Hasif Priyambudi "Saat kau mengenal kasih sayang, kau juga menanggung resiko kebencian" Itachi :v

Inflasi: Pengertian, Faktor Penyebab, Jenis dan Dampak Inflasi

6 min read

inflasi

Inflasi – Setiap tahun buruh selalu melakukan tuntutan ke pemerintah untuk menaikkan upah. setelah itu pemerintah mengerek upah di berbagai daerah dengan perhitungan pertumbuhan ekonomi ditambah dengan inflasi. Nah apa si inflasi itu?, nanti kita akan membahasnya.

Pastinya kalian pernah melihat atau pun merasakan secara langsung kenaikan harga kebutuhan poko maupun barang yang ada di pasar secara terus menerus. Contohnya saja seperti cabai yang pada bulan Agustus lalu naik harga sampai menyentuh Rp. 100 ribu per kilogram (kg).

Lonjakan harga cabai tersebut dikarenakan karena musim kemarau yang panjang sampai produksi turun. Sementara permintaan yang adad di masyarakat cukup tinggi, kenaikan harga cabai ini bisa menjadi penyumbang terjadinya inflasi.

Tentu saja dari kenaikan harga kebutuhan pokok, sembako, barang atau pun jasa lain, ada sejumlah pihak yang dirugikan, contohnya saja seperti pedagang kecil serta konsumen, Dampak besar dari terjadinya inflasi yang liar bisa mempengaruhi perekonomian suatu negara. Tidak heran jika pemerintah bakal mati-matian menjaga laju inflasi supaya tetap terkendali.

Sebelum kita membahas lebih dalam mengenai inflasi, ada baiknya kita membahas terlebih dahulu mengenai pengertian inflasi, berikut ini adalah pengertian inflasi.

 

Pengertian Inflasi

Dikutip dari halaman resmi Bank Indonesia (BI), inflasi secara diartikan sebagai kenaikan harga secara umum serta terus menerus dalam jangka waktu tertentu.  Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak bisa disebut sebagai inflasi, kecuali jika kenaikan itu meluas (menyebabkan kenaikan harga lain) pada barang lainnya. Nah, kebalikan dari inflasi disebut deflasi.

Sedangkan menerut Badan Pusat Statistik (BPS) mengartikan jika inflasi sebagai kecenderungan naiknya jasa dan harga barang, umumnya berlangsung secara terus menerus. Jika harga barang serta jasa di dalam negeri meningkat, maka inflsasi juga akan mengalami kenaikan.

Naiknya harga barang serta jasa tersebut menyebabkan turunnya nilai uang. Dengan demikian, inflasi bisa diartikan sebagai penurunan nilai uang kepada nilai barang ataupun nilai jasa secara umum. Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah IHK (Indeks Harga Konsumen), yakni indeks yang menghitung rata – rata perubahan harga dari suatu paket jasa dan barang yang dikonsumsi oleh rumah tangga dalam kurun waktu tertentu.

Perubahan IHK dari waktu ke waktu menggambarkan tingkat inflasi atau pun tingkat penurunan dari jasa ataupun barang. Penentuan barang serta jasa dalam keranjang Indeks Harga Konsumen (IHK) dilakukan atas dasar SBH (Survei Biaya Hidup) yang dilakukan oleh BPS.

Setelah itu BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang atau pun jasa tersebut secara bukanan di 82 kota yang ada di Indonesia, di pasar modern dan juga pasar tradisional terhadap beberapa jenis barang atau pun jasa yang ada di setiap kota tersebut.

Inflasi yang diukur IHK dikelompokkan dalam 7 (tujuh) Kelompok penguluran, antara lain.

  1. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau
  2. Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga
  3. Kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.
  4. Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar
  5. Kelompok sandang
  6. Kelompok kesehatan
  7. Kelompok bahan makanan

Kenaikan harga jasa atau pun barang secara terus menerus (kontinyu) bisa membuat daya beli dari masyarakat menurun drastis. gaji atau pun penghasilan yang mereka dapat tidak akan cukup untuk membeli kebutuhan hidup. Sebagai contohnya, umumnya ibu – ibu bisa membeli 1 (satu) kg cabai, begitu harga cabai naik, mereka mengurangi pembelian menjadi setengah kilogram saja.

Umumnya inflasi di negara Indonesia akan tinggi menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, atau pun terganggunya produksi dikarenakan cuaca, dan momen – momen yang lainnya. Jika tidak ada upaya dari pemerintahan, inflasi tersebut bisa bergerak tidak terkendali.

 

 

Faktor Penyebab Inflasi

Kenaikan harga barang secara terus menerus atau yang biasa disebut dengan inflasi terjadi bukan tanpa sebab. Secara umum ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi, antara lain.

  1. Meningkatnya jumlah permintaan pada suatu jenis barang tertentu. Saat permintaan naik, tapi stok atau pun suplai dari barang tersebut terbatas, pasti akan terjadi lonjakan harga pada barang tersebut.
  2. Ketika jumlah uang yang beredar di masyarakat tinggi. Harga barang akan mengalami peningkatan yang setara. Hal tersebut dikarenakan kenaikan daya beli dari masyarakat, tetapi stok barang tersebut tetap statis.
  3. Biaya produksi sebuah barang atau pun jasa mengalami kenaikan. Hal tersebut dikarenakan terjadi peningkatan harga bahan baku atau pun upah pekerja. Dan dari situlah, produsen mengambil tindakan mengerek harga jual barang atau pun jasa yang dijual.

 

 

Jenis Jenis Inflasi

Berikut ini adalah jenis – jenis inflasi yang ada, antara lain.

1. Inflasi Dilihat dari Keparahan

Berikut ini adalah inflasi dilhat dari tingkat keparahannya, antara lain.

  • Inflasi ringan, Kenaikan harga barang masih di bawah angka 10 persen dalam setahun
  • Inflasi sedang, Kenaikan harga hingga 30 persen per tahun
  • Inflasi tinggi, Kenaikan harga barang atau pun jasa berkisar 30 persen sampai 100 persen
  • Hiperinflasi, Kenaikan harga barang melampaui angka 100 persen per tahun. Dalam situasi ini, kebijakan fiskal serta moneter dari otoritas seringkali tidak memberi dampak yang cukup signifikan.

 

2. Inflasi Dilihat dari Asal

Berikut ini adalah jenis inflasi jika dilihat dari asalnya, jenis inflasi ini bisa digolongkan menjadi 2 (dua), antara lain.

1. Inflasi yang berasal dari domestik

  • Meningkatnya jumlah uang yang beradar di masyarakat
  • Kenaikan harga jasa atau pun barang
  • Suplai terganggu atau pun terbatas
  • Permintaan masyarakat tinggi
  • Biaya produksi naik
  • dan lain sebagainya

 

2. Inflasi yang berasal dari Luar Negeri

Penyebab inflasi ini adalah harga barang – barang impor semakin mahal karena kenaikan harga di negara asal barang tersebut.

Baca Juga: Pengertian Ilmu Ekonomi.

 

Cara Menghitung Tingkat Inflasi

Inflasi di suatu negara bisa dihitung dari IHK, Indeks Biaya Hidup, serta Indeks Harga Produsen. Berikut ini adalah rumus untuk menghitung inflasi berdasarkan IHK,

Pit merupakan harga barang dalam periode tertentu, Qit merupakan bobot barang pada periode tertentu, Pio merupakan harga barang pada periode dasar, serta Qio merupakan bobot barang pada periode dasar. Setelah mendapatkan nilai IHK bari nilai inflasi bisa diketahui dengan menggunakan rumus:

Inflasi = (IHK periode 1 – IHK periode 2) / IHK periode 2) x 100

Dengan menggunakan rumus diatas, nilai inflasi dalam suatu negara bisa diketahui dengan tepat. Jadi, saat nilai inflasi berada pada tingkat yang tinggi, pemerintah dan BI (Bank Indonesia) bisa mengambil langkah yang tepat supaya inflasi tidak semakin memburuk.

 

 

Dampak Inflasi

Inflasi mempunyai dampak yang signifikan kepada perekonomian suatu negara, antara lain.

  • Inflasi bisa menggerus daya beli dari masyarakat. Jika daya beli turun, masyarakat jadi lebih irit dalam berbelanja. Padahal motor dari penggerak ekonomi di Indonesia masih ditopang konsumsi dari masayakat. Jika masyarakat mengurangi belanja, otomatis pertumbuhan ekonomi nasional akan bergerak lebih lambat atau pun stagnan, atau bahkan lebih rendah.
  • Inflasi tentu saja merugikan konsumen karena gaji atau pun penghasilannya stagnan, tapi pengeluaran atau pun belanja membengkak dikarenakan kenaikan harga barang atau pun jasa yang menjadi kebutuhan yang utama.
  • Inflasi mempengaruhi kemampuan ekspor dari sebuah negara. Akibat dari inflasi adalah biaya ekspor jadi lebih mahal serta daya saing produk ekspor menjadi menurun. Akhirnya devisa negara menjadi berkurang.
  • Inflasi bisa mengurangi minat orang untuk menabung di bank. Hal tersebut dikarenakan bunga simpanan tabungan yang kecil karena tergerus oleh inflasi. Apalagi jika menabung di bank yang mengeluarkan biaya administrasi setuap bulannya, sehingga bunga yang didapatkan nasabah semakin minim, bahkan nyaris tidak terasa.
  • Inflasi bisa mempengaruhi kestabilan dari mata uang negara tersebut. Kestabilan kurs rupiah mengandung 2 (dua) aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang kepada barang serta jasa, dan juga kestabilan mata uang kepada negara lain. Aspek pertama tercermin dari perkembangan laju inflasi, dan aspek kedua berkaca dari perkembangan kurs rupiah kepada mata uang negara lain.

 

 

Peran dalam Mengatasi Inflasi

Dalam mengatasi laju inflasi, umumnya pemerintah dan BI mempunyai target tahunan. Tahun ini, inflasi dijaga pada tingkat level 3,5 plus minus 1 %. Otoritas fiskal serta moneter ini bersinergi dengan mengeluarkan jurus untuk pengendalian inflasi.

Contohnya saja adalah sinergi 4K, yaitu keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, ketersediaan pasikan serta koordinasi komunikasi yang efektif. Kedua adaptasi dalam inovasi, dan ketiga adalah pengembangan bisnis model kerja sama antar pedagang daerah, serta strategi yang lainnya.

Masyarakat juga bisa berperan dalam menjaga terjadinya inflasi. Salah satunya adalah dengan cara tidak berlebihan atau pun memborong sembako. Contohnya saja saat produksi bawang putih merosot, harga melonjak, setelah itu masyarakat panik dan akhirnya membeli dalam jumlah yang banyak.

Alasannya adalah takut kehabisan, padahal dengan cara tersebut bisa mendongkrak kenaikan harga yang lebih tinggi karena permintaan yang besar. jadi sebaiknya bijaklah dalam berbelanja karena BI dan pemerintah akan berupaya keras untuk menjaga inflasi tersebut.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai inflasi. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita, dan kita sebaiknya menjaga inflasi dengan baik. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.

Hasif Priyambudi "Saat kau mengenal kasih sayang, kau juga menanggung resiko kebencian" Itachi :v

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight