Ekonomi Makro

Ilmu ekonomi pada umumnya dapat dibagi menjadi dua jenis diantaranya yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro. Bagi kamu yang berkecimpung di dalam dunia perekonomian, tentunya sudah tidak asing lagi dengan ekonomi makro dan mikro.

Baik itu ekonomi makro ataupun ekonomi mikro, keduanya sangat berpengaruh terhadap ekonomi di Indonesia.

Pada kesempatan kali ini pintarnesia akan menjelaskan bagian dari perekonomian Indonesia yaitu ekonomi makro. Pembahasan tentang ekonomi makro mencangkup tentang pengertian, ruang lingkup, contoh dan tujuan dari adanya ekonomi makro.

Untuk mengetahui secara lebih lengkap pembahasan ekonomi makro, simak uraian pada artikel di bawah ini.

Baca Juga : Pengertian Ekonomi Mikro dan Makro

  1. Pengertian Ekonomi Makro
  2. Ruang Lingkup Ekonomi Makro
    1. 1. Penentuan Tingkat Aktivitas Ekonomi Negara
    2. 2. Kebijakan Pemerintah
    3. 3. Pengeluaran Agregat atau Komprehensif
  3. Contoh Ekonomi Makro
  4. Tujuan Ekonomi Makro
    1. 1. Membuka Kesempatan Kerja yang Tinggi
    2. 2. Meningkatkan Pendapatan Nasional
    3. 3. Menjaga Perekonomian Tetap Stabil
    4. 4. Mengendalikan Inflasi
    5. 5. Menyeimbangkan Neraca Pembayaran Luar Negeri
    6. 6. Meningkatkan Kapasitas Produksi Secara Nasional
    7. 7. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi
    8. 8. Meratakan Distribusi Pendapatan

Pengertian Ekonomi Makro

Pengertian Ekonomi Makro

Pengertian ekonomi makro adalah cabang ilmu ekonomi yang membelai tentang segala hal-hal yang mencangkup bidang perekonomian secara lebih kompleks, luas dan lebih menyeluruh, dimana perubahan ekonomi yang terjadi dapat mempengaruhi setiap masyarakat, baik itu perorangan, kelompok ataupun perusahaan, dan bahkan bisa mempengaruhi ekonomi dari negara tersebut.

Ekonomi makro berkaitan dengan efisiensi penggunaan faktor produksi yang menganalisis data produsen dan konsumen secara keseluruhan dalam pengalokasian hasil pendapatan untuk membeli suatu produk baik itu barang ataupun jasa.

Berdasarkan dari definisi di atas, dapat di katakan pula bahwa ekonomi makro juga mencangkup beberapa hal yang ada hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi negara, tenaga kerja dan stabilitas harga serta juga berpengaruh terhadap keseimbangan neraca.

Ruang Lingkup Ekonomi Makro

Ruang Lingkup Ekonomi Makro

Berdasarkan dari penjelasan pengertian ekonomi makro di atas, ruang lingkup ekonomi makro sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara tersebut.

Kemudian, apa saja ruang lingkup ekonomi makro? Berikut ini akan dijelaskan mengenai ruang lingkup ekonomi makro.

1. Penentuan Tingkat Aktivitas Ekonomi Negara

Pada analisis berikut ini dimana ruang lingkup dari ekonomi makro Salah satunya yaitu sebagai badan pada tingkat aktivitas bagi suatu negara. ekonomi makro berhubungan dengan kegiatan untuk menghasilkan produk atau jasa (layanan).

Ekonomi makro memberikan perincian mengenai pengeluaran secara keseluruhan atau agregat. perincian yang termasuk ke dalam analisis ekonomi makro hubungan antara lain yaitu:

  • Pengeluaran yang dilakukan oleh pemerintah
  • Perincian terhadap kegiatan ekspor dan impor
  • Kegiatan pada perusahaan, termasuk juga biaya investasi
  • Pengeluaran dari rumah tangga (konsumsi rumah tangga)

2. Kebijakan Pemerintah

Perekonomian dari suatu negara cara tidak pernah terlepas dari upaya pemerintah untuk mengatasi berbagai permasalahan dan menetapkan berbagai kebijakan baik itu kebijakan moneter atau kebijakan fiskal. Sehingga peran pemerintah untuk menentukan jalanya ekonomi makro sangat penting dalam hal ini.

Kebijakan moneter yang dikeluarkan oleh pemerintah adalah kebijakan yang yang dilakukan untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat atau jumlah uang yang tersebar perekonomian.

Kebijakan moneter memiliki peranan yang sangat penting untuk bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, sehingga dalam hal ini sangat dibutuhkan karena berhubungan dengan aktivitas sehari-hari.

Sedangkan pengertian kebijakan fiskal adalah upaya atau usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengubah struktur serta mengubah terhadap jumlah pajak dan pengeluaran yang bertujuan untuk mempengaruhi kegiatan ekonomi.

Kesimpulannya yaitu kebijakan fiskal mengatur mengenai pendapatan dan pengeluaran dari negara.

3. Pengeluaran Agregat atau Komprehensif

Ekonomi makro yang mempengaruhi suatu negara terhadap pengeluaran secara keseluruhan apabila tidak bisa mencapai pada tingkat dengan apa yang diinginkan, maka perekonomian pada suatu negara tersebut dikatakan bermasalah.

Sehingga perlu adanya upaya yang dilakukan untuk memberikan peluang kerja yang lebih baik peserta pengendalian terhadap tingkat inflasi.

Dan pada umumnya pengeluaran agregat harus pada tingkat yang dibutuhkan. Meskipun begitu, untuk mewujudkan hal ini tidak semudah apa yang diinginkan.

Contoh Ekonomi Makro

Contoh Ekonomi Makro

Ekonomi makro memiliki contoh permasalahan yang banyak dialami pada kehidupan sehari-hari. Dimana pada penjelasan sebelumnya bahwa ekonomi makro lebih berfokus terhadap berbagai masalah perekonomian secara lebih luas.

Misalnya seperti ekonomi suatu negara dan pemerintahan. Berikut ini merupakan contoh ekonomi makro yang yang merupakan permasalahan yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

  • Pendapatan nasional
  • Peluang mendapat pekerjaan
  • Kerjasama yang dilakukan antar negara di berbagai belahan dunia
  • Kegiatan ekspor
  • Kegiatan impor
  • Organisasi ekonomi secara internasional
  • Kegiatan investasi pemerintahan
  • Neraca pembayaran
  • Siklus ekonomi
  • Pertumbuhan ekonomi
  • Tingkat pengangguran di suatu negara
  • Kegiatan inflasi
  • Kegiatan deflasi
  • Kebijakan ekonomi suatu negara
  • Pendapatan per kapita dari suatu negara

Tujuan Ekonomi Makro

Kebijakan penetapan ekonomi makro yang ada pada suatu negara dilakukan oleh pemerintah dan juga oleh swasta.

Di mana tujuan utamanya pada tekanan ekonomi makro adalah untuk mengatasi berbagai permasalahan yang timbul di dalam suatu negara.

Selain itu, terdapat beberapa tujuan lain penetapan kebijakan ekonomi makro diantaranya yaitu:

1. Membuka Kesempatan Kerja yang Tinggi

Peluang untuk mendapatkan pekerjaan merupakan salah satu permasalahan yang banyak terjadi di berbagai negara berkembang.

Sehingga penetapan kebijakan ekonomi makro adalah untuk membuka kesempatan peluang kerja yang tinggi untuk para pencari kerja pada masyarakat suatu negara.

Membuka kesempatan kerja yang tinggi berhubungan dengan peningkatan kapasitas produksi nasional, karena hal itu merupakan faktor terpenting untuk bisa mewujudkan kan peningkatan terhadap pengeluaran negara.

Melalui berbagai kebijakan ekonomi makro yang ditetapkan oleh pemerintah, dapat menjaga iklim investasi agar investor dapat dan mau untuk menanamkan sahamnya. Dengan begitu, maka lapangan pekerjaan akan tersedia secara lebih luas bagi masyarakat.

2. Meningkatkan Pendapatan Nasional

Sama hubungannya dengan peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat suatu negara yang akan berhubungan dengan pendapatan nasional. Dengan adanya kesempatan kerja yang tinggi, maka akan membuka peluang bagi suatu negara untuk bisa meningkatkan pendapatan nasional.

Dalam hal ini Pemerintah selalu dituntut untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dalam negeri agar dapat berjalan dengan efisien dan efektif.

Sehingga perlu adanya penetapan kebijakan an-naziat arabnya yaitu kebijakan fiskal untuk bidang perpajakan serta pengeluaran pemerintah. Dan penetapan kebijakan moneter yang berfungsi untuk mengatur dan mempengaruhi peredaran uang atau merubah tingkat bunga.

3. Menjaga Perekonomian Tetap Stabil

Selain meningkatkan perekonomian suatu negara, mempertahankan stabilitas perekonomian juga bahkan Salah satu syarat yang penting untuk memberikan kepercayaan terhadap para pelaku ekonomi untuk bisa terus mengembangkan usaha yang dilakukannya.

Apabila suatu negara masih belum bisa untuk meningkatkan, setidaknya berusahalah untuk menetapkan perekonomian yang stabil agar dapat mencapai keseimbangan dalam variabel-variabel ekonomi makro.

Stabilitas ekonomi dapat ditandai dengan an3 tingkat pertumbuhan ekonomi serta peningkatan terhadap kualitas dan kondisi perekonomian suatu negara.

4. Mengendalikan Inflasi

Adanya inflasi sering terjadi karena banyaknya permintaan yang terlalu besar terhadap suatu barang atau jasa. Permintaan barang dan jasa tersebut yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga.

Apabila hal ini terjadi, maka pertumbuhan ekonomi dari suatu negara bisa menjadi terhambat serta sangat berpengaruh terhadap kenaikan harga barang yang tinggi, penurunan terhadap nilai mata uang dan lain sebagainya. Sehingga perlu adanya penanganan dari pemerintah secara tepat.

5. Menyeimbangkan Neraca Pembayaran Luar Negeri

Ditetapkannya ekonomi makro juga bertujuan untuk bisa menyeimbangkan neraca pembayaran luar negeri yang merupakan hasil dari berbagai kegiatan transaksi yang terjadi baik itu dari penduduk dalam maupun luar negeri, pembelian barang atau jasa dengan pihak luar negeri atau dalam negeri dan lain sebagainya.

6. Meningkatkan Kapasitas Produksi Secara Nasional

Menetapkan kebijakan ekonomi makro juga bertujuan untuk membantu meningkatkan kapasitas produksi secara nasional, hal ini dapat berpengaruh terhadap jalannya pertumbuhan serta pembangunan ekonomi suatu negara.

Pemerintah negara harus memperbaiki situasi terhadap investasi yang berlangsung di dalam negeri yang dapat memberikan pengaruh untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi.

7. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Tujuan selanjutnya ekonomi makro adalah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang selalu stabil terus menerus.

Secara umum biasanya pertumbuhan ekonomi disertai dengan terjadinya beberapa kondisi misalnya sepet kenaikan pertumbuhan ekonomi yang berada dari sektor riil yang melibatkan masyarakat dalam negeri sebagai pelaku utama.

Seluruh prioritas dari setiap kebijakan pada bidang ekonomi maky mendukung puak target yang dicapai pada pertumbuhan ekonomi yang kuat, berlangsung secara terus-menerus dan seimbang.

8. Meratakan Distribusi Pendapatan

Distribusi pendapatan menggambarkan pendapatan yang ada di suatu daerah. Apabila distribusi pendapatan tidak merata, maka mungkin terjadinya kemiskinan, pengangguran, inflasi dan lain sebagainya.

Terjadinya pendapatan yang tidak merata di sebabkan oleh sistem pemerintahan terhadap menerapkan sistem ekonomi negara.

Selain itu, terjadinya perbedaan pendapatan juga dapat disebabkan oleh adanya beberapa faktor produksi yang dimiliki oleh setiap orang yang ada pada wilayah tersebut.

Apabila faktor produksi yang dimiliki oleh seseorang semakin banyak, maka ia akan memiliki pendapatan yang besar pula.

Peranan pemerintah dalam hal ini adalah menetapkan kebijakan untuk mengatasi kekakuan harga yang terjadi karena praktek monopoli dan melindungi produsen dengan intevensi terhadap penerapan pajak yang berbeda pada setiap komoditas, penetapan harga minimum dan maksimum dan lainnya.

Baca Juga : Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro

Itulah pembahasan tentang ekonomi makro yang diterapkan dalam suatu negara. Dimana kebijakan ini sangat dibutuhkan oleh suatu negara agar perekonomian dapat berjalan seimbang. Semoga penjelasan diatas dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.

Originally posted 2020-05-11 04:36:32.