalan zaman megalitikum yang terbuat dari batu atau biasa disebut dengan meja batu sebagai tempat meletakan sesaji untuk nenek moyang sekaligus sebagai penutup sarkofagus. Dolmen ini dapat ditemui pada daerah Besuki di Jawa Timur yang dikenal sebagai pandhusa.

5. Sarkofagus

Sarkofagus merupakan peninggalan zaman megalitikum yang terbuat dari batu besar utuh yang dipahat atau dibentuk menjadi peti mati sebagai tempat untuk menyimpan jenazah. Bentuk dari sarkofagus ini mirip seperti lesung atau palung namun memiliki penutup. Sarkofagus ini dapat ditemui pada daerah Bali dan Bondowoso di Jawa Timur.

6. Punden Berundak

Punden berundak merupakan peninggalan zaman megalitikum yang terbuat dari susunan batu berteras-teras sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang.

Punden berundak ini rupanya disebut sebagai bentuk awal dari candi yang ada di Indonesia. Punden berundak dapat ditemui pada daerah Lebak Sibedug di Banten Selatan, Leles di Garut Jawa Barat dan Kuningan di Jawa Barat.

Manusia Pendukung Zaman Megalitikum

Adanya zaman megalitikum semakin dipercayai dengan adanya manusia purba yang hidup pada zaman megalitikum antara lain sebagai berikut.

1. Meganthropus paleojavanicus (manusia berukuran besar )

2. Pithecanthropus (manusia kera) terbagi menjadi tiga yaitu:

  • Pithecanthropus erectus (manusia kera yang jalannya tegap)
  • Pithecanthropus mojokertensis (manusia kera yang berasal dari Mojokerto)
  • Pithecanthropus soloensis (manusia kera yang berasal dari Solo)

Demikian sedikit informasi mengenai Zaman Megalitikum: Pengertian, Sejarah, Ciri, Kepercayaan, Peninggalan. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam artikel ini. Terimakasih.

Categories
Sejarah

Isi Tritura

Apa kalian pernah mendengar istilah tritura? tritura merupakan salah satu peristiwa bersejarah yang terjadi pada saat Indonesia telah merdeka yang mengakibatkan banyak pihak marah. Nah bagi kalian yang belum tahu mengenai peristiwa tritura ini simak penjelasannya dibawah.

Isi Tritura

isi tritura

Dalam membuat tritura terdapat beberapa isi tritura yang terbagi menjadi tiga berikut ini.

  1. Pembubaran PKI (Partai Komunis Indonesia)
  2. Perombakan Kabinet
  3. Penurunan harga atau perbaikan ekonomi.

Isi pertama dan kedua sebelumnya telah diserukan oleh KAP-Gestapu (Kesatuan Aksi Pengganyangan Gerakan 30 September). Dan isi ketiga baru diserukan pada saat peristiwa tersebut terjadi karena dianggap penting demi orang banyak.

Latar Belakang Tritura

latar belakang tritura

Pada saat hebohnya demonstrasi menuntut pembubaran PKI semakin keras pemerintah justru tidak mengambil tindakan apapun.

Padahal keadaan negara Indonesia pada saat itu sudah sangat parah, baik dari segi ekonomi maupun politik. Dimana harga-harga naik sangat tinggi terlebih BBM (Bahan bakar minyak). S

ehingga KAMI dan KAPPI mengambil tindakan untuk memelopori kesatuan aksi yang tergabung dalam Front Pancasila pada tanggal 12 Januari 1966 mendatangi DPR-GR untuk menuntut Tritura.

21 Februari 1966 Presiden Sokarno mengumunkan resuffle kabinet yang didalamnya juga diduduki oleh para simpatisan PKI, hal tersebut membuat para mahasiswa mengetahuinya dan meningkatkan aksi demonstrasi.

Keadaan politik dan keamanan negara menjadi kacau, bukan hanya itu namun keadaan perekonomian juga ikut memburuk karena terjadi inflasi hingga 600% dan upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah dengan menaikkannya membuat masyarakat tidak setuju.

Pada tanggal 24 Februari 1966 para mahasiswa tersebuk menolak dan memboikot pelantikan para menteri baru, insiden tersebut terjadi dengan Resimen Tjakrabirawa,

Pasukan Pengawal Presiden Soekarno dan seorang mahasiswa bernama Arif Rahman Hakim yang meninggal akibat insiden tersebut.

Sehingga pada tanggal 25 Februari 1966 KAMI pun akhirnya dibubarkan, meskipun demikian namun gerakan-gerakan mahasiswa untuk melanjutkan Tritura ( Tri Tuntutan Rakyat) tidak berhenti begitu saja.

Banyak sekali deretan aksi demonstrasi yang menyuarakan Tritura ini hingga pada akhirnya Presiden Soekarno mengeluarkan surat perintah Supersemar pada tanggal 11 Maret 1966 untuk memulihkan kondisi kemanan dan ketertiban melalui Letnan Jendral Soeharto selaku Panglima Angkatan Darat pada saat itu.

Kemudian Letnan Jenderal Soeharto diangkat menjadi presiden dengan adanya peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G 30 S PKI. Hal tersebut merupakan titik berakhirnya kekuasaan Presiden Soekarno dan hilangnya kekuatan politik PKI dari politik Indonesia yang telah menyulut kemarahan rakyat.

Baca Juga : Sejarah PKI

Tujuan Tritura

Adanya penuntutan terhadap Tritura ini tentu saja memiliki tujuan tritura tertentu antara lain sebagai berikut.

  • KAMI dan KAPPI menuntut agar Tritura segera direralisasikan
  • Menuntut kewibawaan, kepemimpinan, atau kebijakan Presiden
  • Mempertimbangkan Nekolim dan proyek British Malaysia
  • Membuat Ir. Soekarno selaku presiden pada saat itu mengeluarkan perintah harian untuk waspada terhadap segala bentuk pemberontakan.

Tokoh Tritura

Karena merupakan salah satu peristiwa bersejarah besar dalam aksi Tritura ini terdapat beberapa tokoh didalamnya antara lain sebagai berikut.

1. Chaerul Saleh

Chaerul Saleh merupakan salah satu pejuang dan pemuda yang menculik Soekarno dan Hatta dalam peristiwa Rengasdengklok serta salah satu tokoh politik Indonesia yang pernah menjabat sebagai menteri, wakil perdana menteri, dan ketua MPRS pada tahun 1957 hingga 1966 yang meninggal sebagai tahanan pada tahun 1967.

2. D.N. Aidit

D.N. Aidit merupakan ketua PKI yang meninggal karena dibunuh pada tahun 1965.

3. Lettu Doel Arif

Lettu Doel Arif merupakan tokoh utama dalam penculikan para jenderal Angkatan Darat yang diduga akan membentuk Dewan Jenderal dengan PKI dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang tokohnya hilang dan tidak ditemukan.

4. Lukman Njoto

Lukman Njoto merupakan menteri negara pada masa pemerintahan Soekarno dan juga wakil Ketua CC PKI serta sangat dekat dengan D.N. Aidit yang ditangkap pada tahun 1966 namun kemudian hilang dan tidak ditemukan.

5. Ibnu Parna

Ibnu Parna merupakan salah seorang politisi fraksi PKI, pemimpin Partai Acoma, dan juga aktivis buruh yang akhirnya meninggal karena dibunuh.

6. Muhammad Arief

Muhammad Arief merupakan seorang pencipta lagu terkenal yaitu lagu Genjer-genjer yang meninggal akibat dibunuh.

7. M.H. Lukman

M.H. Lukman merupakan wakil ketua CC PKI yang meninggal karena dihukum mati pada tahun 1965.

8. Ir. Sakirman

Ir. Sakirman merupakan petinggi politbiro CC PKI sekaligus kakak kandung dari Siswondo Parman yang merupakan salah seorang korban diculik yang diduga meninggal dalam peristiwa G30S karena tidak dapat ditemukan.

Baca Juga : Pahlawan Revolusi Indonesia

9. Brigjen Soepardjo

Brigjen Soepardjo merupakan komandan TNI divisi Kalimantan Barat yang berperan penting dalam peristiwa Gerakan 30 September namun harus meninggal karena dihukum mati.

10. Sudisman

Sudisman merupakan salah seorang anggota Politbiro CC PKI yang meninggal akibat dihukum mati.

11. Syam Kamaruzzaman

Syam Kamaruzzaman merupakan tokoh utama dalam G30S karena merupakan orang nomor satu dalam politbiro PKI yang bertugas membina simpatisan PKI dari kalangan TNI dan PNS yang meninggal akibat dijatuhi hukuman mati pada tahun 1968 dan dieksekusi pada tahun 1986.

12. Letkol Untung Syamsuri

Letkol Untung Syamsuri merupakan Komandan Batalyon I Tjakrabirawa yang merupakan pemimpin Gerakan 30 September pada tahun 1965 namun harus meninggal karena dihukum mati pada tahun 1969.

13. Trubus Soedarsono

Trubus Soedarsono merupakan seorang seniman lebih tepatnya pematung dan pelukis naturalis asli Indonesia yang meninggal karena dibunuh.

14. Wikana

Wikana merupakan seorang pejuang kemerdekaan Indonesia yang berjuang bersama Chaerul Saleh dan Sukarni, ia juga merupakan pemuda yang ikut serta dalam penculikan Soekarno dan Hatta dalam Peristiwa Rengasdengklok namun hilang dan tidak ditemukan.

Dampak Tritura

dampak tritura

Terjadinya peristiwa Tritura tentu saja memberika dampak terhadap kehidupan baik dampak positif maupun dampak negatif antara lain sebagai berikut.

Dampak Positif

  • Dibubarkannya PKI (Partai Komunis Indonesia) yang meresahkan dan mengancam ideologi bangsa Indonesia
  • Dibersihkannya kabinet pemerintahan Dwikora
  • Segera direlisasikannya isi Tritura

Dampak Negatif

  • Adanya pelanggaran HAM pada masa orde baru
  • Dikecamnya aksi-aksi kabinet dan lainnya oleh para aktivis HAM

Baca Juga : Sumpah Pemuda

Aksi Tuntutan Tritura

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa KAMI dan KAPPI mempelopori aksi Front Pancasila yang mendatangi DPR-GR pada tanggal 12 Januari 1966 untuk mengajukan tuntutan, tuntutan tersebut antara lain sebagai berikut

  1. Pembubaran PKI
  2. Pembersihan kabinet dari adanya unsur-unsur G30S PKI
  3. Penurunan harga serta perbaikan ekonomi

Meskipun peristiwa Tritura ini telah terjadi bertahun-tahun lalu dan kini Indonesia telah kembali seperti semula namun peristiwa ini patut dikenang dan dipelajari sebagai catatan sejarah perjalanan Indonesia untuk mengetahui bagaimana kerasnya masyarakat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan NKRI.

Untuk itu kita sebagai generasi muda dapat melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan ikut menjaga kedamaian negara serta belajar dengan tekun.

Demikian sedikit informasi mengenai Isi Tritura: Latar Belakang, Tujuan, Tokoh, Dampak. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam artikel ini. Terimakasih.

Categories
Sejarah

Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda – Tanggal 28 Oktober 2019 diperingati sebagai hari sumpah pemuda yang ke-91, Banyak makna mendalam untuk sejarah bangsa Indonesia ini dalam isi sumpah pemuda yang dilahirkan pada 28 Oktober 1928.

Nah kali ini pintarnesia akan mengupas tuntas mengenai sumpah pemuda diawali dengan pengertian terlebih dahulu, simak baik baik informasi penting dibawah ini.

Pengertian Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda adalah gerakan kemerdekaan RI atau Republik Indonesia yang dilakukan oleh para pemuda dan pemudi di Indonesia dengan menyatakan ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia.

Ikrar sumpah pemuda tersebut telah membakar semangat rakyat Indonesia khususnya para pemuda pemudi Indonesia untuk menegaskan bahwa akan terjadi kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejarah Sumpah Pemuda

Sejarah Sumpah Pemuda

Dibentuknya sumpah pemuda terjadi karena inisiatif para pemuda pemudi Indonesia untuk ikut serta bangkit bersatu melawan bangsa portugis yang pada saat itu sedang menjajah Negeri kita tercinta ini. Pada saat itu Indonesia memang sudah berjuang melawan penjajah yang datang untuk menguasai dan mencuri rempah rempah yang ada di Indonesia.

Di masa itu juga, sudah banyak pahlawan yang lahir namun masih berada di daerahnya sendiri untuk ikut memperjuangkannya. Contohnya seperti pahlawan Cut Nyak Dien yang berada di Banda Aceh, Pangeran Ponorogo di Jawa Tengah, Tuanku Imam Bonjol, dan masih banyak tokoh pahlawan lainnya.

Pada tahun 1908 mulailah muncul kehadiran Dr. Cipto Mangunkusumo, Dr. Sutomo dan EFE. Douwes Dekker yang memprakarsai atau mendukung berdirinya Budi Utomo. Tujuannya untuk memajukan pendidikan, budaya, pertanian, dan peternakan.

Organisasi itu adalah cikal bakal terjadinya pergerakan Republik Indonesia dan organisasi kepemudaan seperti Jong Ambon, Jong Minahasa, Jong Betawi, Jong Java, Sekar Rukun, dan Pemuda Timor.

Salah satu organisasi yang selalu bersemangat dan berjuang menggerakan persatuan Indonesia dan merupakan organisasi pemuda adalah perhimpunan Indonesia atau disingkat menjadi PI. Organisasi PI terdiri dari pemuda pemudi bangsa Indonesia dari berbagai macam suku yang ada di Belanda untuk menuntut ilmu.

Pada saat itu, sudah tidak ada lagi suku antar pemuda atau perbedaan kedaerahan karena mereka sudah sadar bahwa itu semua hanya akan menghambat cita cita dan keinginan mereka. Ini yang membuat latar belakang terjadinya kongres pemuda dan rumusan sumpah pemuda.

Pada tahun 1920an telah banyak pertemuan pertemuan untuk berunding mencapai kata mufakat dan persamaan visi misi namun hal itu tidak berjalan mulus dan belum juga berhasil.

Lalu terjadinya peristiwa kongres pemuda pada tanggal 15 November 1925 yang diselenggarakan untuk membentuk susunan kepanitiaan pelaksanaan kesepakatan.

Tanggal 30 Oktober 1926, semua organisasi pemuda berkumpul untuk melaksanakan rapat peristiwa kongres pemuda yang menjadi permulaan persatuan seluruh pemuda Nusantara untuk kemerdekaan Indonesia. Lalu munculah ide untuk melaksanakan kongres pemuda II oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia atau PPI.

PPI merupakan organisasi persatuan pelajar seluruh Indonesia. Kongres pemuda II ini dilakukan pada tanggal 26 hingga 28 Oktober 1928 di Jakarta dan dilakukan tiga kali rapat di tiga gedung atau tempat rapat yang berbeda.

Kongres pemuda II banyak dihadiri oleh perkumpulan pemuda, mahasiswa, hingga partai politik. Nah saat berlangsungnya kegiatan kongres pemuda II  ada peristiwa yang tidak diinginkan yaitu Polisi Belanda secara langsung dan secara terang terangan menegur pimpinan rapat kongres pemuda II agar tidak menyebut kemerdekaan Indonesia.

Bahkan ada sebagian pemuda Indonesia yang berjanji tetap menyebut kemerdekaan Indonesia namun akhirnya dipenjara dan dibawa di daerah yang terpencil yang membuat para pemuda menjadi tambah benci dengan sikap penjajah Belanda.

Pada saat itu pemuda Indonesia justru semakin bersemangat yang menggebu gebu dan kuat untuk melawan penjajah dan kolonialsime, keinginan para pemuda Indonesia agar merdeka juga semakin kuat, patut di contoh para pemuda dan pahlawan pada saat itu.

Nah setelah itu akhir dari pada kongres pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 sumpah pemuda lahir yang intisarinya dibuat oleh Mohamad Yamin dengan persetujuan seluruh peserta entah itu para pemuda, pejuang, mahasiswa, dan politik kongres.

Baca Juga : Masa Penjajahan Portugis

Tujuan Sumpah Pemuda

Sumpah pemuda tidak semata mata tanpa tujuan, sumpah pemuda dirumuskan dan dibuat berdasarkan ikrar yang dirundingkan pada kongres pemuda II, nah berikut ini adalah tujuan dari sumpah pemuda:

  1. Membangkitkan jiwa dan sikap nasionalisme para pemuda pemudi nusantara dan seluruh rakyat Indonesia untuk berani mengusir, melawan, dan menentang penjajah.
  2. Memperluas kegiatan dan usaha usaha agar tercapainya suatu kemerdekaan Indonesia.
  3. Melaksanakan cita cita untuk mengumpulkan seluruh pemuda di Indonesia.
  4. Menghilangkan rasa kedaerahan yang sering menghalangi rakyat Indonesia untuk bersatu.
  5. Membuat kokoh dan tebal rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Isi Sumpah Pemuda dan Maknanya

Isi sumpah pemuda yang lahir pada tanggal 28 Oktober 1928, simak baik baik berikut ini:

  1. Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  2. Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  3. Kami putera dan puteri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Ketiga poin sumpah pemuda tersebut, persis dengan dinding prasasti museum sumpah pemuda. Namun ejaan dan penulisan teks di dinding prasasti tertulis menggunakan ejaan Van Ophuijsen.

Baca Juga : Perang Diponegoro

Tokoh-Tokoh Sumpah Pemuda

Tokoh Sumpah Pemuda

Tanggal 28 Oktober 1928 atau lebih spesifiknya yaitu 91 tahun yang lalu putra putri Indonesia menyatakan tanah air, berbangsa, dan bahasa yang satu Indonesia.

Namun, apakah kalian tahu siapa saja orang orang atau tokoh yang ikut serta dibalik peristiwa kongres pemuda dan pembentukan ikrar sumpah pemuda tersebut? Nah kali ini kita akan membahas tokoh atau orang orang penting dalam sumpah pemuda, simak baik baik berikut ini:

1. Soenario

Soenario atau nama lengkapnya adalah Prof. Mr. Soenari Sastrowardoyo merupakan seorang penasihat panitia untuk ikut serta dalam merumuskan sumpah pemuda dan pembicaranya.

2. Djoko Marsaid

Beliau adalah aktivis yang menjadi ketua dari Jong Java, pada saat kongres pemuda II, ia bertindak menjadi atau menjabat sebagai wakil ketua kongres pemuda II.

3. W.R Supratman

Tidak hanya dikenal sebagai pengarang, wartawan, dan pencipta lagu Indonesia Raya. Beliau juga menjadi tokoh yang sangat berpengaruh dalam peristiwa sumpah pemuda.

Di dalam penutupan kongres pemuda II, ia menunjukkan sebuah lagu instrumental tanpa teks dengan alat musik biola yang menjadi lagu kemerdekaan Indonesia, yang biasa kita nyanyikan setiap pagi disekolah juga yaitu Indonesia Raya.

4. S. Mangoensarkoro

Tokoh yang nama lengkapnya adalah Sarmidi Mangoensarkoro merupakan tokoh yang juga berperan penting dalam peristiwa sumpah pemuda yang lahir pada tahun 1904. Ia juga merupakan seorang aktivis pendidikan, dimana saat kongres pemuda I dan II berjalan, beliau lebih mengutamakan tentang pendidikan untuk rakyat Indonesia.

Berkat ide ide yang dikeluarkannya pun di dalam bidang pendidikan yang kuat itu, di tahun 1949 hingga 1950 beliau dipercaya untuk menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan Indonesia.

Baca Juga : Teks Proklamasi

5. M Yamin

Beliau lahir pada tahun 1903 di Minangkabau yang terkenal karena ia adalah penyair puisi gaya modern di Indonesia. Ialah yang memberi usulan dan mendorong agar bahasa Indonesia menjadi bahasa baku, bahasa persatuan di dalam ikrar sumpah pemuda.

6. Amir Syarifuddin Harahap

Amir Syarifuddin Harahap merupakan wakil ketua dari Jong Batak Bond dan aktivis yang sangat anti Jepang, saking antinya terhadap jepang Amir pernah diancam hukuman mati pada saat itu karena Amir menyenggol Jepang saat memberikan kontribusi ide berlian saat terjadi perumusan sumpah pemuda.

7. J. Leimena

Beliau lahir pada tahun 1905 di Ambon Maluku yang merupakan seorang mahasiswa aktivis dan ketua dari organisasi pemuda Jong Ambon, J. Leimena juga adalah anggota panitia kongres pemuda II.

8, Soegondo Djojopoespito

Jarang ada yang tahu siapa sosok Soegondo Djojopoespito ini, beliau merupakan pria yang lahir pada tahun 1905. Ia adalah tokoh penting yang memimpin jalannya kegiatan kongres pemuda II di Jakarta hingga menghasilkan ikrar sumpah pemuda.

Itulah artikel mengenai pengertian sumpah pemuda, sejarah sumpah pemuda, latar belakang, tujuan, isi, dan orang atau tokoh penting yang ada pada peristiwa sumpah pemuda. Semoga bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman teman kalian, jika ada request pembahasan artikel sejarah, kritik dan saran langsung saja tulis di kolom komentar dibawah ini.

Categories
PPKN Sejarah

Teks Proklamasi

Isi Teks Proklamasi – Jika kita berbicara tentang kemerdekaan Indonesia, mungkin saat melakukan upacara akan dibacakan sebuah teks atau naskah proklamasi yang dahulu kala dibacakan oleh Soekarno. Dalam hal ini, teks proklamasi mempunyai arti yang sangat penting untuk bangsa Indonesia serta berbagai tujuan atau dasar negara ada di dalamnya.

Nah, berikut ini adalah beberapa informasi mengenai teks proklamasi secara rinci, simak dengan baik.

 

Teks Proklamasi

isi teks proklamasi

Teks proklamasi dibuat dalam keadaan mendesak dan genting, tapi hal tersebut tidak membuat teks proklamasi tidak mempunyai makna yang dalam. Hanya saja teks proklamasi disusun secara singkat, teks proklamasi disusun sebanyak 2 (dua) alinea, tapi makna yang terkandung di dalam teks ini sangat dalam. Pada Alinea yang pertama berbunyi, “Kami bangsa Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaan Indonesia”.

Makna yang terkandung dalam alinea pertama adalah kemerdekaan yang didapat oleh bangsa Indonesia sudah dinyatakan serta diumumkan untuk seluruh dunia. Hal tersebut juga memberitahukan secara resmi dan kebanggaan Indonesia mengenai kemenangan serta kemerdekaan yang dimiliki.

Pada Alinea kedua berbunyi “Hal – hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dalam tempo se singkat-singkatnya”.  Dalam hal tersebut, alinea kedua mempunyai makna yakni bagaimana pemindahan sebuah kekuasaan yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia harus dilaksanakan dengan tidak ceroboh atau hati – hati. Hal tersebut juga dilakukan supaya tidak terjadi pertumpahan dimana-mana dan mengurangi segala hal yang tidak diinginkan.

Nah, setelah ditelaah secara keseluruhan, makna dari keseluruhan teks proklamasi adalah :

  1. Dengan adanya proklamasi kemerdekaan, digunakan sebagai tanda menjadi sumber tertib hukum nasional dengan makna berakhirnya hukum kolonial yang sebelumnya menguasai Indonesia menjadi tata hukum nasional.
  2. Warga negara Indonesia mendapatkan wewenang untuk menjaga dan mempertahankan negara Indonesia.
  3. Bisa memberikan arah serta kewenangan untuk negara, dengan tujuan menjadikan masyarakat lebih sejahtera dibandingkan dengan masa penjajahan. Tapi hal tersebut juga dibantu dengan kekuasaan untuk menguasai serta mengelola sumber daya ekonomi secara mandiri.
  4. Dengan adanya proklamasi kemerdekaan, maka seluruh rakyat Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menjadi masyarakat yang lebih mandiri, cerdas, serta mempunyai nilai budaya yang tinggi untuk setiap orang.
  5. Teks proklamasi dijadikan sebagai salah satu hukum internasional, bukan lagi menjadi hukum nasional. Hal tersebut dilakukan untuk menjalin kerjasama serta hubungan secara internasional dengan negara lain.
  6. Membuktikan kebebasan dari berbagai belenggu penjajah serta membangun kehidupan baru yang lebih baik untuk masyarakat Indonesia yang sudah merdeka.
  7. Dengan di buatnya serta di bacakannya teks proklamasi kemerdekaan, maka saat itu juga berakhir secara resmi masa penjajahan yang di lakukan oleh kolonialis untuk bangsa Indonesia.

 

Sejarah Teks Proklamasi

Munculnya teks proklamasi sendiri pasti langsung mengingatkan kita dengan peristiwa Rengasdengklok. Dalam hal tersebut, Rengasdengklok sendiri merupakan salah satu tempat yang sengaja disembunyikan saat mengetahui proklamasi kemerdekaan Negara Indonesia. Di Rengasdengklok lah Di mana Soekarno dan Hatta diculik karena menjelang diadakannya peristiwa yang bersejarah tersebut, tepatnya pada tanggal 16 Agustus 1945.

Hal tersebut membuat banyak orang terkejut, terutama untuk para peserta rapat yang diadakan oleh PPKI. Hal tersebut membuat pemuda yang bernama Chaerul Saleh hilang kesabaran, sehingga menculik Soekarno bersama dengan Fatmawati, Guntur, serta Hatta untuk ikut ke Rengasdengklok. Soal tersebut yang membuat peristiwa Rengasdengklok terkenal.

Hal tersebut bukanlah hal yang mudah, karena para pemuda berusaha untuk memberikan keyakinan kepada Soekarno jika bahwa Jepang menyerah. hal tersebut juga semakin ditegaskannya dengan pernyataan bahwa para pejuang siap melawan Jepang apapun resiko yang mungkin terjadi. Dengan beberapa pertemuan antara pihak Jepang dengan Soekarno, membuatnya semakin yakin jika Jepang menyerah.

Setelah melewati proses yang cukup panjang, akhirnya teks proklamasi mulai dirumuskan. Ini secara langsung di saksikan oleh Sukarni, jurnalistik B.M Diah dan Sayuti Melik. Konsep teks proklamasi dibuat sendiri oleh Soekarno, serta beberapa pemikiran yang diberikan secara langsung oleh Ahmad Soebardjo pada kalimat pertama.

 

Perbedaan Teks Proklamasi Otentik dan Klad

Teks proklamasi lagi sendiri memiliki 2 (dua) versi, pengingat yakni otentik dan juga klad. dalam naskah teks proklamasi yang otentik mengalami beberapa perubahan yakni.

  1. Kata “wakil2 bangsa Indonesia” diubah menjadi “Atas nama bangsa Indonesia”.
  2. Dalam naskah, terdapat “tempoh”. Kata tersebut diubah menjadi “tempo” yang sudah disesuaikan dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
  3. Dalam naskah, tanggal pembacaan teks ditulis dengan, “Djakarta, 17 – 8 – ’05”. Diubah menjadi “Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05”.
  4. Kata “Hal2” yang dalam naskah sebelumnya disingkat, diubah menjadi “Hal-hal” tanpa menggunakan singkatakan supaya lebih jelas.
  5. Kata proklamasi yang ada dalam teks tersebut diganti menjadi “PROKLAMASI”. Tulisan dibuat menjadi huruf kapital.

Jika kamu masih bingung dengan teks proklamasi klad, teks ini merupakan teks Proklamasi yang ditulis tangan sendiri oleh Soekarno sebagai pencatat. Dalam hal tersebut, teks tersebut merupakan hasil karangan dari Drs. Mohammad Hatta serta Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo. Naskah yang otentik merupakan hasil ketikan dari Sayuti Melik.

Pada naskah Proklamasi yang berbentuk klad memang belum ditandatangani. Sedangkan pada naskah yang berbentuk otentik sudah ditandatangani oleh Drs. Mohammad Hatta dan Ir. Soekarno.

teks proklamasi asli

 

Perubahan dalam Teks Proklamasi

Dalam teks proklamasi sendiri banyak mengalami perubahan yang terjadi, bukan hanya hasil tulisan tapi teks proklamasi ini juga diketik oleh seorang pemuda yang bernama Sayuti Melik. Dalam hal tersebut, rumusan langsung diketik sebelum nantinya diajukan kepada anggota PPKI. Dalam naskah klad ada beberapa coretan yang merupakan hasil dari pertukaran pemikiran serta pendapat.

Banyak perubahan yang terjadi dikarenakan beberapa pemikiran tersebut. Tapi, perubahan tersebut juga dibuat oleh Sayuti Melik seperti saat tidak sengaja menemukan mesin ketik dan langsung diminta untuk mengetik naskah teks proklamasi supaya lebih rapi. Dengan ditemani oleh BM Diah, Sayuti Melik mengetik naskah Proklamasi yang diminta oleh Ir. Soekarno.

Hal tersebut juga membuat beberapa perubahan terjadi pada teks proklamasi yang dikenal hingga saat ini. Sayuti Melik mengaku jika dia berani untuk mengubah teks yang ada, karena dia pernah menjadi guru. Sayuti Melik membuat teks proklamasi tersebut menjadi ejaan yang baik dan benar. Hal tersebut membuat seluruh orang yang terlibat berterima kasih.

Pada awal ketikannya, memang teks tersebut diketik tidak rapi karena Sayuti Melik sendiri terburu-buru untuk mengetik teks proklamasi tersebut. naskah tersebut yang akhirnya dibacakan langsung oleh Soekarno untuk seluruh masyarakat Indonesia.

 

Teks Proklamasi Otentik

Naskah yang dibacakan secara langsung oleh Ir. Soekarno bukan naskah yang asli, melainkan naskah klub yang mengalami beberapa perubahan. Perubahan tersebut baik dalam pengetikan, dan juga ejaan sampai beberapa pikiran. Hasil pemikiran tersebut merupakan hasil ketikan secara langsung oleh Sayuti Melik serta mendapat beberapa perubahan.

Perubahan tersebut tentunya terjadi dikarenakan sesuatu, Hal tersebut dikarenakan Sayuti Melik lebih mengetahui ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dibandingkan Soekarno. Sehingga membuat teks proklamasi tersebut disempurnakan langsung oleh Sayuti Melik.

 

Makna Teks Proklamasi dari Aspek Hukum

Pernyataan kemerdekaan yang memang berada pada naskah teks proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945, merupakan secara langsung mengenai berbagai pernyataan yang disampaikan untuk memberitahukan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahkan untuk seluruh dunia mengenai kemerdekaan yang sudah dimiliki oleh negara Indonesia. Indonesia juga sudah bebas dari penjajahan apapun.

hal tersebut juga memberitahukan kepada seluruh dunia jika Indonesia merupakan bukan negara yang mudah untuk di ganggu atau di jajah sehingga dihalang-halangi segala aktivitas apapun yang terkait. Sehingga saat ini, proklamasi terus berada dalam jiwa Indonesia serta akan tetap terus mempertahankan apa yang sudah dimiliki negara Indonesia yaitu kemerdekaan.

Indonesia juga mengambil makna dari teks proklamasi yang ada bahwa akan terus mempertahankan negara Indonesia apapun caranya. Melihat hal tersebut, tentunya dalam naskah Proklamasi yang diperoleh Kan bisa dilihat dari beberapa segi serta sudut pandang yang ada, yakni :

  1. Dalam sudut pandang ilmu hukum, proklamasi sendiri mempunyai makna yang khusus. Dalam hal tersebut, pernyataan yang memang berisi untuk keputusan bangsa Indonesia sudah menghapus seluruh tata hukum kolonial yang sebelumnya di miliki oleh penjajah. Dalam hal ini juga tata hukum yang digunakan negara Indonesia adalah tata hukum nasional yang memang secara resmi dimiliki oleh Indonesia.
  2. Sudut pandang yang kedua adalah, dilihat dari sudut pandang politik – ideologis. Dalam hal tersebut, hal apapun dan segala yang dinyatakan dalam proklamasi memuat berbagai keputusan yang dimiliki oleh Indonesia.

Tanda tersebut juga diumumkan sebagai tanda jika Indoensai sudah lepas dari segala belenggu yang ada dari para penjajah. Indonesia juga mempunyai tujuan untuk membangun rumah yang baru, negara yang lebih merdeka, bebas, mempunyai masyarakat yang aman serta berdaulat.

 

Penyebaran Teks Proklamasi

Penyebaran berita teks proklamasi dibacakan langsung tersebar ke seluruh tanah air. Bahkan bukan hanya tanah air saja, melainkan juga proklamasi dilakukan untuk menyebarkan berita tersebut ke seluruh penjuru dunia. tentunya penyebaran tersebut dilakukan juga dengan berbagai cara supaya bisa menyebar dengan luas hingga sampai ke pelosok Indonesia dan seluruh penjuru dunia.

Penyebaran naskah tersebut juga tentunya disebabkan dengan banyak cara, contohnya saja melalui radio, koran, coretan Di dinding sehingga beberapa gambar yang sengaja dibuat di gerbong kereta atau melalui lisan dari mulut ke mulut lainnya. hal tersebut tentunya dilakukan masyarakat untuk bisa menyebarluaskan kemerdekaan yang sudah dimiliki negara Indonesia.

Bahkan cara ini bukan hanya dilakukan oleh tokoh-tokoh penting seperti anggota PPKI atau BPUPKI. melainkan setiap lapisan masyarakat atau seluruh masyarakat Indonesia dengan bangga ikut serta menyebarluaskan teks proklamasi ini Serta memberitahukan banyak orang bahwa negara Indonesia berhasil meraih kemerdekaannya. Hal tersebut tentunya disebarkan oleh banyak orang terutama para pemuda Indonesia.

penyebaran ini juga dilakukan dengan tujuan mendapatkan pengakuan yang pasti dari masyarakat sendiri serta oleh dunia internasional, jika negara Indonesia sudah merdeka dan bisa mendapatkan pengakuan. Untuk mendapatkan pengakuan sebagai negara yang sudah merdeka dari dunia internasional, ada beberapa syarat. berikut ini adalah beberapa syarat yang harus dipenuhi sehingga bisa diakui oleh dunia internasional, antara lain.

  1. Negara tersebut harus mempunyai rakyat
  2. Negara tersebut harus mempunyai wilayah
  3. Negara tersebut merupakan suatu pemerintahan yang harus berdaulat. Berdaulat disini mempunyai artian jika negara tersebut mempunyai susunan penyelenggaraan negara seperti lembaga eksekutif, yudikatif, legislatif dan lembaga – lembaga lainnya.
  4. Negara yang sudah merdeka tersebut pastinya harus mendapat pengakuan dari negara lain yang dilakukan dengan penyebaran apapun.

Dalam proses penyebaran tersebut juga diawali dengan pesan yang diberikan secara langsung oleh Drs. Muhammad Hatta kepada D.M Diah. D.M Diah sendiri merupakan pemuda yang merupakan wartawan yang hadir secara langsung dalam perumusan teks proklamasi, dia sendiri mempunyai tugas untuk memperbanyak teks Proklamasi serta menyiarkannya ke seluruh dunia.

Hal tersebut tentunya dilakukan oleh Diah guna untuk memberitahukan kepada seluruh masyarakat serta dunia, jika Indonesia sudah secara resmi terbebas dari penjajahan dan sudah merdeka. berbagai siaran radio yang diberitahukan ikut mengumumkan teks proklamasi ini sebagai tanda menyebarkan berita bahagia jika Indonesia sudah merdeka.

Bahkan saat itu banyak slogan kemerdekaan yang berlokasi di jalan, gerbong kereta, tembok yang menjelaskan bagaimana semangat pemuda dan seluruh masyarakat mengenai kemerdekaan yang dimiliki oleh negara Indonesia. Bukan hanya itu, peranan surat kabar juga menjadi salah satu perantara yang sangat sukses untuk menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia ke seluruh penjuru dunia.

 

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai teks proklamasi negara Indonesia, mulai dari pengertian, isi teks, sejarah proklamasi kemerdekaan. seharusnya kita sebagai generasi Indonesia selalu menjunjung semangat untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dan kita sebagai generasi muda harus bisa memajukan negara Indonesia.

Karena kemerdekaan yang diperoleh oleh para pejuang tidaklah mudah, sangat banyak lika-liku yang dihadapi. semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita tentang kemerdekaan Indonesia dan menambah wawasan kita terhadap sejarah teks Proklamasi Indonesia, jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon dimaafkan dan dimaklumi.

Categories
Sejarah

Pahlawan Wanita Indonesia

Pahlawan Wanita Indonesia – Secara bahasa “pahlawan” berasal dari bahasa Sanskerta yakni “phala” yang artinya adalah hasil atau buah.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pahlawan adalah seorang yang memiliki keberanian dan juga pengorbanan dalam membela kebenaran bagi seluruh rakyat Indonesia, agama, dan juga negaranya atau bisa dikatakan bahwa pahlawan merupakan pejuang yang gagah dan juga berani demi membela kebenaran.

Sedangkan pahlawan nasional adalah sebuah gelar penghargaan tertinggi yang ada di Indonesia bagi seseorang yang meninggal, akan tetapi pada masa hidupnya mereka sangat berjasa dan juga merupakan seorang yang perlu di teladani oleh masyarakat Indonesia. Dan penghargaan tersebut diberikan langsung oleh pemerintah Indonesia.

Lalu berdasarkan surat keputusan yang berasal dari presiden, tokoh yang merupakan seorang pahlawan nasional Indonesia itu ada 159 tokoh dan 12 di antaranya adalah tokoh-tokoh pahlawan nasional wanita yang tentunya juga memiliki jasa dan juga pengaruh besar terhadap Indonesia. Lalu siapakah tokoh-tokoh tersebut?.

Pahlawan Nasional Wanita Indonesia

Bagi kalian yang penasaran, berikut ini adalah 15 tokoh wanita yang merupakan mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional Indonesia. Nah, berikut ini adalah tokoh pahlawan nasional wanita indonesia, antara lain.

1. Cut Nyak Dhien – Aceh

Tokoh Pahlawan Nasional Wanita Cut Nyak Dhien

Cut Nyak Dhien merupakan tokoh dari pahlawan nasional yang dilahirkan di Lampadang, Aceh pada hari selasa, dan pada tahun 1948. Cut Nyak Dhien merupakan seorang pahlawan yang lahir dari keluarga bangsawan yang sangat patuh terhadap agama yang dianutnya adu bisa dikatakan ia berasal dari keluarga bangsawan yang gamis.

Cut Nyak Dhien sendiri merupakan keturunan langsung dari sultan Aceh pada saat itu yakni Teuku Nanta Seutia, yang merupakan seorang uleebalang.

Pada tahun 1962 atau pada saat Cut Nyak Dhien masih berumur 12 tahun, ia langsung dinikahkan oleh orang tuanya dengan putra dari seorang uleebalang Lamnga XIII yaitu Teuku Cek Ibrahim Lamnga, dan dari pernikahannya itu ia dikaruniai satu anak laki-laki.

Masa Penjajahan Melawan Belanda

Pada tanggal 26 Maret 1873 Belanda menyatakan perang dengan Aceh dan kemudian dimulainya pertempuran tersebut di tandai dengan dilepasnya tembakan meriam yang dimiliki oleh Belanda dengan sasarannya adalah dataran Aceh. Lalu pada tagal 8 April 1987, Masjid Raya Baiturrahman dikuasai oleh bangsa Belanda dan kemudian menembaki tempat tersebut, selain itu daerah VI Mukim juga dapat dikuasai oleh Belanda dan hingga pada akhirnya suami dari Cut Nyak Dhien pun ikut turun ke medan pertempuran dengan tujuan untuk merebut kembali daerah VI Mukim.

Namun akibat dari peperangan tersebut suami dari Cut Nyak Dhien gugur pada saat melakukan peperangan di Gle Tarum pada tanggal 29 Juni 1878. Dengan kematian yang dialami oleh suaminya dalam medan perang, Cut Nyak Dhien pun marah dan kemudian ia bersumpah bahwa akan menghancurkan bangsa Belanda dengan cara melanjutkan gerilya suaminya sebagai seorang pemimpin dalam peperangan melawan bangsa Belanda. Setelah Cut Nyak Dhien memimpin peperangan melawan Belanda, Teuku Umar yang merupakan salah satu pejuang Aceh pun meminang seorang Cut Nyak Dhien karena ia sangat kagum dengan keberanian dan semangat yang dimiliki oleh Cut Nyak Dhien yang pada saat itu sudah menjanda. Hingga akhirnya mereka pun melakukan pernikahan pada tahun 1880 dan kemudian juga di karuniai seorang anak yang mereka beri nama Cut Gambang.

Bersama dengan Cut Nyak Dhien mereka merencanakan dan membangun kembali kekuatan serta meningkatkan moral semangat juang Aceh dalam melawan Belanda di beberapa tempat. Dengan adanya rencana tersebut menyebabkan Cut Nyak Dhien dan suaminya menjadi sebuah ancaman yang besar bagi bangas Belanda yang berada di Aceh.

Tapi sayangnya takdir berkata lain, pada tanggal 11 Februari 1899 untuk kedua kalinya suami dari Cut Nyak Dhien gugur dalam peperangan dan dengan adanya hal tersebut menyebabkan pasukan dari Cut Nyak Dhien kembali melemah dan terlebih lagi bangsa Belanda melakukan penyerang terus menerus sehingga pasukan dari Cut Nyak Dhien pun semakin tertekan. Selain itu kondisi kesehatan fisik dan kesehatan dari Cut Nyak Dhien yang semakin lama semakin menurun juga menyebabkan ia berhasil di tangkap oleh Belanda pada saat ia berada di Beutong Le Sageu. Untuk mengantisipasi terjadinya pengaruh dari Cut Nyak Dhien, Belanda pun mengasingkannya ke daerah Sumedang.

Akhir Hayat

Dengan kondisi dari Cut Nyak Dhien yang semakin hari semakin melemah hingga ia juga mengalami masalah akan penglihatannya, menyebabkan ia menjadi pusat perhatian bagi para tahanan yang lainnya dan juga bupati Sariaatmaja yang berada di tempat pengasingannya. Lalu juga beberapa ulama yang mengetahui bahwa Cut Nyak Dhien adalah seorang Muslimah yang bisa di katakan ahli dalam ilmu agama islam menyebabkan ia dijuluki sebagai “Ibu Perbu”.
Pada saat melakukan pengasingan di Sumedang, ia membawa banyak sekali pengaruh. Di Sumedang ia mengajarkan agama islam dan ia merahasiakan akan jati dirinya yang merupakan seorang putri yang berasal dari keluarga bangsawan yang ada di Aceh.

Hingga pada akhirnya pada tanggal 6 November 1908, Cut Nyak Dhien atau yang biasa di sebut dengan Ibu Perbu menghembuskan nafas terakhirnya. Dengan jasanya dan keberaniannya untuk membela kebenaran dan negaranya, pada tanggal 2 Mei 1964 ia pun diberi gelar sebagai salah seorang pahlawan nasional oleh Soekarno dengan melalui sebuah SK Presiden RI No. 106 Tahun 1964.

2. Cut Nyak Meutia – Aceh

pahlawan nasional cut nyak meutia

Cut Nyak Meutia merupakan salah satu pahlawan nasional wanita Indonesia yang berasal dari Aceh dan dilahirkan di Pirak, Aceh Utara pada tahun 1870. Cut Nyak Meutia sangat dikenal sebagai salah seorang pejuang wanita yang memiliki semangat juang yang tinggi dan juga memiliki tekad yang sangat kuat untuk melakukan perawanan dan juga mengusir para penjajah.

Masa Perjuangan.

Cut Nyak Meutia adalah seorang pejuang nasional wanita yang melakukan perlawanan terhadap bangsa Belanda bersama dengan suaminya, yakni Teuku Muhammad atau yang bisa dikenal dengan nama Teuku Tjik Tunong. Mereka adalah sepasang suami istri dan sekaligus sebagai rekan perjuangan yang bisa dikatakan solid dalam melawan bangsa Belanda yang berada di Aceh. Hingga pada tahun 1905 suaminya yakni Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong berhasil di tangkap oleh bangsa Belanda dan kemudian dijatuhkan hukuman mati di daerah tepi pantai Lhokseumawe. Akan tetapi sebelum suami dari Cut Nyak Meutia itu dijatuhi hukuman mati, ia sempat berpesan kepada salah seorang sahabatnya yakni Pang Nagroe untuk meminang serta menikahi istrinya dan kemudian merawat anaknya.

Sesuai dengan amanah yang diberikan almarhum suaminya itu, Cut Nyak Meutia pun melakukan pernikahan dengan Pang Nagroe dan kemudian bergabung dengan pasukan yang dipimpin oleh Teuku Muda dalam melakukan perlawanan terhadap bangsa Belanda. Namun sayangnya pada tanggal 26 September 1910 suami dari Cut Nyak Meutia yakni Pang Nagroe Dur dalam peperangan pada saat bertempur melawan Korps Marechausee yang terjadi di Paya Cicem. Tetapi untungnya Cut Nyak Meutia dan para wanita yang lain dap meriam diri dan pergi melakukan persembunyian di hutan.

Akhir Hayat

Meskipun telah kehilangan kedua suami akibat melakukan pertempuran, akan tetapi Cut Nyak Meutia tetap melakukan perlawanan terhadap bangsa Belanda bersama dengan para pengikutnya. Pasukan yang di pimpin oleh Cut Nyak Meutia pun berusaha untuk melakukan penyerangan dan juga merampas pos-pos ari para kolonial Belanda yang terdapat di sepanjang perjalanan menuju ke Gayo yang melewati hutan belantara.

Akan tetapi pada tanggal 24 Oktober 1910 pada saat melakukan pertempuran di Alue Kurieng Cut Nyak Meutia gugur di dalam medan pertempuran akibat tertembak peluru. Karena sangat berjasa dalam mengusir penjajah, pada tanggal 2 Mei 1964, ia pun diberi gelar sebagai salah seorang pahlawan nasional oleh pemerintah berdasarkan SK presiden RI No. 107 tahun 1964. Kisah semangat dan heroik dari Cut Nyak Meutia lah yang membuat semangat dari para masyarakat Indonesia semakin membara pada saat melawan PKI dalam Peristiwa G30S/PKI.

3. Raden Ajeng Kartini – Jepara

pahlawan nasional RA kartini

Raden Ajeng Kartini seorang pahlawan nasional yang berasal dari Jepara, Raden Ajeng Kartini adalah salah satu tokoh perjuangan yang sangat terkenal di Indonesia. Ia sangat terkenal akan kegigihannya dalam memperjuangkan emansipasi kaum wanita. Raden Ajeng Kartini di lahirkan di kota Jepara pada tanggal 21 April 1879 yang hingga saat ini tanggal kelahiran dari Raden Ajeng Kartini sendiri dijadikan sebagai hari peringatan nasional yakni Hari Kartini. Peringatan tersebut merupakan sebuah bentuk bentuk penghormatan atas sengal jasa-jasa yang ia lakukan terhadap bangsa Indonesia.

Raden Ajeng Kartini adalah salah seorang putri yang merupakan keturunan dari keluarga bangsawan, ayah dari Raden Ajeng Kartini adalah seorang bupati di daerah Jepara dengan nama R.M. Sosroningrat dan ibunya merupakan anak dari seorang kiai di daerah Telukawur, Jepara yakni M.A. Ngasirah. Raden Ajeng Kartini mengenyam bangku pendidikan hingga ia berumur 12 tahun di ELS (Europese Lagere School). Dan setelah ia berumur 12 tahun Raden Ajeng Kartini harus tetap tinggal di rumah akibat ia sudah bisa dipinggit.

Baca Juga : Biografi RA Kartini

Masa Perjuangan

Raden Ajeng Kartini merasakan adanya perbedaan derajat antara kaum wanita dengan kaum pria yang mana kaum wanita tidak diperbolehkan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan beberapa wanita tidak diperbolehkan untuk mengenyam bangku pendidikan sama sekali. Pada masa pinggitannya itu, Raden Ajeng Kartini sangat suka menuliskan surat yang diberikan kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda yang salah satunya bernama Rosa Abendanon.

Raden Ajeng Kartini sangat tertarik dengan kemajuan dan juga pola pikir yang dimiliki wanita bangsa Eropa sebab mereka senang sekali membaca buku, koran, dan juga majalah-majalah Eropa. Dengan adanya hal tersebut menyebabkan kepingan Raden Ajeng Kartini untuk memajukan para wanita pribumi agar dapat menyamai wanita dari bangsa Eropa, karena pada saat itu, wanita-wanita pribumi memiliki status sosial yang sangat rendah.

Akhir Hayat

Lalu pada saat Raden Ajeng Kartini berusia 24 tahun yang tepatnya pada tanggal 12 November 1903 ia dinikahkan dengan salah seorang bupati Rembang saat itu yakni K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat dan kemudian dikaruniai dengan satu anak laki-laki yang di beri nama Soesalit Djojodhiningrat. Namun sayangnya Raden Ajeng Kartini wafat 4 hari setelah iya selesai melahirkan seorang anak.

Meskipun Raden Ajeng Kartini wafat namun tidak begitu dengan perjuangannya untuk mempelopori emansipasi wanita agar dapat sederajat dengan kaum pria. Lalu salah satu teman Raden Ajeng Kartini yakni Abendanon mengumpulkan semua surat yang prtnah dikirimkan Raden Ajeng Kartini kepada teman-teman Eropa nya dan kemudian Abendanon membukukan surat yang berasal dari Raden Ajeng Kartini menjadi sebuah buku yang di berjudul Door Duisternis tot Licht yang memiliki arti “Dari Kegelapan Menuju Cahaya” yang kemudian diterbitkan pada tahun 1911 dalam bahasa Indonesia.

Kemudian pada Hun 1922, balai pustaka menerbitkan buku tersebut dengan menggunakan versi translasi dari Abendon yang berjudul “Habis Gelap terbitlah Terang : Buah Pikiran” dengan menggunakan bahasa Melayu. Setelah itu translasi dari berbagai bahasa pun mulai diterbitkan, hal tersebut dilakukan agar pejalan hidup dari Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita. Atas perjuangannya itu, ia pun diberikan sebuah gelar sebagai seorang pahlawan nasional pada tanggal 2 Mei 1964 berdasarkan atas SK Presiden RI No 108 tahun 1964.

4. Raden Dewi Sartika – Jawa Barat

pahlawan nasional dewi sartika

Raden Dewi Sartika merupakan salah satu pahlawan nasional wanita di Indonesia yang dilahirkan pada tanggal 4 Desember 1884 di Bandung. Ia merupakan putri dari pasangan Raden Somanegara dan Raden Ayu Permas.

Masa Perjuangan

Raden Dewi Sartika memulai perjuangannya pada saat ia masih berusia 18 tahun dengan mengajarkan para wanita di kotanya untuk membaca, menjahit, menulis, dan juga memasak. Lalu pada tanggal 16 Juni 1904 ia mendirikan sebuah sekolah yang mana sekolah tersebut di khususkan bagi para wanita yang dinamai dengan Sakola Istri. Dan kemudian pada tahun 1929 sekolah tersebut berganti nama menjadi Sakola Keutamaan Istri dan kemudian terjadi perubahan nama lagi menjadi Sakola Raden Dewi.

Sekolah ini tidak hanya tersebar di daerah pasukan saja melainkan hingga sampai ke pulau Jawa. Raden Dewi Sartika adalah seorang pahlawan yang berusaha dengan keras untuk mendidik para anak-anak wanita agar kelak mereka bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik, cerdas, luwes, terampil, dan juga dapat berdiri sendiri. Raden Dewi Sartika mendapatkan sumbangan dana dari benak pihak yang mendukung perjuangannya, terutama Raden Kanduruan Agah Suruiawinata yang mana merupakan seorang suami dari Raden Dewi Sartika.

Raden Dewi Sartika sangat terkenal oleh masyarakat luas sebagai orang pendidik. Lalu pada tanggal 16 Januari 1939, ia mendapatkan sebuah bintang jasa tak perjuangannya untuk memajukan pendidikan dari kaum wanita yang mana penghargaan tersebut diberikan oleh pemerintah Hindi Belanda.

Akhir Hayat

Pada tanggal 11 September 1947 adalah hari di mana Raden Dewi Sartika menghembuskan nafas terakhirnya di Tasikamalaya. Atas perjuangannya itu ia mendapatkan sebuah gelar sebagai seorang pahlawan nasional Indonesia pada tanggal 1 Desember 1966.

5. Martha Christina Tiahahu – Maluku

pahlawan nasional martha cristiana

Martha Christina Tiahahu adalah salah satu pahlawan nasional wanita Indonesia yang dilahirkan di daerah Maluku pada tanggal 4 Januari 1800. Martha Christina Tiahahu adalah seorang putri dari Kapitan Paulus Tiahahu, yang pada tahun 1817 ikut berperang bersama dengan Pattimura melawan Belanda.

Masa Perjuangan

Pada saat Martha Christina Tiahahumasih kecil ia sering mengikuti rapat tentang pembentukan di dalam kubu pertahanan, dan pada saat masih berumur 17 ia sudah berani melawan gencaran senjata.

Pada saat itu Martha Christina Tiahahu berperan sebagai seorang pemimpin para pejuang wanita yang melakukan perjuangan untuk merebut kembali daerah Ouw, Ulath Pulau Saparua yang telah dikuasai oleh Belanda. Pada saat pertempuran tersebut pemimpin dari pasukan Belanda yakni Richemont dibunuh oleh pasukan dari Martha Christina Tiahahu. Dengan tewasnya pemimpin pasukan Belanda, bangsa Belanda pun menjadi semakin marah dan kemudian melakukan penyerangan secara terus menerus ke Maluku sehingga ia Maluku pun mengalami kekalahan. Penyebab dari kekalahan tersebut adalah tertangkapnya Martha Christina Tiahahu oleh pasukan Belanda dan kemudian dijatuhi hukuman mati.

Dengan tertangkapnya seorang ayah, Martha Christina Tiahahu berusaha untuk membebaskan kembali ayahnya, namun sangat disayangkan Martha Christina Tiahahu dan pasuk Maluku yang lainnya berhasil terkena perangkap dari bangsa Belanda. Dan kemudian hukuman mati berhasil dilakukan kepada Kapitan Paulus Tiahahu yang merupakan serang ayah dari Martha Christina Tiahahu.

Akhir Hayat

Setelah Martha Christina Tiahahu tertangkap oleh bangsa Belanda, ia pun langsung diasingkan ke pulau Jawa. Dan pada tanggal 2 Januari 1818 Martha Christina Tiahahu menghembuskan nafas terakhirnya pada saat sedang melakukan perjalanan menuju tepat pengasingannya yakni pulau Jawa dan kemudian mayatnya di buang ke lautan. Sebagai bentuk penghormatan atas keberanian dan perjuangannya dalam melawan penjajah, Martha Christina Tiahahu pun diberikan sebuah penghargaan sebagai salah seorang pahlawan nasional pada tanggal 20 Mei 1964 sesuai dengan SK Presiden RI No.012/TK/Tahun 1969.

6. Maria Walanda Maramis – Minahasa

pahlawan nasional maria walanda

Maria Walanda Maramis adalah salah seorang pahlawan nasional yang dilahirkan di Kema, Sulawesi Utara pada 1 Desember 1872. Pada saat umurnya yang masih 6 tahun ia sudah menjadi seorang anak yang yatim piatu dan ia pun diasuh oleh pamannya. Maria Walanda Maramis hanya mengenyam bangku pendidikan hingga SD saja, karena pada saat itu para gadis Minahasa tidak diperbolehkan untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Masa Perjuangan

Karena tidak diperbolehkan untuk mengenyam pendidikan tinggi Maria Walanda Maramis pun memperluas ilmu pengetahuannya dengan cara bergaul dengan para kaum-kaum terpelajar, salah satunya adalah pendeta Ten Hove. Pada saat ia masih kecil ia ingin sekalian untuk memajukan kaum wanita yang berada di Minahasa dengan cara memperoleh pendidikan yang cukup, sehingga kelak dapat mengurus rumah tangga dan juga dapat mendidik anak-anak dengan baik.

Maria Walanda Maramis menikah dengan seorang guru yang bernama Yoseph Frederik Calusung Walanda pada tahun 1890. Dengan dibantu suaminya itu dan juga beberapa pelajar yang lain mendirikan sebuah organisasi ia beri nama Percintaan Ibu Kepada Anak Turunannya (IKAT) pada bulan uli 1917. Di sana ia mengajarkan berbagai hal seperti cara mengatur rumah tangga, memasak, menjahit, merawat bayi, dan cara membuah sebuah kerajinan tangan.

PIKAT pun mendapat sambutan yang positif dari masyarakat, dan dalam waktu yang tidak lama PIKAT memiliki beberapa canang di beberapa tempat, selain itu sumbanagn untuk organisasinya ini pun terus mengalir. Maria Walanda Maramis juga menanamkan rasa kebangsaan kepada para murid-muridnya, dengan cara membiasakan diri para muridnya untuk menggunakan pakaian daerah pada saat di sekolah.

Akhir Hayat

Pada tanggal 22 April 1924 di Maumbi, Maria Walanda Maramis menghembuskan nafas terakhirnya. Dan pada tanggal 20 Mei 1969 ia mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional Indonesia atas perjuangannya untuk mencerdaskan generasi bangsa sesuai dengan SK Presiden RI No. 012/K/1969.

Baca Juga : Pahlawan Revolusi Indonesia

7. Nyai Hj. Siti Walidan Ahmad Dahlan – Yogyakarta

pahlawan nasional nyai ahmad dahlan

Siti Walidan atau yang biasa di sapa dengan Nyai Ahmad Dahlan ini dilahirkan di Yogyakarta Aipda tahun 1872 yang merupakan seorang putri dari keluarga pemuka agama islam dan juga sebagai penghulu resmi keraton yakni Kyai Haji Fadhil. Pada saat masih kecil ia tidak mendapatkan pendidikan yang umum, ia hanya mendapatkan pendidikan agama yang diberikan oleh orang tuanya.

Siti Walidan menikah dengan Kyai Haji Ahmad Dahlan yang merupakan sepupunya dan atas pernikahannya itu mereka di karuniai oleh 6 orang anak. Setelah pernikahannya itu ia mulai dikenal dengan nama Nyai Ahmad Dahlan. Kyai Ahmad Dahlan sendiri merupakan seorang pemuka agama yang memiliki pemikiran yang revolusioner, dan ttentunya sering mendapatkan kecaman dan pertentangan akibat pembaharuan yang ia lakukan.

Masa Perjuangan

Nyai Ahmad Dahlan memiliki pandangan ilmu yang cukup luas akibat ia juga cukup dekat dengan para tokoh-tokoh Muhammadiyah dan juga tokoh bangsa lain yang merupakan teman seperjuangan suaminya.

Pada tahun 1914, Nyai Ahmad Dahlan merintis sebuah kelompok yang mana kelompok tersebut merupakan kepompong pengajian wanita Sopo Tresno. Sopo Tresno sendiri merupakan sebuah organisasi wanita yang berbasis agama islam. Lalu bertepatan dengan Isra Mi’raj 22 April 1917, kelompok tersebut berganti nama menjadi Aisyah dan lima tahun kemudian kelompok tersebut menjadi bagian dari Muhammadiyah.

Akhir Hayat

Nyai Ahmad Dahlan menghembuskan nafas terakhirnya pada rangga 31 Mei 1946. Dan untuk mengenang dan menghormati jasa-jasanya dalam menyebarkan agama islam dan pendidikan kaum wanita, ia pun diberi gelar sebagai pahlawan anasional Indonesia sesuai dengan SK Presiden Ri No. 042/TK/1971.

8. Nyi Ageng Serang – Yogyakarta

pahlawan nasional nyi ageng serang

Masa Perjuangan

Pada abad ke 19, bangsa Belanda melakukan penyerangan di tanah Jawa dan kemudian mulai merendahkan martabat dari raja-raja yang berada di pulau Jawa yang menyebabkan rakyat menjadi semakin sengsara karena banyaknya perampasan terhadap tanah-tanah yang di miliki oleh rakyat, hal tersebutlah yang kemudian menjadi sebuah penyebab terjadinya perang Diponegoro (1825-1830) dan juga membuat Nyi Ageng Serang yang pada saat itu berusia 73 tahun menjadi seorang pinisepuh dalam peperangan tersebut.

Akhir Hayat

9. Hj. Rangkayo Rasuna Said – Jakarta

pahlawan nasional rasuna said

Masa Perjuangan

Hj. Rangkayo Rasuna Said merupakan seorang wanita yang memiliki pola pikir yang Kris, hingga ia pernah dipenjarakan oleh bangsa Belanda pada tahun 1932. Selain itu ia juga merupakan orang wanita pertama yang tercatat terkena hukuman Speek Deluct, yang merupakan sebuah hukuman yang diberikan Oen pemerintahan Belanda bagi siapa saja yang berani berbicara untuk menentang Belanda.

Akhir Hayat

10. Hj. Fatimah Siti Hartinah Soeharto – Jawa Tengah

pahlawan nasional siti hartinah

Masa Perjuangan

Pada saat bangsa Jepang masuk ke daerah kota Sola, Tien pun mengikuti kursus bahasa Jepang dan kemudian bergabung dengan Laskar Putri Indonesia, yang merupakan sebuah organisasi wanita yang memiliki tujuan untuk melayani kepentingan pasukan garis depan dan juga garis belakang perjuangan.

Dan pada saat Tien berumur 23 tahun, utusan dari orang tua angkat Suharto datang ke rumah Tien untuk melamar. Dan akhirnya Tien dan Soeharto pun menikah pada tanggal 26 Desember 1947. Karena pada saat itu Soeharto masih merupakan seorang perwira militer, ia pun langsung memboyong Tien menuju ke Yogyakarta untuk bertugas. Mereka pun dikaruniai seorang putri yang beri nama Siti Hardiyanti Hastuti pada tanggal 23 Januari 1949.

Seiring dengan berjalannya waktu, Tien pun mendukung suaminya yang merupakan tokoh sentral dalam usaha untuk membubarkan PKI pada tahun 1967. Melalui sebuah sidang MPRS, Soeharto di angkat menjadi seorang presiden dan kemudian Tien yang dulunya merupakan fitri dari seorang prajurit hingga akhirnya menjadi seorang ibu presiden negara Indonesia yang kedua.

Baca Juga : Pahlawan Nasional Indonesia

11. Hj. Fatmawati Soekarno – Bengkulu

pahlawan nasional fatmawati

Fatnawati lahir di Bengkulu, pada tanggal 5 Februari 1923. Fatmawati merupakan anak dari pasangan Hassan Din dan Siti Chadijah yang mana kedua orang tuanya itu merupakan keturunan dari Puti Indrapura. Dan ayah dari Ratnawati merupakan seorang tokoh Muhammadiyah yang ada di Bengkulu.

Masa Perjuangan

Setelah menikah dengan presiden pertama RI, Fatmawati mengikuti suaminya untuk pergi ke Jakarta dan kemudian langsung bergabung dengan par tokoh pejuang nasional yang lainnya dalam rangka untuk memerdekakan Indonesia. Baka seorang Soekarno pun sering meminta pendapat dan juga pertimbangan dari Fatmawati sebelum mengambil langkah dalam melakukan perjuangannya.
Menjelang kemerdekaan, atau lebih tepatnya pada tanggal 15 Agustus 1945 Fatmawati dengan sigap langsung menggendong anaknya yakni Moh. Guntur pada saat masih bayi untuk pergi dari Jakarta dan pergi menuju ke Rengasdengklok, untuk mengikuti duaminya yakni Soekarno dan juga bersama Hatta dan para anggota PETA yang lainnya.

Akhir Hayat

12. Opu Daeng Risaju – Sulawesi Selatan

pahlawan nasional opu daeng

Pada saat masih kecil Opu Daeng Risaju di kenal dengan nama Famajjah yang merupakan islah seorang pahlawan nasional yang lahir di Palopo pada tahun 1880 yang lahir dari pasangan Opu Daeng Mawellu dan Muhammad Abdullah to Barengseng. Nama Opu Daeng Risaju sendiri di ambil dari nama kebangsawanan setelah ia menikah dengan H. Muhammad Daud.

Masa Perjuangan

Ada tahun 1927, Opu Daeng Risaju sangat tertarik untuk memasuki bidang politik dan ia masuk dengan menjabat sebagai anggota dari Partai Sarekat Islam Indonesia yang merupakan cabang Pare-Pare. Karena kearifan yang ia miliki, pada tanggal 14 Januari 1930 ia pun diangkat menjadi seorang ketua PSII yang berada di wilayah Tanah Luwu daerah Palopo. Pada saat ia menjabat menjadi seorang pemimpin, Opu Daeng Risaju menjadikan sebuah agama sebagai landasannya dan karena hal tersebut ia mendapat banyak sekali dukungan dari masyarakat.

Akhir Hayat

13. Rohana Kudus

pahlawan nasional Rohana Kudus

14. Rahmah El Yunusiyah

pahlawan nasional rahmah

15. Siti Manggopoh

pahlawan nasional siti magopoh

Siti Manggopoh adalah salah seorang wanita yang paling ditakuti pada saat sebelum terjadinya kemerdekaan. Siti Manggopoh sangat terkenal akan perlakuannya yang dengan berani membantah kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh Belanda melalui uang pajak atau yang di sebut dengan belasting.

Jadi itulah Pahlawan Wanita Indonesia, semoga dengan adanya artikel ini dapat membuat kamu semakin bersyukur dan juga semakin menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang mati-matian demi kemerdekaan yang hingga saat ini bisa kita nikmati.

Categories
Sejarah

Sejarah Perkembangan Islam Di Indonesia

Seperti yang telah kita ketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang mana mayoritas dari penduduknya menganut kepercayaan sebagai Muslim atau beragama Islam.

Berbicara mengenai sejarah perkembangan Islam di Indonesia, tidak terlepas dari adanya peranan warga negara asing yang masuk ke Indonesia dan mulai memperkenalkan agama Islam.

Masuknya Islam ke Indonesia terbagi menjadi beberapa kelompok penjelasan. Terdapat tiga teori yang menjelaskan an-nas sukanya agama Islam ke negara Indonesia.

Dari masing-masing teori memiliki penjelasan yang berbeda mengenai cara masuk agama Islam ke Indonesia. Teori-teori tersebut antara lain yaitu teori Gujarat (India), teori Persia (Iran), dan teori Arab.

Dari penjelasan ketiga teori tersebut sama-sama menjelaskan tentang perkembangan Islam di Indonesia yang dilakukan oleh para pedagang ahli agama. Semenjak agama Islam masuk ke negara Indonesia banyak perubahan yang terjadi pada tatanan kehidupan di dalam masyarakat.

Dan semenjak berdirinya kerajaan-kerajaan Islam di negara Indonesia yang menjadikan agama Islam menyebar luas sampai seluruh wilayah Indonesia. Dari situlah perkembangan Islam di Indonesia terus mengalami kemajuan yang pesat sampai saat ini.

Perkembangan Islam di Indonesia

sejarah masuknya islam

Perkembangan Islam di Indonesia disebarkan melalui kegiatan yang damai, yaitu melalui perdagangan, pendidikan, budaya dan pernikahan.

Perkembangan Islam di Indonesia tidak disebarkan melalui peperangan ataupun kekerasan sehingga masyarakat Indonesia lebih mudah menerima kedatangan agama Islam masuk ke wilayah Indonesia.

Di bawah ini akan dijelaskan mengenai perkembangan Islam di Indonesia mulai dari perjalanan an-nas suka Islam ke Indonesia seperti berikut ini.

1. Masuknya Islam Ke Indonesia

Secara umum terdapat tiga teori yang menjelaskan mengenai masuknya Islam ke Indonesia. Dan penyebaran dari ketiga teori tersebut umumnya memiliki proses yang sama atau cara penyebaran yang sama. Masuknya Islam ke Indonesia didukung oleh teori seperti perdagangan, pendidikan dan perkawinan.

2. Munculnya Krajaan-Kerajaan Di Indonesia Yang Bercorak Islam

Kerajaan yang ada di Indonesia yang bercorak Islam pertama adalah kesultanan samudera pasai, kerajaan ini terletak di wilayah pulau Sumatera tepatnya berada di pesisir pantai utara yang dijadikan sebagai pusat dari pemerintahan Kerajaan samudra pasai di dekat Lhokseumawe.

Kerajaan samudra pasai merupakan salah satu tu kerajaan yang bercorak Islam di Indonesia yang kemudian terdapat pula kerajaan Islam lainnya yang berdiri mulai dari Pulau Jawa sampai ke wilayah Indonesia bagian timur.

Baca Juga : Pengertian Sejarah

3. Pengaruh Masuknya Penjajah Pada Tatanan Masyarakat Indonesia

Setelah masa kerajaan di Indonesia berlangsung munculah masa di mana Indonesia pada saat itu dijajah oleh eh negara asing. Pada waktu itu kebebasan untuk berpolitik, berekonomi terutama kebebasan untuk dapat beragama dan kebebasan untuk dapat bertahan hidup sulit untuk ditemukan.

Dalam hal ini ini masyarakat umat muslim turut serta mempertahankan negara kesatuan republik Indonesia untuk dapat terbebas dari penjajahan.

4. Masa Abad Ke-20

Pada masa awal abad ke-20 ini para umat muslim di Indonesia mencoba untuk kembali bangkit dari keterpurukan sejarah sebelumnya mengenai penjajahan di Indonesia yang dilakukan oleh negara Belanda.

Hal ini berhubungan dengan perkembangan Islam di Indonesia, dimana para umat Islam mendirikan gerakan umat Islam agar dapat membebaskan diri dari kolonialisme dan imperialisme barat secara global.

Seiring perkembangan zaman banyak organisasi organisasi yang didirikan oleh masyarakat Indonesia terutama oleh umat Islam. Seperti misalnya organisasi yang berlandaskan agama dan sosial.

Contoh dari organisasi yang berlandaskan sosial dan agama yang bermunculan yaitu persatuan Islam di kota Bandung, Nahdlatul ulama di Kota Surabaya, Serikat dagang Islam di kota Bogor. Dan masih banyak lagi organisasi lainnya yang secara tidak langsung dapat membangun rasa nasionalisme bangsa Indonesia.

Dalam perkembangan Islam di Indonesia pada masa penjajahan Jepang, terdapat beberapa pendapat yang disampaikan oleh para ahli bahwa para organisasi Islam diberikan akses lebih untuk dapat lebih berkembang. Akan tetapi sebagian pendapat lainnya Jepang memiliki maksud tersendiri.

Setelah Jepang dapat dikalahkan oleh sekutu, pada masa itu tokoh-tokoh pergerakan Indonesia segera mengambil keputusan untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia ditengah terancamnya bangsa Jepang. Pada awalnya beberapa tokoh pergerakan Indonesia agama Islam dijadikan sebagai dasar negara Indonesia.

Akan tetapi, usulan tersebut ditolak oleh beberapa tokoh lainnya yang lebih memilih Pancasila untuk dijadikan sebagai dasar negara.

5. Keberadaan Islam di Akui Oleh Bangsa Indonesia Pada Selain Bidang Perpolitikan

Pertentangan dan perlawanan dari para umat Islam yang anti pemerintahan dibuktikan dengan terciptanya gerakan seperti DI/TII yang ada di beberapa daerah.

Kemudian terdapat bidang lain yang salah satunya adalah pendidikan Islam yang masuk di sekolah sekolah formal, yang dijadikan sebagai pelajaran agama dari tahun 1946.

Kemudian setelah itu bermunculan pula susunan buku mata pelajaran agama yang ada di jenjang madrasah yang mengikuti pelajaran jenjang sekolah umum. Adanya peningkatan kurikulum madrasah serta terbentuknya sekolah agama Islam untuk hakim dan guru.

6. Masa Akhir Abad Ke-20

Pada masa ini kemajuan dan perkembangan Islam di Indonesia semakin pesat yang ditandai dengan berdirinya Majelis ulama Indonesia pada tahun 1975. Selain itu terdapat pula lembaga-lembaga dan juga organisasi Islam yang mulai didirikan seperti organisasi masa Islam, dan lembaga keuangan Islam.

Baca Juga : Sejarah Perang Salib

Perkembangan Islam di Indonesia Pada Masa Modern

berkembangnya islam di indonesia

Semakin majunya perkembangan zaman maka perkembangan Islam di Indonesia juga semakin pesat, hal tersebut dapat kita lihat dari berbagai bidang misalnya seperti beberapa pendapat yang disampaikan oleh para ahli pada ada bidang politik, bidang seni dan masih banyak lagi.

Perkembangan Islam di Indonesia pada masa modern, tindakan, pola pikir serta sikap dari manusia disesuaikan dengan zaman yang ada ada. Semakin majunya zaman maka semakin berubah pula kehidupan sosial dari masyarakat.

Misalnya seperti pada akhir abad pertengahan umat Islam mundur karena disebabkan oleh penguasaan dari para kaum imperialis barat dan juga kolonialis.

Kemunduran para umat Islam tidak hanya dialami di Indonesia saja Jakarta tapi juga secara global. Akan tetapi setelah masa itu, para umat Islam kembali bangkit semakin perkembangan zaman dengan pola pikir serta sikap yang disesuaikan.

Pada abad ke-20 negara Indonesia masih dalam kondisi dijajah oleh bangsa asing. Dan berita mengenai bangkitnya para umat Islam mulai bermunculan yang menyebabkan umat Islam di Indonesia pun menjadi semangat dan dapat mendirikan kembali gerakan-gerakan untuk dapat bangkit serta membebaskan diri dan merdeka.

Hal tersebut juga dialami oleh para umat Islam yang mulai bangkit dan kembali bermunculan organisasi organisasi sosial seperti misalnya organisasi syarikat Islam, persatuan Islam, Muhammadiyah dan yang lainnya yang berlatar belakang agama.

Organisasi-organisasi sosial tersebut lah yang menjadi tombak untuk organisasi Islam lainnya berdiri. Di mana organisasi yang telah disebutkan di atas merupakan organisasi yang memulai perkembangan Islam di Indonesia pada masa modern.

Kemudian masalah itu mulailah bermunculan organisasi organisasi Islam yang lainnya seperti misalnya Nahdatul Ulama (NU) dan masih banyak lagi.

Perkembangan Islam di Indonesia Pada Masa Sekarang Ini

berkembangnya islam di indonesia

Pada abad ke-21 yang merupakan masa sekarang ini, yang merupakan era globalisasi si si dan berbagai informasi si dapat diakses secara bebas. Perkembangan Islam di Indonesia sekarang ini juga semakin maju.

Hal tersebut dikarenakan pada masa sekarang ini ni internet sudah tersebar di seluruh wilayah dan maraknya penggunaan sosial media.

Kemajuan zaman memberikan fasilitas yang lebih pula kepada para masyarakatnya. Akan tetapi hal tersebut juga perlu diwaspadai oleh manusia karena na-eun fasilitas yang ada tidak selamanya akan memberikan bentuk yang positif kepada manusia.

Akan tetapi terdapat pula sisi negatif dari berkembangnya layanan informasi dan juga komunikasi apabila digunakan dengan tidak bertanggung jawab.

Pada sisi perkembangan Islam di Indonesia di masa sekarang ini pulau yang memanfaatkan kecanggihan media sosial untuk menyebarkan dakwah serta nilai-nilai Islam.

Pada satu sisi banyak pula masyarakat yang memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan melakukan hal-hal yang positif salah satunya dengan berbuat kebaikan melalui media sosial.

Baca Juga : Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

Faktor Perkembangan Islam di Indonesia

Agama Islam yang masuk ke wilayah Indonesia akan menyebabkan adanya perubahan budaya ya di Indonesia. Budaya lokal yang dulunya ada di Indonesia telah lama berubah menjadi budaya Islam. Pada saat itulah dakwah dan ajaran Islam mulai mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.

Tentu hal tersebut tidak terlepas oleh beberapa faktor yang mempengaruhi mudahnya Islam dapat diterima di Indonesia. Berikut ini merupakan faktor perkembangan Islam di Indonesia.

  • Bagi masyarakat yang ingin memeluk agama Islam, syarat yang dibutuhkan tidaklah sulit. Cukup melafalkan 2 kalimat seperti “aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”.
  • Agama Islam mengajarkan ajaran yang cukup sederhana mudah diterima dan mudah untuk dimengerti.
  • Kekuatan pada bidang politik pada pedagang muslim banyak berasal dari kalangan menengah atas.
  • Agama Islam disebarkan dengan cara damai.
    Upacara keagamaan Islam tidaklah sulit dan sangat sederhana.
  • Agama Islam tidak mengakui kasta, yang mana agama Islam tidak membeda-bedakan seseorang dari kelompok sosial atau status masyarakatnya. Agama Islam mengajarkan kerukunan dan kebersamaan.
  • Banyak berpendapat bahwa muslim dianggap kuat pada bidang militer.
  • Runtuhnya kerajaan Majapahit dan kerajaan Sriwijaya merupakan penyebab kuatnya perkembangan an-nur jalan Islam yang pesat di wilayah Indonesia.
  • Agama Islam mengajarkan moralitas kepada para penduduk asli.
  • Agama Islam mengajarkan bahwa ibadah dapat dilakukan di mana saja asalkan tempat tersebut suci dan tidak harus menetap pada daerah-daerah tertentu.

Baca Juga : Sejarah Kerajaan Mataram Islam

Demikian yang dapat saya sampaikan tentang perkembangan Islam di Indonesia. Saat ini cara penyebaran Islam sudah mulai banyak dilakukan melalui media sosial dengan cara cara menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan dan pengetahuan kepada para masyarakat umum.

Semoga penjelasan yang telah disampaikan dapat bermanfaat dan dapat menambah ilmu pengetahuan serta wawasan baru. Apabila terdapat kekurangan atau kesalahan Mohon dimaafkan.

Categories
Sejarah

Pahlawan Revolusi Indonesia

Pahlawan Revolusi Indonesia – Tentu kamu sudah tidak asing lagi dengan peristiwa G30S PKI, pembelajaran mengenai sejarah G30S PKI sering kita dengan saat ada di bangku sekolah.

Peringatan peristiwa G30S PKI diadakan setiap tanggal 30 September, hal itulah yang membuat peristiwa G30SPKI menjadi salah satu peristiwa yang penting bagi negara Indonesia.

Saat kita membicarakan mengenai peristiwa G30SPKI tentu tidak bisa terlepas dari sosok yang mendapatkan gelar sebagai pahlawan Revolusi. Ada beberapa orang Jenderal yang dibunuh secara sadis pada tanggal 30 September sampai dengan tanggal 1 Oktober 1965.

Peristiwa tersebut merupakan salah satu masa kelam yang pernah terjadi di negara Indonesia, peristiwa tersebut saat ini masih menyimpan pertanyaan yang sampai saat ini belum ada orang yang bertanggung jawab atas peristiwa berdarah G30SPKI.

Untuk lebih jelasnya mari kita simak ulasan berikut ini mengenai beberapa isu yang melatarbelakangi peristiwa G30SPKI dan adanya pahlawan Revolusi indonesia dan biografinya.

Sebelum Terjadinya Peristiwa Berdarah G30S PKI

Pahlawan Revolusi merupakan gelar yang diberikan kepada para perwira yang telah gugur dalam peristiwa berdarah yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 sampai tanggal 1 Oktober 1965. Peristiwa pembantaian kepada perwira tersebut ditengarai adalah hasil dari perbuatan PKI (Partai Komunis Indonesia),

Sebelum terjadi peristiwa G30S PKI, ada beberapa hal yang melatarbelakangi terjadinya gerakan 30 September ini. PKI saat itu merupakan partai terbesar yang ada di negara Indonesia bahkan di sampai seluruh dunia. Saa itu pada tahun 1965 anggota PKI sampai mencapai 3,5 juta jiwa, jumlah tersebut belum termasuk dalam 3 juta kader PKI yang bergerak di kalangan para pemuda.

Selain itu, PKI mempunyai organisasi di bawahnya, contohnya saja seperti Pergerakan Perserikatan Buruh dengan anggota mencapai 3,5 juta jiwa, Barisan Tani Indonesia dengan anggota yang mencapai 9 Juta jiwa.

Gerakan Wanita Indonesia, Organisasi Penulis dan Artis serta dengan pergerakan Sarjana. Setidaknya jumlah anggota yang tergabung ke dalam PKI mencapai 20 juta orang.

Selain itu, PKI merupakan partai yang mempunyai hubungan kedekatan dengan Presiden Soekarno serta mendapat dukungan penuh dari Soekarno, sehingga keinginan untuk membubarkan PKI adalah suatu yang sangat sulit. Beberapa peristiwa yang terjadi sebelum adanya pemberontakan G30S PKI ini, antara lain.

1. Demokarasi Terpimpin yang Dicetuskan Oleh Soekarno

Pada bulan Juli 1959, Soekarno sudah menerapkan sistem pemerintahan Demokrasi terpimpin, dimana seluruh keputusan yang diambil berpusat dari pemimpin negara.

Hal tersebut dilakukan oleh Soekarno dengan berbagai alasan, alasan yang pertama adalah mengingat segi keamanan sosial yang saat itu berada dalam keadaan yang tidak stabil. Beberapa gerakan separatisme sudah terjadi di berbagai daerah yang ada pada masa demokrasi liberal.

Beberapa pemberontakan yang terjadi adalah Pemberontakan Darul Islam, Tentara Islam Indonesia, Pemberontakan PKI, Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia, Pemberontakan Permesta dan masih banyak lagi lainnya.

Selain dari segi keamanan, segi ekonomu juga ikut menjadi alasan pergantian sistem pemerintahan yang dilakukan oleh Soekarno. Ada beberapa program yang dirancang pada era demokrasi liberal yang tidak terlaksana, sehingga menyebabkan keadaan ekonomi di negara Indonesia melemah. Salah satu faktor yang membuat hal tersebut adalah sering berganti kabinet.

Selain itu, Soekarno juga tidak berhasil untuk menyusun Undang – Undang Dasar yang baru untuk menggantikan UUDS tahun 1950. Karena berbagai alasan tersebut, menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang merupakan keputusan yang sangat tepat.

Hal tersebut juga mendapat dukungan penuh dari PKI. Tapi sayangnya keputusan tersebut tidak membuahkan hasil yang baik, Soekarno bersama dengan kaum Burjuis dan kepimpinan PKI tidak bisa untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi.

Baik itu dalam biang ekonomi ataupun dalam bidang politik, sehingga menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat yang pada akhirnya terjadi demonstrasi dimana – mana yang dilakukan oleh para petani, buruh dan mahasiswa.

2. Terbentuknya Angkatan Kelima

Atas saran dari PKI yang notabenenya saat itu dekat dengan Ir. Soekarno memberikan saran kepada Soekarni untuk membentuk Angkatan Kelima. Angkatan kelima ini terdiri dari Angkatan Laut republik Indonsia, Angkatan Udara Republik Indonesia, dan Kepolisian.

Yang semua itu terlepas dari Angkatan Bersenjara Republik Indonesia, angkatan kelima ini terdiri dari kalangan buruh atau petanu yang terlatih.

Tapi ternyata keputusan tersebut palah menimbulkan konflik yang panas, ABRI menganggap jika PKI sedang merencanakan kudeta kepada Soekarno. Hal tersebut yang memicu konflik saling curiga antara militer dengan PKI, tapi sebelum peristiwa itu terjadi, PKI sering memprovokasi konflik antra ABRI dan Polisi.

3. Munculnya Isu Sakitnya Soekarno

Dalam setahun terakhir sebelum peristiwa yang menewaskan 7 (tujuh) Pahlawan Revolusi dalam malam 30 September tahun 1965, memang sudah sering beredarnya kabar jika Ir. Soekarno sedang sakit parah. Hal tersebut menyebabkan keresahan di tengah masyarakat.

Hal tersebut dikarenakan Soekarno memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan Republik Indonesia. Masyarakat sangat resah karena bingung mencari yang layak untuk menggantikan Ir. Soekarno dalam memimpin negara Indonesia. Padahal saat itu Ir. Soekarno hanya sakit ringan bukan sakit berat.

4. Peristiwa Ganyang Malaysia

Kedekatan Bung Karno dengan Partai Komunis Indonesia dikarenakan peristiwa konfrontasi antara negara Indonesia dengan negara Malaysia. Negara Malaysia saat itu masih sebagai negara federasi Malaysia dianggap sudah melanggar The Macapagal Plan. Sebuah perjanjian yang menyatakan mengenai dekolonialisasi.

Karena pelanggaran tersebut, Ir. Soekarno sangat marah. Sampai akhirnya Ir. Soekarno membentuk Dwi Komando Rakyat yang berisi sebagai berikut,

  1. Perhebat Pertahanan Revolusi Indonesia
  2. Bantu perjuangan revolusioner rakyat-rakyat Malaya, Singapura, Sabah, Serawak dan Brunei memerdekakan diri dan membubarkan Negara Federasi Malaysia

Presiden Soekarno merasa jika Harga diri Bangsa Indonesia sudah diinjak-injak oleh negara Malaysia. Akhirnya aksi Ganyang Malaysia pun dilakukan, akibat dari peristiwa tersebut adalah kedekatan Soekarno kepada PKI. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab PKI melakukan penculikan dan penyiksaan kepada petinggi Angkatan Darat yang saat ini disebut dengan Pahlawan Revolusi.

Baca Juga : Pahlawan Nasional Indonesia

Peristiwa Terjadinya G30S PKI

Peristiwa 30 September sampai dengan tanggal 1 Oktober tahun 1965 yang terjadi pada dini hari yang menewaskan para pahlawan revolusi merupakan peristiwa pilu yang sampai saat ini masih dikenang oleh Bangsa Indonesia.

Peristiwa penculikan serta pembunuhan kepada para perwira tinggi angkatan darat dan beberapa orang lainnya yang dituduh melakukan kudeta kepada Soekarno.

Penculikan ini bisa dibilang sadis, karena sebelum dibunuh para jenderal ini disiksa terlebih dahulu kemudian akhirnya dimasukkan ke dalam sebiah sumur yang saat ini lebih dikenal dengan nama lubang buaya.

Terjadinya peristiwa tersebut ada beberapa hal yang melatarbelakanginya, walaupun sampai saat ini belum diketahui secara pasti kebenaran dari peristiwa tersebut. Beberapa isu yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa G30S PKI, antara lain.

1. Isu Dewan jenderal yang Ingin Melakukan Kudeta

Isu dewan Jenderal ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama sebelum terjadinya peristiwa berdarah pada tanggal 30 September tahun 1965 sampai 1 Oktober tahun 1965. Isu yang beredar tersebut merupakan adanya dewan Jenderak angkatan darat yang ingin melakukan kudeta kepada kekuasaan presiden Soekarno.

Walaupun tidak ada bukti jelas jika Soeharto merupakan dalang dari peristiwa G30S PKI tapi setelah peristiwa tersebut muncul, ada beberapa jurnal Internasional yang menjelaskan mengenai keterlibatan Soeharto dalam peristiwa G30S PKI.

Bebera[a Jurnal tersebut antara lain Prof. Dr. W.F. Wertheim (Serpihan Sejarah Thn 1965 yang Terlupakan), Ralph McGehee (The Indonesian Massacres and the CIA), karya Benedict R.O’ Cornell Paper, G. Anderson and Ruth T. McVey (Cornell University), Government Printing Office of the US (Department of State, John Roosa (Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Suharto’s Coup d’État in Indonesia), INR/IL Historical Files, Indonesia, 1963-1965. Secret; Priority; Roger Channel; Special Handling).

2. Isu Dokumen Gilchrist

Dokumen Ghilchris merupakan nama dari dubes Inggris Andres Gilchrist, isu ini beredar hampir bersamaan dengan beredarnya isu Dewan Jenderal. Isi dokument tersebut menyatakan jika para perwira Angkatan Darat sudah dibeli pihak asing, walaupun pada kenyatannya dokumen tersebut sudah dipalsukan oleh Intelejen Ceko.

Pahlawan Revolusi Indonesia / G30S PKI

Dalam peristiwa G30S PKU yaitu penculikan serta penbunuhan kepada para perwira angkatan darat yang dilakukan oleh PKI ini sudah menelan banyak sekali korban.

Diantaranya yang ditumukan mati serta dimasukkan ke dalam lubang buaya, mayat mereka ditemukan pada tanggal 3 Oktober tahun 1965. Tidak hanya para perwira tinggi angkatan darat saja, ada juga beberapa korban lainnya yang ikut gugur dalam peristiwa G30S PKI. Dan untuk mengenang jasa para korban tersebut, makad diberikan gelar sebagai pahlawan revolusi.

Sementara itu pada tanggal 30 September diperingati sebagai hari peringatan G30S PKI dan pada tanggal 1 Oktober diperingati sebagai hari kesaktian pancasila. Nah, berikut ini adalah beberapa pahlawan yang gugur dalam peristiwa G30S PKI, antara lain.

1. Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani

Pahlawan Revolusi Indonesia Ahmad Yani

Ahmad yani merupakan komandan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat. Beliau lahir di kota Purworeji pada tanggal 19 Juni tahun 1922, Ahmad Yani dibantai karena ia dikenal sebagai seorang yang sangat menentang terhadap paham komunisme.

Akhinya Jenderal Ahmad Yani diculik dari tempat tinggal kemudian dibantai dan dimasukkan ke dalam sumur yang saat ini dikenal dengan nama lubang Buaya. Beliau diberikan gelar sebagai pahlawan revolusi berdasarkan Keppres No 111/KOTI/1965 pada tanggal 5 Oktober tahun 1965.

2. Letnan Jenderal Anumerta R Suprapto

Pahlawan Revolusi Indonesia

Sama seperti pahlawan sebelumnya, Letnan Jenderal Anumerta Suprapto juga diculik dair rumahnya kemudian dibantai di Lubang Buaya. Suprapto lahir pada tanggal 20 Juni tahun 1920 di kota Purokerto.

Sebelum dibantai oleh PKI, Suprapto pernah berhasil meredam berbagai pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia di berbagai daerah seperti Semarang dan Medan.

3. Letnan Jenderal Haryono

Pahlawan Revolusi Indonesia Letnan Jenderal Haryono

Letnan Jenderal TNI angkatan Darat Mas Tirtodarmo Haryono atau yang lebih dikenal dengan sebutan MT Haryono, beliau berasal dari kota Surabaya.

MT Haryono lahir di kota Surabaya pada tanggal 20 Januari tahun 1924, baliau juga dibantai di Lubang Buaya. Letjend Haryono ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi pada tanggal 5 Oktober tahun 1965. Pemberian gelar tersebut berdasarkan keputusan Presiden no 111/KOTI/1965. Letjend Haryono dikenal menguasai 3 (tiga) bahasa asing.

4. Letnan Jenderal Siswondo Parman

Pahlawan Revolusi Indonesia Letnan Jenderal Siswondo Parman

Letnan Jenderal Siswondo Parman atau yang biasa disebut dengan nama S. Parman ini merupakan pahlawan asal Wonosobo. Ia dilahirkan di Wonosobo pada tanggal 4 Agustus tahun 1918.

Beliau merupakan salah satu perwira intelegen yang dekat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan cukup banyak tahu mengenai rahasia dari PKI. Tapi sayangnya saat ditawari intik masuk ke dalam paham komunisme. S. Parman menolak tawaran tersebut.

Dan akhirrnya S. Parman ikut gugur dalam peristiwa G30S PKI tersebut, yang kemudian mendapatkan gelar sebagai Letnan Jenderal ANumerta. Otak pembantaian yang terjadi adalah IR. Sakirman yang tidak lain adalah kakak kandungnya sendiri.

5. Mayor Jenderal Pandjaitan

Pahlawan Revolusi Indonesia Mayor Jenderal Pandjaitan

Mayor Jenderal Pandjaitan emrupakan pahlawan yang berasal dari Sumatera Utara. Ia lahir pada tanggal 19 Juni tahun 1925, padas saat itu Pandjaitan bersama para pemuda lainnya sudah membentuk tentara Kemanan Rakyat, yang merupakan cikal bakal dari berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Mayor Jenderal Pandjaitan dibunuh dengan menggunakan seragam lengkap, saat mengetahui kedatangan PKI yang datang ke rumahnya dan membunuh ajudan serta pelayanannya, aia menantang para pemberontak tersebut.

Tapi sayangnya  beliau dihujani dengan tembakan peluru yang menembus ke dadanya. Settelah itu mayatnya dibawa ke lubang buaya, mayatnya baru ditemukan pada tanggal 3 Oktober 1965. Dan pada tanggal 5 Oktober beliau ditetapkan sebagai salah satu dari pahlawan revolusi.

Baca Juga : Pahlawan Wanita Indonesia

6. Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo

Pahlawan Revolusi Indonesia Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo Indonesia Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo

Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo lahir pada tanggal 23 Agustus  1922 di Kebumen, Jawa Tengah. Ia diculik dari kediamannya dalam peristiwa G30S PKI, kemudian dibawa ke lubang buaya dibantai dan dimasukkan ke dalam sumur.

Pada kala itu, para pemberontak membohongi Mayjen Sutoyo dengan mengatakan jika beliau dipanggil oleh presiden Soekarno. Mayatnya ditemukan pada tanggal 3 Oktober tahun 1965.

7. Kapten Pierre Tendean

Pahlawan Revolusi Indonesia Kapten Pierre Tandean

Kapten Pierre Tendean meninggal dalam usia yang masih mudah, yakni pada usia 26 tahun. Kapten CZI Anumerta Pierre Andreas Tendean lahir pada tanggal 21 Februaru tahun 1939.

Pierre Tendean merupakan satu – satunya Pahlawan Revolusi yang mempunyai pangkat sebagai kapten. Atas keberanian beliau, atasannya yang bernama A.H Nasution selamat. Tendean mengaku sebagai A. H Nasution yang kemudian iktu dibantai di Lubang Buaya.

8. Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo

Pahlawan Revolusi Indonesia Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo

Brigadir Jenderal Anumerta Katamso Darmokusumo juga ikut gugur dalam peristiwa penculikan G30S PKI, pada saat pemberontakan tersebut terjadi, beliau sedang bertugas di Jogjakarta. Kemudian beliau diculik dan tubuhnya dipukul menggunakan marter motor, setelah itu mayatnya dimasukkan ke dalam sumur lubang buaya.

9. AIPDA Karel Satsuit Tubun

Pahlawan Revolusi Indonesia AIPDA Karel Satsuit Tubun

Beliau merupakan pahlawan yang berasal dari Maluku Tenggara, ia dilahirkan di Tubun pada tanggal 14 Oktober tahun 1928. Beliau menjadi satu – satunya perwira yang bukan berasal dari anggota TNI Angkatan Darat. Saat peristiwa berdarah tersebut terjadi, beliau sedang bertugas sebagai ajudan Johanes Leimena yang saaat itu menjabat sebagai menteri di kabinet Soekarno.

Johanes Leimena merupakan tetangga dari Abdul Haris Nasution salah satu perwira TNI AD yang menjadi target Partai Komunis Indonesia (PKI). pada saat penyergapan terjadi di rumah AH Nasution, Karel Satsui Tubun melepaskan tembakan untuk menenangkan keributan yang terjadi di rumah sebelahnya.

Tapi pada saat itu anggota PKI lebih banyak, akhirnya tidak bisa dilawannya. Saat beberapa peluru menembus tubuhnya akhirnya KS Tubuh ikut gugur dalam peristiwa tersebut.

10. Kolonel Anumerta R Sugiono Mangunwijoyo

Pahlawan Revolusi Indonesia Kolonel Anumerta R Sugiono Mangunwijoyo

Beliau lahir pada tanggal 12 Agustus 1926 di gunung kidul, Yogyakarta. Beliau meninggal bersama dengan Brigjend Katamso dan dikuburkan dalam satu lubang yang sama.

Mayat beliau baru ditemukan setelah 20 hari peristiwa tersebut terjadi. Oleh karena otu, beliau baru mendapatkan gelar sebagai pahlawan revolusi pada tanggal 19 Oktober tahun 1965. Keduanya merupakan anggota korban PKI yang ada di daerah Yogyakarta.

Selain beberapa nama diatas, ada yang belum disebutkan yakni Ade Irma yang merupakan putri dari jenderal AH Nasution. Ade Irma Suryani Nasution meninggal di rumahnya bersamaan dengan ajudan setia ayahnyam yakni Lettu CZI Pierre tendean, AH Nasution berhasil selamat dari aksi penculikan tersebut.

Nah, itulah beberapa nama yang ditetapkan sebagai pahlawan revolusi indonesia, untuk mengenang jasa dari pahlawan diatas, setiap tanggal 30 September selalu diperingati sebagai hari peringatan peristiwa G30S PKI dan pada tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai hari kesaktian Pancasila. Setelah peristiwa tersebut terjadi, PKI ditetapkan sebagai partai terlarang.

Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita mengenai sejarah yang ada di negara Indonesia, dan kita sebagai generasi penerus harus selalu menjaga keutuhan NKRI. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.

Categories
Sejarah

Pahlawan Nasional Indonesia

Pahlawan Nasional Indonesia – Di Indonesia sendiri pada setiap tanggal 10 November selalu diperingati sebagai hari pahlawan nasional.

Momentum tersebut sangat penting untuk mengenang serta menghormati jasa-jasa para pahlawan Indonesia dalam melawan penjajah yang berasal dari negara asing yang mana taruhannya adalah harta dan nyawa.

Diperingatinya tanggal 10 November sebagai hari Pahlawan Nasional berguna untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa yang telah mereka berikan kepada bangsa Indonesia.

Selain itu bangsa Indonesia juga perlu mengetahui sejarah perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan serta asal usul dari setiap pahlawan yang membela negara Indonesia.

Pahlawan Nasional Indonesia dan Sejarah Perjuangan

Di bawah ini merupakan beberapa pahlawan pahlawan nasional indonesia yang kamu ketahui yang akan dijelaskan secara lengkap mulai dari daerah asal sampai sejarah perjuangannya. Pahlawan pahlawan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Jendral Sudirman

Pahlawan nasional yang pertama yang mana beliau  ketahui sangat berjasa dalam membela negara Indonesia adalah jenderal Sudirman.

Jendral Sudirman merupakan panglima tentara pertama republik Indonesia yang memiliki jabatan sebagai jenderal besar TNI Anumerta Soedirman yang mana sudah memperoleh gelar jenderalnya pada saat ia berusia 31 tahun.

Jendral Sudirman sangat berjasa dalam membela dan juga mau negara Indonesia dalam perjuangan pada masa revolusi Nasional Indonesia.

Jendral Sudirman dikenal sebagai pahlawan dalam perang gerilya Serang Umum pada tanggal 1 Maret tahun 1949. Panglima Besar jenderal Sudirman lahir pada tanggal 24 Januari tahun 1916 di daerah Purbalingga, provinsi Jawa tengah.

2. Ir. Soekarno

Soekarno atau yang lebih dikenal masyarakat dengan nama Sukarno adalah presiden pertama republik Indonesia. Ir. Soekarno mendapatkan sebutan sebagai bapak proklamator kemerdekaan Indonesia yang pada waktu itu diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni tahun 1901.

Soekarno dikenal sebagai pemimpin terbaik dan memiliki kecerdasan, serta ia mampu menciptakan semangat nasional bagi para bangsa Indonesia. Selama masa-masa penting yang terjadi di Indonesia, Soekarno juga pernah mencetuskan negara Pancasila,sehingga pada waktu itu terciptalah konsep dasar negara yang bernama Pancasila, yang mana Pancasila digunakan di negara Indonesia sampai saat ini.

3. Mohammad Hatta

Pahlawan yang selanjutnya adalah Mohammad Hatta. Mohammad Hatta adalah salah satu pahlawan yang sangat berjasa bagi kehidupan bangsa Indonesia. Ia juga kerap kali dipanggil menggunakan nama panggilan yaitu Bung Hatta. Mohammad Hatta adalah wakil presiden dari Ir. Soekarno yang lahir di kota Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus tahun 1902.

Mohammad Hatta dan juga Ir. Soekarno mendapat gelar sebagai pahlawan Proklamator kemerdekaan Indonesia. Mohammad Hatta banyak menulis mengenai ilmu koperasi selama Ia menjabat sebagai wakil presiden Indonesia. Oleh karena itu peran dari Mohammad Hatta juga mendapat julukan sebagai ‘Bapak koperasi’.

4. Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro adalah putra pertama yang berasal dari Raja Mataram yang bernama Sultan Hamengkubuwono III. Pangeran Diponegoro memiliki nama asli yaitu Mustahar.

Pangeran Diponegoro adalah pahlawan Indonesia yang lahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta. Ia juga mendapatkan julukan sebagai pangeran Diponegoro

ia telah memimpin perang Diponegoro yang pada waktu itu terjadi secara 5 tahun lamanya, yaitu pada tahun 1825 sampai 1830. Perang Diponegoro adalah perang yang terjadi antara rakyat Indonesia dengan pemerintah Hindia-Belanda.

5. Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol memiliki beberapa gelar seperti Peto Syarief dan Malin Basa. Ia merupakan seorang ulama yang berasal dari provinsi Sumatera Barat.

Beliau dikenal oleh bangsa Indonesia berkat kepemimpinannya di perang Padri yang terjadi pada tahun 1803-1838 lamanya. Ia merupakan seorang pahlawan kelahiran Sumatera Barat tempatnya berada di Bonjol pada tahun 1772.

Kemudian ia ditunjuk sebagai pemimpin kaum Padri yang berada di kota Bonjol, oleh karena itu Iya dijuluki sebagai Tuanku Imam Bonjol. Pada masa perjuangannya tuanku imam Bonjol pernah diasingkan sampai beliau wafat kemudian beliau dimakamkan di Minahasa pada tanggal 6 November tahun 1864.

Baca Juga : Tokoh Perumusan Pancasila

6. Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara adalah salah satu pahlawan nasional bangsa Indonesia yang berasal dari Yogyakarta. Pahlawan bangsa Indonesia yang satu ini memiliki nama asli yaitu Raden Mas Soewardi Soekaningrat. Beliau lahir pada tanggal 2 Mei tahun 1889 di Yogyakarta.

Ki Hajar Dewantara merupakan pahlawan yang berasal dari Yogyakarta yang juga merupakan salah satu aktivis pergerakan kemerdekaan, politisi, hingga pelopor pada bidang pendidikan, sampai dikenal dengan semboyan ‘Tut Wuri Handayani’.

Ki Hajar Dewantara adalah pahlawan nasional yang sangat berjasa terutama pada bidang pendidikan yang mana ya juga dikenal sebagai pendiri lembaga pendidikan untuk pribumi yang bernama Taman Siswa. Oleh karena itu Ki Hajar Dewantara oleh bangsa Indonesia diberi gelar sebagai bapak pendidikan Nasional.

7. Cut Nyak Dien

Pahlawan Indonesia tidak hanya didominasi oleh laki-laki, namun terdapat pula pahlawan nasional perempuan yang mana jasanya juga sama pentingnya dengan pahlawan pahlawan lainnya.

Cut nyak Dien adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang lahir pada tahun 1845 di Lampadang, yang merupakan bagian dari kerajaan Aceh. Beliau merupakan salah satu pahlawan nasional wanita yang mempunyai semangat perjuangan yang cukup besar untuk melawan penjajah Belanda.

Cut Nyak Dien adalah istri dari Teuku Umar yang merupakan seorang pahlawan Indonesia yang telah gugur di medan perang tepatnya pada tanggal 11 Januari 1899.

Kemudian disusul oleh wafatnya Cut Nyak Dien dikarenakan sakit yang telah Ia derita juga dikarenakan usianya yang sudah tidak muda lagi. Lalu jasad Cut Nyak Dien dimakamkan pada tanggal 6 November tahun 1908 di Sumedang.

Baca Juga : Biografi RA Kartini

8. Bung Tomo

Bung Tomo adalah pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari Surabaya. Bung Tomo memiliki nama asli Sutomo yang kemudian lebih dikenal dengan nama panggilan yaitu Bung Tomo.

Semangat yang membara dari Bung Tomo sangat dikenal oleh bangsa Indonesia yang pada waktu itu sedang terjadi pertempuran sengit di Surabaya pada tanggal 10 November 1945.

Terdapat semboyan yang begitu terkenal oleh bangsa Indonesia semboyan tersebut adalah “Merdeka atau Mati” yang mana semboyan itu telah berhasil mengorbankan semangat juang dari bangsa Indonesia.

Pertempuran yang terjadi pada tanggal 10 November sampai saat ini masih dikenang luas oleh bangsa Indonesia, sehingga setiap pada tanggal 10 November di Indonesia diperingati sebagai hari Pahlawan Nasional.

Baca Juga : Peristiwa Rengasdengklok

9. Pattimura

Pahlawan Indonesia yang selanjutnya adalah Pattimura atau yang lebih dikenal sebagai kapitan Pattimura memiliki nama asli yaitu Thomas Matulessy.

Pattimura atau kapiten Pattimura merupakan Pahlawan Nasional Indonesia kelahiran tanggal 8 Juni tahun 1783 di Maluku. Pattimura dikenal karena kepemimpinannya terhadap pasukan peperangan besar yang terjadi di Indonesia salah satunya adalah perang pada tahun 1817.

Pattimura juga berjasa karena telah mampu menyatukan semangat dari kerajaan Ternate sampai Tidore. Perang yang sangat dikenal karena keganasannya adalah perang Pattimura.

10. Martha Christina Tiahahu

Ia merupakan seorang gadis desa yang berasal dari Nusa Laut, Maluku. Martha Christina tiahahu adalah salah satu pahlawan nasional bangsa Indonesia yang jasanya patut dikenang oleh masyarakat.

Martha Christina tiahahu adalah pahlawan kelahiran an-nahl 4 Januari tahun 1800 yang dikenal sebagai sosok perempuan yang sangat berani, karena pada saat usianya baru menginjak 17 tahun Ia sudah berani untuk mengangkat senjata dan juga mengambil bagian dalam perlawanan dengan para penjajah Belanda.

11. Teuku Umar

Teuku Umar merupakan salah satu pahlawan nasional bangsa Indonesia yang memiliki nama belakang Meulaboh. Yang mana bahwa sebenarnya new labour adalah tempat di mana Teuku Umar lahir. beliau lahir pada tahun 1854 dan kemudian wafat pada tanggal 11 Februari tahun 1899 yang mana wafatnya juga berada di Meulaboh.

Teuku Umar dikenal oleh bangsa Indonesia karena perjuangannya melawan penjajah Belanda ada yang memiliki cara unik dalam melakukan penyerangan.

Teuku Umar berpura-pura untuk bekerjasama dengan Belanda, kemudian setelah Belanda dikiranya sudah mulai lengah Ia lalu melawannya. Dan setelah peperangan tersebut Teuku Umar berhasil mengumpulkan senjata dan uang yang cukup banyak.

12. I Gusti Ngurah Rai

I Gusti Ngurah Rai merupakan seorang pahlawan yang juga sekaligus sebagai seorang kolonel TNI Anumerta I. I Gusti Ngurah Rai lahir pada tanggal 30 Januari tahun 1917 di desa Carangsari, Petang kabupaten Bandung, Bali.

Kemudian pada masa umurnya yang dibilang masih muda yaitu 29 tahun beliau meninggal dunia pada tanggal 20 November 1946 Di Marga, Tabanan, Bali. I Gusti Ngurah Rai merupakan salah satu pahlawan nasional Al yang berasal dari Bali yang jasanya akan terus dikenang oleh bangsa Indonesia sampai saat ini.

13. Ahmad Soebardjo

Ahmad Subarjo adalah salah satu pahlawan nasional yang memiliki nama lengkap baik yaitu Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo. Ia lahir di kabupaten Karawang Jawa Barat pada tanggal 23 Maret 1896.

Kemudian pada umurnya yang sudah menginjak 82 tahun iya meninggal dunia pada bulan Desember tahun 1978. Ahmad Subarjo adalah tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia dan juga seorang diplomat serta seorang pahlawan nasional Indonesia.

Ahmad Soebardjo menjabat sebagai menteri luar negeri Indonesia yang pertama kali. Ia mendapatkan gelar yang berasal dari universitas Leiden Belanda sebagai gelar Meester pada tahun 1993.

14. Sultan Iskandar Muda

Sultan Iskandar Muda adalah pahlawan nasional bangsa Indonesia yang berasal dari Aceh Sama halnya seperti Cut Nyak Mutia yang berasal dari provinsi Aceh juga.

Sultan Iskandar Muda adalah Sultan terbesar dalam masa kesultanan Aceh, yang mana ia berkuasa dari tahun 1667 sampai pada tahun 1636. Sultan Iskandar Muda berhasil membawa Aceh pada masa kejayaan pada saat ia pemerintah sebagai pemimpin di kerajaan Aceh.

Yang mana pada saat itu Aceh memiliki perkembangan yang sangat pesat dan juga reputasi nasionalnya dijadikan sebagai pusat perdagangan serta pembelajaran mengenai agama Islam. Berkat jasanya nama Sultan Iskandar Muda diabadikan menjadi nama bandar udara internasional yang berada di Aceh.

15. Teuku Muhammad Hasan

Kemudian pahlawan nasional bangsa Indonesia yang selanjutnya adalah Teuku Muhammad Hasan yang menjabat sebagai gubernur di wilayah Sumatera yang pertama kali setelah Indonesia merdeka.

Ia juga menjabat sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan Indonesia pada tahun 1948 sampai tahun 1949 di Kabinet Darurat. Selain itu Teuku Muhammad Hasan juga merupakan orang pejuang kemerdekaan dan juga pahlawan nasional Indonesia.

16. Teuku Cik Ditiro

Teuku cik Ditiro adalah pahlawan nasional bangsa Indonesia yang berasal dari Aceh. Beliau memiliki nama lengkap yaitu Teuku Cik Ditiro Muhammad Saman yang mana beliau lahir di Pidie pada tahun 1839, kain kemudian Teuku Cik Ditiro meninggal pada bulan Januari 1891 di Aneuk, Galong Aceh Besar.

17. Panglima Polem

Panglima Polem merupakan pahlawan nasional bangsa Indonesia yang memiliki nama lengkap yaitu Teuku Panglima Polem Sri Muda Perkasa Muhammad Daud.

Beliau adalah seorang panglima yang berasal dari Aceh. Namun hingga saat ini masih belum ditemukan keterangan secara rinci mengenai kapan panglima Polem lahir.

Namun dijelaskan bahwa beliau merupakan keturunan dari kaum bangsawan Aceh. Ayah dari panglima Polem yaitu panglima Polem VIII yang merupakan Raja Kuala. Panglima Polim juga memiliki kakek yang bernama Teuku panglima Polem Sri imam Muda Mahmud Arifin atau yang biasa dikenal sebagai Cut Banta.

18. Raden Dewi Sartika

Pahlawan nasional bangsa Indonesia yang selanjutnya adalah Raden Dewi Sartika. Beliau lahir di Bandung pada tanggal 4 Desember 1884.

Raden Dewi Sartika dikenal sebagai tokoh perintis pendidikan bagi para kaum wanita dan juga diakui oleh bangsa Indonesia sebagai pahlawan nasional Indonesia pada tahun 1966. Raden Dewi Sartika meninggal dunia pada umur 62 tahun di Tasikmalaya pada tanggal 11 September 1947.

19. Sultan Ageng Tirtayasa

Pahlawan bangsa Indonesia yang terakhir adalah Sultan Ageng Tirtayasa yang merupakan an-najah dari Sultan Abdul Malik Ahmad dan juga Ratu Martakusuma. Beliau lahir pada tahun 1631 di Banten.

Sultan Ageng Tirtayasa menjabat sebagai Sultan Banten pada periode 1640 sampai tahun 1650. Semasa kecilnya Sultan Ageng Tirtayasa diberi gelar sebagai pangeran Surya. Pada tahun 1683 kemudian Sultan Ageng Tirtayasa meninggal dunia.

Demikian penjelasan secara singkat mengenai pahlawan nasional Indonesia dan asalnya yang perlu untuk kamu ketahui.

Namun tidak hanya 19 pahlawan yang berjasa bagi bangsa Indonesia akan tetapi masih banyak sekali pahlawan-pahlawan lainnya yang memiliki jasa sama pentingnya bagi bangsa Indonesia baik yang dikenal ataupun yang tidak dikenal.

Seharusnya kita tidak melupakan jasa jasa yang telah diberikan oleh mereka dan sepatutnya Kita berterima kasih karena mereka telah menjaga keutuhan NKRI sampai saat ini.semoga penjelasan yang telah diberikan diatas dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi kamu yang membacanya.

Categories
Sejarah

Perang Diponegoro

Sejarah Perang Diponegoro – Perang merupakan sebuah aksi fisik maupun non fisik dalam kondisi permusuhan ataupun dalam kondisi peperangan dengan adanya kekerasan yang sering terjadi antara dua atau lebih kelompok manusia.

Peperangan dilakukan untuk melakukan dominasi di tempat yang di perebutkan atau di medan perang istilahnya.

Perang adalah sifat dasar turunan manusia yang hingga sekarang masih ada dan menginginkan dominasi juga persaingan untuk acara memperkuat diri dengan cara mengalahkan pihak musuh agar merasa memiliki kekuasaan lebih.

Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro adalah salah satu pahlawan Nasional Republik Indonesia yang sangat dikagumi dan juga dibilang sangat berani untuk melawan dan mengusir para penjajah Belanda.

Pangeran Diponegoro merupakan sosok tokoh pejuang yang asli dari Indonesia, berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau adalah satu dari sekian banyak pahlawan yang mencetak sejarah perang terbesar di pulau Jawa.

Nama asli Pangeran Diponegoro adalah Bendoro Raden Mas Ontowiryo, beliau merupakan anak sulung dari Sultan Hamengkubuwana III yang merupakan raja Mataram.

Pangeran Diponegoro lahir pada tanggal 11 November 1785. Ibunya bernama R.A Mangkarawati yang berasal dari Pacitan.

Pangeran Diponegoro menolak keinginan sang ayah agar menjadikan putra sulungnya itu menjadi seorang raja karena beliau menyadari bahwa ia hanyalah anak dari seorang selir, bukanlah anak dari seorang permaisuri.

Pangeran Diponegoro berasal dari titisan atau golongan ningrat yang hidupnya penuh dengan kenyamanan dan sangat sangat istimewa, kalau zaman sekarang bisa disebut sultan,

Namun ia lebih tertarik dan nyaman dengan kehidupan yang setara dengan rakyat dan lebih memilih untuk merakyat, saking nyamannya dengan hidup sederhana beliau lebih memilih untuk tinggal di luar keraton dan memilih tinggal di desa Tegalrejo.

Sebelum saya membahas lebih lanjut mengenai perang diponegoro, saya akan lebih dahulu membahas tentang kebiasaan pangeran diponegoro, berikut ini adalah kebiasaan yang beliau lakukan:

  • Pangeran Diponegoro suka mengunyah daun sirih.
  • Senang memelihara burung dan berkebun, membangun kebun dan menanam sayur sayuran, buah buahan, bunga, dan pepohonan.
  • Gemar meminum anggur dengan para orang Eropa namun hal ini tidak menjadikannya sebagai kelebihan yang berlebihan.
  • Hobi mengkoleksi berlian, emas, dan benda yang sangat berharga miliknya adalah batu akik hitam, batu akik tersebut disimpan dalam pembungkus emas.

Pangeran Diponegoro memiliki 12 putra dan 10 putri yang kini semuanya banyak tersebar di berbagai penjuru Dunia, ada yang di Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Madura. Sampai ada yang di luar negeri, seperti di  Arab Saudi, Australia, Belanda, Serbia, dan Jerman.

Baca Juga : Perang Padri

Sejarah Perang Diponegoro

Nah setelah kita sudah tau tentang Latar belakang perang di ponegoro, dan Pangeran Diponegoro, sekarang kita belajar lebih dalam lagi mengenai sejarah perang diponegoro.

Di Indonesia zaman dulu pernah mengalami masa peperangan yang hampir terjadi di semua daerah loh teman teman, namun kali ini kita akan membahas perang diponegoro terlebih dahulu.

Perang diponegoro adalah perang besar yang terjadi dalam kurun waktu 5 tahun yaitu pada tahun 1825 hingga 1830 yang tepatnya berada di pulau Jawa, Hindia Belanda.

Perang diponegoro juga dikenal dengan istilah perang Jawa. Perang ini merupakan salah satu perang terbesar yang pernah terjadi di Indonesia yaitu perang antara penduduk Nusantara dengan Belanda

pada saat itu pasukan Belanda sedang dipimpin oleh Hendrick Merkus De Kock dan penduduk Nusantara khususnya Jawa dipimpin oleh Pangeran Diponegoro.

Pada saat itu, peperangan yang terjadi antara penduduk Nusantara melawan pasukan Belanda, banyak penduduk pulau Jawa yang tewas hingga 200 ribu jiwa yang kehilangan nyawa, 8 ribu jiwa dari pihak Belanda, dan 7 ribu jiwa dari serdadu pribumi.

Penyebab Perang Diponegoro

Saat dibawah pimpinan Pangeran Diponegoro terjadi perlawanan rakyat pada tahun 1825 hingga tahun 1830 yaitu perlawanan kepada pemerintah kolonial Belanda. Penyebab utama terjadinya perang diponegoro ada dua alasan yang dapat disimpulkan, yang pertama adalah sebab umum dan kedua adalah sebab khusus.

Berikut ini adalah sebab umum yang membuat terjadinya perlawanan diponegoro:

  1. Timbulnya rasa kekecewaan di kalangan para ulama, karena mulai merambahnya budaya barat yang tidak sesuai dengan ajaran agama islam
  2. Kehidupan rakyat semakin menderita ditambah lagi mereka disuruh kerja paksa dan wajib membayar berbagai macam pajak seperti pajak ternak, pindah nama, tanah, sewa tanah, pindah rumah, dan pajak yang lainnya.
  3. Wilayah kesultanan Mataram yang lambat laun semakin sempit dan para raja yang jabatannya sebagai pengusaha pribumi mulai kehilangan kepercayaan dan kedaulatan.
  4. Bangsawan juga banyak yang merasa kecewa karena Belanda sudah menghapus sistem penyewaan tanah pada bangsawan kepada petani yang sudah mulai terjadi di tahun 18245
  5. Belanda mulai ikut campur dengan masalah kesultanan.
  6. Sebagian orang dari darah bangsawan banyak yang merasa kecewa karena Belanda tidak mau mengikuti adat istiadat dari keraton.

Dan yang membuat terjadinya perlawanan diponegoro lainnya karena pemasangan Patok oleh Belanda untuk pembangunan jalan yang melintasi tanah dan makam para leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo.

Pemasangan tersebut dilakukan tanpa izin dari kerajaan sehingga ditentang oleh Pangeran Diponegoro.

Nah kita sudah membahas tentang sebab umum diatas, nah kali ini kita akan membahas sebab khusus yaitu provokasi yang dilakukan oleh pihak Belanda untuk merencanakan pembuatan jalan menerobos tanah pangeran Diponegoro dan membongkar makam keramat.

Beliau tersingkir dari kekuasaan karena telah menolak untuk berkompromi dengan Belanda dan ia lebih memilih untuk ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada perkembangan keagamaan.

Hal itu membuat pangeran marah dan segera membangun pertahanan di Selarong dan dukungan kepada Diponegoro datang dari mana saja yang membuat pasukan Diponegoro ini menjadi lebih kuat.

Baca Juga : Perang Dunia II

Latar Belakang Perang Diponegoro

Pangeran Diponegoro memimpin pasukannya dengan perang gerilya. Gubernur Jendral Van der Capellen melancarkan strategi yaitu mendirikan benteng di setiap tempat yang ia kuasai dan berfungsi juga untuk mempersempit ruang gerak dari pasukan Diponegoro.

Nah dari situlah pasukan Diponegoro melemah sehingga menyebabkan ia menerima tawaran untuk perundingan dengan Belanda di Magelang.

Namun sayangnya perundingan inipun gagal dalam mencapai kata sepakat. Karena hal itulah Pangeran Diponegoro ditangkap dan langsung dipindahkan ke Manado dan dipindahkan lagi ke Makasar.

Perang ini berlangsung selama 5 tahun dan membawa dampak yang membuat kekuasaan wilayah Surakarta dan Yogyakarta berkurang dan sangat banyak menguras uang kas Belanda.

Akhir Perang Diponegoro

Nah kita sudah belajar cukup rinci yang dari awal mengenal siapa itu Pangeran Diponegoro, penyebab, dan proses terjadinya perang Diponegoro. Kali ini kita langsung membahas akhir perang Diponegoro.

Agar menang melawan pasukan Diponegoro, Belanda harus menarik pasukan yang dipakai untuk perang di Sumatra Barat, di saat yang sama pada saat itu juga Belanda sedang menghadapi perang besar padri.

Lalu akhirnya Belanda mau tidak mau mesti harus melawan kedua belah pihak itu dan belakangan bersatu untuk melawan balik kolonial Belanda.

Berakhirnya perang Jawa menjadi akhir dari pertempuran besar dari seluruh bangsawan Jawa pada saat itu. Setelah perang tersebut sudah usai maka jumlah pendudukpun menyusut.

Nah seperti itulah informasi lengkap mengenai Sejarah perang Diponegoro yang wajib banget sebagai bangsa Indonesia ketahui karena ini adalah salah satu sejarah yang terjadi pada Negeri kita yang sangat tercinta.

Berakhirnya masa penjajahan maka sekaligus berakhir juga segala kesusahan para rakyat yang harus melakukan kerja paksa yang membuat rakyat semakin sengsara, yang dimana seharusnya semua dilakukan agar menciptakan kedamaian di Negeri kita Indonesia ini.

Baiklah sekian dulu artikel tentang perang Diponegoro, semoga bermanfaat, jangan lupakan jasa para pejuang kita pada zaman dahulu, kita sebagai generasi milenial tidak boleh sampai mengecewakan para pahlawan. Jika ada kritik dan saran atau request ingin membahas perang apalagi silahkan tulis saja di kolom komentar dibawah ini.

Categories
Sejarah

Perang Dunia I

Sejarah Perang Dunia 1 – Sejak zaman dahulu, kita sudah tidak diasingkan lagi dengan istilah perang. Entah perang melawan penjajah, perang saudara, dan lain sebagainya.

Perang dapat melibatkan antargolongan, antarsuku, antarnegara, bahkan antarblok di dunia ini. Kali ini Pintarnesia akan membahas tentang salah satu perang yang paling populer dari masa ke masa, yaitu Perang Dunia I.

Perang Dunia I memang sudah terjadi lebih dari 100 tahun yang lalu. Namun jejak jejak peninggalan perang dunia tersebut masih ada hingga saat ini.

Untuk kalian yang ingin mengetahui tentang perang dunia satu maka pada artikel kali ini kita akan membahas sejarah perang dunia satu, oke langsung kita bahas di bawah ini.

Baca Juga : Revolusi Perancis

Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia I

Latar Belakang Perang Dunia I

Ada beberapa faktor terjadinya perang dunia I, mulai dari faktor ultranasionalisme (Italia dan Jerman), terbentuknya aliansi dan oposisi, ekonomi-politik, dan terbunuhnya pangeran Austria Franz Ferdinand.

Sebelum terjadinya perang, negara-negara eropa sedang memasuki era panas dimana di setiap negara pasti memiliki permasalahan dengan negara lain.

Sehingga negara yang bermasalah membentuk aliansi dan di pihak lainnya membentuk oposisi bagi aliansi tersebut. Faktor industri dan juga faktor wilayah kekuasaan juga menjadi faktor pendukung lainnya.

Faktor – Faktor Terjadinya Perang Dunia I

Faktor Penyebab Perang Dunia I

Persaingan politik dan ekonomi terutama antara Inggris dan Jerman ditandai dengan ketidakmauan Jerman tertinggal oleh Inggris yang pada saat itu Inggris sangat maju dalam bidang industri. Bidang industri pada kala itu sangat mempengaruhi kemajuan ekonomi negara di Eropa, terutama negara yang industrinya sangat maju.

Perlahan persaingan ekonomi antara Inggris dan Jerman meluas sehingga terjadi persaingan politik. Selain itu persaingan ekonomi industri yang membutuhkan bahan bahan mentah untuk pengolahannya membuat negara – negara imperialis berusaha menguasai wilayah lain untuk mendapatkannya.

Prancis saat itu dianggap sebagai salah satu negara kuat yang ada di Eropa, sedangkan Jerman masih dibawahnya. Sadar bahwa Jerman tak memiliki negara untuk di jajah, Jerman perlahan memprovokasi Prancis dengan mengakui wilayah Prancis yaitu sungai Rhein sebagai milik Jerman.

Pada tahun 1870-an, Prancis dan Jerman terlibat perang dan dimenangkan oleh Jerman. Dalam perjanjian untuk perdamaian, Jerman memerintahkan Prancis untuk segera menyerahkan ElzasLotharigenigen dan harus mengganti rugi biaya perang yang telah dikeluarkan.

Setelah perdamaian disepakati dan perang telah usai, Jerman masih terus menekan Prancis dengan cara memblokade transportasi negara – negara yang ingin memproduksi barang di prancis.

Jerman membeli barang barang mereka dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang Prancis tawarkan, sehingga membuat Prancis semakin berang, oleh karena itu Prancis melupakan sejenak permasalahannya dengan Inggris dan mengajaknya bekerja sama untuk melawan Jerman.

Dalam perkembangan nasionalisme dan juga ditambah persaingan ekonomi yang telah menjurus kearah politik, Negara – negara eropa mulai membangun kekuatan militernya masing masing guna mempersiapkan kekuatan bila ada tekanan dari negara lain atau menekan negara lain agar memenangkan persaingan.

Frekuensi persaingan perlahan namun pasti semakin meningkat yang mengakibatkan terbentuknya aliansi antara negara – negara yang memiliki hubungan panas. Aliansi yang dibangun memiliki tujuan untuk mengamankan kedudukan serta mengimbangi ancaman aliansi militer pesaingnya.

Pada kisaran tahun 1882, Italia, Jerman Austria-Hongaria membentuk aliansi militer dengan nama Triple Alliance. Sebagai reaksi aliansi tersebut, Prancis, Rusia, Inggris membentuk Triple Entente sebagai aliansi tandingan, terbentuknya kedua aliansi tersebut mengakibatkan Eropa terbagi menjadi dua blok.

LBB pada saat itu tidak memiliki peran supranasional yang seharusnya di milikinya untuk dapat memerintah negara – negara anggota, tidak adanya peran peran supranasional tersebut bisa dilihat dari serangan Italia ke Etiopia pada tahun 1935.

Hal seperti itu menunjukan terjadinya kesewenangan negara besar di dalam LBB untuk berbuat sesuka hati mereka atau berusaha menjajah megara kecil, selain itu LBB tidak memiliki wewenang yang begitu kuat untuk menghentikan dan menghukum, atau memerintah negara tersebut, yang mengakibatkan LBB tidak lagi dipercaya sebagai badan pencipta kedamaian.

Negara – negara aliansi perang dunia I memiliki kecurigaan terhadap oposisinya. Jerman dan italia yang memiliki paham ultranasionalisme (Nasional-Sosialis Jerman dan Fasisme Italia) mencurigai Uni Soviet.

Kecurigaan tersebut mengakibatkan patahnya keyakinan perdamaian yang dibimbing LBB, sehingga timbullah persaingan untuk memperkuat bidang militer dan mempertahankan diri dari serangan.

Inggris, Amerika Serikat dan Prancis kemudian terlibat dengan kecurigaan tersebut dikarenakan mereka menganut paham demokrasi. Persaingan bidang militer tersebut menghasilkan persenjataan baru dari negara.

Senjata senjata modern dari transportasi darat, udara, dan laut hingga senjata yang bisa memusnahkan secara masal telah dimiliki oleh setiap negara. Perang di era ini kemudian membentuk evolusi perang yang besar besaran dengan jumlah korban yang juga massive.

Pada tanggal 28 Juni 1914, pewaris tahta kerajaan Austria,yaitu Franz Ferdinand dibunuh oleh anggota teroris yang berasal dari Serbia, bernama Gavrillo Princip. Pada saat itu Franz Ferdinand sedang menyaksikan latihan perang pasukan Austria di Sarevejo, tepatnya di Bosnia.

Gavrillo Princip menganggap latihan tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap Serbia, dikarenakan latihan tersebut diadakan di Bosnia yang notabenenya adalah negara sengketa antara Austria dan Serbia.

Setelah peristiwa tersebut Austria memberi ultimatum kepada Serbia untuk menyerahkan Gavrillo Princip dalam waktu satu bulan untuk dihukum. Di dalam ultimatum tersebut juga berisi ancaman yang menyertakan Austria akan menyerang Serbia jika Ultimatum tersebut di abaikan.

Serbia jelas melindungi warga negaranya sebagai bentuk harga diri, dan Serbia siap berperang dengan Austria dikerenakan Rusia telah berjanji akan membantu Serbia jika terjadi peperangan. Serbia mengacuhkan ultimatum tersebut dan melewati tenggat waktu satu bulan yang diberikan Austria, yang mengakibatkan perang yang terjadi pada tanggal 28 Juli 1914.

Baca Juga: Sejarah Perang Salib.

Sejarah Perang Dunia I

Sejarah Perang Dunia I

Perang antara Serbia dan Austria kemudian mengakibatkan beberapa sekutunya ikut bergabung, Serbia mendapatkan dukungan dari Rusia dan juga dari Prancis, sedangkan Jerman menyatakan berpihak kepada Austria dengan menyatakan perang dengan perancis.

Kemudian pada tanggal 4 Agustus 1914 ketika Jerman berusaha menerobos Belgia untuk menyerang Prancis, negara ratu Elizabeth, Inggris memberikan dukungannya kepada Prancis dan Belgia dengan cara menyatakan perang dengan Jerman.

Dalam waktu hanya seminggu, lima negara besar terlibat perang Austria-Serbia lalu terjadilah perang besar besaran. Perang Austria-Serbia bisa dianggap sebagai alibi bagi dua aliansi yang berseteru untuk membalaskan dendamnya masing masing dan sebagai ajang penunjukan kekuatan.

Peperangan terbagi di dua front, yaitu barat dan juga timur. Jerman berperang dengan Prancis di front barat sedangkan Rusia di front timur. Jerman merencanakan untuk menghancurkan Prancis di fron barat sebelum merekan bertemu dan menghadapi Rusia di timur.

Pada tahun 1914 tepatnya bulan September, Jerman sudah mencapai sungai Marne dan mulai mengancam Paris. Namun rencana tersebut gagal dikarenakan mereka mendapat perlawanan sengit dari Prancis.

Selain itu Jerman harus menghadapi Rusia yang menuju ke Prusia, dan akhirnya peperangan yang bersifat kilat berubah menjadi pasif. Pasukan militer dari semua belah pihak mengambil posisinya masing masing dalam parit perlindungan yang memanjang sejauh 78 km dari laut Utara ke perbatasan Swiss.

Di saat perang mulai melambat , kedua belah pihak berusaha memperkuat diri masing masing di luar Eropa dengan cara memperluas daerah jajahannya. Inggris dan Prancis menyerang daerah jajahan milik Jerman di Togoland, Afrika Timur dan Kamerun.

Sedangkan di wilayah Asia pasifik, Jepang mengambil alih daerah jajahan Jerman yang ada di kepulauan Marshall, Karolina dan Mariana. Untuk mematahkan blockade Inggris, pada tanggal 31 Januari 1917 Jerman melancarkan perang kapal selam besar besaran.

Hal tersebut mengakibatkan 5 kapal dagang dan penumpang milik Amerika Serikat di tenggelamkan Jerman pada tanggal Maret 1917, termasuk kapal Lustiana yang terlebih dahulu ditenggelamkan oleh Jerman pada tanggal 7 Mei 1915.

Sehingga Amerika yang semula bersikap netral akhirnya menyatakan perang dengan Jerman pada tanggal 10 April 1917. Sementara itu di wilayah Rusia terjadi pergolakan dari kaum buruh yang menginginkan kedamain.

Hal tersebut mengakibatkan terjadinya revolusi buruh yang berhasil menggulingkan kekuasaan Kaisar Nicolas II di bawah pimpinan Lenin dari kaum Bolshevi, hal tersebut merupakan salah satu langkah dari pemerintahan kaum Bolshevik untuk menarik diri dari Perang Dunia I dengan melakukan perjanjian Brest Litovsk pada tahun 1918 yang menguntungkan Triple Entente/Blok Sentral.

Sejak pasukan milik Amerika Serikat memasuki eropa Triple Entente berhasil memukul mundur pasukan Triple Alliance, akibatnya pada tahun 1918 bulan September Bulgaria mengajukan perdamaian dan satu perseteru negara yang bergabung dengan blok sentral mengalami kekalahan, sedangkan pasukan Blok Serikat mulai menduduki Serbia dan Macedonia sedangkan Inggris menduduki Yerusalem.

Bersama dengan pasukan Arab, Inggris berhasil mendesak turki di bawah pimpinan Jendral Allesby dan berhasil merebut benteng pertahanan dari Aleppo sampai Baghdad. Turki sudah tidak sanggup menahan serangan dari Blok Serikat dan akhirnya Turki menandatangani Perjanjian Sevres pada tahun 1920.

Sementara itu bangsa bangsa lain yaitu Polandia, Kroasia, Cekoslovakia, dan Slavia membebaskan diri dan membentuk negara merdeka setelah kekaisaran Austria-Hongaria runtuh.

Pasukan Jerman berusaha mati – matian sambil mundur perlahan dengan menahan gempuran dari sekutu, semangat pasukan Jerman mulai memudar dan rakyat Jerman mengalami kelaparan.

Sementara itu di dalam Jerman terjadi pemberontakan rakyat, gerakan orang komunis di kota Munchen berhasil menggulingkan kekaisaran Wilhelm II sehingga terbentuklah negara republik, akhirnya Jerman menandatangani perjanjian gencatan senjata menurut syarat – syarat yang ditentukan Blok Serikat pada tanggal 11 November 1918.

Perang dunia I berakhir setelah Jerman menandatangani Perjanjian Versailles pada tanggal 28 Juni 1919. Perang dunia sedikit membawa pengaruh pada dunia internasional, system Internasional, dan hubungan Internasional.

Dalam hal tersebut Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat tetap menjadi aliansi dan ikut terlibat dalam pembangunan system internasional. Sedangkan italia dan Jerman sebagai negara ultranasionalis tetap berteman dalam hubungan internasional masing – masing negara yang menjadi domain kedua negara tersebut

Baca Juga : Perang Dunia II

Selesai sudah kita membahas tentang perang dunia 1. Semoga dapat menambah wawasan kalian sekaligus lebih mendalami sejarah. Bila terdapat kesalahan kata mohon dimaafkan dan dimaklumi.