√ 4 Proses Terjadinya Hujan: Jenis dan Bentuk Hujan (Lengkap)

4 Proses Terjadinya Hujan: Jenis dan Bentuk-Bentuk Hujan

4 Proses Terjadinya Hujan: Jenis dan Bentuk-Bentuk Hujan

Pasti kita sudah tidak asing lagi dengan istilah “Hujan” bahkan mungkin hampir semuanya tahu mengenai hujan. Definisi dari hujan adalah air yang turun dari langit yang melalui beberapa proses hingga terjadinya hujan, hujan yang datang pada kurun waktu tertentu bisa menimbulkan beberapa dampak negatif dan dampak positif.

Nah, kali ini pintarnesia akan memaparkan dan menjelaskan mengenai proses terjadinya hujan beserta dengan video dan gambar. Berikut ini adalah pemaparan dan penjelasan tentang mengenai proses terjadinya hujan, diantaranya adalah.

 

Proses Terjadinya Hujan Secara Singkat dan Jelas

Hujan akan melewati beberapa proses atau tahapan melalui berbagai proses terjadinya hujan, supaya hujan tersebut bisa berjalan dengan baik dan maksimal, serta hujan akan turun pada kurun waktu yang tepat sehingga warga diseluruh dunia tidak menunggu kedatangan hujan yang selalu dinanti-nanti. Sebelum hujan terjadi, ada beberapa proses atau tahapan yang harus dilewati supaya hujan itu turun dengan baik dan maksimal, di antaranya adalah:

 

1. Panas Matahari (Proses Air Menguap)

Matahari merupakan bintang terdekat dalam sistem tata surya kita, panas dari matahari sangat diperlukan untuk kebutuhan manusia, hewan, maupun tumbuhan dalam sehari-hari. Contoh dari kegunaan panas matahari untuk manusia adalah menjemur pakaian, panas matahari pada pagi hari juga memiliki banyak manfaat salah satunya memiliki vitamin D, panas matahari juga merupakan salah satu faktor krusial untuk membentuk hujan. Dengan adanya panas matahari, air yang ada di danau, laut, sungai bisa menguap ke udara.

 

2. Suhu Udara yang Tinggi (Uap Air Menjadi Padat -Terbentuknya Awan)

Suhu udara yang ada pada negara Indonesia termasuk ke dalam golongan suhu udara yang tinggi, akibatnya panas matahari akan membuat uap air tersebut mengalami pemadatan (kondensasi) dan menjadi sebuah embun. Embun ini terbentuk dari titik-titik air kecil sehingga suhu udara semakin tinggi membuat titik-titik dari embun semakin banyak berkumpul maka menjadi memadat dan membentuk awan.

 

3. Dengan Bantuan Angin (Awan Kecli Menjadi Awan Yang Lebih Besar)

Adanya bantuan dari angin atau udara yang menyebabkan tiupan yang akan membantu awan-awan tersebut bergerak dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Pergerakan dari angin memberikan dampak yang besar terhadap awan sehingga membuat awan kecil menyatu dan kemudian akan membentuk menjadi awan yang lebih besar, serta bergerak ke tempat atau yang langitnya memiliki suhu rendah. Semakin banyak butiran awan yang terkumpul, maka awan akan berubah warna menjadi semakin kelabu.

 

4. Terbentuk Hujan

Setelah awan menjadi kelabu karena titik-titik air semakin berat dan tidak bisa terbendung lagi, maka butiran-butiran air tadi akan jatuh ke bumi sehingga terjadilah hujan.

 

Gambar dan Video Proses Terjadinya Hujan

Supaya lebih jelas, berikut ini adalah penjelasan secara singkat dan gambaran mengenai proses terjadinya hujan.

Proses terjadinya hujan secara singkat, di antaranya adalah:

  1. Panas dari matahari akan membuat air yang ada dipermukaan bumi menguap.
  2. Terbentuklah awan dari uap-uap air yang menguap sebelumnya.
  3. Angin atau udara membuat awan kecil berkumpul menjadi lebih besar.
  4. Karena kandungan air yang ada di awan sudah sangat banyak dan tidak bisa ditampung lagi, maka akan turun hujan.

Setelah kita membahas proses terbentuknya hujan, kali ini pintarnesia akan menjelaskan cara membedakan awan hangat dengan awan dingin yang bisa terbentuk ketika hujan.

 

 

Perbedaan Awan Dingin dan Awan Hangat

Hujan yang turun bisa memberikan cuaca yang berbeda-beda, ada 2 (dua ) macam hujan awan yang bisa dibedakan, yakni awan hangat (Warm Cloud) dan awan dingin (Cold Cloud). Cara membedakan awan hangat dengan awan dingin menurut suhu lingkungan atmosfer apabila seluru bagian yang berada pada lingkungan atmosfer dengan suhu 0 derajat celsius.

Terjadinya awan dingin apabila seluruh bagian awan dingin berada pada daerah yang memiliki lintang tinggi dan menengah yang suhu udaranya dekat dengan permukaan tanah. Negara Indonesia sendiri memiliki suhu dekat dengan permukaan berkisar antara 20-300 derajat celsius. Meskipun dengan keadaan tersebut puncak awan bisa menembus jauh keatas melewati titik beku dan sebagian awan merupakan awan hangat dan sisanya merupakan awan dingin.

Berikut ini adalah perbedaan antara proses terjadinya hujan pada awan hangat dan proses terjadinya hujan pada awan dingin.

 

#1. Proses Terjadinya Hujan pada Awan Hangat

Proses terjadi hujan awan hangat adalah pada saat uap air terangkat dari permukaan bumi dan menuju pada atmosfer bumi akan terjadi proses kondensasi yang bisa menyebabkan uap air mengalami pengembunan (evaporasi) dengan adanya sumber garam yang berasal dari air laut.

Sifatnya yang higroskopik ketika akan di mulai peroses kondensasi partikel-partikel akan berubah menjadi titik air yang semakin banyak, semakin banyak titik awan yang terbentuk maka akan menjadi sebuah awan. Dan partikel yang mengelilingi debu serta kristal garam yang ada pada permukaan awan akan menebal. sehingga menjadi berat dan tidak bisa terbendung lagi, maka titik-titik air tersebut akan turun dan terbentuklah hujan.

 

#2. Proses Terjadinya Hujan Pada Awan Dingin

Sedangkan proses terjadinya hujan pada awan dingin adalah dengan cara saat titik-titik air sudah menjadi kristal es dan semakin banyak yang terbentuk melalui air super dingin serta deposit uap air. Dalam proses hujan awan dingin peranan kristal es dalam membentuk awan dingin sangat penting, sehingga disebut dengan proses pengkristalan es.

Saat udara naik melebihi tinggi dari permukaan atmosfer bumi, maka dari titik-titik air tersebut akan menjadi awan lalau dalam ketinggian tertentu yang sumbunya berada di bawah titik beku menjadi awan akan berubah menjadi titik-titik kristal es kecil dan udara di sekitranya tidak terlalu dingin, sehingga kristal es akan menjadi semakin membesar dan menjadi butiran salju dan jika terlalu berat dalam proses pengembunan akan jatuh sebagai salju.

Akan tetapi, ketika kristal salju melewati awan hangat, maka salju tersebut akan segera mencai menjadi hujan, kristal salju bisa turun tanpa menjadi cair jika pada musim dingin tiba.

 

 

Jenis – Jenis Hujan

Setelah kita membahas perbedaan antara awan hangat dan awan dingin, sekarang pintarnesia akan memaparkan dan menjelaskan mengenai beberapa jenis hujan yang ada pada seluruh dunia. Berikut ini adalah beberapa jenis – jenis hujan yang ada pada seluruh dunia, di antaranya adalah:

a. Hujan Frontal

Jenis hujan yang satu ini adalah hujan yang berawal dari udara yang hangat menjadi lebih ringan, serta lebih cenderung posisinya berada pada atas udara yang lebih dingin suhunya. Tempat bertemu antara kedua massa tersebut disebut dengan bidang front.

Lalu dengan adanya udara dingin, akan mengangkat udara yang suhunya lebih hangat, setelah itu udara yang lebih hangat akan terangkat kemudian akan mengembang serta mendingin. Dalam proses pendinginan ini akan terbentuk menjadi titik-titik air yang disebut dengan awan, setelah titik-titik air tersebut mulai mengendap dan tak terbendung lagi akhirnya terjatuh dan terjadilah hujan frontal.

 

b. Hujan Orografis

Jenis hujan yang satu ini biasanya terjadi di dataran tinggi seperti gunung. Jenis hujan yang satu ini terjadi karena udara yang mengandung uap air dipaksa oleh angin untuk mendaki pegunungan yang melewati lereng. Maka udara akan mengalami pendinginan yang kemudian mengalami pengembunan yang biasa kita sebut dengan kondensasi lalu berubah menjadi titik-titik air yang akan membentuk awan.

Setelah itu pembentukan titik-titik air yang mulai mengendap yang akan menyebabkan terjadinya hujan pada lereng gunung yang menghadap ke arah datangnya angin yang biasanya bergerak secara horizontal, dan angin akan bertiup terus mendaki pegunungan dan menuruni lereng tetapi angin sudah tidak membawa awan lagi, sehingga tidak akan turun hujan.

 

c. Hujan Buatan

Jenis hujan yang satu ini adalah hujan yang dibuat secara sengaja dibuat manusia yang telah dirancang oleh Badan Metafisika Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hujan buatan bisa terbentuk dengan menaburkan bahan kimia berupa Argentium Lodida atau bahan pendingin lainnya ke dalam awan guna mempercepat proses pendinginan dan mempercepat pembentukan awan.

Jenis hujan yang satu ini biasa dilakukan ketika musim kemarau panjang, karena kekurangan air dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

d. Hujan Konveksi

Jenis hujan yang terakhir adalah hujan konveksi, jenis hujan ini terjadi pada siang hari ketika udara sedang panas. Saat siang hari yang memberikan pancaran sinar yang sangat panas dan cerah akan terjadi pemanasan yang tinggi pada permukaan bumi, akibatnya udara akan mengalami mengembang dan penguapan secara bersamaan degan uap-uap air lalu naik secara vertikal keatas dengan proses yang sangat cepat.

Setelah itu, uap air yang mengalami penguapan akan mengalami pendinginan di atas dan akan menjadi titik-titik air yang akan terjadi pengembunan dan kemudian menjadi hujan konveksi.

Umumnya jenis hujan ini akan sangat lebat, tapi hanya terjadi dalam waktu yang sebentar. Hujan konveksi terjadi di bagian daerah beriklim tropis dan daerah yang sempit. Jenis hujan ini akan terjadi dalam 2 (dua) kali dalam setahun.

 

 

Bentuk-Bentuk Hujan

Setelah kita mengetahui jenis-jenis hujan, kali ini pintarnesia akan menjelaskan mengenai bentuk-bentuk hujan, di antarnya adalah:

1. Hujan Es

Hujan es adalah bentuk hujan yang turun ke bumi berupa butir-butir es atau yang biasa disebut dengan hujan batu. Proses terjadinya hujan ini karena arus udara yang banyak mengandung uap air yang bergerak secara vertikal lalu mencapai udara yang paling tinggi.

Sehingga suhu udaranya akan turun hingga 0 derajat celcius, akibatnya adalah uap air yang berada di udara akan berubah dengan cepat menjadi kristal-kristal es dan akan jatuh ke permukaan bumi, ada juga sebagian dari kristal es tersebut mencair sebelum sampai ke permukaan bumi.

 

2. Hujan Asam

Hujan asam bisa terjadi jika terdapat pencemaran udara karena asap kendaraan atau efek dari rumah kaca yang bisa menimbulkan endapan hujan asam yang cukup tinggi sehingga akan menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan sekitar.

Dengan adanya kandingan dalam udara seperti oksida nitrogen dan oksida sulfur yang asalnya bisa dari asap pabrik, atau asap industri maka bisa mengalami perubahan kimia di udara dan jatuh ke bumi sebagai hujan asam.

 

3. Hujan Rintik – Rintik

Bentuk hujan yang satu ini bisa terjadi pada awan yang berlapisan rendah yang dekat dengan permukaan bumi, hujan ini memiliki diameter sekitar 0,2-0,5 mm.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang hujan, mulai dari proses terjadinya hujan, jenis-jenis hujan dan dari mana asal hujan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita seputar hujan, jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.



Pengertian Filsafat: Arti, Tujuan, Cabang-Cabang dan Ciri-Ciri Filsafat

Pengertian Filsafat: Arti, Tujuan, Cabang-Cabang dan Ciri-Ciri Filsafat

Pasti kita sudah tidak asing lagi dengan istilah “Hujan” bahkan mungkin hampir semuanya tahu mengenai hujan. Definisi dari hujan adalah air yang turun dari langit yang melalui beberapa proses hingga terjadinya hujan, hujan yang datang pada kurun waktu tertentu bisa menimbulkan beberapa dampak negatif dan dampak positif.

Nah, kali ini pintarnesia akan memaparkan dan menjelaskan mengenai proses terjadinya hujan beserta dengan video dan gambar. Berikut ini adalah pemaparan dan penjelasan tentang mengenai proses terjadinya hujan, diantaranya adalah.

 

Proses Terjadinya Hujan Secara Singkat dan Jelas

Hujan akan melewati beberapa proses atau tahapan melalui berbagai proses terjadinya hujan, supaya hujan tersebut bisa berjalan dengan baik dan maksimal, serta hujan akan turun pada kurun waktu yang tepat sehingga warga diseluruh dunia tidak menunggu kedatangan hujan yang selalu dinanti-nanti. Sebelum hujan terjadi, ada beberapa proses atau tahapan yang harus dilewati supaya hujan itu turun dengan baik dan maksimal, di antaranya adalah:

 

1. Panas Matahari (Proses Air Menguap)

Matahari merupakan bintang terdekat dalam sistem tata surya kita, panas dari matahari sangat diperlukan untuk kebutuhan manusia, hewan, maupun tumbuhan dalam sehari-hari. Contoh dari kegunaan panas matahari untuk manusia adalah menjemur pakaian, panas matahari pada pagi hari juga memiliki banyak manfaat salah satunya memiliki vitamin D, panas matahari juga merupakan salah satu faktor krusial untuk membentuk hujan. Dengan adanya panas matahari, air yang ada di danau, laut, sungai bisa menguap ke udara.

 

2. Suhu Udara yang Tinggi (Uap Air Menjadi Padat -Terbentuknya Awan)

Suhu udara yang ada pada negara Indonesia termasuk ke dalam golongan suhu udara yang tinggi, akibatnya panas matahari akan membuat uap air tersebut mengalami pemadatan (kondensasi) dan menjadi sebuah embun. Embun ini terbentuk dari titik-titik air kecil sehingga suhu udara semakin tinggi membuat titik-titik dari embun semakin banyak berkumpul maka menjadi memadat dan membentuk awan.

 

3. Dengan Bantuan Angin (Awan Kecli Menjadi Awan Yang Lebih Besar)

Adanya bantuan dari angin atau udara yang menyebabkan tiupan yang akan membantu awan-awan tersebut bergerak dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Pergerakan dari angin memberikan dampak yang besar terhadap awan sehingga membuat awan kecil menyatu dan kemudian akan membentuk menjadi awan yang lebih besar, serta bergerak ke tempat atau yang langitnya memiliki suhu rendah. Semakin banyak butiran awan yang terkumpul, maka awan akan berubah warna menjadi semakin kelabu.

 

4. Terbentuk Hujan

Setelah awan menjadi kelabu karena titik-titik air semakin berat dan tidak bisa terbendung lagi, maka butiran-butiran air tadi akan jatuh ke bumi sehingga terjadilah hujan.

 

Gambar dan Video Proses Terjadinya Hujan

Supaya lebih jelas, berikut ini adalah penjelasan secara singkat dan gambaran mengenai proses terjadinya hujan.

Proses terjadinya hujan secara singkat, di antaranya adalah:

  1. Panas dari matahari akan membuat air yang ada dipermukaan bumi menguap.
  2. Terbentuklah awan dari uap-uap air yang menguap sebelumnya.
  3. Angin atau udara membuat awan kecil berkumpul menjadi lebih besar.
  4. Karena kandungan air yang ada di awan sudah sangat banyak dan tidak bisa ditampung lagi, maka akan turun hujan.

Setelah kita membahas proses terbentuknya hujan, kali ini pintarnesia akan menjelaskan cara membedakan awan hangat dengan awan dingin yang bisa terbentuk ketika hujan.

 

 

Perbedaan Awan Dingin dan Awan Hangat

Hujan yang turun bisa memberikan cuaca yang berbeda-beda, ada 2 (dua ) macam hujan awan yang bisa dibedakan, yakni awan hangat (Warm Cloud) dan awan dingin (Cold Cloud). Cara membedakan awan hangat dengan awan dingin menurut suhu lingkungan atmosfer apabila seluru bagian yang berada pada lingkungan atmosfer dengan suhu 0 derajat celsius.

Terjadinya awan dingin apabila seluruh bagian awan dingin berada pada daerah yang memiliki lintang tinggi dan menengah yang suhu udaranya dekat dengan permukaan tanah. Negara Indonesia sendiri memiliki suhu dekat dengan permukaan berkisar antara 20-300 derajat celsius. Meskipun dengan keadaan tersebut puncak awan bisa menembus jauh keatas melewati titik beku dan sebagian awan merupakan awan hangat dan sisanya merupakan awan dingin.

Berikut ini adalah perbedaan antara proses terjadinya hujan pada awan hangat dan proses terjadinya hujan pada awan dingin.

 

#1. Proses Terjadinya Hujan pada Awan Hangat

Proses terjadi hujan awan hangat adalah pada saat uap air terangkat dari permukaan bumi dan menuju pada atmosfer bumi akan terjadi proses kondensasi yang bisa menyebabkan uap air mengalami pengembunan (evaporasi) dengan adanya sumber garam yang berasal dari air laut.

Sifatnya yang higroskopik ketika akan di mulai peroses kondensasi partikel-partikel akan berubah menjadi titik air yang semakin banyak, semakin banyak titik awan yang terbentuk maka akan menjadi sebuah awan. Dan partikel yang mengelilingi debu serta kristal garam yang ada pada permukaan awan akan menebal. sehingga menjadi berat dan tidak bisa terbendung lagi, maka titik-titik air tersebut akan turun dan terbentuklah hujan.

 

#2. Proses Terjadinya Hujan Pada Awan Dingin

Sedangkan proses terjadinya hujan pada awan dingin adalah dengan cara saat titik-titik air sudah menjadi kristal es dan semakin banyak yang terbentuk melalui air super dingin serta deposit uap air. Dalam proses hujan awan dingin peranan kristal es dalam membentuk awan dingin sangat penting, sehingga disebut dengan proses pengkristalan es.

Saat udara naik melebihi tinggi dari permukaan atmosfer bumi, maka dari titik-titik air tersebut akan menjadi awan lalau dalam ketinggian tertentu yang sumbunya berada di bawah titik beku menjadi awan akan berubah menjadi titik-titik kristal es kecil dan udara di sekitranya tidak terlalu dingin, sehingga kristal es akan menjadi semakin membesar dan menjadi butiran salju dan jika terlalu berat dalam proses pengembunan akan jatuh sebagai salju.

Akan tetapi, ketika kristal salju melewati awan hangat, maka salju tersebut akan segera mencai menjadi hujan, kristal salju bisa turun tanpa menjadi cair jika pada musim dingin tiba.

 

 

Jenis – Jenis Hujan

Setelah kita membahas perbedaan antara awan hangat dan awan dingin, sekarang pintarnesia akan memaparkan dan menjelaskan mengenai beberapa jenis hujan yang ada pada seluruh dunia. Berikut ini adalah beberapa jenis – jenis hujan yang ada pada seluruh dunia, di antaranya adalah:

a. Hujan Frontal

Jenis hujan yang satu ini adalah hujan yang berawal dari udara yang hangat menjadi lebih ringan, serta lebih cenderung posisinya berada pada atas udara yang lebih dingin suhunya. Tempat bertemu antara kedua massa tersebut disebut dengan bidang front.

Lalu dengan adanya udara dingin, akan mengangkat udara yang suhunya lebih hangat, setelah itu udara yang lebih hangat akan terangkat kemudian akan mengembang serta mendingin. Dalam proses pendinginan ini akan terbentuk menjadi titik-titik air yang disebut dengan awan, setelah titik-titik air tersebut mulai mengendap dan tak terbendung lagi akhirnya terjatuh dan terjadilah hujan frontal.

 

b. Hujan Orografis

Jenis hujan yang satu ini biasanya terjadi di dataran tinggi seperti gunung. Jenis hujan yang satu ini terjadi karena udara yang mengandung uap air dipaksa oleh angin untuk mendaki pegunungan yang melewati lereng. Maka udara akan mengalami pendinginan yang kemudian mengalami pengembunan yang biasa kita sebut dengan kondensasi lalu berubah menjadi titik-titik air yang akan membentuk awan.

Setelah itu pembentukan titik-titik air yang mulai mengendap yang akan menyebabkan terjadinya hujan pada lereng gunung yang menghadap ke arah datangnya angin yang biasanya bergerak secara horizontal, dan angin akan bertiup terus mendaki pegunungan dan menuruni lereng tetapi angin sudah tidak membawa awan lagi, sehingga tidak akan turun hujan.

 

c. Hujan Buatan

Jenis hujan yang satu ini adalah hujan yang dibuat secara sengaja dibuat manusia yang telah dirancang oleh Badan Metafisika Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hujan buatan bisa terbentuk dengan menaburkan bahan kimia berupa Argentium Lodida atau bahan pendingin lainnya ke dalam awan guna mempercepat proses pendinginan dan mempercepat pembentukan awan.

Jenis hujan yang satu ini biasa dilakukan ketika musim kemarau panjang, karena kekurangan air dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

d. Hujan Konveksi

Jenis hujan yang terakhir adalah hujan konveksi, jenis hujan ini terjadi pada siang hari ketika udara sedang panas. Saat siang hari yang memberikan pancaran sinar yang sangat panas dan cerah akan terjadi pemanasan yang tinggi pada permukaan bumi, akibatnya udara akan mengalami mengembang dan penguapan secara bersamaan degan uap-uap air lalu naik secara vertikal keatas dengan proses yang sangat cepat.

Setelah itu, uap air yang mengalami penguapan akan mengalami pendinginan di atas dan akan menjadi titik-titik air yang akan terjadi pengembunan dan kemudian menjadi hujan konveksi.

Umumnya jenis hujan ini akan sangat lebat, tapi hanya terjadi dalam waktu yang sebentar. Hujan konveksi terjadi di bagian daerah beriklim tropis dan daerah yang sempit. Jenis hujan ini akan terjadi dalam 2 (dua) kali dalam setahun.

 

 

Bentuk-Bentuk Hujan

Setelah kita mengetahui jenis-jenis hujan, kali ini pintarnesia akan menjelaskan mengenai bentuk-bentuk hujan, di antarnya adalah:

1. Hujan Es

Hujan es adalah bentuk hujan yang turun ke bumi berupa butir-butir es atau yang biasa disebut dengan hujan batu. Proses terjadinya hujan ini karena arus udara yang banyak mengandung uap air yang bergerak secara vertikal lalu mencapai udara yang paling tinggi.

Sehingga suhu udaranya akan turun hingga 0 derajat celcius, akibatnya adalah uap air yang berada di udara akan berubah dengan cepat menjadi kristal-kristal es dan akan jatuh ke permukaan bumi, ada juga sebagian dari kristal es tersebut mencair sebelum sampai ke permukaan bumi.

 

2. Hujan Asam

Hujan asam bisa terjadi jika terdapat pencemaran udara karena asap kendaraan atau efek dari rumah kaca yang bisa menimbulkan endapan hujan asam yang cukup tinggi sehingga akan menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan sekitar.

Dengan adanya kandingan dalam udara seperti oksida nitrogen dan oksida sulfur yang asalnya bisa dari asap pabrik, atau asap industri maka bisa mengalami perubahan kimia di udara dan jatuh ke bumi sebagai hujan asam.

 

3. Hujan Rintik – Rintik

Bentuk hujan yang satu ini bisa terjadi pada awan yang berlapisan rendah yang dekat dengan permukaan bumi, hujan ini memiliki diameter sekitar 0,2-0,5 mm.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang hujan, mulai dari proses terjadinya hujan, jenis-jenis hujan dan dari mana asal hujan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita seputar hujan, jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.