Organel Sel

By Arwina Nur Dyah Utami -

Organel Sel – organel sel merupakan salah satu unit terkecil yang ada di dalam tubuh makhluk hidup, baik itu pada tumbuhan perhatikan peranan dan fungsi dari masing-masing organel sel yang berbeda-beda.

Sel merupakan bagian yang paling penting dalam makhluk hidup karena berfungsi untuk mengatur segala aktivitas atau kegiatan yang terjadi pada organel-organel tumhuhan atau hewan.

Pada pertemuan kali ini, pintarnesia berkesempatan untuk memberikan penjelasan tentang organel sel. Penjelasan yang akan diberikan berupa pengertian organel sel, struktur organel sel, dan fungsi dari organel sel tersebut. Oleh karena itu, simak uraian di bawah ini untuk mengetahui penjelasan secara lebih jelas.

Pengertian Organel Sel

Pengertian sel sendiri adalah salah satu struktur yang dimiliki oleh tumbuhan ataupun hewan dengan fungsi atau peranan khusus. Sel merupakan bagian yang paling kecil pada satuan kehidupan hidup.

Inti sel atau yang disebut dengan nukleus memiliki peranan atau berfungsi untuk mengatur segala kegiatan yang dilakukan oleh setiap makhluk hidup. Selain itu, inti sel juga berperan untuk mengatur sintesis protein.

Organel sel ini terletak pada bagian dalam sitoplasma dan bersifat hidup. Sel ini memiliki fungsi untuk melihat fungsi respirasi, reproduksi, serta juga fungsi gerak. Jadi dapat kita simpulkan bahwa meskipun sel merupakan unit yang paling kecil dari makhluk hidup, namun organel sel ini memiliki peranan yang cukup penting bagi kehidupan makhluk hidup.

Struktur Sel

Sel secara umum dapat dibagi menjadi tiga jenis bagian yang utama. Bagian-bagian dari sel tersebut diantaranya membran sel, sitoplasma, dan juga inti sel. Untuk mengetahui sejarah lebih jelaskan pengertian dari masing-masing jenis bagian sel , berikut ini penjelasan struktur sel pada makhluk hidup.

1. Membran Sel atau Selaput Plasma

Selaput plasma membran plasma adalah membran sel yang terletak pada bagian luar negara yang terbentuk dari sebuah senyawa waktu kimia yang disebut dengan nama lipoprotein. Senyawa lipoprotein sendiri adalah gabungan antara protein dan juga lemak.

Jenis protein yang terletak pada bagian luar permukaan memiliki sifat yang hidrofilik atau dapat larut di dalam air. Sehingga, membran sel atau selaput plasma ini memiliki sifat yang selektif semi permeabel. Dimana artinya adalah sel ini hanya bisa dilewati oleh beberapa molekul saja.

Fungsi yang dimiliki oleh membran sel antara lain adalah unit yang berfungsi untuk melindungi sel, menerima rangsangan dari luar sel, mengatur segala bentuk pertukaran zat dari satu sel menuju ke sel yang lainnya. Kemudian selain itu, membran sel sebagai tempat berlangsungnya proses reaksi kimia.

Membran sel yang terdapat di dalam tumbuhan terletak pada sebuah struktur selaput plasma yang disebut dengan dinding sel, di mana dinding sel tersebut tersusun dari dua jenis senyawa selulosa. Dinding sel ini memberikan bentuk yang tidak fleksibel pada sel tumbuhan. Dinding sel ini memiliki fungsi sebagai pelindung sel dari mekanik.

2. Sitoplasma

Asma adalah suatu cairan yang terletak pada bagian dalam membran plasma kecuali nukleus atau inti sel. Sitoplasma tersusun dari sitosol yang memiliki bentuk seperti gel atau yang bersifat koloid. Sitoplasma juga tersusun dari sitoskeleton atau rangka sel.

Sitosol adalah suatu bagian cair yang memenuhi kurang lebih 70% volume air pada sel. Sitosol dapat terbentuk dari campuran air, molekul organik dan garam. Sedangkan untuk sitoskeleton adalah rangkaian seluler yang memiliki bentuk mikrofilamen aktif, mikrotubulus, dan filamen intermediet.

Filamen intermediet mempunyai ukuran dnegan bentuk yang lebih besar di bandingkan dengan mikrofilamen dan memiliki bentuk yang lebih stabil. Filamen tersusun dari vimentin, neurofilamen, atau keratin. Sedangkan untuk mikrotubulus adalah sel dengan ukuran yang paling besar dibandingkan dengan yang lain, mikrotubulus ini tersusun dari polimer, tubulin laga dan juga beta.

3. Inti Sel

Inti sel merupakan bagian yang di miliki oleh sel eukariot. Inti sel ini sendiri adalah suatu bagian yang dibatasi oleh membran inti. Pada inti sel terdapat nukleus yang dijadikan sebagai tempat berlangsungnya pembentukan dan juga pematangan RNA ribosomal.

