Laporan Keuangan: Pengertian, Jenis, Contoh, Tujuan, Fungsi, Ciri, Sifat

By

laporan keuangan

Laporan Keuangan – Setiap akan melakukan usaha tentunya suatu perusahaan atau instansi akan menyusun laporan keuangan pada setiap akhir usaha yang mereka jalankan.

Laporan keuangan tersebut nantinya akan diserahkan kepada seseorang yang berwenang terhadap laporan keuangan tersebut di dalam suatu perusahaan, instansi atau lembaga.

Tujuan dari dibuatnya laporan keuangan ini antara lain yaitu untuk dapat mengetahui berapa saja dana yang keluar dan an-naml yang masuk di dalam suatu periode bisnis atau usaha yang dijalankan oleh suatu perusahaan, instansi ataupun lembaga. Sebelumnya kita membahas valuta asing secara lengkap.

Lalu apa sebenarnya yang pengertian dan apa sebenarnya laporan keuangan itu? Pada kesempatan kali ini saya akan membahas dan menjelaskan tentang laporan keuangan di dalam suatu perusahaan atau lembaga bisnis.

Penjelasan laporan keuangan pada kesempatan kali ini seputar pengertian, jenis laporan keuangan, contoh, tujuan, fungsi, ciri-ciri dan sifat dari laporan keuangan.

 

Pengertian Laporan Keuangan

uang

Laporan keuangan sendiri merupakan asal kata dari bahasa Inggris yaitu financial statement. gimana arti dari pengertian laporan keuangan adalah hasil akhir dari suatu proses di dalam suatu kegiatan transaksi keuangan di dalam suatu perusahaan, instansi atau lembaga dengan menggambarkan kondisi keuangan dalam satu periode tertentu.

Laporan keuangan juga merupakan gambaran umum yang yang mencangkup mengenai kinerja dari suatu perusahaan.

Terdapat pula penjelasan lain mengenai pengertian dari laporan keuangan yaitu suatu produk akhir pada proses akuntansi di dalam sebuah perusahaan yang dilakukan pada satu periode tertentu.

Laporan keuangan tersebut mencangkup mengenai pengumpulan hasil serta pengolahan data-data keuangan dari suatu perusahaan yang bertujuan untuk dapat membantu sebuah perusahaan untuk mengambil keputusan yang tepat untuk melakukan bisnis pada periode berikutnya.

laporan keuangan dapat disusun dengan menggunakan berbagai sumber data misalnya seperti nota, kredit, faktur, bon, catatan atau laporan dan lain sebagainya.

 

 

Pengertian Laporan Keuangan Menurut Para Ahli

Selain laporan pengertian keuangan secara umum terdapat pula beberapa ahli yang memaparkan pendapat atau gagasannya tentang pengertian laporan keuangan. Berikut ini merupakan beberapa pendapat dari para ahli tentang definisi laporan keuangan:

 

1. Munawir (2010:5)

Pengertian laporan keuangan yang pertama disampaikan oleh Munawir. Munawir sendiri menjelaskan bahwa pengertian laporan keuangan secara umum terdiri dari neraca dan juga perhitungan laba dan rugi serta juga perubahan terhadap ekuitas.

Neraca di sini yaitu untuk menunjukkan sejumlah aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan dan juga kewajiban serta ekuitas dari sebuah perusahaan di dalam satu periode tertentu. Sedangkan untuk laba dan rugi dalam hal ini yaitu menggambarkan mengenai berbagai hasil dan juga beban yang ditanggung oleh sebuah perusahaan di dalam satu periode tertentu.

 

2. M. Sadeli

Pengertian laporan keuangan yang selanjutnya berasal dari gagasan atau pendapat M. Sadeli bahwa laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi dan juga informasi historis di mana di dalam laporan keuangan tersebut terdapat adanya proses identifikasi, laporan informasi dan juga pengukuran terhadap ekonomi sebagai media pertimbangan untuk dapat mengambil kebijakan atau keputusan yang tepat pada periode yang akan datang.

 

3. Gitman (2012:44)

Menurut Gitman tentang pengertian laporan keuangan adalah laporan tahunan yang dimiliki oleh suatu perusahaan di mana laporan tersebut harus diberikan kepada ada semua pemegang saham, merangkum dan juga sekaligus mendokumentasikan aktivitas keuangan di dalam sebuah perusahaan selama 1 tahun terakhir.

 

4. Munawir Shadzali

Pengertian laporan keuangan menurut Munawir Shadzali adalah suatu proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk dapat mengkomunikasikan tentang data keuangan.

 

5. Sofyan S. Harahap (2009:105)

Pengertian laporan keuangan menurut para ahli yang selanjutnya dijelaskan oleh Sofyan S. Harahap. Sofyan S. Harahap berpendapat bahwa pengertian laporan keuangan adalah suatu laporan yang menunjukkan an-nur kondisi dari keuangan dan juga hasil usaha dari suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu.

 

6. Birgham dan Houston (2010)

Birgham dan Houston menjelaskan tentang pengertian laporan keuangan adalah laporan yang terdiri dari beberapa lembar kertas yang berisikan angka-angka yang tertulis di atas kertas tersebut. Laporan berupa angka tersebut penting adanya untuk dapat memikirkan aset-aset yang nyata yang ada dibalik angka tersebut.

 

7. Farid dan Susanto (2011:2)

Faris dan Susanto menjelaskan mengenai pengertian laporan keuangan adalah serangkaian informasi yang diharapkan dapat untuk memberikan bantuan kepada para pemakai untuk dapat mengambil atau membuat keputusan dan kebijakan ekonomi yang bersifat finansial.

 

8. Mahmud M. Hanafi dan Abdul Halim

Pengertian laporan keuangan yang dijelaskan oleh Mahmud M. Hanafi dan Abdul Halim adalah suatu laporan yang diharapkan dapat untuk memberikan suatu informasi bagi perusahaan. Di mana laporan tersebut dipadukan dengan informasi yang lain juga misalnya seperti laporan industri dan juga tentang kondisi ekonomi di dalam sebuah perusahaan.

 

9. Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

Menurut standar akuntansi keuangan bahwa pengertian dari laporan keuangan adalah bagian dari suatu proses pelaporan terhadap keuangan secara lengkap. Laporan tersebut memuat juga mengenai neraca, laporan laba dan rugi, laporan terhadap perubahan posisi keuangan an-nasr ta juga laporan mengenai materi penjelasan yang juga termasuk bagian integral.

 

10. Ikatan Akuntansi Indonesia

Sedangkan menurut penjelasan yang yang dipaparkan oleh ikatan akuntansi Indonesia tentang pengertian laporan keuangan adalah rangkaian yang menunjukkan mengenai posisi keuangan dan juga kinerja keuangan yang ada di dalam suatu entitas.

Laporan keuangan memiliki tujuan yaitu untuk dapat memberikan informasi tentang posisi dari keuangan atau financial position, arus terhadap kas, dan juga kinerja keuangan dalam sebuah perusahaan.

Untuk dapat meraih tujuan tersebut laporan keuangan haruslah terdapat beberapa elemen yang terdiri dari, kewajiban, beban, aset, nerworth, serta pendapatan dan perubahan ekuitas serta arus kas.

 

 

Jenis laporan keuangan

laporan keuangan

Di dalam akuntansi, pada umumnya laporan keuangan dapat dibagi menjadi empat jenis yang biasanya dibuat oleh suatu perusahaan. Dari ke empat jenis laporan keuangan tersebut akan dijelaskan satu persatu seperti berikut ini:

 

1. Laporan Neraca

Jenis laporan keuangan yang pertama adalah laporan neraca. Laporan neraca adalah laporan yang menunjukkan mengenai kedudukan aktiva, kewajiban an yang dapat berupa hutang ataupun modal di dalam suatu kurun waktu atau periode tertentu.

Laporan neraca dapat dirancang atau dibuat setiap saat. Berikut ini merupakan komponen yang harus ada di dalam pembuatan laporan neraca antara lain yaitu

  • Asset atau Aktiva
  • Kewajiban atau Utang (Liabilities)
  • Pemilik Modal (Owner)

 

2. Laporan laba rugi

Pengertian lana yang dijelaskan oleh Commitee on Terminology adalah sejumlah yang diperoleh dari pengurangan harga pokok produksi, biaya operasional lain dan juga kerugian dengan adanya penghasilan operasi.

Pengertian lain mengenai statement laba rugi dijelaskan pula oleh Accounting Principal Board (APB) adalah kelebihan penghasilan yang diperoleh selama satu periode tertentu pada sebuah perusahaan.

Berdasarkan dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa pengertian dari rugi merupakan selisih. dalam pembuatan laporan laba dan rugi terdapat beberapa komponen yang harus ada di dalamnya antara lain adalah sebagai berikut:

  • Pendapatan atau hasil
  • Biaya (Expense)

 

3. Laporan laba perubahan modal (Insidentil Gains and Insidentil Loses)

Menurut pendapat dari Financial Accounting Standard Board tentang gains setelah kenaikan dari tingkat nilai equity terhadap kegiatan transaksi yang memiliki sifat insidentil. Dan juga bukan kegiatan yang utama dari NTT serta transaksi atau juga peristiwa yang lainnya yang berpengaruh terhadap entity selama kurun waktu tertentu, kecuali berasal dari hasil pemilik atau hasil dari investasi.

Sedangkan pengertian dari Loses pada waktu turunnya nilai equity dari kegiatan transaksi, dimana memiliki sifat yang insidentil dan juga bukan merupakan kegiatan utama entity serta dari transaksi ataupun peristiwa yang lainnya yang memiliki pengaruh terhadap entity selama kurun waktu tertentu, dimana hal itu berasal dari hasil dari pemilik atau investasi.

 

4. Laporan arus kas (Extraordinary Item)

Pengertian dari laporan arus kas adalah transaksi yang memiliki pengaruh terhadap material yang tidak diperkirakan berlangsung secara berulang-ulang. Serta juga tidak dinilai sebagai hal yang berulang di dalam suatu proses operasional dalam suatu perusahaan, instansi atau lembaga. Setidaknya terdapat dua kriteria dari laporan arus kas menurut Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) yaitu:

  • Laporan arus kas memiliki sifat yang tidak biasa yaitu memiliki tingkat ketidaknormalan yang tinggi serta tidak adanya kaitan dengan kegiatan perusahaan sehari-hari.
  • Laporan arus kas jarang terjadi atau akan tidak terjadi untuk berlangsung pada masa yang akan datang.

 

 

Contoh Laporan Keuangan

Untuk memahami lengkap tentang contoh laporan keuangan, yang akan kita bahas. Maka kalian bisa menyimak penjelasan berikut ini.

contoh laporan keuangan neraca bank

Baca Juga: Contoh Laporan Keuangan.

 

 

Fungsi Laporan Keuangan

Adapun fungsi dari laporan keuangan yang tentunya sangat berguna dan menjadi alasan kita untuk membuat suatu laporan keuangan.

Dan fungsu dari laporan keuangan adalah untuk mengatur suatu pengelolaan antara pendapatan atau masukan uang dan juga pengeluaran, guna meneliti tentang untung, kerugian, modal, dan lain sebagainya yang digunakan serta mengatur keuangan agar teratur bagi penggunanya.

 

 

Tujuan Laporan Keuangan

Agar kita memahami lebih lengkap tentang laporan keuangan, maka baiknya kita ketahui tujuan laporan keuangan.

 

 Tujuan Laporan Keuangan Menurut PAI

  1. Memberikan informasi yang bisa di percaya tentang aktiva dan kewajiban serta kapital atau modal perusahaan.
  2. Memberikan informasi lebih jelas pada pemakai laporan yang masih ada hubungan terkait dengan keuangan.
  3. Memberikan suatu informasi penting yang bersangkutan atau berkaitan dengan kegiatan pendanaan investasi.
  4. Memberikan suatu informasi pada pengguna laporan guna memperkirakan potnsi keuangan dari perusahaan.
  5. Memberikan laporan yang bisa dipercaya tentang perubahan aktiva netto suatu perusahaan yang ditimbulkan oleh adanya aktivitas usaha guna mendapatkan laba atau keuntungan.

 

Tujuan Laporan Keuangan Menurut Kasmir

  1. Memberikan informasi tentang berbagai catatan dari laporan keuangan
  2. Memberikan informasi tentang kinerja menejemen perusahaan didalam suatu periode atau suatu saat.
  3. Memberi informasi tentang barbagai perubahan yang terjadi pada aktiva, pasiva, dan juga modal perusahaan.
  4. Memberi suatu informasi tentang biaya dan juga jenis biaya yang dikeluarkan dari perusahaan pada suatu periode tertentu.
  5. Memberikan suatu informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diraih dalah suatu periode tertentu.
  6. Memberikan informasi tentang jenis dan juga jumlah modal serta kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan pada waktu ini.
  7. Memberikan suatu informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang dimiliki perusahaan pada saat ini.

 

 

Ciri-Ciri Laporan Keuangan

ciri ciri laporan keuangan

Laporan keuangan tentunya memiliki karakteristik atau ciri-ciri dan poin-poin yang harus dimiliki dalam pembuatan laporan keuangan yang akan dijelaskan sebagai berikut:

 

1. Mudah dipahami

contoh laporan keuangan yang baik tentunya harus dapat mudah untuk dipahami oleh para pembaca. Dalam menyajikan laporan keuangan juga harus secara jelas agar para pembaca dapat langsung memahami isi dari laporan tersebut.

Pada umumnya perusahaan go public mempublikasikan laporan keuangan dengan menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan menggunakan bahasa Inggris. Penggunaan dua bahasa tersebut tentunya memiliki tujuan untuk dapat mudah dimengerti oleh para investor asing.

Akan tetapi, meskipun menggunakan dua bahasa dan ditujukan kepada investor asing standar mata uang yang digunakan and1 tab menggunakan aturan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia yaitu menggunakan mata uang rupiah.

 

2. Dapat Dibandingkan

Suatu laporan keuangan yang baik juga harus dapat dibandingkan dengan laporan keuangan antar periode atau antar kelompok tertentu. Karena tujuan dari laporan keuangan yaitu untuk dapat menyebabkan beserta mengidentifikasi kecenderungan trend dan juga kinerja dari sebuah perusahaan.

Setiap laporan keuangan akan memiliki hubungan dengan laporan keuangan sebelumnya sehingga isinya harus dapat di pertanggung jawabkan dan harus lebih transparan.

 

3. Relevan

Kemudian yang terakhir adalah ah laporan keuangan haruslah relevan. Jelaskan memiliki relevansi karena laporan keuangan juga digunakan untuk dapat mengambil suatu keputusan terhadap perusahaan.

Adanya kebijakan baru yang nantinya akan diputuskan diharapkan akan dapat meningkatkan pendapatan dan juga perbaikan terhadap aspek yang bermasalah. Laporan keuangan juga di audit oleh auditor untuk bisa mendapatkan opini dari para auditor dan meningkatkan kualitas dari laporan keuangan tersebut.

 

4. Handal

Laporan keuangan yang baik haruslah juga dinyatakan handal yaitu secara jujur dan netral serta dapat diverifikasi. Dibuatnya laporan keuangan yaitu dengan tidak memihak kepada salah satu pihak dan harus disajikan secara jujur.

 

 

Sifat Laporan Keuangan

Laporan keuangan juga harus dibuat berdasarkan dan sesuai dengan kaidah yang berlaku. Laporan keuangan juga harus didasari dengan sifat-sifat yang telah ditetapkan dari laporan keuangan tersebut. Terdapat beberapa sifat yang dimiliki oleh laporan keuangan menurut Kasmir (2014:11) yaitu:

  • Laporan keuangan bersifat historis, artinya dengan laporan keuangan dibuat dan juga disusun berdasarkan dari data sebelumnya.
  • Laporan keuangan bersifat menyeluruh, yang artinya adalah laporan keuangan disusun Sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan juga laporan keuangan dibuat dengan selengkap mungkin.

 

Itulah penjelasan tentang laporan keuangan yang dapat pintarnesia sampaikan. Semoga penjelasan di atas dapat menambah wawasan baru dan ilmu pengetahuan baru. Apabila dalam penjelasan terdapat kalimat yang kurang tepat, mohon maaf.

Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.
Baca Lainya Tastynesia:
  1. Opor Ayam Kuning
  2. Dalgona Coffee
  3. Tongseng Sapi
  4. Rawon Daging Sapi
  5. Rendang Daging Sapi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *