Lompat Tinggi: Pengertian, Sejarah, Gaya, Teknik Dasar, Lapangan

By

lompat tinggi

Seperti namanya, lompat tinggi merupakan olahraga dengan cara melompat tinggi. Olahraga ini sudah sangat umum di Indonesia terlebih ini juga merupakan salah satu olahraga yang telah diajarkan sejak sekolah dasar.

Olahraga ini termasuk kedalam olahraga atletik dan sudah sangat terkenal keberadaannya karena suda sangat sering dilombakan baik di tingkat nasional maupun internasional. Untuk mengetahui olahraga lompat tinggi ini lebih lanjut simak informasi dibawah ini

Pengertian Lompat Tinggi

pengertian lompat tinggi

Lompat tinggi merupakan salah satu olahraga yang masuk kedalam cabang atletik, dilakukan dengan melompat setinggi-tingginya melewati mistar tanpa menyentuhnya dan tanpa bantuan alat apapun dengan berbagai macam teknik.

Sejarah Lompat Jauh

sejarah lompat tinggi

Lompat tinggi merupakan salah satu oleharaga tertua didunia namun baru tercatat dalam sejarah sekitar abad ke-19 pada saat diikutsertakan dalam Olimpiade Skotlandia yang dimenangkan oleh salah seorang atlet dengan menggunakan gaya gunting setinggi 1,68 meter.

Pada abad ke-20 seorang bernama Michael Sweeney yang merupakan warga Irandia-Amerika memodernisasi gaya lompat tinggi yang membawanya melakukan lompat tinggi menggunakan gaya eastern cut-of dimana gaya ini dilakukan dengan mengambil posisi off menyerupai gaya gunting dengan punggungnya diperpanjang mendatar diatas bar dan berhasil meraih lompatan setinggi 1,97 meter pada tahun 1895.

Bukan hanya Michael Sweeney namun ada pula warga amerika lain bernama George Horine yang mengembangkan gaya bernama Western Roll, dengan teknik yang lebih efisien George Horine berhasil melakukan lompatan setinggi 2,01 meter dengan teknik tersebut pada tahun 1912. Pada tahun 1936 gaya western roll ini merupakan teknik paling banyak digunakan pada Olimpiade Berlin yang dimenangkan oleh Cornelius Johnson dengan lompatan setinggi 2,03 meter.

Setelah empat dekade berlalu, gaya lompat jauh kembali dikembangkan oleh pelompat asal Amerika dan Soviet dengan membuat teknik baru bernama straddle yang pertama kali digunakan oleh Charles Dumas pada tahun 1956 dengan mencetak lompatan setinggi 2,13 meter.

Kemudian tahun 1960 seorang warga Amerika bernama John Thomas berhasil melompat setinggi 2,23 meter yang membuatnya mencatat rekor dunia. Namun emapat tahun kemudian rekornya tersebut diambil alih oleh Valeriy Brumel dengan catatan lompatan setinggi 2,28 meter yang juga membuatnya meraih mendali emas pada olimpiade tahun 1964 sebelum kecelakaan motor yang mebuatnya harus mengakhiri karirnya.

Sejak saat itu banyak sekali atlet yang mengembangkan gaya lompat tinggi seperti gaya scissors (gunting), gaya western roll(guling sisi), gaya straddle (guling) dan juga gaya fosbury flop. Para pelompat harus menguasai gaya tertentu agar terhindar dari cidera atau kecelakaan pada saat melakukan lompat tinggi ini.

Pada abad ke-19 banyak pelompat yang menggunakan gaya gunting dengan membelakangi mistar dan mendarat diatas rumput namun banyak pula pelompat yang mengalami kecelakaan dengan gaya ini. Pada saat ini pelompat lebih banyak menggunakan gaya fosbury flop dan pendaratan dilakukan diatas matras untuk meminimalisir kecelakaan.

Baca Juga: Teknik Dasar Sepak Bola.

Gaya Lompat Tinggi

Karena lompat tinggi yang sudah ada sejak dulu sehingga seiring berjalannya waktu banyak ahli yang mengembangkan gaya lompat tinggi sehingga menghasilkan gaya baru antara lain

Gaya Scissors (Gunting)

gaya gunting lompat tinggi

Gaya scissors ini merupakan gaya tertua diantara yang lainnya karena lahir sejak abad ke-19 tepatnya awal kemunculan olahraga lompat tinggi.

Gaya gunting klasik dengan yang sudah disempurnakan oleh Michael Sweeney memiliki perbedaan pada awalan dimana gaya awalan gunting klasik dilakukan dengan posisi jongkok didepan mistar, sedangkan yang sudah disempurnakan posisi tubuh disamping mistar sehingga posisi tubuh miring atau sejajar dengan mistar.

Gaya gunting diawali dengan posisi awalan dilanjutkan dengan tolakan kaki agar dapat melompat kemudian pada saat sudah dekat dengan mistar satu kaki diayunkan sehingga seluruh tubuh akan melewati mistar pada tinggi tertentu tanpa menyentuhnya.

Baca Juga: Kebugaran Jasmani.

Gaya Western Roll (Guling Sisi)

western roll

Gaya western roll ini merupakan gaya lompat tinggi yang dilakukan dengan posisi awal disamping mistar kemudian leompat dan mengangkat tubuh pelompat dengan melayang terlentang diudara diikuti memutar tubuh melewati mistar.

Namun pada gaya ini posisi kepala lebih rendah daripada pinggul yang dinilai sebagai diskualifikasi sehingga gaya ini sudah tidak dipakai lagi.

Gaya Straddle (Sisi)

lompat tinggi gaya straddle

Gaya straddle ini merupakan gaya lompat tinggi yang tidak beda jauh dengan gaya western roll namun telah diperbarui agar posisi kepala tidak lagi lebih rendah dari pinggul sehingga tidak akan didiskualifikasi.

Gaya Fosbury Flop

gaya lompat tinggi fosbury flop

Gaya fosbury flop ini merupakan gaya yang saat ini banyak digunakan dalam lompat tinggi dengan posisi tubuh membelakangi mistar saat melompat dan mengedepankan punggu pelompat pada saat melewati mistar. Gaya ini dinilai mirip dengan salto karena posisi pada saat awalannya.

Teknik Dasar Lompat Tinggi

teknik dasar lompat tinggi

Agar lompat tinggi yang dilakukan dapat maksimal dan benar kita harus memperhatikan beberapa teknik dasar dalam lompat tinggi antara lain.

Awalan

Tidak ada aturan khusus untuk awalan dalam lompat tinggi sebenarnya namun para pelompat biasanya melakukan awalan dengan cara berlari dengan kecepatan tertentu sesuai dengan teknik pelompat.

Dibawah ini terdapat hal-hal yang harus diperhatikan pada saat melakukan awalan dalam lompat tinggi antara lain sebagai berikut

  • Ketepatan besar sudut yang dilakukan pada teknik awalan merupakan salah satu hal yang karena hal tersebut akan menentukan hasil ketinggian lompatan.
    Berikut merupakan sudut yang dapat digunakan dengan berbagai gaya di dalam lompat tinggi:

    • Untuk gaya scissors sudut awalan dapat dilakukan antara sudut 40 hingga 50 derajat
    • Untuk gaya western roll sudut awalan dapat dilakukan dengan sudut kurang lebih 40 derajat
    • Untuk gaya straddle sudut awalan dapat dilakukan antara sudut 30 hingga 35 derajat
    • Untuk gaya fosbury flop sudut awalan dapat dilakukan antara sudut 70 hingga 85 derajat, namun di tiga langkah sebelum melakukan tumpuan akan mengecil sampai kisaran sudut 30 hingga 40 derajat
  • Tentukan kaki terkuat yang akan digunakan sebagai tumpuan karena sudut yang dipakai pada setiap gaya berbeda dan harus disesuaikan dengan tekniknya.
  • Berlari cepat bukan merupakan kunci untuk mendapat lompatan yang tinggi karena pada saat kita berlari cepat tubuh akan terdorong ke depan sehingga akan susah untuk mengontrolnya sehingga saat melakukan awalan akan lebih baik dengan berlari pelan dan dipercepat sedikit demi sedikit dengan kecepatan yang wajar.
  • Langkah yang digunakan dalam awalan lompat tinggi biasanya berkisar antara 9 hingga 15 langkah.

Tolakan

Tolakan pada lompat jauh memiliki teknik seperti biasanya yaitu dengan menggunakan kaki yang terkuat diikuti kaki yang lain diayunkan agar seluruh tubuh dapat terangkat melewati mistar tanpa menyentuhnya.

Dibawah ini terdapat hal-hal yang harus diperhatikan pada saat melakukan tolakan dalam lompat tinggi antara lain sebagai berikut

  • Badan bertumpu pada kaki bagian bawah dengan cara kaki ditekuk pada sudut sekitar 130 hingga 160 derajat sehingga tolakan yang dilakukan akan maksimal.
  • Saat akan melakukan tumpuan, badan sedikit dicondongkan kebelakang, namun jika menggunakan gaya fosbury flop badan tidak perlu dicondongkan ke belakang.
  • Lakukanlah tumpuan dengan kuat dan juga cepat, sehingga akan menghasilkan tolakan yang besar.
  • Lakukan tumpuan dengan diawali bagian tumit terlebih dahulu dilanjutkan dengan seluruh telapak kaki serta ujung kaki, usahakan tumpuan kaki lurus dari lutut sampai ujung kaki.
  • Ayunkan lengan secara bersamaan untuk menambah daya dorong pada saat melakukan tolakan.

Melayang

Melayang disini merupakan posisi pada saat tubuh melayang melewati mistar dengan teknik tertentu sesuai gaya yang dipilih pelompat.

Dibawah ini terdapat hal-hal yang harus diperhatikan pada saat melakukan gerakan melayang dalam lompat tinggi antara lain sebagai berikut

  • Pada gaya straddle posisi badan jumper pada saat diatas mistar adalah tengkurap dan saat turun segeralah posisikan kaki lurus ke bawah agar memperoleh lompatan yang tinggi otot perut harus digunakan maksimal disini untuk mengangkat tubuh ke udara.
  • Pada gaya scissors terdapat perbedaan pada gaya klasiknya dengan yang telah diperbarui karena awalannya yang berbeda pula. Gaya gunting klasik lompatan dilakukan dengan cara memakai gaya jongkok sehingga tubuh posisinya menghadap mistar, sedangkan pada gaya gunting yang telah diperbarui posisi awalan berada disamping mistar sehingga tubuh posisinya miring atau sejajar dengan mistar.
  • Pada gaya western roll diawali dari sisi samping mistar kemudian pada tubuh terangkat ke atas dengan posisi telentang setelah mencapai mistar dengan kepala yang lebih rendah daripada pinggul, kemudian posisikan tubuh miring ke sisi lain tolakan agar dapat melakukan pendaratan.
  • Pada gaya straddle posisi badan jumper pada saat diatas mistar adalah tengkurap dan saat turun segeralah posisikan kaki lurus ke bawah agar memperoleh lompatan yang tinggi otot perut harus digunakan maksimal disini untuk mengangkat tubuh ke udara.
  • Pada gaya fosbury flop posisi tubuh harus membelakangi mistar dilanjutkan melewati mistar menggunakan punggung menyerupai salto.

Pendaratan

Pada saat melakukan pendaratan posisi tubuh telah melewati mistar sepenuhnya sehingga jatuh ke matras dengan tubuh maupun kedua kaki.

Cara Agar Lompatan Tinggi

Sedikit tips agar lompat tinggi yang dilakukan maksimal dan memperoleh hasil yang setinggi-tingginya maka seorang atlet harus rajin melatih tubuhnya terutama pada bagian otot kaki dan perut agar dapat melompat tinggi serta mengangkat tubuh lebih baik melewati mistar tanpa menyentuhnya.

Bukan hanya berlatih lompatan namun ada beberapa rangkaian olahraga yang dapat digunakan untuk melatih tubuh sebagai dasar latihan seperti push up, sit up, back up dan juga squat jam.

Selain latihan dasar melatih lompatan dan otot para atlet juga harus berlatih untuk mengasah kemampuan semua gaya dalam lompat tinggi untuk mengetahui dan menentukan gaya manakah yang paling sesuai dengan kemampuan tubuh kita untuk memperoleh lompatan yang maksimal.

Lapangan Lompat Tinggi

lapangan lompat tinggi

Lapangan atau tempat untuk melakukan lompat ini memiliki standar tersendiri dimana terbagi menjadi empat bagian untuk masing-masing tekniknya antara lain

  1. Jalur untuk awalan pada lompat tinggi berbentuk setengah lingkaran atau bujur sangkar dengan jarak titik pusat ke tepi sejauh 15 meter yang merupakan jarak minimal untuk melakukan awalan sehingga atlet berhak melakukan awalan dari area yang lebih jauh dari jalur awalan tanpa berlebihan.
  2. Daerah tolakan merupakan area disekitar depan dan bawah mistar yang digunakan untuk melompat yang harus benar-benar dibuat sedatar mungkin, bersih, tidak licin agar atlet tidak tergelincir pada saat melakukan tolakan.
  3. Mistar atau tiang panjang dengan posisi mendatar yang dilewati oleh pelompat dibuat dengan panjang sekitar 3,98-4,02 meter dengan berat maksimal 2 kg dan disangga dengan dua penyangga mistar yang ditempatkan dengan jarak sama dengan panjang mistar.
  4. Mistar ditopang oleh dua buah penopang mistar yang pada masing-masing tiang penyangga ukurannya adalah 4×6 cm. Tiang penyangga ini minimal harus memiliki ukuran pada salah satunya untuk menentukan tinggi mistar.
  5. Tempat pendaratan atau matras berukuran 3×5 meter terbuat dari busa dengan ketebalan 60 cm dan bagian atasnya terdapat penutup dengan ketebalan 10-20 cm.

Peraturan Lompat Tinggi

Sama seperti olahraga lain pada umumnya, lompat tinggi juga memiliki peraturan tertentu didalamnya untuk menentukan benar tidaknya teknik yang dilakukan. Dibawah ini terdapat peraturan dalam lompat tinggi antara lain

  1. Atlet lompat tinggi harus melewati mistar hingga batas tertinggi yang bisa dicapai. Dalam perlombaan biasanya peserta akan berguguran satu-persatu hingga akan ada satu atlet yang bertahan melewati mistar tertinggi.
  2. Dalam perlombaan setiap atlet lompat akan diberi 3 kesempatan untuk melompati mistar pada ketinggian yang sama. Jika dalam 3 kesempatan yang diberikan kepada atlet tersebut gagal, maka akan dinyatakan gugur.
  3. Tolakan pada lompat tinggi hanya boleh dilakukan dengan menggunakan satu kaki.
  4. Peserta tidak diperbolehkan menjatuhkan mistar, karena hal ini sama dengan peserta tidak bisa melewati ketinggian yang telah ditentukan.
  5. Peserta hanya diperbolehkan mengenakan seragam beserta atribut sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh panitia.

Demikian sedikit informasi mengenai lompat jauh. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam artikel ini terimakasih.


Mexi Kehidupan lebih berarti jika berguna bagi banyak orang, penyuka drama korea.


Baca Lainya Tastynesia:
  1. Kue Balok
  2. Klepon
  3. Kue Pancong
  4. Kue Lumpur
  5. Bolu Kukus
  6. Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *