√ Sejarah PKI: Tujuan, Tokoh dan Peristiwa G30S/PKI (Lengkap)

Sejarah PKI: Tujuan, Tokoh, Peristiwa dan Latar Belakang G30S/PKI

Sejarah PKI: Tujuan, Tokoh, Peristiwa dan Latar Belakang G30S/PKI

Sejarah PKI dan Gerakan G30S/PKI – Indonesia telah berhasil melawan penjajah dari bangsa asing yang telah lama menjajah Indonesia. Namun, setelah merdeka masih terdapat masalah-masalah negara yang harus dihadapi oleh negara Indonesia. Mulai dari perebutan pulau terluar Indonesia, mengatasi pemberontak yang tidak setuju dengan sistem pemerintahan Indonesia, dan masih banyak lainnya.

Salah satu pemberontak pada saat itu yang terbesar adalah Partai Komunis Indonesia yang biasa kita kenal dengan PKI. PKI menginginkan bangsa Indonesia menganut sistem komunisme. Untuk lebih tau mengenai PKI, Pintarnesia akan membagikan informasinya untuk kalian mengenai latar belakang, tujuan, hingga terjadinya peristiwa G30S/PKI yang menewaskan beberapa petinggi negara dengan cara yang tidak manusiawi. Berikut penjelasannya. Simak baik-baik ya!

 

Latar Belakang PKI

Apa itu PKI? Pengertian PKI adalah singkatan dari Partai Komunis Indonesia yang merupakan partai komunis yang terbesar di dunia, di luar dari Tiongkok dan Uni Soviet. Sampai pada tahun 1965 anggota PKI berjumlah sekitar 3,5 juta, ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya. PKI juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang memiliki 3,5 juta anggota dan juga Barisan Tani Indonesia yang memiliki 9 juta anggota. Termasuk Gerwani (Pergerakan Wanita), organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya, jadi PKI telah mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung.

Juli 1959, parlemen dibubarkan, dan bersamaan itu Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekret presiden – sekali lagi dengan dukungan penuh dari PKI. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jenderal militer ke posisi-posisi penting. Sukarno menjalankan sistem “Demokrasi Terpimpin”. PKI tentu menyambut dengan hangat “Demokrasi Terpimpin” yang dijalankan oleh Sukarno dan mereka beranggapan bahwa dia memiliki mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis atau yang dinamakan dengan NASAKOM.

Pada era “Demokrasi Terpimpin”, kepemimpinan PKI dan kaum burjuis nasional gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak pada saat itu dalam rangka menekan pergerakan independen kaum buruh dan petani. Masalah tersebut antara lain yaitu pendapatan ekspor menurun, inflasi terus menaik, dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah.

 

Tujuan PKI

Dibalik latar belakang PKi yang sudah kita pelajari, tentu saja PKI memiliki tujuan tersendiri yang pada saat itu banyak ditentang oleh masyarakat Indonesia. Apa saja? Berikut beberapa tujuan PKI yang telah kami rangkumkan.

1. Menghapus Kapitalisme

Negara yang menganut ideologi liberalisme dan kapitalisme memusatkan pada materi dan kebebasan individu di atas segalanya. Siapa saja yang lebih secara materi mendapatkan kebebasan dalam melakukan segala hal. Tapi ternyata ini melanggar banyak hak asasi yang berlaku. Oleh sebab itu, tujuan PKI ingin menghapus kapitalisme di Indonesia. Dan ini sesuai dengan tujuan daerah partai ini, yaitu menginginkan Indonesia yang merdeka dan bebas dari kapitalisme. Karena kapitalisme sendiri merupakan warisan penjajah belanda dan mendarah daging karena lamanya penjajahan di Indonesia.

 

2. Gerakan Anti Pemerintah Hindia Belanda

Pada tahun 1914, nama PKI berganti dengan ISDV yang menunjukkan tujuan utama dari partai ini. PKI merupakan partai anti pemerintah. Oleh karena itu, partai ini berdiri dengan tujuan untuk mengakhiri penjajahan Belanda di Indonesia yang sudah berlangsung lama.

 

3. Menghapus Kelas Sosial

Kelas-kelas sosial tercipta karena adanya kapitalisme. Hal ini disebabkan jika orang yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi, atau memiliki uang yang lebih banyak dari yang lainnya, maka akan menciptakan kelas sosial yang lebih tinggi daripada orang lain. Di indonesia, kelas sosial ini tercipta karena adanya penjajahan Belanda. Tetapi, yang menjadi ancaman adalah kapitalisme muncul dan berkembang karena agama yang dianggap sebagai salah satu penyebab terciptanya kelas-kelas sosial.

 

4. Mengubah Dasar Negara Pancasila

Pembentukan Pancasila tidak mengandung atau menganut paham kapitalisme, liberalisme, dan juga komunis. Dan hanya Indonesia yang memiliki ideologi negara ini. Bagi mereka yang bertentangan dengan PKI, maka PKI dianggap bertujuan untuk mengganti dasar negara Pancasila.

 

5. Membentuk Persatuan Buruh

Tujuan awal dari partai yang satu ini yaitu pembentukan persatuan buruh. Banyaknya buruh pekerja kelas bawah ini tentu menuntut banyak hak, fasilitas, dan keinginan yang sama untuk semua orang. Oleh sebab itu, PKI bertujuan untuk membentuk persatuan buruh yang menginginkan hak yang sama untuk semua orang.

 

Pada tahun 1965, PKI memberi pengaruh besar terhadap Indonesia. Ada 3 juta rakyat Indonesia yang bergabung dengan PKI setelah kemerdekaan. Sebelum akhirnya bubar, partai komunis ini mengalami tiga tahap. Yaitu sebagai berikut :

  1. Penjajahan Belanda
  2. Penjajahan Jepang
  3. Kemerdekaan

Dari 3 tahap diatas, masing-masing memiliki tujuan partai komunis Indonesia yang berbeda-beda. Pada penjajahan Belanda, tujuan PKI untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda pada masa itu. Selain itu, mereka juga bertujuan untuk membentuk persatuan buruh atau serikat buruh di Indonesia. Bahkan, sistem yang terlalu mengungguli satu partai atau organisasi apapun, juga akan di hapuskan pada zaman penjajahan Belanda.

 

Tokoh PKI

Adapun beberapa tokoh penting dari Partai Komunis Indonesia, antara lain sebagai berikut.

  1. D.N. Aidit, yang merupakan ketua dari PKI. Ia meninggal pada tahun 1965 karena dibunuh.
  2. Lettu Doel Arif, yang merupakan tokoh kunci dalam penculikan jenderal-jenderal Angkatan Darat yang diduga akan membentuk Dewan Jenderal oleh PKI dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965. Kemudian ia dinyatakan hilang.
  3. Lukman Njoto, yang merupakan Menteri Negara pada masa pemerintahan Soekarno sekaligus wakil Ketua CC PKI yang sangat dekat dengan D.N. Aidit. Ia ditangkap pada tahun 1966 dan kemudian menghilang.
  4. Ibnu Parna, politisi fraksi PKI, yang merupakan pemimpin Partai Acoma dan aktivis buruh. Ia meninggal karena dibunuh.
  5. M.H. Lukman, yang merupakan Wakil Ketua CC PKI. Ia dihukum mati pada tahun 1965.
  6. Ir. Sakirman, yang merupakan seorang petinggi Politbiro CC PKI dan kakak kandung dari Siswondo Parman, sekaligus menjadi salah satu korban yang diculik kemudian meninggal dalam peristiwa G30S.
  7. Sudisman, yang merupakan anggota Politbiro CC PKI. Ia dihukum mati.
  8. Syam Kamaruzzaman, yang merupakan tokoh kunci G30S dan orang nomor satu di Politbiro PKI yang bertugas membina simpatisan PKI dari kalangan TNI dan PNS. Ia dijatuhi hukuman mati pada tahun 1968, yang kemudian pada tahun 1986.

Sejarah G30S/PKI

G30S/PKI merupakan singkatan dari Gerakan 30 September 1965 oleh Partai Komunis Indonesia. G30S/PKI merupakan gerakan yang dilakukan oleh PKI yang menewaskan 7 perwira tinggi negara beserta beberapa orang yang kemudian disebut pahlawan revolusi.

G30S/PKI merupakan salah satu pemberontakan di Indonesia yang berhasil digagalkan hanya dalam waktu semalam saja. Meskipun begitu, bangsa indonesia harus kehilangan 7 perwira. Namun pemberontakan ini dapat digagalkan sehingga tidak memakan korban jiwa lebih banyak lagi serta tidak mengganti ideologi Indonesia menjadi ideologi komunis.

 

Korban G30S/PKI

Setelah pembahasan mengenai apa itu G30S/PKI diatas yang menyebutkan adanya korban jiwa. Berikut para pejabat tinggi yang dibunuh tersebut. Yakni :

  1. Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi)
  2. Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi)
  3. Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan)
  4. Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)
  5. Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik)
  6. Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat)

Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama PKI selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Namun sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya yaitu Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.

Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang sekarang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober 1965.

Adapun beberapa korban dari G30S/PKI ini yaitu :

  1. Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr.J. Leimena)
  2. Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)
  3. Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)

 

Tujuan G30S/PKI

Disini kami akan menjelaskan beberapa tujuan dari Gerakan 30 September 1965 yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia, antara lain yaitu :

1. G30SPKI adalah usaha PKI dalam rangka merebut kekuasaan di negara Republik Indonesia dengan memperalat oknum ABRI sebagai kekuatan fisiknya. Tidak terlepas dari tujuan PKI yang utama yaitu membentuk pemerintahan komunis.
2. Tujuan komunis di negara yang tidak menganut komunisme yaitu merebut kekuasaan negara dan mengkomuniskannya.
3. Usaha tersebut dilakukan dari generasi ke generasi secara berlanjut dalam jangka panjang.

 

Dampak Pasca Peristiwa G30S/PKI

Dari kejadian yang menewaskan beberapa pejabat tinggi negara dan juga usaha yang dilakukan oleh PKI, berikut ini dampak sosial politik dari G30S/PKI.

  1. Lahirnya kekuatan politik Indonesia yang baru yaitu tentara Angkatan Darat.
  2. Pada bulan Desember 1965, PKI telah hancur sebagai kekuatan politik di Indonesia.
  3. Kekuasaan Presiden Soekarno di Indonesia memudar.
  4. Telah terjadi penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-orang PKI atau yang dianggap sebagai salah satu anggota PKI, yang tidak semuanya melalui proses pengadilan karena jumlah yang relatif banyak.

 

Oke selesai sudah Pintarnesia membahas tentang Sejarah PKI dan G30S/PKI. Kejadian G30S/PKI masih dikenang hingga saat ini. Setiap tanggal 30 September, warga Indonesia dihimbau untuk memasang bendera setengah tiang untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi. Semoga infomasi tadi dapat menambah wawasan kita tentang Partai Komunis Indonesia. Bila ada kesalahan mohon dimaafkan dan dimaklumi.



Sholat Jenazah: Bacaan Doa, Niat, Tata Cara Sholat Jenazah

Sholat Jenazah: Bacaan Doa, Niat, Tata Cara Sholat Jenazah

Sejarah PKI dan Gerakan G30S/PKI – Indonesia telah berhasil melawan penjajah dari bangsa asing yang telah lama menjajah Indonesia. Namun, setelah merdeka masih terdapat masalah-masalah negara yang harus dihadapi oleh negara Indonesia. Mulai dari perebutan pulau terluar Indonesia, mengatasi pemberontak yang tidak setuju dengan sistem pemerintahan Indonesia, dan masih banyak lainnya.

Salah satu pemberontak pada saat itu yang terbesar adalah Partai Komunis Indonesia yang biasa kita kenal dengan PKI. PKI menginginkan bangsa Indonesia menganut sistem komunisme. Untuk lebih tau mengenai PKI, Pintarnesia akan membagikan informasinya untuk kalian mengenai latar belakang, tujuan, hingga terjadinya peristiwa G30S/PKI yang menewaskan beberapa petinggi negara dengan cara yang tidak manusiawi. Berikut penjelasannya. Simak baik-baik ya!

 

Latar Belakang PKI

Apa itu PKI? Pengertian PKI adalah singkatan dari Partai Komunis Indonesia yang merupakan partai komunis yang terbesar di dunia, di luar dari Tiongkok dan Uni Soviet. Sampai pada tahun 1965 anggota PKI berjumlah sekitar 3,5 juta, ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya. PKI juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang memiliki 3,5 juta anggota dan juga Barisan Tani Indonesia yang memiliki 9 juta anggota. Termasuk Gerwani (Pergerakan Wanita), organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya, jadi PKI telah mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung.

Juli 1959, parlemen dibubarkan, dan bersamaan itu Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekret presiden – sekali lagi dengan dukungan penuh dari PKI. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jenderal militer ke posisi-posisi penting. Sukarno menjalankan sistem “Demokrasi Terpimpin”. PKI tentu menyambut dengan hangat “Demokrasi Terpimpin” yang dijalankan oleh Sukarno dan mereka beranggapan bahwa dia memiliki mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis atau yang dinamakan dengan NASAKOM.

Pada era “Demokrasi Terpimpin”, kepemimpinan PKI dan kaum burjuis nasional gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak pada saat itu dalam rangka menekan pergerakan independen kaum buruh dan petani. Masalah tersebut antara lain yaitu pendapatan ekspor menurun, inflasi terus menaik, dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah.

 

Tujuan PKI

Dibalik latar belakang PKi yang sudah kita pelajari, tentu saja PKI memiliki tujuan tersendiri yang pada saat itu banyak ditentang oleh masyarakat Indonesia. Apa saja? Berikut beberapa tujuan PKI yang telah kami rangkumkan.

1. Menghapus Kapitalisme

Negara yang menganut ideologi liberalisme dan kapitalisme memusatkan pada materi dan kebebasan individu di atas segalanya. Siapa saja yang lebih secara materi mendapatkan kebebasan dalam melakukan segala hal. Tapi ternyata ini melanggar banyak hak asasi yang berlaku. Oleh sebab itu, tujuan PKI ingin menghapus kapitalisme di Indonesia. Dan ini sesuai dengan tujuan daerah partai ini, yaitu menginginkan Indonesia yang merdeka dan bebas dari kapitalisme. Karena kapitalisme sendiri merupakan warisan penjajah belanda dan mendarah daging karena lamanya penjajahan di Indonesia.

 

2. Gerakan Anti Pemerintah Hindia Belanda

Pada tahun 1914, nama PKI berganti dengan ISDV yang menunjukkan tujuan utama dari partai ini. PKI merupakan partai anti pemerintah. Oleh karena itu, partai ini berdiri dengan tujuan untuk mengakhiri penjajahan Belanda di Indonesia yang sudah berlangsung lama.

 

3. Menghapus Kelas Sosial

Kelas-kelas sosial tercipta karena adanya kapitalisme. Hal ini disebabkan jika orang yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi, atau memiliki uang yang lebih banyak dari yang lainnya, maka akan menciptakan kelas sosial yang lebih tinggi daripada orang lain. Di indonesia, kelas sosial ini tercipta karena adanya penjajahan Belanda. Tetapi, yang menjadi ancaman adalah kapitalisme muncul dan berkembang karena agama yang dianggap sebagai salah satu penyebab terciptanya kelas-kelas sosial.

 

4. Mengubah Dasar Negara Pancasila

Pembentukan Pancasila tidak mengandung atau menganut paham kapitalisme, liberalisme, dan juga komunis. Dan hanya Indonesia yang memiliki ideologi negara ini. Bagi mereka yang bertentangan dengan PKI, maka PKI dianggap bertujuan untuk mengganti dasar negara Pancasila.

 

5. Membentuk Persatuan Buruh

Tujuan awal dari partai yang satu ini yaitu pembentukan persatuan buruh. Banyaknya buruh pekerja kelas bawah ini tentu menuntut banyak hak, fasilitas, dan keinginan yang sama untuk semua orang. Oleh sebab itu, PKI bertujuan untuk membentuk persatuan buruh yang menginginkan hak yang sama untuk semua orang.

 

Pada tahun 1965, PKI memberi pengaruh besar terhadap Indonesia. Ada 3 juta rakyat Indonesia yang bergabung dengan PKI setelah kemerdekaan. Sebelum akhirnya bubar, partai komunis ini mengalami tiga tahap. Yaitu sebagai berikut :

  1. Penjajahan Belanda
  2. Penjajahan Jepang
  3. Kemerdekaan

Dari 3 tahap diatas, masing-masing memiliki tujuan partai komunis Indonesia yang berbeda-beda. Pada penjajahan Belanda, tujuan PKI untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda pada masa itu. Selain itu, mereka juga bertujuan untuk membentuk persatuan buruh atau serikat buruh di Indonesia. Bahkan, sistem yang terlalu mengungguli satu partai atau organisasi apapun, juga akan di hapuskan pada zaman penjajahan Belanda.

 

Tokoh PKI

Adapun beberapa tokoh penting dari Partai Komunis Indonesia, antara lain sebagai berikut.

  1. D.N. Aidit, yang merupakan ketua dari PKI. Ia meninggal pada tahun 1965 karena dibunuh.
  2. Lettu Doel Arif, yang merupakan tokoh kunci dalam penculikan jenderal-jenderal Angkatan Darat yang diduga akan membentuk Dewan Jenderal oleh PKI dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965. Kemudian ia dinyatakan hilang.
  3. Lukman Njoto, yang merupakan Menteri Negara pada masa pemerintahan Soekarno sekaligus wakil Ketua CC PKI yang sangat dekat dengan D.N. Aidit. Ia ditangkap pada tahun 1966 dan kemudian menghilang.
  4. Ibnu Parna, politisi fraksi PKI, yang merupakan pemimpin Partai Acoma dan aktivis buruh. Ia meninggal karena dibunuh.
  5. M.H. Lukman, yang merupakan Wakil Ketua CC PKI. Ia dihukum mati pada tahun 1965.
  6. Ir. Sakirman, yang merupakan seorang petinggi Politbiro CC PKI dan kakak kandung dari Siswondo Parman, sekaligus menjadi salah satu korban yang diculik kemudian meninggal dalam peristiwa G30S.
  7. Sudisman, yang merupakan anggota Politbiro CC PKI. Ia dihukum mati.
  8. Syam Kamaruzzaman, yang merupakan tokoh kunci G30S dan orang nomor satu di Politbiro PKI yang bertugas membina simpatisan PKI dari kalangan TNI dan PNS. Ia dijatuhi hukuman mati pada tahun 1968, yang kemudian pada tahun 1986.

Sejarah G30S/PKI

G30S/PKI merupakan singkatan dari Gerakan 30 September 1965 oleh Partai Komunis Indonesia. G30S/PKI merupakan gerakan yang dilakukan oleh PKI yang menewaskan 7 perwira tinggi negara beserta beberapa orang yang kemudian disebut pahlawan revolusi.

G30S/PKI merupakan salah satu pemberontakan di Indonesia yang berhasil digagalkan hanya dalam waktu semalam saja. Meskipun begitu, bangsa indonesia harus kehilangan 7 perwira. Namun pemberontakan ini dapat digagalkan sehingga tidak memakan korban jiwa lebih banyak lagi serta tidak mengganti ideologi Indonesia menjadi ideologi komunis.

 

Korban G30S/PKI

Setelah pembahasan mengenai apa itu G30S/PKI diatas yang menyebutkan adanya korban jiwa. Berikut para pejabat tinggi yang dibunuh tersebut. Yakni :

  1. Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi)
  2. Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi)
  3. Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan)
  4. Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)
  5. Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik)
  6. Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat)

Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama PKI selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Namun sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya yaitu Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.

Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang sekarang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober 1965.

Adapun beberapa korban dari G30S/PKI ini yaitu :

  1. Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr.J. Leimena)
  2. Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)
  3. Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)

 

Tujuan G30S/PKI

Disini kami akan menjelaskan beberapa tujuan dari Gerakan 30 September 1965 yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia, antara lain yaitu :

1. G30SPKI adalah usaha PKI dalam rangka merebut kekuasaan di negara Republik Indonesia dengan memperalat oknum ABRI sebagai kekuatan fisiknya. Tidak terlepas dari tujuan PKI yang utama yaitu membentuk pemerintahan komunis.
2. Tujuan komunis di negara yang tidak menganut komunisme yaitu merebut kekuasaan negara dan mengkomuniskannya.
3. Usaha tersebut dilakukan dari generasi ke generasi secara berlanjut dalam jangka panjang.

 

Dampak Pasca Peristiwa G30S/PKI

Dari kejadian yang menewaskan beberapa pejabat tinggi negara dan juga usaha yang dilakukan oleh PKI, berikut ini dampak sosial politik dari G30S/PKI.

  1. Lahirnya kekuatan politik Indonesia yang baru yaitu tentara Angkatan Darat.
  2. Pada bulan Desember 1965, PKI telah hancur sebagai kekuatan politik di Indonesia.
  3. Kekuasaan Presiden Soekarno di Indonesia memudar.
  4. Telah terjadi penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-orang PKI atau yang dianggap sebagai salah satu anggota PKI, yang tidak semuanya melalui proses pengadilan karena jumlah yang relatif banyak.

 

Oke selesai sudah Pintarnesia membahas tentang Sejarah PKI dan G30S/PKI. Kejadian G30S/PKI masih dikenang hingga saat ini. Setiap tanggal 30 September, warga Indonesia dihimbau untuk memasang bendera setengah tiang untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi. Semoga infomasi tadi dapat menambah wawasan kita tentang Partai Komunis Indonesia. Bila ada kesalahan mohon dimaafkan dan dimaklumi.