Inti sel memiliki fungsi yaitu untuk mengatur proses ekspresi gen, inti sel juga memiliki fungsi sebagai tempat berlangsungnya replikasi DNA dan transkripsi. Selain itu, inti sel juga memiliki fungsi untuk mengendalikan proses metabolisme sel dan sebagai tempat untuk menyimpan informasi genetik atau DNA.

Baca Juga : Siklus Krebs

Organel Sel

Setelah pada pembahasan sebelumnya telah diketahui struktur sel, kemudian selanjutnya adalah struktur organel sel. Struktur organisasi terdiri dari inti sel, ribosom, retikulum endoplasma, badan golgi, Mitokondria, Lisosom, periksisom, sentrosom, Membran plasma, dinding sel, plastida, vakuola, dan vesikula. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing struktur organel sel :

1. Ribosom

Ribosom adalah sel dengan bentuk bulat, dimana ribosom tersusun dari RNA dannjuga protein. Ribosom sendiri membentuk dua sub unit yang tidak mempunyai membran. Ribosom terletak pada bagian sel secara random, meskipun terdapat ribosom yang terikat oleh retikulum endoplasma.

Fungsi ribosom sendiri adalah untuk translasi RNA menjadi protein atau untuk sintesis protein dan organel yang tidak memiliki membran. Penyusun utama dari ribosom adalah asam ribonukleat yang berada pada sitoplasma.

2. Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma atau yang biasa disebut dengan RE adalah sel yang terbuat dari kantung pipih dengan membran tunggal yang di sebut dengan sisterna. Retikulum endoplasma memiliki peranan untuk transpor zat. Retikulum endoplasma terhubung dengan selaput inti pada sel.

Secara umum retikulum endoplasma dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus. Dimana retikulum endoplasma kasar berperan sebagai transpor protein yang telah di sintetis pada ribosom. Sedangkan untuk retikulum endoplasma halus memiliki peranan pada sintesis lipid misalnya seperti fosfolipid, hormon, dan steroid.

3. Badan Golgi

Badan golgi Sel yang terbentuk dari kumpulan kantung pipih yang memiliki membran. Badan golgi terletak pada sel tumbuhan atau yang dikenal dengan nama diktiosom yang letaknya berada di dekat membran sel.

Di dalam badan golgi sendiri terdapat banyak sekali enzim pencernaan namun tidak aktif secara penuh, enzim tersebut diantaranya adalah zymogen dan koenzim.

Kemudian selain itu, badan golgi juga dapat berfungsi untuk menghasilkan lendir dimana lendir ini dapat membentuk lisosom. Badan golgi memiliki suatu reseptor protein dari retikulum endoplasma kasar. Protein yang diterima nantinya akan dimodifikasi sebelum akan dikirimkan ke seluruh bagian sel dnegan menggunakan vesikula.

4. Mitokondria

Mitokondria adalah organel yang memiliki membran ganda yang berperan untuk respirasi seluler. Pada membran dalam mitokondria ini berbentuk seperti tonjolan yang mengarah dan berbelok-belok membentuk krista.

Fungsi dari krista ini adalah untuk memperluas permukaan supaya proses untuk pengikatan oksigen pada respirasi sel selalu dapat berjalan dengan efektif.

Terdapat mastrik mitokondria diantara membran krista, dimana banyak terdapat kandungan enzim pernapasan, protein dan juga ribosom yeng memungkinkan terjadinya reaksi kimia enzim respirasi.

Mastrik mitokondria ini memili peranan sebagai media pada prise berlangsungnya respirasi dalam menghasilkan energi.  Agar bisa melintasi membran mitokondria maka diperlukan adanya mekanisme transport yang aktif.

Baca Juga : Fungsi Mitokondria

5. Lisosom

Lisosom adalah suatu kantong yang memiliki bentuk yang bulat membran tunggal. Lisosom dibentuk oleh apparatus golgi Yang memiliki banyak kandungan protein. Lisosom ini menghasilkan enzim hidrolik yang berfungsi untuk mencerna makanan yang masuk di dalam sel secara fagositosis.

Fungsi dari lisosom sendiri adalah untuk menghasilkan dan juga untuk menyimpan enzim pencernaan seluler. secara umum terdapat dua jenis Lisosom di antaranya yaitu lisosom primer Alat yang berfungsi untuk memproduksi enzim yang belum aktif yaitu sebagai vakuola makanan. Dan lisosom sekunder yang banyak terlibat pada kegiatan pencernaan serta memiliki fungsi sebagai outofagosom.

Selain itu, lisosom juga berfungsi untuk mencerna materi dengan menggunakan cara fagositosis, menghancurkan sel yang telah mengalami kerusakan serta menghancurkan sel dengan metode melepas enzim pencerna.

6. Peroksisom

Peroksisom atau dapat disebut juga sebagai badan mikro merupakan sel yang memiliki ukuran yang hampir mirip dengan lisosom dan dibentuk oleh retikulum endoplasma granular. Secara berkelanjutan peroksisom berasosiasi dengan organel sel yang lainnya yang memiliki kandungan enzim katalase serta juga oksida.

Fungsi yang dimiliki oleh organel sel peroksisom atau badan mikro adalah untuk menguraikan peroksida atau H2O2. Dimana peroksida sendiri adalah hasil dari sisa metabolisme dengan sifat toksis untuk menjadi air dan juga oksigen.

7. Sentrosom

Sentrosom merupakan organ sel yang terdiri dari dua sentriol yang dibentuk dari protein mikrotubulus. Dimana sentriol ini memiliki fungsi untuk membentuk benang-benang spindel ketika berlangsungnya proses pembelahan sel.

Fungsi dari benang spindel ini sangat berperan penting untuk mengatur segala aktivitas setmrta untuk memisah kromosom Sa’ad sedang berlangsung pembelahan sel. Struktur yang ada pada sentrosom ini memiliki bentuk yang mirip dengan bintang untuk melakukan pembelahan sel.

8. Membran Plasma

Membran plasma merupakan organ sel yang berfungsi untuk mengatur segala aktivitas zat yang keluar masuk sel. Membran sel uji terdiri dari dua lapis fosfolipid dengan protein rantai karbohidrat.. selain itu membran plasma juga memiliki peranan untuk mendukung pembentukan sel, serta sebagai pelindung sel, dan berperan untuk menjaga homestatis pada sel.

9. Dinding Sel

Pengertian dinding sel adalah lapisan paling luar setelah membran sel. Dinding memikirkan bentuk yang tidak fleksibel atau kaku. Dinding sel ini memiliki fungsi yaitu untuk melindungi sel, menjaga bentuk sel dan untuk difusi berbagai molekul keluar dan masuk sel

10. Plastida

Plastida adalah organel sel yang berisikan pigmen. Dimana pigmen ini adalah klorofil yang lebih dikenal dengan kloroplas. Kloroplas dapat terbentuk dari adanya proplastida. Dimana ukuran dari proplastida ini adalah lebih kecil dibandingkan dengan kroloplas.

Kloroplas memiliki fungsi sebagai organel yang oenting saat sedang berlangsungnya proses fotosintesis. Plastida secara umum memiliki tiga jenis yang berbeda diantaranya adalah lekoplas, kloroplas, dan klomoplas.

11. Vakuola

Vakuola atau rongga sel merupakan sel yang berisikan garam organik, glikosida, minya eteris, enzime, tanin atau zat penyamak, alkaloid, dan juga butiran pati. Vakuola dan sitoplasma dipisahkan oleh selaput pembatas yang bernama tonoplas.

12. Vesikula

Vesikula adalah kantung yang memiliki membran tunggal yang berfungsi untuk tempat menyimpan atau sebagai transport zat pada sel.

Baca Juga : Perbedaan DNA dan RNA

Perbedaan Organel Sel Hewan dan Organel Sel Tumbuhan

organel sel yang dimiliki oleh tubuh tumbuhan dan organel sel yang dimiliki oleh tubuh hewan tentunya memiliki perbedaan dan memiliki sifat serta karakteristik tertentu masing-masing. Di bawah ini yang merupakan perbedaan organel sel hewan dan organel sel tumbuhan sebagai berikut.

1. Organel Sel Hewan

Organel sel hewan biasanya memiliki bentuk yang tidak tetap dan tidak memiliki dinding sel. Organel sel hewan memiliki sentrosom dan Lisosom. Pada hewan tidak terdapat plastida. Dan pada umumnya, organel sel hewan tidak memiliki vakuola, apabila memnag ada juga ukuran vakuolanya adalah kecil dan bersifat sementara.

2. Organel Sel Tumbuhan

Untuk organel sel tumbuhan memiliki dinding sel dan memiliki bentuk sel yang tetap. Organel sel juga memiliki plastida dan vakuola dengan ukuran yang cukup besar. Dan organel sel tumbuhan tidak memiliki sentrosom serta lisosom.

Itulah penjelasan tentang organel sel yang dapat pintarnesia sampaikan. Semoga penjelasan di atasnya dapat bermanfaat. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan atau penjelasan, mohon maaf.

Arwina Nur Dyah Utami
Arwina Nur Dyah Utami
Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Artikel Terkait

Proses Spermatogenesis
Proses Spermatogenesis
Oleh Mexi Prizkia
Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis
Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Sistem Pencernaan Manusia
Sistem Pencernaan Manusia
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna
Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna
Oleh Hasif Priyambudi
Tumbuhan Dikotil dan Monokotil: Pengertian dan Perbedaan Dikotil & Monokotil
Tumbuhan Dikotil dan Monokotil: Pengertian dan Perbedaan Dikotil & Monokotil
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Mollusca: Pengertian, Contoh, Peranan, Klasifikasi, Ciri
Mollusca: Pengertian, Contoh, Peranan, Klasifikasi, Ciri
Oleh Hasif Priyambudi

Baca Lainya Tastynesia:
  1. Nastar Coklat
  2. Nastar Daun
  3. Nastar Gulung
  4. Nastar Keranjang
  5. Nastar Nanas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *