Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Kebijakan Fiskal: Pengertian, Fungsi, Jenis, Contoh, Dampak

8 min read

kebijakan fiskal

Berbicara mengenai kebijakan fiskal tentunya kita langsung tertuju kepada kebijakan pemerintahan yang ditujukan untuk dapat mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dia juga pendapatan yang diperoleh oleh pemerintah.

Bagi kamu yang belum mengetahui apa sebenarnya definisi arti dari kebijakan fiskal. Dalam artikel ini akan dijelaskan tentang kebijakan fiskal secara lengkap. Akan tetapi sebelum itu terlebih dahulu kita mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan fiskal. Berikut penjelasannya.

 

Pengertian Fiskal

Pengertian fiskal menurut kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan suatu hal yang berhubungan dengan pajak dan pendapatan dari suatu negara. Kata fiskal merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa latin yaitu “fiscus” yang merupakan nama dari seorang pemegang kuasa atas keuangan pertama pada zaman Romawi kuno. Sedangkan arti kata “fisc” dalam bahasa Inggris artinya yaitu pengaturan keluar masuknya uang dalam kerajaan.

Diskon digunakan untuk dapat menjelaskan berbagai pendapatan dari suatu negara atau kerajaan yang dikumpulkan dari masyarakat oleh pemerintah negara atau kerajaan dan dianggap sebagai pendapatan kemudian digunakan sebagai pengeluaran suatu program program untuk menghasilkan pencapaian bagi pendapatan nasional, produksi dan perekonomian serta dapat digunakan sebagai perangkat keseimbangan di dalam bidang ekonomi.

 

 

Pengertian Kebijakan Fiskal

Untuk pengertian kebijakan fiskal adalah suatu kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah dengan cara meningkatkan atau mengurangi suatu pendapatan dan belanja negara untuk bisa mencapai tujuan yang diharapkan, tujuan tersebut antara lain seperti untuk mengurangi pengangguran atau dapat pula untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang telah ditargetkan.

Instrumen utama yang digunakan untuk dapat melakukan kebijakan fiskal adalah pengeluaran pemerintah dan pajak.

Kebijakan fiskal merupakan salah satu faktor yang digunakan untuk dapat membentuk arah perekonomian bagi suatu negara. Kebijakan fiskal didasari terhadap teori-teori ekonomi Inggris oleh John Maynard Keynes. Dirinya menyebutkan bahwa peningkatan atau penurunan pendapatan pajak serta tingkat pengeluaran yang dapat mempengaruhi inflasi, lapangan pekerjaan serta aliran uang melalui sistem ekonomi di dalam suatu negara

 

 

Fungsi Kebijakan Fiskal

kebijakan fiskal

Berdasarkan dari tujuan ditetapkannya kebijakan fiskal dalam suatu negara mempunyai fungsi utama dari kebijakan fiskal yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kebijakan fiskal mempunyai dua fungsi yaitu dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta dapat mengoptimalkan aktivitas investasi. Berikut ini yang merupakan penjelasan fungsi kebijakan fiskal.

 

1. Mengoptimalkan Penggunaan Sumber Daya

Fungsi pertama yang dimiliki oleh kebijakan fiskal adalah untuk dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Sumber daya yang dimaksud dalam hal ini yaitu meliputi sumber daya manusia dan sumber daya alam. karena apabila sumber daya alam dan sumber daya manusia tidak optimal maka aktivitas perekonomian di dalam suatu negara akan terancam.

Fungsi adanya kebijakan fiskal yaitu untuk menyeimbangkan antara sumber daya alam dan sumber daya manusia supaya dapat digunakan secara optimal.

 

2. Mengoptimalkan Aktivitas Investasi

Fungsi kebijakan fiskal yang kedua yaitu untuk dapat mengoptimalkan aktivitas investasi. Dalam hal ini merupakan sangat penting dilakukan bagi kepentingan pemasukan devisa negara. Mengoptimalkan aktivitas investasi tentunya akan sangat berdampak positif bagi pemerintah dan juga negara, karena keduanya saling menguntungkan yaitu antara investor dan pengusaha.

Dengan adanya kebijakan fiskal maka Para pemilik modal akan mendapatkan peluang yang besar dalam menginvestasikan modal yang dimilikinya. Untuk hal tersebut akan menjadikan devisa yang dimiliki oleh suatu negara menjadi semakin meningkat perekonomian di dalam suatu negara tersebut pun akan meningkat.

Baca Juga : Pemerintah Pusat dan Daerah

 

 

Tujuan Kebijakan Fiskal

tujuan kebijakan fiskal

Dalam hal ini peranan dari pemerintah sangat besar untuk dapat membuat negaranya dan masyarakatnya berada di dalam perekonomian yang stabil dan baik. Dalam hal ini ini pemerintah mempunyai tugas yaitu untuk membuat peraturan perundang-undangan serta suatu program yang menunjang agar perekonomian menjadi semakin lebih baik.

Kebijakan fiskal juga menjelaskan tentang tindakan yang diambil oleh bertujuan untuk dapat memperbaiki perekonomian di dalam suatu negara dengan melakukan perubahan dan juga pengeluaran serta perpajakan dalam suatu negara.

Pada dasarnya segala kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah mempunyai tujuan untuk dapat mencapai visi dan misi perekonomian an an-nisa untuk dapat mewujudkan lapangan pekerjaan yang tinggi yang sesuai dengan pertumbuhan ekonomi serta harga yang stabil. Berikut ini merupakan tujuan utama dari kebijakan fiskal yang ditetapkan oleh pemerintah pada suatu negara.

 

1. Mencapai Stabilitas Ekonomi Nasional

Tujuan dari kebijakan fiskal yaitu untuk dapat stabilitas perekonomian nasional dengan cara mengurangi dampak fluktuasi yang ada di dalam perekonomian suatu negara. tingkat perekonomian suatu negara akan cenderung mengikuti pola dari ekspansi ekonomi global yang diiringi dengan perlambatan ekonomi.

Tujuan dari kebijakan fiskal ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk dapat mengurangi resiko yang dapat terjadi di karena hal tersebut, dengan cara meningkatkan pengeluaran serta untuk dapat mengurangi angka pajak. yang mana hal tersebut dapat berguna untuk mengendalikan ekspansi secara berlebihan yang nantinya akan menyebabkan anne-marie dampak buruk misalnya seperti inflasi tinggi yang otomatis akan meningkatkan angka pajak dan juga pemangkasan pengeluaran suatu negara.

 

2. Memacu Pertumbuhan Ekonomi

Selanjutnya tujuan yang utama dari kebijakan fiskal adalah untuk dapat memacu pertumbuhan perekonomian dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara maksimal.

Pada saat perekonomian yang ada di dalam suatu negara dapat tumbuh dengan pesat, maka bisnis yang dijalankan serta perkembangan yang ada di dalam masyarakat akan cenderung lebih banyak. Hal tersebut akan membawa kesejahteraan bagi bangsa secara merata. Salah satu caranya yaitu dengan mengurangi pajak yang dapat dilakukan kan dengan cara mendorong pertumbuhan laju perekonomian di dalam suatu negara melalui kebijakan fiskal.

Pada saat pajak yang ada di dalam suatu negara lebih rendah, maka konsumen akan dapat menghasilkan lebih banyak uang untuk bisa dibelanjakan yang nantinya akan menguntungkan para pebisnis serta dapat pula untuk meningkatkan investasi para pebisnis yang dapat meningkatkan laju pertumbuhan perekonomian.

 

3. Membuka Kesempatan Kerja Yang Luas

Mendapatkan pekerjaan serta mencapai tingkat pekerjaan secara maksimal adalah tujuan yang paling dasar yang dimiliki oleh kebijakan fiskal. Karena, apabila seorang pengangguran tentu tidak mempunyai banyak uang untuk dapat dibelanjakan dibandingkan dengan orang yang telah mendapatkan pekerjaan.

Tentunya hal tersebut akan makin merambat laju pertumbuhan perekonomian di dalam suatu negara. Dan untuk dapat obat menghilangkan apa sebut dari suatu negara hanya dapat dilakukan dengan menggunakan Salah satu cara yaitu mengurangi pajak untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga terjadinya ekspansi bisnis.

Kegiatan tersebut dilakukan secara bersamaan untuk dapat mendorong perekrutan karyawan serta dapat membuka lapangan pengerjaan baru bagi para pengangguran.

 

 

Jenis Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal sendiri dapat dibagi menjadi beberapa jenis, jenis-jenis tersebut akan dijelaskan secara lengkap. Berikut ini merupakan penjelasan tentang jenis kebijakan fiskal.

 

1. Kebijakan Fiskal Ekspansif

Kebijakan fiskal ekspansif merupakan kebijakan yang dirancang untuk dapat memenuhi tujuan yaitu dapat merangsang perekonomian, kebijakan fiskal ekspansif merupakan kebijakan yang paling sering memanfaatkan selama waktu resesiz pada saat pengakuan capai tingkat di dalam suatu periode bisnis yang sedang rendah.

Adanya kebijakan ekspansi yang mengharuskan Pemerintah untuk dapat membelanjakan uangnya lebih banyak, serta menurunkan pajak. Tujuan dari kebijakan untuk dapat memberikan uang yang lebih banyak kepada para konsumen, sehingga konsumen yang mempunyai uang akan terus membelanjakan uangnya dan akan merangsang laju pertumbuhan perekonomian dalam suatu negara.

 

2. Kebijakan Fiskal Kontraksional

kebijakan fiskal kontraktif merupakan suatu kebijakan yang digunakan untuk dapat memperlambat laju pertumbuhan ekonomi sepatu contohnya yaitu saat inflansi tumbuh pesat. Dalam hari ini tujuannya berbeda dengan  kebijakan fiskal ekspansif, karena kebijakan fiskal nasional lebih meningkatkan pajak serta memotong pengeluaran untuk dapat merangsang laju pertumbuhan perekonomian negara.

 

 

Jenis Kebijakan Fiskal Berdasarkan Teori

Berikut ini adalah beberapa jenis kebijakan fiskal berdasarkan teori, antara lain.

 

1. Kebijakan Anggaran Pembiayaan Fungsional

Kebijakan fiskal yang satu ini merupakan kebijaksanaan yang berfungsi untuk dapat mengatur pengeluaran oleh pemerintah dengan menggunakan cara tetap memperhatikan pengaruhnya bagi peningkatan dalam peluang kerja.

 

2. Kebijakan Pengelolaan Anggaran

Kebijakan fiskal untuk dapat mengatur segala hal yang berhubungan dengan penerimaan pajak atau pengeluaran serta pembiayaan yang bertujuan untuk dapat meningkatkan laju ekonomi negara.

 

3. Kebijakan Stabilisasi Anggaran Otomatis

Dalam hal ini kebijakan fiskal berfungsi untuk mengatur jumlah pengeluaran pemerintah melalui analisis terhadap biaya serta bebagai jenis pengeluaran yang dikeluarkan.

Baca Juga : Tugas-Tugas Presiden

 

 

Kebijakan Fiskal Berdasarkan Jumlah Penerimaan dan Pengeluaran

Berikut ini adalah beberapa kebijakan fiskal berdasarkan jumlah penerimaan dan pengeluaran, antara lain.

 

1. Anggaran Dinamis

Anggaran Dinamis merupakan anggaran yang sellau meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya upaya untuk dapat meningkatkan pendapatan dan juga melakukan penghematan dalan pengeluaran. Oleh karena itu, tabungan yang dimiliki oleh pemerintah dapat cepat meningkat.

 

2. Anggaran Seimbang

Dalam penyusunna anggaran seimbang yaitu dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan yang sama dengan jumlah keseluruhan pengeluaran. Sehingga stabilitas perekonomian negara akan dapat terjaga.

 

3. Anggaran Defisit

Anggaran defisit merupakan anggaran yang disusun dari jumlah pengeluaran yang lebih banyak dibandingkan dengan pendapatan dari suatu negara. Akan tetapi hal tersebut dapat diatasi dengan cara memberlakukan kebijakan seperti melakukan pinjaman dan menciptakan uang baru.

 

4. Anggaran Surplus

Ciri-ciri yang dimiliki oleh anggaran surplus yaitu jumlah pendapatan yang lebih besar dibandingkan dengan jumlah pengeluaran dari pemerintah.

Baca Juga : Sistem Pemerintahan Lengkap

 

 

Contoh Kebijakan Fiskal

Berikut ini adalah beberapa contoh kebijakan fiskal, antara lain.

  • Melakukan penghematan terhadap pengeluaran negara
  • Menaikkan jumlah pajak dan juga jenis pajak
  • Melakukan hutang negara, seperti misalnya mengeluarkan obligasi pemerintah
  • Mewajibkan kepemilikan dari NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

 

 

Dampak Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal akan berdampak langsung kepada dunia bisnis, mengapa hal tersebut dapat terjadi? Karena kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang mengatur peran serta pemasukan pembelanjaan atau perpajakan. Oleh karena itu para wirausahawan atau pebisnis haruslah cerdas untuk dapat melihat peluang investasi dari belanja pemerintah ataupun dapat pula yang berasal dari investasi swasta.

Terjadinya hal tersebut karena pada masa kebijakan fiskal ekspansif, pada saat uang lebih banyak mengalir dari pemerintah dari sumber lain yang kemudian nantinya akan berimbas kepada perpajakan yang rendah. Apabila antara harga dan permintaan terpenuhi maka keseimbangan bisnis diharapkan untuk dapat berkembang.

Adanya kebijakan fiskal kontraktif akan dapat mendorong inovasi menjadi lebih tidak teratur pada saat keseimbangan tersebut rusak serta permintaan harga pun jatuh. Bisnis yang awalnya berada di dalam masa perkembangan dan juga pertumbuhan kemudian akan mengambil langkah untuk dapat menghemat anggaran, dan hal ini akan berdampak pada aliran uang terhambat sehingga menjadi lebih sedikit untuk pembelanjaan.

Adanya kebijakan fiskal juga dapat dampak pada jumlah pajak bagi generasi individu dan juga bisnis yang terjadi di masa depan. Pengeluaran pemerintah yang mengarah kepada defisit yang lebih besar akan dapat menunjukkan bahwasanya pada akhirnya perpajakan harus ditingkatkan untuk dapat membayar bunga. Dan apabila pemerintah menjalankan surplus, maka besaran pajak juga harus diturunkan nantinya.

Hal ini tentunya tidak hanya berlaku pada negara, namun di dalam dunia bisnis juga diperlukan adanya ketelitian untuk dapat menentukan laju keuangan. oleh karena itu untuk dapat mengatur keuangan yang lebih aman maka kamu dapat menggunakan suatu software akuntansi yang lebih akurat serta terpercaya.

 

Itulah penjelasan yang dapat pintarnesia kali ini sampaikan tentang kebijakan fiskal. Semoga apa yang disampaikan di dalam artikel ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi pembelajaran dan dapat bermanfaat. Sekian, apabila terdapat kesalahan di dalam penulisan atau au penjabaran artikel ini ini mohon dimaafkan. Terimakasih.

Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight